Tags

, , ,

Shocked kiss

Author : Ela Shin Rae byung
Cast:

- Min Seorin
- Cho Kyuhyun
- Lee donghae
- Choi Soo byung

NB : Ini ff bikinan Ela, khusus buat ultahnya changmin. tapi entah kenapa dia malah bikin castnya aku sama kyu ahahahha… apapun, thanks Ela sayang buat ffnya yang manis *kecup*

Don’t Coppas
And Happy reading.

“Kyuhyun, Cho kyuhyun.” Jawab kyuhyun namun pandangannya tak lepas pada gadis di depannya yang menunduk.

Yoogeun menyenggol lengan gadis itu. “Mom, kenapa diam?” bisik Yoogeun.

Dengan ragu gadis membungkuk hormat “Seorin. Min Seorin imnida.”

“Seorin? Min seorin yang selalu dipanggil culun itu? Maldoandwae!” tanya Seohyun tak percaya karena kini penampilan seorin berubah total. Seorin yang dulunya selalu memakai baju dan rok panjang, kini memakai dress hijau tosca selutut tanpa lengan. Rambut lurusnya yang selalu di ikat, kini di gerai dengan poni yang membuatnya tampak seperti gadis remaja.

“Mom mengenalnya?” Tanya Yogeun.

“Mom? Jadi kau sudah memiliki anak bersama Donghae Oppa??” seru Seohyun lagi.

Seorin menelan ludahnya. Tenggorokannya terasa kering untuk berbicara.

“Sajangnim, kau sudah datang? Aku ingin meminta tanda tangan untuk perpanjang kontrak di kanada. ” ucap seorang karyawan yang menghampiri Seorin. Gadis itu merasa tertolong dan akan mengucapkan terima kasih pada karyawannya yang satu itu nanti.

“Baiklah, tunggu di ruanganku.” Seorin menatap Yogeun. “Yogeun disini dulu, ne? Seohyun-ssi, kyuhyun-ssi, saya permisi.” Ucapnya dan langsung masuk ke dalam cafe.

“Sajangnim? Kanada? Omona, sepertinya aku akan terkena serangan jantung karena mendapatkan banyak kejutan hari ini. ” seohyun tampak frustasi.

“Waeyo, noona?” tanya yogeun sopan. Mereka bertiga kembali duduk.

“Anak kecil, bisa kau jelaskan padaku? Mom? Sajangnim? Kanada?”

“Meski noona sedikit cerewet dan membuat telingaku hampir tuli karena berteriak, aku akan menjelaskan semuanya. She is my mom? Yes, she is.” Ucap yogeun membuat kyuhyun meremas kuat cup kopinya yang kosong.

“Cafe ini milik mom, jadi semua karyawan memanggilnya Sajangnim. And about Canada, Grandpa memiliki perusahaan disana dan sekarang mom yang mengurusnya.”

“Mwoya? Bukankah Seorin berasal dari keluarga miskin?”

“Hei, noona! Mom tidak seperti yang kau katakan. Mom sudah kaya sejak lahir,” protes Yogeun tak terima.

“Yogeun-ah,, hoksi, Donghae hyung adalah appa mu?” tanya Kyuhyun hati-hati.

“Uri app__”

“Yogeun-ie, masuklah ke dalam. Mom ingin berbicara dengan mereka, ne?” potong Seorin.

Yogeun mengangguk patuh. Lalu bergegas masuk.

Seorin duduk di depan kyuhyun dan seohyun. “Lama tidak berjumpa.” Ucapnya setelah berhasil mengendalikan kegugupannya.

“Seohyun-ah, kembali ke pabrik sekarang juga.” Perintah kyuhyun namun tatapannya masih pada seorin.

“Mana bisa beg__”

“Kubilang kembali apa kau tuli!!!!” bentaknya membuat nyali seohyun menciut. Gadis itu tau jika kyuhyun marah, perintahnya tidak bisa di interupsi. Dengan tidak rela gadis itu meninggalkan kyuhyun dan seorin.

“Bisa-bisanya masih berani tersenyum seperti itu setelah menghilang tanpa kabar. Menghilang setelah hubunganku dan appa membaik, Kau kira kau ini siapa? Pahlawan, hah? Jawab!!” bentaknya hingga membuat beberapa pengunjung cafe melihat ke arahnya.

“Bisakah kau memelankan suaramu kyuhyun-ssi?” tanya seorin pelan.

Kyuhyun memalingkan wajahnya yang mulai memerah menahan amarah. “Aku benci dengan sebutan itu.”

“Dengan bodohnya 365 hari dalam setahun aku memikirkangadis yang sama sekali tidak memikirkanku.” Ucapnya sambil menatap nanar seorin. “Kau anggap apa hubungan kita? Meninggalkanku demi namja yang bahkan tidak mencintaimu. Bagaimana rasanya menikah dengan lee donghae?”

“Kita hanya teman, kyuhyun-ssi!” ucap seorin.

“Teman kau bilang? Teman macam apa yang tidak menolak berciuman? Kita bahkan lebih satu kali berciuman dan sekarang kau mengatakan kita hanya berteman??”

“Kita tidak saling mencintai!” putus seorin. Yah, sejak dulu baik seorin maupun kyuhyun tidak ada yang mengucapkan kata itu.

“Jika sekarang aku mengatakan kalau…….Aku mencintaimu, apa kau akan kembali padaku?”

“Aku….tidak mencintaimu!”

“Omong kosong!”

“Hentikanlah obrolan membosankan ini, kyuhyun-ssi.” Seorin beranjak dari duduknya. Namun kyuhyun sigap menahan tangan seorin.

“Tatap mataku dan katakan bahwa kau tidak mencintaiku” geram kyuhyun.

Seorin diam.

“Katakan!!” bentak kyuhyun.

Lagi-lagi seorin tidak mengeluarkan suara.

“Baiklah. Aku bisa mengetahui jawabannya dengan cara lain!” desis kyuhyun. Ia menarik tengkuk seorin dan langsung melumat bibir seorin lembut. Awalnya gadis itu memberontak, namun setelah merasakan perlakuan kyuhyun yang memagut lembut bibirnya, akhirnya gadis itu menyerah dan ikut terhanyut dalam ciuman kyuhyun.

Setelah dirasa mendapatkan jawabannya, kyuhyun melepaskan ciuman mereka.

PLAAKKK

“Napeun saram!!” geram seorin marah.

“Kita lihat saja, kau benar-benar tidak mencintaiku atau tidak! Tapi kalau sampai aku tau kau berbohong, kupastikan kau tidak akan bisa lepas dariku. Meski kau sudah menikah!” ucap ancam kyuhyun dan melenggang pergi.

***

Pabrik_

Seohyun langsung menghampiri kyuhyun yang baru saja tiba. “Oppa, gwaenchana? Kenapa pipimu memerah?”

“Gwaenchana.” Ucapnya kemudian kembali melangkah. “Oh ya, seohyun-ah. seminggu lagi kita bertunangan. Arasseo?” ucapnya

“Jeongmal? Bertunangan? Dengan kyuhyun oppa? Ini bukan mimpi.”

“Ini nyata.” Tegas kyuhyun.

“Gyaaaaa, akhirnya penantianku selama ini membuahkan hasil.” Seohyun meloncat-loncat tidak jelas.

***

Hari selanjutnya, seorin kembali bekerja di cafe. Sebenarnya gadis itu masih mengantuk. Semalam ia tidak bisa tidur akibat pertemuannya dengan kyuhyun kemarin yang membuatnya kembali mengingat masa lalu yang hampir dilupakan olehnya. Gadis itu mendecak kesal ketika melihat namja yang telah sukses membuat harinya memburuk saat ini. Namja itu duduk di meja luar, tempat yang sama seperti kemarin. Ia sedang asyik mengobrol sesekali mengeluarkan candaan pada yogeun. Seorin tau itu karena sesekali yogeun dan kyuhyun tertawa lepas di tengah obrolan mereka. Meski ia dan kyuhyun sedang bertengkar, gadis itu tidak melarang yogeun untuk berdekatan dengan namja itu.

“Sajangnim, sebentar lagi Tuan Edison akan sampai.” Sekretaris seorin mengingatkan.

“Oh. Kajja kita tunggu di depan.” Seorin dan sekretarisnya berdiri di depan cafe bertepatan dengan mobil limousine berhenti. Pintu belakang terbuka dan muncullah sosok pria bule dengan tubuh jangkung dan warna kulit khas bule. Seorin dan sekretarisnya menunduk hormat.

“Selamat datang di Korea, Mr. Edison.” Sambut seorin. Ia tidak akan repot-repot menggunakan bahasa inggris karena Mr. Edison sendiri bisa berbahasa korea.

Pria yang disebut Mr. Edison melebarkan senyumnya. “Meski sering datang ke Korea, aku tidak pernah bosan dengan suasana disini.” Balasnya.

“Kami sudah menyiapkan menu spesial untuk anda. Mari kita masuk.” Ajak seorin.

“Kyuhyun-ah?” ucap Mr Edison membuat seorin bingung. Kyuhyun yang mendengar namanya disebut, langsung menoleh.

“Ed? Charless Edison?” ulang kyuhyun. Namja itu menarik yogeun untuk ikut menghampiri pria bule itu.

“Yes, I’am. Cho kyuhyun, lama tidak bertemu.” Mr edison memeluk kyuhyun layaknya seorang teman yang sudah lama tidak bertemu.

“Aigoo,, Dunia benar-benar sempit. What your business in here?” tanya kyuhyun, tanpa menghiraukan seorin yang berdiri disamping Mr. edison dengan tatapan bingung.

“Aku sedang meninjau perusahaan Grand Corp milik seorin-ssi. Kau sendiri sedang apa disini? Who is he? Your son?” Mr. Edison menatap yogeun yang masih menggandeng tangan kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya tersenyum penuh arti. Mr edison yang melihatnya ikut tersenyum. “Eiyyy,, kenapa tidak mengundangku saat menikah?” canda Mr. Edison yang menyenggol pelan lengan kyuhyun. Seorin membulatkan matanya, kaget dengan kesimpulan yangn Mr. Edison buat sepihak.

“Oh ya, siapa namamu, son?” tanyanya pada yogeun.

“Yogeun.”  Jawab yogeun meski ia sedikit bingung dengan percakapan tadi.

“Where your mother?”

Yogeun langsung menarik tangan seorin. “She is my Mom.”

“YE?” pekik seorin, Mr Edison serta sekretarisnya.

“Whoaaa, dunia benar-benar sempit kyuhyun-ah. kau pandai memilih istri.” Ceplos Mr. Edison setelah sadar dari keterkejutannya.

***

Seorin benar-benar murka pada kyuhyun setelah Mr. Edison kembali ke Hotelnya. Sekarang ia dan sekretaris disampingnya duduk berhadapan dengan kyuhyun yang masih merasa tidak bersalah. Sudah hampir 30 menit gadis itu memaki kyuhyun, namun seperti namja itu terlihat tidak terganggu dengan makian seorin yang meledak-ledak itu. Ia malah senang, karena ia merindukan teriakan seorin yang sudah lama tidak ia dengar.

“Sajangnim, saat ini Mr. Edison terlanjur tau anda adalah istri Tuan cho dan memiliki anak bernama yogeun. Jika sampai beliau tau ini semua adalah bohong, bisa-bisa rencana kontrak Grand Corp dengan Mr. Edison akan dibatalkan. Lagipula anda tidak akan rugi berpura-pura menjadi istri Tuan Cho selama beberapa hari. Dia teman dari Tuan Cho. Itu malah akan menguntungkan kita.” Bisik sekretaris seorin.

Kyuhyun mencondongkan tubuhnya ke arah seorin. Gadis itu mundur dengan cepat. Antisipasi dengan sikap kyuhyun sering tidak terduga.

“Jadi apa keputusanmu? Tetap mengaku sebagai istriku atau__menjelaskan yang sebenarnya?” tanya kyuhyun. Matanya menatap lurus ke lensa mata seorin.

Seorin membuang muka dan menghembuskan nafas kasar. Kedua tangannya bersedekap. “Apa aku bisa memilih?” tanyanya sangsi.

“Tentu saja tidak!” tukas kyuhyun cepat, senyum penuh kemenangan terukir diwajahnya.

***

Setelah kesepakatan kemarin, seorin hari ini terpaksa menerima ajakan Kyuhyun untuk mengunjungi taman wisata bersama Mr. Edison serta membawa yogeun. Ketika di taman wisata, seorin merasa kyuhyun menguji kesabarannya.

“Anak kalian sangat menikmati wisata disini sepertinya. Apa kalian sering kemari?” Mr. Edison bertanya, pandangannya tak lepas dari yogeun yang menaiki komedi putar.

Kyuhyun dengan bangganya merangkul pundak seorin mesra yang mendapat pelototan tajam dari gadis itu. “Seminggu sekali kami rutin kemari.” Bohongnya.

“Aigooo, melihat kebersamaan kalian, aku jadi merindukan istri dan anakku di London.”

Seorin tersenyum sedikit terpaksa mendengar gumaman Mr. Edison.

“Mr. Edison, o…ppa, aku pamit ke toilet sebentar.” Ucap seorin. Sedikit enggan ketika ia harus memanggil kyuhyun dengan sebutan oppa. Namun gadis itu sudah setuju untuk memanggil kyuhyun ‘oppa’ dari pada memanggilnya ‘yeobo’.

Kyuhyun tersenyum evil ketika berhasil membuat seorin memanggilnya oppa sejak pagi tadi. “Apa perlu aku antar, chagi?” goda kyuhyun.

“Aku bukan anak kecil, oppa!”

“Ah, ya. Aku lupa, kau kan ibu dari anakku.”

“YA!” pekik seorin tak tahan kemudian langsung pergi ke toilet. Kyuhyun dan Mr. Edison tertawa kecil melihat ekspresi seorin yang kesal.

“Kau ini keterlaluan. Menggodanya terus menerus.” Mr. Edison menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman lamanya yang tidak berubah sama sekali.

“Menggodanya adalah hobi yang sangat kusukai, Ed.” Kyuhyun tersenyum miring, masih menatap kepergian seorin.

Mr. Edison tersenyum sambil menatap yogeun. “Yogeun sangat mirip denganmu. Keras kepala dan terkadang bersikap polos disaat yang bersamaan. Bahkan caranya berjalan seperti kau. Aku jadi merasa melihat replika mini dari seorang cho kyuhyun.”

Kyuhyun tertawa pelan. “Jeongmal? Tapi itu bukan hal aneh kan?  Pepatah mengatakan ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’.” Ucapnya santai. Namun rasa penasaran sedikit menghinggapinya.

“Dad. aku ingin burger.” Pinta yogeun pada kyuhyun. Sebelum berangkat kemari, kyuhyun sudah berpesan pada yogeun agar ia memanggil kyuhyun ‘Dad’.

“Aigo,, ternyata uri yogeun sudah lapar. Kajja kita beli.” Ajak kyuhyun sambil menggandeng yogeun dan Mr. Edison mengekor di belakang.

Setelah membeli burger, kyuhyun menggiring yogeun duduk di kursi terdekat sedangkan Mr. Edison pergi membeli sesuatu untuk anaknya. Yogeun meletakkan burgernya di kursi. Lalu memisahkan selada dan timun dari burgernya.

“Kenapa selada dan timunnya dipisah, yogeun-ie?” tanya kyuhyun.

“Yogeun tidak suka.”

Kyuhyun terkikik geli karena kebiasaan yogeun yang mirip dengannya. Tidak suka sayur.

“Dulu kalau yogeun tidak mau makan sayur, eomma akan memarahi yogeun. Katanya yogeun mirip dengan dongsaengnya yang tidak suka sayur. Tapi Mom akan membela yogeun dan akhirnya eomma berhenti memarahi yogeun.” Ucap yogeun sambil mengunyah burger.

Kyuhyun sontak menghentikan tawanya. Seingat kyuhyun, seorin hanya memiliki oppa. Dan apa maksud ucapan yogeun? Kenapa seolah-olah Mom dan Eomma itu adalah orang yang berbeda?

“Yogeun-ie, Apa Mom dan Eomma adalah orang yang berbeda?” tanya kyuhyun hati-hati.

“Tentu.” Yogeun menjawab singkat dan membersihkan mulutnya yang belepotan menggunakan tissue.

“Yogeun punya dua eomma?”

“Yogeun ingin memancing boneka.” Ucapnya tak menggubris ucapan kyuhyun.

***

Seorin selesai mencuci mukanya di wastafel. Dengan berat hati gadis itu harus kembali ke tempat dimana kyuhyun dan yang lain menunggu. Saat melintasi beberapa gadis, seorin menyadari sesuatu. Dilihatnya seksama cover dari majalah yang sedang di baca gadis yang memakai kemeja putih itu. Matanya melebar ketika mengenal model cover majalah tersebut dan membaca judul utamanya.

“Hoksi, bolehkah aku meminjam majalahnya, agashi?” pinta seorin sopan.

“Oh, boleh. Lagipula aku sudah selesai membacanya.”

“Gomawo.” Seorin mengambil majalah itu dan langsung membaca isinya. Setelah tuntas membaca, tanpa sadar seorin meremas majalah itu. Entah dari mana air matanya berkumpul di sudut. Seperti ingin memaksa meluncur. Dengan langkah pasti, gadis itu berjalan ke arah kyuhyun yang sedang asyik memancing boneka di box bersama yogeun dan Mr edison menjadi penontonnya.

“Sedikit lagi, yogeun-ie.. hati-hati.” Ucap kyuhyun penuh semangat.

“Yey!” teriak kyuhyun, Mr. Edison dan yogeun bersamaan ketika anak kecil itu berhasil mendapatkan boneka babi berwarna ungu. Mereka bertos ria.

Seeetttt

“Mom? What happen?” tanya yogeun bingung saatseorin menarik tangannya paksa.

“Waeyo, chagi?” kyuhyun menatap seorin heran.

“Hentikan omong kosong ini sekarang.” Tegas seorin. “Mr. Edison. Mianhamnida. Sejak kemarin aku berbohong padamu. Sebenarnya kyuhyun……bukan suamiku dan yogeun bukan anaknya. Tadinya aku melakukan sandiwara ini supaya anda mau menandatangani kontrak dengan Gran Corp. Jeongmal mianhamnida. Saya akan menerima konsekuensi dari anda. Untuk saat ini, kontrak bukanlah yang utama.” Seorin menunduk dan melangkah pergi bersama yogeun.

Kyuhyun menarik pergelangan tangan seorin. “Ige mwoya?” tanya kyuhyun dingin.

Seorin memalingkan wajahnya. “Sebentar lagi kau akan bertunangan. Dan kau beraninya melakukan sandiwara ini. Kau pikir aku apa? Boneka yang tidak memiliki perasaan?”

“Pertunangan itu, dari mana kau tau?”

Bruukkk

Seorin melempar majalah yang tadi ia baca ke dada kyuhyun yang reflek ditangkap namja itu. meski bingung, kyuhyun membolak balik majalah itu. Betapa terkejutnya ia melihat fotonya menjadi cover. Di bawahnya bertuliskan.

CHO KYUHYUN, CEO DARI  CHO CORPORATION SEGERA BERTUNANGAN.

Ia langsung membuka isinya yang berisi beberapa fotonya sendiri dan fotonya yang sedang bersama seohyun.

“Aish… Seohyun! Cepat sekali mulutnya menyebarkan berita!” kesal kyuhyun. Namja itu mendongak dan mendapati seorin serta yogeun telah pergi.

Mr. Edison menepuk pundak kyuhyun yang kebingungan mencari seorin. “Apa yang terjadi sebenarnya?” tanyanya santai. Seolah kyuhyun dan seorin tidak melakukan kebohongan padanya.

“I’m so sorry, Ed. Ini…kesalahanku. Aku yang memaksanya untuk bersandiwara tentang keluarga kecil yang bahagia ini.” Kyuhyun mengaku.
“Tapi dari yang kulihat, kalian memang saling mencintai.” Bantah Mr. Edison.

“She is my first love and my first kiss, Ed. Dan aku masih mencintainya sampai sekarang. Dia sudah menikah dengan namja lain. Dengan sandiwara inilah aku bisa berdekatan dengannya.”

“Lalu kenapa sekarang dia marah?”

Kyuhyun menyodorkan majalah pada Edison. Pria itu membacanya seksama.

“Dia salah paham. Kemarin aku memang mengajak seohyun bertunangan, dan aku ingin tau bagaimana reaksi seorin jika tau hal itu.  apakah ia masih peduli padaku atau tidak. Aku ingin tau apa dia benar-benar sudah tidak mencintaiku. Tapi aku tidak pernah berfikiran untuk mengumumkan hal itu pada media. Karena aku tidak serius dengan pertunangan ini.”

“Sekarang kau sudah tau reaksinya kan? Dia masih mencintaimu. Tapi dia sudah bersuami. Lantas sekarang apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan menjelaskan yang sebenarnya pada seohyun terlebih dahulu.”

***

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali membangunkan yogeun untuk segera bangun.

“Mom, kenapa mendadak kembali ke kanada? Aku sudah merasa nyaman disini. Dad juga baik padaku.” Protes yogeun ketika seorin memasukkan beberapa baju yogeun ke dalam koper.

“Mom harus menyelesaikan pekerjaan disana karena insiden kemarin. Setelah urusan selesai, mom janji kita akan kembali kesana. Ne?”

Yogeun mengangguk lesu. Seorin merogoh ponsel di sakunya lalu menelfon seseorang.

“Yoboseyo donghae oppa?”

“Ada apa seorin-ah? kenapa pagi sekali menelfon?” tanya donghae. Suaranya seperti orang baru bangun tidur.

“Mianhae mengganggu. Aku hanya ingin berpamitan. Satu jam lagi aku akan berangkat ke kanada.”

“MWOYA?kenapa mendadak? Aku segera kesana.”

“Hey, tidak perlu. Aku akan ke bandara incheon menggunakan sopir. Oppa lupa jam 9 pagi oppa akan menghadiri pernikahan eunhyuk oppa?”

“Lalu kapan kau kembali?”

“Molla.”

“Ya! Kenapa suaramu lesu seperti itu. apa terjadi sesuatu?”

“Eobseo. Oppa, aku harus segera membereskan barang. Nanti aku akan menghubungimu lagi.”

Tudd tudd

***

PLAAKKK

Tamparan keras seohyun sukses mendarat di pipi kyuhyun. Namja itu telah menjelaskan alasannya mengajak seohyun bertunangan. Gadis itu marah ketika mengetahui bahwa ajakan itu hanyalah cara agar kyuhyun mengetahui perasaan seorin padanya.

“Dasar kejam! Kau memang tidak pernah menganggap perasaanku ada, oppa. Di kepalamu hanya Seorin, seorin dan seorin. Aku membencimu!” seohyun berlari keluar dari ruangan kyuhyun tanpa bisa dicegah.

“Ku akui, kau memang sedikit kejam, kyuhyun-ah.” Edison yang sedari tadi menjadi penonton, mulai angkat bicara. Setelah kejadian kemarin, ia dan kyuhyun langsung melaju pergi ke seoul untuk menjelaskan yang sebenarnya pada seohyun.

“Bukan sedikit, aku bahkan sangat kejam padanya.”

“Lalu kapan kau akan menjelaskan ini pada seorin?”

“Mungkin nanti sore. Aku akan menghadiri pernikahan temanku terlebih dahulu jam 9 pagi.”

***

Pagi ini gereja di kawasan gangnam tampak ramai setelah beberapa menit yang lalu dilangsungkan pernikahan eunhyuk. Satu persatu tamu undangan bersalaman dan mengucapkan selamat pada eunhyuk.

“Aku kasian dengan istrimu yang harus bersuamikan seorang lee hyuk jae, hyung.” Bisik kyuhyun saat ia mendapat giliran memberikan selamat.

“YA!” teriak eunhyuk keras. Membuat beberapa tamu sempat menoleh ke arahnya. Eunhyuk membungkuk pelan pada beberapa tamu karena ia berteriak sembarangan.

“Seharusnya aku tidak mengundangmu!”

Kyuhyun tersenyum miring. “Kalau tidak mengundangku, tamu-tamu akan jadi sedikit yang datang. Kau tau, hampir semua gadis di ruangan ini memperhatikanku. Mereka terpesona akan ketampananku!” ucapnya percaya diri.

“Oh, jinja? Lalu kenapa tidak kau bergabung dengan mereka? Bukankah saat di senior high school kau seperti itu? Memberikan peluang pada semua gadis, namun tak ada satupun yang kau jadikan pacar. Dasar casanova.” Eunhyuk berkata dengan nada meremehkan.

“Itu dulu hyu__”

“Eunhyuk-ah, chukkae. Whoaa ternyata kau memiliki jodoh juga.” Donghae yang baru datang, langsung memeluk eunhyuk. Kyuhyun sedikit kaget dengan kedatangann namja itu yang tak sendiri. Ia bersama soo byung, yang diketahui kyuhyun sebagai sahabat seorin.

“Eits,, apa maksud perkataanmu? Tuhan selalu menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Kau kira hanya kau saja yang memiliki jodoh?” eunhyuk tak terima.

Donghae tak menggubris ucapan eunhyuk, matanya bertemu dengan mata kyuhyun. “Oh, kyuhyun-ah kau juga datang.” sapanya.

“Dimana seorin? Dia istrimu.Kenapa kau malah datang bersama soo byung?” tanya kyuhyun penasaran. Eunhyuk, donghae dan soo byung saling bertatapan bingung.

“Seorin? Istri donghae?” ulang eunhyuk.

Kyuhyun mengangguk mantap. “Bukankah Donghae menikah dengan seorin dan memiliki anak?”

“ANAK?” soo byung nampak kaget.

“Hei, hei. Sebenarnya siapa yang menikah dengan siapa?” donghae mulai bersuara.

“Beberapa hari yang lalu aku melihatmu mengantar seorin dan yogeun ke cafe.”

“Memang ke__ hei, kau sudah bertemu seorin dan yogeun?” tanya donghae tiba-tiba. Yang dijawab anggukan kyuhyun.

“Kau ini bodoh atau tolol kyuhyun-ah?” eunhyuk heran.

“Keduanya sama saja!” tandas kyuhyun.

“Sesukamu lah. Sekarang aku tanya, apa seorin pernah mengatakan kalau donghae adalah suaminya?” eunhyuk bertanya seperti seorang detektif yang mewawancarai pelaku.

Kyuhyun menggeleng.

“Lalu kau tau umur yogeun itu berapa?”

Lagi-lagi ia menggeleng.

“Dan kau hanya menyimpulkan semuanya dari sudut pandangmu sendiri.”

Kini ia mengangguk.

“Bagus. Kalau begitu aku pantas memanggilmu bodoh!”

“YA!”

“Seorin tidak pernah mendeklarasikan kalau dirinya sudah menikah. Apalagi dengan sepupunya, donghae.”

“YE? Sepupu?”

“Selanjutnya, umur yogeun saat ini 8 tahun. Kalau kau berfikir secara rasional, 8 tahun yang lalu seorin masih duduk di bangku kelas 1 senior high school. Dan kita semua berada di sekolah yang sama. Lalu, pada saat kelas 1 apa kau melihat seorin tidak masuk dalam waktu yang lama? Atau kau melihat perutnya membesar?”

Kyuhyun tertegun. Semua perkataan eunhyuk benar. “La_lalu siapa yogeun?”

Donghae menghembuskan nafasnya kesal. “Dia bukan anak seorin.”

“Musun mariya?” kyuhyun masih bingung.

_Flashback_

Braaakkk

Seorin membuka paksa pintu rumah bercat cokelat muda itu. Ia langsung pulang begitu mendapat telephon bahwa kakaknya akan pergi.

“Eisssshhh, bisakah kau sehari saja tidak membuat jantungku kaget?” tanya namja yang sedang menarik koper ke arahnya.

“Kenapa oppa dan eonni mendadak kembali ke kanada? Kalian baru satu tahun disini.” Tanya seorin tanpa menjawab pertanyaan namja itu.

“Ini bantu oppa.” Namja itu menyerahkan kopernya pada seorin.

“Elias oppa!!!!” teriak seorin. “Aish, aku benci kalian menggunakan nama barat. Kalian kan orang korea. Kenapa tidak menggunakan nama korea kalian.” Protesnya.

“Aigo,, rupanya uri seorin sedang marah.” Canda ashley yang baru turun dari tangga bersama anaknya yang berusia 2 tahun.

“Kalian selalu seenaknya.” Sungut seorin.

“Eonni titip yogeun selama satu minggu, ne?”

“Shireo.”

“Eomma, calau cijak denan mom, acu cijak mau.”(Eomma, kalau tidak dengan mom, aku tidak mau) Rengek yogeun kecil pada ashley. Yah, anak ashley itu selalu memanggil seorin dengan sebutan mom. Karena menurutnya seorin itu seperti eommanya.

Seorin yang memang tidak kebal dengan rengekan yogeun, langsung menggendongnya. “Arasseo, arasseo. Yogeun bersama mom selama seminggu. Yogeun senang?”

Anak itu mengangguk semangat. Seorin tersenyum sambil mencubit pipinya gemas.

“Baguslah kalau begitu sekarang oppa dan eonni berangkat. Baik baik dengan uri yogeun, ne? Oppa titip yogeun, jaga dia baik-baik. Oppa percayakan yogeun padamu, ne?”

“Aishh, tidak perlu mengatakan itu. Oppa ini aneh! Biasanya juga langsung pergi tanpa basa basi seperti ini.” Cerocos seorin yang hanya dijawab dengan senyuman oleh Elias.

Selanjutnya ashley menitipkan kunci pada seorin. “Ini kunci rumah dan florist. Jangan lupa menyiram bunganya. Terutama bunga Lotus yang ada di tengah florist. Uri yogeun, bantu mom menyiramnya, ne?”

“Aracco. Eomma haci-haci ji jayan. Janan yupa oyeh-oyehnya.”(Arasseo. Eomma hati-hati dijalan. Jangan lupa oleh olehnya.” Ucap yogeun polos.

“Nado. Jangan lupa oleh oeh untukku.” Tambah seorin.

Ashley mengangguk. Kemudian berjalan menuju mobil.

“Oh ya.” Ashley berbalik menghadap seorin yang sedang menggendong yogeun. “Tentang nama korea….. tenang saja, aku akan memakainya. Saat ajal menjemput.” Canda ashley.

“YA! Bercandamu tidak lucu, eonni.”

Ashley tertawa lalu masuk kedalam mobil.

“Kami pergi.” Ucapnya. Seorin dan yogeun mengangguk. Mereka melambaikan tangan ketika mobil silver yang Elias kemudikan keluar dari gerbang.

“Chaaa, yogeun sudah makan?” tanya seorin.

Yogeun menggeleng cepat.

“Arasseo, kajja kita ma_”

CKIIIIIITTT………….DUAAAAAKK….BRAAKKK…. DUAAARRRRR…

Suara dentuman yang disusul ledakan membuat seorin yang sedang menggendong yogeun langsung berlari ke jalan depan rumah.

“EOMMAAAAA……” teriak yogeun histeris ketika melihat mobil silver yang sangat ia kenal terbakar beberapa meter dari rumahnya tertabrak sebuah truk besar. Seorin langsung mendekap erat yogeun dalam pelukannya. Baik seorin ataupun yogeun tak kuasa menahan air matanya. Beberapa orang berdatangan, mencoba mematikan api dari mobil itu namun sia-sia. Semua penumpang mobil itu tewas ditempat.

“Eonni,,, oppa…” ucap seorin lirih dalam isak tangisnya.

_Flashback end_

“Hari dimana ia mendapat telfon di ruang kesehatan, itu hari dimana eomma dan appa yogeun mengalami kecelakaan itu. Choi Yogeun adalah anak dari tetangga seorin yang meninggal enam tahun lalu. Seorin sudah menganggap mereka seperti oppa dan eonninya sendiri. Karena itu, ia memutuskan merawat yogeun seorang diri.” Ucap donghae setelah menceritakan kejadian 6 tahun lalu.

Otak kyuhyun kembali teringat dengan perkataan yogeun kemarin.

“Dulu kalau yogeun tidak mau makan sayur, eomma akan memarahi yogeun. Katanya yogeun mirip dengan dongsaengnya yang tidak suka sayur. Tapi Mom akan membela yogeun dan akhirnya eomma berhenti memarahi yogeun.”

Kyuhyun langsung berbalik dan hendak pergi. Namun donghae menahan lengannya. Dengan terpaksa namja itu menoleh pada donghae.

“Mau menemui seorin?”

Kyuhyun mengangguk.

“Percuma. Satu jam yang lalu, ia sudah kembali ke kanada.” Ujar donghae lesu.

“MWOYA? Kenap__”

Drrrt drrrt drrrt

Ponsel di saku jas kyuhyun bergetar. Segera ia mencari tempat yang lebih tenang untuk mengangkat ponselnya.

“Yeoboseyo sajangnim?”

“Apa kau sudah menemukan informasi lengkap tentang noonaku?”

“Ne, sajangnim. Dengan berat hati, saya harus mengatakan ini.”

“Ada apa? Apa sesuatu yang buruk menimpa noona?”

“Ahra agashi, noona anda___meninggal enam tahun yang lalu.”

“MWO?” suara kyuhyun terdengar serak.

“Enam tahun yang lalu agashi mengalami kecelakaan bersama suaminya Elias Choi. Agashimeninggalkan seorang anak laki-laki yang sekarang berusia sekitar 8 tahun.”

Kyuhyun merasa tidak asing dengan nama suami noona kandungnya itu. Elias? Bukankah tadi donghae menyebutkan nama elias? Oh tidak. Kenapa ia melupakan sesuatu? Ahra memiliki nama barat Ashley Cho. Dan tadi donghae juga menyebutkan nama itu. mungkinkah?

“Hoksi, apa anak noona bernama yogeun? Choi yogeun?”

“Oh, sajangnim sudah mengetahuinya?”

Deg..

Lagi,  ia teringat percakapannya dengan Edison dan kebiasaan yogeun yang memang membuatnya penasaran.

“Yogeun sangat mirip denganmu. Keras kepala dan terkadang bersikap polos disaat yang bersamaan. Bahkan caranya berjalan seperti kau. Aku jadi merasa melihat replika mini dari seorang cho kyuhyun.”

 “Jeongmal? Tapi itu bukan hal aneh kan?  Pepatah mengatakan ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’.”

 

“Kenapa selada dan timunnya dipisah, yogeun-ie?” tanya kyuhyun.

“Yogeun tidak suka.”

 

Pantas jika yogeun mirip dengannya. Itu karena mereka memiliki hubungan darah. Ia adalah Ajhussi dari seorang Choi Yogeun.

Hari ini kyuhyun mendapat begitu banyak kejutan. Belum mereda rasa terkejutnya karena mengetahui bahwa seorin belum menikah. Kini noona kandungnya yang sudah sekian lama ia cari, di beritakan telah meninggal 6 tahun yang lalu. Dan lebih kagetnya, yogeun. Anak yang selama ini ia kira anak kandung seorin, ternyata adalah keponakan kandungnya sendiri.

“Sajangnim? Anda masih disana?”

Setelah berhasil sadar dari lamunannya, kyuhyun menjawab. “Ah, ye. Apa ada lagi yang ingin kau sampaikan?”

“Saya mendapatkan alamat rumah serta makam dari noona Ahra dan suaminya.”

“Tolong kirim segera padaku.”

“Ne, sajangnim.”

Setelah itu, sambungan terputus. Beberapa menit kemudian ponsel kyuhyun berkedip, pertanda pesan masuk.

Ia membaca seksama pesan itu. keningnya sedikit berkerut. “Ini alamat rumah seorin di Nowon. Tidak salah lagi.” Gumamnya pelan. Air matanya mengalir tanpa sadar. Ia merasa bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena telah mengetahui yang sebenarnya. Namun sedih karena semua orang yang ia cintai meninggalkannya. Dengan sedikit terisak, kyuhyun melangkah menuju mobilnya. Tak perduli dengan tatapan orang yang memandangnya heran karena menangis. Ia memutuskan pergi ke makam ahra yang juga berada di distrik Nowon, tempat kelahirannya. Jika ia ke bandara, itu akan percuma. Karena donghae mengatakan kalau satu jam yang lalun seorin kembali ke kanada.

***

_Pemakaman_

Langkah kyuhyun terhenti ketika melihat seorang anak kecil meletakkan bunga lily di atas makam yang bertuliskan ‘Cho Ahra’ dan bunga anggrek pada makam yang bertuliskan ‘Elias Choi’.

Kyuhyun segera berlari ke arahnya.Bunga Lili yang kyuhyun pegang itu reflek di lempar sembarangan dan langsung memeluk anak itu tanpa permisi. Anak itu sempat  menolak, namun setelah ia tau yang memeluknya itu kyuhyun, namja itu berseru. “Dad?”

“Syukurlah kau disini.”

“Kenapa dad kesini?” tanya yogeun bingung.

“Yogeun-ie, He is not your dad. Jadi berhentilah memanggilnya dad. Dan kyuhyun-ssi, tolong lepaskan anakku?” seorin yang baru datang sambil membawa buket lily dan anggrek, langsung membuat kyuhyun melepaskan pelukannya. Kyuhyun menatap yogeun dengan cermat. Sebuah senyuman terlukis diwajahnya ketika menyadari wajah yogeun yang bisa dikatakan mirip noonanya, ahra.

Lalu ia berdiri, berganti menatap seorin. Ia senang melihat gadis yang dicintainya itu berdiri dihadapannya. Namun ketika ia teringat kejadian tempo hari, ia menjadi kesal karena merasa di permainkan oleh gadis itu.

“Mengapa tidak membantahnya ketika aku mengatakan kau menikah dengan lee donghae?” tanyanya dingin.

“Itu tidak penting. Yogeun-ie, kajja kita pulang.” Seorin menarik tangan kiri yogeun, namun kyuhyun menahan tangan kanannya.

“Aku memiliki hak atas yogeun!” tegas kyuhyun.

“Kau bukan si___”

“Aku dongsaeng kandung Cho Ahra!” potong kyuhyun.

Seorin melotot. Pegangannya di tangan yogeun terlepas.

***

_Florist_

Seorin, yogeun serta kyuhyun duduk di bangku panjang yang menghadap lurus ke air mancur kecil yang berada di tengah floris. Di sekitar airnya, tumbuh bunga lotus yang masih menguncup karena bunga itu akan mekar disaat malam hari. Sudah 15 menit mereka duduk dalam diam.

“Kau tau kenapa bunga itu berada di tengah florist?” tanya seorin yang menatap bunga lotus.

Kyuhyun menoleh pada seorin “Kenapa?”

“Ashley eonni pernah berkata kalau ia menaruhnya di tengah florist, karena bunga ini spesial.Lotus ini bunga kesukaanmu dan kau memberikan bunga itu saat pertama kali eonni kuliah dikanada.”

“Jadi_bunga ini…..”

“Ya. Semua lotus ini berasal dari setangkai lotus hidup yang kau berikan padanya. Eonni belajar merawat bunga lotus pada temannya yang memang ahli tentang bunga. Dan dari itulah eonni memutuskan membangun florist ini.”

Hati kyuhyun tersentuh. Noonanya yang selama ini tidak pernah memberinya kabar, ternyata selalu mengingatnya.

“Tak kusangka ternyata dongsaeng eonni itu kau. Kalian sangat berbeda sekali.” Sela seorin, nadanya sedikit bercanda.

“Hei! Ini bukan waktu yang tepat untuk saling mengejek.” Ucap kyuhyun. “Geundae, kudengar dari donghae hyung kau kembali ke kanada hari ini. Lalu kenapa tadi kalian ada di pemakaman?”

“Ehehehe…” yogeun yang sedari tadi diam, tiba-tiba tertawa tanpa dosa. “Tadi pagi yogeun tidak sengaja menjatuhkan tiketnya ke kolam ikan, depan rumah.” Akunya polos.

Seorin hanya tersenyum kecut.

“Mom tidak memarahimu?” tanya kyuhyun heran. Yang kyuhyun tau, gadis itu akan langsung memarahi orang yang merusak barangnya karena ia sendiri pernah dimarahi seorin. ketika saat camping, gadis itu langsung memarahi kyuhyun yang merusak kotak pensil kesayangannya.

Yogeun menggeleng cepat. “Mom tidak pernah memarahiku, dad. bahkan saat dulu eomma memarahiku, mom lah yang membela.”

“Whoaaaa,, keajaiban!”

“Ya! Apa maksudmu?”

“Apa kau sekarang kerasukan setan yang memiliki sifat keibuan? Menakutkan!” ledek kyuhyun.

“Menakutkan? Ya! Kau sendiri setan mesum!”

“Mom, dad. berhenti bertengkar!’ lerai yogeun.

“Jangan memanggilnya Dad. He is not your dad, yogeun-ie!”

“Tapi dia keponakanku. Jadi dia bebas memanggilku apa saja.”

“Kalau begitu dia harus memanggilmu ajhussi, bodoh!”

“Aku tidak bodoh! Dan lagi yogeun tidak harus memanggilku ajhussi. Di bebas memanggilku sesukanya!”

“Mana bisa begitu? Jelas jelas kau sendiri yang mengatakan kalau dia adalah keponakanmu. Apa kau lupa? Dalam silsilah keluarga, seorang keponakan akan memanggil pamannya dengan sebutan ‘ajhussi’!”

Yogeun yang berada di tengah seorin dan kyuhyun hanya bisa menutup telinganya rapat-rapat.

Kyuhyun berdiri. “Baiklah, kalau begitu besok kita menikah! Dengan begitu yogeun bisa memanggilku dad, karena dia anak angkatmu dan yoogeun memanggilmu mom.”

Seorin melotot dan ikut berdiri. “MWO? SHIREO!” tolaknya mentah-mentah.

“Kau kira ucapanku barusan pertanyaan? Itu perintah bodoh!”

“Ya! Kau tidak bisa memaksaku!”

“Jika kau tidak mau, aku bisa mengambil yogeun darimu lewat pengadilan. Karena jelas-jelas aku memiliki hubungan darah, dan kau tidak. Maka kau tau kan, siapa yang akan mendapatkan hak asuh atas yogeun?” ancam kyuhyun.

“Ya! Kenapa sekarang kau mengancamku?”

“Karena dengan ini kau tidak akan memiliki alasan untuk menolak menikah denganku.”

“Menikah harus saling mencintai satu sama lain!”

Kyuhyun mendekat selangkah dan seorin reflek mundur kebelakang. “Apa aku harus memastikan perasaanmu padaku seperti pertemuan pertama kita di cafee?” kyuhyun tersenyum setan.

Cup

Namja itu mengecup sekilas bibir seorin bersamaan dengan tangan kirinya yang menutup mata yogeun di sebelahnya.

“SETAN MESUM!!!!”

teriak seorin setelah sadar dari keterkejutannya. Namja itu terkekeh pelan. Senyum khasnya tersungging di wajah tampannya “YES, I AM!”

-The End-

Hahahhahahay, mianhae kalau ancur lebur, typo bertebaran, bahasa inggrisnya berantakan, aneh dan sedikit(atau banyak?) mesum*hahhaa*. FF ini buat vea eonni tercinta. Hope u like.

Kali ini saya memasangkan cho kyuhyun dengan min seorin karena kakater seorin lebih periang dari pada kim yoon hye. Mianhae kalau ini FF gagal, fell nya gak dapet, atau ceritanya kurang hidup. Karena kesempurnaan milik Tuhan semata, dan kesalahan adalah milik saya semata.

About these ads