Tags

, , , ,

my memories

ff requesan dari risha rahmadhani, trima kasih sudah mengenalkanku pada eunhyuk, kekeke. . . dan maaf saya telah merebut dia, hahahhaah…

ini story sebelum saya nikah ma eunhyuk, happy radding ^^

 

 

Sudah cukup lama aku memandangi makam itu. Kucium bunga krisan yang kubawa. Kemudian aku menaruhnya di depan batu nisan itu. Sudah dua tahun berlalu. Namun aku masih jelas mengigatnya. Lee Hyuk Jae…

==========================

 

“Lee Hyuk Jae imnida. Atau kau bisa memanggilku Eunhyuk.”

 

Aku menatap laki-laki di depanku itu dengan bingung. Kulihat tangannya terulur ke arahku, menunggu jemariku menyambutnya. “Kang Ge Yeo imnida…” balasku sambil menerima uluran tangannya.

 

“Aku tau,” sautnya sambil tersenyum.

 

Aku tidak mengenal namja ini, tapi aku tau siapa dia. Dia cukup popular di sekolah. Semua orang membicarakannya, bahkan teman sebangkuku-pun selalu membicarakannya hingga aku juga ikut hafal semua tentangnya. Dan sekarang dia berdiri tepat di depanku, apakah aku sedang bermimpi?

 

“Nanti malam, bisakah kau datang ke rumahku?” Tanyanya pelan sambil mengulurkan secarik kertas padaku, berisi sebuah alamat. “Aku ingin memberitahumu sesuatu.”

 

Aku menerima kertas itu dan menatapnya sejenak. Aku tidak tau harus menjawab apa. Apa aku harus memenuhi permintaannya? Bagaimanapun juga ia adalah pria yang tidak kukenal.

 

“Kumohon! Datanglah, sekali saja. Ini permintaan pertama dan terakhirku.”

.

.

Aku masih teringat kata-katanya tadi pagi di sekolah. Apakah aku harus ke sana? Kutatap kertas yang berisikan alamat rumahnya yang diberikannya kepadaku. Hampir jam tujuh… Akhirnya aku meraih jaketku dan pergi ke rumahnya.

 

“Akhirnya kau datang…” ia tersenyum melihatku dan membukakan pintu lebih lebar agar aku bisa masuk ke dalam.

 

“Kenapa sepi sekali?” tanyaku heran.

 

“Keluargaku sedang ada acara.”

 

Aku mengerutkan alis, secara harfiah, seharusnya aku takut dan segera pergi dari rumah ini secepatnya. Tapi sebaliknya, aku malah mengikutinya masuk ke dalam.

 

“Ini kamarku,” ujarnya.

Aku mengamati kamar itu. Biasa saja, seperti kamar kebanyakan laki-laki pada umumnya. Dan rapi. Tapi bukan itu yang seharusnya kukhawatirkan sekarang. Ini adalah kamar seorang namja dan aku yeoja.

 

“Duduklah!” katanya.

 

Aku duduk di sofa putih, dan tidak lama kemudian sebuah lagu mengalun di telingaku. The One I love. Aku tau lagu ini, ini adalah salah satu lagu dari Super Junior. Tiba-tiba saja ia tidur di pangkuanku. Shock, itulah yang kurasakan. Aku terlalu terkejut hingga tidak bisa bergerak.

 

“Aku ingin tidur sebentar. Tetaplah di sini! Biarkan lagu itu tetap terdengar hingga aku tidur.”

 

Aku masih menatap bingung dan tidak tau harus bertanya apa. Dia memejamkan mata sementara aku hanya menatapnya tidak mengerti. Apa yang sebenarnya kulakukan di sini? Pada akhirnya aku tetap tidak bisa bertanya.

 

Detik berjalan teredam oleh suara lgu yang mengalun lembut itu. Terasa begitu lama. Tubuhku mulai pegal, aku menatapnya ragu. Apa aku harus membangunkannya? Tapi melihatnya yang tidur seperti itu terlihat begitu damai. Tanpa sadar jantungku berdetak lebih cepat dan aku tidak melakukan apa pun hingga lagu itu terus mengalun berulang kali.

 

I forget when it started

I don’t know why I am like this

A day seems so long and

Doesn’t seem to have and end

How das another morning come?

I don’t know…

The memory I can’t erase for one second

I just think of you

I can’t do anything while not doing anything

I look at the slow time

Where are you? What are you doing?

Because I only think of one person

Because I think of that one person

[Super Junior-The One I Love lyric]

 

Tiba-tiba saja pintu terbuka dan seorang gadis berdiri di ambangnya “Hyukie ah…” panggilnya dan terkejut saat melihatku.

 

Ia berjalan cepat menghampiriku sementara aku tidak tau harus berbuat apa. “Hyukie ah…” panggilnya lagi sambil mencoba membangunkan Eunhyuk. “Hyukie, irona!”

 

Gadis itu menggoyang-goyangkan tubuh Eunhyuk “Hyukie!” serunya mulai menangis.

 

Aku menatap tidak mengerti. Kenapa dia menangis dan kenapa Eunhyuk tidak bangun dari tidurnya?

 

“Eomma!! Appa!!” teriak gadis itu kuat sambil menoleh ke arah pintu. Tidak lama kemudian seorang wanita dan seorang pria separuh baya masuk ke dalam kamar dan menghampiri kami. “Hyukie…” Gadis itu tidak meneruskan kalimatnya dan masih menangis terisak. Wanita yang dipanggil Eomma itu ikut menangis sambil mencoba membangunkan Eunhyuk. Sementara pria separuh baya itu melepas kaca matanya dan mengusap air matanya.

 

Aku hanya menatap bingung. Apa yang terjadi? Kenapa Eunhyuk tidak bangun? Bukankah ia tadi bilang ingin tidur? Kalau ia tidak bangun lagi, apa itu artinya dia…

 

Meninggal…?

.

.

“Dia mencintaimu…” kata gadis yang bernama Lee Soo Ra, kakak perempuan Eunhyuk.

 

Aku menatapnya tidak mengerti.

 

“Hyukie, sudah empat tahun menderita kanker hati,” ucapnya tertahan. “Ia sudah tidak memiliki semangat hidup lagi. Sejak bertemu denganmu dia kembali ceria, tapi dia tidak berani menemuimu. Dia tidak ingin masuk ke dalam kehidupanmu. Dia tidak ingin mengacaukan hidupmu dengan kehadirannya. Dia tau resikonya. Karena itu, dia hanya mengamatimu dari jauh. Maaf sudah membuatmu bingung dengan ini semua.”

 

Eonni itu memberikan sebuah kotak padaku sebelum berlalu. Aku menatapnya hingga ia menghilang. Kulihat isi kotak itu, dan isinya adalah foto-fotoku yang diambil Eunhyuk diam-diam. Entah kenapa aku merasa sedih melihatnya, rasanya ada sesuatu yang hilang.

 

*****

 

Dia telah menyentuh hatiku di saat-saat terakhir. Tidak, ia sudah menyentuh hatiku saat ia sudah pergi. Semakin lama aku mengenangnya, semakin aku jatuh cinta padanya. Aku tersentuh oleh ketulusan hatinya yang tetap mencintaiku hingga akhir. Dan setiap tahun aku selalu mengunjungi makamnya, membawakannya bunga krisan. Dan lagu The One I Love itu kini menjadi lagu yang setiap hari kudengarkan.

 

Inha University…

 

Aku duduk di taman belakang kampus sambil membaca buku sastraku. Di sebelahku ada seorang namja yang sedang tidur. Ia menutup wajahnya dengan topi dan di telinganya terpasang sebuah earphone. Aku tidak begitu peduli dan bersikap tidak acuh padanya.

 

Tiba-tiba dia menggeliat dan membuka topinya. Menguap lebar-lebar sambil merentangkan tangan. Membuatku mau tidak mau menatapnya, merasa terganggu. Ia melirikku kemudian meringis lebar sambil melepaskan earphonenya.

 

“Aku lapar sekali, kau punya makanan?”

 

Huh?

 

Aku menatapnya skeptis. Laki-laki ini benar-benar aneh. Aku menatap bukuku kembali dan melanjutkan membaca tanpa memperdulikannya.

 

“Apa yang kau baca? “ tanyanya sambil merebut bukuku.

 

Aku menatapnya terkejut oleh sikap kurang ajarnya.

 

“Aaah… Dari judulnya saja pasti membosankan!” komentarnya sambil mengembalikan bukuku lagi. “Oh ya, namaku Lee Taemin. Senang bertemu denganmu Kang Ge Yeo ssi!”

 

Aku terkejut, “Ba-bagaimana kau tau namaku??” tanyaku bingung.

 

“Ada di balik sampul bukumu!” jawabnya santai, “Yaa, kau lapar tidak? Ayo kita makan!” ujarnya sambil menarik tanganku sebelum aku sempat berbicara.

.

.

Begitulah aku mengenal Lee Taemin dua bulan yang lalu. Seorang namja aneh yang selalu saja berkeliaran di sekitarku. Tingkah lakunya juga aneh. Dia tidak segan-segan melakukan hal-hal konyol bila diperlukan. Dan tidak jarang juga dia membuatku kesal.

 

“Lee Taemin ssi, kau bisa membuatku tidak lulus!!” omelku padanya setelah ia sukses membuatku keluar dari kelas untuk diajaknya membolos.

 

Ia hanya tersenyum, “Yaa, kau juga butuh refreshing. Apa kau tidak bosan menatap Seongsaengnim berkepala botak itu? bukankah jauh lebih baik menatap diriku yang tampan ini?” ujarnya percaya diri.

 

Aku tertawa, “kau benar-benar percaya diri!”

 

“Yaa, itu kenyataan!”

“Baiklah, karena kau sudah membuatku membolos hari ini, apa yang akan kita lakukan? Aku tidak mau memancing lagi, kau sudah cukup membuatku trauma dengan ikan!”

 

Dia tergelak. Aku suka melihat tawanya yang lepas. Ia benar-benar tidak peduli dengan apa pun. Setiap hari hanya bermain saja. Tapi entah kenapa, aku merasa nyaman di dekatnya.

 

“Ge Yeo ya, apa kau pernah mencintai seseorang?” Tanya Taemin tiba-tiba.

 

Aku menatap danau di depanku. Ingatanku langsung melayang pada Eunhyuk. “Pernah…” jawabku pelan “Dan sampai sekarang aku masih mencintainya.”

 

“Lupakan dia!”

 

“Mwo?”

 

“Aku ingin kau melupakannya!”

 

“Itu pernah kucoba sebelumnya, tapi tetap saja aku tidak bisa melupakannya. Aku sangat bodoh bukan? Aku mencintai seseorang setelah orang itu tidak ada.”

 

“Karena itu aku ada di sini,” jawab Taemin tanpa menoleh. “Aku ada disini untukmu Ge Yeo ya. Aku tidak ingin kau terikat terus padanya. Dan aku juga sudah berjanji padanya untuk menjagamu.”

 

Aku menatap terkejut. Lagi. “Apa maksudmu, kau mengenalnya?” tanyaku.

 

“Aku dan Hyukie Hyung adalah teman dekat. Dulu kami bertetangga. Dia selalu menceritakan semua tentangmu. Hingga di akhir hidupnya, dia tetap memikirkanmu.”

 

Aku terpana menatapnya. Ia tau semua tentangku dan Eunhyuk?

 

“Karena itu, aku penasaran denganmu. Setelah kepergiannya, aku mencari informasi tentang dirimu dan berusaha mengenalmu. Ternyata kau memang berbeda. Kau gadis yang menarik Ge Yeo ya, dan tanpa sadar aku sudah jatuh cinta kepadamu,” jelasnya.

 

Kemudian ia memegang wajahku dengan kedua tangannya lalu menghadapkanku padanya. Untuk menatap mata coklatnya yang hangat. “Kumohon, mulai sekarang tataplah wajah yang ada di hadapanmu ini dan lihatlah aku! Hanya aku! Jika kau tidak bisa melupakannya, tidak apa-apa. Aku tidak memintamu mengapusnya dari kenanganmu karena aku tau dia sudah menjadi bagian dari hidupmu. Tapi, kumohon, jadilah bagian dari hidupku juga seperti dia yang menjadi bagian dari hidupmu.”

 

Aku masih terdiam menatapnya. Wajahnya terlihat serius. Tidak pernah aku melihatnya seperti ini, “Buat aku jatuh cinta kepadamu!” jawabku pelan. “Buat aku agar hanya menatap dan melihatmu!”

 

“Aku pasti akan membuatmu mencintaiku!”

 

“Bagaimana caranya?” tanyaku.

 

Tiba-tiba saja ia memegang daguku dan mengecup bibirku. Aku mematung. Tubuhku beku.

 

“Ini… Cara pertama untukku membuatmu mengingatku!” bisiknya pelan kemudian mengulum bibirku lembut.

 

Aku memejamkan mataku dan membalas ciumannya. Aku tau, mungkin aku sudah menatapnya.

 

“Mulai sekarang, kita buat kenangan tentang kita sendiri!” katanya sambil memasangkan earphone ke telingaku.

 

Seketika aku menjerit “LEE TAEMIN, APA KAU INGIN MERUSAK TELINGAKU???”

 

Dia berlari menjauhiku sambil tergelak setelah memasangkan earphone yang memperdengarkan lagu rock miliknya itu.

 

“Itu salah satu caraku untuk membuatmu terus memikirkanku!!” teriaknya.

 

“YAA!!”

 

Aku tau, hidupku kini akan berubah. Terima kasih Lee Hyuk Jae, semua ini karenamu. Aku mencintaimu. Selalu.

 

FIN

 

 

[edited 18 Mei 2016 ; 9.22 am]