Tags

, ,

Tittle : Family By Accident
Author : vea
Cast :
– Lee hyuk jae (eunhyuk, super junior)
– Kim yoon hye (sudah pasti saya, yang mau protes silahkan dalam hati)
– Yamashita tomohisa (yamapi, News)
– Angela zhang (pemeran utama romantic princess dan at the dolphine bay)
– Dan artis2 lainnya. . .
Genre : romance
Length : chapter
Rated : 17+

fba
Ide ff ini datang tiba2 tanpa pernah diduga sebelumnya, dan hasilnya sangat amat GAJE!!
Mohon maaf sebelumnya,, mianhaee T.T
Terinspirasi dari foto eunhyuk yang sedang menggendong seorang bayi, feelnya dapet banget. Dan gara2 itu juga saya langsung pindah jalur dari yonghwa langsung ke hyuki,
*PLAK*
FF ini dapat menimbulkan perut mual, mata kejang-kejang dan otak pusing. Seluruh cerita hanyalah FIKSI. Bila ada kesamaan nama dan tempat itu memang DISENGAJA. Dan ff ini murni MILIK Vea (maaf ff ini pernah diplagiat orang). Terima kasih ^^
Happy radding,, ^^
———————————

Part 1

 

Hujan deras mengguyur desa Hahoe. Seorang gadis tampak sedang berlari-lari menghindari hujan sambil menyeret-nyeret kopernya. Kim Yoon Hye, 21 tahun. Kemudian ia memasuki sebuah penginapan.

“Aku pesan kamar, satu!”

Ia menoleh terkejut karna ada seseorang yang berbicara bersamaan dengannya. Untuk sedetik mereka saling menatap.

.

.

Lee Hyuk Jae, 24 tahun yang biasa dipanggil Hyuki sedang berlari-lagi menghindari hujan deras. Ia berbelok dan memasuki sebuah penginapan.

“Aku pesan kamar, satu!”

Ia menoleh terkejut karna ada seseorang yang juga berkata seperti itu bersamaan dengannya. Untuk sedetik mereka saling bertatapan.

.

.

.

“Maaf, tapi kamar yg tersisa hanya tinggal satu!” kata Ajhushi pemilik penginapan membuyarkan lamunan mereka.

“Itu milikku!!”

Lagi-lagi mereka berdua berkata bersamaan.

Yoon Hye menatap orang itu judes “Itu punyaku!!”

“Tidak bisa, itu milikku, kau cari saja penginapan yang lain!”

“Mwo?” Yoon Hye menatap terperangah “Kau seharusnya membiarkan wanita yang mengambilnya, laki-laki macam apa kau ini?”

“Memangnya harus begitu?” tanya Hyuki polos “Andwae, sekarang ini kedudukan laki-laki dan wanita sama!”

“Tidak bisa begitu. Kau saja yg cari penginapan lain. Kau ini laki-laki, laki-laki lebih kuat dari wanita!!”

“Wanita juga lebih mengerikan!!”

“Sudah-sudah hentikan!” potong Ajushi pemilik penginapan “Sekarang begini saja. Siapa yang bisa membayar harga kamar itu lebih tinggi, tunai sekarang juga, akan kuberi kuncinya!”

Mereka terdiam sejenak kemudian serentak sama-sama mengambil dompet dan mengeluarkan uang.

Ajushi itu mengambil uang Yoon Hye dan menghitungnya “Hanya dua ratus ribu won?” tanyanya.

Yoon Hye mengangguk pelan “Aku belum mengambil uang di mesin ATM.”

Kemudian Ajushi itu mengambil uang Hyuki “Hanya dua ratus dua ribu won?”

Hyuki mengangguk sambil nyengir “Nah, uangku lebih banyak kan?! Berarti kamar itu jadi milikku!”

“Kamar apa?!” saut Ajushi itu “Bahkan uang kalian berdua kalau digabungkan pun tidak mencukupi harga sewa kamar semalam!”

“Ja-Jadi. . .”

Ajushi itu meletakkan sebuah kunci di atas meja “Silahkan berbagi kamar! Sisa sewa harus kalian bayar besok!” kata Ajushi itu cuek dan langsung pergi sambil membawa uang Yoon Hye dan Hyuki.

“Eh eh, tung-tunggu dulu Ajhusi!!” teriak mereka berdua, tapi Ajushi itu tetap berjalan pergi.

Hening

Sedetik kemudian mereka sama-sama tersentak dan menyambar kunci di meja itu.

“Lepaskan!! Ini kunciku!!” kata Yoon Hye sambil berusaha mengambil kunci itu.

“Aku juga ikut membayar. Bahkan uangku lebih banyak!” Hyuki tidak mau kalah, ditariknya kunci itu.

“Kau tidak lihat aku basah kuyup? Aku bisa masuk angin nanti.”

“Aku juga basah,” balas Hyuki “Baiklah. . .” Hyuki melepaskan kunci itu.

Yoon Hye menatap terkejut “Apa kau serius??”

“Untuk malam ini lebih baik kita berbagi kamar, anggap saja aku menumpang. Besok aku akan pergi, bagaimana? Ayolah. . . Ini sudah malam, kalau terjadi sesuatu padaku bagaimana? Kau mau bertanggung jawab?”

Benar juga, kasian laki-laki ini, lagipula ia juga ikut membayar, bahkan lebih.

Yoon Hye menghela nafas “Baiklah. . .”

.

.

.

Yoon Hye membuka kamar penginapan itu dan masuk kedalam. Gawat! Tempat tidurnya hanya ada satu.

“Peraturan yang pertama,” ia membalikkan badan dan menatap namja itu dengan garang “Tidak boleh ada yang tidur malam ini!”

“Mwo?? Waeyo?? Aku sangat lelah dan kau melarangku untuk tidur?” protes namja itu.

“Akan ada hal-hal tidak terduga yang akan terjadi bila kita tertidur. Dan aku tidak mau itu terjadi, apalagi aku belum mengenalmu.”

“Baiklah, namaku Lee Hyuk Jae, biasa dipanggil Eunhyuk atau Hyuki. Kau sudah kenal bukan?? Kalau kau tidak mau tidur, silahkan. Tapi aku tidak mau ikut-ikut bergadang,” saut Hyuki sambil melemparkan tas ranselnya ke sofa “Kau tidur diranjang dan aku di sofa, tidak akan ada hal apapun yang terjadi, araseo?!”

Yoon Hye menyipitkan mata sambil mendengus pelan “Baiklah…”

“Aku mau keluar sebentar, dan jangan coba-coba untuk mengunciku dari luar karena aku akan mendobrak pintu kamar ini jika kau melakukannya. Kau tidak tau kalau aku ini mantan mafia? Hiyaaaaatttt…….” Laki-laki itu menirukan gerakan kungfu Jet Li.

!!=_= “Paboya,” dengus Yoon Hye.

“Hei kau jangan meremehkanku ya, kalau tidak ka_”

PLETAK

“Yak!! Kenapa kau memukul kepalaku?!” serunya keras sambil mengusap-usap kepalanya yang baru saja dijitak Yoon Hye.

“Kau sangat berisik, kalau mau keluar cepat pergi sana!!” bentak Yoon Hye sambil membuka kopernya dan masuk kekamar mandi sementara Hyuki masih mengusap-usap kepalanya yang sakit.

“Sebenarnya yang mafia, aku atau dia? Menyeramkan sekali…” runtuknya pelan.

Hyuki pergi keluar sebentar ke Minimarket untuk mengambil uang di mesin ATM dan membeli beberapa botol soju. Udara hari ini sangat dingin, minum soju bisa menghangatkan badan.

Laki-laki bermata sipit itu menaruh belanjaannya di atas meja saat Yoon Hye keluar dari kamar mandi dengan memakai baju handuk yang disediakan oleh penginapan.

“Apa itu??” tanyanya.

“Aku membeli beberapa botol soju untuk menghangatkan badan. Cuaca hari ini sangat dingin, mungkin karna sudah mendekati musim dingin. Kalau kau mau minum saja.” jawab Hyuki “Tenang, aku tidak mememasukkan racun kedalamnya,” tambahnya sambil nyengir kemudian berjalan menghampiri kamar mandi.

“Kata-katamu malah membuatku ragu,” dengus Yoon Hye sebelum Hyuki masuk kamar mandi.

Yoon hye duduk di sofa sambil mengambil salah satu botol soju. Sebelumnya ia sangat jarang sekali minum soju. Ia hanya pernah mencicipinya segelas beberapa kali, tidak pernah lebih. Ditatapnya botol itu sambil menghela nafas, kemudian dibukanya. Diteguknya sekali langsung dari botolnya sambil melamun. Ia ingat benar kejadian yang membuatnya harus lari kemari.

Tiba-tiba saja hatinya terasa sakit. Ia menekan dadanya kuat-kuat sambil minum soju. Kenapa ia tidak bisa melupakan kejadian itu? Dasar bodoh, bagaimana ia bisa melupakan hal yang paling menyakitkan dalam hidupnya?! Tunangannya sendiri, Robert Pattison (asyiiiik buleeeee…. Pemeran edward cullen at Twilight) telah menghianatinya. Dengan senyum bahagia yang tersungging dibibirnya, ia datang pada Yoon Hye dengan menggandeng seorang gadis cantik, Kristen Sttewart (pemeran Bella Swan at Twilight). Dengan wajah berseri-seri ia mengatakan bahwa ia memutuskan pertunangannya karena si Kristen sedang mengandung anaknya dan mereka akan secepatnya menikah.

Saat itu Yoon Hye merasa ada beribu-ribu petir yang menyambar tubuhnya. Ia merasa hari itu adalah hari terburuk dalam hidupnya. Kesempatannya untuk mendapatkan suami bule, gagal sudah. Dan ketempat inilah ia mengasingkan diri. Ditegaknya botol itu hingga habis.

Hyuki keluar dari kamar mandi dengan memakai baju handuk juga. Ia sedang mengacak-acak rambutnya yang basah. Kemudian dilihatnya gadis itu sedang menelungkupkan wajahnya kedalam lengannya. Tangannya yang kanan sedang memegang botol soju yang sepertinya sudah hampir kosong.

Dihampirinya gadis itu, kemudian dicolek-colek bahunya “yaa…” panggil Hyuki pelan “yaa, Kau tidak apa-apa kan?” tanyanya.

“Aku tidak apa-apa. . .” jawab gadis itu dengan nada agak melantur.

“Kau kuat minum tidak?” tanya Hyuki sambil membuka sebotol soju dan menegaknya.

Tiba-tiba Yoon Hye mengangkat wajahnya “Kau meremehkanku?” tanyanya sambil meletakkan botol kosong itu dimeja dengan kasar kemudian merebut botol ditangan Hyuki lalu meneguknya.

“yaa, jangan begitu!” Hyuki merebut botol itu.

“Lepaskan. . .” kata gadis itu. Sepertinya ia sudah setengah mabuk. “Kau tau tidak kalau aku sedang terluka???” tanyanya keras.

“Memangnya kau kenapa??” tanya Hyuki sambil meneguk soju itu lagi.

“Kenapa dia mengkhianatiku?? Kenapa dia tega melakukannya ha?? waeyooooo????” gadis itu merebut botol soju Hyuki dan meminumnya kembali.

“Bukan hanya kau yang terluka,” saut Hyuki sambil merebut botolnya lagi dan meminumnya “Kau tidak tau kalau orang yang kucintai sudah meninggalkanku?”

Lagi-lagi Yoon hye merebut botol soju Hyuki dan meminumnya “wae…?” isaknya “Kenapa gadis itu harus hamil? Kenapa dia seperti ituuu? Apa kekuranganku?”

Hyuki merebut botolnya lagi, tapi sudah habis, ia mengambil sebotol lagi dan membukanya, tapi Yoon Hye merebutnya dan langsung meminumnya. Hyuki merebutnya dari Yoon Hye dan meneguknya “Bukan hanya kau yang ditinggalkan, Nonna juga meninggalkanku jauh keluar negeri sana. Kenapa dia melakukannyaaa?” saut Hyuki dengan nada mulai melantur juga.

Tiba-tiba gadis itu berdiri sambil merebut botol soju dari tangan Hyuki dan meminumnya, itu botol yang terakhir. “Dasar laki-laki brengseeekkkkk!!!” Yoon Hye berjalan dari tempat tidur dan menjatuhkan diri diatasnya “Kenapa kau tidak mati sajaaaaa??”

Hyuki beranjak dengan sempoyongan menghampiri Yoon Hye dan merebut botol soju itu “Kenapa ia harus sekolah keluar negri?? Kenapa meninggalkan aku sendiri??” kata hyuki melantur.

Tiba-tiba Yoon Hye bangun dan merebut botol itu, tapi Hyuki tidak mau melepaskannya.

“Berikan. . . Aku ingin minum. . .”

“Ini milikku!”

Mereka saling tarik-menarik, yoon hye menariknya dengan sekuat tenaga membuat Hyuki tertarik juga dan jatuh diatasnya sementara botol itu terlempar dan menggelinding jatuh kebawah.

Yoon hye mencengkeram baju handuk hyuki “Kenapa kau melakukan itu padaku? Waeyo?” isak gadis itu sambil membenamkan wajahnya kedada hyuki.

“Apa kau tidak tau kalau aku mencintaimu Nonna? Kenapa kau pergi?” Hyuki mengangkat wajah yoon hye kemudian melumat bibir gadis itu. Mengulumnya.

.

.

.

Udara terasa panas. Yoon Hye bergerak dalam tidurnya dan membalikkan badan ke sisi lain. Tiba-tiba ia merasa aneh. Ia merasakan nafas seseorang menyapu wajahnya. Ia membuka mata dengan cepat dan melihat wajah Hyuki ada tepat didepan wajahnya. Dengan cepat ia membalikan badan dan mengerjapkan mata bingung. Ia memegang kepalanya yang pusing sambil mengingat-ingat apa yang sudah terjadi. Semalam ia minum soju… Ia membelak dan menatap kebawah tempat tidur, bathrobe-nya tergeletak dilantai, pelan-pelan ia melihat dirinya di dalam selimut putih itu dan seketika menjerit sambil duduk.

“AAAAAAAAAAARRRRGGGGGGHHHH………”

“AAAAAAAAAAAARRGGHHHHH……………..”

PLETAK

“Aiish YAA!!” Hyuki mengusap kepalanya yang kena jitak “Kenapa memukulku?” protesnya.

“Kenapa berteriak?” balas Yoon Hye.

“kau juga berteriak, mangkanya aku ikut berteriak,” saut Hyuki kesal “Memangnya ada apa? Aku masih mengantuk!!”

PLETAKK!!

“AAAW!” hyuki meringis sambil memegangi kepalanya “Kenapa memukulku lagi???” bentaknya.

“Dasar pabo, LIHAT DIRIMU!!!”

Hyuki mengerjap bingung kemudian menatap dirinya sendiri “aaaaww… Apa yang terjadi dengankyuuuuu~??” jeritnya ala banci sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dengan dramatis.

PLETAK!!

Sebuah jitakan mendarat lagi di kepalanya untuk yang ketiga kalinya.

“Yang seharusnya tanya itu A-KU!! Apa yang terjadi padaku?” bentak Yoon Hye kesal “Apa yang kau lakukan kepadaku?”

“Mwo? Kepadamu?” Hyuki mengerjap bingung “Memangnya apa yang kulakukan? Aku lupa, hahaha…” cengirnya sambil menggaruk-garuk kepala dengan tampang innocent, tapi kemudian tangannya langsung mengambil bantal dan memakainya untuk menutupi kepala saat melihat Yoon Hye sudah mengangkat tangannya.

Yoon Hye mengambil nafas dalam-dalam. Keinginannya untuk tidak mencekik namja di depannya harus ia tahan kuat-kuat. “Kau harus tenang Yoon Hye. . .” gumamnya “Changkaman. Kemarin malam aku meminum soju dan pasti mabuk, setelah itu aku tidak ingat apa-apa. Kalau kau?”

“Aku melihatmu minum soju, jadi aku juga ikutan minum. Aku sempat ingat kau bilang padaku kalau kau sedang terluka, setelah itu aku tidak ingat lagi.”

Yoon Hye terdiam sejenak tampak berfikir.

“Yaa, apa semalam kita sudah melakukan itu. . .?” tanya Hyuki pelan.

Yoon hye menoleh dengan tatapan garang “Kenapa tanya aku?!” bentaknya.

“Bukankah kau yang bisa merasakannya?!” balas Hyuki.

“Merasakan apa?!”

“Merasakan ituuu…”

“Itu apaaaaaa?”

“Itu…” Hyuki terdiam “A-Apakah kau tidak merasakan apapun dibagian ‘itu’?” tanyanya pelan.

“Aku merasa. . .” Yoon Hye terdiam sejenak “Aku merasa. . . “

Hal itu sudah terjawab jelas dengan adanya bercak-bercak merah di selimut dan sprei bekas darah.

Mereka berdua saling berpandangan. Kemudian…

“GYAAAAAAAAAAAAAA………..” jerit mereka bersamaan.

Hyuki memeluk bantal untuk menutupi dirinya sementara yoon hye menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala.

“Eoteokeh. . .???” gumamnya sambil membenamkan wajahnya dibantal.

***

“Aku akan bertanggung jawab!” kata Hyuki sambil memegang dagunya dengan wajah serius.

Treek

Yoon Hye meletakkan cangkir capuchinonya di meja dengan kasar. Saat ini mereka sedang berada di sebuah café untuk membicarakan masalah yang baru saja terjadi.

“Bertanggung jawab bagaimana?” tanya Yoon Hye gusar.

“Aku akan menikahimu!!” (horeeeee…..)

“Aku tidak mau menikah denganmu!!!” (yaaah…)

“Aku juga tidak mau. Tapi apa boleh buat? Aku sudah melakukannya dan aku harus bertanggung jawab!” bentak Hyuki.

Deg. . .

Jantung Yoon Hye terasa berhenti sesaat. Kenapa laki-laki itu begitu serius…?

“Beri aku waktu sebentar!” kata Yoon Hye. Ia mengambil cangkir capuchinonya dan menyesapnya lagi. “Begini saja, Pilihan pertama, kalau aku tidak hamil setelah ini, kita lupakan kejadian ini. Anggap kita tidak pernah melakukannya dan bertemu disini.”

Hyuki mengangguk-angguk sambil memegang dagunya “Lalu pilihan kedua??”

“Jika ternyata aku hamil. . . Aku akan datang kepadamu, kita bicarakan lagi.”

“Baiklah. . . “ kata Hyuki setuju “Akan kuberi kau alamatku.”

Hyuki menuliskan sebuah alamat dan nomor ponselnya, kemudian menyerahkannya pada Yoon Hye. Yoon hye membacanya kemudian mengambil ponselnya.

“Mau apa kau?” tanya Hyuki.

“Memastikan kau tidak memberikan alamat dan nomor palsu. Aku bukan Ayu ting-ting yang bodoh hingga mudah ditipu, mencari kekasihnya yang entah ada dimana.”

“Mwo? Kau pikir aku pembohong?”

Yoon hye diam saja, sedetik kemudian terdengar bunyi ponsel berdering. Hyuki, laki-laki itu merogoh sakunya dan menatap ponselnya sendiri yang kemudian mati.

“Itu nomorku!!” kata Yoon Hye.

“Aku harus menyimpannya dengan nama apa?” tanya hyuki polos.

Yoon hye baru ingat kalau laki-laki ini belum tau namanya. “Simpan dengan nama Yoon Hye. Kim Yoon Hye.“

“Baiklah. . .”

Kemudian Yoon Hye menyerahkan lembaran kertas yang berisi alamat itu kepada Hyuki lagi.

Hyuki mengerutkan keningnya “Wae??”

“Tuliskan nomor telphone rumahmu! Kau punya bukan?”

“Apa nomor ponsel saja tidak cukup? Kenapa harus nomor telphone rumah segala?!” gerutunya panjang lebar sambil menambahkan sebuah nomor di kertas itu.

Yoon Hye diam saja. Kemudian ia mengambil kertas itu kembali dan menghubungi rumah Hyuki.

“Yeobseo??” sapa seorang wanita begitu telphone itu tersambung.

“Jeoseonghamnida, saya ingin bertanya. Apa benar alamat rumah Lee Hyuk Jae di Seoul, No. 501 dekat Myundong?”

“Ne… Nuguseo?”

“Ah saya temannya.”

“Mwo? Kau teman Hyuki? Kau tau dimana dia sekarang?” seru wanita itu “Aku Bibinya!”

“A-Aku. . .”

“Mwo?? Kau tau dimana Hyuki?” kali ini seorang laki-laki yang berbicara “Aku Pamannya, kau tau dimana dia?”

“Yeobseo? Kau dengan Hyuki saat ini?? To_”

“Katakan padanya agar segera pulang, ka_”

“Tolonglah sampaikan kepadanya kami semua bingung mencarinya. . .”

“Juga tanyakan dimana dia menyimpan kasetku, dia masih hidup kan? Aawww. . .Kenapa Ibu memukulku??”

“Kenapa hanya kaset yang kau pikirkan?”

“Agashi, tolonglah, suruh Hyuki pu_”

“Bilang padanya, kalau dia tidak pulang aku akan membakar kamarnya_”

“kenapa begitu?”

“Aku hanya membujuknya untuk pulang!”

“Kau mengancamnya!”

!!=_= wajah Yoon Hye terlihat keruh saat mendengar suara-suara yang berganti-ganti itu. Kemudian ia langsung mematikan ponselnya. Ditatapnya laki-laki itu “Jangan bilang padaku kalau kau sedang kabur,”

Hyuki meringis “aku tidak akan bilang.”

“Sebaiknya kau pulang, semua keluargamu mencarimu,.

“Ya, sebaiknya begitu. . .”

 

To be continue…

 

Last edited 24 Oktober 13 ; 07.50