Tags

, ,


Tittle : creating love [yoonjae couple]
Cast:
– Lee hyuk jae (eun hyuk suju)
– Kim yoon hye (again??)
– Lee dong hae (suju)

Terinspirasi dari lagunya 4minute creating love (ost personal taste) saya mencoba membuat ff-nya, ceritanya hanya mengikuti lirik dari lagu itu, jadi yang tulisan bahasa inggris, itu adalah lirik dari lagunya 4minute.
Hasilnya??? Silahkan dinilai sendiri, happy readding ^^

There is an event that made me happy today
The time when I meet you. . .



“Mianhae. . .” Yoon Hye membungkukkan badannya berkali-kali untuk meminta maaf. Ia baru saja menabrak seseorang.
“Tidak apa-apa. . .” jawab orang itu lembut.
Yoon Hye mendongakkan wajahnya dan melihat seorang namja sedang tersenyum menatapnya. Ia terpana melihatnya, rasanya ada sesuatu yang datang. . .

And the fact that I knew I have someone to love,

“bukumu. . .”
Yoon Hye mengerjap bingung saat menatap namja yang ditabraknya beberapa hari yang lalu ada di depannya sambil menyodorkan sebuah buku. “terjatuh saat kita bertabrakan. . .” jelasnya.
Dengan ragu Yoon Hye menerimanya. “Kam. . .kamsahamnida. . .”
Namja itu hanya tersenyum kemudian melangkah pergi meninggalkan yoon hye yang masih menatapnya terpana. Jantungnya berdebar-debar sama saat pertama kali ia melihat namja itu. Kemudian Yoon Hye membuka sampul buku itu dan mendapati sesuatu.
“Lee Hyuk Jae imnida, bisakah kita bertemu lagi?? Kutunggu kau ditaman hari sabtu jam 7 malam. . .”

Really, how is it like to love? Is it sweet?

Yoon Hye tidak bisa berhenti tersenyum. Apakah ini yang dinamakan cinta?? Rasanya benar-benar manis. . . apakah ia harus datang kesana?? Ia belum mengenal namja itu, tapi. . . ia percaya, namja itu adalah orang yang baik.
Ia merapikan poninya didepan cermin, kemudian menghela nafas pelan “tenang Yoon Hye, fighting!!” ucapnya pada diri sendiri. Kemudian ia pun melangkah pergi, menuju taman itu.

How would a kiss be like in a dark alley?
Would the sky becomes white, and would I hear the bells

Ia, lee hyuk jae, namja itu tersenyum ketika melihat yoon hye datang.
“Terima kasih sudah datang Kim Yoon Hye ssi. . .”
Yoon Hye mengerutkan alisnya menatap namja di depannya itu “Bagaimana kau tau namaku??” tanyanya bingung. Seingatnya, di buku yang ditemukan namja itu tidak ada identitas dirinya, hanya tertera nama universitas dan jurusannya saja.
“Karena aku selalu mengingatmu. . .” jawabnya sambil tersenyum lembut “Apa kau tidak mengingatku??”
“Kau. . . Namja yang menabrakku beberapa hari yang lalu bukan??”
“Benar. . . Aku namja yang menabrakmu beberapa hari yang lalu. . . Namja yang berjanji akan kembali menemuimu. . . Juga namja yang menjadi cinta pertamamu. . .”
Yoon Hye terdiam menatapnya “Hyuki. . . Kau kah itu. . .??” tanyanya pelan.
Namja itu tersenyum lembut, kemudian memeluk tubuh Yoon Hye “Aku kembali. . .” bisiknya.
Dan saat itulah Yoon Hye sadar, ia telah menemukan cintanya dulu saat ia masih kecil.

Talks about love, talks about not looking well together
Probably a different world’s, work, distant end word
My heart keeps thumping my eyes are crossing


~flashback eight years ago~

“Aku menyukaimu hyuki ah. . . Aku ingin kau selalu disisiku. . .” kata gadis kecil itu penuh harap.
“Tapi aku harus pergi. . .” jawab Hyuki sedih.
“Apakah kau akan kembali??”
“Ya, tentu saja!! Aku akan kembali untukmu, aku berjanji. . . .”
“Hyu, ayo cepat, pesawatnya sudah akan berangkat!!”
“Ne appa!!!” teriak Hyuki, kemudian ia memandang lagi temannya itu dengan sedih.
“Aku harus pergi. . .”
“Jangan lupakan aku!!” cup. . . Yoon Hye mengecup pipi Hyuki cepat “Pergilah. . . Kalau tidak aku akan menangis!!”
“Jangan menangis, aku pasti kembali!! Jaga dirimu baik-baik!!” Hyuki meraih tangan Yoon Hye dan meletakkan sebuah boneka beruang kecil disitu, kemudian ia berjalan menghampiri Ayahnya dan melangkah pergi.
Gadis kecil itu, Kim Yoon Hye, terisak pelan saat pesawat yang menuju belanda itu tinggal landas.
~flashback end~

I love you. . . I think this felling is love,

“Yaak, Yoon ah, kenapa kau terlihat aneh??!”
Yoon Hye menoleh dan tersenyum menatap Lee Donghae, temannya sejak kecil.
“Ani. . .” jawab Yoon Hye riang.
“Ada apa denganmu??!” tanya dong hae bingung.
“Donghae ya, dia sudah kembali!!” kata Yoon Hye ceria.
“Siapa??”
“Dia, Hyukie!! Hyukie-ku sudah kembali, kau ingat dia bukan?? Aku kan sudah bilang padamu kalau dia pasti kembali!!”
“Apa itu benar??” tanya Donghae pelan, tatapan matanya jadi sayu.
“Tentu saja, aku kan su__”
Bunyi dering ponsel itu memotong kata-kata yoon hye. Senyum gadis itu langsung mengembang saat tau siapa yang menelphonnya.
“Yeoboseo. . .” sapanya ceria “Sudah, kau ada dimana? . . . Ya, sudah selesai!! . . .Mwo?? Baiklah aku akan. . . Hyukie?? Hyukie ah?? Hyukie bicaralah, Hyukkie???”
Yoon Hye menatap ponselnya panik, kemudian cepat-cepat berlari pergi meninggalkan Donghae.
“Yaak, Yoon ah,, “ Donghae ikut berlari mengejar gadis itu.

Without him, I cannot smile. . .

Tubuh Yoon Hye terasa membeku melihat pemandangan itu. Di situ, orang-orang sedang mengerumuni sebuah mobil yang terbalik di pinggir tiang, kacanya pecah berserakan di jalan. Darah tercecer dimana-mana, dan di dalamnya, terlihat Hyuki yang berlumuran darah. Pandangan Yoon Hye menggelap seketika.

I keep changing by the fact that he is my love
My mind is going tilted

Sudah seminggu Hyuki koma. Dan hingga kini ia masih belum sadar. Yoon Hye selalu ada di sana, di sisinya, menggenggam tangannya.
“Cepatlah kembali. . . Kau sudah berjanji bukan??” gadis itu terisak pelan.
Tidak ada jawaban, yang terdengar hanyalah suara detak jantung dari alat penunjuk detak jantung itu.
“Yoon ah. . .” panggil Donghae pelan.
Gadis itu tidak bereaksi. . . Tetap terisak pelan.
“Makanlah dulu. . . Kau bisa sakit nanti. . .”
“Bagaimana aku bisa makan dengan keadaan seperti ini. . .??” ucap Yoon Hye pelan “Bahkan untuk bergerak pun rasanya aku tak sanggup. . .”
“Tapi aku tidak ingin melihatmu sakit. . .”
“Jangan perdulikan aku, pergilah. . . “
“Bagaimana aku bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini?? Meninggalkan orang yang kucintai jatuh sakit. . .”
Yoon Hye tertegun, kemudian ia menoleh dan menatap Donghae yang ada disampingnya. Wajah namja itu terlihat begitu sedih.
“Donghae ya. . . .”
“Mianhae. . .”
“Terima kasih, tapi kau tau kan, dia yang terpenting untukku, dulu hingga sekarang dan sampai nanti. . .”
“Aku tau. . .”

Forget all the cold words oh. . .
Oh even if I shed tears, I only need him, my love. . .

Tangan itu bergerak perlahan. Yoon hye tersentak kaget. “Hyu. . .”
Namja itu perlahan membuka matanya. . .
“Hyu ini aku. . .” bisik Yoon Hye pelan.
“Aku tau. . .” ucap hyukie lirih, perlahan tangannya terangkat menyentuh wajah Yoon Hye “kenapa menangis. . . Maaf tidak bisa menjemputmu. . .”
Yoon hye menggeleng pelan “Aku tidak butuh apapun selain dirimu. . .Terima kasih sudah kembali lagi. . .”

Put you arms around me, hold me sweetly
Always tell me that you will stay with me


Yoon hye meletakkan kepalanya diatas dada Hyuki “Jangan pernah tinggalkan aku lagi. . .berjanjilah kepadaku. . .”
Hyuki memeluknya erat, ”Aku berjanji akan selalu ada disisimu. . .”
“Terima kasih. . .”

You make my heart beats fast and make me shy again

“Ah. . .Ternyata kau pandai memasak, ini sangat enak!!” kata Hyuki sambil memakan masakan yang dibuat Yoon Hye.
“Benarkah?? Aku senang kau menyukainya, kau harus makan banyak agar sembuh total, bukankah kau baru saja keluar dari rumah sakit??! Kau juga harus banyak istirahat, seharusnya aku saja yang kerumahmu, bukan kau yang malah ber__”
Kata-kata Yoon Hye terpotong, karena Hyuki tiba-tiba menyuapkan kimchi ke mulutnya “Yaak!! Kau ini. . .” gerutu Yoon Hye sambil mengunyah kimchi itu.
“Kau benar-benar sama seperti Eomma!! Lihat, ada makanan di bibirmu!!”
“Mmm??” otomatis Yoon Hye mengusap bibirnya “Apakah masih ada?? Di mana kutaruh tissue tadi??”
Hyukie menahan tangan Yoon Hye yang sedang mencari-cari tissue. Yoon Hye tertegun dan menatapnya heran.
“Biar aku yang membersihkan. . .” kata Hyukie pelan sambil mendekatkan wajahnya.

Makes me nervous, what shall I do?

Jantung Yoon Hye berdetak cepat, wajah Hyuki semakin dekat. Ia tidak bisa mengalihkan tatapannya dari mata Hyuki. Kemudian ia memejamkan mata perlahan saat merasakan nafas Hyuki menyapu wajahnya, hangat dan aromanya lembut.

Shooth like chocolate and sweet

Kemudian. . . Dengan teramat pelan, Hyuki menyapu bibir Yoon Hye. . . Melumatnya lembut. . .

Every day makes me think more deeply
Like cold ice, make my heart melts
Hope his warm love will be like beginning
My heart is beating, and I start bulshing

“Kau sedang apa??” tanya Donghae yang langsung duduk disamping Yoon Hye di taman kampus.
“A-ani. . .” jawab Yoon Hye sambil cepat-cepat memasukan ponsel kedalam tasnya.
“Pasti ada sesuatu, benar kan??” tanya Donghae.
“Tidak ada. . .”
“Kenapa wajahmu merah??”
“Yaak, Lee Donghae, kenapa kau berbicara terus??!”
“Hmm. . . Aku jadi semakin curiga!! Memangnya apa yang sudah kalian lakukan semalam?? Kau bilang kalian makan bersama bukan?? Apa benar hanya makan saja??”
“Dasar bodoh!!” saut Yoon Hye kemudian beranjak dan berjalan pergi meninggalkan Donghae yang masih tertawa dibelakangnya. Ia benar-benar malu, wajahnya pasti merah sekali. . .

One minute one second without you, I am only looking at the watch
Think it is nothing, I think he likes it when I cry and laugh

Berkali-kali Yoon Hye melirik jam di ponselnya. Kenapa dia belum datang?? Bukankah dia bilang akan menjemputnya di kampus??
Dicobanya untuk menghubungi namja itu, tapi tidak aktif, ponselnya mati. Yoon Hye menatap ponsel itu dengan cemas.
Kemudian ada dua orang gadis duduk di bangku, disebelahnya.
“Kau lihat kecelakaan itu?? Benar-benar parah!!”
“Ya, semoga saja nyawa namja itu bisa diselamatkan!!”
“Untung ada yang cepat membawanya kerumah sakit!!”
Yoon Hye membeku mendengarnya. Tidak. . . bukan Hyuki, ia sudah berjanji tidak akan meninggalkannya.
“Maaf, kalau boleh aku tau, di mana lokasi kecelakaan itu??” tanyanya pada kedua gadis itu.

I shed tears, if I think he ever will go far away
I couldn’t express, nor did I know

Yoon Hye merasa tubuhnya lemas saat melihat mobil Hyuki ada di lokasi kejadian itu, bagian sampingnya cacat, sepertinya habis tergesek benda lain.
“Maaf Ajushi. . . Ke rumah sakit mana korban dibawa??” tanyanya lirih.
Begitu Ajushi itu menyebutkan nama rumah sakit itu, Yoon Hye segera pergi ke tempat itu. Air matanya mengalir. Tidak, Tuhan. . . Jangan kau ambil lagi dia. . . Yoon Hye berlari-lari menyusuri lorong rumah sakit dengan pandangan kabur oleh air mata. Ia tidak mau melihat Hyuki seperti itu lagi.
“Yoon ah!!!”
Seketika langkah Yoon Hye terhenti mendengar panggilan itu. Ia berbalik dan mendapati namja itu sedang berdiri di koridor, menatapnya bingung. Tanpa banyak fikir lagi, Yoon Hye berlari menghampirinya dan memeluknya erat. . .

I probably already love you

“Jangan pergi. . . Jangan meninggalkan aku lagi. . . “ isaknya.
“Hei, tenanglah, aku tidak apa-apa!! Aku kemari hanya ikut mengantarkan korban kecelakaan, itu saja!!” jawab Hyuki sambil menenangkan gadis itu.
“Aku takut. . . Aku benar-benar takut kau akan pergi. . . “
“Aku tidak akan pergi Jjagi. . . Aku mencintaimu, jadi bagaimana bisa aku meninggalkanmu??”
“Aku juga mencintaimu. . . Jadi jangan tinggalkan aku. . .”
“Aku tidak akan kemana-mana. . . Jangan menangis lagi. . . Bukankah aku sudah berjanji??”

I love you, I live in a pink world
The sun shines on me all day
I want to be his girl but I probably am changing inside

“Kim Yoon Hye ssi, maukah kau menikah denganku?? Aku bersedia menunggumu hingga kau menyelesaikan kuliahmu. . . pakailah kalung ini hingga aku melamarmu secara resmi pada orang tuamu, kumohon.. .”
Yoon Hye tidak bisa berkata apa-apa saat melihat namja yang sedang menatapnya penuh harap itu. Hyukie, dia sedang menunjukkan kalung yang berbandul cincin itu pada Yoon Hye, berharap gadis itu mau memakainya.
Bibir Yoon Hye tersenyum lembut “Seperti yang kau inginkan. . .” jawabnya pelan.

I am the most comfortable when I am next to him
I want to keep you in my sight oh baby
Oh I love you the way you love me, my love. . .


Hyuki tersenyum “Gomawo Jjagiya. . .” katanya sambil memakaikan kalung itu. “Aku mencintaimu. . .”
“Aku juga mencintaimu, seperti kau mencintaiku. . .” jawab Yoon Hye pelan.
Hyuki menarik tangan Yoon Hye dan melingkarkannya kelehernya. Kemudian ia memeluk pinggang gadis itu erat “Selamanya, aku tidak akan meninggalkanmu lagi. . .” bisiknya kemudian mendekat dan mencium bibir gadis itu pelan, melumatnya lembut. . .

The end