Tags

, , ,



Cast :

–         choi shiwon (super junior)

–         min seo rin (nama korea saya)

–         min rara

–         kim jung hoon

–         young seung hoo

 

Part 1

namaku min seo rin. Aku adalah seorang penulis novel. Disini aku akan bercerita sedikit tentang kisahku yg sekarang sudah kutuliskan dalam sebuah novel yg berjudul ‘king and queen’. Kisahku dimulai saat aku berumur 18 tahun. Saat itu aku masih kelas 3 SMU.

*******

~hari pertama~

“anak2 kalian kedatangan murid baru! Namanya min seo rin ssi, dia akan menjadi bagian dari kelas 3-6 ini!” seorang guru cantik memperkenalkan seo rin pada kelas barunya “leeteuk seongsaengnim akan datang terlambat hari ini, kalian kerjakan tugas dulu, dan bantu seo rin agar bisa menyesuaikan diri! Kalian bisa berkenalan sendiri nanti, ibu tidak bisa menemani! Mengerti?!”

“baik bu!!!” jawab seisi kelas serempak.

Begitu guru muda yg bernama yoon eun hye itu pergi, kelas langsung berubah drastis.

Seorang anak sedang sibuk menawarkan barang pada siswa lainnya <yesung>. Ada lagi yg sedang main kartu <donghae, kyuhyun, dan sungmin>, kemudian ada yg sibuk berdandan <si heechul>.

Seo rin menatap takjub. Kemudian ada seseorang yg melemparinya gumpalan kertas. Seo rin menoleh padanya. Gadis itu sedang menatapnya “hei kau!” panggilnya “kemari!” katanya sambil menggerak2an jarinya agar seo rin mendekat.

“ada apa??” tanya seo rin sambil menghampirinya.

“berikan tasmu!”

“apa? Untuk apa??” tanya seo rin bingung sambil melepas tas punggungnya.

“sudah berikan saja!” kata gadis itu kesal dan langsung menyambar tas seo rin.

Dibukanya tas itu dan ditumpahkannya isinya keatas meja. ada Beberapa buku <komik inuyasha> berjatuhan, beberapa bolpoint, dan sebuah kotak juga ikut tercecer dimeja itu.

“apa ini?” tanya gadis itu sambil mengambil sebuah kotak.

“ah, itu ke_” belum sempat seo rin selesai berbicara gadis itu sudah membuka kotak itu.

“aaaaaaaarrggh. . . . ” jeritnya seketika saat melihat banyak kecoak didalam kotak itu. Dilemparkannya kotak itu hingga kecoaknya berlarian kemana2.

“hei, kenapa kau melemparnya??!” tanya seo rin kesal sambil berusaha mengumpulkan kecoaknya.

Sedangkan para gadis <termasuk heechul> menjerit2 dan naik keatas bangku.

“ada apa ini??” tanya uee seongsaengnim dari kelas sebelah yg kesal karna mendengar keributan dari kelas 3-6.

“min seo rin, dia membawa kecoak!” kata gadis tadi itu sambil menunjuk seo rin yg sedang merangkak2 untuk mengumpulkan kecoaknya.

“apa? Kecoak??” tanya guru itu bingung namun begitu dilihatnya ada kecoak yg sedang merayap dikakinya, ia langsung melompat dan menjerit.

“MIN SEO RIIIIN!!!”

 

~hari kedua~

 

“seo rin ayo bangun!!” kata bibi won sambil menggoyang2 badan seo rin.

“aah bibi. . .Sebentar lagi. . .” rengek seo rin dgn mata masih terpejam.

“Sekarang sudah jam 7 lebih, kau tidak pergi sekolah??”

“mwo???” seo rin membuka matanya lebar2 dan langsung duduk “aiiish. . . Knpa bibi tidak membangunkanku dari tadi??!” katanya panik sambil lari kekamar mandi.

“aku sudah membangunkanmu sebanyak 62 kali!!”

seo rin mandi dgn cepat2, memakai seragam cepat2, dan menyambar tasnya dgn cepat2 pula kemudian langsung keluar kamar tanpa sempat menyisir rambut.

“kau tidak sarapan dulu??” tanya bibi sambil menuangkan teh.

“aku sudah terlambat!!” teriak seo rin sambil mengambil sepeda dihalaman samping.

“kenapa tidak diantar paman saja??”

“tidak, tidak perlu, aku naik sepeda saja!” jawab seo rin dan langsung mengayuh sepedanya keluar.

Jam setengah 8. Pintu gerbang sekolah hampir ditutup. “paman awaaaaas!!!” teriak seo rin.

Paman tukang kebun yg hampir menutup gerbang itu cepat2 menghindar karna seo rin menerjang masuk dgn kecepatan penuh.

“terima kasih pamaaan!” seru soo in begitu ia melewati gerbang, tapi. . .

Braaaaak. . .

Ia terjatuh karna menabrak sesuatu. Kertas2 berhamburan, dan disebelah sepedanya yg terguling, seorang guru yg berambut botak sedang memakai kacamatanya. Dia menatap marah pada seo rin.

“MIN SEO RIIIIN!!!”

 

~hari ketiga~

 

“seo rin apa kau sudah siap??” tanya seorang gadis yg sedang siap2 melempar bola.

“ayo, lempar yg kuat!!” seru soo in sambil mengayun2kan tongkatnya.

Kemudian gadis itu melempar bolanya dgn kuat dan. . .

Ctaaaak. . .

Seo rin memukulnya dgn kuat juga. Bola melambung tinggi dan. . . Menghilang.

“eh, seo rin, kau memukul bolanya kemana??” tanya yoona.

“tenagamu kuat sekali. . .” komentar eun hyuk.

“benar2 menghilang ya??” tanya seo rin sambil ikut2 menatap langit.

“hei, kalian! Siapa yg melempar bola ini?!”

serentak semua murid kelas 3-6 yg sedang menatap langit itu menoleh kebelakang.

“aku tanya siapa yg melempar bola ini?!” tanya won young seongsaengnim, tangan kanannya sedang memegang pot bunga yg pecah dan retak sedangkan tangan kirinya menggenggam bola yg dipukul seo rin.

“siapa yg melempar bola iniii??” bentaknya.

Serentak semua anak langsung menunjuk seo rin.

“MIN SEO RIIIIN!!!!”

 

ya begitulah kira2 keadaan seo rin disekolah barunya. Gadis itu baru sekolah seminggu disana tapi namanya sudah terkenal di seluruh sekolah. Terutama won young seongsaengnim yg selalu berurusan dgn seo rin.

“seo riiiiin!!!” teriak guru itu sambil mengejar2 seo rin sambil membawa sepotong tongkat kayu. Mereka berdua sedang berlari2 disepanjang koridor.

“aigooo. . . Kenapa aku tidak boleh membawa hamster kesekolah?? Aiiish. . .” gerutu seo rin sambil berlari membawa kotak yg berisi hamster2 itu.

Saat melewati han yoo mi teman sekelasnya tiba2 ia berbalik “hei yoo mi, apa yg kau bawa??” tanyanya saat melihat yoo mi membawa sebuah kardus.

“ini cat untuk kelas melukis nanti!”

“aku titip ini, awas ketahuan, Ok?!” dimasukkannya hamsternya kedalam kotak kardus itu.

“seo riiiin!!” teriak won young seongsaengnim dari kejauhan sambil mengacung2kan tongkatnya.

“aku harus pergi!!” kata seo rin panik dan buru2 berlari pergi.

“seo rin jangan kabur kau!!”

“aku tidak kabuuur” teriak seo rin “aku hanya berlariii!!”

seo rin berlari secepat2nya dan berbelok.

Bruuuk. . .

Ia terjatuh. Seo rin memejamkan matanya kuat2, tapi ia tidak merasa sakit. Pelan2 dibuka matanya dan tertegun saat menatap sebuah wajah yg hanya berjarak 10 cm dari wajahnya.

Ternyata ia mendarat diatas tubuh laki2 yg ditabrak tadi.

Laki2 itu mengerang pelan kemudian mengangkat badannya. hingga kini mereka sedang duduk berhadapan.

“seo riiin!!”

teriakan won young seongsaengnim membuat seo rin tersentak. “maafkan aku!!” ucapnya sambil buru2 berdiri kemudian berlari pergi.

 

Choi shiwon, siswa khusus kelas 3-1. Ia baru saja dari toilet dan sedang berjalan menuju kelasnya.

Bruuuuk. . .

Tiba2 saja ia ditabrak seseorang hingga membuatnya jatuh. Tubuhnya membentur lantai dgn keras membuatnya mengerang pelan. Namun saat membuka matanya ia tertegun, ada wajah seorang gadis yg begitu dekat dgn wajahnya. Ternyata gadis itu mendarat diatas tubuhnya.

Ia mengangkat badannya pelan hingga duduk. Gadis itu masih duduk di atas kaki kirinya dgn bingung.

“seo riiin!!” teriakan itu membuatnya tersentak.

“maafkan aku!” katanya cepat dan buru2 bangun dan berlari pergi.

“aaaaargh. . .” teriak shiwon saat gadis itu menginjak tangannya saat berlari pergi.

Shiwon mencoba berdiri, namun kakinya terasa sakit. Ditatapnya gadis yg berlari menjauh itu sambil meniup2 jari2 tangan kirinya yg masih sakit.

“min seo riiin!! Berhenti kauu!!” teriak won young seongsaengnim kencang sambil menabrak shiwon dari belakang. Shiwon terhuyung kesamping dan. . .

Braaaak. . .

Ia menabrak tong sampah hingga terguling dan menumpahkan semua isinya. Membuat pakaian dan rambutnya jadi kotor.

“ada apa dgnmu??” tanya kim bum heran saat melihat shiwon masuk kekelas dgn terpincang2 dan penampilan yg berantakan.

“ada bungkus permen dirambutmu!!” kata lee suhoon (d-na) sambil mengambil bungkus permen itu.

Shiwon tidak berkata apa2. Ia menyambar kaleng soda diatas meja dan meminumnya hingga habis. “gadis itu. . . Benar2 membuatku siaal!!!” diremasnya botol kaleng soda itu hingga remuk.

 

“ini hamstermu!” kata yoo mi sambil menyerahkan sebuah kotak itu pada seo rin. Saat ini mereka sedang berada dikantin sekolah.

“gomawo. . .” ucap soo in sambil mengambil kotak itu.

“hei seo rin, kau itu suka sekali membawa hewan, kemarin kecoa, sekarang tikus, besok apalagi?!” komentar shin hye.

“kecoa yg kemarin itu makanan burung!” kata seo rin “aku suka memberi makan burung2 yg ada di TK dekat taman itu bersama anak2 kecil! Dan ini hamster, bukan tikus, aku sudah berjanji pada mereka untuk membawa ini!”

“kau ini penyayang anak kecil ya?!” tanya yoo mi sambil mengulum lolipopnya.

“benar! Mereka itu sangat lucu!!”

“lihat, itu shiwon, kimbum dan suhoon!!” kata yoomi sambil menatap ketiga laki2 yg baru memasuki kantin.

“siapa mereka??” tanya seo rin.

“mereka itu siswa dari kelas khusus, yg mempunyai otak pintar dan keluarga kaya! Selain itu mereka sangat tampan dan keren >.<” jelas yoomi.

“selain itu mereka jg punya bakat! Shiwon, dia adalah bintang iklan dan model! Kim bum, dia adalah seorang aktor, dan suhoon adalah leader dari band d-na!!” tambah shin hye.

Seo rin menatap mereka bertiga sambil mengerutkan keningnya.

“hei sudah jangan dilihat terus!” yoo mi menyiku seo rin pelan.

“omo. . . Dia berjalan kearah kita!!” kata shin hye panik.

“bagaimana ini?? Seo rin jangan menatapnya terus!!” yoo mi menggoyang2 lengan seo rin. Tapi seo rin tetap menatap mereka.

“anyeong!!” sapa kimbum ramah kemudian duduk diatas meja didekat seorin “namaku kim bum, kau siswi baru itu kan?!”

“benar!!”

“kuperhatikan dari tadi kau terus melihat kearah kami, ada apa?”

“aniyo. . . Teman2ku ini sangat menyukai kalian! Mereka bilang kalian sangat tampan!”

kim bum menoleh kearah yoo mi dan shin hye yg panik “ti tidak, bukan begitu!” saut mereka sambil menggoyang2kan tangan.

“bukankah tadi kalian bilang menyukainya?!” tanya seorin.

“itu tidak benar!” jawab shin hye sambil melotot kearah seorin.

“jadi aku hanya ingin tau apa kalian memang hebat!” jelas seorin pada kim bum.

“benarkah? Lalu. . . Bagaimana hasil pengamatanmu?!”

“hmm. . . Kalau laki2 yg sedang meminum soda itu memang tampan, tapi agak jorok! Aku pernah melihatnya mengupil dgn tangannya!”

kim bum tertawa mendengarnya “itu suhoon, kalau yg disebelahnya?”

“dia memang tampan tapi. . .Terlalu feminim,pasti dia sangat memperhatikan penampilan dan suka berdandan seperti gadis2!”

lagi2 kimbum tertawa “itu shiwon! Lalu. . . Bagaimana dgnku??”

seorin menatap kimbum dari ujung kaki hingga ujung rambut. “kau sangat imut, tapi. . . Kau terlalu ramah juga terlalu kejam!”

“apa maksudmu?”

“aku pernah melihatmu berkencan dgn banyak gadis, kau ini playboy kan?!”

raut wajah kimbum tiba2 berubah “sepertinya aku harus kembali kemejaku!” kata laki2 itu cepat dan langsung pergi.

Seorin menoleh, menatap temannya yg ternyata sedang ternganga.

“aku tidak menyangka kau berani mengatakan hal itu!” gumam shin hye.

“masa kim bum oppa playboy??” tanya yoo mi gamang.

“setiap aku main di game center, aku melihatnya jalan dgn gadis yg berbeda!” jawab seo rin santai.

 

“seo riiiin!!!”

teriakan itu sudah biasa terdengar. Apalagi adegan kejar mengejar antara won young seongsaengnim <yg belum tau, jang won young adalah nama asli dari reporter kim> dengan seo rin itu sudah sangat sering terjadi. seperti saat ini, seo rin sedang berlari sekuat tenaga agar tidak tertangkap won young seongsaengnim. Gara2nya dia kepergok sedang membawa komik jepang.

“seo rin tunggu kauuu!!” teriak won young seongsaengnim sambil mengancung2kan penghapus papan.

Seo rin tetap berlari meliuk2 diantara anak2 yg sedang berjalan dikoridor.

“gyaaaa. . .”

Tiba2 ia tersandung sebuah kaki dan jatuh terjungkal. Tepat saat itu won young seongsaengnim melemparkan penghapus papannya.

Bruuuk. . .

Seo rin mendarat dgn keras dilantai. Ia mengerang pelan. Namun ia sadar, ada yg ganjil. Koridor itu sekarang sunyi senyap. Dan saat ia mengangkat wajahnya ada sepasang sepatu yg hanya berjarak 5cm dari wajahnya.

Seo rin bangkit pelan2 sambil mendongak dan kemudian mulutnya ternganga menatap seseorang didepannya.

Choi shiwon, laki2 itu berdiri bagai patung dgn tatapan lurus kedepan. Sebagian wajah dan rambutnya berwarna putih akibat terkena lemparan penghapus dari won young seongsaengnim yg sudah menghilang <gak tanggung jawab bgt ni guru>.

Perlahan seo rin mendekat kearah shiwon. “kau. . . Tidak apa2?” tanyanya pelan.

Laki2 itu melirik, menatap seo rin “MIN SEO RIIIIIN!!!” untuk pertama kalinya teriakan nama itu datang dari mulut selain won young seongsaengnim.

 

“kenapa sampai memar begini??” tanya nona wang si hairstyle saat melihat kening kiri shiwon yg memar “lain kali kau harus hati2, untung ini hanya pemotretan fashion biasa! Tutupi saja dgn ponimu agar tidak kelihatan!!” omelnya “akan kuambilkan kostummu!” katanya kemudian pergi.

Shiwon merapikan poninya, berusaha menutupi lukanya sambil mendecak kesal. “gadis itu, benar2 kutukan untukku!” gumamnya kesal “dia bisa merusak imageku!! Bagaimana kalau saat itu rara sedang melihatku?! Aiiish. . . Ini benar memalukan!!” gerutunya panjang lebar.

 

Seo rin sedang mengobrak-abrik laci kamarnya untuk mencari sebuah kotak kecil berwarna biru. Kotak yg berisi sebuah kalung perak.

Sebelum pindah kerumah ini dia menaruh kalung itu dalam sebuah kotak biru. Tapi ia lupa menaruhnya. Akhirnya ditemukannya benda itu dibawah tumpukan kaset gamenya.

“ah, ini dia!” gumamnya. Dibukanya kotak itu dan mengambil kalung berbandul bunga sakura yg ada didalamnya. Dipandanginya benda yg sangat berharga baginya itu. Setiap ia melihat kalung itu, pasti ia akan teringat janjinya pada eun suh.

 

~flasback 3 years ago~

winter in desember

 

“saengil chukae hamnida eun suh!!” seru seo rin riang.

“terima kasih eonni ^^” ucap gadis 6 tahun itu ceria.

“kau dapat hadiah apa dari ayah dan ibu??” tanya seo rin.

“aku mendapat boneka yg besar dari ayah dan sepatu dari ibu!”

“benarkah? Besok perlihatkan padaku ya?!”

gadis kecil itu mengangguk2 riang.

“karna hari ini ulang tahunmu, aku akan mengajakmu jalan2 untuk mencari hadiah! Kau mau kan? Ayo!!”

“aku mau makan es cream!”

“tentu saja! Kau boleh makan sepuasnya nanti!”

“benarkah?”

“tentu!” jawab seo rin “bibiii. . . Aku dan eun suh akan jalan2 sebentaaar!!” teriaknya kearah dapur.

“hatiii2! Kembalilah sebelum makan malaam!!” balas ibu eun suh dari dapur.

“baiik!! Kami pergi dulu!!”

 

sore itu myundong begitu ramai. Seo rin dan eun suh sedang berada di sebuah toko pernak pernik.

“bagaimana? Apa ada yg kau sukai?” tanya seo rin.

Eun suh tidak menjawab, ia sedang memperhatikan kalung2 yg dipajang berderet didalam kaca itu.

“kalian sedang mencari apa?” tanya paman pemilik toko.

“ah, kami masih melihat2!” jawab seo rin.

“eonni. . . Kalung itu cantik!” kata eun suh tiba2.

“oh itu kalung ratu!” saut paman pemilik toko sambil mengambil kalung itu dari dalam kaca.

“kalung ratu?” tanya seo rin bingung.

“benar! Kalung ini ada sepasang! Yg satu kalung raja dan yg satunya lagi kalung ratu. Kalung ini dari jepang, dan hanya ada satu didunia! Kalung raja disimbolkan dgn salib yg berbentuk pedang, melambangkan keagungan dan keberanian untuk melindungi. Sedangkan kalung ratu dilambangkan dgn bunga sakura, yg melambangkan keanggunan dan kecantikan seorang wanita!” jelas paman itu “bila pedang kalung raja dimasukan kekalung ratu ini secara vertikal, maka akan terbaca sebuah kata yg artinya keabadian!!”

“tapi aku tidak melihat kalung rajanya,” gumam seo rin.

“benar, beberapa waktu yg lalu ada seorang gadis yg membeli kalung raja, tapi ia tidak mau membawa kalung ratu juga!”

“waah. . . Kasian sekali. . .”

“eonni. . . Aku mau kalung ratu ini!!” kata eun suh tiba2 “aku akan mencari sang raja agar sang ratu tidak sendirian lagi!!”

“kau benar,, ayo kita cari sang raja untuk ratu!!” kata seo rin sambil memakaikan kalung ratu itu pada eun suh yg tersenyum senang.

“paman, bagaimana bentuk dari kalung raja itu?” tanya seo rin.

“tunggu sebentar, aku punya gambarnya!” paman itu pergi sebentar dan kembali lagi dgn sebuah buku “nah seperti ini!”

seo rin mengambil ponselnya dan memotret gambar kalung raja itu.

 

~6 bulan kemudian~

 

kantong plastik yg dibawa seo rin jatuh ketanah. Kacang2 makanan tupai itu tercecer ditanah. Seo rin mematung mendengar kabar itu.

“apa. . .?” tanyanya gamang.

“benar, tadi saat pelajaran tiba2 saja eun suh pingsan, dan kami langsung membawanya kerumah sakit!” kata guru muda itu.

tanpa banyak bicara, seo rin langsung berlari kerumah sakit.

“eun suh. . .” katanya lirih saat melihat gadis itu terbaring lemah.

seo rin benar2 sedih melihat gadis kecil yg biasanya ceria itu kini terbaring lemah dgn mata tertutup. Disebelahnya ibu eun suh sedang menggenggam tangan eun suh erat.

“bibi. . . Apa yg terjadi??” tanya seo rin pelan sambil mendekat.

“maafkan bibi seo rin. . .” isak bibi yoon “sebenarnya. . . 3 bulan yg lalu dokter sudah memvonis eun suh menderita kanker hati stadium akhir. . . Maafkan bibi karna tidak memberitahumu dan eun suh, bibi tidak ingin kalian sedih. . .”

“kanker hati. . .”

seo rin tidak pernah menyangka ini semua akan terjadi. Jadi itu sebabnya bibi selalu memaksa eun suh untuk minum banyak vitamin yg ternyata itu adalah obat2. Bibi juga selalu menyuruh eun suh istirahat.

Sudah 2 hari gadis itu tidak sadar.

Saat ini seo rin sedang tidur disamping eun suh. Tiba2 dirasakannya jari dalam genggamannya itu bergerak. Seo rin langsung terbangun “eun suh??”

jari gadis itu bergerak lagi, dan perlahan membuka mata.

“eun suh? Kau sudah sadar?? Ini eonni!!” seru seo rin senang “pamaaan bibiii. . . Lihat ini!!”

ayah dan ibu eun suh yg sedang duduk disofa, langsung beranjak dan menghampiri eun suh.

“eun suh kau sudah bangun?? Ini ibu!!”

“ibuu. . . Aku baik2 saja. . .” gumam eun suh pelan. Namun ibu eun suh malah terisak.

“ibu kenapa kau menangis??”

“tidak, ibu hanya sangat senang kau sudah bangun!!”

gadis itu tersenyum “eonni. . .”

“aku disini!!” saut seo rin ceria, ia tidak ingin terlihat sedih.

“eonni, ambil ini!!” gadis itu pelan2 melepas kalung yg dipakainya dan mengulurkannya pada seo rin.

Seo rin menerima kalung itu dgn gamang “eun suh. . .”

“berjanjilah padaku untuk menemukan raja, agar ratu tidak sendirian lagi. . ”

“tentu saja!!” jawab seo rin “kita pasti akan menemukan raja!!”

“terima kasih. . .” ucap gadis itu pelan. “ibu aku ingin tidur, aku sangat lelah!! Eonni nyanyikan lagu untukku!!”

“baiklah,”

seo rin pun mulai bernyanyi “onara. . .Onara aju ona, gadara gadara aju gana. . . Nanari daryadeo mot nonani. . . Aniri aniri ani none. . .”

gadis itu tersenyum dan memejamkan matanya perlahan.

Dan seo rin tiba2 saja menghentikan nyanyiannya saat didengarnya dengung panjang dari alat penunjuk detak jantung.

 

~flashback end~

 

ya sejak saat itulah seo rin sendirian. Sebelumnya seo rin hanyalah anak dari seorang pengusaha sukses yg selalu kesepian. Ibunya meninggal saat ia masih kelas 2 SD dan sejak itu juga ayahnya tinggal diinggris untuk mengurus bisnisnya. Seo rin mengerti bahwa ayahnya berusaha melupakan ibunya dgn cara menyibukkan diri dgn pekerjaannya. Karna itu ia tidak keberatan tinggal dirumah hanya dengan bibi won dan pelayan2 lainnya.

Kemudian ada sepasang suami istri yg baru pindah dari busan dan tinggal disebelah rumahnya. Mereka mempunyai seorang anak perempuan yg bernama han eun suh.

Sejak itulah seo rin tidak merasa kesepian lagi. Karna ada eun suh. Namun ternyata eun suh harus pergi. Dan orang tuanya pun kemudian pindah entah kemana, sejak itu seo rin sendirian lagi. Kemudian saat SMU ia lebih memilih tinggal diasrama putri berharap agar tidak sendirian lagi. Tapi ternyata tinggal diasrama putri, tidak seindah yg dibayangkannya.

Gadis2 diasrama itu hanya memanfaatkan kekayaan seo rin. Dan saat seo rin ada masalah mereka malah menghindar.

Karna itulah kemudian seo rin memutuskan untuk pindah sekolah. Ia juga pindah ke rumah yg lebih kecil, dan hanya ditemani oleh bibi won, kepala pelayan dirumahnya. Juga ada paman won, suami bibi won yg menjadi sopir pribadi seo rin. Dan mereka sudah dianggap sebagai keluarga oleh seo rin, dan seo rin juga tidak memperbolehkannya memanggil nona.

Ia hanya ingin hidup normal dgn biasa2 saja. Ia ingin punya sahabat yg bisa menerimanya apa adanya. Karna itu ia sangat suka dgn sekolah barunya dan kejadian yg dialaminya setiap hari. Ia selalu menuliskan semuanya didiary pada laptopnya.

~back to present~

“seo riiin. . . Ayo makan dulu!!” teriakan bibi won menyadarkannya dari lamunannya.

“aku akan turuuun!!” balas seo rin sambil cepat2 memakai kalungnya dan segera turun untuk makan malam.

“noona, sedang apa kau disini??” tanya shiwon sedikit terkejut melihat min rara ada didepan ruang pemotretan.

“temani aku minum sebentar!!”

“kau ada masalah lagi? Ada apa dgn shindong hyung?!” tanya shiwon. <nari eonni, maaf pacarmu aku pinjem >.< >

“tidak apa2, ayo!!”

akhirnya shiwon menuruti kemauan rara untuk minum diclub.

Seorang laki2 baru saja menjejakkan kakinya dibandara korea. Kim jung hoon, Ia tersenyum menatap sekelilingnya. “min seo rin. . . Aku pasti akan menemukanmu!!”

 

Mohon comentnya,,

*bungkuk2 ala jepang*