Tags

, , ,



Cast :

–         choi shiwon (super junior)

–         min seo rin (nama korea saya)

–         min rara

–         kim jung hoon

–         young seung hoo

Part 2

 

“seo rin, jadi kau dulu pernah tinggal diasrama ya??” tanya shin hye.

“waah kasihan sekali. . .” komentar shin hye.

“percayalah, disana benar2 mengerikan!!”

“benarkah??”

“ya, dan aku sangat senang bisa pindah kemari dan punya sahabat seperti kalian >.< ” seru seo rin ceria.

“eh, coba kau lihat itu!!” kata yoo mi tiba2, membuat seo rin dan shin hye ikut menoleh kearah pandangnya.

“sedang apa mereka disitu?!” tanya yoo mi sambil memperhatikan shiwon dan rara yg sedang duduk dibangku taman sekolah dari jendela kelas mereka di lantai 2.

<ampun dah w, tiap ngetik nma shiwon slalu slah nma shinwo mulu, nma seo rin jdi soo in *hammer*>

“apa benar mereka berpacaran?!”

“mereka memang kadang terlihat bersama, tapi apa itu mungkin?!”

“sepertinya choi shiwon menyukai min rara!!”

“eh, seo rin, bagaimana menurutmu??”

seo rin tidak menjawab langsung “bukankah itu laki2 yg pernah kutabrak dulu?! Juga laki2 yg pernah kena lemparan penghapus papan. . .” gumamnya.

“mwo??” kedua temannya itu menatap bingung.

“ah, aniyo!! Bukan apa2, mana aku tau, aku kan baru saja pindah!!” kilah seo rin.

“ah, kau benar!” saut yoo mi sambil mengangguk2.

 

“jadi shindong akan pergi ke cina?!” tanya shiwon.

Gadis itu menoleh terkejut dan mendapati shiwon sedang berdiri didekatnya. Kemudian ia ikut duduk disebelahnya “jadi itu benar?!” tanya shiwon lagi.

“bagaimana kau tau?”

“kau mengatakan semuanya saat mabuk kemarin!”

rara mendengus “seharusnya aku tidak mengajakmu minum kemarin!” sesalnya.

“kenapa. . .?” tanya shiwon “kenapa kau selalu seperti ini?? Diam dan bersikap seolah tidak terjadi apa2!”

“lalu apa yg harus kuperbuat?! Berteriak, memohon dan meminta tolong?! Aku bukan gadis yg seperti itu!”

hening, keduanya sama2 diam “sebaiknya kita kita kembali kekelas!” kata rara akhirnya, kemudian beranjak pergi.

“kenapa kau tidak mau menunjukkan sisi lemahmu padaku?! Selalu Berusaha untuk kuat!” kata shiwon pelan sambil terus menatap rara yg berjalan menjauh.

 

“anak2, kita punya guru baru!! Ini kim jung hoon seongsaengnim, dia akan mengajar musik, menggantikan leeteuk seongsaengnim yg cuti sementara!!” kata eun hye seongsaengnim, memperkenalkan seorang laki2 yg berdiri disebelahnya.

“waah dia tampan sekalii. . .” komentar sulli. <cewek yg nglempar kotak kcoakx seo rin dulu>

“dia sangat imuut. . .” tambah yoo mi.

“benar2 maniiis. . .”

“ukhum ukhum!!” eun hye seongsaengnim berdehem “meskipun dia masih muda, dia tetap guru kalian! Jadi jaga sikap kalian!!” katanya galak, sementara para siswi langsung cemberut.

“kalau ada yg ingin kalian ketahui, langsung saja tanyakan kepadanya! Araseo??”

“ne!!!”

tiba2 suasana menjadi hening saat eun hye seongsaengnim memperhatikan seo rin yg sedang melamun sambil memandang keluar jendela.

“min seo rin ssi??” panggil eun hye seongsaengnim. Namun tidak ada reaksi.

“min seo rin ssi??” panggilnya lagi. Namun masih tidak ada jawaban.

Pelan2 eun hye seongsaengnim mengambil sepatunya dan melemparnya dgn kuat kearah seo rin.

Pletaak. . . Tepat mengenai kepala seo rin.

“aaaooo!!” jerit gadis itu sambil mengusap2 keningnya, tiba2 dilihatnya sebuah sepatu diatas mejanya “aiiiish. . .” diambilnya sepatu itu dgn kesal kemudian dilemparnya keluar jendela.

“YA!!!! KENAPA KAU LEMPAR KELUAR???” bentak eun hye seongsaengnim.

Seo rin menoleh kaget “itu sepatu ibu??”

“benar!”

“kenapa ibu melempariku sepatu?!”

“kau sudah melamun didalam kelas dan sekarang kau masih bertanya kenapa??”

“(‘,’)? Mm? Memangnya tadi aku melamun??!” tanya seo rin pada yoo mi.

“MIN SEO RIN!!! Cari sepatuku cepaaat!!”

 

bruuuk. . .

Shiwon mengerang pelan sambil mencoba berdiri. Kenapa setiap ia dari toilet selalu saja ditabrak oleh orang?!

“ya!! Kau lagi??” serunya keras.

Gadis itu memegang kepalanya yg terbentur tubuh shiwon sambil mencoba untuk berdiri.

“mianhae. . .” ucap gadis itu pelan.

“kau. . . Kau benar2 pembawa sial!!” kata shiwon dingin.

“mwo??” tanya seo rin “pembawa sial?!”

“ne! Sejak kau datang kesekolah ini aku selalu sial!! Jadi min seo rin ssi. . .”shiwon mendekat pada seo rin, membuat gadis itu merapat kedinding dan memalingkan wajahnya. “sebaiknya kau menjauh dariku karna kau bisa merusak imageku!!”

“mwo??” tiba2 seo rin mendorong tubuh shiwon dgn kuat hingga ia terhuyung kebelakang.

“image apa? Memangnya kau punya image?? Dasar laki2 feminim!!” kata seo rin dan langsung pergi meninggalkan shiwon yg terkesiap.

“fe. . .Fe. . .minim??” gumamnya tidak percaya.

Tiba2 di lihatnya sebuah sepatu, dipungutnya sepatu itu dan dipukulkannya kedinding dgn kesal.

“shiwon ssi, sedang apa kau disini?!”

shiwon berbalik dan mendapati eun hye seongsaengnim sedang menatapnya. Ia bingung harus berkata apa.

“ya!!! Cho shiwon ssi, kau mematahkan hak sepatuku???” bentaknya keras membuat shiwon mengerjap kaget.

“sepatu??” tanyanya bingung, kemudian ia sadar saat melihat sepatu ditangannya “ini. . . Sepatu ibu??” tanyanya sambil menelan ludah. Dan Dilihatnya eun hye seongsaengnim hanya memakai sandal rumah.

“kau. . . Ikut aku kekantor!!!” kata eun hye seongsaengnim tajam dan langsung melangkah pergi.

“min seo riin. . .” desis shiwon. “aku bersumpah akan membunuhmu!!”

 

“shin hye kau mau makan apa??” tanya seo rin saat mereka memasuki kantin.

“aku tidak lapar. . .Kita makan es cream saja!!” usul shin hye.

“kau benar >.< kita makan es cream saja!”

“kalau begitu biar aku yg ambilkan, kalian cari tempat saja!”

“baik!!”

dengan semangat seo rin mengambil es cream untuk mereka bertiga. Suasana kantin mulai ramai. Dan Seo rin kebingungan mencari yoo mi dan eun hye.

“seo riiin disiniii!!” seru yoo mi sambil melambai2kan tangannya dari jauh.

Seo rin tersenyum saat melihatnya kemudian cepat2 ia berjalan menghampiri mereka. Tapi. . .

Bruuuk. . .

Ia tersandung kaki kursi dan terjungkal, jatuh kelantai. “aiiish. . .” rutuknya pelan, namun tiba2 ia membelak saat melihat seseorang yg terkena es creamnya yg terlempar saat jatuh tadi.

“MIN SEO RIIIIN” teriakan won young seongsaengnim menggema hingga keluar kantin.

Dikepalanya yg botak, es cream seo rin mulai meleleh.

Tanpa melepaskan pandangannya dri seo rin, Diambilnya kue pie dinampan makanannya dan dilemparkannya kearah seo rin.

Secepat kilat seo rin menunduk dan kue pie itu melayang melewatinya dan mendarat di muka. . .shiwon! <mianhae oppa T.T>

seo rin semakin membelak saat tau siapa orang tidak beruntung yg terkena kue pie itu. Sementara yoo mi dan shin hye menutup wajah mereka dgn kedua tangannya, tidak ingin melihat kejadian mengerikan itu.

“kau. . .Baik2 saja??” tanya kim bum pelan sambil menatap shiwon yg berdiri bagai patung.

Tiba2 shiwon menyambar makanan dari meja segrombolan siswi dan melemparnya kearah seo rin.

Cepat2 seo rin menunduk lagi. Tapi meleset, makanan itu mengenai sulli. Sulli menjerit, kemudian ikut melemparkan makanan. Dan akhirnya terjadilah perang lempar makanan di kantin itu.

 

Jung hoon baru saja dari ruang musik. Saat ini ia sedang berjalan pulang. Ia sangat beruntung bisa menggantikan leeteuk untuk sementara waktu karna teman satu kampusnya itu tidak bisa mengajar musik untuk sementara waktu.

Dan ia benar2 beruntung karna ternyata sekolahan tempat leeteuk mengajar, adalah sekolah baru seo rin. Dan gadis itu ternyata lebih manis daripada yg dibayangkannya.

Tiba2 langkahnya terhenti saat melihat gadis yg baru saja dipikirkannya itu sedang berada didalam kantin seorang diri. Ia sedang mengepel lantai. Mungkin ia sedang dihukum karna kejadian tadi siang.

Jung hoon tersenyum saat mengingat tingkah gadis itu. Ia benar2 membuat gemas. Kemudian ia pergi kemesin minuman dan membeli sebuah soda.

Gadis itu sedang duduk dikursi kantin sambil mengusap keringatnya.

“minumlah!!” kata jung hoon sambil menyodorkan minuman soda itu padanya.

Seo rin menoleh kaget “seongsaengnim?? Kamsahamnida. . .” ucapnya sambil menerima minuman soda itu dgn ragu.

Jung hoon tersenyum saat melihat seo rin meneguk minumannya dgn rakus.

“kenapa kau belum pulang??” tanya jung hoon.

“aku masih harus membersihkan lantai ini. . .”

“aku tau kau tidak sengaja melakukannya!”

“ya. . . Aku memang sering sekali terjatuh. . .Sepertinya aku memiliki keseimbangan tubuh yg buruk. . .” keluhnya.

Jung hoon tersenyum “tapi kulihat larimu sangat cepat!”

seo rin tertawa kecil “mungkin karna aku sering berlari untuk menyelamatkan diri!!”sautnya “seongsaengnim, kau tidak pulang??”

“panggil aku oppa!” kata jung hoon tiba2.

“mwo??” gadis itu menatap sedikit terkejut.

“bila diluar pelajaran, panggil aku oppa! Bagaimanapun, aku terlalu muda untuk menjadi seorang guru!” jelas jung hoon.

“ah, begitu. . . Baiklah. . .” kata seo rin “oppa, kau pulang saja! Aku mau melanjutkan hukumanku!” seo rin beranjak dari duduknya dan bersiap2 dgn tongkat pelnya.

“biar kubantu!” kata jung hoon tiba2 kemudian mengambil tongkat pel dari tangan seo rin.

“ah tidak perlu, ini hukumanku, oppa pulang saja!!”

“kita pulang sama2!” saut jung hoon “kau sudah lelah bukan, duduklah, biar kugantikan! Atau kau tidak boleh ikut pelajaranku selama seminggu!!”

“mwo?? . . .Baiklah. . .”

jung hoon tersenyum melihat seo rin yg kembali duduk dan meminum sodanya.

 

“oppa, apa tidak apa2 kita pulang bersama?” tanya seo rin ragu.

“memangnya kenapa? Apa kau takut??”

“a. . .Aniyo!!” jawab seo rin sambil menggoyang2kan telapak tangannya “kenapa aku harus takut?! Aku ini pernah belajar karate!!”

jung hoon tertawa kecil “kalau begitu aku harus berfikir seribu kali kalau ingin mencari gara2 dgnmu! Masuklah!!”

kemudian mereka berduapun masuk kedalam mobil dan meninggalkan sekolah.

“oppa. . . Kamsahamnida. . .” ucap seo rin didalam mobil.

“untuk apa??”

“bukankah tadi kau sudah membantuku?! Aku sangat berterima kasih!”

“kalau kau ingin berterima kasih, kau harus menemaniku”

“mwo??”

jung hoon melihat gadis itu terkejut “aku ingin bermain icesketing! Kau harus menemaniku!!”

“ah, begitu. . .” kata gadis itu lega “tapi. . .aku tidak bisa bermain icesketing, aku tidak pernah kesana!!”

“benarkah??”

“mm. . .” seo rin mengangguk pelan.

“kalau begitu aku yg akan mengajarimu bermain icesketing!! Tapi sebelumnya kita makan dulu!!”

akhirnya mereka berjalan2 sambil menikmati makanan2 yg dijual dikedai2 pinggir jalan. Kemudian mereka berdua pergi ketempat icesketing.

Jung hoon tertawa saat melihat seo rin berkali2 terjatuh.

“oppa kenapa kau memotretku?!” tanya seo rin kesal sambil mencoba berdiri.

Jung hoon hanya tersenyum kemudian membantu seo rin berdiri dan mengajarinya lagi.

“huwaaaa. . . Hari ini capek sekali!!” kata seo rin sambil meregangkan badannya “tapi juga sangat menyenangkan!!”

“benarkah?”



“ne! Padahal aku baru saja mengenalmu, tapi sepertinya sudah lama kenal!! kau bukan seperti orang asing!” kata seo rin.

“bukankah itu bagus?!”

tanya jung hoon sambil menyetir mobilnya. Mereka dalam perjalanan pulang saat ini.

“ya. . . Jung hoon oppa, kau tinggal dimana??”

“aku tinggal disebuah apartement dekat perpustakaan umum!”

“kau tidak tinggal dgn orang tuamu??”

jong hoon tersenyum mendengarnya “orang tuaku tinggal diinggris!” jawabnya “sebelumnya aku juga tinggal disana! aku baru saja pulang kekorea seminggu yg lalu!!”

“benarkah? Ayahku juga ada diamerika!” gumam seo rin.

“jadi kau tinggal sendirian??”

“ya. . . Aku hanya tinggal bersama bibi dan paman won, orang kepercayaan ayah!!”

jung hoon terdiam. Kasihan sekali seo rin. Tapi ia berjanji, ia tidak akan membiarkan seo rin sendirian lagi.

“didepan belok kiri nomor 2, itu rumahku!” kata2 gadis itu menyadarkan jung hoon.

“ini rumahmu??” tanya jung hoon saat melihat rumah seo rin yg sederhana.

“benar! Terima kasih untuk hari ini! Aku masuk dulu, ayeong haseo!!” kata gadis itu sambil membuka pintu mobil.

“anyeong!!”

jung hoon perlahan meninggalkan rumah seo rin saat gadis itu sudah masuk kedalam rumah. Ia masih memikirkan gadis itu. Bukankah dari informasi yg didapatnya ayah seo rin adalah pengusaha sukses, kenapa tinggal di rumah sekecil itu?!

 

“sebentar lagi kelas sejarah, pasti membosankan!” keluh yoo mi sambil mengulum lolipopnya.

“siapa yg peduli hanbok <baju tradisional korea yg kyk dpkek jang geum> pertama kali dibuat oleh siapa?!”

“benar! Aku lebih suka pelajaran musik bersama jung hoon seongsaengnim. . .Ah, dia sangat tampan. . .” kata yoo mi dgn nada melamun, tangan kirinya sibuk membolak balik majalah fashion yg ada dihadapannya.

“dia memang sangat baik. . .” saut seo rin.

“oh, lihat!!” seru yoo mi tiba2 “dia tampan sekali!!” kata yoo mi sambil melototi majalahnya.

“kau benar, shiwon memang tampan!!” saut shin hye.

“shiwon??”

“eh, seo rin, bagaimana menurutmu??” tanya yoo mi sambil menghadapkan majalah itu ke seo rin.

Dimajalah itu rambut shiwon berwarna coklat gelap yg memakai gel rambut, ia memakai kemeja putih yg tidak dikancingkan. Tiba2 seo rin membelak menatapnya. Disambarnya majalah itu dan diamatinya dari dekat.

“aah. . . Ternyata kau juga menyukainya. . .” komentar yoo mi.

“kukira kau tidak tertarik pada laki2 tampan!” saut shin hye.

Tiba2 seo rin beranjak dari duduknya dan berlari pergi.

“ya!! Seo rin, kau mau kemana??” teriak shin hye.

“hei kembalikan majalahku!!!” tambah yoo mi.

 

Seo rin segera berlari pergi begitu tau sesuatu. Namun tiba2 ia berhenti sambil kebingungan menatap deretan kelas2 didepannya.

“aiiish. . . Seharusnya aku menanyakan kelasnya juga!!” runtuk seo rin sambil menjitak kepalanya sendiri. Kemudian ia berbalik dan. . .

Bruuk. . .

“ah, mianhae!!” ucap seo rin begitu menabrak seseorang.

Gadis itu hanya diam sambil memungut sapu tangannya yg terjatuh. Min rara. . .

“ya!! Kau??” seru seo rin keras, membuat gadis itu sedikit terkejut “bukankah kau mengenal shiwon ssi?? Kau tau dimana kelasnya??”

“mwo??” tanya gadis itu masih terkejut “choi shiwon??”

“benar! Dia kelas berapa??”

“ti. . .Tiga satu. . .”

“kamsahamnida!” ucap seo rin sambil cepat2 menundukkan kepala dan berlari pergi.

 

Shiwon sedang duduk bersama teman2nya dikelas.

“hei shiwon ah, kau benar2 menyukai min rara??” tanya suhoon.

“dia memang cantik, tapi sepertinya membosankan, sama sekali bukan tipeku!” saut kim bum. <plaak. . . Ampun sensei!! Tuntutan sekenario!!>

“jangan berkata apa2 tentangnya!!” saut shiwon “dia itu tidak seperti gadis2 yg sering kau kencanni!”

kim bum mendengus pelan sambil tertawa kecil “sepertinya kau benar!” kata kim bum sambil menatap suhoon yg meminum soda.

Braaak. . .

Suara itu membuat semua siswa siswi yg berada didalam kelas itu menoleh serentak ke arah pintu yg baru saja dibuka dgn keras. Seorang gadis berdiri disitu.

“choi shiwon ssi!!!” serunya, membuat semua penghuni kelas itu menoleh menatap shiwon.

“apa yg dilakukannya??” gumam shiwon bingung.

“kenapa gadis aneh itu kemari?!” tanya kim bum.

“dia berjalan kemari!” saut suhoon.

Seo rin berjalan dgn cepat menghampiri shiwon. Braaak. . .

Gadis itu membanting majalah dimeja shiwon tepat dihadapannya.

“choi shiwon ssi, kau. . .ini. . .” seo rin menunjuk2 majalah itu.

“kau ingin bilang apa??” tanya shiwon tidak sabar.

“kalung raja itu. . . Ada padamu??” tanyanya.

“mwo?? Kau ini bicara apa??”

“ini!! Kalung yg kau pakai, kalung raja. . .”

“aku tidak mengertiii!!” kata shiwon dgn nada tinggi.

“aiiish. . . Kau ini!!”

tiba2 saja gadis itu mencengkram kra baju shiwon dan menariknya agar mendekat, kemudian dibukanya bag. Atas kemeja shiwon dgn paksa.

“omo. . . Apa yg kau lakukaan??” teriak kim bum.

Smua mata membelak menatapnya sementara muka shiwon terlihat shock.

“maksudku kalung ini!!” kata seo rin polos sambil mengacungkan bandul kalung yg dipakai shiwon tepat didepan hidungnya.

“kau, ikut aku!” kata shiwon dingin dan langsung menyeret seo rin keluar kelas diikuti tatapan2 penasaran dari yg lainnya.

 

Braak!!

Laki2 itu menutup pintu dgn kasar. Seo rin menatapnya sedikit takut. Saat ini mereka sedang berada diruang data dan informasi yg berada dilantai tiga disebelah gudang.

“kau tau apa yg kau lakukan??” desis shiwon tajam “kau benar2 ingin mati rupanya!!”

“ti. . .Tidak. . . Bu. . .Bukan begitu. . .” kata seo rin tergeragap.

“LALU APA MAKSUDMU TADI???” bentak shiwon sambil menggebrak meja.

Seo rin terlonjak kaget “kenapa kau berteriak??”

Shiwon sudah akan membuka mulut, tapi diurungkannya niatnya itu karna tau itu tidak berguna. Ia menghela nafas panjang kemudian mengusap wajah dgn kedua tangannya “kau benar2 kutukan bagiku!” gumamnya.

“tolong, dengarkan dulu kata2ku!” pinta seo rin.

“baik, sekarang bicaralah!” kata shiwon mengalah sambil menghempaskan tubuhnya dikursi.

Gadis itu diam sejenak “ada sepasang kalung dari jepang. . .” katanya “yg satu adalah kalung raja yg disimbolkan dgn pedang dan yg satunya lagi kalung ratu, yg disimbolkan dgn bunga sakura. . .

Dulu, aku membelikan eun suh, gadis kecil yg tinggal disebelah rumahku itu kalung ratu sebagai hadiah ulang tahunnya. Ia berkata padaku bahwa ia pasti akan menemukan sang raja agar ratu tidak sendirian lagi.

Tapi tidak lama setelah itu, ia pergi, ia meninggal dunia karna penyakit kanker hati. Dan sebelum itu ia memberikan kalung ratu padaku, memintaku berjanji agar menemukan sang raja untuk ratu!

Dan sekarang, aku sudah menemukannya!! Kalung yg kau pakai itu adalah kalung raja pasangan dari kalung ratu!!”

shiwon terdiam beberapa saat “bagaimana kau tau kalung yg kupakai ini adalah kalung raja?!” tanyanya.

Seo rin melepaskan kalungnya dan perlahan menghampiri shiwon. Ia berhenti didepan shiwon, meraih bandul berbentuk pedang itu kemudian memasukkannya secara vertikal pada bandul sakuranya.

“kau lihat?!” tanya seo rin sambil tersenyum “bila kalung ini disatukan akan terbaca sebuah kata yg berarti keabadian!!”

seo rin memisahkan kalung2 itu lagi.

“lalu apa maumu sekarang?” tanya shiwon dingin.

“shiwon ssi, apa kau mau memberikan kalung itu kepadaku?!”

“tentu saja tidak!” jawab shiwon cepat “mana mungkin aku memberikan kalung hadiah dari kakakku ini?!”

“kau benar!” saut gadis itu “kalau begitu. . . Bawalah kalung ini!!”

seo rin menyerahkan kalung itu pada shiwon.

“untuk apa? Aku tidak mau!” kata shiwon.

“apa kau tidak kasian?! Mereka sudah terpisah lama sekali, kalau kau membawa raja, maka bawalah ratu juga, kau bisa memberikan kalung ini pada orang yg kau cintai, agar raja dan ratu tidak pernah berpisah lagi!”

shiwon menerima kalung itu dgn ragu “aku tidak menyangka gadis sepertimu bisa seperti ini demi seorang anak kecil!”

“dia berharga untukku!”

shiwon tertegun saat melihat lapisan bening dimata seo rin. Cara gadis itu mengucapkan kata2 itu, membuat shiwon merasa. . . Entahlah, ia tidak tau apa itu.

“sepertinya kau menyukai anak2?!”

“ne!” jawab gadis itu, kemudian ia berjalan menuju jendela dan menatap keluar “mereka adalah teman yg baik! Karna mereka itu jujur dan polos! Jadi aku tidak perlu merasa takut untuk dimanfaatkan ato ditipu!” jelasnya.

Kemudian ia menatap shiwon “karna itu aku sangat menyayangi mereka. Mereka sangat berharga untukku!”

gadis itu kembali menghampiri shiwon “choi shiwon ssi, tolong jaga ratu baik2 seperti kau menjaga raja! Kamsahamnida!!” ucapnya kemudian membungkuk sedikit dan kemudian pergi meninggalkan shiwon.

Shiwon menatap kalung berbandul bunga sakura itu dalam diam. Ia ingin sekali menolaknya, ia tidak ingin berhubungan dgn gadis itu, tapi ia tak bisa. Ada sesuatu yg membuatnya tidak bisa menolak. Ia sama sekali tidak menyangka gadis itu memiliki sisi lain dari dalam dirinya. Dan itu membuat shiwon merasa aneh.

 

Seorang gadis berusia 22 tahun berambut pendek seperti laki2 itu sedang melepaskan kaca mata hitamnya. Ia tersenyum menatap sekelilingnya. Kemudian ia berjalan sambil menarik kopernya keluar dari bandara. Choi ryu in. . .

 

“eomma bisa membunuhku kalau tau aku dapat nilai 52 ini!!” keluh yoo mi.

“nilaiku tidak beda jauh darimu, hanya 58! Sukkie oppa bisa mencelaku habis2an!!” saut shin hye.

“tapi kau kan masih ada yong hwa oppa dan hongki oppa yg membelamu!!”

“yong hwa oppa sangat sibuk, kalau ada waktu luang dia pasti menghabiskannya dgn soo in eonni! Dan hongki oppa juga sekarang jarang pulang kerumah, dia lebih suka menginap distudio musiknya!!”

“hhh. . . Setidaknya sukkie oppa tidak akan memukulmu!!”

“percayalah, tatapan matanya itu bisa membunuh!!”

“eh, seo rin, berapa nilai testmu??” tanya yoo mi tiba2.

Seo rin yg sedang membenamkan wajah pada lengannya diatas meja itu mendongak dan menyodorkan selembar kertas.

“mwo???”

“28???”

teman2 seo rin membelak menatap kertas ujian seo rin yg hanya mendapat nilai 28 itu. <faktanya w emg pernah dpt nilai 28 wktu ujian prosedur kearsipan kelas 1 smk dulu, dan jgn salah krna nilai trtinggix dikelas w cma 52! *buka aib*>

“seo rin, kau jangan patah semangat ya?!”

“kita belajar bersama2!!”

seo rin menatap terharu kepada 2 temannya itu “aku benar2 menyayangi kalian. . .”

“hei kau,” panggil sulli “ma seongsaengnim menunggumu diruangannya!!”

“maksudmu aku?!” tanya seo rin tidak mengerti.

“iya kau, ratu kecoa!!” dengus sulli kemudian melegang pergi.

Dengan lemas seo rin beranjak dari duduknya dan mengambil kertas ujiannya “pasti karna nilaiku. . .”

“seo rin ah, semangat!”

seo rin hanya tersenyum tipis pada temannya, kemudian ia berjalan pergi.

“kenapa ruang guru jauh sekali?!” runtuk seo rin pelan sambil melangkah dgn gontai dikoridor. Ditatapnya kertas itu kemudian menghela nafas pelan. Tiba2 ada yg menyenggol bahunya hingga kertas itu terlepas dari tangannya dan melayang diudara kemudian mendarat dilantai tepat didepan sepasang sepatu seseorang.

Seo rin menelan ludah saat melihat siapa orang itu. Choi shiwon, laki2 itu sedang membungkuk memungut kertas ujiannya. Senyum meremehkan tersungging dibibirnya “28?!” ejeknya.

 

Mohon comentnya,,

*bungkuk2 ala jepang*