Tags

, ,

cast:
 Cho Kyuhyun
 Lee Hyo Ra ( saya sendiri)
 Kim Hyun Joong
 Yoon Eun Hye


~epilog~

“Cho Kyuhyun, kakekmu saat ini sedang sekarat. Dia ingin melihat kau menikah sebelum dia meninggal, apa kau tidak kasihan kepadanya?!”
Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi “Lalu apa yang harus kulakukan Eomma? Aku tidak mungkin mencari gadis untuk diajak menikah secepat itu!!”
“Aku tidak mau tau!! Besok, kau harus membawa calon istrimu ke rumah!! Dan lusa, kau harus menikah, titik!!!” BRAAAK. . . Telephone dibanting di sebrang.
“AAARRRGGGHHH………..” Kyuhyun mengerang frustasi kemudian menendang sebuah kaleng yang ada di depannya.

*****

Namaku Lee Hyo Ra. Aku adalah gadis blasteran Indonesia-Korea. Ayahku orang Korea dan ibuku orang Indonesia asli. Beberapa tahun yang lalu mereka bercerai. Ibu, kembali ke negaranya dan saat ini sudah menikah dengan seorang pria. Dan aku, tetap tinggal di Korea untuk menemani ayahku. Tapi, hidup bersama ayah, tidak semudah yang kubayangkan. Usaha ayahku bangkrut dan sekarang ia sedang dikejar-kejar penagih hutang.
Sebulan yang lalu, aku menikah dengan seorang Actor bernama Cho Kyuhyun. Walaupun kami sudah menikah, tapi aku tidak bisa disebut sebagai istrinya karena aku hanya istri bayarannya dan pernikahan kami hanyalah pernikahan kontrak. Ini semua terjadi saat awal musim gugur.

~flashback a week ago~

Aku tersentak bangun dan mencari-cari jam bekerku di meja. Ternyata benda itu sudah tergeletak tidak berdaya disudut lemari. Entah kapan aku membantingnya, aku tidak sadar. Cepat-cepat aku turun dan mengambil benda itu. Seketika aku melotot menatap angka di jam beker yang menunjukkan pukul setengah tiga sore lebih itu.
“aigoooooo………….” Jeritku panik. Cepat-cepat aku berlari ke kamar mandi. Pasti ini gara-gara aku minum bersama Kim Hyun Jong semalam.
Kim Hyun Jong adalah pacar pertamaku. Kami sudah pacaran selama tujuh bulan. Dan aku sangat mencintainya.
Sudah setengah jam aku menunggu taksi. Tapi tidak ada satu pun yang lewat. Aku menatap jam tangan dengan panik. Pesawatku berangkat pukul tiga tepat. Ya, hari ini aku akan pulang ke Indonesia. Aku akan tinggal bersama ibuku di sana. Aku sudah tidak sanggup tinggal bersama ayah yang setiap hari selalu dikejar-kejar penagih hutang. Sebenarnya aku tidak ingin pergi, apalagi aku sudah punya Hyun Jong. Tapi apa boleh buat, aku sudah tidak tahan lagi.
Aku berlari secepat kilat di bandara. Tapi kakiku langsung lemas saat melihat papan informasi bahwa pesawatku sudah tinggal landas.
Aku batal untuk pergi. Dan saat ini, aku sedang berada di dalam taksi menuju Apartemen Hyun Jong. Aku sudah hafal nomer sandi Apartemennya, jadi aku tidak perlu repot-repot memencet bell. Saat ini dia pasti sedang tidur.
Aku masuk ke Apartemen itu dengan lesu. Tapi tiba-tiba saja jantungku terasa berhenti. Di ranjang itu, Hyun Jong sedang tidur dengan seorang gadis cantik. Diulang, GADIS CANTIK!!
Aku benar-benar shock. Kemudian aku melangkah kekamar mandi dan membawa sebaskom air.
Byuuuuurrrrr……… aku menyiram mereka.
Mereka berdua menjerit dan tersentak kaget.
“YAA!!! Kau, apa yang kau lakukan???” tanyanya marah.
“Dasar brengsek!!!” kulemparkan baskom ke arahnya.
“Hyonie? Kenapa kau ada disini?” tanyanya kaget.
“Kau tidak sopan Kim Hyun Jong ssi, seharusnya kau melakukan ini setelah aku pergi. Tapi… Aku benar-benar tidak menyangka. Bahkan sebelum aku pergipun kau sudah tidur dengan gadis lain?!”
“Hyonie, kau tidak jadi pergi??”
“jangan menyentuhku!!” teriakku saat tangan hyun jong akan memegang lenganku. “aku jijik padamu Kim Hyun Joong ssi, selamat tingga!” kataku dan langsung berlari pergi.
“YAA!! Hyonie ah!!” teriaknya.
Aku sudah tidak ingin mendengar apapun lagi. Aku berlari secepat-cepatnya sambil menahan air mataku. Aku sama sekali tidak menyangka ia bisa melakukan ini padaku.
Sudah sejam aku duduk di taman ini sendirian. Hari sudah gelap. Tapi aku masih enggan untuk pulang. Tiba-tiba saja ponselku berbunyi. Nomor tidak dikenal.
“Yeobseo…??” jawabku.
“Kau Lee Hyo Ra?”
“Benar, anda siapa??” Tanyaku bingung.
“Saat ini, ayahmu ada padaku. Kalau besok kau tidak membayar hutang ayahmu, aku akan membunuhnya!!”
“Bunuh saja dia!!!!” Braaak…. Aku menutup telephone dengan kesal. Semua ini benar-benar membuatku pusing.
Ponselku berbunyi lagi “Ya??” jawabku kasar.
“Baik, akan kubunuh dia. Setelah itu aku akan membunuhmu!!”
“Mwo?”
“Jadi kalau kau tidak membayar hutangnya besok, nyawa kalian berdua akan segera melayang!!!”
Tut. .. tut. . .tut. . . Telephone terputus.
Hyo ra menghela nafas pelan. “Aaaaaarrggghhh…………” jeritnya frustasi.
Dengan kesal aku beranjak dari dudukku dan menyeret koperku. Aku melangkah pergi dengan lemas. Darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam??
PLETAKK!!! Sebuah kaleng melayang dan tepat mengenai kepalaku.
“YAA!!!” teriakku. siapa yang berani-beraninya melempariku kaleng?!
“Ma-maaf, kau tidak apa-apa agashi??” tanya seseorang tiba-tiba.
Aku menoleh dan mendelik kepadanya “Kau mau membuatku gagar otak??” bentakku berang.
“Ma-maf. . .”
“Seharian ini aku sudah pusing!! Aku ketinggalan pesawat, dikhianati pacar, dan dikejar-kejar penagih hutang yang akan membunuh ayahku bila besok tidak membayarnya. Dan sekarang kau membuat kepalaku tambah sakit, kenapa tidak kau bunuh saja aku?!!”
Laki-laki itu hanya ternganga menatapku. Wajahnya lumayan tampan. Dilihat dari penampilannya, sepertinya dia bukan orang sembarangan.
“Cepat ganti rugi!!!” bentakku saat melihatnya masih bengong.
“Mwo??”
“Cepat ganti rugi, atau kutuntut kau!!”
“Ba-baiklah. . . “ ujarnya bingung sambil mengeluarkan dompetnya.
Aku melihat banyak uang tunai di dalamnya, sepertinya ia memang orang kaya.
“Ini!!” katanya sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
Aku menyambar uangnya dan melangkah pergi. Tapi tiba-tiba ia menahan lenganku.
“Apa?? Lepaskan aku!!!” kataku galak.
“Menikahlah denganku!!”
“MWO???” tanyaku shock. “aku tidak punya waktu untuk bercanda!!!”
“Aku serius, menikahlah denganku!”
“Apa kau sudah gila? Kau mengajak seorang wanita menikah bahkan sebelum kau tau namanya?”
“Ini keadaan gawat! Kalau aku tidak menikah besok, kakekku akan meninggal penasaran,”
“Maksudmu apa??”
“Aku harus menikah besok,”
“Kenapa denganku?? Menikah saja dengan pacarmu!!”
“Aku tidak punya pacar,”
“Ini benar-benar gila…” gumamku kemudian cepat-cepat melangkah pergi.
“Aku akan membayarmu!!!” teriak laki-laki itu.
Aku berhenti melangkah dan membalikkan badan. menatap laki-laki itu dengan kaget. Ia berjalan menghampiriku.
“Kau bilang kau sedang butuh uang untuk membayar hutang ayahmu bukan?? Aku akan melunasinya bila kau bersedia menikah denganku. Hanya dua bulan!! Setelah dua bulan kita akan bercerai. Dan ini hanya sebagai status di keluargaku, aku tidak akan melakukan apa-apa terhadapmu,”
Aku ternganga menatapnya?? Apa dia serius?? Tapi. . . Di mana lagi aku bisa mendapatkan uang dengan cepat?? Dua bulan. . . Apakah aku bisa bertahan selama itu?? Sepertinya bukan masalah,
“Sepertinya ada banyak hal yang perlu kita bicarakan,” jawabku.
“Jadi kau bersedia?”
Aku menatapnya dan menghela nafas sejenak “Ya, aku bersedia…”

~flashback end~

Ya, begitulah ceritanya bagaimana aku bisa menjadi istri dari seorang Cho Kyuhyun. Yang kemudian kuketahui kalau dia ternyata adalah seorang Actor terkenal, salah satu member dari boyband Korea, Super Junior. Dan sejak saat itu aku juga tinggal di Apartementnya. Tidak lucu bukan kalau sepasang suami istri tinggal di rumah yang terpisah. Tapi walaupun begitu, kamar kami tetap terpisah.
Dia laki-laki yang baik. Selama aku bersedia menjadi istri bayarannya, dia melunasi semua hutang ayahku. Membiayai kuliahku dan menanggung semua biaya rumah. Intinya, aku tidak mengeluarkan uang sepeser pun . Bahkan dia juga memberiku uang jajan bulanan. Ah, betapa baiknya dia bila soal materi. Tapi jangan harap dia juga baik dalam tingkah laku.
Tinggal sebulan dengannya cukup menguras emosiku. Aku sudah cukup mengenalnya selama ini. Dan menurutku dia sangat kekanak-kanakkan. Seperti bocah. Dan sialnya, aku tidak bisa marah saat melihat tampang bocahnya yang innocent itu. Benar-benar menggemaskan, juga membuatku kesal.

“Aaaaaaggggghhhhh……….Siaaaaaaaaall!!!”
Itu teriakan yang sudah kesekian kalinya. Kulirik jam beker di meja. Jam setengah delapan…. Pagi…-menurutku. Aku tidak pernah bisa bangun pagi. Biasanya aku selalu bangun di atas jam Sembilan. Karena itu juga aku mengambil jam kuliah sore dan malam. Tapi sejak aku tinggal bersama laki-laki itu, aku tidak pernah bisa bangun sesiang itu.
“Aaaaaaarrrrgggghhhh………….” Lagi-lagi dia berteriak.
Aku mengacak-ngacak rambutku yang kusut kemudian duduk. Teriakan-teriakan itulah yang menyebabkanku tidak bisa bangun siang. Dia selalu main psp begitu membuka matanya di pagi hari. Kalaupun ia harus bekerja di pagi hari, teriakan meminta makanlah yang membangunkanku. Dan itu benar-benar tidak menyenangkan. Aku bertanya-tanya bagaimana ia bisa hidup tanpaku selama ini kalau ia tidak bisa masak sama sekali?! Dan itu memang benar, ia tidak bisa memasak!! Aku pernah mencicipi ramen buatannya, dan rasanya benar-benar aneh. hambar dan kebanyakan air. Sejak itu, aku tidak pernah mengijinkannya masak lagi.
Aku turun dari tempat tidurku dan membuka pintu sambil menguap. Kyuhyun sedang serius memainkan pspnya tanpa memperdulikanku yang menjatuhkan diri di sofa sambil menguap.
“Yaa, yaa, yaaaaaa…Aaaaaaggggghhhhh…” dia berteriak lagi saat kalah .
Aku hanya tersenyum masam melihatnya. Tiba-tiba saja dia menoleh ke arahku dan tersenyum lebar.
“Kau sudah bangun??” tanyanya.
Aku mengangguk pelan. “Terima kasih sudah membangunkanku,” ucapku sinis.
“Ah, aku sangat lapaaarrr…” sautnya manja sambil memegangi perutnya.
“Kenapa tidak makan?”
“Kau tau kan, aku tidak bisa masak,” jawabnya dengan wajah memelas. Aisshhhh…Aku membenci wajahnya itu. “Hyo ra ya~ buatkan aku sesuatu~” pintanya manja tanpa memperdulikan tatapan garangku.
“Kenapa kau tidak memakan pspmu saja?!” sautku kesal.
“Ah, kau pasti tidak ingin kan kalau besok ada kabar seorang penyanyi dan Actor terkenal tewas karena memakan psp. Penyebabnya hanya karena sang istri tidak mau memasak untuknya hingga ia kelaparan!!”
“Aku bukan istrimu!!” sautku cepat tapi tetap saja sambil beranjak menuju dapur. Hal yang paling kubenci adalah saat aku tidak bisa menolak permintaannya.
Aku memasakkan taboyaki dan kimchi untuknya kemudian pergi mandi. Persediaan di lemari es sudah hampir habis. Aku harus pergi ke supermarket setelah ini.

Saat aku pulang dari supermarket, kyuhyun sudah pergi. Entahlah, mungkin dia sedang latihan bersama member Suju yang lainnya. Kulirik meja makan. Lagi-lagi dia menyisakan sayuran. Aishhhhh… bocah itu, selalu saja sulit disuruh memakan sayur.
Dia suka makan, tapi tidak mau memakan sayur. Dan selalu membangunkanku di tengah malam untuk menyuruhku membuatkan susu untuknya. Kadang aku berfikir, apa aku ini pembantunya?! Karena aku memang seperti itu. Memasak, mencuci, membersihkan rumah. Bagaimana kalau dia kutinggal? Ah, bukankah ia bisa menyewa pembantu?!
Dan yang membuatku terkejut, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. Wajah polosnya yang menggemaskan itu membuatku tidak bisa marah kepadanya. Dan yang membuatku kesal, aku menyukai wajah itu. kadang aku memotretnya diam-diam. Dia sebenarnya sangat imut.

*****

“Hyo Ra ya, bangunlah!! Hei bangun!!”
Aku menggeliat-nggeliat pelan sambil menahan kantuk. Aigoooooo…Aku baru saja tidur, kenapa harus ada gangguan secepat ini?!
“Hyo Ra ya, aku lapar sekali… Buatkan aku makanan,” dia kembali menepuk-nepuk pipiku.
“Aaaaaaarrrrrggggg……..” erangku sambil bangun. Kupelototi dia, tapi ia malah tersenyum lebar.
“Ayo, buatkan aku makan! aku lelah sekali, aku baru saja selesai syuting,” ujarnya tanpa rasa bersalah.
Aiiiiiiissssssshhhhhhhhh…………Aku memukul kepalaku sendiri. Membenci keadaan ini, kenapa aku tidak bisa menolaknyaaaaaaaa????
“Keluarlah, aku mau memakai jaket dulu,”
Dia menatapku bingung. Kemudian tersenyum.
“Kau lihat apa??” bentakku saat menyadari ia sedang menatapku yang hanya memakai tanktop saat tidur.
“Aniyoooo~” elaknya. “Palliwa, aku sudah lapar!!”
Aku menunggunya pergi, kemudian memakai baju tidurku dan membuatkannya makanan.

******

Aku menguap sambil menutup pintu kamar dan berjalan menuju sofa. Aku baru saja bangun tidur. Kujatuhkan tubuhku di sana dan menyalakan televisi. Kulirik kamar kyuhyun yang tertutup. Sepertinya ia sudah pergi.
Aku menguap lagi. Acara televisinya sangat membosankan. Kupindah-pindah chanelnya dan tertegun. Di salah satu chanel televisi itu, sedang ada acara infotaiment dan yang sedang diwawancarai adalah …..Kyuhyun?? dia sedang diwawancarai tentang sebuah film yang akan dibintanginya bersama artis ternama. Dan artis itu sedang ada di sana bersamanya sekarang, dengan mesranya dia memegang bahu Kyuhyun.
Aku mematikan tv dengan kesal. Kemudian berjalan menuju dapur dan meminum air sebanyak-banyaknya. Tunggu dulu… Kenapa aku jadi kesal begini? Jangan-jangan aku…

Aku masih memikirkan berita tadi pagi. Kutatap cincin yang melingkar di jari manisku dengan gamang. “Aku bukan istrinya…” Gumamku lirih. Entah kenapa dadaku terasa sakit.
Sudah dua jam aku ada di taman kampus ini. Hari sudah malam. Seharusnya aku pulang, tapi entah kenapa aku tidak ingin pulang.
“Hyonie…”
Aku tertegun, suara itu….
Aku menoleh dan menatap kim hyun jong dengan terpaku. “Kim Hyun Jong ssi….”
Laki-laki itu tersenyum “Sudah lama kita tidak bertemu bukan??”
Aku masih terkejut menatapnya. Ia… sedikit agak berubah. Dan kenapa ia masih memanggilku dengan nama itu?
“Apa maumu??” tanyaku dingin.
“Kau masih marah padaku??”
Apa dia bodoh menanyakan hal itu?? sampai tujuh turunan-pun aku tidak akan memaafkannya.
“Aku benar-benar menyesal sudah melakukannya Hyonie ya, saat itu aku sedang tidak sadar. bukankah saat itu aku sedang mabuk setelah minum bersamamu?!”
“Aku tidak terima alasan apapun!!”
“Kau juga menghianatiku Hyonie, kau menikah begitu kau meninggalkanku. Kenapa Hyonie??”
“Itu bukan urusanmu!! Kau sudah menghianatiku. Apa yang terjadi padaku setelah itu, bukan urusanmu lagi!!” jawabku cepat kemudian melangkah pergi. Tapi dengan cepat ia menahan lenganku.
“Lepaskan aku!!” aku mencoba melepaskan tanganku dari Hyun Jong.
“Kumohon Hyonie, selama ini aku sudah melihat diriku sendiri. Dan aku sadar, aku tidak bisa hidup tanpamu,”
Air mataku terasa jatuh. Dadaku terasa sesak, bagaimanapun, rasa itu belum hilang. Tidak mudah untuk melupakannya. Melupakan cinta pertamaku.
“Kumohon Hyun Jong ssi, semuanya sudah berakhir….”
“Tidak adakah yang tersisa untukku di hatimu Hyonie??”
“Hatiku sudah kukosongkan sejak detik itu,”
“Apa kau mencintainya sekarang?? Apa kau mencintai suamimu??”
“Aku…” lidahku terasa kelu. Apa yang harus kukatakan?
“Bisakah kau melepaskan tangan istriku?? Aku tidak suka kau menyentuhnya!!”
Aku menoleh kaget dan mendapati Kyuhyun sedang berjalan menghampiriku dengan tatapan….marah kurasa. Ia memegang tanganku dan menariknya, melepaskannya dari tangan hyun jong.
“Maaf, apa kau tidak melihat bahwa dia sudah menikah??” tanyanya sambil mengangkat tanganku, menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisku.
“Ayo, kita pulang!!” katanya sambil menarikku pergi.

Selama dalam perjalanan pulang Kyuhyun tidak berbicara apapun. Dan aku juga diam membisu. Aku tidak tau kenapa dia tiba-tiba muncul di kampusku. Sampai di rumah, aku langsung masuk ke dalam kamarku dan langsung menjatuhkan diri di ranjang. Apa aku mencintainya? Apa aku mencintai kyuhyun?
Kutatap cincin yang melingkar di jariku itu. Apa dia menganggapku sebagai istrinya? Kenapa ia harus semarah itu pada Hyun Jong?? Sebenarnya apa arti aku untuknya?
BRAAAK… Pintu kamarku terbuka. Ini salah satu kebiasaannya yang tidak kusukai. Tidak bisakah dia mengetuk pintu?!
Aku bangun, dan menatapnya marah. Bersiap-siap mengomelinya. Tapi tidak jadi saat melihat wajahnya yang sedang bingung.
“Ada apa??” tanyaku sedikit kesal.
“Eomma….Eomma saat ini sedang dalam perjalanan kemari, bersama Kakek!! Dan mereka bilang…akan menginap di sini!!”
“Mwo??” aku mendelik “Lalu bagaimana sekarang??”
“Mau apa lagi? Cepat pindahkan barangmu ke kamarku!”

Berkali-kali kupejamkan mataku, tapi aku tidak bisa tidur. Suara dengkuran Kyuhyun terdengar jelas. Aiiiissssshhhh…. Kenapa Kakek dan Ibunya harus menginap di sini??! Membuatku tidur sekamar dengannya. Karena tidak ada sofa dan dia tidak mau tidur di bawah, kami terpaksa tidur seranjang. dengan catatan dia berjanji tidak akan macam-macam. Tapi tetap saja aku tidak bisa tidur kalau dia mendengkur seperti itu. Kugoyang tubuhnya dengan kesal. Ia bergerak-gerak kemudian memiringkan tubuhnya menghadapku. (kalo orang tidurnya miring biasanya nggak ngorok)
Aku menatapnya tertegun. Ini, pertama kalinya aku melihatnya tidur. Wajahnya begitu polos, seperti anak-anak tanpa dosa. Kulit wajahnya yang halus, alis matanya yang tebal, bulu matanya yang lentik, hidungnya, bibirnya, begitu sempurna di mataku. Tunggu… Apa yang sedang kupikirkan?? A-apa aku… menyukainya??
Aku melihat bibirnya bergerak-gerak saat tidur, lucu sekali… Kemudian kunaikkan selimut lebih tinggi dan memejamkan mata, mencoba untuk tidur.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku yang berat. Kurasakan seseorang sedang menepuk-nepuk pipiku. “Hentikan kyu…” gumamku tidak jelas. Aku tau itu dia.
“Ayo bangunlah…” katanya pelan sambil terus menepuk-nepuk pipiku.”Kau tidak ingin disebut sebagai pemalas oleh keluargaku bukan??”
Aku hanya menggeliat pelan sambil tetap memejamkan mata.
“Atauu…Kau mau sang pangeran menciummu lebih dulu agar kau mau membuka mata??”
“Mmm….” gumamku tidak perduli. Tapi sedetik kemudian, aku terkesikap dan langsung membuka mata lebar-lebar “MWO??” tanyaku sambil duduk dengan cepat.
Kyuhyun meringis melihatku. Aku mendelik menatapnya. Ia hanya tertawa dengan polosnya, membuatku semakin kesal.
“Cepatlah memasak, jangan sampai eomma dan kakek menunggu terlalu lama,”
“Kau yang seharusnya cepat cuci muka, lihat air liurmu itu!!” sautku.
Ia mengusap mulutnya dengan tangan, membuatku bergidik melihatnya dan cepat-cepat keluar.

“Sejak kalian menikah, kesehatan kakekmu mulai membaik,” kata ibu kyuhyun sambil memegang sumpitnya. Saat ini, kami sedang sarapan bersama.
“Kau pandai memasak,” komentar kakek kyuhyun.
“Ah, aku jadi lega kau yang menjadi istri Kyunie. Kau gadis yang baik, jadi aku tidak cemas lagi,” saut Ibu Kyuhyun.
“Kamsahamnida…” ucapku sambil menundukkan kepala sebentar.
“Kyunie ah, kau harus menjaganya baik,” perintah Ibu Kyuhyun pada anaknya itu.
“Pasti Eomma, kau tidak perlu khawatir,”
Aku menatap Kyuhyun tidak percaya, bagaimana dia bisa semudah itu mengatakan kebohongan di depan Ibu dan Kakeknya sementara sebulan lagi kami harus bercerai?! Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak saat memikirkannya. Aku tidak ingin memikirkannya lebih lanjut.
******

Aku membawa kantong belanjaanku yang lumayan banyak sambil berjalan menuju café. Aku baru saja selesai berbelanja. Dan sekarang aku ingin meminum sesuatu yang hangat, mungkin secangkir capucino?? Aku memasuki sebuah café dan terpaku, di sebuah meja di dalam café itu, aku melihat kyuhyun sedang duduk bersama seorang gadis cantik. Lagi-lagi gadis cantik. Tiba-tiba saja aku merasa sesak nafas dan tanpa berfikir lagi aku berlari pergi.
BRAAAK…
Belanjaanku jatuh berantakan “Mianhamnida…” ucapku pada orang yang kutabrak dan cepat-cepat memunguti belanjaanku. Tapi kenapa pandanganku terasa kabur??
“Hyonie??”
Aku mengangkat wajah, kaget! Hanya ada satu orang yang menmanggilku dengan nama itu. Kim Hyun Jong.
“Kenapa kau menangis? Ada apa?” tanyanya cemas.
Aku mengerjap kaget dan baru menyadari kalau air mataku sudah mengalir. Dengan cepat aku mengusapnya dengan tanganku.

Sudah sejam kami duduk di taman ini. Hyun Jong tidak berbicara apapun, dan aku juga diam membisu sibuk dengan pikiranku sendiri.
“Pergilah…” kataku pelan.
Ia menatapku bingung.
“Aku sudah tidak apa-apa, kau boleh pergi,” jelasku singkat.
“Hyonie ah, kembalilah padaku,”
Aku menoleh kaget. Apa aku tidak salah dengar??
“Beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan membuktikannya padamu. Aku tidak ingin melihatmu terluka bersamanya,”
Aku berdiri dan menatapnya tidak percaya “Lalu, bagaimana kau bisa menjamin bahwa aku akan baik-baik saja bila bersamamu?!” tanyaku dingin.
“Aku tau kau tidak mencintainya_”
“Aku mencintainya!!” potongku cepat. Terkejut, karena aku tidak menyangka akan mengatakan hal itu. apa aku sungguh-sungguh mencintainya?
Hyun Jong menatapku tidak percaya.
“Hubungan kita sudah berakhir Kim Hyun Jong ssi. kumohon, biarkan aku hidup dengan tenang. selamat tinggal!!” aku membungkukkan badanku ke arahnya sebentar kemudian melangkah pergi tidak ingin menoleh kebelakang lagi.

Kulirik jam di dinding. Sudah jam Sembilan malam, tapi Kyuhyun belum pulang. Apa ia masih bersama gadis itu?? Kutatap makanan yang ada di depanku yang sudah dingin itu. Tiba-tiba saja air mataku mengalir. Kenapa aku menangis? Cepat-cepat aku mengusapnya. Tapi air mataku tidak mau berhenti.
Aku mendengar suara bell dipencet berkali-kali. Aku mengucek mataku yang terasa berat. Aku bingung menatap piring-piring makanan yang masih utuh di hadapanku. Sejak kapan aku tertidur di sini? Kulirik jam di dinding lagi, sudah lewat tengah malam. Bell pintu itu menyadarkanku lagi. Siapa yang datang malam-malam begini? Kalau itu Kyuhyun, kenapa ia memencet bell pintu?
Kubuka pintu itu dan seketika terpaku. Gadis yang kulihat di cafe tadi siang, kini ada tepat di hadapanku bersama kyuhyun dalam pelukannya. Jantungku terasa berhenti berdetak.
“Di mana kamarnya??” Tanya gadis itu.
Aku mengerjap kaget. “Ye??”
“Bisa kau tunjukan di mana kamarnya?? Tubuhnya berat sekali, dia sedang mabuk,”
Aku menunjuk pintu kamar kyuhyun dan membiarkannya masuk. Aku menatap mereka dengan gamang. Mabuk? Kyuhyun mabuk? Sebelumnya ia memang sering minum, tetapi tidak sampai mabuk seperti ini.
Aku melihat gadis itu membaringkan kyuhyun di ranjangnya. Kyuhyun sendiri sudah tidak sadar lagi.
“Aku tidak pernah melihat babykyu sampai mabuk seperti ini. Aku tidak tau kalau ternyata keadaan kalianlah yang menjadi beban untuknya,” komentarnya.
Bahkan ia punya nama khusus untuk Kyuhyun. Dadaku terasa sakit mendengarnya. Beban?? Bukankah semua ini dia yang memulainya?? Apa aku menjadi beban untukmu kyu?? Hatiku benar-benar terasa perih. Tapi sebisa mungkin aku tersenyum di depan gadis ini.
“Baiklah….Aku harus pergi,” kata gadis itu lagi.
“Mari kuantar,” sautku pelan.
Aku mengantarnya ke depan pintu. Ia membungkukkan badan sedikit, dan aku membalasnya. Kemudian aku menutup pintu pelan. Aku bersandar di pintu itu dan menghirup nafas sejenak. Air mataku jatuh lagi. Aku menahannya sekuat tenaga. Setelah merasa cukup tenang dan menguasai perasaan ini aku kembali ke kamar Kyuhyun.
Kutatap dia lekat-lekat. Hatiku terasa perih. Tapi aku mencoba bertahan. Aku melepas sepatunya, jasnya dan dasinya. Kemudian kulepas kemejanya dan aku menggantinya dengan kaos putih longgar. Kunaikkan selimutnya hingga menutupi bahunya.
“Jangan pergi…Tetaplah di sini….”
Dia mengigau. Air mataku jatuh lagi. Sebegitukah kau mencintainya kyu?? Maafkan aku karena sudah menjadi beban untukmu…. Aku membelai rambutnya pelan, kemudian kukecup keningnya dan cepat-cepat pergi ke kamarku.
Aku menangis begitu menutup pintu kamarku. Tinggal beberapa minggu lagi, setelah ini, aku akan pergi. Aku bukan istrinya. Aku harus melupakannya, aku tidak boleh mencintainya. Maafkan aku Kyu….

“Kau sudah bangun??” sapaku, berusaha bersikap biasa di depannya.
“siapa yang mengantarku kemarin??” tanya kyuhyun.
Aku terdiam sejenak “Seorang gadis… Dia sangat cantik dan manis,” jawabku seriang mungkin.
“Makanlah Kyu, aku sudah membuatkanmu sarapan,”
Tanpa banyak bicara Kyuhyun duduk dan langsung memakan makanannya. Aku mengerutkan alis bingung saat melihatnya memakan sayuranya tanpa banyak komentar seperti biasanya. Setelah makan ia juga langsung mencuci piringnya sendiri, tidak meninggalkannya begitu saja seperti biasanya.
Tiba-tiba ponselku berbunyi. “Yeobseo?…Kim Hyun Jong ssi? …Mwo? Baiklah, aku segera ke sana,”
Cepat-cepat aku ke kamar mengambil jaket “Kyu aku pergi dulu!!” teriakku sambil menutup pintu.
Hyun Jong bilang ia melihat ayahku sedang mengalami kecelakaan kecil. Aku harus segera ke sana untuk melihatnya.

*****

Hari-hariku kini terasa mencekam. Semuanya berubah. Sikap Kyuhyun tiba-tiba saja berubah padaku. Ia menjadi dingin dan tidak seperti dulu lagi. Jujur, aku merindukan wajah polos dan senyum evilnya itu.
“Mulai sekarang kau tidak perlu memasak untukku lagi,”
Aku terpaku mendengarnya. Kutatap dia dengan pandangan tanda tanya.
“Kau juga tidak perlu mencucikan pakaianku dan membersihkan kamarku. Aku akan mengurus diriku sendiri,”
Ia langsung melangkah pergi begitu saja sebelum aku sempat berbicara. Tiba-tiba saja air mataku jatuh. Semuanya akan kembali normal begitu aku pergi. Semuanya akan baik-baik saja. Apa benar begitu?

Aku merasa asing di apartemen ini. Kyuhyun sepertinya tidak menganggapku ada. Aku benar-benar benci keadaan ini. Tidak ada lagi teriakannya di pagi hari saat main game. Tidak ada rengekkannya yang meminta makan, atau membuatkan segelas susu. Tidak ada kamar yang berantakan yang perlu kubersihkan, piring kotor selesai makan yang perlu kucuci, atau pakaian yang ada di mana-mana yang harus kubereskan. Kalau ia tidak menganggapku ada, kenapa tidak diakhiri saja semuanya sampai di sini?? aku tidak ingin menjadi beban untuknya. mungkin kalau aku pergi, ia akan jauh lebih baik.
Aku bangun dari tempat tidurku, hampir tengah malam. Biasanya jam segini kyuhyun selalu membangunkanku, menyuruhku untuk membuatkan segelas susu. Dulu aku selalu merasa kesal, tapi kenapa sekarang rasanya menyakitkan bila ia tidak melakukan hal itu?
Aku sudah tidak tahan lagi.
Aku turun dari tempat tidur dan berjalan cepat menuju kamarnya.
BRAAAK…
Kubuka pintu dengan kasar dan masuk ke dalam menghampirinya. Kyuhyun memandangiku kaget. Ia sedang duduk dilantai bersandarkan tempat tidur, “Ada apa??” tanyanya bingung sambil meletakkan laptopnya di lantai. Kemudian ia berdiri, menatapku.
“Kita akhiri saja semuanya sekarang Kyu,” kataku dengan sekuat tenaga. Kutahan dadaku yang mulai sesak.
“Mwo??” ia menatap bingung.
“Aku benar-benar sudah tidak tahan!! Kau menganggapku seperti angin Kyu, jadi lebih baik aku pergi. aku tidak ingin menjadi bebanmu lagi. Apa bedanya berpisah sekarang atau nanti? Toh kita akan tetap berpisah juga. jadi lebih baik kita akhiri saja semuanya sekarang!!” kataku cepat. Suaraku bergetar.
Kyuhyun menatapku terkejut. Ia hanya diam, tidak memberikan komentar apa-apa. dan aku menganggapnya sebagai jawaban. Aku-pun membalikkan badan dan melangkah pergi. Namun baru selangkah, kyuhyun mendekapku dari belakang. memelukku erat, membenamkan wajahnya ke dalam leherku. Jantungku terasa berhenti berdetak.
“Apa- yang kau lakukan kyu? Lepaskan aku!!” aku mencoba melepaskan diri darinya.
“Saranghaeyo….” Bisiknya pelan.
Aku membeku bagai patung. Apakah dia benar-benar mengucapkannya atau hanya ilusiku? Apakah aku benar-benar berada di dunia nyata atau hanya di mimpiku?? Atau apakah pendengaranku tidak normal??
“Saranghaeyo Lee Hyo Ra ssi…” ulangnya. Membuatku benar-benar bingung. apakah semua ini nyata? Tanpa sadar air mataku jatuh.
Kyuhyun mempererat pelukannya “Kumohon, jangan pergi…Jangan meninggalkan aku. Aku tidak pernah berfikir untuk hidup tanpamu, aku membutuhkanmu Hyo Ra ya, aku benar-benar mencintaimu, Saranghae….”
“Nado saranghae Kyu….” Balasku lirih. Aku tidak perduli lagi ini nyata atau hanya mimpi, yang kuinginkan sekarang hanya mengatakan perasaan ku yang sebenarnya.
Kyuhyun membalikkan badanku dengan cepat hingga menghadap ke arahnya. “Apa kau serius??” tanyanya.
Aku mengangguk pelan.
“Jadi kau tidak akan meninggalkanku??” tanyanya lagi. Aku menggeleng pelan.
“Kau juga tidak akan kembali padanya??”
Aku mengangkat wajah, menatapnya bingung “Pada siapa?”
“Tentu saja mantan pacarmu itu!!”
Aku melihat ada kilatan marah di matanya “Kenapa kau berfikir aku akan kembali padanya?” tanyaku bingung.
“Karena aku pernah melihatmu beberapa kali bersamannya. Dan kau juga langsung menemuinya begitu ia menelphonemu. Aku benar-benar sakit Hyo ya. aku berfikir, kenapa kau lebih memilihnya daripada aku?! Apa karena kau hanya menganggapku sebagai bocah yang selalu merepotkanmu? Aku benar-benar frustasi, kemudian aku berusaha merubah sikapku menjadi dewasa dan mandiri. Aku tidak ingin kau meninggalkanku Hyo, sejak awal aku sudah menyukaimu. Aku suka kepribadianmu, kau terlihat cantik saat sedang kesal. Karena itu aku selalu bersikap manja padamu. Dulu kau bilang bahwa kau tidak bisa jatuh cinta dengan mudah, karena itu aku selalu membuatmu kesal agar kau selalu mengingatku. Aku tidak ingin kau kembali padanya. Aku benar-benar mencintaimu. Kau tidak tau bagaimana aku harus menahan diriku sekuat tenaga untuk tidak menyuntuhmu saat kita tidur bersama, aku benar-benar tersiksa…”
Aku menatapnya terpana. Jadi semua ini adalah alasannya untuk mendapatkan hatiku?! Aku benar-benar lega sudah mendengar semua pengakuaannya. Kupegang wajahnya dengan kedua tanganku “Kau tidak perlu melakukan apapun kyu… Jadilah dirimu sendiri. jadilah seperti kyu yang kukenal dulu. Aku senang kau membuatku kesal, karena itulah yang membuatku jatuh cinta padamu…Sekarang kau tidak perlu cemas karena aku sudah melihatmu, dan selamanya aku hanya akan melihatmu….”
Kyuhyun memelukku erat “Hyo, dulu aku meminta padamu agar kau menikah denganku, Sekarang aku akan meminta padamu untuk menjadi istriku yang sesungguhnya. Hyo ra ya, jadilah istriku!”
Aku terharu melihatnya “Dengan senang hati,” bisikku pelan. Kyuhyun mempererat pelukkannya “Tapi…bagaimana dengan gadis itu??” tanyaku tiba-tiba “Bukankah kau mencintainya??”
Ia melepaskan pelukannya dan menatapku bingung “Gadis yang mana? Aku tidak pernah berpacaran sebelumnya,”
“Bukankah gadis yang mengantarmu pulang saat kau mabuk itu mantan pacarmu?”
Tiba-tiba saja dia tergelak. Aku mengerutkan alis bingung.
“Jjagi, kau tidak mengenalnya??” Tanyanya skeptis.
“Siapa??” aku semakin bingung.
“Gadis itu. Kau tidak mengenalnya? Bukankah dia juga hadir di pernikahan kita dan sempat kukenalkan kepadamu?”
“Aku tidak mengingatnya….”
“Kau lupa pada Yoon Eun Hye ssi, sepupuku??”
“Yoon Eun Hye….Omo….Dia Yoon Eun Hye?” Tanyaku kaget “Ta-tapi kenapa dia berubah? Bukankah dulu dia berambut panjang keriting? Kenapa sekarang jadi pendek??”
“Dia memotong rambutnya untuk syuting film terbarunya, Coffee Prince,”
“Jadi…Selama ini aku sudah salah paham….” Gumamku.
“Mwo??”
“ah, ani,”
Tiba-tiba saja ponselku berbunyi. Aku merogoh kantong celanaku dan mengeluarkannya. Tapi kyuhyun menyambarnya dengan cepat. “Apa yang kau lakukan Kyu?” bentakku “Kembalikan!!” teriakku saat mencoba mengambilnya kembali. Tapi Kyuhyun mengelak dan menjawab telphoneku.
“Yeobseo?? Oh appa?? Ne, Hyo ra sedang sibuk sekarang, ….Ah, ne, nanti akan kusampaikan,”
“Apa katanya??” tanyaku.
“Dia mencarimu dan akan menghubungimu lagi besok,” jawabnya dengan senyum iblis yang sangat kurindukan.
“Kembalikan ponselku!!” sautku kesal sambil berusaha merebutnya lagi.
Ia tetap mengelak dan berusaha menghindariku “Aku jadi penasaran, kenapa aku tidak boleh menyentuh ponselmu?!” katanya.
“Bukan begitu Kyu. tidak ada apa-apa di dalamnya sungguh!!” bantahku sambil terus mencoba mengambilnya kembali.
“Ani, pasti ada sesuatu,” sautnya sambil melihat ponselku. Kemudian aku melihat senyum evilnya “Jadi ini yang kau sembunyikan dariku??” tanyanya sambil tergelak “Kau memakai fotoku sebagai wallpaper ponselmu?!”
“I-itu…” aku tergelagap, tidak tau harus menjawab apa. Wajahku terasa panas, sepertinya warnanya sudah sangat merah sekarang.
“Tunggu dulu, aku tidak pernah berpose seperti itu. Hei, kau memotretku diam-diam huh?”
“Aniyo!!” bantahku masih mencoba merebut ponsel itu dari evil kyuhyun.
“Biar kulihat, jangan-jangan ada banyak fotoku di ponsel ini,”
“Kyu, jangan kyu!!” seruku sambil mencoba meraih ponsel itu.
Kyuhyun mengangkatnya tinggi-tinggi agar aku tidak bisa meraihnya “Kau tidak berniat akan menyebarkannya di internet bukan?!”
“Kyu kemba_ aaargghhh……..”
Kami berdua terjatuh ke tempat tidur. Dan ia tepat ada di atasku. Sedangkan ponsel itu entah terlempar ke mana.
Ia menatapku lekat, wajahku terasa panas.
“Menyingkirlah Kyu, kau berat sekali,” kataku pelan.
“Andwae,” bisiknya sambil tersenyum setan.
Tiba-tiba saja perasaanku tidak enak “Menyingkirlah atau aku akan mendorongmu!!” ancamku.
Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Otakku kacau seketika, dan jantungku terdengar sangat keras. Aku dapat merasakan nafasnya yang hangat. aromanya lembut, benar-benar membuat otakku berhenti berfungsi.
“Apa kau berfikir bisa melakukannya??” bisiknya pelan.
“Tentu saja!!” jawabku. Sekuat tenaga berusaha agar terdengar normal.
Kemudian ia mengecup leherku dengan lembut. Aku memejamkan mata erat-erat. Sentuhan bibirnya terasa lembut.
“Kau yakin bisa melakukanya??” gumamnya pelan.
Aku merasa tubuhku gemetar. Nafas kyuhyun terasa hangat menggelitik permukaan leherku. Nafasku mulai tersegal. Rasanya…aku tidak bisa menggerakkan tubuhku. semuanya terasa lemas “Ten…tu….” Jawabku pelan.
“Benarkah??”
Aku mendesah pelan. “Yah….”
“sekarang jawab pertanyaanku, bukankah aku suamimu??” ia mengecup kening dan mataku.
“Mmm…” gumamku.
“Dan kau istriku bukan??” ia mengecup hidungku.
“Yah…”
“Jadi, bukankah aku berhak atas dirimu?” bibirnya turun dan berhenti di sudut bibirku. Aku tau, ia sudah menang mutlak “Yah….” Desahku pelan.
Kyuhyun memegang sebelah wajahku kemudian mengecup bibirku lembut. Saat ini, pernikahanku adalah pernikahan kontrak seumur hidup…

FIN

 

last editing 28 Maret 2012