Tags

, , ,

Tittle : my evil little boy~ekstra (gara-gara kecoak)

Judul yang gaje banget,,

Cast :

– cho kyuhyun (suju)

– lee hyo ra (masih tetap saya)

– kim hye mi (ini bukan cewek yang di personal taste, yang sering ngintilin ji hoo, tapi ini adalah nama korea dari teman saya april <klo dilihat dari tgl lahir>, tapi karakternya saya buat sama seperti di personal taste)


Aku menggeliat pelan saat mendengar suara berisik. Bukan dari suara teriakan kyu yang sedang main game atau rengekannya yang minta makan. karena saat ini, ia masih tidur di sebelahku. Kurasakan nafasnya yang hangat menerpa leherku dan tangannya yang memelukku erat. Suara itu semakin keras yang kemudian kusadari sebagai suara gedoran pintu. Aiiiiissshhh….. Siapa yang datang pagi-pagi begini? Apa dia tidak tau kalau aku baru tidur jam tiga pagi?
“Kyu~” aku menggoyang-goyangkan badannya dengan mata terpejam “Bukakan pintunya,”
Kyuhyun menggumam tidak jelas sambil mempererat pelukannya.
“Kyuu~ bangunlah dan bukakan pintunya. . . Aku masih ingin tidur. . .”
Kyuhyun bergerak ke samping tapi tetap tidak mau bangun. Suara itu semakin membuat kepalaku pusing.
“Cho Kyuhyuuuunnn!!!! Cepat buka pintu itu!!” teriakku sambil menendang badannya ke samping membuatnya jatuh dari tempat tidur.
Duaaaakk. . .
“YAA!!! Kenapa kau menendangku???” teriaknya kesal sambil mengusap-usap kepalanya yang sempat terbentur meja samping tempat tidur.
“Kau tuli ya? Cepat bukakan pintunya!!!” bentakku sama kesalnya.
“Aaaiiiisshh. . . .” Kyuhyun bangun dengan wajah kesal dan berjalan menghampiri pintu.
“PAKAI BAJUMU PABO!!!” teriakku kemudian langsung menaikkan selimut hingga menutupi kepalaku. Masih sempat kulihat Kyuhyun yang terkekeh pelan. Aiiisssh… Wajahku pasti sudah merah.
Aigoooooooo….. Aku mencoba memejamkan mataku lagi. Ini baru pukul delapan pagi, kenapa ada yang mengganggu tidurku sepagi iniii?? Badanku terasa sangat lelah, aku masih ingin tidur enam jam lagi!! Kubenarkan letak bantalku dan mulai tidur.
BRAAAK. . .
“AAAAAAARRGGHHH…………..”
Aku terkejut dan langsung duduk. Di depan pintu, berdiri seorang gadis yang kira-kira berusia 21 tahun sedang berteriak kencang sambil menatapku. Sedangkan Kyuhyun ada dibelakangnya sambil menutup telinganya.
“OPPAAAAAAAAA…….. APA YANG KAU LAKUKAAAN????” teriaknya sambil menatap Kyuhyun dengan genangan air mata di matanya.
Apa-apaan itu? Siapa dia? Kenapa berani-beraninya masuk kamar kami??
“CHO KYUHYUN, SIAPA DIA???” bentakku marah.
“OPPAAAA……KAU TIDUR DENGAN GADIS SEPERTI INI?” jerit gadis itu.
“KALIAN DIAAAAAM!!!” teriak kyuhyun.
Sunyi. . . hening sejenak.
Aku beranjak turun dari tempat tidurku. Aiissh…. Kenapa ada masalah di saat seperti??? Kutarik selimut untuk menutupi tubuhku dan berjalan ke arah mereka.
“Kau dan Kau” tunjukku pada gadis itu dan Kyuhyun “Tunggu aku di luar!!!” perintahku dan langsung mendorong keduanya keluar dari kamar lalu membanting pintu dengan keras.
Kuambil baju mandiku di kamar mandi dan memakainya. Kemudian aku keluar dari kamar dan . . .
Melihat gadis itu memeluk kyuhyun??
Aku mematung menatap mereka.
“Aku tidak tau harus ke mana. . . .hiks. . . Hanya kau yang kuingat. . . “
Aku melotot saat Kyuhyun membelai rambut gadis itu.
“CHO KYUHYUN, KITA CERAI SEKARANG JUGAAAA!!!!” jeritku.
Kyuhyun terlonjak kaget dan langsung melepaskan pelukannya.
“Memangnya kau siapa bicara seperti itu??” bentak gadis itu.
“Aku istrinya pabo!!” balasku kesal. Aiiiiissshhh…. Aku benar-benar tidak suka melihat gadis itu.
“ANDWAEE……. KAU MILIKKU OPPA!!!” jerit gadis itu dan langsung memeluk Kyu.
Aku berbalik dan membanting pintu kamar dengan keras. Kuhampiri lemari pakaian, mengambil koper dan menjejalkan pakaian-pakaianku ke dalamnya.
Tiba-tiba sebuah tangan menahanku “Kau mau kemana??” tanya Kyuhyun.
“Pulang ke rumah orang tuaku!!” bentakku galak.
“Kita bicarakan ini baik-baik. Ayolah. . . Dia bukan siapa-siapaku, sungguh,”
“Bukan siapa-siapa tapi peluk-pelukkan segala?”
“Dia putri dari Ajhusi yang tinggal di sebelah rumah kami dulu. Tapi kemudian mereka pindah ke Jepang!! Aku sendiri bingung kenapa tiba-tiba ia ada di sini,”
Aku menghentikan kegiatanku dan menatapnya sejenak “Kau tidak bohong??”
“Satu-satunya kebohonganku kepadamu adalah saat aku bilang aku tidak mencintaimu, “ jawabnya lembut sambil menatapku dalam.
Aiiiiisssshhh…… Sialan ne bocah, kenapa tiba-tiba jantungku berdebar-debar? Dasar setan!!!
Ia meraih tanganku dan menarikku lebih dekat, denyut jantungku tiba-tiba saja melambat, kemudian. . . Ia mendekat dan memiringkan wajahnya lalu bibirnya melumat pelan bibirku. . .
“OPPAAAA!!!” brak. . .braak. . . braak. . . . “SEDANG APA KALIAN DI DALAM??? BUKAAAA!!!”
Kami terlonjak kaget dan langsung memisahkan diri.
“Aaaaiiiiissh……” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya sambil menatap kesal ke arah pintu “Ayo kita bicara!!” katanya.

Aku menghembuskan nafas panjang. Kutatap dua orang di depanku itu dengan . . .agak kesal. Gadis itu duduk di sebelah Kyu sambil memeluk tangan kyu erat. Mereka berdua sama-sama memiliki wajah yang dengan sangat amat terpaksa harus kuakui, imut dan manis!! Gadis itu berambut kriting di bawah bahu. Hidungnya yang kecil mancung, matanya bulat seperti mata kucing. Mungkin dia memakai kontak lensa yang sedang populer di Korea saat ini. Dan aku benci wajah innocentnya itu.
“Jadi namamu Kim Hye Mi??” tanyaku dingin.
“Ya,” jawab Kyu. Gadis itu mengangguk.
“Dan kau di sini karena melarikan diri dari paksaan ayahmu yang ingin menjadikanmu seorang koki??”
“Ya. . .” jawab Kyu lagi.
“Kenapa kau tidak ingin menjadi koki??”
“Karena dia ingin menjadi penyanyi!!”
Aku melotot ke arah Kyu “Aku tanya kepadanya, bukan kepadamu setan!!”
Kyu langsung diam dan pasang tampang seperti anak kecil yang habis dimarahi ibunya. Aiiisssh… Aku benar-benar membenci wajahnya itu.
“Kenapa kau ingin menjadi penyanyi??” tanyaku lagi.
“Aku. . . Karena aku ingin bernyanyi bersama oppa di atas panggung suatu saat nanti,”
Kulihat Kyuhyun terkejut melihatnya. “Kau serius??” tanyanya.
Gadis itu mengangguk “Aku sangat suka melihatmu bernyanyi. aku juga mengagumi suaramu. Bagiku suaramu yang nomor satu di dunia. Aku tidak mau menjadi koki dan memasak di dapur, aku ingin bernyanyi di atas panggung bersamamu Oppa. . . Aku ingin sekolah vocal, tapi Appa melarangku. . . hiks. . .” gadis itu menyusut air matanya.
Aiiiiisssssh….. Kenapa aku jadi kasian kepadanya?? Kau memang baik hati hyo ra.
“Aku ingin tinggal di sini bersamamu. . . “
Aku mendelik ke arah gadis itu. Tapi dia tidak menghiraukanku, dari tadi ia terus menatap Kyuhyun. Dasar nenek pelet!
“Tapi kau tidak boleh begini. . .Appamu pasti mencemaskanmu. Pulanglah dan bicarakan baik-baik dengan Appamu,”
Aku ternganga menatapnya. Apa benar itu Cho Kyuhyun yang berbicara? Ini bukan mimpi kan??
“Jjagi, kau kenapa??” tanya Kyuhyun.
Aku tergelagap saat melihat mereka berdua menatapku dalam pose aneh.
“Ka-kau benar-benar Cho Kyuhyun kan??” tanyaku ragu “Ke-kenapa bisa bicara seperti itu??”
Kyuhyun nyengir lebar “Bagaimana? Keren kan??”
“Oppa memang keren, gyaa. . . “ jerit hye mi
!!=_= “Jangan memuji diri sendiri!!” sautku kesal.
“Bagaimana Oppa?? Aku boleh tinggal denganmu kaaan??” rengek Hye Mi manja.
“Mmm. . .” Kyuhyun menatapku takut. Hye Mi juga menatapku di balik bahu Kyu.
Aiiiiiisssh……. KENAPA semua menatapku dengan tampang seperti ituuu??
“Hanya sementara bukan??” tanyaku tajam.
Mereka berdua mengangguk bersamaan.
“Peraturan pertama kau tinggal disini, JANGAN MASUK KAMAR KAMI SEENAKNYA!!”
“Jadi dia boleh tinggal di sini??” tanya Kyuhyun lemot.
“Kau mau aku mengusirnya??”
“Tentu saja tidak!!” jawab Kyu sambil tersenyum.
“Dia boleh memakai bekas kamarku,”
“Gyaaa……. Asyiiikkk…..” teriak Hye Mi sambil tetap memeluk lengan Kyuhyun, kapan dia akan membebaskan suamiku??
“Kau memang baik Jjagiya. . .”
“Jangan merayu, sekarang cepatlah mandi!!” perintahku.
Kyuhyun beranjak duduknya sambil senyam-senyum.
“Tunggu dulu!! Kau mau ke mana??” tanyaku pada Hye Mi yang tetap menggandeng lengan Kyu.
“Ikut oppa. . .” jawabnya polos.
“Kau mau kuusir??” bentakku garang “Cepat masuk ke kamarmu dan berseskan barangmu!” bentakku sambil menunjuk pintu bekas kamarku dulu.
Dengan cemberut Hye Mi berjalan ke arah kopernya dan berjalan masuk ke dalam kamar.
Aku menghembuskan nafas keras-keras. Sepertinya bencana sudah datang. Satu bocah saja sudah cukup menyebalkan, sekarang bertambah satu lagi, aiiiissshhhhh………
Tiba-tiba Kyuhyun memelukku dari belakang erat.
“Kau benar-benar manis kalau sedang cemburu,” bisiknya pelan.
“Mwo? Cemburu?” aku mendelik dan berusaha melepaskan pelukannya.
“Ayolah. . . Akui saja,”
“Aku hanya kesal tidurku diganggu seperti tadi,”
Kyuhyun memutar tubuhku menghadapnya, masih memelukku erat. “Benarkah?” tanyanya sambil menatapku dalam. Lagi!!
Aigooo….Kenapa dia harus menatap seperti ituu? Membuatku salah tingkah dan berdebar-debar.
“Terserah apa katamu,” jawabku cepat sambil memandang ke arah lain.
“Kau benar-benar sangat manis,” Kyuhyun tersenyum kemudian meraih daguku dan mengecup bibirku kilat “Aku lapar, buatkan aku sarapan,” bisiknya kemudian melepaskan pelukkannya dan masuk ke dalam kamar lagi.
Aku mengacak-acak rambutku. Rasanya ingin sekali aku pindah ke tempat yang tidak ada satupun orang yang tau. kulangkahkan kakiku ke dapur dengan mata berat. Sepertinya aku harus menahan diri agar tidak memasukkan racun ke dalam makanan. Aku benci keadaan saat aku tidak berdaya di depannya!!
***

“Eonni… Aku lapaaaaaaarrr…” teriak Hye Mi.
“Aaaarrrrrggggghhhh…” Teriak Kyu yang kalah main game.
“Eonni… Cepat sedikiiiiiitt…” teriak Hye Mi lagi.
“Aiiiiissssshhhh……Siaaaaallll…..” teriak Kyu lagi.
DUAAAK!!
Kupotong daging ayam itu dengan kekuatan penuh hingga langsung terpotong menjadi dua bagian. Tapi tidak ada yang memperdulikanku. Hye Mi tetap teriak-teriak di samping Kyu yang juga teriak-teriak.
DUAK DUAK DUAK DUAK
Kupotong-potong ayam itu sekuat tenagaku dengan pisau dagingku. Aku benar-benar kesaaaaalllll……….. Apa jadinya kalau kami punya anak nanti, apakah akan seperti ini juga? ANDWAEEEE!!!
Cepat-cepat kuselesaikan masakan itu dan menatanya di meja makan. Dua orang setan itu (pasti tau maksudnya siapa) langsung menyerbu meja makan dengan gaduh. Dan aku langsung masuk kamar dan tidak akan keluar lagi.
Kupijat pelan pelipisku. Kepalaku terasa pusing. Aku benar-benar lelah. Sampai di rumah setelah pulang kuliah, mereka langsung menyuruhku memasak. Aissh…. Memangnya aku ini pembantu??!
Aku masuk kamar mandi dan berendam beberapa jam hingga aku ketiduran. Otakku sudah seperti mesin seharian ini. Saat aku keluar dari kamar, aku melihat dua orang itu sedang tertidur di sofa. Aku tersenyum menatap mereka. Mereka terlihat seperti dua kakak adik yang kelelahan setelah seharian bermain. Hye Mi tertidur pulas di bahu Kyuhyun dan Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada kepala Hye Mi.
Aku menepuk pipi Kyuhyun pelan. “Kyu. . .Bangunlah. . .”
Kyuhyun bergerak pelan kemudian membuka mata setengah. “Apa. . .?” gumamnya mengantuk.
“Kau ingin tidur disini??”
Kyuhyun menguap lebar-lebar kemudian menggeser kepala Hye Mi pelan.
“Pindahkan dia ke kamarnya dulu. . .” kataku pelan.
“Ne,”
Dengan pelan Kyuhyun mengangkat tubuh Hye Mi dan membawa gadis itu ke kamarnya. Setelah itu kami tidur di kamar. Namun baru sepuluh menit kami memejamkan mata, terdengar suara pintu diketuk.
“Oppaaa. . .” panggil Hye Mi dari luar kamar.
Aiiissh…. Kenapa gadis itu selalu menempel pada Kyu?
“Oppaaa. . .” panggilnya lagi.
Kyuhyun turun dari tempat tidur dengan mata setengah terpejam dan berjalan tersaruk-saruk ke arah pintu.
“Wae??” tanyanya setelah pintu terbuka.
“Aku tidak mau tidur sendiri. aku takut gelap. . .”
“Kenapa tidak kau nyalakan saja lampumu??”
Gadis itu menggeleng “Aku tidak mau tidur sendiri. aku ingin tidur dengan kalian. . .”
Aku menaikkan selimutku hingga menutupi kepala saking kesalnya dan menghitung angka satu sampai lima untuk menahan diri agar tidak berteriak.
“Jjagi. . .” Kyu memanggilku meminta pendapat.
Aku menurunkan selimut dan menatap mereka lelah “Aku di tengah,” kataku.
“Andwae. . . Aku ingin tidur di dekat Oppa…” kata gadis itu manja dan langsung memeluk lengan Kyu lagi.
“Baiklaaah… terserah kalian!!” kataku menyerah sambil menutupi kembali kepalaku dengan selimut.
Akhirnya Kyu yang tidur di tengah. Gadis itu tidur sambil tetap memeluk lengan Kyu. Sedangkan kyuhyun menarik tanganku dan menggenggamnya.
Sudah sejam. tapi aku tidak bisa tidur. Aku tidak bisa bergerak bebas karena tempat tidur yang terbatas. Akhirnya aku membuka mataku dan melepaskan tanganku dari genggaman Kyu pelan dan hati-hati. Kemudian aku berjalan keluar kamar dan pindah ke kamar yang ditempati Hye Mi sekarang. Aku berdiri di balkonnya, menikmati pemandangan luar.
Kota seoul masih tetap terang benderang oleh cahaya lampu. Aku menghembuskan nafas pelan. Aku masih saja sering berfikir bahwa tidak pernah terbayangkan olehku dulu kalau sekarang aku berdiri di sini. Betapa ajaibnya takdir. . .
Aku memeluk tubuhku sendiri saat merasakan hembusan angin yang dingin. Tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang dengan erat, membuatku hangat.
“Kenapa meninggalkanku??” bisiknya sambil membenamkan wajahnya ke leherku.
“Aku hanya tidak bisa tidur. . .”
“Lalu apa yang ingin kau lakukan??”
“Kyu. . . “
“Mm??”
“Bisakah kau bernyanyi untukku??”
“Kenapa tiba-tiba. . .”
“Aku hanya ingin mendengar suaramu. . . Hye Mi bilang suaramu bagus. Aku ingin mendengarnya. . .”
“Jadi kau tidak pernah mendengarkanku bernyanyi?? Meskipun saat aku konser ataupun di kaset, tidak pernah??”
Aku menggeleng pelan. Aku memang tidak pernah mempunyai fikiran untuk mendengarkan suaranya saat bernyanyi.
“Aaaish. . . Kau ini memang istri yang keterlaluan!!”
“Kau mau atau tidak??” tanyaku kesal.
“Baiklah. . . Kau ingin lagu apa??”
“Apa saja. . .”
“mmm. . .” Kyuhyun berfikir sejenak kemudian mulai bernyanyi lagu The One I Love.
Aku memejamkan mata saat mendengarkannya. Suaranya memang bagus. suara terbagus yang pernah kudengar. Aku heran kenapa aku tidak tau selama ini. Pantas saja dia menjadi salah satu vocal inti di Super Junior. Suaranya sedang, tidak terlalu berat, tapi dalam, membuat hatiku jadi hangat.
“Apa kau tertidur?” bisiknya pelan setelah menyanyi.
Aku menggeleng pelan masih dengan mata terpejam “Suaramu memang sangat bagus. . .” bisikku pelan.
“Benarkah, seharusnya kau membayarku karena aku sudah bernyanyi untukmu,”
Aku membuka mataku “Membayar?” tanyaku tidak percaya “Cho Kyuhyun, apa aku tidak salah dengar? Yang memberiku uang selama ini kau, dan sekarang kau meminta bayaran dariku?? Apa itu masuk akal??”
Kyuhyun memutar tubuhku dan menunduk menatapku. Ia memeluk pinggangku dengan erat. “Aku tidak memintamu untuk membayar dengan uang. . .”
“Lalu??” tanyaku bingung.
“Kau bisa membayarnya dengan hal lain,”
“Apa itu??”
“Lee Hyo Ra, bisakah kau mencium suamimu? Menciumku? Sekali saja kau yang menciumku lebih dulu,” tanyanya lembut.
Aku menatap matanya dengan ternganga “Kau. . .”
“Ayolah, sekali saja. . .” pintanya sambil menatapku dengan tatapan puppy eyes. Aiiiissh….
Biasanya aku langsung menunduk. Tapi entah kenapa aku tidak bisa mengalihkan tatapanku dari matanya. Ia terlihat seperti bocah yang sedang merengek meminta mainan kepada ibunya. Jantungku berdebar kencang dan lambat, jika terlalu berlebihan bisa dipastikan jantung ini tidak akan berdetak lagi.
Aku tersenyum menatap wajahnya yang memohon itu. Kulingkarkan kedua tanganku ke lehernya dan berjinjit untuk mengecup keningnya, kemudian hidungnya, pipi kirinya, pipi kanannya. . .
Kemudian aku memiringkan wajah dan melumat bibirnya dengan sangat pelan. ia langsung membalasnya dan mengulum bibirku lembut.
****

Aku baru saja pulang dari berbelanja. Dan sekarang aku sedang menyusuri koridor apartemen dengan membawa kantong-kantong belanjaanku.
“Maaf, apa kau tau di mana apartement nomor 1832??”
Aku menoleh dan mendapati seorang Ajhushi yang sudah setengah baya sedang menatapku sambil memegang secarik kertas. Aku mengerutkan alis. 1832?? Bukankah itu apartemenku dan Kyuhyun?!
“Ah, memangnya anda mencari siapa Ajhusi??”
“Aku mencari cho kyuhyun, kau mengenalnya??”
“Ah, ne, aku istrinya. ada apa dengan Kyuhyun??”
Ajhussi itu tampak terkejut “Istrinya??”
“Ya, benar,” jawabku sedikit heran.
“Kapan anak itu menikah??” gumam Ajhusi itu pelan tapi masih bisa kudengar “Aku ayah dari Kim Hye Mi, apa anak itu menemui Kyuhyun??”
“Ah, benar!! Hye Mi ssi saat ini sedang ada di apartement kami,” jawabku riang. Akhirnyaa. . . Ada juga orang yang akan mengambilnya pulang. “Mari ikut saya,”
Kami berdua berjalan menuju apartement.
“Siapa namamu??” tanya ajhussi itu.
“Lee Hyo Ra imnida”
“Ah, kapan kalian menikah?? Kenapa aku tidak tau?!”
“Kami menikah sudah setahun yang lalu. hanya keluarga dekat saja yang tau, kami tidak menikah secara besar-besaran,” aku teringat pernikahanku yang terpaksa setahun yang lalu, benar-benar sangat sederhana. Kalau bukan karena keluarga Kyuhyun yang meminta diadakan pesta, aku akan memaksanya menikah hanya dic atatan sipil tanpa pesta ataupun perayaan.
“Ah pantas saja,”
“Nah ini apartemen kami, Silahkan masuk,” kataku tersenyum sambil membuka pintu.
“Aaaaakkkkh…….”
“Huwaaa…..”
“Kyu__” aku membeku melihatnya. Apakah ini benar-benar nyata??
Hye Mi, gadis itu sedang terbaring di tengah pintu kamar mandi hanya dengan memakai handuk dan ada Kyuhyun di atasnya??”
“YAAK!! HYE MI, APA YANG KALIAN LAKUKAN???” Ajhussi itu berteriak dan langsung menghampiri mereka. Mendorong Kyu dari atas tubuh Hye Mi hingga kepalanya terbentur pinggiran pintu sementara aku masih membeku di tempatku. Kantong belanjaanku terjatuh ke lantai tanpa kusadari. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat. Benarkah itu suamiku?
Hye Mi gadis itu pucat pasi. Kepalaku terasa berdenyut-denyut, kemudian aku berbalik dan melangkah pelan keluar apartement.
“YAAK, HYO RA, TUNGGU!!!” masih kudengar teriakkan Kyu di belakangku.
“Mau kemana kau bocah? Kau harus bertanggung jawab pada putriku!!!” bentak ayah Hye Mi.
Di ambang pintu aku berbalik dan menatapnya “Selesaikan dulu urusanmu, setelah itu kita bicara. hingga itu belum selesai, jangan temui aku dulu,” ucapku pelan kemudian melangkah pergi dengan air mata yang menetes tanpa kusadari.
***

= Kyuhyun =

“OPPAAAAAA…..GYAAAAAA……..”
Kudengar teriakan Hye Mi dari dalam kamar mandi saat aku bermain game. Kutaruh pspku dan segera berlari kekamar mandi.
“Hye Mi waeyo?? Hye Mi??” teriakku sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
Sedetik kemudian hye mi membuka pintu dengan wajah pucat pasi. “A-ada ke-kecoak. . .” ucapnya terbata.
Aku masuk ke dalam kamar mandi itu untuk memeriksa “Di mana??” tanyaku sambil mengamati lantai.
“Di-disi. . .tu. . .” ia menunjuk ke bawah kloset.
Aku membungkuk mengintip ke bawah kloset, tiba-tiba saja hewan kecil itu keluar, berlari dengan cepat merayap di pinggir dinding ke arah Hye Mi.
“Gyaaaaaaaa……….” Hye Mi menjerit dan melompat, tapi karena kamar mandi yang basah dan licin bekas sabun, ia terpeleset.
“Woooo…..” aku mencoba meraihnya, karena tubuhku yang tidak seimbang akhirnya kami berdua terjatuh keluar dengan kaki masih di dalam kamar mandi.
Aku mengerang pelan.
“YAAK!! HYE MI, APA YANG KALIAN LAKUKAN???”
Aku terkejut saat tiba-tiba ada orang yang berteriak dan mendorongku hingga kepalaku terbentur. Aku meringis pelan sambil mengusap-usap kepalaku sementara ajhusi itu membantu Hye Mi berdiri. Bukankah itu kim ajhusi? kenapa ia ada di sini? Kemudian aku sadar bahwa Hyo Ra ada di sana, berdiri bagai patung dengan ekspresi wajah tidak percaya. Aiiisssh….. dia pasti salah paham.
“YAAK, HYO RA, TUNGGU!!!” teriakku saat ia membalikkan badan akan keluar dari apartement. Aku beranjak berdiri dan akan mengejarnya tapi kim ajhusi menarik baju belakangku.
“Mau kemana kau bocah? Kau harus bertanggung jawab pada putriku!!!” katanya garang.
Aiisssh……aku mencoba melepaskan tangannya.
“Selesaikan dulu urusanmu, setelah itu kita bicara. hingga itu belum selesai, jangan temui aku dulu. . .” kata Hyo Ra pelan di ambang pintu kemudian berjalan keluar.
“Yaak! Hyo Ra!!! Biar kujelaskan!! Tungguuuu!!” aku meronta-ronta dalam cengkraman Kim Ajhusi. Tapi Hyo Ra sudah terlanjur pergi.

“kau harus bertanggung jawab pada Hye Mi,” kata Kim Ajhusi dengan nada serius. Saat ini kami sedang duduk di ruang tengah.
“Bertanggung jawab apa? Aku tidak melakukan apa-apa!! Aku hanya mencoba mengusir kecoak yang ada,” jawabku datar
“Tidak bisa!!!” bentak Kim Ajhusi “Kau sudah melihat sebagian tubuh putriku, jadi kau harus menikahinya!”
“Assyiiiiik. . . Aku akan menikah dengan Oppa!!“ jerit Hye Mi girang sambil memeluk bantal sofa.
“MWO??” aku mendelik “Aku sudah punya istri Ajhusi!!” protesku.
“Jadi istri kedua aku tidak keberatan,”
“AKU TIDAK MAU ISTRI KEDUA!!” teriakku frustasi.
“Kalau begitu ceraikan dia dan menikah denganku!!” Hye Mi berdiri kemudian berkecak pinggang.
“Aku-tidak-akan-pernah-menceraikannya-atau-menikah-lagi,” kataku lambat-lambat, menekan setiap kata sambil menatap Hye Mi tajam lalu langsung masuk kamar.
BRAAAAK. . .
Kubanting pintu kamar dengan keras dan bersumpah aku tidak akan keluar sebelum mereka berdua pergi dari rumah ini.
***

= Author =

BRAAAK. . .
Hye mi dan ayahnya saling berpandangan setelah kyuhyun membanting pintu keras-keras. Kemudian mereka saling duduk berdekatan di sofa sambil sama-sama memandang pintu kamar Kyuhyun.
“Aku tidak tau kalau dia bisa semarah itu,” gumam Kim Ajushi.
“Aku juga,”
“Kau tau kalau dia sudah menikah??”
“Aku baru tau setelah sampai di sini,”
“Lalu sekarang bagaimana??”
“Aku masih belum bisa melepaskannya Appa, aku menyukainya dari dulu,”
“Ya, appa juga menyukainya. dia benar-benar menantu yang ideal. (Tunggu sampek sifat iblisnya keluar, masih tetep ideal gak tuh,) Bagaimanapun kau harus menikah dengannya,”
“Apakah dia mau??”
“Dia harus mau,”
***

= Lee Hyo Ra =

Aku benar-benar tidak tau harus ke mana. Apakah aku harus menemui Appa?? Tapi saat ini ia sedang sibuk menjalankan bisnis toko sepatunya. lagipula aku tidak ingin appa sedih. Dia sudah cukup berusaha keras untuk bisa membayar hutangnya.
Aku duduk disebuah bangku taman sambil termenung. Aku ingat, di taman inilah aku bertemu dengan Kyuhyun. Apakah semua ini sudah berakhir?? Aku percaya Kyuhyun tidak akan melakukan hal itu. tapi melihat mereka seperti itu, di kamar mandi, membuat dadaku sakit.
Sebaiknya aku menemui Appa. aku beranjak dari dudukku dan berjalan dengan pikiran kacau. Tiba-tiba aku menatap sebuah cahaya menyilaukan. Aku langsung berjongkok, menutup telinga dan mata rapat-rapat.
Ban mobil itu berdecit dan berhenti dengan jarak sepuluh senti dariku.
“Kau tidak apa-apa?” aku mendengar suara seorang gadis dan membuka mataku pelan.
“Hyo Ra ssi?”
Aku menatap terkejut kepada seseorang yang ternyata mengenalku. Dan aku juga mengenalnya. Dia Lee Hyuk Jae atau Eunhyuk, teman satu grub di Super Junior bersama Kyuhyun.
“Apa yang kau lakukan di sini??” tanyanya sementara sang gadis membantuku berdiri.
“A-aku. . .” aku masih bingung menatap mereka.
“Kau ada masalah dengan Kyuni??” tanya Enhyuk.
Aku menatapnya resah. Apakah aku harus memberi tahu mereka.
“Lebih baik kita bicara di tempat lain,” kata gadis yang bersama eunhyuk itu.

“Ini Kim Yoon Hye, istriku,” kata eunhyuk memperkenalkan gadis itu. [baca ff family by accident]
“Lee Hyo Ra imnida,” Aku menundukkan kepalaku kepada wanita itu dan dia membalasku sambil tersenyum. Wanita itu masih muda, mungkin seumuran denganku. (iya lah, sama-sama gue ini kekekek…)
“Memangnya kau ada masalah apa dengan Kyu??” tanya laki-laki itu langsung.
“Kalau kau tidak ingin menceritakannya tidak apa-apa. jangan memaksakan diri,” kata gadis itu lembut.
Aku menatap mereka gelisah sambil menggenggam secangkir capucino yang hangat. Apakah aku harus menceritakannya pada mereka? Tapi aku tidak tau harus bagaimana lagi.
“Ada seorang gadis_”
“Mwo?? Kyu selingkuh dengan gadis lain??”
Pletaak. . .
“YAA!!”
Aku menatap terkejut pada eunhyuk yang baru saja dijitak istrinya.
“Dengarkan dulu pabo!!!” bentak Yoon Hye.
“Aku terlalu shock,” jawab Eunhyuk sambil nyengir. ia mengusap-usap kepalanya yang kelihatannya sakit.
“Lanjutkan, jangan pedulikan Kunyuk bodoh ini,”
Aku menatap terpana pada Yoon Hye. ia benar-benar mirip denganku. (Hyo Ra dan Yoon Hye satu orang ya readers, itu namaku semua, hahah #serakah) Apa memang semua anggota Super Junior orangnya sama? Sama-sama tidak waras dan menyebalkan seperti Kyu?
“Ada seorang gadis. . .” ulangku “Namanya Kim Hye Mi. dia dulu adalah tetangga Kyuhyun yang kemudian pindah ke Jepang. Tiba-tiba saja gadis itu datang pada Kyu dan bilang bahwa ia kabur dari rumah karena dipaksa ayahnya untuk menjadi koki. Sedangkan ia ingin menjadi penyanyi. Tadi. . . Ayahnya datang. tapi saat aku dan paman itu masuk apartemen, aku melihat mereka berdua ada di tengah-tengah pintu kamar mandi. sepertinya habis terjatuh. Dan gadis itu. . . Gadis itu masih memakai handuk. Lalu aku langsung pergi. . .”
“Apakah dia sexy???”
Pletak!!
Jitakan kedua itu mendarat di kepala Eunhyuk dengan sukses. Aku mengira-ngira apa laki-laki ini tidak gagar otak??
“Kalau kau bicara lagi, aku akan membunuhmu Kunyuk!” bentak Yoon Hye.
“Baiklaaah…..” kata laki-laki itu mengalah.
“Lalu kyuhyun bagaimana??” tanya Yoon Hye.
“Aku bilang kepadanya kalau ia boleh menemuiku setelah urusannya dengan gadis itu. Kami bercerai atau tidak, akan tergantung nanti,”
“Lalu sekarang kau mau ke mana??”
Aku menggeleng pelan. aku tidak memang tidak punya tempat tujuan. “Aku tidak tau. Aku ingin pulang ke rumah Appa, tapi aku takut nanti ia akan bertanya macam-macam. . .”
“Kau boleh tinggal di rumah kami kalau kau mau, benarkan Hyu?”
“Ne, tentu saja,”
“Kalian baik sekali. . .”
Yoon Hye tersenyum “Bukan masalah, lagipula kau belum pernah melihat putra kami Jaeyoon bukan?? Dia baru berusia 3 bulan sekarang. . .”
“Benarkah?? Ia pasti sangat lucu,”
“Dan tampan sepertiku,” tambah eunhyuk dan langsung cepat-cepat melindungi kepalanya dengan tangan saat melihat tatapan garang dari yoon hye.
“jangan pedulikan kunyuk, dia memang menyebalkan,”
Aku ingin tertawa mendengar nama aneh itu, tapi mulutku terasa kaku untuk tertawa.
“Kamsahamnida. . .” ucapku pelan. sepertinya tinggal di rumah mereka beberapa hari bukan hal yang buruk.

= Kyuhyun =

Aku duduk di sudut kamar ini. Aku belum keluar sama sekali selama dua hari ini. Aku masih mendengar suara hye mi dan ayahnya di luar kamar. Ini benar-benar konyol. Dasar Kecoak sialan, seumur hidupku aku akan membencimu!!
Tubuhku terasa lemah karena tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam perutku. Penampilanku juga sangat kacau. Tapi aku tidak perduli. Hyo ra menon-aktifkan ponselnya. Dan ia sama sekali belum menghubunginya. Di mana dia sekarang ini??
Tiba-tiba kudengar suara ponselku berbunyi. Aku meliriknya sekilas dan melihat nama hyuki hyung berkedip-kedip di layar ponselku. Ada apa Hyuki hyung meneleponku?? Kuraih benda itu dengan malas.
“Yeobseo??” jawabku dengan suara serak begitu telepon tersambung.
“Yaak Cho Kyuhyun, istrimu sekarang sedang ada di rumahku, dia baru saja kecelakaan mobil!!”
“MWO???” seruku dan langsung beranjak bangun.
“Cepat kau datang kemari!!”
Aku melempar ponselku dan berlari membuka kamar. Dua orang yang tidak ingin kulihat tampak terkejut menatapku dari sofa tempat duduk mereka. Tanpa bicara apapun aku langsung berlari menuju pintu keluar.
“Yaaak Cho Kyuhyun!! mau kemana kau??”
Kudengar teriakkan Ajushi di belakangku, tapi aku tidak perduli. Aku terus berlari. Tiba-tiba seseorang menarik baju belakangku saat aku akan menyebrangi jalan.
“Mau kabur kemana kau??” tanya Kim Ajushi sambil mencengkram bajuku.
“Ajhusi lepaskan aku. . . Hyo Ra kecelakaan, kumohon!!” pintaku sambil mencoba melepaskan tangan pria itu.
“Lalu bagaimana dengan putriku??”
“DIA LEBIH PENTING DARI APAPUN!!! LEPASKAN!!!”
Sejenak kami terdiam dengan saling memandang.
“Oppaaaa awaaaaaassssss………”
Aku mengerjap mendengar teriakan Hye Mi kemudian sadar bahwa ada sebuah truk yang melaju ke arah kami. Dengan cepat aku melompat dan mendorong Kim Ajushi mundur hingga kami berdua terjatuh. Kepalaku sempat terbentur tiang lampu hingga berdarah. Rasanya berdenyut-denyut nyeri, tapi aku tidak perduli. Aku harus menemui Hyo Ra. Aku bangkit kemudian menyetop sebuah taksi dan masuk kedalamnya.

Begitu sampai di depan rumah Hyuki Hyung aku langsung membuka pintu taksi. Tapi baru setengah pintu itu terbuka, sopir taksi itu meminta bayaran.
“Kau tidak membawa uang??” tanya sopir itu garang.
“A-aku. . . “ aku tergelagap saat menyadari aku hanya memakai kaos dan celana panjang yang masih sama dengan dua hari yang lalu tanpa membawa sepeser uang pun “Ajushi tunggu dulu di sini, istriku sedang mengalami kecelakaan, aku akan cepat kembali!!” kataku cepat dan langsung turun dari taksi dan melesat ke dalam rumah Hyuki Hyung.

= author =

Hye Mi menangis terisak melihat kejadian itu. Ia benar-benar takut. Dihampiri ayahnya, dibantunya pria itu bangun.
“Yaak Cho Kyuhyuun. . .Jangan kabur kau!!!” teriak Ayah Hye Mi sambil berusaha berdiri.
“Appa sudahlah. . . Tidak ada gunanya lagi!!!” isak Hye Mi.
“Ta-tapi. . .”
“Dia bukan satu-satunya laki-laki. Aku dan dia tidak mungkin bersama. Lebih baik kita pulang,”
Hye Mi berjalan cepat kembali ke apartemen meninggalkan Appanya yang masih memandang bingung antara ia dan jalan raya tempat kyuhyun menyetop taksi.
Hye Mi berjalan sambil terisak di koridor apartement. Baru saja ia hampir kehilangan dua orang yang amat disayanginya.
“Maaf Agashi, gelangmu terjatuh,”
Hye Mi menoleh dengan terkejut. Di sebelahnya, seorang namja sedang tersenyum sambil mengulurkan sebuah gelang.
Hye mi menerimanya dengan ragu “Kam-kamsahamnida,”
“Kau sedang menangis??” tanya laki-laki itu. “Butuh ini??”
Hye mi terpana menatapnya. laki-laki itu sedang mengulurkan sebuah sapu tangan kepadanya.
“Pakailah. . .” katanya lembut.
Hye Mi menerimanya pelan kemudian menghapus air matanya.
“Kamsahamnida. . .”
“Kau bisa berterima kasih dengan minum teh denganku, bagaimana??” tanya laki-laki itu “Ini kartu namaku, hubungi aku nanti,” Kemudian laki-laki itu berjalan pergi meninggalkan Hye Mi yang masih terpana menatapnya.
“Hye Mi, kau tidak apa-apa??” tanya Appanya yang baru sampai di tempatnya. Namun gadis itu tidak memperdulikannya. Ditatapnya kartu nama itu.
“Shim Chang Min??” gumam Hye Mi pelan.
“Siapa??”
“Bukankah dia. . . “
***

= lee hyo ra =

Aku sedang berjongkok di depan tanaman bunga Kantil milik Ki Jou Koo, salah satu paman Eunhyuk yang tertua. Semua tanaman-tanaman di sini benar-benar khas Indonesia. Aku pernah melihatnya di rumah mama dulu. (Inget, hyo ra tu cewek blasteran indo-korea)
“Hyo?? Hyo???”
Aku tersentak kaget saat mendengar suara itu. Bukankah itu suara Kyu?? Sedang apa dia di sini??? Cepat-cepat aku beranjak dari tempatku dan pergi ke arah sumber suara. Aku terpana saat melihat dia, Cho Kyuhyun ada di sini dengan penampilan. . . yang bisa dibilang seperti gelandangan. Laki-laki itu berjalan cepat membuka pintu-pintu yang ada di rumah ini. terdengar jeritan sang punya kamar di mana-mana saat orang yang tidak diduga membuka pintu kamarnya tanpa ijin.
“Cho Kyuhyun, sedang apa kau di sini??” panggilku cepat sebelum terjadi perang di rumah ini.
Laki-laki itu membeku kemudian berbalik dan menatapku. Sedetik kemudian ia berlari menghampiriku dan memelukku erat.
“Syukurlah kau tidak apa-apa. . .” desahnya lega.
Aku mengerutkan alis “Memangnya aku kenapa??” tanyaku heran.
Ia melepaskan pelukkannya dan memegang kedua bahuku. Ia menatapku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Aku masih bingung dengannya. Kulihat matanya yang merah dan kepalanya yang terluka. Ada apa dengannya???
“Hyuki Hyung bilang kau mengalami kecelakaan?? Apa aku salah??” tanyanya bingung.
“Aku tidak mengalami apapun,”
“Aiiiissssh…….. ternyata dia menipuku!!! Aku benar-benar tidak tau harus bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu,” katanya frustasi.
Aku terdiam menatapnya. Otakku masih belum bisa berfikir.
“Kumohon Hyo, pulanglah. . .” pintanya pelan “Kita bicarakan ini sama-sama. . .”
Aku menggeleng pelan. “Selama urusanmu dengan gadis itu belum selesai, aku tidak akan pulang. . . Kau bisa menemuiku lagi dengan atau tanpa surat cerai nanti. . .”
“Su-surat cerai??” kulihat ada keterkejutan di matanya “Kita tidak akan bercerai Hyo Ra, tidak akan!!”
“Lalu bagaimana gadis itu Kyu?? Kau tidak mungkin meninggalkannya karena kalian. . . kalian. . .” kata-kataku tersangkut ditenggorokan. Air mataku mulai menggenang.
“Bisakah kau beri aku waktu tiga menit untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi??”
Aku menatapnya sejenak. Mata itu. . . Mata itu menatap penuh harap dan aku merasa menjadi lemah.
“Bicaralah. . . “ kataku lelah.
Kyuhyun mulai berbicara. Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
“Jadi itu semua karena Kecoa??” tanyaku dengan alis terangkat.
“Ne, itu semua tidak seperti apa yang kau bayangkan. Aku berani bersumpah padamu Hyo Ra. Aku tidak bohong, karena satu-satunya kebohonganku adalah saat aku mengatakan aku tidak mencintaimu. . .”
Air mataku jatuh begitu saja. Aku menatapnya tanpa suara. Aku tidak percaya suamiku bisa melakukan hal yang seperti itu. Tidak, ia tidak akan pernah melakukannya, karena aku mengenalnya.
Aku mengangkat lenganku kemudian melingkarkan ke lehernya dan memeluknya dengan keseluruhan hatiku. “Aku percaya kepadamu. . .” bisikku pelan.
Kudengar ia mendesah lega sambil membalas pelukanku. Tiba-tiba. . .
Prook. . . prook. . .prook. . .
Terdengar gemuruh tepuk tangan dan teriakkan-teriakan ramai.
“Yeeeeeyyy…….”
“Suuuiiit. . .suuuiiit. . .”
Aku langsung melepaskan pelukanku dan mengerjap kaget. Di atas, di lantai dua, semua orang sedang melihat kami, termasuk Eunhyuk. Kurasakan wajahku panas, aku menunduk dalam-dalam.
“Yaaak Hyung!!! Kenapa kau menipuku???” teriak Kyu pada Hyuki yang sedang tertawa lebar di atas sana.
“Kalau tidak begitu kau akan menjadi mayat hidup, lihat dirimu!!!” saut Eunhyuk.
Aku melihat Kyuhyun naik ke atas menghampiri Hyuki.
“Kau mau apa?” tanya Hyuki yang sudah siap dengan kuda-kudanya.
“Minta uang!!” kata Hyu sambil menyodorkan tangannya.
“Mwo?? Kau pikir aku milyader??”
“Kau yang membuatku kemari tanpa membawa uang!! Aku harus membayar taksi!!”
“Andwae!!”
Pletak!!!
“Yaak Eomma!!! Kenapa kau memukulku?” teriak Eunhyuk sambil meringis kesakitan.
“Sampai kapan sifat pelitmu itu akan hilang??!” dengus ibu Eunhyuk kemudian memberi uang Kyuhyun dua ratus ribu won.
Kulihat Kyuhyun berterima kasih pada ibu Eunhyuk kemudian menjulurkan lidah pada Eunhyuk.
Aigooooo….. Seharusnya ia tidak melakukan itu, membuat malu saja.
Ia kembali menuruni tangga dan menghampiriku lagi.
“Ayo kita pulang!!” katanya sambil menggandeng tanganku. “Kita bicara di rumah. . .”
Aku menatap mereka semua yang di atas kemudian membungkukkan badan dalam-dalam untuk menyatakan rasa terima kasihku dan ucapan pamitku. Kemudian Kyuhyun menariku melangkah pergi. . .
***

“Kau yakin mereka masih ada di rumah??” tanyaku saat sudah berada di depan pintu apartemen.
“Aku tidak tau, mungkin saja. . . Sepertinya Kim Ajhusi tidak mau melepaskanku!!” Kyuhyun menghela nafas lelah.
“Kita akan menghadapinya bersama. . .” kataku sambil menatapnya.
Ia tersenyum padaku dan mempererat genggaman tangannya. Kemudian ia menekan-nekan sandi apartemen dan membuka pintu itu.
Aku mengerutkan alis heran, kenapa tidak ada tanda-tanda kehidupan?? Aku berpandangan dengan Kyu sejenak, kemudian ia melangkah menuju dapur sedangkan aku memeriksa bekas kamarku. Rapi. . . Tidak ada barang-barang Hye Mi lagi.
“Jjagi. . .”
Aku menoleh dan menghampiri kyuhyun yang sedang membaca secarik kertas.
“Apa itu??”
“Bacalah!”

Oppa. . . Aku benar-benar minta maaf sudah merusak hari-hari kalian. Terus terang (terang terus, PHILIP!! *PLAK*) aku datang ketempatmu, bukan karena kabur dari rumah, tapi itu semua atas keinginanku sendiri. Dari dulu aku menyukaimu. . . Hingga saat ini-pun masih sama, kau tidak tau betapa terkejutnya aku saat tau bahwa gadis itu, Hyo Ra ssi, ternyata adalah istrimu. Awalnya aku bertekad akan merebutnya darimu, tapi beberapa hari ini aku sadar bahwa kau tidak akan pernah bisa lepas darinya. karena itu. . .Aku akan melepaskanmu dan mencari seseorang di luar sana yang lebih baik darimu (kau pasti akan menyesal nanti!!), baiklah, maafkan sikapku dan Ayahku yang sudah mengganggu kalian, aku akan belajar vocal dengan baik dan mungkin suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi dan bernyanyi bersama seperti dulu. Selamat tinggal. . . Aku menyayangimu,, semoga kalian bahagia. . .
Kim Hye mi

Aku dan kyu saling berpandangan.
“Dia sudah pergi. . .” gumamku pelan.
“Ya. . . Sepertinya begitu,” balas Kyu “Aah. . . Sebenarnya dia anak yang manis dan tidak galak. . .” aku melihatnya melirikku.
PLETAK
“Aaaww. . . Kenapa kau memukulku???” protes Kyu keras.
“Aku banyak belajar dari istrinya Hyuki Oppa!! Kalau kau macam-macam jangan salahkan aku jika kau akan mengalami gagar otak!!”
“Baiklah baiklah. . . Kepalaku sakit sekali. . .”
Aku mengerjap kaget melihat Kyu yang sedang memegangi kening kanannya. Aku baru ingat kalau kepalanya terluka.
“Kau baik-baik saja??” tanyaku cemas “Cepatlah mandi, setelah itu akan kuobati lukamu!!”
“Ne,” jawabnya menurut.

“Kenapa bisa seperti ini??” tanyaku sambil mengusap-usapkan kapas yang ada obat kekeningnya.
“Terbentur tiang pinggir jalan!!” jawabnya sambil meringis kesakitan.
“Kau jalan tidak menggunakan mata?? Kenapa bisa sampai terbentur??”
“Saat akan menemuimu aku sempat bertengkar dengan kim ajhusi di pinggir jalan, ada mobil yang nyaris menabrak kami. jadi aku mendorongnya dan kami berdua terjatuh. kepalaku tidak sengaja membentur tiang!!”
Aku menatapnya tidak percaya. Apakah ia benar-benar berkelahi dengan Kim Ajhusi??!
“Kalian baik-baik saja bukan??”
“Ne, kami tidak apa-apa,”
Aku memegang wajah kyu dan meniup-niup lukanya pelan. “masih sakit??”
“Tidak seberapa,” gumamnya.
“Sebentar lagi selesai. . .” kuambil perban dan kutempelkan untuk menutupi lukanya, kemudian kurekatkan dengan plaster. “Nah sudah selesai!!”
Aku menatap wajahnya dan terkikik pelan melihat tampangnya. Ia semakin kelihatan konyol.
“Ya, tertawalah terus!!” sungutnya.
Aku semakin terkikik melihat wajahnya cemberut seperti itu, ia benar2 seperti anak kecil.
“Tidak ada Hye Mi rumah menjadi sepi,”
Aku mengerjap menatap kyuhyun. Benar juga. . . “Kau benar, rumah menjadi sepi. . .”
“Kau tidak membencinya??” tanya Kyuhyun heran.
“Kenapa aku harus membencinya??”
Ia tersenyum dengan bibir setengah miring. Senyum favoriteku “Kau memang benar-benar baik. aku beruntung mempunyai istri sepertimu. padahal saat itu aku menemukanmu di jalan,” ia terkekeh.
Aku mengerucutkan bibirku “Aku juga sebelumnya tidak menyangka sama sekali akan menikah dengan orang yang tidak kukenal saat baru saja patah hati. Bukankah itu sangat aneh??”
“Ya, hidup itu memang aneh,” balas Kyuhyun “Ngomong-ngomong. . . Kau ingin rumah ini tidak sepi?? Akan kubuat sesuatu yang bisa meramaikan rumah ini,”
Tiba-tiba saja Kyuhyun mendekatkan wajahnya kepadaku.
“A-apa maksud. . .mu??” tanyaku tergelagap sambil memundurkan kepalaku, kurasakan nafas hangatnya menyapu wajahku.
“Bukankah kalau ada seorang bayi, rumah ini tidak akan sepi lagi??”
“Ba-ba. . .yi. . __”
Belum selesai aku bicara Kyuhyun sudah mengulum bibirku. Tangannya meraih tombol lampu meja di belakangku dan menekannya. Ruangan menjadi gelap, hanya cahaya bulan yang masuk melewati jendelanya.
Ia terus melumat pelan bibirku dan aku membalasnya. Aku benar-benar merindukannya. . . kulingkarkan lenganku ke lehernya erat.

FIN

last editing 28 Maret 2012