Tags

, ,

my psycho

~prolog~

Kim Heechul, adalah seorang actor dan penyanyi terkenal. Dia adalah salah satu anggota dari Super Junior. Dan saat ini, ia sedang menuju lokasi pemotretan di busan. Ia menyetir sambil mengangguk-angguk mengikuti irama musik dari mobilnya.
ngguk angguk angguk angguk angguk. . . leng geleng geleng geleng geleng. . .
Tiba-tiba saja mobilnya terkentut-kentut (Bahasa apa ni?!). Maklum karena mobil yang dikemudikannya itu adalah mobil ayahnya Leeteuk yang dibeli di era zaman Dinasti Ming (Gak usah dibayangin soalnya gak ada mobil di zaman itu!!). Dan akhirnya tu mobil kena serangan jantung dan berhenti mendadak, alias mogok.
“Wah, kenapa mobil ini??” gumam Chullie bingung “Baru sebulan yang lalu kena Diabetes, masa sekarang uda kena serangan Jantung?!”
Akhirnya Chullie pun turun dari tu mobil dan menghubungi si Teukki, Leader dari Super Junior.
“Hallo Teukki?? Ini aku, manusia paling tampan diabad ini yang sedang terkena sedikit kesialan karena mobil yang kau pinjami kemarin sekarang sedang terkena serangan Jantung!!”
=_=” -> muka teukki.
“Ah kau itu bagaimana sih, kenapa bisa kena serangan jantung?? Tu mobil sudah makan belom??” Tanya Teukki dari seberang nan jauh di sana.
“Eh, iya!! Tadi lupa nggak sarapan!!” jawab Chullie sambil nyengir, tidak menyadari bahwa di sela-sela giginya terdapat hiasan merah-merah delimanya kulit cabe bekas sambal yang dimakan tadi pagi sama lalapan Babi goreng.
“Aigooooooo. . .Kau itu bagaimana?! Baiklah, akan kusuruh Hankyung menjemputmu!!”
“Ok, jangan lama-lama ya, nanti wajahku yang tampan ini jadi kusut!!”
“Gampang! Sudah kusiapkan seterika di sini, mau pakai parfum apa? Rapika atau Kissprei??”
“Ah, kau itu!! Baiklah, suruh Hankyung cepat kemari!!”
Chullie menutup ponselnya dan mengamati daerah sekelilingnya. Ia mengusap butir-butir keringat yang segede biji Jagung di wajahnya. Cuaca hari ini sangat cerah. Tiba-tiba matanya menatap sesuatu yang begitu mempesona. Matanya yang sipit langsung melebar. Di sana dihalaman sebuah rumah, ada seorang gadis yang sedang memandikan anjingnya bersama anak kecil yang kira-kira berusia 8 tahun.
Gadis itu sedang tertawa riang sambil mencoba menghindari semprotan air dari slang yang dibawa oleh anak laki-laki kecil itu. Rambutnya yang basah, Kaos lengan pendeknya yang basah, melekat erat di tubuh gadis itu, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Mereka sedang bermain air rupanya. Tatapan chullie tidak lepas dari gadis itu. Baginya, gadis yang basah itu sungguh mempesona. “Water Girl. . .” gumamnya tanpa kedip.
Tiba-tiba ia mendapat sebuah ide, dengan senyum menawan (atau malah mengerikan), ia berlari menuju gadis itu.

Vea atau Kim Yoon Hye, gadis blasteran Indo-Korea (Yang gak terima silahkan protes dalam hati, hohoh. . . ) saat ini sedang berada di rumah bibinya di desa dekat kota Busan. Saat ini, ia sedang memandikan anjing kecil milik Lee Hongki, anak bibinya yang diberi nama Jollie.
“Aargh. . . Hongki ya.. Hentikan. . . Kau membasahiku!!” jerit Vea riang. Mereka tertawa-tawa sambil menyabuni Jollie dengan sabun Lux, agar badan Jollie, harum dan lembut seperti bintang (Lha?)
Vea menutupi mukanya dengan tangan mencoba menghindari semprotan air dari Hongki. Namun tiba-tiba saja ia merasa ada aura-aura yang aneh. Hongki tidak ikut tertawa lagi, dan Jollie menggonggong terus seperti melihat setan.
Vea mencoba mengintip dari sela-sela jarinya “Aaaaaaaaaarrrrrrggggggghhhhhh………” teriaknya hingga tujuh oktaf saat melihat seorang laki-laki cantik (atau malah banci?!) yang sedang berjongkok di tempat Hongki tadi sambil menyemprotkan air ketubuhnya diikuti cengiran lebar, memperlihatkan aksesoris giginya. Sementara Hongki, anak itu sedang berdiri kebingungan di sebelah pria itu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Pengintiiiiiiiipppppp!!!!!” jerit Vea histeris “Jollie, serang dia!!!!”
“Guk” anjing itu dengan sigap langsung melompat ke arah pria itu dan membuat pria itu jatuh.
Vea langsung mengambil selang air itu dan menyemprot pria itu hingga basah kuyup “pergi kau!!!” bentaknya galak.
“Aaargh……hentikan!!!” jerit pria itu sambil mencoba menyingkirkan Jollie. Kemudian iapun berlari pergi.
“Ayo masuk!!” kata Vea begitu pria itu pergi. Kemudian ia mengunci semua pintu rumah bibinya dan menutup semua jendela.

Hankyung sedang celingak-celinguk menatap kedalam kaca mobil ayahnya teukki. “Hyung kemana ya??” gumamnya pelan.
“Yaa!! Hankyung ah, kau sudah datang?!!” tanya Chullie.
“Kau dari mana Hyung? Kenapa basah kuyup? Apa dinsini hujan tadi??” Tanya Hankyung heran.
“Aku habis mendinginkan badan tadi. Di sini sangat panas, nanti kulitku yang indah ini jadi hangus!! Kenapa kau cepat sekali datang??!”
“Mwo??”
“Ani!! Ayo, anak-anak pasti sudah menunggu!!”
“Kita naik mobil SM Management Hyung, nanti mobil ini akan diambil oleh orang bengkel,”
“Arasso!!”
Kemudian mereka berdua pun pergi dari tempat itu.

“Benar, hari ini aku akan tinggal di Apartement baruku!! Kau harus ke sana nanti!!” kata Vea pada Shin Hye ditelphone. Ia sedang berjalan melewati pertokoan saat itu. Sebelah tangannya yang bebas sedang mengayun-ayunkan tas tangannya yang berwarna hitam. “Mmm. . . Aku sedang dalam perjalanan pulang sekarang . . . ya, nanti kubungi kau lagi!!” Vea menutup ponselnya dan menghembuskan nafas pelan. Ia baru saja pulang dari kampus dan ingin cepat-cepat pulang ke Apartementnya.
“Hai!!” sapa seseorang.
Vea terpana menatap pria di hadapannya itu. Bukankah dia pria yang ada di Busan seminggu yang lalu?!
“Kim Heechul imnida!! Salah satu member Super Junior yang paling terkenal dan paling berbakat!!”
=_=” Vea tetap diam tidak berkomentar apa-apa. Ia terlalu kaget dengan manusia aneh yang tiba-tiba menyapanya itu. Sementara gadis-gadis disekitar mereka sudah berteriak-teriak histeris memanggil-manggil pria itu.
“Kau tidak percaya??” tanya Chullie “Aku bisa membuktikannya,”
“Mwo?” tanya Vea masih bingung.
“Lihat ini!!” kata chullie dan ia pun langsung bernyanyi dan dance dengan indah (baginya).
Vea menelan ludah menatap pria itu. Apa benar dia itu seorang actor?! Kenapa kelihatannya lebih mirip orang gila??! Pelan-pelan Vea berjalan mundur, menembus kerumunan gadis-gadis dan kemudian kabur secepat-cepatnya meninggalkan kehebohan di belakangnya.
“Gila, bisa kurus ne gw kalo meraton tiap hari!!” gumam Vea dalam bahasa Indo dengan ngos-ngossan.
Kemudian ia berjalan ke arah mesin minuman dan membeli sebotol jus. Dibukanya botol itu dan langsung diteguknya hingga habis. Ia terkejut, sambil membalik botol minuman itu, namun tidak ada satupun tetesan yang masih tersisa. Ia tidak menyangka ia sehaus itu.
“Mau tambah?!” tanya seseorang di sebelahnya sambil menyodorkan sebotol jus yang sama tepat di hadapan Vea.
Vea mengambil jus itu dan langsung meninum separuh isinya. “Kamsaham. . . “ ia melotot saat tau siapa yang memberinya jus itu, pria cantik itu, Kim Heechul!!!
“Aaaarrrgh. . . “ jerit Vea dan langsung ambil langkah satu milyar per menit.
Kali ini ia tidak berani berhenti dan terus berlari menuju halte bus. Ia baru lega saat sudah duduk di dalam bus. “Gila gila gila, tu orang kayak setan aja, nongol di mana-mana!! Tu orang psyco kali ya?!” gerutunya panjang lebar.

“Kau darimana saja?? Kenapa lama sekali mengangkat telephone??” omel Shin Hye begitu Vea mengangkat telphonenya bahkan sebelum gadis itu menempelkan ponselnya ke telinga.
“Mianhae. . . Aku baru bangun tidur!! Hoaaaaammm. . . .” jawab Vea sambil membuka mulutnya lebar-lebar seperti trowongan Cassablanca yang siapa berani masuk ke dalamnya bisa dipastikan tidak akan keluar lagi. Pingsan karena bau naganya.
“Omo. . . Kau baru bangun??? Gadis macam apa kau ini?!”
“Aku sangat lelah kemarin, ada orang gila yang mengejar-ngejarku!!”
“Mwo? Siapa??”
Vea baru akan menjawab saat bell Apartementnya berbunyi. “Nanti kuhubungi kau lagi!!” kata Vea cepat dan langsung menutup ponselnya.
Ia turun dari tempat tidurnya dan melangkah menuju pintu dengan memakai sandal kelincinya lengkap dengan piama biru muda serta rambutnya yang seperti jerami kusut. Dibukanya pintu itu, ternyata seorang loundry yang mengantarkan bajunya. Kemudian ia kembali menutup pintu dan melemparkan gantungan baju-baju itu ke sofa. Setelah itu ia menyalakan music TVXQ keras-keras dan pergi mandi.

Chullie, saat ini ia sedang tidur nyenyak bersama Hankyung. Mereka baru tidur jam 3 pagi setelah pulang dari syuting MV Bonamana yang menguras tenaga dan waktu. Tiba-tiba saja bobok nyenyaknya itu terganggu karena seseorang yang tinggal di dorm sebelahnya menyalakan music dengan sangat keras. Dan kebetulan kamar dinding kamar Chullie jadi satu dengan dorm di sebelahnya.
“Sialan, siapa sih yang teriak-teriak tidak jelas pagi-pagi begini??! Sudah suaranya tidak bagus!!” runtuknya pelan.
#plakplakplak
*Chullie di hajar cassie*
“Mmmm. . . Ada apa Hyung…??” gumam Hankyung tidak jelas yang masih menggeliat-geliat di kasur.
“Akan kubunuh dia!!” kata Chullie marah. Ia bangun dari tempat tidurnya masih dengan mata setengah terpejam.
“Mwo??” hankyung tersentak kaget dan langsung melek . “Hyung jangan Hyung!!” teriaknya panik sambil mengekor di belakang Chullie.
Mereka berdua berjalan keluar dari dorm masih dengan telanjang dada dan celana kolornya yang berwarna hijau, disertai rambut acak-acakkan.
“Hooiiii!!!!”teriak Chullie sambil menggedor-gedor pintu dorm sebelah kamar mereka itu. “Cepat keluar!!! Kau ingin mati ya?!! Apa kau tidak tau aku baru tidur empat jam???”
“Hyung. . . Ayo kita kembali saja!!!” rengek Hankyung sambil narik-narik kolor ijonya Chullie.
BRAAAK. . .
Pintu terbuka. Chullie mematung dengan posisi tangan masih diatas. Sedangkan Hankyung ternganga melihatnya.
“SETAAAAAAAAAAANNNNNN!!!!!!!!!!”
BRAAAAK!!!
Penghuni dorm itu langsung membanting pintu setelah menjerit keras.
Seperti kena sengatan listrik, Chullie tersadar dari tidur bengong panjangnya meskipun tanpa kecupan atau ciuman hangat dari pangeran hankyung. Ia langsung melesat pergi kembali lagi ke dormnya.
Hankyung yang mengikutinya, menatap heran. Tidak biasanya Hyungnya bengong seperti tadi karena ia tau benar kalau Hyungnya itu menganut prinsip ‘bengong bisa membunuh ayam tetangga!!’ (Emang di dorm boleh miara ayam??!). Ia hanya diam menatap Hyungnya yang melesat langsung ke kamar mandi. Tidak biasanya ia mandi dalam waktu lima menit, karena selama ini yang ia tau Hyungnya itu mandi paling lama dua menit!! (Mandi kayak apa tu?? Sikat gigi ma cuci muka diluar, jadi Cuma pakek sabun aja di dalam kamar mandi, waktu yang singkat dan penghuni dorm yang banyak, memaksa member suju untuk mandi kilat!).
Kemudian setelah mandi, Hyungnya itu masuk kamar dan menguncinya dari dalam.
“Ya, Hankyung ah, kenapa kau ada diluar??” Tanya Kangin yang baru bangun masih dengan kolornya juga.
“Apa hyung mengusirmu?” Tanya Eunhyuk sambil menguap.
“Entahlah, Hyung jadi aneh!!”
BRAAAK. . . Pintu terbuka, Chullie keluar dengan penampilannya yang sudah keren “Selamat pagi semuanya!!” Sapanya dengan senyum lebar “Aku pergi dulu!!” katanya dan langsung melesat pergi.
“Jangan lupa kita latihan dance sebentar lagi!!!!” teriak Teukki.
Semua member Suju yang baru keluar dari kandangnya masing-masing hanya bisa menatap bingung.

“SETAAAAAAAAAAAANNNNNNN!!!!!!!!!!!!”
BRAAAAK!!!!
Vea menjerit keras saat menyadari siapa yang berdiri di depannya. Dibantingnya pintu dengan keras dengan nafas tersengal “Omo. . .barusan pasti w salah lihat!!” gumamnya pelan.
Kemudian pelan-pelan dengan wajah ketakutan ia membuka pintu. Kosong! Di depan dormnya tidak ada siapapun. Vea menghembuskan nafas lega “Ternyata gw emang salah liat!!” ditutupnya lagi pintu itu dengan pelan.
Vea berjalan kearah kulkas dan mengambil sebotol air mineral. Diteguknya seperempat dari isi botol itu. Kemudian ia mengambil sebuah apel merah dan menggigitnya sambil menyalakan tv.
Tidak lama kemudian ada yang mengetuk pintu dormnya lagi. Dengan malas Vea beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu.
“Hai!!” sapa Chullie disertai senyum close up-nya begitu pintu itu terbuka dan membuat penghuninya asli shock berat, diam bagai patung dan apel yang dipegangnya jatuh menggelinding entah kemana.
Vea merasa jantungnya berhenti mendadak saat melihat setan itu kembali lagi, tapi kali ini dalam bentuk malaikat tanpa sayap (Maksud lo??!).
BRAAAAKKK!!!
Lagi-lagi dibantingnya pintu dengan keras. “Tu orang setan beneran kagak sih??! Kok kayak psyco yang mau balas dendam!!” gerutu Vea.
Dibukanya lagi pintu itu pelan-pelan, diintipnya dari dalam. Kosong! Lagi! Tidak ada manusia satupun di depan dormnya, apalagi setan ato malaikat yang kasat mata. “Kayaknya mata gw gak normal deh,,”
“Sedang apa kau??” tanya seseorang di belakangnya.
Vea menutup pintu “Ani. . . Sepertinya tadi aku melihat se. . . tan. . .” kalimat Vea melemah. Cegluk, ia menelan ludah sambil pelan-pelan menoleh kebelakang. Di situ Chullie berdiri persis di belakangnya.
“GYAAAAAAAA………..!!!!!” jerit Vea spontan “APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI??!!!”
“Menemuimu,” jawab Chullie polos “kau tidak mau bertemu dengan orang setampan aku??!”
“Ba-ba-gaimana kau bisa masuk??”
“Ah, aku memanjat lewat balkon!! Dorm kami kan ada di sebelah!!” jawab Chullie sambil nyengir.
“Kau ini Spiderman ya??!”
“Hei, aku lebih tampan dari Peter Parker!!”
“Mwo??” dengan cepat Vea berjalan kearah lemari dan mengeluarkan kopernya. Ia memasukkan semua baju-bajunya ke koper itu.
“Apa yang kau lakukan??” tanya Chullie
“Pindah Apartement!!” jawab Vea singkat.
“Waeyo??”
Vea tidak menjawab. Ia menutup kopernya dengan paksa karena beban muatan terlalu banyak. Kemudian ia melangkah keluar dari dorm itu.
Chullie sudah akan mengejar saat ponselnya berbunyi. Diangkatnya ponsel itu dengan kasar
“Yeoboseo??!!!” sapanya kesal.
“Kami tunggu di mobil lima menit, kalau kau tidak datang, mati kau!!”
Chullie menghembuskan nafas saat menyadari itu suara Teukki “Baiklah. . . “jawab Chullie pasrah.

“Shin Hye ah, buka pintunyaaaa!!!!”
Vea menggedor-gedor rumah Shin Hye dengan tenaga maximal. Beberapa detik kemudian pintu itu terbuka “Yoon Hye ssi, kau bisa merusak pintuku!!!” omel Shin Hye.
“Biarkan aku masuk!!” kata Vea dan langsung masuk kedalam sambil menyeret kopernya tanpa menunggu jawaban dari tuan rumah.
“Ada apa denganmu?? Kenapa bawa-bawa koper??” Tanya Shin Hye bingung.
“Masalah ini benar-benar gawat!! Jangan tanya apa-apa dulu karena aku sedang capek, haus dan lapar!!” jawab Vea sambil membuka pintu lemari es, mengambil sebotol air minum dan langsung meneguknya hingga habis. Kemudian ia menghampiri meja makan dan langsung menyikat makanan yang ada tanpa permisi pada yang punya.
“Kau tidak ada kuliah??” tanya Shin Hye sambil duduk di depan Vea.
Vea menggeleng pelan sambil sibuk makan “Hau hiak u’ing?? (Kau tidak syuting?)” tanyanya dengan mulut penuh.
“Hei, telan dulu makananmu!!! Aku baru syuting nanti malam,”
Vea mengangguk-angguk mengerti “Eh, makanan apa ini??” tanyanya tiba-tiba.
“Ah, itu,, itu resep baruku!! Sup kepala ayam bumbu teh hijau!!”
“Hoooeeeeeekkkkkkk!!!” Vea muntah dengan sukses.
“Gwenchanae??” tanya Shin Hye panik.
“Kau ini artis, tapi selera makanmu mengerikan!!” komentar Vea yang langsung ngebirit ke kamar mandi.
“siapa suruh mencobanya?! Ini kan makanan untuk Nori!!” gerutu Shin Hye.
Kontan si Nori langsung meringkuk di bawah kursi gak mau keluar, ‘sayang nyawa’ batinnya.
Setelah menghabiskan waktu hampir dua jam dikamar mandi gara-gara salah makan, Vea keluar dengan lemas. Ia menjatuhkan tubuhnya di kursi persis seperti orang kena diare kekurangan cairan.
“Sebenarnya ada apa denganmu??” tanya Shin Hye prihatin.
Baru saja Vea akan menjawab, bell rumah Shin Hye berbunyi. “Ah, itu pasti sepupuku!!” kata Shin Hye riang.
“Sepupu??” Vea mengerutkan alisnya bingung.
“Aku kan pernah bilang akan mengenalkan sepupuku denganmu, kau pasti tau siapa dia!!” jawab Shin Hye sambil membukakan pintu.
Ah, benar, sekarang Vea ingat, Shin Hye pernah bilang padanya beberapa hari yang lalu. Ia memejamkan matanya sambil menghela nafas lelah.
“Yoon ah, kenalkan, ini sepupuku!!”
Vea membuka matanya dan membelak seketika. Kemudian ia sukses pingsan sebelum sempat menjerit. Di sebelah Shin Hye, Chullie yang menatap Vea berseri-seri karena telah menemukan mangsanya, kemudian menjerit histeris saat melihat Vea ambruk ke tanah dengan indahnya.

Vea mengerjap-ngerjapkan matanya. Kepalanya terasa nyut-nyutan. Ia memandang sekelilingnya dengan bingung. Kamar itu bernuansa biru, dan ada gambar pohon sakura berwarna putih. ”Di mana ne gw?!” gumamnya bingung. Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan Chullie muncul sambil membawa heebum, salah satu kucingnya yang lucu.
”Kau sudah bangun??” tanya Chullie.
“Gyaaaaaaaaaaa…………. Kenapa kau ada di siniiiiiiii?????” jerit Vea.
”Ini kan kamarku!!”
”Mwo??” vea membelakkan mata ”Kenapa aku bisa ada di kamarmu?!”
”Aku menculikmu!!” jawab Chullie santai sambil nyengir kuda.
”Mwoooo????” seketika Vea melotot.
”Tenang saja, kau aman disini!!”
Aman?? AMAN????? Vea menelan ludah, berdo’a dalam hati atas segala dosa dan kesalahannya.
”Jangan takut begitu,, aku ingin berbicara denganmu, kau sudah baikkan? Lebih baik kita mengobrol di luar!! Kalau disini nanti menimbulkan fitnah!!”
FITNAH??? Memangnya dia siapa sih? Dibilang malaikat tapi mengerikan kayak setan. Dengan hati berdebar-debar vea mengikuti si Chullie keluar kamar dan duduk di ruang tengah. (berdebar-debar ketakutan maksudnya!)
”Sebenarnya apa yang kau lakukan?? Kenapa mengikutiku terus??” tanya vea hati-hati, takut digorok ntar.
”Aku menyukaimu!!” jawab Chullie to the point ”Kau mau jadi pacarku??”
Vea mendelik ”Pacarmu????”
”Benar!! Kau mau kan??” tanya Chullie lagi.
”Aku tidak bisa memutuskannya sekarang!! Itu bukan sesuatu yang gampang untuk dijawab!!” jawab Vea pelan, takut salah omong.
”Aku tau!!” jawab Chullie sambil mencium Heebum.
Vea bergidik melihatnya. Kemudian ia baru sadar kenapa di dorm itu sepi. ”Kemana member-member yang lain?? Kenapa sepi sekali??”
”Oh, mungkin mereka ada di luar sekarang!!”
”Kenapa ada di luar??” tanya Vea bingung.
”Karna aku menempelkan pesan di pintu agar mereka tidak berani masuk!”
”mwo???”

DORM KUBOKING, SIAPA YANG BERANI MENGETUK PINTU, MATI KAU!!!
Kim Heechul, aktor paling tampan sedunia!!

”Hyung bagaimana ini?? Kita tidak bisa masuk!” kata Eunhyuk.
”Mau bagaimana lagi?! Kau lihat sendiri kan pesan itu??” jawab Teukki pasrah.
”Kalau sudah begitu kita tidak bisa berbuat apa-apa, tau sendiri kan kalau Heechul hyung marah, kita bisa dibunuhnya!!” saut Kibum.
”Hyung aku lapaarr~” rengek Kyuhyun sambil memeluk lengan Sungmin.
”Sabar, sebentar lagi Heechul hyung pasti keluar!!”
Tapi hingga hampir dua jam heechul tidak muncul-muncul dan akhirnya member Super Junior terlantar di depan dorm seperti gelandangan yang tidak punya tempat tinggal, sangat mengenaskan dan menyayat hati, membuat setiap orang yang melihatnya menangis pilu.

BRAAAKK
Vea membuka pintu dengan keras, dan seketika terlihatlah pemandangan yang begitu mengenaskan. Semua member Suju terlantar di depan dorm. Mereka semua menatap dengan kaget juga.
”Kalian masuklah, kita berbicara di dalam!!” kata Vea.
Semua orang langsung masuk kedalam. Mereka menatap Chullie dengan tatapan membunuh. Sedang tersangkanya cuma duduk manis di sofa sambil senyum-senyum.
”Sebaiknya kau jelaskan padaku atau kami akan memutilasimu!!” kata sang Leader kejam.
”Baiklah…” gumam Chullie pasrah ”Aku, Kim Heechul, menyukai dia!!”
”MWO???” semua kontan ternganga. Untuk beberapa detik mereka lupa bagaimana caranya menutup mulut. Kalau pemandangan ini dipotret kemudian dijual, pasti laku keras. Tapi untuk saat ini Vea sedang tidak mood untuk berbisnis. Hohoho. . . .
”YAA!!! HYUNG, KENAPA KAU MENGHIANATIKU???!” teriak Hankyung marah sambil menggandeng lengan Chullie.
”Maafkan aku Kyung ah. . .” Chullie memegang wajah Hankyung dengan mesra sambil menahan tangis.
”Andwe!!! Jangan meninggalkan aku Hyung. . . Hiks. . .” pinta Hankyung pilu.
”Mianhae kyung ah. . . Tapi aku benar-benar mencintainya. . .”
”Andwe!! Kau tidak boleh menghianatiku Hyung. . . Aku mencintaimu Hyung. . . ” tangis Hankyung.
”Aku juga. . . Tapi hanya dia yang bisa mengalihkan duniaku!!” (uwooo… )
”Hiks. . Hyung. . . Kenapa kau tega sekali?? Teganya teganya teganyaaaaaaaaaaa……..”
Sementara itu di sofa ”Hyung kau tidak akan menghianatiku kan??!” tanya Kyunie manja sambil memeluk lengan Sungmin.
”Tentu saja tidak, aku kan mencintaimu Kyu ah,,”
”Ah Hyung. . . ” Kyuhyun langsung merem melek sambil menyandarkan kepalanya di bahu Sungmin dan dibalas Sungmin dengan belaian lembut.
Di sisi lain Donghae dan Eunhyuk saling menatap penuh cinta. Seakan-akan mengatakan ”Tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu” dan kemudian tangan mereka bergenggaman erat.
Siwon, sedang menelphone kekasihnya ”Seo Rin ah, kau jangan menghianatiku ya!! Apalagi dengan bocah Seung Hoo itu!! Arasseo??!” [baca ff king and queen]
”Ngomong apa sih??? Gak penting!!!” Braaaakk. . . Telepon dibanting disebrang.
”Apapun yang terjadi aku tetap mencintaimu!!” cup. . . dikecupnya telphone yang sedang digenggamnya itu.
”Ddangkoma, kau harus setia padaku ya!!” saut Yesung sambil berjongkok di depan kotak kura-kuranya. Dielus-elusnya cangkang kura-kura itu dengan penuh rasa cinta ”Kenapa kau hanya diam?? Orang bilang kalau diam itu artinya iya, ah kau memang baik!!” oceh yesung (iya lah diam, kura-kura mana bisa ngomong??! Dongdong ne Yesung!!)
”Ah makanaaaaaaaaannnnnnnnn……… Kaulah hidupku!!!” teriak Shindong sambil memeluk lemari es yang besarnya melebihi ukuran tubuhnya.
”lepaskan kekasihku (lemari es) hueeee….” tangis changmin (?)
”Memasak setiap hari untuk orang yang dicintai. . . ah. . . ini benar-benar menyenangkan. . .” gumam Wokkie sambil memeluk spatulanya.
Vea => sweetdrop, beku bagaikan patung setelah menyaksikan pemandangan aneh di depannya.
”lama-lama gw bisa gila neh!!” batinnya dalam hati, kemudian cepat-cepat ambil langkah pergi dari tempat itu.
”Yaa!! Yoon Hye ssi, kau mau kemana??” teriak Chullie sambil berusaha melepaskan tangannya dari Hankyung ”Lepaskan aku Kyung ah!!”
”Hyung, jangan pergi Hyung. . . hiks. . .”
”Mianhae Kyung ah!!” Chullie melepaskan tangan Hankyung dengan paksa dan berlari keluar mengejar Vea.
”Hyung!!! Hyung!!! HYUNG!!!” teriak Hankyung histeris sambil mengucurkan air mata (lebay) kemudian ia berlari ke kamar, mengambil koper dan mengemas semua pakaiannya.
”Kyung ah, kau mau kemana??” tanya kangin.
”Aku akan kembali ke rumah orang tuaku!! Aku akan kembali ke Cina!!!”
”Eh, tu. . tunggu dulu, apa kau yakin??!” tanya Kibum
”YAKIN!!”
(untuk diperhatikan, ini hanya ff fiktif, tidak nyata, jadi bukan gara-gara ditinggal Chullie Hankyung pulang ke Cina,, !!=_= [gak dibilang juga, smua uda tau!!])

”Amit amit jabang bayi. . . Mereka itu beneran artis bukan sih?? Kok tingkahnya aneh gitu??!” Vea mengelus dada sambil ngedumel panjang lebar. Ia sekarang sedang berjalan di pinggir taman setelah berhasil melarikan diri dari sarang harimau. Hari sudah gelap, dan dia tidak tau harus pergi kemana.
Tiba-tiba ia menyadari aura aneh dibelakangnya. Seketika ia menoleh kebelakang dan mendapati tiga orang namja sedang mengikutinya.
”Hai manis. . .” sapa salah satu namja itu.
”Ma-mau apa kalian??” tanya Vea sambil berjalan mundur.
”Kenapa sendirian?? Mau menemani kami??”
”Ja- jangan ganggu aku!!”
”Ayolah sebentar saja!!”
”GYAAAAAAAAA…………” Vea menjerit keras saat salah satu dari namja itu menarik paksa tangannya.
Vea mencoba melepaskan diri. Ditendangnya namja itu dengan kuat, saat tangannya terlepas ia segera berlari. Tapi dasar sial, baru dua langkah ia berlari, kakinya sudah tersandung batu dan terjatuh. Ketiga namja itu tertawa keras. Bau alkhohol menyembur dari mulut mereka. Vea menatap mereka ketakutan ”Apes banget sih gue, keluar dari kandang macan malah ketemu srigala!!” batinya dalam hati.
”Kau tidak bisa kabur lagi!!” kata namja itu.
”AAAAAARRRRGGGGHHH. . . .” jerit vea keras-keras sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Sedetik. . .dua detik. . . lima detik. . . tidak ada apa. Pelan-pelan vea mengintip dari sela-sela jarinya dan terkesiap. Di situ, Chullie, sedang berkelahi dengan ketiga namja itu.
Ternyata Chullie berhasil menonjok muka namja berbaju merah dan menghindari namja berbaju hijau, tapi namja berbaju kuning melayangkan bogemnya dan tepat mengenai perutnya. Dengan menahan sakit, chullie kembali mengejar ketinggalannya dengan melayangkan tendangan keperut namja berbaju hijau dan menonjok muka namja berbaju kuning. Perkelahian terus berlangsung seru hingga saat ini skor masih sama hingga chullie melayangkan jurus seribu tonjoknya. Kemudian apa yang terjadi saudara-saudara???? Ketiga namja itu jatuh terkapar ditanah dengan indahnya. Sementara chullie bersorak-sorak kegirangan, yeeeeyyyyyyyyy!!!!!!!!! (napa jadi kyak siaran sepak bola dah??!”
Chullie mengusap darah di sudut bibirnya sambil meringis pelan.
”Aargh. . . Wajah tampanku!!!” erangnya pelan. Kemudian ia menatap Vea yang membelak ketakutan.
”Tuhan selametin gw tuhan. . .” do’a Vea dalam hati.
”kau baik-baik saja??” tanya chullie.
Cegluk. . . Vea menelan ludah sambil mengangguk takut-takut.
”Kakimu terluka!!” kata pria itu pelan.
”A-apa yang kau lakukan??” tanya Vea takut saat Chullie menarik tangannya dan menggendongnya ”Lepaskan aku, hei!!!”
Chullie tidak menggubris teriakan Vea, dan membawa gadis itu ke sebuah bangku taman. ”Kau tunggu disini!!” katanya kemudian pergi menghilang.
Vea mencoba kabur. Tapi kakinya sangat sakit, sepertinya ia terkilir. Dan lututnya juga berdarah. Kemudian ia melihat Chullie dari kejauhan. Cepat-cepat ia merogoh ponselnya dan menelphone jasa asuransi jiwa dan asuransi kematian. Kemudian ia menelphone ayah dan ibunya, tapi ponsel mereka tidak aktif ”Ayah, Ibu, aku mencintai kalian, selamat tinggal!!” katanya pada kotak pesan suara.
Kemudian ia juga menelphone Shin Hye ”Yoon aaaaaaaahhh!!! Kau ada di manaaaaaaa??? Ke mana Heechul hyung menculikmu??? Kenapa tidak mengangkat telphoneku???????” tanya Shin Hye panjang lebar.
”Shin Hye ah, aku menyayangimu!!” gumam Vea pelan.
”Tung_”
Telphone Vea terputus. Batrai ponselnya habis. Cegluk. . . Vea menelan ludah lagi saat melihat Chullie yang berjalan semakin mendekat. Dalam hati ia segera berkomat-kamit membaca doa-doa, mantra-mantra apa saja yang bisa menyelamatkan dirinya dari psyco cantik itu.
”Coba lihat kakimu!!” kata chullie begitu ia sampai ditempat vea.
”M-mwo??”
Dengan lembut Chullie memegang kaki vea. Deg. . . Kenapa vea merasa jantungnya tiba-tiba berhenti??
”Jangan takut padaku. . . ” kata Chullie pelan ”Aku tidak akan menyakitimu!!”
Vea menatap pria itu lekat-lekat. kenapa sekarang ia malah terlihat seperti malaikat??!
”Lukamu harus dibersihkan. . ” katanya pelan sambil membersihkan luka vea dengan air mineral dan kapas yang baru saja dibelinya. Kemudian ia juga mengusapkan antibiotik pada luka Vea agar tidak iritasi.
Vea menatap terpana. Pria itu. . .mengobati kakinya dengan lembut. Sangat berbeda dengan yang tadi. Apa dia ini benar-benar Kim Heechul yang sama dengan yang tadi?!
”Nah sudah selesai!!” katanya sambil tersenyum lembut. Senyum yang benar-benar senyum. Tidak mengerikan atau membuat orang takut.
”Ayo kuantar kau pulang,” katanya sambil berjongkok di depan Vea.
”Sedang apa kau??” tanya Vea bingung.
”Ayo, kugendong!! Kakimu terkilir kan?!”
”Ah, ani. . . biar aku pulang sendiri,” tolak Vea.
”Tidak apa-apa, tidak usah takut, aku ini pria baik-baik,”
”Aku tau. . .” gumam vea tanpa sadar.
”Ayo, naiklah ke punggungku!! Tidak baik seorang gadis berkeliaran sendiri saat hari gelap.”
Vea menatap ragu. Kemudian pelan-pelan tangannya mulai memeluk leher pria itu. Chullie berdiri sambil menggendongnya. ”Ternyata kau tidak seberat yang ku bayangkan!!” katanya.
”Benarkah??”
”Ya. . .”
Vea mempererat pelukkannya. Ia dapat menghirup aroma lembut pria itu. Dan dapat merasakan punggungnya yang hangat.

Chullie mendudukkan Vea ditempat tidur, di Apartement Vea.
”Bisakah kau mengambilkanku es di lemari es??” pinta Vea.
”Tentu!!” Chullie menghilang kedapur sebentar kemudian kembali lagi dengan sebaskom es batu dan sebuah lap.
”Apa kakimu perlu dikompres??” tanyanya.
Vea mengambil baskom es itu ”duduklah!!” pinta Vea sambil menepuk-nepuk tempat disampingnya.
Walaupun bingung, pria itu tetap duduk disebelah vea.
”Wajahmu memar. . .” gumam Vea sambil memegang wajah Chullie dan mengompresnya dengan es. ”Kalau tidak dikompres nanti bisa bengkak,”
”Sebenarnya aku sudah tidak ingat lagi dengan wajahku,” ucapnya malu-malu.
Vea tersenyum melihatnya. Kalau seperti ini, ia terlihat seperti anak-anak yang sedang salah tingkah. Sangat menggemaskan.
”Biar kukompres sendiri, kau tidur saja, sudah malam!!” katanya sambil merebut kompres itu dari tangan Vea.
”Baiklah. . .”
”Mmm. . . Yoon Hye ssi, mianhaeyo. . .” ucapnya pelan.
Vea mengerutkan alisnya ”Waeyo??” tanyanya.
”Karena sudah membuatmu ketakutan. . .” jawabnya pelan ”Jujur saja sebenarnya aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa begitu padamu__”
”Kim Hee Chul ssi_”
”Panggil aku Oppa!” pintanya.
”Baiklah. . . Oppa, kau tidak perlu meminta maaf, aku mengerti!!”
”Kau, benar-benar gadis yang menarik!! Baiklah, kau tidurlah!!”
”Mmm!!” vea mengangguk pelan.
”Dan. . . Jangan lupa, aku masih menunggu jawabanmu!! Anyeong!!” pria itu sudah berjalan pergi sebelum Vea sempat berbicara.
Hening. Beberapa detik setelah kepergian Chullie. Vea membuka laci meja di samping tempat tidurnya dan mengeluarkan sebuah foto. Dipandanginya foto itu. Foto dirinya dengan seorang gadis cantik. Yoon Eun Hye. . . Air mata Vea jatuh begitu saja tanpa sempat ditahannya.
”Aku tidak ingin sepertimu. . .” gumamnya sambil terisak pelan.
Yoon Eun Hye. Gadis itu adalah sahabat Vea sejak kecil. Ia selalu ada di samping Vea dalam keadaan apapun. Vea masih ingat saat Eun Hye datang kepadanya dengan ceria dan bercerita bahwa Kim Hyun Joon memintanya untuk menjadi pacarnya.
Vea juga sangat senang saat itu. Eun Hye selalu ceria. Namun semua berubah saat negara api menyerang #PLAK. Semuanya berubah saat Hyun Joon mulai berkarir di dunia artis. Ia selalu sibuk dan tidak pernah punya waktu. Vea sedih melihat Eun Hye yang terkadang sering melamun dan menangis. Walaupun matanya basah, ia masih bisa tersenyum dan bilang bahwa ia baik-baik saja.
Suatu hari Eun Hye mengalami kecelakaan dan koma dua hari hingga akhirnya ia meninggal. Di saat-saat terakhirnya pun Hyun Joon tidak datang sama sekali, bahkan saat pemakammanya. Vea sangat terpukul dan sejak itu ia bersumpah tidak akan pernah menjadi kekasih seorang artis. Tapi saat ini, entah kenapa hatinya menentang keras hal itu.

”Yoon ah, barang-barangmu masih ada di rumahku!!” kata Shin Hye. Saat ini mereka berada disebuah cafe. Vea baru saja pulang dari kuliah.
”Mmm, nanti akan kuambil. Kakiku masih sakit!!”
”Kau jadi pulang ke Indonesia??!” tanya Shin Hye.
”Tentu saja!!”
”Bagaimana dengan pertunangannya??”
”Ah, itu. . . aku sudah membeli sepatu yang pas untuk acara itu, cocok dengan gaunku nanti!!”
”Benarkah?? Itu bagus. Sampaikan selamat dariku untuknya,”
”Tentu!!” jawab Vea ceria.
Seperti yang diketahui, Vea adalah gadis blasteran Indo-Korea (maksa). Saat ia berusia 2 tahun, Ayah dan Ibunya bercerai. Kemudian saat ia sekolah dasar, ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang baik dan saat ini sudah mempunyai dua orang anak dari pernikahan mereka. Sedangkan Ibunya yang orang Indonesia, kembali lagi ke negaranya begitu mereka bercerai, kemudian ia menikah lagi dengan seorang pria dan mempunyai seorang putri yang bernama Saskia Sungkar. Dan seminggu lagi Saskia akan bertunangan dengan Irwansyah, seorang aktor Indonesia (napa jadi nyasar kekeluarga sungkar??! Bodo ah,,). Karena itu Vea akan pulang ke indonesia untuk menghadiri acara pertunangan adik tirinya itu.

Chullie, ia baru saja duduk disebuah cafe. Ia sedang menunggu Henry dan Zhoumi. Tiba-tiba ia mendengar suara yang dikenalnya dari belakang.
”Kau jadi pulang ke Indonesia??!” tanya Shin Hye, sepupunya.
”Tentu saja!!” jawab Vea.
”Bagaimana dengan pertunangannya??”
”Ah, itu. . . aku sudah membeli sepatu yang pas untuk acara itu, cocok dengan gaunku nanti!!”
”Benarkah?? Itu bagus!! Sampaikan selamat dariku untuknya!!”
”Tentu!!” jawab vea ceria.
”Anda pesan apa tuan??” tanya seorang pelayan pada Chullie.
Chullie tidak menjawab. Ia memakai jaketnya lagi dan cepat-cepat pergi dari situ.
Saat ini, ia sedang duduk ditaman sambil melempar kerikil-kerikil kecil. Ia tidak peduli orang sedang menatapnya. Tapi walaupun begitu tidak ada orang yang mengganggunya. Bahkan tidak ada yang berani memotretnya. Mungkin mereka sadar kalau suasana hati Chullie sedang buruk. Dan ia terlalu menyeramkan untuk dibuat marah.
”Jadi dia akan bertunangan. . .” gumam Chullie ”Karena itu ia tidak menjawab pertanyaanku??”
Di lemparnya kerikil itu kuat-kuat sambil mengerang.
PLETAK. . .
Dan orang sial yang terkena krikil itu adalah jung won young (reporter kim di film You’re beautifull). Batu itu mendarat mulus di kepalanya yang botak. Seketika Chullie langsung ngumpet di belakang bangku.

”Jadi Heechul Oppa menyukaimuu????” tanya Shin Hye terkejut. Saking terkejutnya ia sampai mendekap si Nori kuat-kuat. Gak nyadar anjingnya itu sudah megap-megap kekurangan oksigen.
”Jangan menjerit, kau bisa merusak telingaku!!” gerutu vea.
”Lalu kau bilang apa??”
”Aku belum bilang apa-apa. . .”
”Apa kau akan menerimanya??”
Vea menghembuskan nafas pelan ”Entahlah. . . Aku tidak tau. . .” jawab Vea pelan ”Kau ingat Eun Hye bukan??”
”Ya, aku ingat. . . Aku mengerti, kau pasti sedang bingung sekarang, tapi sejujurnya apa kau sama sekali tidak punya perasaan yang sama dengannya??”
Vea tertegun. Ia tidak tau harus menjawab apa. ”Aku tidak tau. . .” gumamnya.
”Apapun keputusanmu aku akan mendukungmu. . . ” kata Shin Hye ”Yaaa Noriiii!!!” jerit Shin Hye tiba-tiba.
”Mwo?? Kenapa? Ada apa??” tanya Vea bingung.
”Noriiii bertahanlah!!! Yoon ah, nanti kuhubungi kau lagi!!” Braaak. . . Telphone ditutup diseberang dengan keras. Vea menatap bingung.
Olalala. . . Ternyata Shin Hye panik karna anjingnya si Nori pingsan kehabisan udara. Ia bingung bagaimana caranya ngasih nafas buatan ke anjing itu.
Vea merasa perutnya tiba-tiba lapar. Kemudian ia ingat belum makan. Ia menggerutu panjang lebar saat menyadari lemari esnya kosong. Itu artinya ia terpaksa harus pergi ke supermarket sekarang juga.
Dibantingnya pintu dengan kesal. Tiba-tiba ia tertegun saat melihat Heechul berjalan di koridor, berpapasan dengannya. Mereka saling tatap sejenak.
”Yoon Hye ssi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu!!” katanya pelan ”Ucapanku. . .kata-kataku yang kemarin, lupakan saja. Anggap saja kau tidak pernah bertemu denganku. Maaf kalau selama ini aku membuatmu tidak nyaman.” kata Chullie kemudian ia membungkukkan badan sedikit dan berjalan pergi masuk ke dormnya.
Sementara Vea masih mematung di tempatnya. Apa? Apa? Apa katanya?? Lupakan?? Setelah membuat hati dan fisik Vea kacau sekarang ia bilang lupakan dengan semudah itu??
Vea membuka kembali pintu dormnya dan masuk kedalam. BRAAAKK. . . dibantingnya pintu keras-keras ”DASAR AKTOR BRENGSEEEEEEEEKKKKKK!!!!! AKU MEMBENCIMU SAMPAI TUJUH TURUNAN!!!!” jeritnya kuat-kuat, kemudian jatuh terduduk dan terisak pelan.

Chullie, cepat-cepat ia pergi dari hadapan Vea sambil menahan tangis. Takut air matanya jatuh sebelum ia masuk dorm. Begitu pintu dorm tertutup ia langsung menangis keras-keras.
”Huwaaaaaaaaaa………”
”Hyung??? Ada apa?? Kenapa kau menangis???” tanya Eunhyuk bingung.
”Ada apa hyung??” tanya kibum ikut bingung.
”Meooong. . . .?” Baengshin ikut-ikut mengeong.
”Huwaaaaaaaaaaaaaa………..” tangis Chullie makin keras. Srooooooooottt… disedotnya ingus yang keluar.
”Sudahlah Hyung, relakan saja Hankyung pergi!!” kata kangin.
”Mwo??? Pergi kemana???” tanya Chullie bingung.
”Kau belum tau kalau Hankyung Hyung kembali ke cina???” tanya siwon.
”CINA???” Chullie melotot, sementara orang-orang di depannya cuma mengangguk-angguk.
”HUWAAAAAAAAAA…………….” tangis Chullie tambah keras, kali ini tidak hanya disertai ingus yang meler kemana-mana, tapi ia juga menangis gulung-gulung di lantai dengan sangat indahnya.

Vea, benar-benar bingung dengan keadaan ini. Sebenarnya apa maksud dari pria itu?! Kenapa sekarang ia seolah-olah seperti tidak pernah mengenal Vea. Seharusnya ia senang dengan keadaan ini, tapi kenapa ia malah merasa aneh?? Dan sekarang entah kenapa Vea selalu saja melihat pria itu dimanapun, saat berpapasan di dorm, di supermarket, di jalan, di taman, dan semua itu membuatnya kesal.
”KENAPA DIA BERSIKAP SEPERTI ITU???” teriak Vea kesal. Kemudian ia baru sadar kalau ia sedang berada di perpustakaan kampus. Semua orang menatapnya dengan pandangan tanda tanya. ”Ma-maafkan aku!!” gumamnya sambil membungkukan badan kemudian segera pergi dari tempat itu.
Saat ini, ia sedang duduk di bangku taman kampus. Ia menghela nafas pelan. Ia benci keadaan seperti ini. ”Kenapa aku selalu memikirkannya??” keluhnya pelan.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Park Shin Hye berkedip-kedip di layar ponselnya.
”Yeobseo??” sapanya malas.
”Yoon ah, bisa kita bertemu sekarang?? Ada sesuatu yang ingin kuberitaukan padamu!! Kita bertemu di cafe biasanya ya!!”
Tut. . .tut. . .tut. . .naek kereta api *plak* eh, telepone terputus ding. Vea menghela nafas lagi pelan. Kemudian ia-pun segera pergi ke cafe biasa untuk bertemu Shin Hye.
”Ada apa?” tanyanya setelah sampai ditempat shin hye.
”Duduklah, lihat ini!!”
Vea duduk di depan Shin Hye dan menatap majalah didepannya. ”Apa ini??” tanyanya bingung.
”baca saja!!”
Kim heechul Super Junior dan Sulli f(x) berpacaran???
Vea mengernyitkan kening begitu membaca judul artikel dimajalah itu. ”Apa ini??” tanyanya lagi.
”Yoon ah, aku tidak mengerti apa yang terjadi pada kalian, karna sejak kemarin kau belum bercerita apa-apa kepadaku. Apa terjadi sesuatu?? Aku tau Heechul Oppa menyukaimu, ya walaupun itu hanya gosip, tapi apa benar kau tidak apa-apa??”
Vea terdiam menatap Shin Hye. Mulutnya sudah terbuka, namun tidak ada suara yang keluar. Tenggorokannya seperti tercekik. Ia tidak mampu berbicara.

”Oppa, ada apa kau kemari??” tanya Shin Hye heran begitu melihat Chullie di depan pintu rumahnya.
”Kenapa bertanya begitu?! Harusnya kau senang aktor tampan sepertiku mau mengunjungi rumahmu!!”
Shin Hye mendengus ”Masuklah!!” katanya sambil membuka pintu lebih lebar ”By the way, anyway, busway (ha?? Busway??”), aku dengar kau berpacaran dengan Sulli ssi, apa itu benar??!”
”Tentu saja tidak!!” bantah Chullie cepat ”Shin Hye ah, aku kemari sebenarnya ingin menanyakan sesuatu!!” kata Chullie serius.
”Mwo? Ada apa??”
”Itu. . .Yoon Hye ssi. . .Kapan akan bertunangan??” tanyanya pelan.
”Mwo?? Bertunangan??” tanya Shin Hye bingung ”Memangnya ia akan bertunangan?? Kenapa dia tidak memberi tahuku??”
”Kau tidak tau?? Bukankah kau sudah tau??!” kemudian Chullie menceritakan apa yang sudah dikupingnya tentang percakapan Shin Hye di cafe beberapa hari yang lalu.
Shin Hye tertawa terbahak-bahak hingga berguling-guling.
Chullie menatap bingung ”Yaa!! Shin Hye ah, kenapa menertawaiku?? Apa kau sudah gila?? Gawat, bisa dibunuh emak lu gw!!” (Lha, bahasanya kok jadi gitu??!)
”Rupanya kau salah paham!!” kata Shin Hye masih tergelak. Kemudian ia menceritakan tentang adik Vea yang akan bertunangan.
”Kalau begitu aku masih punya kesempatan??” tanyanya dengan wajah bercahaya karena ia sudah memakai Ponds Age Miracle tadi pagi. (iklan lagi??!)
”Mungkin iya, mungkin juga tidak!!”
*Chullie down*
”Apa maksudmu??”
”Oppa. . . ada yang harus kau ketahui tentang Yoon ah. . .”

Vea mendengarkan pengumuman penerbangan pesawat dan menghela nafas. Mungkin ini yang terbaik. Ia harus menenangkan diri sejenak di Indonesia, kebetulan di sana banyak orang jualan NU greentea, (apa hubungannya dah?? Ah, pokoknya minum teh bisa membuat dirinya tenang!! Emang dikorea kagak ada teh??!).
Sudah waktunya ia berangkat. Dihembuskannya nafas panjang kemudian berjalan menuju pintu masuk.
”Kim Yoon Hyeeeee!!!!”
Langkahnya tiba-tiba berhenti dan menoleh ke belakang saat didengarnya seseorang berteriak memanggil namanya. Ia tertegun seketika saat melihat siapa yang baru saja berteriak kencang walau tanpa loadspiker. Kim Heechul. Pria itu sedang berlari-lari dengan melambai-lambaikan tangannya mirip orang yang lagi mengejar bus. Pria itu tiba dihadapan vea dengan ngos-ngosan.
”Jangan pergiiiiiii!!!!!!” jeritnya tiba-tiba sambil memeluk Vea.
”Gyaaaaaaaa. . . .” Vea menjerit kaget ”Lepaskan aku, apa yang kau lakukan??!”
Chullie melepaskan pelukannya ”sarang haeyo Kim Yoon Hye ssi, kumohon jangan pergi!!” pintanya.
”Aku. . . ”
”Aku sudah tau semua tentangmu!! Aku tau tentang Yoon Eun Hye temanmu, jadi kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan menelantarkanmu karena kau adalah nomor satuku, kumohon percayalah padaku karna aku ini pria jujur, baik, tidak pernah ingkar janji dan bertanggung jawab, bila aku melanggar janjiku, kau boleh menghukumku sesuka hatimu,”
”Oppa. . .aku hanya pergi tiga hari, kau tidak perlu seperti ini!!”
”Mwo??” tanya chullie kaget ”Aiiiiishhhhh……….kurang ajar, ternyata Shin Hye menipuku!!” gumamnya kesal ”Dia bilang kau akan pindah ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi meskipun ada Tsunami di Mentawai, Gempa di Wasior, ataupun Gunung Merapi meletus di Seleman!!” (Lha? Tambah ngawur ne gw!!)
Vea terkikik pelan ”Jadi kalau aku hanya pergi tiga hari, kau tidak akan mengejarku kemari??”
”Tentu saja aku akan tetap kemari. Jadi. . .apa kau akan menerimaku??” tanyanya penuh harap dengan tatapan puppy eyes.
Vea tersenyum pelan ”Tiga hari lagi aku akan kembali, selama itu, tunggulah aku! Aku akan berdiri disini dengan jawabanku!!”
”Saat kau kembali, aku akan ada di sini untukmu!!”
Pengumuman keberangkatan pesawat kembali terdengar.
”Aku harus pergi sekarang Oppa. . . Anyeong haseo!!”
”Anyeong. . . hiks. . .” Chullie menatap kepergian vea dengan bercucuran air mata dan linangan ingus (yuucckkk….). dengan amat sangat terpaksa ia membiarkan gadis itu pergi.
”Bersabarlah Hyung. . . hanya tiga hari!!” kata Kyuhyun.
”Benar, dia pasti tidak akan menolakmu!!” saut Teukki.
”Sejak kapan kalian ada disini??!” tanya Chullie bingung sambil menatap semua member suju yang entah nongol dari mana. O.oa

**** 3 hari kemudian ****

Vea menginjakkan kakinya di bandara dengan gelisah. Apa dia sedang menungguku?? Apa dia akan datang?? Ah, fikirannya kacau balau.
Dipandanginya sekelilingnya. Mencari-cari sosok Chullie, tapi dia tidak melihat batang hidung pria itu.
”Dasar aktor pembohong!!” katanya kesal dan langsung melangkah keluar untuk mencari taksi. Dalam hati ia bersumpah tidak akan menemui pria itu.
”YAA!! Yoon ah!!! Kenapa kau meninggalkanku?!”
Vea membalikkan badan terkejut. Di situ Chullie berdiri dengan rambut kusut.
”Aku sudah menunggumu selama dua jam hingga ketiduran, dan membolos latihan untuk menemuimu, tapi kau malah mau pergi meninggalkanku, apa kau tidak tau kalau aku sudah mempertaruhkan nyawaku untuk menemuimu?? Teukki bisa membunuhku nanti kalau tau aku membolos latihan,” omelnya panjang lebar sambil menghampiri Vea.
Vea tertegun mendengarnya. Kemudian pelan-pelan ia melingkarkan tangannya ke leher Chullie dan memeluknya erat, menghentikan omelan chullie seketika.
”Terima kasih. . . ” ucapnya pelan ”Terima kasih karena sudah menungguku. . .Terima kasih karena sudah ada disini. . . Terima kasih karena sudah mempertaruhkan nyawa untukku. . . Terima kasih untuk semuanya. . .” dibenamkannya wajahnya ke leher laki-laki itu. Aroma tubuhnya masih sama lembutnya.
”Aku sangat merindukanmu yoon ah. . .” gumam Chullie.
”Aku juga,”
”Jadi, kau menerimaku??” tanya Chullie penuh harap sambil melepaskan pelukkannya.
”Babo!!! Aku sudah memelukmu dan kau masih menanyakan hal itu??!” tanya Vea kesal.
”jadi kau menerimaku?!” dengan riang gembira chullie memeluk vea lagi ”Sarang haeyo Yoon ah, saranghaeyo. . .”
”Nado saranghae. . .”

FIN