Tags

, ,

Tittle : Family By Accident
Author : vea
Cast :
– Lee hyuk jae (eunhyuk, super junior)
– Kim yoon hye (sudah pasti saya, yang mau protes silahkan dalam hati)
– Yamashita tomohisa (yamapi, News)
– Angela zhang (pemeran utama romantic princess dan at the dolphine bay)
– Dan artis2 lainnya. . .
Genre : romance
Length : chapter
Rated : 17+

fba

Part 2

 

2 bulan kemudian

Yoon Hye menjalani aktivitasnya dengan normal setelah pulang dari desa itu dua bulan yang lalu. Ia ingin memulai semuanya dari awal dan melupakan semua hal buruk yang sudah dialaminya.

Ia tinggal sendiri di Apartementnya, Ibunya sudah meninggal empat tahun yang lalu dan Ayahnya sudah menikah lagi. Sekarang ia sudah bekerja sebagai penjaga sebuah toko baju terkenal di Seoul. Kesibukannya menjadi Asisten Manager membantunya melupakan segalanya.

Yoon Hye membuka pintu Apartemennya dengan lelah. Ia menutup pintu itu dan melemparkan tasnya ke sofa serta membuka syal yang menutupi lehernya. Akhir-akhir ini ia merasa lelah sekali dan sering pusing. Ia membuka lemari es dan menemukan buah apel. Entah kenapa sekarang ia menjadi sering lapar. Baru dua kali ia menggigit apelnya tiba-tiba ia merasa mual.

Yoon Hye berlari kekamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Ia mengelap bibirnya dengan air sambil bersandar di dinding dengan lemas. Ada apa dengan perutnya? Apa dia sedang masuk angin? Disentuh perutnya kemudian tersentak. Dengan cepat ia berjalan ke kamarnya, menghampiri meja tidur dan membuka salah satu lacinya. Ada sebuah benda yang sempat dibelinya dulu. Tes kehamilan.

Ia menatap benda itu dengan ragu, apakah mungkin? Tapi bukankah ini memang sudah dua bulan lebih sejak kejadian itu dan Yoon Hye teringat ia sama sekali belum datang bulan hingga kini. Omo, omo. . . Ini tidak mungkin terjadi bukan?? Tidak, tidak. . . Tapi, apa salahnya ia memeriksanya??

.

.

.

Gadis itu menatap gamang pada alat tes kehamilan yang menunjukkan tanda positif. Tanda bahwa ia benar-benar hamil. Eoteokeh? Apa yang harus dilakukannya? Diraihnya ponsel yang ada diatas meja, ditatapnya sebuah nomor di ponsel itu. Apa ia harus memberitahu laki-laki itu??

Yoon hye menghela nafas berat kemudian menekan tombol hijau pada ponselnya dan menempelkannya di telinga.

“Yeoboseo?” jawab laki-laki itu dari seberang sana begitu telphone tersambung.

“Lee hyuk Jae ssi, ini aku. . .”

“Aku tau Yoon Hye ssi, haha. . . Lama sekali aku tidak mendengar kabar darimu, apa kau baik-baik saja?” tanyanya.

Yoon Hye mengerutkan alisnya, laki-laki itu seolah-olah sedang berbicara dengan teman lamanya saja. Dia itu memang tidak punya beban sama sekali atau memang benar-benar bodoh?!

“Aku baik, tapi tidak bisa dibilang baik-baik saja. . .”

“Waeyo??” tanyanya lagi.

Kalau ia ada di depan Yoon Hye saat ini, pasti sudah ditendangnya laki-laki itu. Dia benar-benar bodoh.

“Lee Hyuk Jae_”

“Panggil aku Hyuki!!” potong Hyuki.

Yoon Hye menghela nafas pelan “Hyuki ssi, kalau aku menelphonemu kau tau artinya itu bukan?”

“Mmm?? Apa??”

Yoon Hye memijat pelipisnya “Kita bertemu besok hari minggu jam sebelas pagi di taman dekat tempat olah raga Seoul. Araseo?”

“Araseo, kau pasti merindukanku bukan?”

Tut. . .tut. . .tut. . .

Gadis itu langsung memutuskan sambungan telepon. Menutup flapnya dengan kasar lalu melempar benda itu ke tempat tidur sambil mendengus pelan “Apa otaknya benar-benar bermasalah?!”

Tiba-tiba Yoon Hye merasa mual lagi. Ia meraba perutnya pelan. . .Kenapa ini harus terjadi padanya? Dulu tunangannya meninggalkannya demi seorang bayi yang ada dikandungan perempuan lain, sekarang di dalam perutnya juga ada bayi yang . . .mungkin tidak diinginkannya, kenapa ia harus mengalami ini?? Ia benci dengan itu.

***

Jam sebelas tepat. Yoon Hye melirik ponselnya, kenapa laki-laki itu belum juga datang?!

“Sudah lama menunggu??”

Gadis itu mengangkat wajahnya dan mendapati seorang namja yang masih sama seperti dua bulan yang lalu sedang tersenyum lebar menatapnya.

“Hyuki ssi. . .” sapa gadis itu sambil beranjak dari duduknya.

“Lama tidak bertemu. . .Bagaimana kabarmu? Ah, rambutmu semakin panjang.”

“Ada hal penting yang harus kukatakan kepadamu,” kata Yoon Hye serius “Dan ini berkaitan dengan apa yang sudah kita lakukan dulu.”

“Mmm? Apa itu?”

“Aku hamil.”

“. . . .”

Namja itu mematung. Kenapa dia tidak menjawab apapun? Apakah dia terlalu shock? Atau mungkin ia sudah merubah fikirannya untuk bertanggung jawab? Dua bulan adalah waktu yang cukup lama untuk seseorang berubah fikiran, bagaimana ini?

“Aku mengerti ini mengejutkan, aku sendiri juga terkejut saat mengetahuinya. Dan aku tau ini akan menjadi masalah untuk kita berdua, karena itu… Aku… Aku sudah memikirkan untuk menggugurkannya.”

“MWO???” teriak Hyuki keras membuat Yoon Hye terlonjak kaget. “Kau bilang kau hamil???” tanyanya.

“Pelankan suaramu pabo!!” desis Yoon Hye. Gadis itu mengangguk pelan.

“Jadi kau sedang hamil saat ini?”

“Ne. . .”

“Jadi ada bayi didalam perutmu ini?”

“Ne. . .”

“Jadi kau sedang mengandung saat ini?”

“Ne. . .”

“Jadi itu anakku?”

“Kenapa kau bertanya terus? Sudah jelas ini anakmu!!” bentak Yoon Hye kesal.

“Syukurlaaaaaahhh. . . .” seru Hyuki sambil memeluk perut Yoon Hye membuat gadis itu terperangah, kaget luar biasa.

“Aaah. . . Jadi didalam perutmu ini ada bayiku ya…?” tanyanya senang sambil menempelkan pipinya pada perut Yoon Hye tiba-tiba.

Deg. . .

kenapa jantung Yoon Hye tiba-tiba saja berdetak cepat. “A-Apa yang kau lakukan. . .?”

“Tentu saja menyapa bayiku,” kata laki-laki itu ringan. Kemudian ia melepaskan pelukannya dan menatap Yoon Hye “Seorang ayah harus melakukan itu bukan?”

Yoon Hye terdiam menatapnya. Apa laki-laki ini benar-benar waras? “Ta-tapi. . .Bukankah aku sudah bilang tadi kalau aku. . .akan. . .menggugurkannya. . .”

“MWO???” teriaknya (lagi) sambil membelakkan mata “Kau ingin menggugurkannya? ANDWAE!!! Ka_hhmpf. . .hhmpfff. . .” namja itu memberontak dengan mata membelak saat mulutnya tiba-tiba saja dibekap.

“Jangan keras-keras pabo!!’ bisiknya sambil menatap sekitar. Beberapa orang menoleh ke arah mereka tapi kemudian melanjutkan lagi aktivitas mereka masing-masing.

“Kenapa kau melakukan itu?” tanya Hyuki sedih.

Omo. . . Kenapa ia harus memasang wajah seperti itu? Membuat Yoon Hye merasa bersalah.

“Kenapa kau ingin menggugurkan bayiku? Kenapa kau ingin membunuhnya?”

JLEB

Pertanyaan itu langsung menohoknya. Bahkan ia menyebutnya dengan kata ‘ku’.

“Baiklah, baiklah!!” kata Yoon Hye mengalah “Tidak akan kulakukan. Lalu bagaimana sekarang?”

Hyuki tersenyum cerah “Tentu saja harus kau lahirkan. Kita harus menikah secepatnya.”

Yoon Hye memejamkan matanya kuat-kuat berharap ini hanya mimpi, dan saat ia terbangun nanti, ia masih berada di dalam kamarnya. (Demi apa aku harus nikah sama monyet?? #PLAK) Tapi kenyataannya saat ia membuka mata, ia tetap sedang berada bersama laki-laki itu. Kenapa laki-laki itu mengatakan hal itu dengan mudah sekali? Apa otaknya memang sedang mengalami gangguan?

“Hyuki ssi. . . Kenapa kau senang sekali mendengar aku hamil?” tanya Yoon Hye pelan.

“Karena aku menyukai anak-anak” senyumnya “Aku selalu ingin memiliki seorang anak. . .”

“Meskipun itu bukan dari wanita yang kau cintai?” tanya Yoon Hye pelan.

Senyumnya memudar, ia menatap Yoon Hye diam. “Tidak ada yang bisa memutar waktu. . . Semua yang terjadi tidak bisa diputar balik. Untukku saat ini yang terpenting adalah aku memiliki seorang bayi dalam kandunganmu yang mengalir darahku, jadi mana mungkin aku membuangnya??” jawabnya pelan.

Hati Yoon Hye terasa bergetar mendengarnya. Laki-laki ini begitu menginginkan anak yang ada dalam kandungannya, yang mengalir darahnya juga. Tapi kenapa ia sempat-sempatnya berfikir untuk menggugurkannya?

“Baiklah. . . Aku akan melahirkannya untukmu, setelah itu bawalah ia bersamamu karena aku memiliki kehidupan sendiri. Kita menikah secepatnya. . .”

Hyuki terdiam sejenak “Baiklah. . .” ia tersenyum manis “kkaja!!” ajaknya sambil menarik tangan Yoon Hye.

“Kemana??”

“Tentu saja berkenalan dengan keluargaku!! Kita akan menikah bukan?!”

“Tu-tunggu dulu… Aku be-belum siap. YAA!”

=Kim yoon hye pov=

Aku tidak tau bagaimana cara Tuhan mengatur takdir setiap manusia di dunia ini. Bagaimana aku bisa mengalami hal yang benar-benar tidak pernah kubayangkan akan terjadi dalam hidupku. Kenapa? Aku tidak tau.

Aku tidak tau mengapa Tuhan menuliskan kisah hidupku seperti ini. Jujur aku takut. Aku benar-benar takut. Bagaimana jadinya nanti setelah aku menikah dengan laki-laki yang belum kutahu apapun tentangnya itu? Bagaimana bila sesuatu yang tidak terduga tiba-tiba datang menghampiriku? Cinta… Bagaimana kalau aku jatuh cinta kepada orang lain saat aku dalam keadaan seperti ini? Bagaimana?? Akupun tak tau jawabannya.

Namun, melihatnya tersenyum begitu gembira membuatku menjadi kecil. Aku tak sanggup menatap wajahnya yang sedih. Kenapa aku harus hamil? Kenapa?? Aku tidak pernah menginginkannya. Tapi ia, laki-laki itu sangat menginginkannya meskipun bukan dari orang yang ia cintai. Lalu bagaimana kehidupanku nantinya? Aku tidak tau.

Aku berdiri di depan sebuah rumah besar. Hyuki, laki-laki itu masih menggenggam tanganku, rasanya hangat.

“Ini rumahku,” ujarnya sambil tersenyum.

Aku menatap sekeliling rumah itu sambil membayangkan seperti apa orang-orang yang tinggal di dalamnya. Rumah putih besar bergaya klasik dengan taman bunga yang luas.

“Ayo!!” ia menarik tanganku dan membuka sebuah pintu besar. Aku terpana menatap dalamnya. Rumah ini benar-benar besar dan bernuansa putih.

.

.

.

“YAA!! Burung, kembalikan sikat gigiku!!!” teriak seorang laki-laki.

Aku menoleh dan mendapati seorang gadis sedang berlari menuruni tangga sementara seorang laki-laki sedang mengejarnya dari belakang.

“Andwae! Aku akan membuangnya! Salah sendiri kau sudah menjatuhkan sikat gigiku ke dalam toilet!!” balas gadis itu.

“Itu sepupuku. Anak paman dan bibiku. Lee Young Jae, dan istrinya Han Ji Eun. Mereka baru saja menikah,“ jelas Hyuki.

“Yaa, Burung, berhenti kau!!!” teriak laki-laki itu lagi.

Sementara itu dari dalam sebuah ruangan terdengar berisik sekali. Dan dari lantai atas terdengar suara ribut. Sedangkan di suatu sudut, ada seorang perempuan yang sedang mengajari seorang anak laki-laki menari. . .India???

“Tutup telingamu, aku mau memanggil mereka semua!!”

Aku menatap Hyuki terkejut “mwo? waeyo?”

“Taraaaaaa…….”

Jreng jreng jreng. . .

Hyuki menunjukan toa yang dipenggangnya itu sambil nyengir lebar.

=_=”

“YEOREBUUUUN AYO BERKUMPUUUUULLLLL!!!!” teriaknya dengan menggunakan alat yang ada tulisannya made in indonesia itu, pasti diimpor langsung dari sana.

Kontan aku langsung menutup telinga dan mataku rapat-rapat.

“HEEEEIIIIII KALIAN SEMUAAAA AYO BERKUMPUUUULLLLL!!!!”

Sedetik

dua detik

hening…

Aku membuka mata dan telingaku perlahan. Didepanku sudah berdiri berbagai manusia yang… beraneka ragam rupa dan bentuknya.

“Ukhum-Ukhum…” Hyuki berdehem. “Yoon ah, kenalkan, mereka semua ini adalah keluargaku.”

Ia menunjuk seseorang yang paling ujung kanan “Ini Deok Man halmoni dan Yu Shin haraboji, mereka orang yang paling tua di sini. Kau pernah mendengar film the great of queen Seon Deok? Kisah itu diambil dari kehidupan mereka.”

Aku membungkukkan sedikit badanku memberi hormat kepada mereka.

“Dan ini, uri Appa dan Eomma. Lee Shin dan Shin Cha Gyeong. Kau juga pasti sudah menonton drama Princess hours bukan? Itu mereka yang membuatnya.”

Aku melakukan hal yang sama pada orang tua Hyuki, membungkukkan badanku sedikit untuk memberi hormat.

“Dan sebelahnya ini, Ajhusi dan Ajhuma yang pertama, Syahrukhan Ajhusi dan Kajol Ajhuma. Ini putri mereka, Avril Lavigne (?).”

“Itu anaknya!” saut Paman Syah.

“Bukan, dia anakmu!” balas Bibi Kajol.

“Kau kan yang melahirkannya.”

“Kau kan yang membuatnya(?).”

“Lalu kenapa jadi bule seperti itu? Kau selingkuh dengan bule ya?”

“Apa? Kenapa menuduhku begitu?”

Pletak

Kedua orang itu langsung meringis kesakitan setelah terkena pukulan stik drum milik Avril “Kalian mengadopsiku, kenapa bertengkar begitu?! How a stupid!!” dengus gadis itu sementara aku hanya bisa ternganga menatapnya.

“Dan ini, Ajhusi dan Ajhuma yang nomor dua. Dae Jang Geum Ajhuma, dan Jeong Ho Ajhuma. Jang Ajhuma ini seorang Dokter dan Jeong Ho Ajhusi adalah seorang Pelatih Militer. Kau tau? __”

“ye, aku tau. Drama Jewel in the palace itu pasti dari kisah Jang Ajhuma dan Jeong Ho Ajhusi bukan?”

“tepat sekali!” saut hyuki sambil nyengir.

“Kau terlihat pucat. sebaiknya minum gingseng yang direbus dengan air selama tiga setengah menit lalu dinginkan kemudian dicampur dengan jeruk nipis agar terasa lebih enak,” komentar Bibi Jang.

“Ah, ne. Kamsahamnida…” ucapku pelan walaupun aku tidak yakin bisa meminum minuman seperti itu.

“Dan ini Han Ji Eun Nonna dan suaminya Lee Young Jae Hyung. kau tau, Young Jae Hyung bukan? Dia aktor terkenal.”

“Ne, aku pernah melihatnya bermain drama Full House,” jawabku pelan sambil membungkukkan badan ke arah mereka.

“Dan yang paling kecil di keluarga ini adalah Jeremy, dia putra dari Tae Kyung Hyung dan Minyeo Nonna. Mereka berdua adalah anak dari Jang Ajhuma dan Jeong Ho Ajhusi yang pertama, mereka berdua adalah penyanyi.”

Aku mengangguk-angguk kemudian membungkukkan badan ke arah mereka berdua. Astagaaa… Bagaimana caraku menghafal mereka?

“Dan ini Justin Bieber, anak dari Kajol Ajhuma dan Syah Ajhusi.” (bule lagiiiii?????)

Laki-laki remaja itu tersenyum kepadaku, di telinganya terpasang earphone. Aku membalas senyumnya dengan gugup.

“Nah, yang itu adalah anak Deok halmoni dan Yu Shin haraboji yang pertama. Hyung dari Appa, namanya Ki Jou Koo Boo Dou (BACA: KI JOKO BODO!!)”

Aku menatapnya shock, Ajushi itu memakai pakaian hitam. Dan rambutnya yang keriting dibiarkan panjang sepinggang. Dalam hati aku bertanya-tanya, dosa apa yang telah dilakukan Halmoni dan Haraboji itu hingga melahirkan makhluk-makhluk yang ajaib ini. Omooooo……..

“Tunggu dulu…” Hyuki menatap mereka satu persatu sambil menggerak-gerakkan jarinya untuk menghitung “Sepertinya ada yang kurang,” gumamnya “Satu, dua, …Sepuluh …Lima belas…”

“Kenapa sepi sekali?” tanya seseorang dari ujung tangga, membuat semua orang menoleh kepadanya.

“Ah, Tomo-chan, di sana kau rupanya. Yang itu anak dari Utada Ajhuma, Deongsaeng Eomma, namanya Yamashita Tomohisa. Biasa dipanggil Tomo-chan atau Hisa-kun,” jelas Hyuki riang.

Aku menatap laki-laki yang sedang berjalan menuruni tangga itu terpaku. Sesuatu itu telah datang…

Cinta…

 

To be continue