Tags

, , ,



Cast :

–         choi shiwon (super junior)

–         min seo rin (nama korea saya)

–         min rara

–         kim jung hoon

–         young seung hoo

Part 3

“28??” ejek shiwon sambil tersenyum merendahkan “ternyata bukan hanya tingkahmu yg bodoh, tapi otakmupun juga bodoh!!”

“mwo?? Apa kau bilang??”

“aku bilang kau itu bo-doh!! Kau mau apa??”

seo rin berjalan cepat kearah shiwon, menyambar kertas itu dan mendorong tubuh shiwon dgn sekuat tenaga hingga laki2 itu terhuyung kebelakang.

Keributan itu menyebabkan siswa siswi yg mendengarnya jadi tertarik untuk melihatnya.

“kenapa kau berkata begitu?! memangnya kau pintar??” seru seo rin emosi.

“aku memang pintar karna itu aku masuk kelas khusus! Tidak seperti kau, bodoh!!”

“kau yg bodoh, bodoh, bodoh, bodoooh!!! >w<” teriak seo rin.

“aku tidak mau dikatai bodoh oleh orang bodooh!!! >w<” balas shiwon.

“kau itu sangat bodoh sampai2 orang bodohpun mengataimu bodoh!!”

“jadi kau mengakui kalau kau bodoh??! Bagus!”

“dasar laki2 feminim!!!” kata seo rin sambil melotot menatap shiwon.

“gadis jadi2an!!!” balas shiwon sambil ikut melotot.

“ekor burung!!”

“otak udang!!”

keduanya saling tatap penuh dendam, dan disekitarnya seolah2 ada petir yg sedang menyambar2.

“hei kalian!! Ada apa ini??” tanya ma seongsaengnim, membuat mereka berdua menoleh kearahnya “ya! Min Seo rin, sedang apa kau disini?! Aku sedang menunggumu, ayo ikut aku!!”

“ba. . .Baik!” jawab seo rin, kemudian mengekor dibelakang ma seongsaengnim meninggalkan shiwon yg sedang dikelilingi tatapan penasaran murid2 lain.

Seo rin mengayuh sepedanya dgn riang. Meskipun tadi disekolah ia sudah dimarahi habis2an oleh ma seongsaengnim karna nilainya yg jelek, tapi perasaannya kini lebih baik karna ia akan pergi kesekolah T.K dan bermain dgn anak2 T.K itu.

Tapi begitu sampai disana sekolahan itu sepi dan legang.

“paman apa hari ini mereka libur??” tanya seo rin pada paman tukang kebun.

“ah, hari ini mereka memang dipulangkan lebih awal, dan yg masuk sore diliburkan, para guru punya acara hari ini!” jelas paman itu.

“ah begitu, baiklah. . . Kalau begitu aku pulang dulu, terima kasih paman, anyeong!” pamit seo rin sambil menundukkan kepalanya pada paman itu dan berjalan pergi.

Ia berjalan menuntun sepedanya menuju taman didekat sekolahan itu dan kemudian duduk diayunan seorang diri. Ia menghela nafas panjang. Sepertinya hari ini hari yg buruk!!

Tiba2 ia tertegun. Ada seseorang yg mengulurkan sebuah kaleng minuman soda didepan wajahnya.

“jung hoon oppa??”

laki2 itu tersenyum hangat, ia terlihat tampan dgn sweeter coklatnya “minumlah!”

“sedang apa kau disini?” tanya seo rin sambil menerima minuman itu.

“aku mengikutimu!!” jawab jung hoon santai sambil duduk diayunan sebelah seo rin.

“mwo??”

laki2 itu tersenyum “kebetulan tadi aku melihatmu, jadi aku kemari! Apa yg kalakukan disini?!”

“tadinya aku ingin bermain dgn anak2, tapi ternyata hari ini mereka pulang lebih awal!”

seo rin meminum sodanya hingga habis kemudian ia mengira2 jarak sampah darinya.

“kalau kau bisa memasukan kaleng itu ketempat sampah, aku akan mendorongkan ayunanmu!!” kata jung hoon.

“benarkah?? Aku pasti akan memasukkannya!! Aku ini pelempar yg handal!” kata seo rin riang dan kemudian melempar kaleng itu dan. . . Masuk!!

“yeey!!” teriak seo rin senang.

“ah, kau memang pelempar yg baik!!” saut jung hoon sambil beranjak dari duduknya kemudian mendorong ayunan gadis itu.

“woooo. . .” teriak seo rin senang “ayo lebih kencang, nanti akan kutraktir es cream!!”

“baiklah!!” saut jung hoon tertawa sambil mendorong seo rin lebih keras.

Shiwon sedang berjalan masuk kedalam rumahnya, ia baru saja pulang dari sekolah.

Tiba2 ada sesuatu yg mengenai kepalanya. Ia menatap bingung, “kulit kacang??” gumamnya. Kemudian ada banyak kulit kacang yg mengenainya.

Ia menoleh sekeliling dgn bingung dan kemudian mendapati seorang gadis sedang duduk di ujung tangga sambil memakan kacang.

“ya!! Noona?? Kenapa kau melempariku kacang?!” seru shiwon dari bawah.

Gadis itu melempar kulit kacang lagi.

“ya!! Hentikan noona!!”

“jadi seperti ini caramu menyambut noonamu yg baru pulang dari inggris!!” ryu in menuruni tangga menghampiri adik laki2nya itu.

“kenapa kau kembali??” tanya shiwon.

“kau ini! Noona kan sangat merindukanmu!!” dicubitnya kedua pipi shiwon.

“noona hentikaaaaaan!! Aku bukan anak keciiil!!!” teriak shiwon.

“kau tetap adik kecil bagiku!!” kata ryu in sambil memeluk shiwon “aku sangat merindukanmu!!”

“ya aku juga! Berhentilah menggangguku atau kukirim lagi kau ke inggris!”

pletaak. . .

“aaargh. . . Kenapa kau menjitakku?!” bentak shiwon.

“kau ini, tetap saja menyebalkan!! Tenang saja, aku hanya 3 hari disini!!”

“itu bagus!” saut shiwon sambil menaiki tangga.

“dasar wonnie!!”

shiwon berhenti melangkah dan menoleh ke ryu in “jangan panggil aku begitu!!” sautnya kesal. Sementara ryu in hanya meleletkan lidahnya dan melegang pergi.

“sangat kekanak2an!!” gerutu shiwon.

“bagaimana kau menemukanku??” tanya min rara pada shiwon yg duduk disampingnya.

“saat kau merasa bingung dan gundah, kau pasti ada ditempat ini!” jawab shiwon.

Keduanya sama2 memandang lurus kedepan.

“kau benar!” rara tersenyum tipis “bukankah kita pertama kali bertemu disini?!”

“kau masih ingat?!”

“tentu saja! Saat itu aku benar2 bahagia karna bisa punya teman! Terima kasih sudah menjadi temanku hingga kini!”

shiwon tersenyum pahit. Ia suka gadis ini! Gadis yg tak bisa dipahami oleh orang lain namun sangat mudah terbaca olehnya. Bahkan kekasihnya, shindong pun kadang tidak bisa memahaminya.

“jadi, kenapa kau ada disini? Apa yg kau pikirkan?!” tanya shiwon.

Rara tidak menjawab, ia hanya diam menatap kedepan.

“ia memintaku untuk menunggunya. . .” kata rara datar.

Shiwon terdiam mendengarnya. Taman itu terasa sunyi. Bangku yg didudukinya itu terasa dingin. Angin malam musim gugur bertiup lembut.

“kapan ia pergi kecina?”

“lusa!”

“lalu. . . Apa keputusanmu??”

“kalau aku tau, aku tidak akan ada disini!”

hening lagi. Keduanya sama2 diam.

“sudah malam! Ayo kuantar pulang!!”

“ini masih jam setengah tujuh!” protes rara.

“kau bisa sakit kalau duduk diluar terus!”

gadis itu sudah akan bicara saat ponselnya tiba2 berbunyi.

“ya?” jawabnya begitu ia menempelkan ponsel itu ketelingannya “aku akan kesana!” jawabnya pendek kemudian mengantongi ponsel itu lagi.

“aku harus pergi! Tidak perlu mengantarku, kau pulang saja!” kata gadis itu dan langsung berjalan pergi tanpa menunggu jawaban shiwon.

“Terima kasih sudah mengantarku!!” kata seo rin “hari ini sangat menyenangkan! Untuk pertama kalinya aku menonton film dibioskop!”

jung hoon tersenyum “aku akan menunjukkan banyak hal padamu!”

“walaupun kau tidak ingin dipanggil seongsaengnim pada kenyataannya kau tetap seorang guru bagiku!”

jung hoon tersenyum mendengarnya.

“kau tidak mampir?? Bibi pasti memasak makanan enak!!” tawar seo rin.

“hmm. . . Sepertinya aku sedang lapar sekarang!” jawab jung hoon.

“kalau begitu ayo masuk!! ^^ ” ajak seo rin riang.

Seo rin meletakkan sepedanya dihalman kemudian mengajak jung hoon masuk kedalam rumah.

“bibiii aku pulaaaang!!” teriak seo rin sambil melepas sepatunya.

“seo rin, kau sudah pulang?? Kenapa sampai malam begini??” tanya bibi khawatir.

“maaf. . . Tadi aku jalan2 bersama jung hoon oppa!”

“mwo??” tanya bibi tidak mengerti, namun segera disadarinya seo rin tidak sendirian.

“bibi, kenalkan, ini jung hoon oppa, guru musik disekolahku!”

“anyeon haseo, kim jung hoon imnida!” jung hoon membungkuk sedikit kearah bibi won “saya adalah guru musik seo rin ah, tapi diluar pelajaran saya adalah teman seo rin!”

“ah begitu. . .”

“bibi aku lapaar~” kata seo rin manja.

“oh, kebetulan sekali bibi baru saja selesai masak! Cepat tukar pakaianmu, setelah itu kita makan bersama!”

“baik! ^^ oppa, aku naik keatas dulu ya?!”

jung hoon tersenyum dan mengangguk kearah gadis itu. Kemudian seo rin berlari menaiki tangga menuju kekamarnya.

“mari silahkan duduk, akan kubuatkan teh untukmu!” kata bibi won.

“ah, kamsahamnida!” ucap jung hoon sambil duduk. Dilepaskannya sweternya saat bibi kembali kedapur. Tidak lama kemudian bibi won muncul dgn secangkir teh.

“ini, minumlah!”

“terima kasih bibi” ucap jung hoon.

“sepertinya aku pernah melihatmu. . .” kata bibi won “wajahmu sepertinya tidak asing. . .”

“benarkah??”

“ya!” gumam bibi won. Tapi kemudian matanya membelak begitu menatap kalung rosario yg dipakai jung hoon.

“ka. . .Kau. . .”

jung hoon hanya tersenyum menatap bibi won yg sangat terkejut itu.

“apa seo rin. . .”

jung hoon menggeleng pelan “aku ingin mengenalnya lebih dalam bibi, dan kuharap bibi mau menceritakan semua tentangnya padaku!!”

“anda ingin mendengarkannya sekarang. . . Tuan muda??”

“tidak untuk hari ini!”

“ya!! Noona, sedang apa kau dikamarku??” tanya shiwon begitu melihat kakaknya sedang membaca buku2 koleksinya.

“kamarmu tidak berubah sama sekali!!” komentar ryu in.

“aku kan tidak plin plan sepertimu!!” kata shiwon sambil menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur.

“tadi eomma menelphon, dia bilang akan pulang dalam waktu dekat ini!” kata ryu in sambil membuka2 laci meja shiwon.

“aku tidak peduli!”

“jangan begitu! Seharusnya kau senang! Apa kau tidak kasian melihat eomma yg bekerja keras untuk menggantikan eoppa?!”

shiwon hanya diam. Itu memang benar, bukan salah ibunya, tapi. . .

“eh, apa ini?!” tanya ryu in tiba2 “wonnie, darimana kau dapatkan kalung ini??”

“sudah kubilang jangan memanggilku begituu!!”

“kau dapat ini darimana??” tanya ryu in lagi sambil duduk disebelah shiwon.

“seorang gadis memberikannya padaku, menyuruhku untuk membawanya!” jawab shiwon malas.

“waah ternyata gadis pembawa kalung ratu itu muncul!!” seru ryu in riang.

“mwo?” tanya shiwon kaget “kau tau tentang kalung ini?!”

“tentu saja aku tau! Bukankah aku yg membelinya dulu?! Aku memang sengaja hanya membeli kalung raja dan berharap suatu saat nanti gadis yg membawa kalung ratu ini bisa kau temui!!” kata ryu in “eh bagaimana gadis itu? Dia cantik? Manis? Kau menyukainya tidak??”

“gadis yg kau maksud itu sangat bodoh dan selalu membuat ulah! Benar2 kutukan untukku!!” saut shiwon kesal.

“hah. . . Kau ini!!” ryu in mengacak2 rambut adiknya itu.

“noona hentikan! Kau bisa merusak rambutku!!”

“benar! Dia membuatku khawatir!!” kata suhoon.

“dia bisa merusak image kita!!” saut kim bum “sebelum gadis itu datang, ia baik2 saja, tapi akhir2 ini ia melakukan hal2 bodoh karna tidak bisa mengontrol emosinya!”

“benar2 memalukan! Untung saja dia termasuk orang kaya dan populer disekolah ini, kalau tidak, aku tidak akan mau dekat2 dgnnya!”

“aku juga akan pura2 tidak mengenalnya!!”

seo rin terdiam mendengar pembicaraan itu. Setelah kedua orang itu pergi, seo rin keluar dari balik dinding sambil membawa kardus berisi bola2 basket dari ruang olah raga.

“kasihan sekali dia!” gumamnya.

“hei wonni!!”

“ya!! Noona, sedang apa kau disekolahanku???” tanya shiwon kaget saat melihat kakaknya sedang berjalan dikoridor sekolah menghampirinya. Ia baru saja dari perpustakaan untuk meminjam buku saat itu.

“aku ingin tau bagaimana sekolahmu! Dan aku juga ingin bertemu dgn gadis itu! Ayo, kau harus mengenalkannya padaku!!” kata ryu in sambil menggandeng lengan shiwon.

“noona, aku tidak mengenalnya! Aku juga tidak tau kelasnya!” protes shiwon sambil melepaskan tangan kakaknya.

“setidaknya kau kan ingat wajahnya!!”

braaak!!!

Kedua kakak adik itu langsung menoleh kearah tangga.

Seo rin duduk dikaki tangga sambil mengusap2 pantatnya yg sakit. Sepertinya ia baru saja terpeleset. Kardus yg dibawanya jatuh dan bola2 basketnya menggelinding kesegala arah.

“kau mencari si bodoh itu kan? Sana, bantu dia!!” kata shiwon kemudian langsung pergi.

“waa dia manis sekaliii. . .” komentar ryu in dan langsung melangkah riang menghampiri seo rin.

!!=_= => wajah shiwon saat mendengarnya.

Seo rin meruntuk pelan karna pantatnya terasa sakit. Ia baru terpeleset. Dan ia bersyukur, ia terpeleset dikaki tangga bukan diujung tangga. Cepat2 ia bangun dan memungut bola yg menggelinding kesana kemari.

“kau tidak apa2?? Ini bolamu!” seorang gadis manis berambut pendek memberikan bola itu padanya.

“ah, aku baik2 saja, terima kasih!” ucap seo rin.

“seo rin ah, ada apa? Kau habis terjatuh??” tanya jung hoon tiba2. Laki2 itu baru saja dari ruang musik sambil membawa tas biolanya.

“jung hoon ah??” gadis manis itu terkejut menatap jung hoon.

“ryu in ah??” balas jung hoon sama terkejutnya “kenapa kau ada disini??”

“aku. . . Tunggu!! Tadi kau memanggilnya seo rin??”

“benar! Dia min seo rin!! Adikku!” kata jung hoon sambil meminum soda. Matanya menatap lurus kedepan, melihat seo rin dan teman2nya bermain basket. Dilihatnya gadis itu beberapa kali terjatuh.

“dia sangat manis!! Tapi ia tidak mirip denganmu. . .” komentar ryu in yg duduk disebelahnya “tapi kalian sama2 ramah terhadap orang lain!!”

jung hoon tersenyum mendengarnya.

“apa dia sudah tau?”

jung hoon menggeleng pelan.

“kenapa tidak memberitahunya??”

“aku ingin mengenalnya lebih dalam, dan aku juga ingin ia mengenalku lebih banyak, agar ia bisa menerimaku sebagai kakaknya walaupun kami beda ayah! Bukankah sangat lucu bila ada orang yg tidak kau kenal tiba2 datang padamu dan bilang kalau kau adalah adiknya!” kata jung hoon, kemudian ia menoleh “tapi. . . Sedang apa kau disini?! Jangan bilang kalau kau terlalu merindukanku hingga menyusulku kemari!!” canda jung hoon.

“kau ini!!” ryu in memukul bahu jung hoon pelan “maaf mengecewakanmu, aku memang sedih karna kau memutuskan untuk pindah kekorea,tapi bukan karna itu aku disini!” saut ryu in sambil tersenyum “aku disini hanya 3 hari, kampus mengadakan tour kecina, tapi aku tidak ikut, lebih baik aku pulang untuk melihat adik laki2ku, tapi aku tidak menyangka bisa bertemu kalian berdua disini, tadinya aku ingin menyewa dektetif untuk mencarimu!”

jung hoon tersenyum “ah sepertinya kau memang tidak bisa lepas dariku, lalu bagaimana dgn min hoo ssi? Bukankah kau menyukainya??” goda jung hoon.

“hei, jangan samakan dia dgnmu! Kalian itu berbeda!!”

“ah, aku tau! Kau pasti lebih mencintaiku karna hanya aku satu2nya orang yg mau membantumu mengerjakan tugas!”

ryu in tertawa “tentu saja! Kau tidak tau? aku sampai menangis 2 hari saat kau pergi!”

“benarkah??”

“tentu saja tidak!” merekapun saling tertawa.

“apakah adikmu sekolah disini??” tanya jung hoon kemudian.

“ya! Dan aku benar2 tidak menyangka bahwa seo rin yg membawa kalung ratu itu!”

“mwo?”

“ah aniyo!! Karna aku sekarang sudah disini, bagaimana kalau kita main kegame center?!” ajak ryu in sambil melingkarkan lengannya pada jung hoon.

“Kau masih berani melawanku?”

“tentu saja! Ayo! Yg menang harus mentraktir es cream!!”

“bukankah seharusnya yg kalah yg mentraktir?!”

“kalau seperti itu kau tidak akan mentraktirku!!”

“kau ini!!” sungut jung hoon sambil mengacak2 rambut ryu in.

Dari jendela lantai 2 ternyata ada yg memperhatikan mereka.

“sedang apa kakakku bersama seongsaengnim itu?! Apa mereka teman satu universitas?! Bukankah mereka sama2 dari inggris?!” gumam shiwon.

Sementara itu 10 meter dari jendela kelas shiwon, eun hye seongsaengnim juga sedang melihat mereka dgn air mata dipipi sambil menggigit sapu tangannya. Wow, ternyata dia juga naksir ma jung hoon!

Shiwon sedang memandang kalung ratu itu. Ia teringat kata2 seo rin agar memberikannya kalung itu pada orang yg disukainya.

“ada apa kau memanggilku kemari?” tanya rara.

Shiwon menoleh terkejut “tidak. . . Aku hanya ingin mengobrol dgnmu!!”

“kau belum pulang??”

“aku baru saja selesai latihan renang!!”

“aku sudah memutuskannya. . .” kata rara tiba2 “Aku akan menunggunya! Aku akan menunggu shindong oppa kembali!!”

shiwon terdiam mendengarnya. Ia menggenggam kalung itu kuat2.

Tiba2 ponsel rara berbunyi. Ada pesan yg masuk. “aku harus pergi! Kau cepatlah pulang!!” kata rara setelah membaca pesannya dan kemudian berjalan pergi.

Setelah rara menghilang dari balik pintu. Shiwon melemparkan kalung itu dengan kesal kedalam kolam. Ia duduk bersandar didinding sambil menutup wajahnya dgn tangan. Namun tiba2 ia tersentak. “Kalungnya???” teriaknya panik sambil berjongkok dipinggir kolam “gawat! Dia bisa membunuhku!” gumamnya.

“siapa yg akan membunuhmu??”

“huwaaaaaa. . .”

byuuur. . .

Shiwon tercebur kedalam kolam setelah melihat seseorang yg muncul tiba2 disampingnya.

Tak lama kemudian shiwon muncul kepermukaan air. Kolam itu tidak dalam, hanya sebatas dadanya.

“ya!! Sedang apa kau disitu?? Mengagetkanku saja!!” bentak shiwon.



“aku hanya mau mengembalikan alat pell ini! Aku baru saja dihukum won young seongsaengnim karna menumpahkan kopi yg dibawanya!” jawab seo rin polos.

Shiwon mendengus sambil keluar dari air “tidak ada satu haripun tanpa masalah!” sindir shiwon.

“sedang apa kau disini?” tanya seo rin tidak peduli dgn kata2 shiwon.

“mencari kalung ratu! Tadi tidak sengaja aku melemparnya!”

“mwo??” tanya seo rin terkejut dan langsung mencebur kedalam kolam. Tapi ia lupa kalau ia punya penyakit sesak nafas. Ia tidak boleh masuk kedalam air ataupun ketempat yg sangat dingin.

Shiwon melihat dari tepi kolam. 30 detik, 45 detik, satu menit. . .

“hei apa kau baik2 saja??” tanya shiwon.

Satu setengah menit, seo rin belum juga muncul. Akhirnya shiwon mencebur kedalam kolam dan menarik tubuh yg sudah lemas itu. Dibawanya gadis itu ketepi kolam, dibaringkannya tubuhnya.

“gadis bodoh! Tidak bisa berenang masih juga mencebur kedalam kolam!” omel shiwon sambil menekan2 dada seo rin. Banyak air yg keluar dari mulut gadis itu “ya!! Seo rin!! Bangunlah!!”

tidak ada pilihan lain, gadis itu tetap menutup matanya. Shiwon memencet hidung seo rin dan membuka mulut gadis itu. Kemudian dihirupnya udara dalam2 dan menghembuskannya melalui mulut gadis itu, memberikan nafas buatan. Setelah beberapa kali akhirnya gadis itu terbatuk2 dan mulai sadar. Ia membuka matanya dgn lemah.

“kalau kau tidak bisa renang seharusnya bilang!! Kau hampir mati tau!!” bentak shiwon.

Tiba2 gadis itu menampar pipi shiwon dgn pelan karna tenaganya belum pulih. Shiwon terkejut dan menoleh.

“kenapa kau membuangnya?? Bagaimana kalau hilang?” tanya seo rin sambil berusaha bangun.

“aku tidak sengaja!” jawab shiwon “tunggu disini biar aku yg mencarinya!”

ia melepaskan jasnya dan menyelimutkan pada seo rin, kemudian ia kembali masuk kedalam air.

Sejam kemudian kalung itu ditemukan “lihat aku sudah menemukannya! Kau bisa tenang sekarang!!” katanya pada seo rin.

“kumohon, jangan membuangnya lagi!”

“sudah kubilang aku tidak sengaja!! Sudah malam sebaiknya kita cepat pulang! Kau bisa berjalan kan?”

“aku tidak apa2!” jawab seo rin sambil mengembalikan jas shiwon.

“kenapa kau tidak menaikinya??” tanya shiwon saat seo rin lewat didepannya sambil menuntun sepeda mininya.

“aku tidak ada tenaga!” jawabnya tanpa berhenti ataupun menoleh.

Tiba2 shiwon mengejarnya dan merebut sepeda itu dari seo rin “biar kuantar kau pulang! Pakai ini” ia meyodorkan kembali jasnya yg basah “agar kau lebih hangat!”

seo rin menerimanya dgn tatapan ragu.

“ayo!” kata shiwon yg sudah siap.

Tanpa bicara apa2, gadis itu duduk diboncengannya. Kemudian shiwon mulai mengayuh sepeda itu setelah gadis itu melingkarkan tangannya keperutnya.

“hatsyiiiiiiin. . .” lagi2 seo rin bersin.

“seo rin, kenapa kau tiba2 flue?” tanya yoo mi bingung.

“bukankah kemarin kau baik2 saja?!” saut shin hye sambil menyodorkan tissue.

“hatsyiiiiin!!”

seo rin mengambil tissue itu sambil membuang ingusnya.

“eh, lihat, shiwon juga sedang flue!!”

seo rin dan shin hye menoleh bersamaan kearah shiwon.

Dimeja lain shiwon juga sedang bersin2.

“aneh. . .” gumam shin hye “kenapa kalian tiba2 flue diwaktu yg sama. . .??”

“eh, seo rin, kudengar kau sering ribut dgn shiwon, apa itu benar??” tanya yoo mi.

“apa yg kau sembunyikan dari kami??”

“haatsyiiiin!!” seo rin bersin lagi “tidak ada. . . Dia memang laki2 yg menyebalkan! Aku heran kalian bisa menyukainya!!”

“aku tidak percaya! Pasti ada apa2 antara kau dan dia!” kata shin hye.

“benar! Kau harus memberitahu kami smuanya! Bukankah kita teman?!” tambah yoo mi.

“kalian. . .Hiks. . . Aku benar2 menyayangi kalian. . .” kata seo rin terharu.

“karna itu, jangan merahasiakan apapun, sudah seharusnya kan teman saling berbagi senang ataupun duka!”

“aku benar2 beruntung bisa mengenal teman sebaik kalian! Baiklah, aku akan menceritakan semuanya, nanti sepulang sekolah kalian ikut kerumahku!” kata seo rin sambil mengambil minuman soda yoo mi dan meminumnya.

Tiba2 seseorang menyambar minuman itu dari seo rin “minuman seperti ini tidak baik untuk flu!”

“jung hoon seongsaengnim??” seru yoo mi dan shin hye bersamaan.

Jung hoon hanya tersenyum pada mereka kemudian duduk disebelah seo rin dan meletakkan minuman soda itu dimeja. Ia membuka tutup botol teh hangat yg dibawanya “minumlah!” katanya sambil menyerahkan botol itu pada seo rin “Kulihat dari tadi kau bersin2 terus! Apa kau sakit?” tanyanya.

“ani. . .Aku baik2 saja!” jawab seo rin kemudian meminum teh itu.

“badanmu agak panas!” kata jung hoon cemas sambil memegang kening seo rin. Sontak kedua teman seo rin membelak menatapnya.

“hatsyiiin. . .Aku tidak apa2!”

“kalau kau merasa sakit lebih baik ke uks!” kata jung hoon “sebentar lagi bell masuk, aku harus pergi, ada kelas musik!”

“mm. . . Pergilah. . . Aku tidak apa2, terima kasih!!”

“baiklah, anyeong!” pamit jung hoon.

“kalian kenapa??” tanya seo rin kepada teman2nya yg masih terpaku.

seo rin sedang tiduran di uks, kepalanya agak pusing. tiba2 seseorang membuka pintu uks, choi shiwon. Laki2 itu langsung tidur ditempat tidur satunya disebelah seo rin.

“jadi kau sakit juga?? Haatsyiiin!!” tanya seo rin.

“aku ini juga manusia!” saut shiwon.

“terima kasih sudah mengantarku kemarin!” kata seo rin “aku lupa kalau punya penyakit sesak nafas, seharusnya aku tidak melompat kedalam kolam!”

“dasar bodoh! Kau akan mati kalau aku tidak memberikan nafas buatan padamu!!” kata shiwon sambil tidur menghadap dinding.

Seo rin tertegun mendengarnya “kamsahamnida. . .”ucapnya pelan.

Kemudian hening, keduanya sama2 tertidur hingga bell pulang berbunyi.

“seo rin ah, sudah waktunya pulang!” seru yoo mi riang.

“apa kau baik2 saja?” tanya shin hye.

“aku tidak apa2!” jawab seo rin pelan.

“ini hiruplah, tadi aku memintanya pada geun young seongsaengnim yg membawa kunci lemari obat!” shin hye memberi seo rin sebuah benda berwarna putih.

“itu bisa menghangatkan paru2mu!”

“gomawo. . .” ucap seo rin sambil mencoba menghirup benda itu.

“seo rin ah, ayo biar kuantar kau pulang!” tiba2 jung hoon muncul dari balik pintu.

“ah tidak perlu, hari ini aku pulang bersama yoo mi dan shin hye! Mereka akan main kerumahku!”

“tidak apa2, biar kuantar kalian! Ayo!”

teman2 seo rin langsung kegirangan.

“tapi. . .” seo rin menoleh kearah shiwon. Laki2 itu masih tidur.

“aku sudah menghubungi kakaknya!” kata jung hoon paham “sebentar lagi ia akan dijemput!”

“shiwon ssi, apa kau baik2 saja?” tanya seo rin.

“shiwon ssi??” yoo mi dan shin hye saling berpandangan, baru menyadari keberadaan laki2 itu.

“pergilah! Itu lebih baik untukku!” jawab shiwon acuh.

Seo rin turun dari tempat tidur dan menghampiri shiwon “ini untukmu!” kata seo rin “hiruplah agar kau lebih baik! Aku pulang dulu! Anyeong”

kemudian seo rin dan teman2nya mengikuti jung hoon keluar dari uks.

shiwon sedang menatap benda yg diberi seo rin tadi. Ponselnya dimeja lampu dari tadi bergetar. Nama min rara berkedip2 dilayar ponselnya. Namun ia sama sekali tidak berminat untuk menjawabnya.

Disekolah tadi ia sama sekali tidak melihat gadis itu. Mungkin ia sedang mengantar pacarnya kebandara. Ia sudah tidak perduli, keputusan rara untuk tetap menunggu shindong membuat shiwon tidak bisa berbuat apa2 lagi.

Tiba2 pintu kamarnya terbuka. Ryu in masuk sambil membawa susu hangat.

“kau sedang apa?” tanyanya “ini minumlah!”

shiwon menerima susu dari kakaknya itu dan langsung meneguknya.

“kau ini sebenarnya kenapa? Kemarin pulang dgn badan basah padahal tidak ada hujan, dan sekaran kau sakit flue, membuatku tidak bisa main saja! Padahal aku besok sudah harus pulang keinggris!” omel ryu in panjang lebar.

“kalau kau ingin main, pergi saja! Aku tidak apa2!”

“mana mungkin aku membiarkanmu sendirian?!”

“sebelumnya aku juga sendirian!!”

“ah, kau benar!!”

=_=” -> ekspresi shiwon.

“baiklah kau tidur saja! Aku mau main games!!”

“sebenarnya yg bocah aku apa dia?!” gumam shiwon sambil melihat kakaknya yg mulai main game dikamarnya.

“jadi begitu ceritanya. . . Dan kau sekarang hanya tinggal dgn bibi dan paman won?!” tanya shin hye.

seo rin hanya mengangguk pelan.

“kasihan sekali kau. . Tapi aku benar2 tidak menyangka kalau kalung itu ada pada shiwon!!” gumam yoo mi.

“aku juga begitu! Paman itu bilang kalau yg membelinya seorang gadis, tapi ternyata bukan!!”

“eh, lalu bagaimana dgn jung hoon seongsaengnim?? Sepertinya dia menyukaimu?!”

“aku tidak tau. . . Dia memang baik padaku, dia pernah mentraktirku makan, mengajakku main icesketing, juga nonton film. . .”

“MWO???” seru yoo mi dan shin hye bersamaan.

“aiiiish. . .Kenapa kau tidak menceritakannya pada kami??” gerutu shin hye.

“kupikir itu tidak penting. . .”

pletaaak. . .

“hei, kenapa kau menjitakku??” tanya seo rin kesal pada yoo mi sambil mengusap2 kepalanya.

“siapa bilang itu tidak penting?!” balas yoo mi “sepertinya dia memang menyukaimu!”

“itu tidak mungkin!! Dia itu guru kita!” kilah seo rin.

“siapa bilang itu tidak mungkin?! Kakak iparku dulu adalah guru smp kakakku, buktinya sekarang mereka bisa menikah dan punya anak!” saut yoo mi.

“sudahlah, jangan membahasnya lagi, kepalaku makin pusing!!”

“ah aku lupa kalau kau sedang sakit!” kata yoo mi.

“sudah hampir malam, sebaiknya kami pulang! Sukkie oppa bisa mengomeliku kalau aku pulang kemalaman!” kata shin hye sambil mengambil tasnya.

“mm. .Benar! Kau istirahatlah, kami pulang dulu!”

“tidak perlu diantar, kau disini saja!” kata shin hye saat melihat seo rin berdiri dari duduknya.

“mm baiklah. . . Kalian hati2 ya!”

“anyeong seo rin ah,”

Mohon comentnya,,

*bungkuk2 ala jepang*