Tags

, , ,



Cast :

–         choi shiwon (super junior)

–         min seo rin (nama korea saya)

–         min rara

–         kim jung hoon

–         young seung hoo

 

Part 4

 

“akhir2 ini kau berubah!” kata rara.

“aku masih tetap sama!” saut shiwon sambil memandang keluar jendela. Mereka ada dikelas musik saat itu.

“ani. . . Kau tidak seperti dulu!!” kata rara “kudengar dari anak2 kau sering ribut dgn siswi baru itu?!”

“dia sudah hampir satu bulan disini! Dan jangan membicarakannya, itu membuatku kesal! Gadis itu benar2 kutukan untukku!”

rara tersenyum tipis “ini contoh dari salah satu perubahanmu!!”

“mwo?” shiwon menoleh, menatap gadis itu bingung.

“tidak pernah aku melihatmu emosi seperti ini!!” jelasnya “biasanya kau selalu tenang menghadapi apapun. . . Tapi kali ini, kau bisa mengeluarkan emosimu!”

shiwon terdiam. memang sebelum seo rin datang, ia tidak pernah mengalami hal2 yg membuatnya mengeluarkan emosinya, berteriak, mengomel, bahkan marah2. Ia selalu tidak peduli dgn sekitarnya.

“dan perubahan lain yg kulihat adalah. . . Kau menghindariku. . .”

shiwon menatap rara terdiam. Gadis itu menatap jauh keluar jendela.

“dulu, kau selalu menemukanku saat aku sendirian, saat aku bimbang, kau selalu menemaniku. . . Tapi sekarang tidak lagi, kau tidak pernah menemuiku, dan tidak pernah mengangkat telphonku ataupun membalas pesanku. . . Jujur, aku menginginkanmu yg dulu. . .”

shiwon terdiam sejenak. “aku memang selalu menemukanmu, menemanimu, tapi. . . Kau tidak pernah menangis didepanku, tidak pernah menunjukkan kelemahanmu dihadapanku, membuatku diam, tidak tau harus berbuat apa, dan itu yg kau sebut tenang! Kau membuat lapisan kaca disekelilingmu membuatku tidak bisa menyentuhmu dan hanya diam melihatmu, jadi ada ataupun tidak ada aku, itu sama untukmu!”

rara, gadis itu terpaku menatapnya, belum pernah ia mendengar shiwon berbicara sepanjang itu.

“aku harus kembali kekelas!” kata shiwon kemudian dan langsung pergi.

 

Seo rin, saat itu dari perpustakaan dan sedang berjalan menuju kelasnya. Ia sedang membaca buku yg sedang dibawanya dan mulutnya berkomat kamit sedang menghafal isi dari buku itu.

Duuuk. . .

Ia membentur badan seseorang “mianhae. . .” ucapnya.

Orang itu memungut bukunya yg terjatuh.

“choi shiwon ssi??” ia terkejut begitu tau siapa yg ditabraknya.

Shiwon menatap buku yg dipegang seo rin sambil tersenyum meremehkan “memangnya kau bisa memahami buku ini dgn otakmu yg pas2an itu?!”

“bukan urusanmu!” bentak seo rin sambil merebut buku itu dan berjalan pergi.

“butuh waktu sepuluh tahun untuk orang bodoh sepertimu mempelajarinya!” seru shiwon.

Seo rin berhenti berjalan, ia berbalik dan menghampiri shiwon lagi.

“aku memang bodoh, tapi aku juga pintar, tidak sepertimu yg pintar tapi sebenarnya bodoh!” kata seo rin tegas.

“mwo?”

“ikut aku!” kemudian seo rin menarik tangan shiwon, menyeretnya paksa.

“yaa?! Apa yg kau lakukan??” teriak shiwon.

“diamlah bawel! Dasar feminim!!”

“kau gadis jadi2an!!”

“kim bum ssi!! Lee suhoon ssi!!!” teriak seo rin kepada dua laki2 yg sedang berjalan dikoridor.

“yaa!! Mau apa kau??” tanya shiwon.

“diam dan lihat saja!”

mereka menghampiri kedua laki2 itu.

“ada apa?” tanya suhoon.

“shiwon ah, sedang apa kau bersamanya?” tanya kim bum heran.

Baru saja shiwon akan bicara tapi seo rin sudah mendahuluinya “keluarga shiwon ssi bangkrut, rumahnya disita_”

“mwo??” tanya shiwon kaget tapi kakinya langsung diinjak seo rin membuatnya langsung meringis kesakitan.

“rumahnya disita, dan smua kontraknya dibatalkan!” lanjut seo rin “sekarang ia tidak punya rumah dan pekerjaan, apa boleh ia menginap dirumah salah satu dari kalian??”

“bang. . .Bangkrut??” tanya kim bum.

“ja. . .Jadi sekarang kau tidak punya rumah??” tanya suhoon.

“benar! Apa boleh dia menginap dirumah kalian??”

wajah kedua laki2 itu tiba2 berubah.

“shiwon ah, kau tau ibuku kan? Dia sangat galak, jadi kau tidak akan betah tinggal dirumahku! Bagaimana kalau dirumah suhoon??”

“ti. .Tidak bisa!! Besok saudara sepupuku akan datang dari paris, maaf shiwon ah!”

“sepertinya kami harus segera kembali kekelas!!”

kedua laki2 itu segera melangkah pergi.

“apa yg kau lakukan??!” bentak shiwon “kenapa bicara begitu pada mereka??”

“dasar bodoh!!”

“mwo??”

“apa kau tidak bisa melihat bagaimana sikap mereka??” tanya seo rin kesal “baru mendengar kau bangkrut saja mereka langsung menjauhimu, tidak ada yg mau menolongmu! Saat kau sakit, merekapun tidak menjenguk dan memperdulikanmu, apa itu yg dinamakan sahabat??? Mereka mau berteman dgnmu hanya karna image-mu, bukan karna dirimu! Jadi untuk apa memiliki image bagus kalau ternyata kau tetap sendirian??!”

seo rin langsung pergi setelah bicara panjang lebar, meninggalkan shiwon yg masih terpaku diempatnya.

 

Jung hoon pergi kerumah seo rin setelah ia mengantar choi ryu in, teman satu universitasnya saat diinggris ke bandara karna ryu in harus segera kembali ke inggris.

Rumah itu terlihat sepi. Jung hoon mengetuk pintu rumah itu. Tidak lama kemudian bibi won membukakan pintu.

“anyeong haseo bibi won!” ucap jung hoon sambil tersenyum.

“ah tuan muda, mari silahkan masuk!”

“dimana paman??” tanya jung hoon sambil memasuki rumah.

“paman sedang dibelakang, merawat kebun sayur! Sebentar akan kuambilkan teh!” bibi won menghilang kedalam dapur kemudian kembali lagi setelah beberapa saat.

“silahkan diminum!” katanya sambil meletakkan secangkir teh dimeja depan jung hoon.

“terima kasih. . .”

“anda tidak mengajar disekolah?”

“aku ada kelas hanya tadi pagi, aku baru saja mengantar temanku kebandara!”

“ah begitu. . .”

“aku kemari hanya ingin mendengar lebih banyak tentang seo rin ah!”

“baiklah, aku akan menceritakan semuanya pada anda!” kata bibi won.

“bibi, kau tidak perlu berbicara begitu padaku, bersikap biasa saja sama seperti seo rin, bukankah kau keluarga kami juga?!”

bibi won tersenyum “kau sangat mirip ibumu!!”

kemudian bibi won pun menceritakan semua tentang seo rin pada jung hoon.

“jadi sekarang ayah seo rin ada di amerika??” tanya jung hoon.

“benar! Tuan besar pulang hanya dua bulan sekali!” jawab bibi won “tapi. . .Bibi penasaran, bagaimana kau tau tentang seo rin?! Bukankah nenekmu. . .”

jung hoon tersenyum “dua bulan yg lalu nenek meninggal, jadi tidak ada alasan bagi ayah untuk merahasiakan semuanya padaku! Beliau bercerita bahwa dulu nenek tidak merestui pernikahan ayah dan ibu, setelah mereka bercerai, ternyata ibu mengandungku 2 bulan, kemudian saat aku lahir, aku dibawa paksa oleh nenek ke inggris!”

“benar! Bibi masih ingat saat bibi diperintahkan ayahmu untuk menjaga ibu anda karna kondisinya yg buruk! Tapi ayahmu juga tidak bisa melawan nyonya besar, bibi tau kalau ayahmu juga tidak ingin melakukan hal itu, memisahkanmu dari ibumu! Tapi meskipun begitu, ayahmu selalu mengabari ibumu tentang pertumbuhanmu, juga mengirimi foto2mu!”

“ya. . . Ayah bilang bahwa hadiah ulang tahun yg dulu ayah berikan padaku itu sebenarnya dari ibu! Syal, boneka, bola kaca, juga kalung rosario ini!”

“bibi ingat. . . Setiap tahun, ibumu pasti akan mengajakku untuk mencari hadiah untuk ulang tahunmu! Meskipun ia sudah menikah dan memiliki seo rin yg masih kecil, ia tetap ingat padamu!”

“aku senang mendengarnya. . . Aku senang karna ibu menyayangiku, jadi aku merasa ia tidak membuangkan aku!”

“dulu, terkadang bibi melihatnya sedang menangis saat menatap foto2mu! Bibi sangat sedih saat memberitahukan kepada ayahmu bahwa ibumu sudah tidak ada!”

“dan rosario ini, menjadi hadiah terakhir yg diberikan ibu padaku!”

“itu adalah milik ibumu sejak ia masih kecil, saat ibumu sakit, ia tidak bisa keluar untuk membelikanmu hadiah, dan satu2nya benda yg bisa diberikannya hanya kalung rosarionya!!”

“itu sebabnya aku sekarang kembali bibi, selain memberiku foto ibu, ayah juga memberiku foto seo rin, dan aku memutuskan untuk tinggal dan melanjutkan pendidikanku disini, aku ingin menjaga seo rin, aku tidak akan membiarkannya sendiri lagi”

“seo rin benar2 beruntung punya kakak sepertimu!”

“selain itu bibi, aku juga ingin bertemu dgn ayah seo rin nanti bila beliau pulang!”

“tentu saja bibi akan menghubungimu begitu tuan besar pulang!”

“terima kasih. . .”

bibi won tersenyum “bagaimana kabar ayahmu sekarang?”

“ayah baik2 saja, dari pernikahannya dgn ibu, mereka memiliki putra kembar yg saat ini sudah kuliah!” jawab jung hoon sambil tersenyum.

 

“seo rin. . . Kenapa kau tidak punya ponsel??” keluh yoo mi “kami jadi tidak bisa menghubungimu!”

“cepat kau beli ponsel! Kau kan sebenarnya kaya!” saut shin hye.

“memangnya itu penting?? Kan ada telphone rumah!” jawab seo rin.

“aigoo. . . Tentu saja itu penting! Kau itu seperti gadis dari jaman raja sejong kalau tidak punya ponsel!” cecar yoo mi.

“kami tidak bisa menghubungimu saat kau diluar!” tambah shin hye.

“seo rin ah,”

seo rin langsung menoleh saat seseorang memanggil namanya. Ternyata ryowook, teman sekelasnya.

“ryowook ah, ada apa?” tanya seo rin.

“ini untukmu!” katanya sambil meyerahkan sebuah kotak yg dibungkus kertas coklat “tadi jung hoon seongsaengnim menyuruhku memberikannya padamu! Kalau isinya makanan kau harus membaginya dgnku!”

“aiiiish. . . Kau ini!” gerutu yoo mi.

Seo rin menerimanya dgn ragu “terima kasih. . .” ucapnya pada wokkie.

“ayo cepat buka!!” seru yoo mi riang.

“sepertinya dia memang menyukaimu!” saut shin hye.

“tidak mungkin!!” bantah seo rin, kemudian iapun mulai membuka bungkusan itu.

“ayo cepat,, apa isinya??”

“ponsel. . . ??” gumam seo rin saat melihat isi dalam kotak itu.

“coba kulihat!” yoo mi merebut ponsel itu dari tangan seo rin.

“ini kan ponsel keluaran terbaru!!” seru shin hye.

“sudah aktif!!” saut yoo mi “uh, lihat, didaftar kontaknya sudah ada nomor ponsel jung hoon seongsaengnim!!”

tiba2 seo rin merebut ponsel itu “aku harus mengembalikannya!!” kata seo rin dan langsung berlari keluar.

“yaa!! Seo rin ah, kau mau kemana???” teriak shin hye.

 

Seo rin mencari jung hoon keruang musik. Dan benar saja, laki2 itu memang ada disana. Ia sedang memainkan beberapa nada dari piano hitam itu.

“jung hoon oppa. . .” panggilnya pelan.

Laki2 itu menghentikan kegiatannya kemudian menoleh dan tersenyum “kau sudah menerimanya?” tanyanya.

“maaf, aku tidak bisa menerimanya!” kata seo rin sambil meletakkan ponsel itu didepan jung hoon.

“kenapa? Apa kau tidak suka modelnya?”

“ani. . . Hanya saja, aku tidak terbiasa menerima hadiah seperti itu. . . Mianhae. . .”

“mulai sekarang kau harus terbiasa!”

“ye?”

jung hoon tersenyum sambil menarik tangan seo rin dan menaruh ponsel itu di dalam genggaman seo rin “ambilah, ini untuk kebaikkanmu juga! Kau bisa menghubungi seseorang bila dalam kesulitan, juga bisa mengabari bibi bila pulang terlambat! Araseo??”

seo rin terdiam menatap ponsel itu.

“sekarang kembalilah kekelas, kelas 3-3 sudah datang!”

“kamsahamnida!!” ucapnya pelan, kemudian melangkah pergi.

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yg sedang memperhatikan mereka, min rara. . .

 

Seo rin berjalan dgn lemas sambil menatap ponsel itu. Ia tidak mengerti kenapa jung hoon memberinya ponsel. Tiba2 seseorang menarik tangannya dan membawanya kesudut.

“shiwon ssi??” ia terkejut menatap laki2 itu.

“kau, pulang sekolah, kutunggu diruang data dan informasi!!” katanya singkat dan langsung pergi meninggalkan seo rin yg terbengong.

“yaa!! Seo rin ah, sedang apa kau sendirian disitu??” seru yoo mi yg baru saja dari kantin bersama shin hye.

“m. . .mwo??”

“sedang apa kau disitu??” tanya shin hye.

Tiba2 yoo mi tersentak “apa kau sedang dikejar won young seongsaengnim??”

“a. . .ani. . . Aku hanya. . . Menunggu kalian!!” jawab seo rin.

“kenapa menunggu kami disini?! Ayo, sebentar lagi kelas dimulai!” kata shin hye.

“eh, seo rin ah, apa kau jadi mengembalikan ponselnya?” tanya yoo mi.

Seo rin menggeleng “dia menyuruhku membawanya!”

“kyaa baguslah!! Kau memang seharusnya punya ponsel!!” seru yoo mi senang “nanti pulang sekolah kita main kegame center bagaimana??”

“aargh. . . >.< ide bagus!!” seru seo rin riang “shin hye, kau harus ikut!!”

“tapi nanti sukkie oppa marah. . .”

“hei, kau kan butuh main juga, ayolah!!”

“mm. . .baiklah. . .”

“bagus ^^”

 

seo rin sangat senang hari ini, ia menghabiskan waktunya bersama teman2nya. Main game, makan, juga kekaraoke.

“bibi aku pulaaang!!” teriaknya begitu masuk kerumah.

“kau sudah pulang?? Kenapa sampai malam??” tanya bibi “kau sudah makan?”

“sudah, aku makan bersama teman2 tadi!”

“baiklah, cepat mandi!”

seo rin mengangguk pelan, kemudian naik keatas.

Dilemparnya tasnya ketempat tidur, tiba2 matanya melihat buku sastra itu.

“butuh waktu sepuluh tahun untuk orang bodoh sepertimu untuk mempelajarinya!” ia teringat kata2 shiwon waktu itu. . .

Tiba2 ia tersentak “choi shiwon???” serunya keras. Kemudian ia ingat sesuatu,

“kau, sepulang sekolah, kutunggu diruang data dan informasi!”

“gyaaa. . . Eotteoke?? Eotteoke???” >.< teriaknya panik dan langsung menghubungi seseorang dgn ponsel barunya.

“yoo mi aaaaah!!!”

“ya!! Kenapa kau berteriak?! Kau ingin menyakiti telingaku??!” omel yoo mi disebrang sana.

Dengan panik seo rin memberitahukan apa yg terjadi.

“mwo?? Kenapa kau bisa lupa?? Aiiish. . .”

“lalu apa yg harus kulakukan?? Menurutmu dia masih menungguku??”

“mwo?? Hanya orang bodoh yg akan melakukannya!!”

“benar!!!” seru seo rin keras “bukankah dia bodoh??” seo rin langsung menyambar jas sekolahnya lagi dan tanpa sengaja meninggalkan ponselnya ditempat tidur.

“hallo? Seo rin ah?? Kau masih disana?? Hallo??”

 

seo rin mengayuh sepedanya dgn cepat, sampai disana ia langsung berlari keruang data dan informasi.

Sekolah benar2 sepi, tapi ia sudah tidak menghiraukan ketakutannya akan suasana seram. Fikirannya hanya terpusat pada satu orang itu. Choi shiwon. . .

Seo rin menarik nafas panjang, Kemudian pelan2 dibukanya pintu itu. Dalamnya sangat gelap dan sepertinya tidak ada tanda2 kehidupan disitu. Mata eo rin mencoba beradaptasi dalam kegelapan dan saat itulah ia melihatnya. . .

Choi shiwon, laki2 itu sedang tidur dibangku panjang disebelah rak dada. Ia melipat tangannya didepan dada dan ditelingannya terpasang earphone.

Seo rin menutup pintu pelan kemudian menghampirinya. Ia berjongkok didepan wajah shiwon. Dilihatnya wajah laki2 itu melalui sedikit cahaya lampu dari luar yg masuk melalui kaca jendela.

“choi shiwon ssi. . .” panggilnya pelan, namun shiwon tetap tidak bergeming.

“mianhaeyo. . .” ucap seo rin meskipun tau dia tidak akan mendengarnya “aku tidak menyangka kau masih ada disini. . .”

 

seorang ajusshi sedang berjalan untuk memeriksa smua ruangan disekolah itu. Saat dilihatnya sebuah kunci yg masih menempel dipintu ruang data dan informasi, kemudian ia mengunci ruangan itu dan memasukkan kuncinya kekantong celana. Setelah itu ia berjalan kembali untuk memeriksa ruangan yg lainnya.

 

Seo rin menghela nafas. Apa yg harus dilakukannya?? Ditatapnya wajah laki2 itu “kau tampan juga,,Jauh lebih tampan kalau diam! Tapi sayangnya kau itu cerewet!” gerutu seo rin “dan selalu mengataiku bodoh. . . Dasar feminim!!”

kemudian seo rin memencet hidung shiwon. Sedetik kemudian laki2 itu tesedak karna tidak bisa nafas. Ia langsung terbangun dgn bingung.

“kau sudah bangun??” tanya seo rin. <kl banguninx kyk gtu bsa mati shiwon>

“apa yg kau lakukan??” bentaknya “Kenapa gelap sekali??”

“ini sudah malam. . .”

“mwo??” tanyanya bingung “Yaa!! Kau!!! Kau baru datang kemari??? Aku bilang sepulang sekolah! Kenapa sampai jam segini?? Kau tidak tau aku sampai ketiduran karna menunggumu??”

“mianhae. . . Aku lupa!!”

shiwon mendengus “bagus! Kenapa tidak kau temui aku besok pagi?! Dgn otak bodohmu itu, sungguh luar biasa kau masih ingat untuk datang kemari!!”

“kau juga sangat luar biasa, masih menungguku disini. . .” gumam seo rin pelan.

“mwo??”

“ani. . . Sebenarnya ada apa kau memanggilku kemari??”

shiwon meraih tangan seo rin “ambil lagi ini!” katanya sambil meletakkan kalung ratu dalam genggaman tangan seo rin.

“apa?? Kenapa??” tanya seo rin bingung.

“aku tidak ingin berhubungan dgnmu!” jawab shiwon dan langsung melangkah keluar, tapi. . .

“kenapa ini??” tanyanya bingung sambil mencoba membuka pintu. Tapi tetap tidak bisa, pintu itu terkunci!!

“aaaargh. . .” erang shiwon “shit!!” ditendangnya pintu itu dgn keras.

“aku hanya meminta kau menyimpannya, apa itu sulit?” tanya seo rin yg masih terfokus pada kalungnya.

“min seo rin ssi, kita sedang terjebak dan kau masih mempermasalahkan kalung??” tanya shiwon tidak percaya.

“kumohon, bawalah!!” pinta seo rin.

“andwe!!” jawab shiwon cepat “aku tidak mau tau apapun yg berhubungan dgnmu! Seperti yg kau lihat, aku selalu sial! kau itu pembawa sial!!” kata shiwon

“aiiish. . . Baterai ponselku habis karna kupakai memutar musik tadi!! Kau lihat ini?! banyak kesialan yg kau timbulkan sejak kau datang kesekolah ini!!”

Ditatapnya gadis itu. Mencoba menebak apa yg akan dikatakannya. Namun gadis itu hanya diam, tidak marah2, balas membentak ataupun memaki.

Shiwon mengerutkan keningnya “kenapa. . . Kau diam saja?” tanyanya bingung.

“menurutmu begitu??” tanya seo rin akhirnya.

“a. . .apa??”

“apa itu sebabnya mereka semua meninggalkanku??” tanya seo rin sambil melangkah menghampiri jendela “ibuku. . . Ayahku. . . Mereka semua meninggalkanku, apa aku memang pembawa sial bagi orang lain??”

shiwon bingung harus menjawab apa. Ia benar2 tidak memahami gadis itu “me. . .memangnya kemana mereka?”

seo rin berjongkok perlahan, kemudian ia duduk bersandar didinding bawah jendela sambil memeluk lutut “ibuku meninggal saat aku masih kecil, dan sejak itu ayah pergi keamerika dan pulang beberapa bulan sekali, dan sekarang aku hanya tinggal bersama bibi won. . . Apa aku benar2 pembawa sial??”

shiwon terdiam menatapnya. Ia sama sekali tidak menyangka jika gadis itu sama dgnnya. “bukan. . .” jawabnya “aku tadi hanya sedang kesal kepadamu!”

shiwon melangkah menghampiri seo rin dan duduk disebelahnya.

“bukan hanya kau yg sendiri! Aku juga begitu!! Ayahku meninggal 2 tahun yg lalu, dan ibuku yg mengambil alih pekerjaannya. Ia harus keparis dan pulang setengah tahun sekali! Kemudian kakakku juga pergi kuliah keinggris!!”

“kadang. . . Aku ingin sekali mendengar teriakan ibu yg marah2 karna ulahku, yg slalu menungguku pulang sekolah, dan ayah yg membelikan hadiah untukku. . .” saut seo rin.

“aku hanya ingin kehidupan yg normal, kenapa itu begitu sulit?? Benarkah hidup itu indah??!”

“hidup akan indah bila kau membuatnya mudah. . . Walaupun aku seperti ini, aku tidak pernah menyesalinya, masih banyak hal yg bisa kulakukan. . . Aku masih punya mimpi,”

shiwon terdiam mendengarnya. Seperti apa sebenarnya gadis ini?? Ia benar2 tidak paham.

“shiwon ssi, tolonglah, bawa ratu bersamamu. . . Kau tau rasanya sendirian kan?! Itu benar2 bukan hal yg menyenangkan!! Aku yakin raja juga tidak ingin sendirian lagi!!” kata seo rin sambil menguap.

Shiwon menatap kalung ratu yg disodorkan seo rin “baiklah. . .” katanya mengalah “kau benar2 sulit untuk dipahami!”

“benarkah. . .” gumam seo rin tidak jelas sambil menjatuhkan kepalanya dibahu shiwon.

Shiwon menatap Terkejut. Tapi ia tidak bisa berbuat apa2 saat dilihatnya wajah seo rin yg tidur dibahunya. Ia terlihat tenang dan polos seperti bayi tanpa dosa.

Shiwon mendengus pelan “dasar bodoh, masih saja percaya dgn dongeng!” katanya pelan sambil menatap kalung ratu itu.

Kemudian iapun menguap dan ikut tertidur. . .

 

Shiwon menepuk pipinya pelan karna merasa ada nyamuk yg menggigitnya. Karna masih belum sadar, tubuhnya oleng dan terjatuh dipangkuan seorin.

Seo rin terbangun dgn kaget “yaa!! Shiwon ssi, menyingkir dariku!!”

disingkirkannya kepala shiwon dgn keras hingga terbentur dilantai. Laki2 itu mengerang pelan sambil mengusap2 kepalanya yg sakit.

Seo rin menatap keluar jendela “sudah siang!! Kelas pasti sudah dimulai! Kita harus keluar!!” seo rin berjalan kearah pintu namun kakinya tersandung rak data dan. . .

Braaaak. . .Braaak. . . Praaang. . .Bruuuk. . .

Seo rin terjatuh menabrak meja dan menjatuhkan map2 serta memecahkan vas bunganya.

Shiwon tertawa mengejek “dasar bodoh! Berjalan di permukaan rata pun kau tidak bisa!!”

seo rin meringis pelan saat menyadari jarinya terluka “ber. . .berdarah??” ia langsung merasa pusing “sakit sekali!!” rengeknya.

Mau tidak mau shiwon beranjak dari duduknya dan membantu seo rin. “berdirilah!”

“aaaargh. . .Kakiku sakit!!” erang seo rin.

“sepertinya kakimu terkilir!” kata shiwon “ayo, duduk disana!”

shiwon membantu seo rin berjalan dan duduk dibangku.

“gyaaa. . . Kau menjepit tanganku!!” jerit seo rin sambil mendorong shiwon.

Shiwon terhuyung kebelakang dan membentur meja alat informasi, tangannya tidak sengaja menekan tombol pengeras suara.

“yaa!! Kenapa kau mendorongku??” bentak shiwon. Suaranya menggema diseantero sekolahan melalui alat pengeras yg ada disudut2 atas ruangan, membuat semua orang bingung.

“kau menyakitiku!!” balas seo rin.

“sekarang diamlah!” shiwon memegang kaki seo rin kemudian membuka sepatunya dan memijatnya.

“aaarggh. . . Sakit sekali!!”

“diamlah!! jangan menjerit2 seperti anak perempuan!” bentak shiwon.

“aku ini anak perempuan!!!” balas seo rin “lihat ini, darahnya keluaar. . .” rengek seo rin.

Tanpa banyak bicara shiwon meraih jari itu dan menghisapnya.

“aargh. . .Kenapa kau menghisapnya?? Perih sekali!!”

“min seo rin ssi, kau ini cerewet sekali!! Diam dan nikmati saja!!” <nikmati rsa sakit mksudx>

“apa kau sudah puas??” <puas ngliat seo rin mendrita>

“benar! Saat ini kau membuatku sangat puas!” ia tersenyum iblis, kemudian menghisap jari seo rin lagi.

“aaargh shiwon ssi, perih sekali!!”

claak. . . Tiba2 saja pintu itu terbuka.

 

“yoo mi ah, kau tidak tau kemana seo rin?” bisik shin hye ditengah2 pelajaran matematika.

“aku tidak tau, dia tidak mengangkat telphoneku!” jawab yoo mi “apa kemarin malam terjadi sesuatu ya??” gumam yoo mi.

“yaa!! Kenapa kau mendorongku??” terdengar suara dari pengeras suara disudut atas ruangan.

Semua penghuni kelas berbisik2 bingung.

“kau menyakitiku!!”

yoo mi dan shin hye tersentak kaget “seo rin!!!” seru mereka bersamaan.

“a. . .Apa yg mereka lakukan??”



Braaak. . .

Pintu terbuka keras. Won young seongsaengnim, ma seongsaengnim dan beberapa guru lainnya muncul dari balik pintu.

“kalian berdua, ikut kekantor kepala sekolah!!”

“mwo??” tanya seo rin dan shinwo bingung.

 

“jadi, kalian tidak melakukan apapun??” tanya ahn seongsaengnim sang kepala sekolah.

“tentu saja tidak! Aku sama sekali tidak berminat dgn gadis bodoh!” jawab shiwon dingin.

“aku juga tidak berminat pada laki2 kasar dan cerewet. . .” gumam seo rin pelan.

“mwo??” shiwon melotot pada seo rin “kau sudah salah masih komentar??”

“kenapa aku yg salah?? Ini kan gara2 kau!!” balas seo rin.

“bukan aku yg bisa terjatuh saat berjalan dipermukaan rata!!!”

“memangnya aku ingin terjatuh?? Tentu saja tidak! Dasar kau kecebong menyebalkan!!”

“gadis jadi2an bodoh!”

“laki2 feminim cerewet!”

“otak udang!!”

“hentikaaaan!!!” ahn seongsaengnim menggebrak meja “kalian bisa diam tidak??”

kedua anak itu langsung terdiam.

“sudah sekarang kalian keluar! Tidak ada yg perlu diselesaikan lagi!!” kata ahn seongsaengnim.

Shiwon langsung keluar ruangan tanpa bicara lagi.

Ternyata diluar ruangan banyak guru2 dan murid2 yg sudah menunggu. Kebanyakan para siswi sedang bersedih bahkan menangis mendengarnya.

“lihat, bukankah ini sangat memalukan??” komentar kim bum pedas.

“tentu saja, aku akan langsung pindah sekolah kalau mengalaminya!” saut suhoon.

shiwon menatap mereka dingin kemudian langsung melangkah pergi.

Tidak lama kemudian seo rin keluar dari ruangan itu dgn lemas dan kaki terpincang2.

“seo rin ah, bagaimana rasanya??” tanya yoo mi pelan.

“tentu saja sakit!!!” jawab seo rin kesal. <lukanya yg skit mksudx>

“apa kau baik2 saja??” tanya shin hye pelan.

“apa aku kelihatan baik2 saja??!!” seo rin balas tanya dgn kesal kemudian langsung melangkah pergi.

Sampai dihalaman langkahnya melambat saat melihat jung hoon.

“kau kelihatan kacau, ayo kuantar kau pulang!” katanya lembut.

 

Jung hoon tidak membawa seo rin langsung pulang, ia membawa seo rin kekampusnya.

“jung hoon oppa, kenapa kau membawaku kemari?? Apakah ini kampusmu??”

“benar!! Turunlah, akan kutunjukkan sebuah tempat padamu!”

ternyata jung hoon membawa seo rin keatap gedung itu. Mereka sedang melihat pemandangan dibawahnya sambil merasakan angin musim gugur.

“bukankah dunia itu begitu indah??” tanya jung hoon pelan.

“benar!” jawab seo rin “walaupun terkadang sulit. . .”

“kau gadis yg menarik!”

“mwo??”

jung hoon tersenyum “kau benar2 lugu dan polos!!”

“dan kau benar2 baik, pasti menyenangkan bila punya kakak sepertimu!!”

“aku punya 3 orang adik!”

“benarkah??”

“ya, 2 orang kembar laki2, dan seorang perempuan!!”

“kembar??”

“benar!!”

“itu sangat menarik! Lalu, yg perempuan??”

“dia mirip dgnmu!!”

“benarkah??”

“ya, dan aku sangat menyayanginya!! Sekarang ceritakan padaku apa yg terjadi tadi!”

seo rin terdiam sejenak, kemudian ia menceritakan smuanya.

Jung hoon tertawa mendengarnya.

“oppa, kenapa kau menertawaiku??!”

“kau benar2 lugu!!”

seo rin sudah akan membuka mulut tapi ponsel jung hoon berbunyi. Laki2 itu mengangkatnya sementara seo rin menatap pemandangan dibawahnya.

“ayo! Kau ingin melihat2 kampus ini?! Akan kutunjukan padamu! Leeteuk ssi juga kuliah disini, dia temanku!”

“benarkah??”

“ya, ayo!! Setelah itu kuantar kau pulang!”

 

“shiwon ah, kenapa wajahmu jelek sekali??” tanya nona wang “apa kau sedang kesal??”

shiwon hanya tersenyum tipis “tidak ada!!”

“benarkah??! Ayo semangatlah! Kau harus tampil ceria saat syuting iklan jam tangan remaja nanti!!”

“tenang saja!! Aku akan melakukannya dgn baik!”

“itu bagus!! Nah, sekarang tinggal gel rambut!!”

nona wang mengatur rambut shiwon dgn gel, sementara shiwon melihat2 majalah.

“ah, aku hampir lupa! Tadi ada gadis yg mencarimu, min rara ssi, dia menyuruhmu menghubunginya bila selesai syuting!!”

shiwon terdiam sejenak “kamsahamnida noona!!” ucapnya kemudian.

 

Min rara, gadis itu sedang duduk sendirian didalam cafe. Shiwon menghampirinya dan duduk didepannya.

“kau sudah datang?!” sapa rara “aku sudah memesan waffle dan kopi ekspresso kesukaanmu!!”

“gomawo!! Ada apa kau memanggilku??” tanya rara.

“aku hanya ingin mengobrol dgnmu!!”

“ah, bagaimana kabarmu??”

“aku baik2 saja, kenapa?”

“tidaak. . . Karna akhir2 ini kulihat kau sedang kacau!! Kau tidak akur dgn teman2mu dan ditambah dgn kejadian kemarin. . .”

“mereka bukan temanku!! Dan kejadian kemarin, aku sudah melupakannya!” saut shiwon.

Rara terdiam sejenak “sebenarnya ada apa dgnmu?! kau bukan seperti yg kukenal!!”

shiwon menyesap kopi ekspresonya kemudian menatap rara “kau belum mengenalku!!”

“mwo??”

“entahlah, aku sendiri juga tidak mengerti!! Aku bisa menjadi diriku sendiri bila didepannya, aku bisa mengeluarkan semua yg kurasakan! Dia. . . Benar2 sulit dibaca!!”

“kau. . . Menyukainya??”

“mwo?? Tentu saja tidak!!”

“benarkah?? Kulihat dia sangat dekat dgn jung hoon seongsaengnim!! Aku pernah melihat jung hoon seongsaengnim membantunya, bahkan mengantarnya pulang!!”

“mwo?? Kau pasti bohong!! Mana ada laki2 yg tertarik padanya!!” dengan kesal shiwon menusuk2 wafflenya.

“shiwon ah, kenapa kau kesal??”

“aku tidak kesal!!” bantah shiwon.

“shiwon ah, apapun yg terjadi kau harus ingat, aku adalah nomor satumu! Kau yg bilang begitu dulu!!”

“aku ingat!!” jawab shiwon datar.

 

Mohon comentnya,,

*bungkuk2 ala jepang*