Tags

, , ,



Cast :

–         choi shiwon (super junior)

–         min seo rin (nama korea saya)

–         min rara

–         kim jung hoon

–         yoo seung hoo

Part 5

seorang anak laki2 terlihat sedang asyik memainkan pspnya.

“hei, seung hoo, apa kau tidak bosan bermain game terus?!” tanya hankyung yg duduk disampingnya sambil mencabuti rumput. Yoo seung hoo <pemeran kim dong jun di yab> dan hankyung, saat itu mereka sedang duduk ditaman halaman sekolah.

“yoo seung hoo ssi, kau mendengarku tidak??” tanya hankyung sambil cemberut, kemudian ia mulai menggerutu dalam bahasa cina.

“aaaaaaarggh. . .” tiba2 seung hoo berteriak keras membuat hankyung terlonjak kaget.

“yaa!! Kenapa kau berteriak???” bentak hankyung.

“kenapa kyuhyun hyung sulit sekali dikalahkan??!” gerutunya “sudah 3 tahun aku melawannya dan baru menang 3 kali!!”

“kau ini! Hanya psp saja yg kau pikirkan, tidak perduli apapun!!”

“aku kan memang su. . .Ka. . .” kata2 seung melambat, matanya terfokus pada satu titik.

“yaa!! Seung hoo ah, kenapa kau??” hankyung menggoyang2kan tangannya didepan wajah seung hoo, tapi laki2 itu tidak bergeming. Kemudian ia ikut memandang kearah tatapan seung hoo.

Disitu, min seo rin sedang berusaha menghentikan air kran yg memuncrati wajah dan tubuhnya. Tadinya ia akan membersihkan bajunya yg terkena noda saos hotdog yg dimakannya, tapi pemutar kran itu malah dipatahkannya hingga airnya menyembur kemana2.

“siapa dia??” tanya seung hoo dgn mata tanpa kedip.

“kau tidak tau dia?? Aiiiish. . . Dasar bodoh! Dia kan min seo rin, siswi kelas 3-6, gadis yg selalu membuat guru2 stres berat karna ulahnya! Jangan2 kau tidak tau kabar tentangnya kemarin?!”

seung hoo menoleh “mwo? Kabar apa??” tanyanya polos.

“aigooo. . . Aku tidak tau kalau ternyata kau bodoh sekali!!”

seung hoo menatap seo rin kembali dgn berseri2 “dia manis sekali. . .”

hankyung menatap terkejut “kau tidak berfikir. . .”

“ya, aku berfikir!!” jawab seung hoo cepat “yaa!! Noonaaaa. . . Kau manis sekaliiiii. . . .iiii!!!” teriaknya kencang kemudian langsung berlari pergi meninggalkan hankyung yg berteriak2 memanggilnya.

Seo rin masih sedang berusaha menghentikan air kran taman itu.

“anyeong haseo, noona!!”

seo rin menoleh terkejut dan mendapati seorang laki2 sedang tersenyum lebar menatapnya.

“a. . .anyeong. . .” balas seo rin.

“biar kubantu!” kata laki2 itu, kemudian ia mengambil sapu tangan dan menyumpalkannya kekran air itu.

“kamsahamnida!!” ucap seo rin.

“aku yoo seung hoo, siswa kelas 2-2, paling pintar dikelas, dan suka main psp, juga makan es cream!!”

seo rin mengerutkan keningnya bingung “kam. . . Kamsahamnida yoo seung hoo ssi,” ucapnya akhirnya.

Kemudian seo rin melangkah pergi. Namun saat ia menoleh kebelakang, laki2 itu ada tepat dibelakangnya masih dgn senyum lebar. Seo rin mulai melangkah lagi, dan kali ini ia melirik diam2 kebelakang. Ternyata laki2 itu mengikutinya. Seo rin mempercepat jalannya, laki2 itupun ikut mempercepat langkahnya.

“yaa!! Won young seongsaengniiiim!!!” teriak seo rin sambil menunjuk kesuatu arah.

Saat seung hoo ikut menoleh kearah yg ditunjuknya, seo rin langsung berlari secepatnya meninggalkan laki2 itu.

“yaa!!! Noonaaaa tunggu akuuu!!” teriak seung hoo.

Namun seo rin terus berlari dan tidak menoleh sama sekali. Ia berlari memasuki gedung sekolah, menaiki tangga kelantai 2 dan melewati koridor menuju kelasnya.

Bruuuuk. . .

Ia menabrak seseorang. Choi shiwon. . .

“kau lagi??” shiwon melotot kearahnya.

“noonaaaa. . .” teriakan itu samar2 terdengar.

Seo rin langsung panik “eotokke?? Eotokke??”

“kau ini kenapa??” tanya shiwon kesal.

“ada laki2 gila yg mengejarku!! Tolong sembunyikan aku!!”

“laki2 gila??”

“noonaaaa. . .” teriakan itu terdengar lebih jelas membuat seo rin semakin panik.

Tiba2 saja shiwon menariknya kesudut, menyembunyikan wajah seo rin kedalam dekapannya. Ia. . . memeluk seo rin erat.

Otak seo rin seperti berhenti berfungsi mendadak. Ia dapat menghirup aroma wangi shiwon yg lembut. Saat didengarnya suara langkah kaki mendekat, ia semakin menenggelamkan wajahnya kedada laki2 itu. Tak lama kemudian seung hoo berlari melewati mereka tanpa memperhatikan mereka.

Tanpa berfikir shiwon langsung memeluk seo rin. Ia terkejut pada dirinya sendiri, ini pertama kalinya ia memeluk seorang gadis. Saat didengarnya suara langkah kaki, ia semakin mempererat pelukannya.

Sedetik. . . Dua detik. . . Lima detik. . .

Tidak ada lagi suara. Shiwon melepaskan pelukkannya. Ia tidak tau harus berkata apa. Tiba2 ia merasa bajunya basah.

“yaa!! Min seo rin ssi, kau membuatku basah! Aaiiiish. . .” shiwon mengusap2 bajunya, kemudian melangkah pergi.

“choi shiwon ssi!!” panggil seo rin, membuatnya berhenti melangkah “kamsahamnida. . .” ucap gadis itu.

Shiwon tidak menjawab, juga tidak berbalik dan menoleh kebelakang. Kemudian ia meneruskan langkahnya lagi.

Ia pergi ke toilet dan membersihkan bajunya dgn kesal.

“kenapa dia selalu menabrakku??! Apa aku salah jalan?? Apa seharusnya aku berjalan disebelah kiri tadi?? Ya. . . Mulai sekarang aku harus berjalan disebelah kiri!!” gumam shiwon “tapi. . . Kalau tadi yg ditabraknya bukan aku. . . Apa orang itu juga akan menyembunyikannya seperti tadi. . .?? Tidak akan! Siapa laki2 yg mau dengannya?! Tapi. . . Kalau orang itu jung hoon seongsaengnim. . . Apa itu mungkin. . .”

“yaa!! Choi shiwon, apa yg kau pikirkan??!” kata shiwon sambil memandang dirinya sendiri dicermin “choi shiwon, berhentilah memikirkan hal2 bodoh! Atau kau akan ikut bodoh!”

“yaa, seo rin, kenapa bajumu basah??” tanya shin hye.

“ah, tadi cuma ada kecelakaan kecil!!”

“kau ini. . . Selalu ceroboh!!” komentar yoo mi.

“hei, kalian tau yoo seung hoo??” tanya seo rin.

“mwo? Yoo seung hoo?? Bukankah dia adik kelas kita??” saut shin hye.

“aigooo. . . Kau tidak tau yoo seung hoo?? Dia itu siswa kelas 2-2 yg terkenal tampan dan ramah, dia itu cukup terkenal dikalangan gadis2, kalau angkatan kita nanti sudah lulus, dia yg akan menjadi penerus shiwon ah, kim bum ah, suhoon ah, taemin ah, key ah!!” jelas yoo mi <bru tw w lw prsonilx shinee jg ada diskul ini!>

“benarkah??”

“memangnya kenapa kau tiba2 bertanya tentangnya??”

belum sempat seo rin menjawab pertanyaan shin hye, seseorang berteriak diluar jendela kelas seo rin.

“noonaaaaa. . !! Lihat akuuu!!” seung hoo, laki2 itu sedang melambai2kan tangannya pada seo rin sambil tersenyum lebar.

“sepertinya dia sedang menatap kita. . .” gumam yoo mi, kemudian ia dan shin hye menoleh dan menatap seo rin tajam.

“apa yg dia maksud noona itu kau??” tanya shin hye.

“min seo rin ssi, ada hubungan apa kau dgnnya??” tanya yoo mi galak.

“aku juga tidak tau!! Tiba2 saja dia menghampiriku dan mengikuti terus!! Aku ketakutan tau!!”

“kenapa bisa begitu. . .??” gumam shin hye.

“yaa!! Yoo seung hoo!! Sedang apa kau disini??”

teriakan won young seungsaengnim membuat mereka menoleh keluar kelas.

“kelasmu ada dibawah! ayo kembali!!” won young seongsaengnim langsung menyeret seung hoo.

“yaa!! Lepaskan aku!! Noonaaa. . . Sampai jumpaa nantiii!!” teriak seung hoo disertai tatapan bengong anak2 kelas 3-6.

“kau ini, kenapa beruntung sekali??” protes yoo mi “semua laki2 tampan selalu berhubungan denganmu! Shiwon ah, jung hoon seongsaengnim dan sekarang yoo seung hoo!!”

“aku tidak tau. . . Aku tidak meminta begitu. . .”

saat pulang sekolah. Terlihat 3 orang gadis sedang melakukan diskusi serius.

“dia sedang ada dibawah pohon, pasti sedang menunggumu!!” kata shin hye.

“kita harus menjalankan rencananya!!” saut yoo mi.

“benar! Shin hye, kau bawa sepedaku keluar, jadi saat sudah diluar aku bisa langsung kabur!! Yoo mi, kau ikut aku, kita lewat jalan lain, jgn keluar lewat lobi, dia pasti tau!!” kata seo rin.

Kemudian ketiga gadis itupun berjalan keluar. Shin hye berjalan sambil membawa sepeda seo rin. Sedangkan yoo mi dan seo rin mengendap2 dibalik pohon dan tembok mencapai gerbang sekolah.

“yaa, noona yg membawa sepeda!!” teriak seung hoo.

Shin hye langsung berhenti melangkah dgn was2. Seung hoo menghampirinya.

“noona, kau temannya seo rin noona kan?! Kau tau dimana dia??” tanya seung hoo.

“a. . .Aku tidak tau!!”

“kulihat dia belum keluar dari pintu lobi tadi!”

sementara itu seo rin dan yoo mi sudah hampir sampai gerbang.

“nona, kami mohon anda ikut dgn kami!”

dua orang pria bersetelan jas dan berkaca mata hitam menghadang jalan mereka.

“andwe!!” jawab seo rin cepat.

“maaf nona, tapi anda harus ikut kami!”

tiba2 salah satu dari pria itu langsung menggendong seo rin dibahunya dan memasukkannya kedalam mobil.

“lepaskan akuuu!!” teriak seo rin.

“yaa!! Seo rin ah!!” yoo mi kebingungan, ia tidak tau harus apa. Kemudian ia berlari kembali ketempat shin hye yg sedang di introgasi seung hoo.

“gawaaaat. . . Seo rin diculiiiik!!!” teriak yoo mi.

Semua menatap terkejut, termasuk shiwon dan rara yg berjalan dibelakang mereka.

“mwo????” tanya seung hoo kaget dan langsung berlari kepintu gerbang “noonaaaaa. . .” jeritnya dgn berlinang air mata <lebay>.

tanpa banyak berfikir, shiwon berjalan cepat menghampiri shin hye, merebut sepeda mini itu dan pergi mengejar seo rin meninggalkan tatapan terkejut rara, shin hye, yoo mi dan melewati seung hoo yg kemudian menatap bengong.

Seo rin duduk diapit oleh 2 pria itu dikanan kiri.

“paman kim, kenapa kau menculikku begini?? Aku mau pulang!!” kata seo rin pada laki2 separuh baya yg duduk disebelah kursi sopir.

“bukankah kami akan membawa anda pulang nona?!” jawab pria itu.

“maksudku kerumahku dan bibi won!!”

“maaf, tuan besar menyuruh saya menjemput anda nona! Beliau ingin bertemu anda!”

“benarkah?? Jadi ayahku sudah pulang??”

“benar nona!!”

“kapan ayah tiba disini??”

paman kim melihat jam tangannya “setengah jam yg lalu beliau tiba dibandara dan langsung menyuruh kami untuk menjemput anda!”

“ah, jadi begitu!!”

choi shiwon, laki2 itu sedang mengayuh sepedanya dgn sekuat tenaga agar tidak kehilangan mobil yg membawa seo rin. Namun ia mengerutkan alisnya bingung saat melihat mobil itu memasuki rumah besar yg dijaga oleh 2 orang satpam <biar g kemalingan kl ditinggal keluar negri heheh>

shiwon mencoba mendekati rumah itu, kemudian salah satu dari penjaga itu bertanya “sedang apa?? Apa anda teman dari nona seo rin??”

“mwo?? Nona??” tanya shiwon bingung “ah, ne! Aku temannya, bisa aku bertemu dgnnya??”

“mari silahkan masuk!”

pria itu mengantar shiwon masuk dan menemui seorang pria berkacamata yg lebih tua darinya.

“mari silahkan duduk!” kata pria tua itu setelah pria yg mengantarnya masuk pergi.

“kamsahamnida!!” ucap shiwon.

“mohon tunggu sebentar, nona masih bertemu dgn tuan besar!”

“ah, ne!” shiwon menundukkan kepalanya sedikit kemudian duduk disofa itu. Ia memandang sekeliling rumah yg hampir sama besarnya dgn rumahnya itu setelah pria itu pergi.

“apa yg dia lakukan disini??” gumam shiwon “tadi dia bilang. . . Tuan besar?? Jangan2. . .” shiwon mulai membayangkan hal yg tidak2. Ia membayangkan seo rin adalah simpanan om2.

“ah, tidak! Itu tidak mungkin!” shiwon menggeleng pelan “dia tidak mungkin melakukannya!! Apa. . . Dulu ia pernah bekerja disini kemudian mencuri sesuatu?!”

ia membayangkan seo rin sedang dipukuli.

“tidak mungkin!!” gumam shiwon “mana mungkin dy pencuri!! Atau jangan2. . . Dia. . .Punya hutang yg banyak dgn pemilik rumah ini?! Kemudian dikawin paksa?!” dibayangkannya seo rin sedang menangis memilukan, memohon agar tidak dinikahi. “tidak mungkiiiin!!” teriak shiwon sambil menepuk pipinya <kyak jeremy>.

“ada yg bisa saya bantu tuan??” tanya seorang pelayan perempuan yg ternyata sedang meletakkan secangkir teh dimeja depannya.

“ah ti. . .tidak, terima kasih!!” ucapnya dgn wajah merah, berharap agar pelayan tadi tidak menganggapnya aneh.

“ayaaaah. . !!!” teriak seo rin begitu memasuki ruang kerja ayahnya.

“seo rin aaaaah. . .” balas ayahnya sambil merentangkan tangannya lebar2.

Kemudian seo rin berlari dan memeluk ayahnya <ala india>.

“seo rin ah aku rindu padamu!!” kata ayahnya.

“aku juga ayah!!” balas seo rin.

Ayah seo rin melepas pelukkannya “wah kau semakin manis!! >.<”

“benarkah??”

“tentu saja! Kau kan putri ayah, lihat apa yg ayah bawa untukmu!! Taraaaa!!” ayah seo rin menyodorkan sebuah boneka beruang coklat yg sangat besar tepat dihadapan seo rin.

“waah lucu sekaliiii. . . >.<” dipeluknya boneka besar itu “ayah aku akan menelphone bibi dulu dan ganti baju, lalu kita makan bersama bagaimana??”

“baiklah,,”

“aku kekamar dulu!!” seo rin mencium pipi ayahnya kemudian berjalan keluar ruangan dgn ceria.

“nona, ada yg menunggumu!” kata paman kim saat seo rin baru saja keluar dari ruang kerja ayahnya.

“mwo? Siapa?”

“dia bilang dia teman nona, sekarang dia ada dibawah!”

“baiklah, akan kutemui dia! Paman tolong taruh ini dikamarku!” seo rin menyerahkan boneka itu pada paman kim kemudian berlari menuruni tangga, tiba2 saja tubuhnya mematung saat melihat choi shiwon yg sedang duduk menunggunya.

“choi shiwon ssi. . .”

shiwon, laki2 itu bangkit dari tempatnya dan berjalan cepat menghampiri seo rin.

“kau tidak apa2??” tanya shiwon “kau. . .Tidak dipukuli kan??”

“tentu saja tidak! Tapi. . . Kenapa kau ada disini?? Jangan2. . . Kau memata2iku ya???”

“tentu saja tidak!” bantah shiwon “jangan membuat teman2mu khawatir!! Mereka berteriak2 kau diculik sambil menangis!”

“jadi, kau kemari karna mencoba mengejarku??”

“aku kasian pada temanmu!!”

“terima kasih. . .” ucap seo rin tulus.

“kenapa kau ada disini??” tanya shiwon.

“ah, ayahku baru pulang dari amerika!!”

“mwo?? Ayah? Jadi. . . Ini rumahmu??”

seo rin mengangguk pelan “tolong jangan bilang pada siapapun. . .”

“min seo rin ssi, apa menurutmu aku orang yg suka menggosip??!”

“ani. . .”

beberapa saat mereka terdiam “cepat telp teman2mu! Sepedamu ada diluar, aku pulang!!” kata shiwon kemudian berjalan pergi.

“shiwon ssi, kau mengejarku dgn sepeda itu??” tanya seo rin terkejut.

Laki2 itu berbalik “i. . .itu karna reflek!!”

“apapun yg kau katakan, terima kasih. . .”

laki2 itu tidak menjawab, ia kemudian berbalik dan melangkah pergi.

“maaf tadi aku meninggalkanmu. . .” kata shiwon diponselnya.

“kenapa?” tanya rara disebrang sana.

“entahlah, aku sendiri tidak mengerti!!”

“shiwon ah, kita bertemu disekolah besok, anyeong!”

“anyeong. . .”

shiwon menutup ponselnya sambil menghela nafas.

Seo rin, kenapa gadis itu selalu muncul disekelilingnya?! Sebenarnya siapa dia?! Shiwon mengacak2 rambutnya “lama2 aku bisa gila!” gumamnya.

“wonniiiiiee. . .>o<”

“ibu??”

shiwon terkejut saat ibunya tiba2 masuk kekamarnya dan memeluknya.

“ah ibu sangat merindukanmu!!” ujarnya sambil menangis.

“ibu lepaskaaan!! Hentikaaan!!” shiwon mencoba melepaskan dirinya. “kenapa kau pulang??”

pletaaak. . .

“aaawh. . .Kenapa kau memukulku??” tanya shiwon sambil mengusap2 kepalanya yg sakit.

“dasar tidak sopan! Ibu pulang seharusnya kau senang!!”

“kalian berdua itu menyusahkan!!” kata shiwon kesal. <ibu ma kakakx mksudx>

“sudahlah, ayo kita makan malam dulu!” kata ibu shiwon sambil menyeret anak laki2nya itu keluar kamar.

“ibu akan pensiun!” kata ibu shiwon tiba2 saat mereka sedang makan.

“kenapa?” tanya shiwon sambil memakan nasinya.

“sudah waktunya ibu berhenti! Semua pekerjaan akan ibu serahkan pada paman min! Jadi mulai sekarang ibu akan ada disini untuk mengurusmu!”

“kedengarannya bukan hal yg menyenangkan!!”

“hei, jangan bilang begitu!!”

“terserah ibu!!” sautnya sambil terus makan.

“noonaaaaaa. . . Kau tidak apa2 kan? Kau baik2 saja??” tanya seung hoo sambil melihat seo rin dari ujung kepala hingga ujung kaki begitu seo rin muncul didepan gerbang sekolah esoknya “siapa yg menculikmu?? Siapa yg berani menyakitimu? Bilang saja padaku, akan kuhabisi mereka!!”

“a. . .ani. . . Tidak ada yg menculikku. . .Terima kasih sudah mengkhawatirkanku. . .” ucap seo rin.

“aaaah~ noona. . . Kau manis sekaliii. . . >.<” kata seung hoo sambil memeluk seo rin erat.

“gyaaaaaa. . . >.< lepaskan akuuu!!!” teriak seo rin.

Banyak mata2 yg melihat mereka.

Pletaaak!!

“aaawh. . .” seung hoo melepaskan pelukannya dan mengusap kepalanya yg sakit, ia menoleh kebelakang dan mendapati temannya, hankyung.

“yaa!! Kenapa kau memukulku???” bentaknya.

“apa kau sudah gila?? Banyak anak yg melihatmu!!” omel hankyung.

“memangnya kenapa?? Biarkan saja mereka melihat!!”

“selain itu kau juga membuatnya ketakutan!!”

“mwo?? Benarkah?? Noona, apa kau ta. . .” seung hoo tidak menyelesaikan kalimatnya karna saat ia berbalik kebelakang seo rin sudah menghilang. Ia sudah berlari memasuki lobi.

“yaa!! Noonaaaa. . . Tunggu akuuu!!” teriaknya sambil mengejar seo rin, meninggalkan hankyung yg hanya bisa menggeleng2kan kepalanya.

Shiwon sedang duduk diperpustakaan sambil membaca buku.

Dibelakangnya, ada segrombolan siswi sedang berbisik2 menggosip. Namun cukup jelas didengar oleh telinga shiwon.

“apa itu benar??”

“tentu saja. . . Aku melihat seung hoo sedang memeluk noona itu didepan gerbang sekolah!!”

“apa mereka sedang pacaran??”

“lalu bagaimana dgn shiwon oppa??”

“hei, apa noona itu gadis yg tidak benar?”

“maksudmu seperti penggoda lelaki??”

“kata eonniku, sepertinya dia pernah diberi ponsel oleh jung hoon seongsaengnim!!”

“omo. . .Benarkah???”

“sepertinya dia memang perempuan tidak benar!!”

BRAAAK!!

Shiwon menggebrak meja dan berbalik kebelakang “kalian pikir ini tempat menggosip??? Keluar kalian!!!” bentaknya marah.

Semua mata menatap dirinya.

“hei kau, kau yg keluar!!!” teriak noona pustakawan pada shiwon “kenapa kau membuat keributan??”

“mwo??” tanya shiwon kaget.

“ayo cepat keluar!!”

“aku. . .” dgn wajah kesal shiwon berjalan keluar dari perpustakaan.

“itu tadi shiwon oppa. . .” gumam salah satu gadis yg menggosip tadi “matilah aku. . .Sekarang dia pasti membenciku, padahal aku menyukainya. . .” katanya lirih.

“hei, ada kabar baik!!! Kita akan libur 3 hari mulai besok, dan masuk lagi hari senin!!” teriak kangin sang ketua kelas 3-6 yg langsung disambut sorakan gembira anak2.

“tapi. . . Kenapa kita diliburkan? Memangnya ada apa??” celutuk kibum, semua anak langsung diam menatap kangin.

Kangin menggaruk2 kepalanya yg tidak gatal “mmm. . . Aku tidak tau, aku lupa apa kata2 guru tadi!! Ah, yg penting kita besok libur!!”

“yeeey!!” sorak anak2 lagi.

Heechul, donghae, dan eunhyuk langsung dance seperti anak2 cheerleaders (sulli dkk ato f(x), w g apal nma mmber f(x)). Ini memang moment yg langka, karna jarang sekali ada hari libur selain hari libur nasional.

“aku sangat senang akhirnya bisa bertemu dgmu!!” kata ayah seo rin.

“saya yg berterima kasih, anda sudah mau makan malam dgn saya!”

saat itu mereka ada disebuah restauran tradisional korea.

“hei, kenapa kau berbicara formal begitu kepadaku?? Kau kan putra song hye gyo <wow, shg emakq trxta,,> kakak seo rin, itu artinya kau juga anakku! Panggil aku ayah, bagaimana? Kau mau kan??”

jung hoon tersenyum “ayah! Kau sungguh baik!!”

“nah, itu baru bagus!! Ayo minum tehnya, banyak yg harus kau ceritakan padaku!!”

jung hoon menyesap tehnya pelan, kemudian ia mulai menceritakan tentang nenek, juga ayahnya.

“jadi begitu. . .” gumam ayah seo rin “lalu sekarang kau memutuskan untuk tinggal disini??”

“benar! Aku akan tinggal disini untuk menjaga seo rin!!”

“sekarang kau tinggal dimana?? bagaimana kalau kau tinggal dirumah kami??”

“aku tinggal diapartement, lagipula seo rin belum tau kalau aku kakaknya!”

“mwo? Seo rin belum tau??”

“benar, aku belum memberitahunya”

“kenapa??”

“aku ingin dia mengenalku lebih dalam ayah, agar dia bisa menerimaku sebagai kakaknya, dan sebagai kakaknya, aku ingin mengenal semua tentangnya!”

“ah, aku mengerti. .” kata ayah seo rin sambil mengangguk2 “tolong bantu aku menjaga seo rin!! Aku tau ini egois tapi. . . Aku sangat sedih kalau tinggal disini, aku masih belum melupakan ibumu. . . Hiks. . .”

“aku mengerti ayah, kau tidak perlu khawatir, aku sudah ada disini!!”

“kau benar2 anak yg baik. . . ”

hari pertama libur. Shiwon keluar dari kamarnya dgn menggunakan celana jeans dan kaos lengan panjang putih yg bertuliskan ‘i am lucky boy’, berharap hari ini ia mendapatkan keberuntungan <ato malah kesialan>.

Ia menuruni tangga dgn cepat sambil memakai topi hitamnya.

“bibi, ibu dimana?” tanyanya pada ajhuma yg sedang menyemprot bunga2 hias dipot.

“nyonya besar sudah keluar tadi”

“kalau dia pulang, katakan padanya aku keluar!”

hari ini shiwon ingin pergi ketoko buku dan toko kaset game. Biasanya ia akan pergi bersama kim bum dan suhoon, tapi tidak kali ini. Ia menjelajahi toko2 itu sendiri.

Saat berjalan dimall, dirasakannya perutnya terasa lapar, ia baru sadar sekarang sudah hampir siang dan ia belum sarapan tadi pagi. Akhirnya dilangkahkan kakinya menuju restouran. Tiba2 ia berhenti dan memicingkan mata saat dilihatnya ada ibunya yg sedang duduk direstourant itu bersama seorang pria. Tanpa ragu ia melangkah menghampiri mereka.

Seo rin melangkah menuruni tangga dgn riang. Ia memakai celana jeans 3/4 dan t-shirt merah. Rambutnya yg bergelombang, digelungnya dan dijepit. Hari ini ia libur. Seperti biasa, ia ingin menghabiskan waktunya digame center. Sebenarnya ia ingin mengajak yoo mi dan shin hye tapi yoo mi sedang mengunjungi neneknya di busan, dan shin hye dipaksa latihan menyanyi oleh sukkie oppa.

“paman, ayah mana??” tanyanya pada ajhussi itu.

“ah, tuan besar sudah keluar tadi pagi”

“baiklah kalau begitu, aku keluar dulu!!”

“baik nona!”

seo rin memang suka bermain game. Setiap hari libur ia pasti pergi ke game center.

Seperti sekarang, ia mencoba semua permainan yg ada disana.

Tiba2 saja perutnya terasa lapar. Ia memang tidak sempat sarapan tadi pagi. Akhirnya diputuskannya untuk kerestouran. Tiba2 dilihatnya ayahnya disalah satu restourant sedang duduk bersama seorang wanita. Tanpa ragu, ia menghampiri mereka.

“ibu!!”

“ayah!!”

teriakan itu keluar secara bersamaan dari mulut shiwon dan seo rin. Keduanya saling tatap, terkejut. Kemudian mereka menoleh kembali pada ayah dan ibu mereka.

“sedang apa kalian disini???” lagi2 mereka berbicara bersamaan.

“ah, wonnie, kenalkan ini tuan min jae yong, teman SD ibu dulu!!” kata ibu shiwon “jae yong ah, ini putraku choi shiwon!!”

“ah, aku senang sekali bisa bertemu putramu, dan ini adalah min seo rin, putriku!!” balas ayah seo rin.

“aigooo. . . Dia cantik sekali, sangat manis >.<”

“ah, kau juga masih kelihatan cantik sampai sekarang!” saut ayah seo rin.

“tunggu tunggu tunggu!” potong shiwon.

“jadi kalian saling kenal?!” saut seo rin.

“tentu saja! Kami ini teman baik!!” jawab ayah seo rin.

“tidak ku sangka kita dapat bertemu lagi” kata ibu shiwon malu2.

“andweeee!!!” teriak shiwon dan seo rin bersamaan lagi. Didalam kepala mereka sama2 tercetak sebuah fikiran.

Kedua orang tua itu menatap bingung.

“kalian tidak boleh! Ayah, apa kau sudah melupakan ibu???” tanya seo rin frustasi.

“kalian tidak akan bisa! Karna. . . Karna. . . Karna kami sedang pacaran!!!” ucap shiwon cepat sambil memeluk bahu seo rin.

“MWO???” ketiga orang itu sukses menatap shiwon shock. Bahkan seo rin sampai lupa menutup kembali mulutnya yg ternganga lebar.

“kalian pacaran??” <cegluk, ayah seo rin nelen ludah>

“a. . .ani_ mmffp. . .” seo rin mencoba melepaskan tangan shiwon yg membekap mulutnya.

“kami mau beli es cream dulu!” kata shiwon cepat dan langsung menyeret seo rin pergi!

“apa maksud kata2mu tadi???” bentak seo rin saat ia dan shiwon sudah berada jauh dari ayah ibu mereka.

“hanya itu satu2nya cara! Aku tidak mau punya ayah tiri yg punya putri bodoh!!” jawab shiwon.

“aku juga tidak mau punya ibu tiri yg punya putra menyebalkan sepertimu!!”

“mwo?? Kau bilang aku menyebalkan??”

“benar!! Kau memang sangat menyebalkan!”

“kau pembuat masalah!”

“kau laki2 feminim!”

“otak udang!!!”

keduanya saling tatap tajam.

“aku akan bilang pada mereka!!” kata seo rin tiba2 dan langsung berjalan pergi.

Dengan sigap shiwon menahan tangan seo rin dan menariknya kembali “kau ingin mereka berpacaran kemudian menikah begitu??”

“tentu saja tidak!” jawab seo rin “lalu apa kau ingin kita berpacaran agar mereka tidak bersama?! Bermimpilah terus!” dengus seo rin.

“cukup berpura2 saja! Didepan mereka!”

seo rin menatap shiwon terdiam “kenapa kau memilih cara yg tidak menyenangkan??!” tanya seo rin kesal.

“kau pikir aku senang melakukannya?? Tidak sama sekali!! Dalam mimpipun aku tidak akan pernah mau punya pacar bodoh!”

“aku juga tidak mau punya pacar cerewet sepertimu!!!” balas seo rin cemberut.

Shiwon sudah akan membuka mulutnya untuk membalas saat dilihatnya seorang wartawan yg dikenalnya dari tabloit remaja sedang berjalan santai sambil memotret2 sesuatu.

“gawat, ada wartawan!”

“mwo?”

“sebaiknya kita cepat kembali!” kata shiwon cepat sambil menyeret seo rin pergi sebelum gadis itu sempat berbicara.

“kalian sudah membeli es cream??” tanya ibu shiwon.

“sudah, dia sudah memakannya tadi!” jawab shiwon acuh.

“kalian sudah makan?? Ayo duduk!” kata ayah seo rin.

“aku tidak lapar!!” jawab mereka serempak.

“kalian kompak sekali. . .”gumam ibu seo rin.

“itu tidak benar!!!” jawab mereka serempak lagi.

Shiwon dan seo rin saling tatap “kenapa kau mengikutiku???”

lagi2 mereka berkata secara bersamaan.

“kau yg mengikutiku!!” kata shiwon.

“aku tidak mengikutimu!!” balas seo rin “lagipula aku tidak mau disama2kan dgnmu!”

“kau dan aku memang tidak sama!! Kita beda jauh!! Orang butapun tau!”

“hei, kenapa kalian bertengkar?” tanya ibu shiwon.

“bukankah kalian pacaran??” tambah ayah seo rin.

Keduanya langsung tergelagap.

“ah, benar! Aku lupa!!” kata shiwon sambil memeluk seo rin.

Sedangkan seo rin hanya meringis lebar, namun dalam hatinya ia bersumpah akan memberi pelajaran laki2 disebelahnya yg berani memeluknya itu.

“mwo???” teriak yoo mi dan shin hye bersamaan ditelphone.

Seo rin menghembuskan nafas “aku tau ini benar2 gila, tapi kami tidak punya pilihan! Ayahku bisa saja menyukai ibu shiwon dan berniat untuk menikahinya! Aku tidak mau itu terjadi!”

“lalu sekarang bagaimana?” tanya shin hye “kau setuju untuk berpura2 berpacaran dgnnya??”

seo rin mendesah pelan “aku tidak punya pilihan!”

“omooo. . .Seo rin ah, kau itu sangat beruntung!!” kata yoo mi “banyak gadis2 yg ingin dekat dgnnya, tapi tidak pernah punya kesempatan, karna ia selalu berada disisi min rara!!”

“min rara. . .” gumam seo rin pelan. Sebenarnya siapa gadis itu??

“seo rin ah, kau masih disana??” tanya shin hye.

“teman2 maaf, akan kuhubungi kalian nanti!” kata seo rin cepat dan langsung menutu ponselnya.

Ia tercenung sambil memeluk lututnya erat. Saat itu, ia ada ditaman diatas atap rumahnya.

Min rara. . . Gumamnya berulang kali. Bukankah gadis itu dekat dgn shiwon??! Apakah ia kekasihnya?? Tidak tidak tidak, seo rin menggeleng pelan. Shiwon tidak akan mengakui didepan ibunya kalau seo rin adalah pacarnya. Yg jadi pertanyaannya adalah, apa gadis itu tau tentang hal ini?! Apa semuanya akan baik2 saja?? Apa sebaiknya ia menghubungi shiwon untuk menanyakannya?!

“bodoh. . .” gumamnya pelan saat disadarinya ia tidak memiliki nomor ponsel shiwon.

“nona, sudah saatnya makan malam!” kata seorang pelayan dibelakangnya.

“aku akan turun sebentar lagi!”

shiwon sedang mondar mandir dikamarnya sambil mengacak2 rambut frustasi “eotteokajjo??” gumamnya “ok choi shiwon, kau harus tenang! Semuanya akan baik2 saja!” shiwon menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan2.

“kau sedang apa??”

“waaaaa. . .” shiwon terlonjak kaget “bu! Bisakah kau ketuk pintu dulu sebelum masuk kamarku??” tanya shiwon sebal.

Pletaak

“aaaw. .” shiwon meringis kesakitan “kenapa memukulku???”

“aku ini ibumu, peduli apa kau??”

“ada apa kemari??”

Mohon comentnya,,

*bungkuk2 ala jepang*