Tags

, , ,



Cast :

–         choi shiwon (super junior)

–         min seo rin (nama korea saya)

–         min rara

–         kim jung hoon

–         yoo seung hoo

 

Part 6

 

“ada apa ibu kemari?” tanya shiwon kesal.

“mm. . . Wonnie_”

“jangan panggil aku begitu!!” potong shiwon “kalian ini sama saja!” gerutu shiwon.

“hhh kau ini. . . Sentimen sekali!! Mirip sekali dgn ayahmu!”

“tentu saja mirip, aku ini anaknya!!”

“benar juga. . .” gumam ibu shiwon polos “eh, sebenarnya ibu mau tanya padamu, bagaimana bisa kau pacaran dgn seo rin ah??”

“kenapa bertanya hal itu?”

“kenapa ibu tidak boleh tau?”

shiwon menghela nafas berat “karna dia bodoh!” jawabnya asal.

Ibu shiwon terkikik pelan “itu alasan yg sama yg dikatakan oleh ayahmu saat ditanya kenapa ayahmu menyukai ibu!”

“mwo?!” shiwon mendelik, ia benar2 salah bicara.

“sebenarnya dulu ibu sempat menyukai jae young ah, ayah seo rin. . .”

“mwo??” shiwon lebih kaget lagi.

“tapi saat itu dia menyukai gadis yg lebih tua, membuat ibu patah hati, tapi kemudian ayahmu datang, dan akhirnya kami saling jatuh cinta!” kata ibunya sambil tersenyum mengingat masa lalu.

Shiwon menggelengkan kepalanya sambil mondar mandir. “gawat, ini tidak boleh terjadi!” gumam shiwon dalam hati “cinta lama tidak boleh bersemi kembali!!”

“hei, kenapa kau mondar mandir begitu?? Sedang memikirkan sesuatu??” tanya ibu shiwon. Ia bingung melihat tingkah anaknya yg aneh. Kepalanya ikut bergerak mengikuti shiwon “oh ya, cepat kau telp seo rin!”

“apa?” tanya shiwon kaget dan langsung menghentikan langkahnya.

“kebetulan besok kalian libur, ibu ingin kita jalan2 bersama!!”

shiwon menatap kaget “dgn ayahnya juga?!”

“ani. . .Dia org sibuk, mana ada waktu! Jadi cepat kau telp seo rin!”

shiwon langsung gelagapan. Ia tidak punya nomor ponsel seo rin!

“a. . .akan kuhubungi dia nanti! Tadi dia bilang. . .Dia bilang kalau. . . Kalau sedang makan malam! Ya, makan malam!!” kata shiwon tergelagap.

“ah begitu. . . Baiklah, kalau begitu ibu kekamar dulu!” kata ibu shiwon kemudian melangkah pergi.

Shiwon menghembuskan nafas lega setelah ibunya menutup pintu kamarnya.

“hh. . . Merepotkan saja!” gerutu shiwon.

Shiwon meraih ponselnya dan berfikir, siapa kira2 orang yg bisa ditanyainya tentang nomor ponsel seo rin. Ia harus berjaga2 kalau ada kejadian seperti tadi. Tapi ia harus bertanya pada siapa?? Ia tidak pernah berhubungan dgn teman2 seo rin. Lain dgn jung hoon! Tunggu dulu, jung hoon pasti tau nomor ponsel seo rin, bagaimana cara untuk bertanya padanya??! Kemudian ia ingat seseorang. Dgn cepat dihubunginya orang itu.

“yeobseo?? Noona??” sapanya begitu telphone diangkat.

“wonnie?? Tumben kau menelphone??” tanya ryu in heran disebrang sana.

“jangan panggil aku begitu!!” kata shiwon kesal.

“sudah terbiasa!” jawab ryu in singkat “Ada apa??”

“bisakah noona memintakan nomor ponsel seo rin pada jung hoon seongsaengnim??”

“mwo?? Seo rin ah?? Si pembawa ratu??”

“benar! Bisa atau tidak??”

“apa aku melewatkan sesuatu?? Apa kau mulai menyukainya??”

“jangan cerewet! Lakukan saja! Akan kuceritakan nanti setelah aku mendapat nomor ponselnya!!”

“tunggu 5 menit!”

ryu in memutuskan sambungan telpnya. 5 menit kemudian shiwon mendapat pesan yg berisi nomor ponsel itu, disertai ancaman untuk segera menceritakannya lewat email.

Shiwon mendengus, “jangan harap aku melakukannya!” katanya, kemudian ia membalas pesan itu, mengatakan bahwa ia akan menceritakan saat kakaknya pulang nanti.

 

Ibu shiwon tengah memilih2 baju disebuah mall. Dibelakangnya seo rin dan shiwon mengikuti dgn muka masam..

“seo rin ah, kau ingin kemana?” tanya ibu shiwon.

“mmm. . . Aku tidak tau!!” gumam seo rin, sebenarnya ia ingin ke game center tapi ia tidak berani bilang.

“bagaimana kalau kau kesalon?? Sepertinya kau perlu perawatan!” kata shiwon tiba2 sambil menatap seo rin.

“mwo??” seo rin melotot. Apa laki2 ini sudah gila?! Seumur hidupnya seo rin tidak pernah masuk kesalon.

“ah benar!!” seru ibu shiwon riang “ayo kita rubah penampilanmu!!!”

“eh, eh, ta. . .tapi. . .” seo rin tidak bisa menolak saat ibu shiwon menyeretnya paksa masuk kedalam salon. Masih sempat dilihatnya senyum iblis dibibir shiwon.

 

Setelah puas melihat ibunya menyeret paksa seo rin, shiwon pergi kesebuah tempat dimana ia menservice kameranya yg terkena hujan beberapa hari yg lalu. Ia memang hobbi memotret. Bahkan dirumahnya ia punya kamar untuk mencetak foto sendiri.

“anyeong, aku choi shiwon, bisakah aku mengambil kameraku hari ini??” tanya shiwon sambil menyerahkan sebuah kartu pada penjaga wanita itu.

“mohon tunggu sebentar, akan saya lihat dulu!”

wanita itu pergi sebentar, kemudian kembali lagi dgn sebuah kamera.

Shiwon menyodorkan sebuah credit card kemudian memeriksa kameranya.

“kau sedang apa??”

shiwon menoleh dan terpana. . .

Seo rin, gadis itu saat ini sedang memakai kemeja putih garis2 hijau dengan rok pendek selutut berwarna coklat muda polos. Ia juga memakai sepatu tanpa hak berwarna putih, dan tangannya sedang menenteng tas tangan berwarna sama.

Penampilan gadis itu agak jauh berbeda. Rambutnya dikriting setengah jadi dibagian bawah, dan ada jepit bulu putih yg tersemat dirambut atas telinga kirinya, make upnya yang tipis terlihat natural. Secara keseluruhan ia lebih manis.

“a. . .ada apa??” tanyanya bingung “apa penampilanku sangat aneh??”

“kau manis. . .” gumam shiwon.

“mwo?”

“kubilang kau sedikit berbeda!”

“benarkah??”

“ya! Lebih terlihat seperti perempuan!!”

“aku kan memang perempuan!!” kata seo rin cemberut.

blittz. . .

Tiba2 shiwon menjepretkan kameranya kearah seo rin.

“kenapa kau memotretku??” protes seo rin.

“aku hanya mencoba kameraku, ternyata sudah berfungsi dgn baik!”

“itu kameramu?” tanya gadis itu.

“benar! Ini hadiah dari ayahku dulu!!” jawab shiwon sambil mengambil kembali credit cardnya.

“benarkah? Kalau begitu ayo foto aku!!”

“mwo?? Kenapa aku harus memfotomu??” protes shiwon.

“ayolah. . . Jangan pelit begitu!! Ayo cepat!!” pinta seo rin riang, gadis itu mengangkat tangan, jarinya membentuk huruf v dan tertawa riang, kemudian shiwon menjepretkan kameranya.

“kenapa kau tidak berfoto bersama badut itu saja?!” tanya shiwon sambil menunjuk badut dipinggir area bermain anak2 itu dgn dagunya.

“ah ide bagus!!” seru seo rin ceria sambil berlari2 kecil menghampiri badut itu.

Sementara shiwon hanya menggeleng2kan kepalanya sambil mengikuti gadis itu.

“ah, bibi!! Kami disini!!” teriak seo rin pada ibu shiwon setelah ia berfoto bersama badut.

“rupanya disini kalian!” kata ibu shiwon setelah ia sampai

ditempat seo rin dan shiwon.

“ayo kita berfoto!!” ajak seo rin riang.

“mwo?”

“say chesse!!!”

seo rin mengajak ibu shiwon untuk berfoto2. Kemudian tiba2 saja ia merebut kamera shiwon dan memberikannya pada seseorang.

“hei, apa yg kau lakukan??” protes shiwon.

“ayo berfoto bersama!!” seru seo rin sambil menarik lengan shiwon.

Ternyata ia meminta tolong pada orang itu untuk memfotokan mereka bertiga. Setelah selesai, ia mengambil kamera itu lagi dan mengembalikannya pada shiwon.

“eh, sudah foto2nya, sekarang ayo kita makan!!” ajak ibu shiwon.

Akhirnya mereka bertiga makan disebuah restouran daging. Shiwon tak henti2nya memotret seo rin. Ia sangat senang bila mendapatkan pose aneh seo rin, itu sangat menarik baginya meskipun gadis itu selalu protes.

“seo rin ah, kalau ayahmu pergi keluar negri, kau tinggal dgn siapa??” tanya ibu shiwon.

“aku tinggal bertiga dgn paman dan bibi won!”

“aah kasian sekali kau. . . Bagaimana kalau kau tinggal dirumah bibi saja??”

byuuur. . .

Kontan minuman yg diminum seo rin sukses menyembur keluar.

“ukkhuuk. . . Ukhuuk. . .” shiwon memegang lehernya yg sakit. Daging yg dimakannya tertelan begitu saja tanpa sempat dikunyahnya dan tersangkut ditenggorokkannya. Buru2 ia meminum air. Sementara seo rin mengambil tissue untuk mengelap mulutnya.

“kalian ini kenapa??” tanya ibu shiwon tanpa dosa.

“ibu apa kau sudah gila??” tanya shiwon.

“memangnya kenapa?? Lagipula Ayah seo rin tidak akan keberatan!”

“tapi bu. . .”

“bibi, aku tidak mungkin tinggal bersama kalian, bagaimana dgn ayah? Aku ingin menemaninya saat dia ada dikorea!!” tolak seo rin.

“ah aku mengerti. . . Kalau begitu, bagaimana kalau kau menginap dirumah bibi sampai ayahmu kembali dari pulau jeoju? Dia sedang ada disana untuk beberapa hari kan??”

“tapi_”

“kali ini kau tidak bisa menolak!” kata ibu shiwon tegas.

Seo rin menatap shiwon meminta pendapat, tapi shiwon tidak bisa menjawab apa2.

 

“nonnaaa~” seung hoo menatap seo rin yg sedang bersama shiwon dgn hampir menangis.

“ya, seung hoo ah, sedang apa kau??” tanya hankyung.

“kyung ah, apa mereka berpacaran??” tanya seung hoo.

Hankyung menatap bingung, kemudian ia mengerti saat melihat seo rin sedang bersama shiwon.

“setauku mereka itu bermusuhan!”

“benarkah??”

“benar! Ayo, lebih baik kita pergi!”

“aku mau kesana!!” kata seung hoo, tapi hankyung lebih cepat menahannya.

“eh, kau tidak boleh kesana! Ayo pergi!!”

“yaa!! Kyung ah, lepaskan aku!!!” teriak seung hoo sambil mencoba melepaskan diri dari hankyung yg menyeretnya paksa.

 

Hari sudah gelap saat mereka bertiga sampai dirumah shiwon.

“wonnie, kau gendong seo rin masuk!!” perintah ibu shiwon.

“kenapa harus aku??” protes shiwon.

“kau kan pacarnya?!”

“ah, benar!”

dgn amat sangat terpaksa, shiwon menggendong seo rin yg tertidur pulas karna kecapek’an.

Dibawanya gadis itu kedalam, tapi saat akan membuka pintu, shiwon tersandung ujung karpet hingga. . .

Duaaaak. . .

Kepala seo rin terbentur dgn sukses.

“aaawh. . .” gadis itu mengerang pelan kemudian membuka mata dan turun dari gendongan shiwon “apa yg kau lakukan?!” tanya seo rin kesal.

“aku tidak sengaja!!” balas shiwon “lagipula siapa suruh kau seberat itu?!”

“aku tidak minta digendong!!”

“benar! Harusnya kubiarkan kau tidur dimobil!! Kalau bukan karna ibu aku juga tidak akan mau repot2 membawamu kedalam!”

seo rin sudah akan membuka mulut untuk membalas tapi tiba2 ponselnya berbunyi.

“yeobseo?? jung hoon oppa??” sapanya begitu ia mengangkat ponsel. “ani. . . Aku baik2 saja. . .” ia berbicara ditelphone sambil masuk kedalam kamar. Blaam. . . Ditu2pnya pintu itu sementara shiwon ternganga diluar, menatap tidak percaya.

“aku susah payah membawanya kemari dan dia tidak bilang apa2?! Dasar gadis tidak tau diri!!” dengan kesal shiwon melangkah pergi kekamarnya.

Tapi ditengah jalan ia dihadang oleh ibunya.

“dimana seo rin ah??”

“dikamar!” jawab shiwon tidak perduli.

“kau sudah membuatkannya susu??”

“mwo??” shiwon menatap bingung “kenapa aku harus membuatkannya susu??”

pletaak. . .

“awgh. . . Kenapa ibu memukulku???” tanya shiwon kesal sambil mengelus2 kepalanya yg sakit.

“kau ini pacar yg bagaimana?! Membuatkan susu saja kau tidak mau! Apa benar kalian ini sedang berpacaran?!”

“tentu saja!!” jawab shiwon cepat.

“lalu kenapa kau dingin sekali?! Seharusnya kau bisa lebih romantis!! Tidak baik seorang laki2 kasar pada perempuan_”

“baiklah, baiklaaah!!” potong shiwon “akan kubuatkan dia segelas susu penuh rasa cin-ta!!” katanya dgn tekanan nada lebih diakhir kalimat.

“aah, itu baru romantis. . .”

cepat2 ia melangkah pergi, tidak menggubris ibunya. Ia membuat segelas susu dgn kesal.

 

“kau sedang apa?” tanya jung hoon diseberang sana.

“aku. . . Baru saja akan tidur,, oppa. . . Ada apa kau menelphoneku??” tanya seo rin.

“entahlah, aku tiba2 saja memikirkanmu, kemarin juga, kemarinnya juga, bagaimana kedengarannya?”

seo rin tertawa kecil “kedengarannya tidak normal!”

jung hoon mendesah pelan “benar, itu tidak normal! Bagaimana keadaanmu??”

“walaupun aku tidak kenapa2 tetap saja aku tidak bisa bilang kalau aku tidak apa2!”

“mm? Ada apa? Apa ada sesuatu??”

“maaf. . . Aku tidak bisa mengatakannya. . .”

“baiklah, tidak apa2, kita bertemu lagi besok, sekarang kau tidurlah!!”

“mm. . .”

baru saja seo rin menutup ponsel, seseorang menggedor2 pintu dari luar sana.

Dengan malas seo rin turun dari tempat tidurnya dan berjalan untuk membukakan pintu.

“apa??” tanyanya kesal begitu ia membuka pintu.

Shiwon tidak menjawab. Ia menyodorkan susu tepat didepan hidung seo rin.

Seo rin mengerutkan alis bingung “mwo??”

“minum saja!”

“andwe!!” tolak seo rin.

“dengar min seo rin ssi, kalau bukan karna ibu aku tidak akan pernah mau repot2 membuat susu ini, sekarang kau tinggal minum saja tidak mau??”

“aku tidak suka susu! Dan aku tidak akan pernah meminumnya!!”

“ku bilang minum!”

“tidak, tidak, tidak!!”

“aiish. . . Kau ini benar2 merepotkan!”

“kau juga!”

“mwo??”

“ada apa ini? Kenapa kalian ribut??” ibu shiwon datang tepat sebelum perang meletus.

Tiba2 shiwon langsung memeluk pinggang seo rin dgn mesra “jjagi. . . Ayolah. . . Minum sedikit saja, aku kan sudah susah2 membuatkannya untukmu!!” katanya lembut.

“m. . .mwo??” seo rin tergelagap dgn situasi seperti itu.

“ah kau tidak mau minum susu ya??” tanya ibu shiwon kecewa “padahal itu sangat bagus untukmu! Apalagi itu dibuat dgn penuh rasa cinta. . . Aiih. . .”

!!=_= -> muka shiwon dan seo rin.

“ayolah jjagiya. . . Minumlah sedikit saja. . .” pinta shiwon sabil mendekatkan gelas susu itu kebibir seo rin.

“ayo cicipi sedikit saja!” pinta ibu shiwon juga.

Didesak seperti itu seo rin tidak bisa menolak. Ia meneguk susu itu sambil menahan mual.

“ayo habiskan!!” kata shiwon dgn kelembutan dibuat2.

Seo rin sudah tidak kuat tapi shiwon tetap memaksanya minum hingga gelas itu kosong.

“ah bagus sekali, baiklah ibu kekamar dulu kalau begitu, kalian cepatlah tidur!!” kata ibu shiwon kemudian melegang pergi.

“anak pintar!!” ujar shiwon riang sambil menepuk2 kepala seo rin pelan kemudian melangkah pergi.

Sementara seo rin masih diam ditempatnya, dipegangnya perutnya yg mual. Wajahnya sangat pucat.

 

Shiwon berguling2 gelisah ditempat tidurnya. Ia tidak bisa tidur. Kemudian ia turun dari tempat tidur dan keluar pergi kedapur karna merasa tenggorokkannya kering.

Ia membuka lemari es dan mengambil sebotol air mineral. Ditegaknya separuh dari isi botol itu. Tiba2 samar2 didengarnya suara dari kamar mandi didekat dapur. Dihampirinya dan dilihatnya siapa yg ada disitu. Ia terkejut saat mendapati seo rin yg sedang muntah2 diwestafell.

“yaa!! Kau kenapa??” tanya shiwon panik.

Seo rin hanya menggoyang2kan tangannya lemas tidak mampu berbicara. Keringat dingin membasahi wajah dan lehernya.

“wajahmu pucat sekali!”

setelah membasuh mulutnya, seo rin terjatuh, ia terduduk lemas bersandar didinding.

“apa kau baik2 saja??” tanya shiwon.

Gadis itu memejamkan mata “kalau memaksaku minum susu lagi. . .Akan kubunuh kau!!” gumamnya lemah.

Shiwon tidak berkomentar apa2, ia menarik tangan gadis itu dan mengangkat tubuhnya. Ia menggendong seo rin kembali kekamarnya.

Dibaringkannya gadis itu ditempat tidur.

“tunggu sebentar!” kata shiwon kemudian ia berlari kedapur dan membuat teh hangat. Tapi karna ia terburu2, tangannya tersiram air panas.

“aaaargh. . .” dibasuhnya tangannya dgn air dingin. Kemudian dilanjutkannya pekerjaannya membuat teh. Setelah selesai dibawanya teh itu pada seo rin.

“minumlah. . .” katanya pelan.

“andwe. . .” gumam seo rin. <trauma dia heheh>

“ini teh hangat, minumlah!!” dibantunya gadis itu untuk duduk.

akhirnya seo rin mau meminumnya sedikit.

“sudah lebih baik?” tanya shiwon.

Seo rin menggeleng pelan “aku ingin sesuatu yg asam. . .” gumamnya.

“tunggu sebentar!”

shiwon berlari kedapur dan membuka lemari es, tapi ia tidak menemukan apa2 disana. Kemudian ia berlari kekamar dan mengambil jaketnya. Ia berlari dgn cepat kemobil dan pergi kesupermarket terdekat. Dibelinya jeruk limau kemudian ia kembali lagi pulang kerumah.

Sampai dirumah, ia langsung menuju dapur dan membuat segelas minuman dari limau itu kemudian ia kembali kekamar seo rin.

“ini minumlah!!”

seo rin meminum minuman itu seteguk, dua teguk lebih banyak.

“sudah lebih baik??” tanya shiwon.

Gadis itu mengangguk pelan “darimana kau dapat liamau?? Aku tidak melihatnya dilemari es tadi?!” tanya seo rin pelan.

“aku. . . baru saja membelinya!!” jawab shiwon enggan.

“terima kasih. . .” ucap seo rin “hh? tanganmu kenapa??”

“ta. . .tadi terkena air panas!” jawab shiwon salah tingkah.

“benarkah?? Coba lihat!”

“tidak perlu!! Nanti juga sembuh!!” tolak shiwon.

“sini kulihat!” bantah seo rin sambil menarik tangan shiwon “kalau tidak diobati nanti bisa inveksi!!” omelnya.

“masih sakit??” tanya seo rin sambil menyentuh luka dipunggung tangan shiwon. Shiwon meringis pelan.

“duduklah!” perintah seo rin. Ia mengambil tasnya dan mengeluarkan sekotak salep.

Shiwon duduk didepan seo rin dgn gugup.

Gadis itu mengoleskan salep ditangan shiwon dan meniup2nya dgn lembut. Shiwon menatapnya tertegun.

“nah sudah selesai!!” kata seo rin pelan kemudian mendongak. Mata mereka saling bertemu. Mereka saling tatap. Tiba2 saja suasana menjadi hening. Perlahan shiwon mendekat.

Seo rin terpaku ditempatnya. Ia tidak bisa mengalihkan tatapannya. Dirasakannya nafas hangat laki2 itu, Aromanya lembut. Seo rin memejamkan matanya pelan2. Hingga akhirnya bibir shiwon menyapu lembut bibirnya. Seo rin masih terlalu terkejut untuk bergerak. Jantungnya terasa berhenti berdetak. Shiwon mengulum lembut bibirnya, melumatnya dgn halus.

 

Seo rin tersentak bangun dari tidurnya. Ia diam sejenak “apa yg terjadi??” gumamnya pelan. “semalam aku. . .” ia melihat ada 2 gelas diatas meja samping tempat tidur. Segelas teh dan segelas limau. Juga ada kotak salep dimeja itu, kembali ia tersentak “tidak mungkiiiiiin!!!” jeritnya sambil menepuk2 pipinya. “aku pasti bermimpi!! Ya, itu pasti mimpi!!”

seo rin menoleh menatap jam beker dimeja. Ia langsung melotot begitu tau jam menunjukkan pukul setengah tujuh.

“gyaaaaaa. . .” jeritnya dan langsung berlari kekamar mandi.

“seo rin ah, kau tetap pergi kesekolah??” tanya bibi choi begitu melihat seo rin sudah lengkap dgn seragam sekolahnya “wonnie bilang kau tidak enak badan!!”

seo rin menoleh kearah shiwon yg juga sedang menatapnya. Laki2 itu langsung memalingkan wajah dgn gugup kemudian menggigit rotinya dalam gigitan besar.

“aku tidak apa2. . .” kata seo rin pelan.

“kalau begitu duduklah, kita sarapan sama2!!”

 

“nonnaaaa >.<” sapa seung hoo ceria begitu melihat seo rin didepan gerbang sekolah “ini untukmu!!” ujarnya riang sambil menyodorkan bunga mawar merah pada seo rin.

“waa cantik sekali. . . Gomawo. . .” ucap seo rin riang. Kemudian ia melihat shiwon berjalan melewati mereka begitu saja. Ada tatapan sedikit kecewa dimata seo rin.

“kau suka??”

seo rin memalingkah wajah, kembali menatap seung hoo yg tersenyum lebar.

“tentu saja!” jawabnya sambil tersenyum.

“aaah nonnaaa kau manis sekaliiii!! >.<” seung hoo sudah merentangkan tangannya lebar2 bersiap2 akan memeluk seo rin. Tapi tiba2 jung hoon menarik seo rin mundur dan menempati posisi seo rin. Akhirnya jung hoon-lah yg dipeluk seung hoo.

“ukhum!” jung hoon berdehem pelan.

“gyaaaaa. . . ” jerit seung hoo begitu tau siapa yg dipeluknya. Laki2 itu langsung memeluk dirinya sendiri sambil menatap jung hoon ketakutan sementara seo rin terkikik melihatnya.

“lebih baik kau kekelasmu, kita bertemu nanti!” kata jung hoon pada seo rin.

Seo rin mengangguk kecil masih sambil tertawa. Kemudian ia melangkah pergi menuju kelas.

“yaa!! Nonnaaaaa. . . Tunggu akuuu!!!” teriak seung hoo. Tapi jung hoon lebih cepat menarik kra belakang jas seragam seung ho.

“hei, kau mau kemana?!” tanya jung hoon “bawakan tasku!” jung hoon menyodorkan tas biolanya pada seung hoo.

“kenapa aku harus membawanya??” protes seung hoo sambil membuntuti jung hoon.

“sudah bawa saja! Atau kau tidak kuijinkan untuk ikut kelasku!!”

“mwo?? Kenapa begitu?? Itu tidak adil!!”

 

“yaaa!! Seo rin!!!” teriak won young seongsaengnim sambil menghampirinya.

Seo rin menatap bingung. Ia merasa tidak membuat kesalahan.

“jadi kau??” tanya won young seongsaengnim dengan nafas naik turun.

“ye?”

“jadi kau yg sudah memetik mawar dikebun??” tanyanya garang.

“aku. . .”

“apa yg kau bawa itu???” bentak won young seongsaengnim.

Seo rin mengangkat mawar yg dibawanya dgn bingung “i. . .ini. . .”

“itu adalah pemberianku!!”

kedua orang itu menoleh dan mendapati shiwon ada disitu.

“maaf, itu adalah pemberianku seongsaengnim!!” kata shiwon.

“ah begitu. . . Aku yakin kau tidak akan mencuri mawar!” kata won young seongsaengnim “tapi. . .” ia melepas kaca matanya, menatap seo rin dari atas hingga bawah “kau memberikan mawar pada gadis ini apa tidak salah??” tanyanya sambil menggeleng2kan kepala kemudian melegang pergi.

“hhh. . . Untung saja!” seo rin menghela nafas pelan “shiwon ssi, kamsahamnida!”

shiwon menatap sinis “itu akibatnya jika menerima mawar yg tidak jelas asal usulnya!!”

“kau benar. . .” gumam seo rin “kalau begitu ini untukmu saja!” katanya sambil menyodorkan bunga itu dan berlalu pergi meninggalkan shiwon yg menatap bingung sambil menggenggam mawar itu.

 

“apa kau yakin??”

“tentu saja! Aku melihat shiwon dan seo rin turun dari mobil yg sama meskipun tidak saling berbicara!”

“jadi sebenarnya mereka sedang berpacaran atau tidak?”

“mana aku tau!!”

“tapi sekarang kulihat shiwon memang jarang bersama min rara!”

“apa mereka sudah putus gara2 gadis yg bernama seo rin itu?”

“aiiish. . . Kau ini, mereka kan tidak berpacaran, bagaimana bisa putus?!”

“benar, bahkan aku pernah melihat min rara kencan dgn laki2 lain, sepertinya itu kekasihnya!”

“lalu maksudmu shiwon itu selingkuhannya?”

“aku tidak bilang begitu!!”

min rara, gadis itu sibuk menghubungi seseorang sambil menatap keluar dari jendela kamarnya.

Ia bukannya tidak mendengar ocehan dari teman2nya tapi ia hanya pura2 tuli. Tidak penting baginya untuk ribut dgn orang lain karna masalah kecil.

Ia masih sibuk dgn ponselnya. Berkali2 ia memanggil sebuah nomor, tapi tidak ada jawaban dari seberang sana.



 

Mohon comentnya,,

*bungkuk2 ala jepang*