Tags

, , ,

Cast :

–         choi shiwon (super junior)

–         min seo rin (nama korea saya)

–         min rara

–         kim jung hoon

–         yoo seung hoo

 

Part 7

 

“seo rin ah, bagaimana liburanmu?” tanya yoo mi ceria sambil meminum sodanya.

“apa kau baik2 saja?” tambah shin hye.

Seo rin menghela nafas “aku tidak kenapa2 tetapi juga tidak baik2 saja!! Entahlah,”

“pasti karna dia ya. .?!” tebak yoo mi.

“semalam kau kemana saja? Kenapa ponselmu tidak aktif?!” tanya shin hye.

“semalam aku. . .” tiba2 saja seo rin mengingat kejadian itu. Ia menundukkan wajahnya “batrai ponselku habis, maaf!!”

“kenapa kau terlihat malu begitu??” tanya yoo mi heran.

“wajahmu merah! Apa terjadi sesuatu??” selidik shin hye.

“ah aniyo. . . Tidak ada apa2!” jawab seo rin cepat “kalau kalian? Bagaimana liburannya??”

“membosankan!! Aku tidak punya teman dibusan!!” jawab yoo mi malas.

“aku juga! Setiap hari selalu dipaksa sukkie oppa latihan! Untung yong hwa oppa dan hongki oppa selalu mengajakku jalan2!”

“permisi, apa aku mengganggu??” sapa jung hoon ramah.

“seongsaengnim. . .” gumam yoo mi sedikit terkejut.

“tentu saja tidak!” jawab shin hye.

“bisa kupinjam seo rin sebentar??”

seo rin menatap bingung.

“tentu!” jawab yoo mi dan shin hye serempak.

 

“oppa. . . Ada apa??” tanya seo rin. Saat ini mereka sedang berada ditaman belakang sekolah.

“tidak ada, aku hanya ingin mengobrol dgnmu!!” jawab jung hoon lembut “aku dengar dari beberapa guru nilaimu kurang memuaskan, apa kau sedang banyak fikiran??”

seo rin meringis pelan “aku tau. . . Pasti aku terlalu banyak main, setelah ini aku harus fokus pada pelajaranku!!”

“itu bagus! Kalau kau butuh bantuan, jangan sungkan untuk datang kepadaku!”

“oppa. . . Terima kasih. . . Kau baik sekali, Aku benar2 merasa punya seorang kakak!!”

jung hoon tersenyum lembut.

 

Seo rin melangkah pelan dikoridor. Ia benar2 harus rajin belajar sekarang bila ingin melanjutkan keperguruan tinggi. Tiba2 matanya menangkap sesuatu dipapan informasi. Sebuah brosur tentang beasiswa sekolah sastra diamerika.

Ia termenung menatap brosur itu. Dari dulu ia ingin menjadi penulis. Ia suka menulis. Tapi syarat untuk mendapatkan beasiswa itu, ia harus masuk kedalam daftar 20 siswa tertinggi nilainya.

“sebaiknya lupakan saja niatmu itu, kau tidak akan bisa!”

seo rin menoleh terkejut kebelakang. Shiwon sedang berdiri dibelakangnya tepat sambil memandang brosur itu juga.

“apa kau bilang??”

“kubilang kau-tidak-akan-bisa-mendapatkan-beasiswa itu!!” jawab shiwon dgn penekanan disetiap katanya.

“mwo?? Kau pikir aku tidak bisa?? Lihat saja! aku pasti akan memdapatkan beasiswa itu!!” kata seo rin kesal.

“baiklah, kita lihat saja!!”

 

shiwon ia sedang menatap hasil jepretan kameranya didinding ruang khususnya. Ia tersenyum saat melihat foto2 seo rin dalam pose aneh. Gadis itu sangat unik. Ia dapat membuat berbagai macam ekspresi. Saat ia tertawa, saat ia cemberut, kesal, marah, mengantuk, malas, bahkan saat ia tidur.

Tapi kemudian perlahan senyumnya memudar saat menatap foto2 min rara yg diam2 dipotretnya. Seperti biasa, gadis itu terlihat kosong tanpa ekspresi. Sangat berbeda dgn seo rin.

Ia menghela nafas pelan kemudian keluar dari ruangan itu. Saat melewati kamar seo rin ia berhenti melangkah dan mengintip kedalam. Didalam kamar itu seo rin sedang tertidur pulas diatas buku2nya.

Shiwon menatapnya sejenak kemudian mengambil selimut dan menyelimuti gadis itu.

 

“nonnaaa >.<” sapa seung hoo ceria.

Seo rin yg sedang serius membaca buku ditaman belakang sekolah menatap kaget.

Seung hoo berdiri dihadapannya sambil tersenyum lebar.

“gyaaaaa. . . Tokkie tokkie. . . >.<” jerit seo rin riang begitu melihat kelinci2 putih yg digendong seung hoo.

“kau suka kelinci??”

“tentu saja!!” jawab seo rin riang sambil mengambil salah satu kelinci itu.

“mau memberinya makan bersamaku??”

“apa boleh?”

“tentu saja!! Aaah. . . Kau manis sekali nonna!!”

“tidak bisa!!”

kedua orang itu serentak menoleh dan melihat shiwon sedang melipat tangan didada.

“apa maksudmu?” tanya seo rin.

“kau harus belajar kalau ingin mendapatkan beasiswa itu!!”

“kami kan hanya memberi kelinci2 ini makan!!” protes seo rin.

“tidak boleh!!”

“memangnya siapa kau? Berani melarang2 kami?!” saut seung hoo.

“diam kau bocah!” kata shiwon sambil menarik lengan seo rin.

“yaa! Lepaskan tanganku!!!!” bentak seo rin.

“kau harus ikut aku!” tegas shiwon.

“andwe!!”

“nonna bilang lepaskan!!!” bentak seung hoo.

“kubilang kau diam saja!!” balas shiwon.

“takkan kubiarkan kau menyakiti nonna!”

shiwon mendengus “kalau dia tidak belajar, dia tidak akan lulus! Dia ini sangat bodoh!”

“kalau aku bodoh memangnya kenapa??” balas seo rin kesal.

“aku tidak mau punya pacar bodoh!!” saut shiwon. “dengar ya bocah, dia ini pacarku!!”

“mwo??” seung hoo menatap shock, seo rin lebih shock lagi, sampai2 ia tidak sadar saat shiwon menyeretnya pergi.

 

“yaa!! Seo rin ah!!” shiwon menggoyang2kan tangannya didepan wajah seo rin, tapi gadis itu tidak bergeming.

“hei!!!” dicubitnya pipi gadis itu.

“gyaaaaa. . .>o<” jerit seo rin keras.

“kenapa kau menjerit??” bentak shiwon.

“choi shiwon ssi, apa kau sudah gila??” tanya seo rin kesal “kenapa kau bilang kalau aku pacarmu??”

“i. . .ini semua gara2 kau!!”

“aku?”

“ya kau!! Kau bisa membuatku malu kalau ibu tau nilai2mu jelek! Jadi mulai sekarang, aku akan mengawasimu!!”

seo rin mengerucutkan bibirnya, tapi kemudian ia menatap shiwon terkejut.

“shiwon ssi, jangan2. . . Kau cemburu padaku ya?? Benarkan?? Jangan2 kau menyukaiku!”

“mwo??” shiwon terbelak “menyukaimu?? Kau jangan berkhayal!”

“lalu. . . Kenapa saat itu kau menciumku. . .??” tanya seo rin pelan.

Shiwon tercenung “itu. . . Itu. . .Karna. . .”

tiba2 saja bell masuk berbunyi.

“aku harus masuk kelas!!” kata shiwon cepat kemudian melangkah pergi.

Seo rin masih menatap shiwon yg berjalan menjauh “sebenarnya. . . Kau membenciku, atau menyukaiku?? Kenapa sikapmu berubah2?!” gumamnya pelan.

 

Berita tentang seorin dan shiwon yg berpacaran langsung menyebar keseluruh sekolah.

Gara2nya, si seung hoo saat ini sedang menangis histeris dikelasnya.

“yaa!! Seung hoo ah, ada apa dgnmu???” tanya hankyung bingung.

“nonnaaaa. . . Ternyata dia pacaran dgn laki2 jelek ituuuu!! Huwaaaaa. . .

ToT”

“nonna?? Maksudmu min seorin??”

seung hoo mengangguk2 sambil tetap mewek “kenapa dia lebih memilih si jelek shiwon itu??”

“jadi min seorin berpacaran dgn choi shiwon?!”

“MWO??”

seketika seung hoo dan hankyung menatap kaget karna teman2 perempuannya tiba2 saja sudah berkumpul mengelilingi mereka.

“se. . .sejak kapan kalian ada disini?!” tanya hankyung bingung. Dan menyebarlah berita itu.

 

“ternyata benar mereka berpacaran!!”

“ya, kudengar seung hoo ssi yg mengatakan itu!”

“kenapa dia bilang begitu?”

“aiiiish. . . Masa kau tidak tau?! Seung hoo kan selalu mengejar2 seo rin, dan sekarang dia sedang patah hati karna tau kalau seo rin dan shiwon berpacaran!”

“darimana dia tau kalau mereka berpacaran?”

“kudengar shiwon sendiri yg mengatakannya!”

“benarkah??”

min rara yg duduk didekat gadis2 yg sedang menggosip itu hanya diam menatap bukunya.

 

“tidak kusangka ternyata mereka berpacaran!” kata kim bum.

“bukankah dia bilang kalau dia membencinya dulu?!” saut suhoon.

“kau tidak tau?! Antara benci dan cinta itu beda tipis! Karna itu aku tidak pernah membenci wanita dan selalu mencintai mereka!” kim bum terkekeh pelan.

“meskipun begitu, kita juga harus melihat seperti apa gadis yg pantas untuk dicintai!” balas suhoon.

Shiwon yg mendengar kata2 itu hanya diam menatap kalung rajanya.

 

“aigoo seoriiin!! Bagaimana ini? Kabar tentangmu dan shiwon sudah menyebar!” seru yoo mi panik.

“kenapa bisa menyebar?? Bukannya kalian hanya pura2?” tanya shin hye.

“ini semua gara2 dia!” saut seorin kesal kemudian menceritakan kejadian tadi ditaman.

 

“aaaargh. . . Kenapa perutku lapar sekali??!” erang seo rin sambil merenggangkan ototnya yg kaku. Ditaruhnya pensil dimeja, berhenti belajar dan berjalan keluar kamar untuk mencari makan.

Saat menuruni tangga tiba2 saja langkahnya melambat saat melihat ada seorang gadis yg berdiri tidak jauh dari tangga. Min rara. . .

Seo rin membungkukkan badannya sedikit dan gadis itu membalasnya. “kau ingin menemui shiwon ssi??” tanya seo rin pelan “sebentar, akan kupanggilkan!”

“tidak perlu!”

seo rin menoleh kebelakang dan mendapati shiwon sedang berjalan menuruni tangga dan menghampiri rara.

“nonna, ada apa?” tanya shiwon pelan. (yg msih blm tw knpa wonnie manggil rara nonna itu krna rara lbh tua setaun mskipun seangkatan)

“bisa kita berbicara?” tanya rara sambil melirik seo rin sekilas.

“tentu! Ayo kita keluar!” shiwon menggenggam tangan rara dan menariknya pergi.

“kenapa tiba2 ruangan ini terasa sempit??” gumam seo rin pelan yg masih menatap kepergian mereka “rasanya. . . Jadi sulit bernafas. . . Apa mungkin karna perutku yg lapar ini?!”

seo rin kembali melangkah kekamarnya. Nafsu makannya hilang meskipun perutnya masih menuntut untuk diisi. Saat ia membuka pintu kamar, didengarnya ponselnya berbunyi. Tanpa melihat nama pemanggilnya, ia menjawab telp itu.

“yeobseo??” sapanya malas.

“seo rin ah, kau sedang apa??”

“oppa??! Ah ani. . . Aku tidak sedang apa2!” jawab seo rin setelah mendengar suara jung hoon.

“kau sudah makan??”

“mm. . .Belum. . .”

“kita makan diluar! Kujemput kau sekarang!!”

“mm oppa, jemput saja aku ditaman!” pinta seo rin, bisa gawat kalau jung hoon sampai tau ia ada dirumah shiwon.

“mwo? Kenapa?” tanya jung hoon heran.

“ani. . . Sudah jemput saja aku disana!”

“mm. . Baiklah! Anyeong!”

“anyeong!!”

seo rin menyambar jaketnya dan cepat2 berlari keluar.

 

“kenapa dia bisa ada dirumahmu?” tanya rara “jadi benar kau berpacaran dgnnya?”

“kenapa kau tidak pernah mengatakan apa2 padaku??”

“kenapa sekarang kau peduli??” shiwon balik bertanya.

“mwo?” rara menatap bingung.

“sebelum ini kau tidak pernah peduli bukan?? Kau hanya memikirkan dirimu sendiri, tidak pernah melihat apa yg kurasakan!”

rara terdiam menatapnya “kau menyukai gadis itu??” tanya rara.

“aku menyukaimu!!”

rara menatap terkejut “mwo?”

“dulu. . .Aku pernah menyukaimu!” tegas shiwon “kau tidak pernah tau bukan?” shiwon tersenyum pahit “itu karna kau tidak pernah melihatku! Kau hanya tau bahwa aku selalu ada disisimu, tapi kau tidak pernah menoleh untuk melihatku!!”

rara tertegun menatapnya.

“nonna, sebenarnya. . . Apa arti aku untukmu??” tanya shiwon pelan.

“kau milikku choi shiwon ssi!”

shiwon menggeleng pelan “tidak nonna, aku tidak bisa menjadi milikmu sementara aku tidak bisa memilikimu!! Aku masih ada disampingmu tapi aku tidak bisa menjadi milikmu!!”

hening. Keduanya sama2 diam.

“ayo kita makan!!” ajak shiwon tiba2.

Rara hanya diam menatapnya.

 

“ayo kau harus menghabiskan taboyakimu!!” jung hoon tertawa menatap seo rin yg sudah tidak sanggup makan lagi.

“oppa. . . Aku benar2 menyerah. . .”

“baiklah!!” jung hoon mengulurkan segelas colla “setelah ini kau mau kemana??”

“aku ingin ketoko buku!!” jawab seo rin “bukankah kau bilang aku harus rajin belajar?!”

“anak baik!” saut jung hoon sambil mengacak2 rambut seo rin.

“oppa. . . Hentikan~”

akhirnya mereka berdua pergi ketoko buku dan membeli beberapa buku.

“kita pulang sekarang??” tanya jung hoon.

Seo rin diam sejenak “aku belum ingin pulang, bisakah kau menemaniku sebentar lagi?!” tanyanya pelan.

“tentu! Ayo, akan kutunjukkan kau sebuah tempat yg bagus!”

ternyata mereka berdua pergi keatap gedung bioskop.

“indah sekali. . . Kota seoul terlihat seperti danau cahaya bila terlihat dari atas sini!!”

“kau suka??”

seo rin mengangguk senang “oppa. . .Terima kasih kau sudah membelikanku buku!”

jung hoon tersenyum “bukan masalah!!” ucapnya lembut “tadi kulihat kau juga memilih buku sastra tulis, apa kau ingin menjadi penulis??”

seo rin tersenyum “benar! Aku ingin jadi penulis. . .”

“kenapa??”

“karna dgn menulis aku bisa menjadi apa yg kuinginkan. . . Aku bisa menciptakan duniaku sendiri. . . Membuat mimpiku sendiri. . . Meskipun mimpi itu tidak nyata, tapi mimpi lebih indah dari kenyataan!”

jung hoon tersenyum mendengarnya “kau pasti akan menjadi penulis nanti,”

“gomawo. . .”

hening. Keduanya saling menatap pemandangan malam dibawah sambil menikmati angin musim gugur.

 

Shiwon menaiki tangga dgn lelah dan menuju kekamarnya. Ia mencoba untuk tidur tapi tidak bisa. Ia hanya beguling2 gelisah ditempatnya. Kemudian ia turun dari tempat tidur dan pergi kedapur untuk mencari air. Namun langkahnya terhenti saat melihat kamar seo rin yg pintunya masih terbuka sedikit.

Perlahan ia membuka pintu itu. Kosong. Dicarinya seo rin disetiap sudut kamar itu tetapi tidak ada. (dikira kecoak apa?!)

diliriknya jam beker dimeja, sudah lewat tengah malam.

Kemudian shiwon keluar dari kamar seo rin dan mencarinya disetiap ruangan yg ada. Nihil, seo rin tidak ditemukan. Ia kembali kekamarnya dan menelphone gadis itu. Tidak diangkat. Dicobanya lagi, tetap tidak diangkat. Ditelphonenya lagi, sedetik, dua detik. . .

“yeobseo. . ?” jawab seo rin setengah sadar diujung sana.

“min seo rin ssi, kau ada dimana???” tanya shiwon keras.

“kau siapa??” gumam seo rin.

“kau tidak tau aku??” tanya shiwon tidak percaya “akan kubuat kau ingat dgn cara yg tidak menyenangkan!”

“choi shiwon ssi???” seru gadis itu terkejut.

“ada dimana kau??”

“aku. . . Ada dikamar!”

“kamar mana??”

“kamar dirumahku. . .”

“kau pulang tidak bicara dulu padaku??”

“aniyo, bukan begitu! Tadi aku keluar bersama jung hoon oppa, mungkin aku tertidur dimobil tadi, jadi dia mengantarku pulang kerumah!”

“kau. . .Keluar dgnnya?? Kenapa tidak memberitahuku dulu?! Bagaimana kalau ibu sampai tau kau tidak ada dirumah dan malah pergi dgn laki2 lain??”

“bukankah kau juga pergi dgn min rara?!” gadis itu balas tanya kesal.

Shiwon tergelagap “i. . .itu, . . Yg penting itu adalah kau!! Sekarang juga tunggu didepan, aku akan menjemputmu!”

shiwon menutup ponselnya dan menyambar jaketnya. Sementara seseorang diseberang sana menghela nafas pelan.

 

Seo rin menggeliat2 ditempat tidurnya. Ia merasa seseorang sedang menepuk2 pipinya.

“yaa!! Seo rin!! Kau mau tidur sampai kapan???” shiwon berteriak2 dgn keras “kau mau sekolah atau tidak??”

“mmm. . . Sebentar lagi. . .” gumam seorin tidak jelas.

“bangun sekarang juga atau kau kubangunkan dgn cara yg tidak bisa kulupakan seumur hidupmu!!” ancam shiwon.

Seorin tidak memperdulikan kata2 itu. Ia tetap menutup matanya. Tiba2 ia mengerutkan kening saat menyadari ada yg aneh. Ada nafas hangat yg menyapu wajahnya. Seorin membuka mata dan. . . Menatap wajah shiwon yg ada tepat dihadapannya tidak kurang dari jarak lima senti.

“gyaaaaaaaa. . .>o<” seorin langsung mendorong shiwon dan bangun dari tidurnya.

Bliiitz. . .

Sebuah cahaya menerpa seorin. Shiwon memotretnya dan terkekeh pelan “lain kali sebaiknya kau dengarkan kata2ku!” katanya cepat kemudian melangkah keluar kamar.

Seorin mengacak2 rambutnya yg kusut “lama2 aku bisa kena serangan jantung!” keluh seorin pelan.

 

“ada apa paman??” tanya shiwon bingung saat mobil yg mereka naiki tiba2 berhenti ditengah jalan.

“maaf tuan muda, sepertinya ada masalah dengan mobilnya!”

“mwo?? Kami bisa terlambat pergi kesekolah kalau begini!!”

“tidak perlu marah2 begitu!!” saut seorin, “paman, tolong buka bagasinya!” kemudian ia keluar dari mobil.

“hei, kau mau apa??” tanya shiwon sambil ikut keluar dari mobil.

Seorin mengeluarkan sepeda lipatnya dari dalam bagasi.

“kenapa kau membawa benda itu?!”

“kau mau ikut tidak??” tanya seorin sambil bersiap2 “kita bisa terlambat kalau tidak cepat!!”

shiwon mendecak kesal kemudian menyambar sepeda seorin dan menaikinya “cepat naik!!”

tanpa bicara apa2 seorin naik keboncengan itu kemudian shiwon mengayuhnya.

“kenapa badanmu berat sekali??” gerutu shiwon.

“berat badanku hanya setengah dari berat badanmu!!”

“kau yakin?!”

“choi shiwon ssi, lihat kedepaaaan!!” teriak seo rin.

Mereka berdua belok ditikungan, karna shiwon tidak berkosentrasi, ban sepeda itu menabrak sebuah batu yg cukup besar.

“wooo. . .Woooo. . .”

“aaaaaaaarggh. . .”

sepeda itu oleng kemudian jatuh beserta orangnya.

“shiwon ssi, kau tidak apa2?” tanya seorin sambil membersihkan seragamnya.

Shiwon meringis kesakitan “sepertinya tanganku terkilir!”

“mwo??” seo rin menatap kaget “apa sangat sakit??”

“tentu saja sakit!”

“lalu bagaimana??”

“tentu saja sekarang kau yg membonceng!!” jawab shiwon kesal.

Seorin cemberut sambil mengambil sepedanya “ayo!!!”

akhirnya seorin yg membonceng shiwon. Gadis itu mengayuh dgn sekuat tenaga. Badan shiwon tidak ringan.

“ayo cepat cepat cepaaaaat!!” teriak shiwon “kita bisa terlambat kalau kau mengayuh seperti keong!!”

“keong tidak bisa mengayuh sepeda!!!” saut seorin kesal.

“dia lebih cepat darimu!! Ayooo. . . Keluarkan tenagamu!!”

“kau bisa diam tidak?! Kenapa bawel sekali?!” bentak seorin sambil mengayuh sepedanya dgn susah payah.

“karna kau sangat lambat, ayo cepaaaat!!”

akhirnya mereka sampai disekolah. Tapi gerbang sudah ditutup.

Seo rin menatap kesal sambil ngos2an.

“ini gara2 kau!!” bentak shiwon kesal.

“kenapa menyalahkanku??!” balas seorin.

“karna kau seperti keong!”

“kau_” seorin menghentikan kalimatnya Dipandanginya shiwon dgn kesal. Ia benar2 marah. Percuma juga berdebat dgn laki2 bawel itu. Kemudian ia melangkah pergi.

“hei, kau mau kemana??” tanya shiwon.

Seo rin tidak menjawab. Ia sudah terlanjur kesal.

Ternyata seorin pergi ke tk tempat ia biasanya bermain dgn anak2.

“anyeong haseo??” sapanya ceria, berbeda dgn sedetik sebelumnya.

“ah, seo rin ah, kenapa kau kemari? Tidak sekolah??” tanya younha, guru tk yg masih cantik.

“mm. . .Sebenarnya ada sedikit masalah. . .” jawab seo rin sambil tersenyum pahit.

“ah begitu. . .Lalu. . . Laki2 yg dibelakangmu itu siapa??”

“mm?” seorin menoleh kebelakang dan mendapati shiwon yg pura2 melihat sekitarnya.

“dia temanku!” jawab seorin pendek “seongsaengnim, kalian sedang apa?”

“ah, kami sedang belajar music!”

“bolehkah aku menggantikanmu??”

“tentu saja, sana, masuklah, anak2 pasti senang kau datang!”

“kamsahamnida ^^ ” ucap seorin senang.

Seorin masuk kedalam kelas itu sementara shiwon mengikutinya.

“anyeong haseo??” sapa seo rin ceria.

“anyeong!!” balas anak2.

“eonni, kenapa kau tidak pernah kesini?”

“kami merindukanmu!”

“aku juga merindukan kalian~ maaf ya, aku harus belajar untuk kelulusan! Kalian juga harus belajar supaya bisa masuk SD, araseo??”

“ne!!!” jawab mereka serempak.

“anak pintar!!” seorin tersenyum “nah ayo kita belajar bernyanyi!!”

seorin mulai bernyanyi bersama anak2, tidak memperdulikan shiwon yg menjepretkan kameranya berkali2 kearah mereka.

 

Shiwon menikmati pemandangan yg ada dihadapannya itu. Ia belum pernah main ke tk sebelumnya. Dipotretnya berkali2.

Tiba2 ada seorang namja kecil yg menarik2 jas sekolahnya.

“ada apa?” tanya shiwon sambil jongkok menatap anak kecil itu.

“hyung, apa kau bisa bernyanyi juga seperti nonna??” tanyanya.

“tentu saja bisa! Aku lebih hebat dari nonna itu! Bahkan aku bisa memainkan piano yg ada disana itu!” shiwon menunjuk sebuah piano disudut kelas dgn dagunya.

“benarkah??”

“tentu saja!”

“kau mau memainkannya??”

“kau mau??”

laki2 kecil itu mengangguk2 “nonnaaa. . . Hyung ini akan memainkan piano!!” teriaknya pada seorin.

Seorin menoleh dan menatap terkejut. Shiwon tersenyum dan menghampiri piano itu. Ia menekan tuts2nya dan mulai bernyanyi.

“onara. . .Onara aju ona. . . Gadara gadara aju gama. . .”

kemudian seorin dan anak2 yg lain pun mulai mengikuti dan bertepuk tangan dgn riang.

 

“ini, minumlah,,” seorin menyodorkan minuman soda pada shiwon kemudian duduk diayunan disebelah shiwon. Saat ini mereka sedang berada ditaman dekat tk itu.

“go. . .Gomawo!!”

“aku baru tau kalau kau pintar bernyanyi dan bermain music!”

“aku suka bernyanyi. . . Dulu ayahku selalu mengajariku bermain musik dan bernyanyi!”

“kau bisa jadi penyanyi nanti, suaramu sangat bagus!”

“kuharap juga begitu. . .”

tiba2 saja seorin tersentak kaget saat mengingat sesuatu “shiwon ssi, bukankah tanganmu sedang terkilir?? Bagaimana kau bisa memfoto dan bermain musik???” tanya gadis itu.

Shiwon tergelagap “i. . .Itu. . .”

seorin menyipitkan matanya “kau tidak sedang mengerjaiku kan??”

“ini semua karna kau!! Membuatku ingin mengerjaimu!!”

“mwo?? Kenapa aku?? Memangnya apa salahku???”

laki2 itu terdiam “kau tidak salah. . .” gumamnya pelan.

“lalu apa??” tanya seo rin kesal.

“aku sendiri tidak tau. . . Sejak kau datang, hidupku terasa berubah. . . Kau bisa membuat berbagai emosi dalam diriku. . . Kau memberikan warna yg berbeda. . .Kau penuh ekspresi dan sulit ditebak, membuatku penasaran!! Banyak hal yg kudapatkan darimu, dan semuanya baru untukku. . .Membuatku tidak merasa bosan lagi. . Terima kasih seorin ah” ucap shiwon sambil tersenyum. Senyum yg tulus.

seorin tercenung menatapnya. Ia tidak mampu berbicara. Detak jantungnya terasa menguat.

“baiklah, kemana kita selanjutnya??” tanya shiwon.

“terserah kau saja!” jawab seorin pelan.

“bagaimana kalo ketempat icesketing?”

“boleh saja, tapi aku tidak bisa meluncur dgn baik! Meskipun dulu jung hoon oppa pernah mengajariku, tapi tetap saja tidak bisa!”

“kau pernah pergi kesana dgn jung hoon ssi??”

seorin mengangguk pelan.

“kalau begitu tidak jadi!” sautnya.

“mwo? Waeyo?”

“tidak ada gunanya bermain dgn orang yg tdk bisa sky!!”

seorin mengerucutkan bibirnya cemberut.

“apa kau pernah nonton film bersamanya??” tanya shiwon.

Seorin mengangguk “pernah!”

“kekaraoke bersamanya??”

“pernah!”

“ketempat mana dia tidak pernah mengajakmu??”

“ye? Ah, mmm. . . Game center!!”

“kau tidak pernah kegame center dgnnya?”

seorin menggeleng pelan “tidak pernah. . .”

“kalau begitu kita kegame center!!” putus shiwon sambil tersenyum lebar sementara seorin menatap bingung.

 

“nonnaaaaaaa. . .” sapa seung hoo ceria “aku sangat merindukanmu!! >.< kenapa kemarin kau tidak masuk sekolah??” tanya seung hoo.

“ah, kemarin aku terlambat!! Jadi aku membolos ^^ ” jawab seorin.

“aaaa. . .Kenapa kau tidak mengajakku??” tanya seung hoo kecewa.

“hei, kau tidak boleh membolos juga! kau tidak boleh melakukan itu! Kau harus giat belajar agar bisa masuk universitas favorite!!” kata seorin.

“nonnaaa~ kau manis sekaliii gyaaaaa. . .” jerit seung hoo sambil memeluk seorin.

“gyaaaaa. . . Lepaskan akuuu!!” jerit seorin.

Seung hoo melepaskan pelukannya “sudah kuputuskan!!” katanya tegas.

“a. . .apa??”

“sudah kuputuskan aku akan merebutmu dari laki2 yg tidak berperasaan itu?!”

“mwo??”

“siapa yg kau maksud dgn laki2 yg tidak berperasaan itu??” tanya seseorang.

Seorin menelan ludah melihatnya.

“tentu saja choi shiwon jelek itu!!!” saut seung hoo langsung.

“je~lek???”

seorin memegang wajah seung hoo dan menghadapkannya pada seseorang yg sedang berdiri tak jauh disitu.

Seung hoo langsung membeku saat melihat shiwon yg menatapnya masam.

“sejak kapan dia disitu??” tanya seung hoo pelan.

“sejak kau bilang akan merebutku dari laki2 yg tidak berperasaan!!” jawab seorin sama pelannya.

“kau ingin merebutnya dariku?? Bermimpilah!!” shiwon berjalan cepat kemudian menarik tangan seorin dan membawa gadis itu kebelakang punggungnya “dia milikku!!”

“mwo?? Tidak bisa!! Aku tidak akan menyerahkannya padamu!!” seung hoo menarik tangan kiri seorin dan menariknya. Tapi shiwon tidak mau melepaskan tangan kanan seorin.

“memangnya kau siapa bocah?? Aku ini pacarnya!!” bentak shiwon.

“kau pacar yg tidak berperasaan, kasar dan jelek!! Takkan kubiarkan kau menyakitinya!!” balas seung hoo

“memangnya siapa kau, berani bicara begitu padaku??!”

“aku ini pelindungnya seorin nonna!!”

“pelindung apa??? Kau itu menyusahkan!”

“daripada kau, menyebalkan!!”

“bisakah kalian berhenti bertengkar? Dia bukan barang yg harus diperebutkan!!”

“seongsaengnim. . .??” gumam seung hoo sambil melepaskan tangan seorin, sementara shiwon hanya diam menatapnya.

“seo rin ah, bisakah kau ikut aku sebentar??” tanya jung hoon.

Baru selangkah seorin berjalan, shiwon mempererat genggamannya. Seorin menoleh dan menatapnya “lepaskan aku shiwon ssi!” pinta seorin.

Shiwon melepaskan genggamannya dan membiarkan gadis itu menghampiri jung hoon. Jung hoon tersenyum padanya kemudian meraih tangan seorin, menggenggamnya dan menariknya pergi.

“kita kalah dari guru itu. . . Hiks. . .” kata seung hoo sambil mewek.

“aku tidak kalah!!!” bentak shiwon kesal dan langsung melangkah pergi.

 

“sepertinya aku banyak melewatkan sesuatu!!” kata jung hoon sambil menatap keluar jendela.

Ruang musik itu terasa sunyi. Namun diluar banyak gadis2 yg mengintip penasaran.

“jadi. . . Apa kau mau menceritakannya padaku?” tanya jung hoon.

“oppa, kenapa kau sangat peduli padaku??”

“karna kau special, nanti kau akan tau! Sekarang, bicaralah, aku akan mendengarkanmu!”

seorin diam sejenak, kemudian ia mulai bercerita.

“jadi begitu. . .” gumam jung hoon pelan setelah seorin selesai bercerita.

Gadis itu mengangguk pelan.

“apa kau menyukainya??”

“ye??” ditatapnya jung hoon dgn bingung.

“apa kau menyukai choi shiwon??” ulang jung hoon.

Seorin terdiam “aku tidak tau. . .” gumamnya.

“apa kau selalu berdebar2 bila didekatnya??”

“aku tidak tau. . . Tapi kadang2 jantungku terasa berhenti saat bersamanya dan berdetak tidak menentu”

jung hoon tersenyum “apa kau merasa sakit bila melihatnya dgn gadis lain??”

“ya. . . Rasanya. . . Seperti tidak bisa bernafas. . .”

“dan kau selalu memikirkannya??”

seorin menatap jung hoon terkesiap “oppa, apa aku menyukainya??”

jung hoon tersenyum lembut “tanyakan itu pada hatimu. . .” jawabnya pelan “sudah saatnya kau kembali kekelas!!”

walau masih bingung seorin beranjak dari duduknya “baiklah, gomawo oppa, anyeong!!”

 

“yoo mi ah, shin hye ah, apa kalian pernah menyukai seseorang??” tanya seorin pelan.

Wajah kedua temannya itu langsung memerah “kenapa kau bertanya begitu??”

“hei, kita kan teman, kenapa harus dirahasiakan??” balas seorin.

“bu. . .bukan begitu~”

“seorin benar!” saut shin hye “aku. . .Sebenarnya. . .Sangat menyukai sukkie oppa. . .”

“benarkah??” tanya seorin dan yoo mi bersamaan. Shin hye mengangguk pelan dgn malu2.

“kalau kau yoo mi ah??”

“sebenarnya. . . Selama ini aku sering

kencan dgn yesung oppa!!”

“mwo???”

“aiiish. . . Pantas saja sungi selalu memandangmu dikelas!!” kata shin hye.

“bagaimana rasanya menyukai seseorang??” tanya seorin lagi.

“rasanya. . . Kau sangat senang bila melihatnya, dan jantungmu terasa berdebar2 bila bersamanya!!” jawab yoo mi.

“kau juga akan selalu memikirkannya dan tidak suka bila melihatnya dgn gadis lain!” saut shin hye.

“jadi begitu. . .”

“tunggu dulu. . . Kenapa kau bertanya soal ini??” tanya shin hye curiga.

“jangan2. . . Kau sedang menyukai seseorang??? Siapa?? Shiwon ssi? Jung hoon seongsaengnim?? Atau. . .” yoo mi tersentak kaget “yoo seung hoo ssi??”

“aku tidak berharap lebih darinya. . .” gumam seorin.

“mwo??”

seorin sudah akan membuka mulut, tiba2 saja ponselnya berbunyi. Choi shiwon. Tiba2 saja seorin merasa gugup.

“y. .ye??” jawabnya.

“kau ada dimana?? Aku sedang menunggumu dimobil! Kau mau pulang atau tidak??”

“pulanglah dulu! Aku masih ada urusan!!” jawab seorin cepat kemudian memutuskan telphonenya.

“siapa??” tanya teman2nya bersamaan.

 

Seorin berjalan pelan sambil membaca sebuah buku milik ibunya dulu. Tiba2 hujan turun, membuat gadis itu basah kuyup. Seorin berlari kebawah sebuah pohon dan berteduh dibawahnya. Kemudian ada sebuah mobil yg lewat dan tanpa sengaja mencipratkan genangan air kedirinya.

Seorin mengibas2kan bukunya yg kotor “aiiish. . . ” Runtuknya pelan. Cipratan air kotor itu membuat buku seorin tidak bisa dibaca lagi.

 

Mohon comentnya,,

*bungkuk2 ala jepang*