Tags

, , ,

Cast :

–         choi shiwon (super junior)

–         min seo rin (nama korea saya)

–         min rara

–         kim jung hoon

–         yoo seung hoo

 

Part 8

 

seorin mendecak kesal. Kemudian ia berlari menembus hujan, pergi dari satu toko buku ketoko buku lainnya untuk mencari buku yg sama. Tapi buku itu sudah lama sekali, dan sudah tidak diterbitkan lagi.

Seorin sampai dirumah shiwon sekitar jam sebelas malam. Ia melangkah gontai. Tubuhnya terasa lelah sekali. Badannya basah dan kotor.

“kenapa baru pulang jam segini?? Darimana saja kau?? Kenapa ponselmu mati??” omel shiwon.

“choi shiwon ssi, aku sangat lelah sekarang!!” kata seorin enggan dan langsung berjalan melewati shiwon menuju kekamarnya.

Laki2 itu mengikutinya dari belakang “kau beruntung, tadi ibu pergi keluar kota dan baru kembali besok! Kalau tidak apa yg akan kukatakan padanya?? Apa kau pernah memikirkan hal itu?! Seharusnya kau pulang bersamaku tadi, jadi kau tidak akan tersasar, apa kau belum sadar kalau otakmu itu dibawah rata2?! Lihat dirimu, tadi kau pasti tercebur keselokan!! Kotor dan bau!!”

“bisakah kau menutup mulut bawelmu itu??” tanya seorin kesal dan

Braaak!! Ia membanting pintu kamarnya sebelum shiwon sempat menjawab.

Laki2 itu mematung tepat didepan pintu kamar seorin. Tiba2 saja pintu itu terbuka “dan aku tidak bodoh!!!” saut seorin kemudian membanting pintu itu lagi.

“kau itu bodoh bodoh bodoh!!!” teriak shiwon kesal kemudian melangkah pergi kekamarnya.

 

Shiwon bergerak2 gelisah dalam tidurnya. Ia membuka matanya kemudian bangun. Diusapnya wajahnya dgn kedua tangannya.

Sejak gadis itu tinggal dirumahnya, ia tidak bisa tidur tenang. Fikirannya selalu saja melayang padanya. Dan ia juga lebih sering meminum air putih untuk menenangkan diri. Kenapa gadis itu bersikap dingin tadi?? Ada apa dgnnya??

Shiwon mengacak acak rambutnya kesal. Kemudian ia turun dari tempat tidur. Sepertinya ia butuh minum.

Selalu dan selalu saja, setiap ia melewati kamar seorin, kakinya akan berhenti secara otomatis dan otaknya akan langsung berfikir apa yg sedang dilakukannya??! Seperti saat ini, bahkan ia tidak menyadari tangannya sudah terulur untuk membuka pintu kamar itu. Dibukanya pelan2 dan ia sedang melihat gadis itu tidur dgn pulas. Perlahan shiwon masuk kedalam dan menatap gadis itu dari dekat. “kenapa kau memilihnya. . .??” gumamnya pelan. Tangannya terulur hendak menyentuh kepala gadis itu tapi tiba2 saja seorin bergerak dalam tidurnya. Dgn cepat shiwon menarik tangannya lagi.

Shiwon menahan nafas, kemudian hening, gadis itu tidur pulas lagi. Shiwon menghembuskan nafas lega kemudian menatap sebuah buku kotor yg ada dimeja. Sebagian dari buku itu sudah tidak bisa dibaca lagi. Kemudian sebuah ide, timbul didalam kepalanya.

 

Seorin mengucek2 matanya yg masih berat. Badannya terasa sakit semua. Tiba2 ponselnya berbunyi.

“yeobseo oppa??” jawabnya.

“kau sedang apa??” tanya jung hoon diseberang sana.

“aku baru saja bangun. . .”

“apa ini menjadi kebiasaanmu selain fakta tidak bisa berjalan dipermukaan rata tanpa terjatuh??”

seorin meringis pelan “sepertinya begitu. . .”

“baiklah, bersiap2lah, sebentar lagi kujemput kau dirumah shiwon!!”

“kita akan kemana??”

“kau akan tau nanti! Araseo??”

“ne. . .”

sambungan telp. Terputus. Seorin menatap ponselnya sejenak, ternyata ada sebuah pesan masuk. Dari choi shiwon.

“kutunggu kau ditaman jam 7 malam! Kalau kau lupa, lihat akibatnya!!”

seorin mengerucutkan bibirnya “apa dia tidak bisa bicara baik2?!” gerutunya pelan kemudian bersiap2.

 

“ini buku yg kau minta!”

“kau menemukannya hyung??” shiwon menatap managernya senang “kamsahamnida!” ucapnya sambil menerima buku itu.

“kebetulan temanku punya toko buku bekas, jadi aku memintanya untuk mencari buku itu! sekarang bersiap2lah, sebentar lagi kau harus syuting mv!”

“ne,” shiwon mengangguk pelan kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat pada gadis itu.

 

“kenapa kau tidak bersemangat??” tanya jung hoon heran “bukankah ini hari minggu yg cerah?? Apa kau tidak suka makanannya??”

seorin menggelengkan kepala pelan kemudian menaruh garbunya. Ia mengeluarkan buku itu dari dalam tasnya “oppa. . . Apa kau tau buku ini??” tanya seorin pelan.

Jung hoon mengambilnya dan mengamatinya, “kurasa aku tidak pernah membacanya, ini terbitan lama!”

seorin kembali menatap makanannya dgn lemas “itu memang buku milik ibuku, kemarin terkena hujan!”

“tapi, kita masih bisa mencarinya ditoko bekas!!” saut jung hoon “bagaimana kalau kita bertaruh??”

“mwo?”

“aku akan menemanimu mencarinya, kalau ketemu, kau harus mentraktirku! Bagaimana??”

seorin mengembangkan senyumnya “boleh!!” jawabnya riang.

“nah kalau begitu, habiskan dulu makanmu!”

seorin mengangguk2 riang dan cepat2 memakan makanannya.

Setelah makan, mereka mendatangi toko2 buku bekas, namun tidak ada yg menjualnya.

“ini toko yg ke 18, ayo!!” jung hoon menarik seorin yg sudah lemas.

Dan ternyata, buku itu ada! Seorin menjerit senang. Tapi kemudian ia merasa perutnya sangat lapar. Wajar saja, ini sudah hampir malam dan seharian mereka sudah mengelilingi kota seoul untuk mencari buku itu.

Akhirnya mereka membeli makanan siap saji dan memakannya sambil menikmati pemandangan sungai han.

“oppa gomawo. . .”

“bukan masalah!!” jung hoon tersenyum “lihat, pemandangan malam sungguh bagus bukan??”

seo rin mengangguk pelan “mm. . .” tiba2 saja ia tersentak “oppa, jam berapa sekarang??”

jung hoon melirik jam tangannya “sudah setengah tujuh lewat. . .”

“mwo??” tanya seorin kaget “oppa. . . Antarkan aku pulang, sekarang juga!!”

 

“hyung, aku boleh pulang hari ini kan??” tanya shiwon semangat.

“mm. . . Kerjamu bagus sekali hari ini!!” saut managernya “hari ini kau membawa mobil sendiri, mau berkencan??” selidik managernya.

Shiwon hanya tersenyum sipul “aku pulang dulu ya, anyeong!!”

shiwon mengendarai mobilnya dgn kecepatan sedang. Dilihatnya jam diponselnya, hampir pukul tujuh. Ditambahnya kecepatan mobil itu.

Tiba2 saja ponselnya berbunyi. Min rara. . .

Shiwon langsung memasang handsfree “yeobseo nonna??. . . Mwo?? Tunggu aku disitu, jangan kemana2!!”

diinjaknya gas untuk menambah kecepatannya.

Shiwon tiba ditempat dimana rara berada.

“nonna. . .” gumamnya saat melihat min rara berjongkok dibawah lampu dipinggir jalan yg sepi.

“apa yg terjadi padamu??” tanya shiwon sambil menarik gadis itu agar berdiri.

“aku tidak apa2!!” gumam rara.

“benarkah??”

“aku hanya sedih. . .”

“kenapa? Ada apa?” tanya shiwon bingung.

“shiwon ah, kau bisa menemaniku sekarang??” pinta rara.

Shiwon bingung “aku. . .Aku tidak bisa nonna. . . Aku sudah berjanji akan menemuinya malam ini. . .”

“jadi. . . Sekarang kau lebih memilihnya??” tanya rara pelan “kenapa??” bentaknya.

“karna aku menyukainya. . .” jawab shiwon pelan “aku tidak ingin menyakitinya! Dan aku tidak ingin membuatnya menunggu atau menangis. . .”

“lalu bagaimana dgn aku??” tanya rara emosi “kau tidak ingin melihatnya menangis tapi kau ingin aku menangis dihadapanmu! Kenapaa???”

shiwon tertegun. Untuk pertama kalinya rara meneteskan air mata dihadapannya. Menunjukkan sisi lemahnya.

Rara berjongkok lagi “sekarang aku sudah menangis, apa kau puas??”

“ada apa denganmu??” tanya shiwon pelan sambil meraih lengan rara.

“hubunganku dgn shindong oppa sudah berakhir. . .”

shiwon tertegun mendengarnya “mwo??”

“dicina, ia menghianatiku dan dgn mudahnya bilang, kami tidak cocok, ia tidak bisa memahamiku dan mengatakan bahwa aku akan baik2 saja tanpa dirinya. . . Bahwa aku adalah wanita yg kuat, jadi tidak akan apa2 walau sendiri! Tapi kenyataannya aku tidak tidak apa2!!! Aku sakit!!!” rara terisak pelan “apa kau juga berfikir seperti itu?? Bahwa aku akan baik2 saja walau sendiri??”

“tidak. . . Aku tidak berfikir seperti itu!!”

“kau bohong!!!” teriak rara sambil mendorong shiwon kebelakang dgn kuat “kau bohong, bukankah kau ingin meninggalkanku juga?? Kenapa semuanya menganggap aku akan baik2 saja?? Bahkan ayah dan ibuku juga begitu!”

shiwon menarik gadis itu dan memeluknya “aku tidak akan meninggalkanmu sendiri. . .Aku tau kau begitu rapuh. . . Hanya saja kau tidak pernah menunjukkannya. . .”

rara terisak dalam pelukan shiwon. Dan shiwon terus memeluknya.

shiwon menatap ponselnya. Sudah lewat jam 8. Apa seorin sedang menunggunya?? Ia melirik gadis yg tertidur disampingnya itu. Kemudian ia turun dari mobil dan menggendong rara masuk kedalam rumahnya.

Rumah itu begitu besar namun benar2 tidak ada penghuninya. Orang tua rara tinggal diparis dan meninggalkan putrinya seorang diri dikorea. Ia sama dgn seorin hanya saja mereka berbeda dalam memandang hidup.

Shiwon membaringkan gadis itu ditempat tidur kemudian menyelimutinya. Setelah itu ia cepat2 pergi.

 

Setelah mobil jung hoon berlalu dari hadapan seorin, gadis itu tidak masuk kedalam rumah, tetapi pergi mengambil jalan lain.

Jung hoon melihatnya dari kaca spion mobilnya, tapi ia hanya tersenyum dan terus menyetir.

Seorin berlari dgn cepat “aiiiiiish. . . Dia bisa membunuhku kalau terlambat!!” runtuknya pelan.

Tapi langkahnya tiba2 saja berhenti. Tubuhnya terasa beku saat melihat shiwon, memeluk min rara dipinggir jalan.

Seorin meremas syal yg dipakainya. Tiba2 saja jantungnya terasa sakit. Ia menahan air matanya sekuat tenaga. Dengan gontai ia pergi dari situ dan tetap menuju taman. Ia duduk diayunan seorang diri “apa kau akan tetap menemuiku? Atau. . . Malah menemaninya? Kenapa seenaknya sendiri membuat janji??” gumam seorin pelan. Dadanya terasa begitu sakit. Rasanya sulit bernafas. . .

“yaa!! Nonnaa!!! Ternyata memang benar ini kau!!”

“yoo seung hoo ssi. . .” gumam seorin terkejut sambil menatap seung hoo yg tersenyum lebar “sedang apa kau disini?”

“rumahku disekitar sini! Aku baru saja pulang dari minimarket!” jawabnya “ini untukmu!!”

seorin menatap tertegun pada sebotol teh yg disodorkan seung hoo.

“tadi kulihat kau sedang sedih, pasti gara2 sijelek itu kan?? Sudahlah jangan memikirkannya, bukankah disini ada aku?!” ujarnya malu2.

Seorin tersenyum lembut “gomawo. . .Kau selalu bilang kalau aku ini manis, tapi sebenarnya kaulah yg manis!!”

“benarkah??”

“tentu saja!!”

“aaaa. . . Nonnaaaa. . . Kau benar2 maniiiss. . .” teriak seung hoo sambil memeluk seorin.

“hei, lepaskan aku!!” kata seorin pelan. Ia sudah terbiasa dgn sikap seung hoo ini.

“mianhae. . .” ucap namja itu sambil menggaruk2 kepalanya malu2 “eh, kau suka main game tidak??”

“tentu saja, setiap hari minggu aku selalu kegame center!”

“benarkah?? Kalau begitu mainkan pspku ini!” seung hoo menyodorkan psp-nya “aku selalu memainkannya saat aku sedih. . .”

seorin menatapnya terharu “seung hoo ssi, kau benar2 baik2. . .”

akhirnya taman itu penuh dgn teriakan mereka berdua yg memainkan psp itu.

“aaaah. . . Seru sekali!!” teriak seorin riang.

“waah kau heaat nonna, bisa mengalahkan kyu oppa!!” ujar seung hoo kagum <kyuhyun teriak2 kesal disuatu tempat krna kalah>.

“scoremu lebih tinggi darinya!!”

“benarkah?! Aku tidak tau kalau dia suka main game!”

“dia itu sudah main game sejak dalam kandungan!!”

seorin tertawa kecil “benarkah?? Itu sangat bagus!!” ujarnya.

Seung hoo memandangnya lekat2.

“a. . .ada apa?” tanyaku bingung “apa ada sesuatu diwajahku??”

“senang sekali melihatmu bisa tertawa seperti ini!!” jawabnya.

“ini semua karna dirimu,” saut seorin “terima kasih sudah membuatku tertawa. . .”

cup. . . Tiba2 saja seung hoo mencium pipi seorin.

“yeeee aku ciuman dgn nonnaaa. . . Yihaaa. . .” jerit seung hoo senang.

Seorin menatap terpana. Sedetik kemudian. . . “.APA YG KAU LAKUKAN BOCAH??? KU BUNUH KAU!!!” teriak seorin sambil mencengkram kra baju depan seung hoo.

“ada apa ini??” tanya seseorang yg baru datang.

“di. . .di. .Dia. . .Men. . .ciumku. . .”

“mwo??” shiwon melotot kemudian mengambil alih kra baju seung hoo dan. . .

Bouugh. . .

“gyaaaa. . . Hentikan!!!” jerit seorin sambil menahan tangan shiwon

“ha. . .Hanya dipipi. . .” kata seorin sambil menunjuk pipi kirinya.

Shiwon menatap seunghoo yg meringis pelan “ooh. . .”

“kenapa kau memukulkuuu >w< sakit sekaliiii!!” jerit seung hoo “panggilkan ambulaaaaan. . . Ambulaaaan. . .”

“kau, ayo ikut aku!!” shiwon tidak memperdulikan teriakan seung hoo dan menarik tangan seorin pergi.

“choi shiwon ssi, lepaskan aku!!” protes seorin. “jangan seperti ini!! Aku belum berpamitan padanya!!”

seorin menarik paksa tangannya dan terlepas “waktumu hanya 5 menit!”

seorin menatapnya sejenak kemudian kembali lagi pada seung hoo.

“mianhaeyo. . .” ucap seorin “apa sangat sakit??”

“ah, ani nonna. . . Aku kan laki2, ini tidak ada apa2nya!! Tunggu sampai aku membalas sijelek itu!!” jawab seung hoo.

Seorin tersenyum tipis “bibirmu berdarah. . .” ia mengeluarkan sapu tangan dari dalam tasnya dan memberikannya pada seung hoo “pakai ini!”

“nonnaa. . . Kau manis sekali. . .”

“baiklah, aku pergi dulu, jangan pulang malam2, anyeong. . .”

“anyeong. . .”

 

“antarkan aku pulang. . .” kata seorin saat ia sudah duduk didalam mobil shiwon “antarkan aku pulang. . . Kerumahku!!”

shiwon hanya diam menatap gadis itu. Ada sesuatu didalam nada suaranya yg tidak bisa dibantah oleh shiwon.

Perlahan mobil itu bergerak dan meluncur dari tempat itu. Kemudian berhenti tepat dirumah seorin.

Keduanya saling diam, juga tidak turun dari mobil.

“sampai kapan kita harus seperti ini??” tanya seorin memecah keheningan “aku lelah choi shiwon ssi. . .” ucap gadis itu lemah.

Shiwon merasa hatinya tertusuk. Ia tau ini semua bukan salah seorin. Dirinyalah yg memulai semuanya dan tanpa sadar. . .Ia tidak ingin melepaskan gadis itu. Tapi saat melihatnya seperti ini, apa yg bisa dilakukannya untuk menahannya??

“kita akhiri saja semuanya sekarang!! Jangan berbohong lagi pada ibumu, dan soal ayahku, aku berjanji ia tidak akan pernah bisa menikah dgn ibumu!!” kata seorin cepat “anyeong haseo!” gadis itu turun dari mobil kemudian masuk kedalam rumah tanpa menoleh lagi.

Shiwon masih terpaku ditempatnya. Ia menatap buku itu didasbord mobil. Buku yg tadinya ingin diberikannya pada seorin sebagai kejutan “kenapa kau lelah berada disisiku. . .??” gumam shiwon pelan kemudian menginjak gas dan pergi dri situ, pulang kerumahnya.

Shiwon melangkah gontai menuju kamarnya dan duduk bersandarkan tempat tidurnya. Dadanya terasa sesak. “apa karna kau menyukai seongsaengnim itu. . .?? Maaf sudah membebanimu dgn sikapku. . .” gumamnya lirih.

 

Seorin duduk sambil memeluk lututnya diatas tempat tidur. Hatinya terasa sakit. Air matanya jatuh. . . Hanya ini yg bisa dilakukannya, mencoba menjauh dari laki2 itu, karna ia tidak ingin berharap lebih. Ia merasa sakit saat melihatnya memeluk gadis lain, dan ia tidak ingin melihatnya lagi. Karna itu, ia berusaha menjauh, ia tidak ingin shiwon menertawakannya saat ia tau bahwa seorin menyukainya, ia hanya seorang gadis bodoh yg tidak pantas untuk berada disisinya.

“aku tidak pantas menjadi ratu. . .” gumamnya lirih. . .

 

“hei, apa ponsel seorin sudah bisa dihubungi??” tanya shin hye.

“aku sudah mencobanya berkali2, tapi tetap tidak bisa. . .” saut yoo mi sambil mencoba menghubungi seorin.

“sebenarnya apa yg terjadi?? Seorin tidak masuk hari ini, dan sekarang aku melihat choi shiwon dan min rara duduk bersama! Apa mereka baik2 saja??” gumam shin hye sambil melihat shiwon dan rara dari kaca jendela kelasnya.

“kenapa hari ini terasa aneh sekali?!” saut yoo mi “tadi pagi aku meliat seung hoo sedang menciumi sebuah sapu tangan sambil menyebut2 nama seorin. . .”

“eh lihat!! Jung hoon seongsaengnim menghampiri mereka!!” seru shin hye “Apa yg dibicarakannya ya??”

“apa menurutmu mereka sedang membicarakan seorin??”

 

jung hoon menutup ponselnya. Ia baru saja menelphone bibi won karna ponsel seorin mati. Gadis itu tidak muncul disekolah. Bibi won bilang ia tidak enak badan dan terus mengurung diri dikamar. Apa yg sebenarnya terjadi? Kemarin ia masih baik2 saja hingga. . . Hingga ia pergi setelah diantar jung hoon pulang. Dan hanya ada satu orang yg bisa membuatnya seperti itu.

“bisa kita bicara sebentar choi shiwon ssi??” tanya jung hoon pada shiwon yg sedang duduk dibangku taman bersama seorang gadis. Ia melirik gadis itu sekilas.

“tentu!” jawab shiwon pendek.

 

“aku menyayangi seorin!!” kata jung hoon setelah mereka hanya berdua saja.

Mereka saling menatap. Shiwon merasa tertusuk pisau saat mendengarnya.

“dan aku tidak ingin melihatnya terluka!” lanjut jung hoon “aku kira kau baik untuknya, tapi ternyata aku salah!! Aku sudah tau semua tentang kalian, jangan memaksanya berpura2 sebagai pacarmu lagi, itu sangat membebaninya!! Sebagai laki2 aku memintamu untuk menjauhinya!! Dan jangan muncul dihadapannya lagi!!”

 

Praaaang. . .

Kaca ditoilet sekolah itu pecah berantakan. Darah mengalir dari punggung tangan shiwon.

Ia teringat lagi kata2 jung hoon tadi, dan itu membuatnya emosi.

Praaaang. . .

Kembali dipukulnya kaca yg sudah hancur itu. Tapi tetap saja tidak bisa mengurangi sakit dihatinya “apa dia begitu istimewa untukmu hingga kau tidak menutupi apapun darinya?? Apa kau begitu terbebani olehku?? Apa kau begitu menyukainya??” gumam shiwon lirih.

Setelah cukup lama ia menenangkan diri, akhirnya ia keluar. Ia berjalan keluar gedung sekolah. Tiba2 saja langkahnya terhenti saat berpapasan dgn min rara. . .

Gadis itu mengerjap kaget saat melihat darah yg menetes2 dari tangannya “apa yg terjadi padamu??” tanya cemas sambil meraih tangan shiwon yg terluka “ayo ikut aku, akan ku obati tanganmu!!”

shiwon menahan tangan rara “tidak nonna. . . Aku tidak akan sembuh. . .” katanya kemudian melangkah pergi.

Rara menatapnya heran, baru saja ia akan mengejar shiwon, uee seongsaengnim memanggilnya.

 

“seoriiin ah!!!” teriak yoo mi dan shin hye bersamaan sambil berlari ketempat tidur dan memeluk seorin.

“apa kau baik2 saja??” tanya yoo mi cemas.

“aku tidak apa2~” jawab seorin “hanya tidak enak badan saja. . .”

“hari ini kami melihat banyak kejadian aneh, apa kau dan shiwon sudah tidak berpura2 pacaran lagi??” tanya shin hye.

“benar! Kami melihatnya bersama rara tadi!” tambah yoo mi.

Hati seorin terasa ditusuk. Tapi ia berusaha tersenyum “benar, semuanya sudah kembali normal sekarang! Bukankah itu bagus?!”

“apa kau yakin??” tanya shin hye ragu.

“tentu saja!” jawab seorin seriang mungkin.

“wow, seorin, kamarmu besar sekali. . .” gumam yoo mi “dan bonekamu juga sangat banyak!!”

“itu semua dari ayahku. . .”

“oya, tadi disekolah ada materi penting untuk ujian! Sayang sekali kau tidak masuk, mungkin kau bisa meminta ma seongsaengnim untuk mengajarimu!!”

“hei, itu sebabnya aku menyuruh orang untuk menjemput kalian kemari! Aku tidak boleh ketinggalan pelajaran, jadi kalian harus menjadi guru privateku hari ini!! Belajar dgn kalian jauh lebih baik daripada dgn ma seongsaengnim!!”

“aiiiish. . . Kau ini!! Ternyata ada maunya!!” gerutu yoo mi sementara seorin hanya tertawa.

 

“aku sering mengamati mereka diam2 dan aku melihat ada yg mereka sembunyikan, akhir2 ini wonnie terlihat kacau, aku tidak berani mengusiknya, aku yakin mereka bisa mengatasinya sendiri!!”

“kau benar, tapi aku tetap mengkhawatirkan seorin ah, dia kelihatan lemas akhir2 ini, tidak ceria seperti biasanya!! Untuk saat ini sebaiknya mereka tidak bersama dulu,”

“kau benar yong jae ah, ujian akhir juga sudah dekat, aku tidak ingin nilai2 mereka jadi jatuh!!”

“ya, apalagi aku harus segera kembali keamerika, aku hanya berharap mereka baik2 saja!!”

“aku juga berharap begitu. . .”

ayah seorin menghela nafas sambil menatap ponselnya. Ia baru saja berbicara dgn ibu shiwon.

Tiba2 seseorang mengetuk pintu dari luar “ya, masuk!” seru ayah seorin “ah, jung hoon, kau sudah datang rupanya!!”

“ada apa ayah memanggilku??” tanya jung hoon.

“duduklah!”

jung hoon duduk dikursi diruang kerja itu.

“sebenarnya aku ingin tau apa yg terjadi dgn seorin, kau pasti tau, kau dekat dgnnya bukan??”

jung hoon mengangguk pelan kemudian mulai bercerita.

“bagaimana dia bisa sebodoh itu?! Bukankah ia tau kalau aku sangat mencintai hye gyo ah, bagaimana ia bisa berfikir kalau aku akan menikahi ibu shiwon?! Ck. . .” ayah seorin mendecak kesal “jung hoon ah, kumohon jagalah seorin, aku harus kembali keamerika besok, setelah ia menyelesaikan sekolahnya, aku akan menjemputnya dan membawanya bersamaku!

“kau akan membawanya keamerika??” tanya jung hoon kaget.

“bukankah itu lebih baik??”

“ya. . . Sebaiknya begitu!!”

 

shiwon sedang berjalan sambil membawa buku itu, ia ingin memberikan buku itu pada seorin. Entah apa yg akan dikatakan oleh seorin setelah itu, ia tidak perduli. Ia harus bicara pada gadis itu!

“yoo mi ah, berhati2lah, minuman sodamu bisa membasahi bukuku!!”

shiwon berhenti melangkah saat didengarnya suara itu. Kemudian ia merapat kedinding agar tidak terlihat oleh mereka.

“memangnya buku apa??” tanya yoo mi.

“buku ini sangat penting! Aku dan jung hoon seongsaengnim mencarinya seharian!! Bukuku yg lama sudah rusak!”

“omoo. . . Jung hoon seongsaengnim membantumu mencarinya??”

“sepertinya dia memang menyukaimu. . .”

shiwon membalikkan badan dan melangkah pergi dgn marah. Ia berhenti ditempat sampah dan memasukkan buku itu kedalamnya dgn kasar. Kemudian ia melangkah lagi meninggalkan tempat itu.

Tanpa sadar, ia melewati min rara yg sedang berjalan dikoridor.

Gadis itu menatap shiwon sambil meyipitkan mata, kemudian tersenyum tipis sambil menghampiri tong sampah dan mengambil apa yg sudah dibuang shiwon.

 

Seorin sedang berusaha belajar didalam ruang perpustakaan ayahnya. Ia harus mendapatkan beasiswa itu, ya walapun ayahnya sangat mampu untuk membiayainya tanpa beasiswa, tapi seorin berusaha untuk mendapatkannya atas usahanya sendiri.

Tiba2 saja tinta penanya habis. Ia menghembuskan nafas kesal, kemudian ia membuka2 laci untuk mencari pena lain. Tiba2 ia tertegun saat melihat sebuah notebook yg ada dilaci paling bawah. Diambilnya notebook itu dan dibukanya. Masih berfungsi. Dilihat2nya isi notebook itu. Kemudian ia melihat sebuah folder yg sepertinya menarik. Dibukanya folder itu dan dibacanya. Ternyata itu adalah diari ibunya.

 

Hari ini putraku genap berusia 2 tahun. . . Ah ia sangat lucu saat ini, andai saja aku bisa memeluknya. . .

 

“putra. . .??” gumam seorin bingung. Kemudian ia melanjutkan membaca.

 

Putriku. . . Lahir dgn selamat, ia sangat cantik dan lucu. Ia mirip sekali dgn jae yong, kuberi ia nama min seo rin. . .

Apakah dulu jung hoon juga lucu seperti seorin?? Kenapa kau tidak mengijinkanku melihatnya tuhaan?!

 

“jung. . . Jung hoon??” seorin mengerutkan alis bingung. Kemudian ia membuka2 folder2 dinotebook itu dan menemukan satu folder berisi kumpulan foto seorang anak laki2 mulai dari bayi hingga berusia kira2 5 tahun.

Dilihatnya satu persatu foto itu “sepertinya wajahnya tidak asing. . .” gumam seorin.

Ia menatap foto terakhir difolder itu. Anak laki2 itu memakai sebuah topi biru dan sedang membawa clarinet. Tiba2 sesuatu menarik perhatiannya. Anak laki2 itu memakai kalung rosario. Diperbesarnya gambar itu “sepertinya aku pernah melihat kalung salib itu. . . Tapi dimanaa. . .??” seorin mengerutkan alisnya mencoba berfikir. Kemudian ia tersentak “oppa???”

seorin beranjak dari duduknya dan berlari menuruni tangga.

“seorin ah, kenapa kau lari2?” tanya bibi won saat melihatnya.

“bibi, jawab pertanyaanku!!” pinta seorin dgn nafas naik turun “apa benar ibu punya anak laki2??”

bibi won menatap terkejut sebelum akhirnya mengangguk ragu.

“apa ia bernama kim jung hoon??”

“da. .Darimana kau tau??” tanya bibi won terbata.

“terima kasih bibi!” ucap seorin cepat dan langsung berlari keluar.

“seorin aah!! kau mau kemana malam2 begini??”

seorin tidak memperdulikan teriakan bibinya. Ia tetap berlari kehalte bus dan naik bus pertama yg muncul.

Ia mengeluarkan ponselnya saat duduk didalam bus.

“yeobseo oppa??” sapanya begitu telp disebrang diangkat “kau ada dimana?? Bisa kita bertemu?? . . . Ne, kutunggu kau ditaman dekat tk!”

 

laki2 itu tersenyum saat melihat seorin yg berlari dari kejauhan.

Seorin mempercepat larinya dan tiba2 memeluk jung hoon begitu ia tiba ditempat laki2 itu.

Jung hoon tersentak kaget “seorin ah, ada apa??”

air mata seorin menetes, ia mempererat pelukkannya. “oppa. . .” gumamnya pelan “apa kau benar2 kakakku?!”

tubuh membeku sesaat “kau sudah tau?” tanyanya pelan.

“jawab saja. . . Benar atau tidak?”

“benar. . . Aku adalah kakakmu. . .”

“aku. . . Aku senang mendengarnya. . .” seorin mempererat pelukannya “aku benar2 sangat senang. . .Mengetahui kenyataan bahwa aku tidak sendiri. . .”

jung hoon membalas pelukan itu “aku juga senang kau sudah tau hal ini. . . Tapi. . .Bagaimana kau bisa tau?”

“tunggu sebentar oppa. . . Banyak yg ingin kutanyakan, tapi untuk saat ini, biarkan aku memelukmu. . .” pinta seorin.

“selama yg kau inginkan. . .” balas jung hoon.

Setelah cukup lama, seorin melepaskan pelukannya.

“kenapa kau menangis?!” tanya jung hoon lembut sambil mengusap air mata dipipi seorin.

“aku benar2 senang mengetahuinya. . . Oppa kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal?? Apa hal ini yg akan kau bilang padaku??”

“benar, aku memang sengaja mengulur waktu. . . Aku ingin mengenalmu lebih dulu seorin, dan aku juga ingin kau mengenalku hingga kau menerimaku sebagai kakakmu! Kau tidak kecewa padaku bukan?!”

“oppa. . . Sebelum ini aku sangat senang kau selalu ada menemaniku, membuatku merasa memiliki seorang kakak, tp saat ini aku benar2 bahagia mengetahui bahwa kau adalah sungguh2 kakakku, orang yg sama2 dilahirkan dari rahim ibu. . .”

“aku berjanji tidak akan membiarkanmu sendiri seorin ah! Aku menyayangimu!”

“oppa. . . Ada banyak hal yg harus kau ceritakan padaku!”

“tentu, duduklah! Aku akan menceritakannya padamu!”

seorin duduk disebuah ayunan dan jung hoon mendorongnya dgn pelan. Kemudian ia mulai bercerita.

 

Shiwon, ia sangat lelah setelah selesai syuting untuk sebuah mv. Ini sudah malam, dan shiwon belum makan malam. Matanya menatap keluar jendela mobil menatap keramaian kota seoul. Tiba2 matanya menangkap sosok seorang gadis yg amat dikenalnya. Gadis itu berlari dgn cepat melewati deretan pertokoan.

“paman berhenti disini!!” kata shiwon tiba2. Mobil itu langsung berhenti “tunggu disini!!” perintah shiwon sambil keluar dari mobil.

Tanpa berfikir ia langsung mengejar gadis itu. Ternyata gadis itu menuju taman yg ada didekat tk.

“untuk apa ia kesana?!” gumam shiwon bingung. Namun ia segera mendapatkan jawabannya saat melihat jung hoon ada ditaman itu dan seorin langsung memeluknya.

Tubuh shiwon membeku dari balik pohon yg agak jauh. Ia melihat jelas pemandangan dalam remang2 cahaya itu. Hatinya serasa mati. Gadis itu ternyata memang mencintai jung hoon.

 

Perang hati yg tak terlihat tetap berlanjut. Sosoknya sering terlihat bahkan dalam jarak yg terdekat. Namun terasa sangat jauh, hanya untuk bertatapan matapun tidak sanggup. Antara ragu dan takut semakin terluka, diamlah menjadi pemenangnya. Begitu kesempatan berbicara itu pergi, datanglah sebuah penyesalan. Begitulah seterusnya.

Sebulan lagi ujian akhir sekolah akan dimulai. Saat ini adalah saat2 yg sangat sibuk untuk siswa kelas 3. Seorin yg bertekad untuk mendapatkan beasiswa sekolah sastra keluar negri, belajar dgn giat dibantu oleh jung hoon. Dan seung hoo selalu memberinya semangat mulai dari membawakan minuman, bekal, es cream sampai meminjamkan pspnya agar seorin bisa menjernihkan pikirannya selesai belajar.

Sementara shiwon, berhenti total dari pekerjaannya dan berusaha berkosentrasi pada pelajaran. Ia menghabiskan waktunya diperpustakaan.

 

“aku akan melanjutkan sekolahku keluar negri!!”

shiwon menatap rara tertegun “waeyo?”

“aku tidak ingin kalah darinya! Aku akan mengambil jurusan design dan menjadi perancang fashion!”



 

Mohon comentnya,,

*bungkuk2 ala jepang*