Tags

, ,

Tittle : Family By Accident
Author : vea
Cast :
– Lee hyuk jae (eunhyuk, super junior)
– Kim yoon hye (sudah pasti saya, yang mau protes silahkan dalam hati)
– Yamashita tomohisa (yamapi, News)
– Angela zhang (pemeran utama romantic princess dan at the dolphine bay)
– Dan artis2 lainnya. . .
Genre : romance
Length : chapter
Rated : 17+

fba

 

Part 3

 

= Kim Yoon Hye =

Aku menatap laki-laki yang menuruni tangga itu dengan terpaku. Dia tampak berbeda. Tatapan matanya tampak sedingin es dan sosoknya begitu angkuh. Membuat jantungku berdebar tidak menentu.

“Yaa, Hyuki. Memangnya siapa gadis itu?” tanya Kajol Ajhuma.

“Kenapa kau memanggil kami semua?” tanya Appa, “Aku harus latihan memukul.”

“Aku harus mengajari Jeremy menari India,” saut Kajol Ajhuma.

“Shiero!! Ajhuma membuat kakiku patah tulang!” tolak Jeremy sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aku harus membuat ramuan,” tambah Jang Geum Ajhuma.

“Aku harus latihan drum,” sambung Avril.

“Aku harus segera pergi ke Pemerintahan,” Hyun Shin haraboji ikut-ikut bicara.

“TENANG YEOROBUUUN…” Lagi-lagi Hyuki memakai toa-nya, hadiah dari Ki Jou Koo yang asli dari Indonesia.

Semua orang menutup telinga. Kemudian hening, tidak ada suara yang terdengar.

“Baka!” saut yamashita yang masih berdiri di tangga.

“Baiklah, akan kukenalkan dia pada kalian,” kata Hyuki sambil tersenyum lebar “Ini Kim Yoon Hye, calon istriku.”

Hening…

“MWOOOO???”

Aku melihat ekspresi wajah mereka yang sulit untuk dijelaskan. Ada yang terkejut, ternganga, terdiam bahkan menatap bingung.

“Eh, Kunyuk. Kau tidak bercanda kan?” tanya Avril.

“Tentu saja tidak. Kami akan menikah secepatnya karena saat ini… Dia sedang mengandung anakku. Hahaha…” jawabnya sambil cengengesan.

“HIEEEEEHHHH???”

Lagi-lagi ekspresi itu. Apa yang sebenarnya mereka pikirkan? Apa mereka tidak menyukaiku? Apa mereka tidak setuju aku menjadi bagian dari keluarga ini? Bagaimanapun aku orang asing yang tiba-tiba saja harus masuk ke dalam kehidupan mereka. Aku melihat Hisa-kun yang menatap lurus mataku. Segera kutundukkan kepalaku. Saat ini, aku benar-benar berharap agar bumi menelanku.

“Di-dia hamil?” tanya eomma.

“Ne,” jawab Hyuki.

“Di-Dia mengandung cucuku?” tanya Appa.

Hyuki mengangguk-angguk riang.

“YUHUUUUU…” Teriak Deokman halmoni, “Aku punya ciciiiiiiiiiiittttt…”

“Yihaaaaaaaaaaa…” tambah Hyun Shin haraboji.

SHOCK

Aku tidak tau bagaimana ekspresiku sendiri saat ini.

“Aku sekarang percaya kalau kau laki-laki sejati Hyuki,” komentar Taekyung oppa sambil tergelak.

Semuanya langsung bersorak senang membuatku terpana. Apa mereka semua ini waras?

Avril, langsung memukul-mukul meja dengan stik drumnya, sedangkan Syah ajhusi langsung berdansa dengan Kajol ajhuma ala India. Jeremy ikut-ikutan memukul meja dengan tangannya “Kita buat pestaaaaaa…” teriaknya senang.

Me plus you… baby, baby baby… ooh…

 

Justin langsung dance sambil bernyanyi sementara Jang ajhuma langsung menyentuh perutku dan memeriksa denyut nadiku. Semua orang saling berdansa. Termasuk Hyuki yang berdansa dengan Ki Jou Koo(?).

Aku benar-benar bingung dengan keadaan ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Tuhan… Takdir apa yang kau tuliskan untukku? Kenapa aku bisa masuk kedalam keluarga seperti ini? Semuanya karena kecelakaan malam itu. Aku melirik Hisa-kun sekilas, ia masih menatap lurus kepadaku. Aku menundukkan wajahku lagi… Omooooo…

~sebulan kemudian~

Ya, begitulah bagaimana aku bisa masuk ke dalam keluarga aneh ini. Aku memiliki perjanjian dengan Hyuki. Di depan mereka semua, kami berpura-pura menjadi sepasang suami istri yang sesungguhnya. Tapi aku bersumpah, setelah bayi ini lahir, aku akan pergi. Benarkah aku bisa melakukan itu sementara seseorang yang kusukai, ada dirumah ini juga? Hisa-kun… Aku menyukainya.

Dari awal bertemu, aku sudah terperangkap ke dalam keangkuhannya yang sempurna. Aku benar-benar menyesali keadaanku saat ini. Kenapa aku harus seperti ini?!

Aku sudah menikah dengan Hyuki dua minggu yang lalu. Semua anggota tertua keluarga tidak mengijinkanku untuk berkerja dan memaksaku untuk tinggal di sini. Di rumah ini bersama mereka. Dan aku tidak punya pilihan lain. Parahnya lagi, aku sekamar dengan Hyuki. Dan aku bersumpah tidak akan meminum soju lagi.

Tinggal di rumah ini membuatku tau beberapa aturan yang harus dilakukan. Setiap hari minggu, semua keluarga harus ada dirumah untuk sarapan bersama. Juga setiap makan malam, harus hadir. Kalaupun tidak bisa ikut, harus ada alasan yang kuat. Dan menurutku itu cukup bagus. Sepertinya mereka keluarga yang kompak dan saling menyayangi. Pantas saja saat Hyuki kabur dulu semua mengkhawatirkannya. Ah, aku belum pernah merasakan kehangatan yang seperti itu…

Selama di sini aku juga lebih banyak tau tentang mereka. Deokman halmoni dan Hyun shin haraboji bekerja di Kantor Pemerintahan hingga saat ini meskipun usianya sudah di atas tujuh puluh. Tapi mereka tetap sehat karna setiap hari meminum obat dari Jang ajhuma. Aku jadi semakin percaya pada ramuan-ramuan Jang ajhuma.

Dan tentang Appa dan Eomma, mereka memiliki sebuah perusahaan rekaman. Tapi yang bekerja disana hanya Appa, sedangkan Eomma hanya tinggal di rumah untuk mengurus keluarga bersama Kajol ajhuma.

Kemudian Syah ajhusi, dia adalah mantan seorang aktor yang sekarang lebih fokus pada pekerjaannya yang menjadi seorang produser. Sayang sekali mereka tidak bisa mempunyai anak sehingga harus mengadopsi Avril dan Justin yang kebetulan ditemukan saat kedua anak itu sedang mengamen di jalan (Emang di korea ada pengamen?). Meskipun begitu, semua tetap menyayangi Avril dan Justin tanpa memperdulikan dari mana asal mereka. Avril sendiri sekarang tumbuh menjadi gadis yang cantik namun tomboy. Ia pintar bermain drum dan menyanyi rock. Sama seperti kakaknya, Justin juga tumbuh menjadi remaja yang pintar, suka menyanyi dan dance. Bahkan mereka sudah mengeluarkan album sendiri sekarang.

Sementara Jang ajhuma, menjadi seorang dokter di sebuah rumah sakit Seoul dan Jeong Ho ajhusi menjadi Pelatih di Kemiliteran. Anak mereka Taekyung Oppa dan istrinya Minyeo Eonni, sama-sama menjadi penyanyi. Dan anak mereka Jeremy, yang baru berusia 8 tahun tampaknya sudah menunjukkan minatnya kepada drum. Terbukti ia sering rebutan stik drum dengan Avril. Kalau tidak didapatkannya, jadilah panci-panci di rumah peyot karena dipukulinya dengan spatula.

Dan anak kedua mereka, Han Ji Eun Eonni. Menjadi seorang penulis sekenario yang terkenal. Suaminya, Lee Young Jae Oppa, adalah aktor terkenal di Korea yang mempunyai nama panggung ‘Rain’.

Sedangkan Ki Jou Koo, ia baru kembali ke Korea setengah tahun yang lalu. Sebelumnya ia tinggal di Indonesia bersama istrinya dan berprofesi menjadi dukun. Sayang kemampuannya itu di Korea tidak mempan karena dukun Korea berbeda dengan ilmu ajian yang dipunyanya. Setelah istrinya meninggal, ia kembali lagi ke Korea dan menjadi pengawas rumah yang memimpin semua pelayan yang ada.

Dan tentang Hisa-kun, ia sebelumnya tinggal di Jepang. Namun setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan, ia tinggal di sini bersama yang lainnya. Saat ini ia sedang bekerja disebuah Perusahaan terkenal milik Grup Shinwa. Dan baru kuketahui kalau ternyata ia suka sekali membaca buku. Ia sangat pendiam, dan hanya mengatakan hal-hal yang penting saja. Berbeda sekali dengan Hyuki.

Berbicara tentang Hyuki, aku jadi mengetahui banyak tentangnya. Ia punya sifat yang terbuka, selalu ceria dan sedikit jahil. Ia suka anak-anak, karena itu ia selalu bermain dengan Jeremy. Ia juga pintar dance. Dan baru kutau kalau ternyata ia adalah salah satu member Boyband Korea Super Junior yang terkenal itu. Ia juga yadong, suka memeluk orang sembarangan, tapi ia tidak pernah berbuat kasar. Dan yang sangat menyebalkan darinya, ia selalu memasang wajah tidak berdosa saat melakukan kesalahan.

Dia pernah bercerita tentang cinta pertamanya juga. Gadis itu bernama Angela Zang, seorang artis yang pernah bermain di drama At The Dolphine bay. Ia gadis campuran Korea-Taiwan (Sejak kapan?). Mereka sudah bersama-sama sejak kecil karena rumah Angela ada di sebelah rumah ini. Namun tiga bulan yang lalu orang tuanya bercerai dan ia melanjutkan hidupnya di Taiwan mengikuti sang ibu yang bekerja di sana. Hal itu yang membuat Hyuki sempat depresi dan membuat khawatir semua orang karena setelah itu ia tiba-tiba saja menghilang alias kabur dari rumah selama dua minggu. Menjelajahi desa-desa yang ada di Korea hingga akhirnya bertemu denganku di penginapan terkutuk itu. Dan terus terang saja aku tidak percaya. Karena melihat kondisinya saat ini, ia terlihat seperti tidak pernah mengalami depresi. Bahkan dengan riangnya ia bilang bahwa ia pernah ciuman dengan gadis itu saat berumur delapan tahun. Benar-benar tidak punya malu.

Aku merasakan seseorang menepuk-nepuk pipiku. Aku membuka mataku pelan dan mendapati Hyuki sedang tersenyum lebar disampingku.

“Ada apa?” gumamku pelan.

“Saatnya makaaaannnn….” Serunya.

Omo… Kenapa ia harus seperhatian ini padaku?

“Aku masih malas…” sautku.

“Yaa, kau tidak boleh telat makan, bagaimana dengan Baby? Dia pasti sudah lapar…” katanya dramatis sambil mengusap-usap perutku, membuatku merinding.

Aku menyingkirkan tangan itu dengan kasar dan mencoba duduk “Hanya karena aku sedang mengandung anakmu bukan berarti kau boleh menyentuhku sesuka hatimu kunyuk!” bentakku kesal. Aku meniru cara Avril memanggilnya saat ia menjadi menyebalkan.

“Aku kan hanya menyentuh perutmu saja… Bagian dimana ada Baby,” gerutunya sambil cemberut “Lagipula secara hukum juga tidak ada larangan kalau aku menyentuhmu,” gumamnya.

“Baiklah, baiklah, singkirkan wajah jelekmu itu. Kau membuatku mual,” kataku mengalah.

Satu hal yang paling kubenci darinya, aku tidak tahan melihat wajahnya yang sedih.

“Benarkah? Yipiieee….” soraknya sambil kembali memeluk perutku, membuatku menahan nafas.

Omo… Ya tuhan, kenapa kau mengirimkan makhluk aneh ini kepadakuuuuu?????

PLETAK

“Berhenti melakukan itu bodoh!!” bentakku.

Ia meringis sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit “Waeyo…??” tanyanya polos.

Aiiiisssshhhhhhh………..

“Kau membuatnya kaget. Dasar pabo!”

“Ah, kau benar,” katanya riang “Mianhae Baby…” ia mengusap-usap perutku pelan.

Saat ini rasanya aku ingin membenturkan kepalaku ke dinding beberapa kali agar aku amnesia, selamanya pun tidak masalah.

Hoeeek. . .

Sepertinya aku ingin muntah.

Hyuki mengerjap panik “Wae? Kau merasa mual? Ini minumlah!”

Aku menyesap teh hangat yang diberikannya. Rasanya lebih baik. “Berhentilah bersikap konyol, kau membuatku mual,” kataku judes.

“Baiklah, kalau begitu aku tersenyum saja. Bagaimana? Sudah mirip Oh Won Bin?” tanyanya sambil nyengir lebar.

Geeezzzz…

BLETAK

“Aaaawww……” ia meringis kesakitan lagi.

“Kau tidak punya cermin?” sautku kesal “Sudahlah, kau pergi saja, kemarikan makanan itu!”

Hyuki menaruh meja makan kecil di hadapanku. Di meja itu ada semangkuk sup, sepotong roti isi keju, dan beberapa obat vitamin.

“Ini eomma yang membuatnya,” jelas Hyuki sambil menatapku.

Aku mengerutkan alis “Kenapa kau masih disini? Bukankah aku menyuruhmu pergi?”

“Andwae!” ia menggeleng “Aku harus memastikan kau menghabiskan semuanya.”

Omoooo…Tuhaaannnn… Aku benar-benar ingin menendangnya jauh-jauh!!!

.

.

.

Aku berjalan menuruni tangga. Keadaan rumah akan sedikit sepi jika sebagian besar dari mereka pergi bekerja. Di ruang tengah hanya ada eomma yang merangkai bunga. Sedangkan di ruangan musik, sepertinya Avril sedang bersemangat memukul drumnya. Terdengar suara gaduh dari dapur. Sepertinya Kajol ajhuma sedang membuat sesuatu. Dan di kebun belakang, tampak Ki Jou Koo sedang merawat tanaman bunga-bunganya. Mawar, Melati, Bugenvile, Kamboja, Sedap Malam, Kenanga, Kantil(?) yang sepertinya di impor langsung dari Indonesia juga. (Kayaknya kembang 7 rupa deh)

“Ah, kau sudah bangun Yoon ah??” sapa eomma ceria.

Aku tersenyum padanya. Ia sangat baik, membuatku kembali merasakan cinta seorang eomma. “Bagaimana keadaanmu??” tanyanya.

“Aku baik,” jawabku sambil duduk di sofa bersamanya “Hanya saja sedikit mual tadi.”

“Tapi kau menghabiskan sarapanmu bukan?”

“Ne, tentu saja. Sup buatan eomma sangat enak. Lagipula Hyuki tidak akan membiarkanku menyisakannya.”

Ibu tersenyum “Kau harus makan yang banyak, apalagi kandunganmu sekarang sudah tiga bulan lebih. eomma dulu juga sering mual sepertimu. Hyuki nakal sekali, ia selalu pilih-pilih makanan meskipun masih dalam perut eomma.”

Aku tertawa “Jeongmal?”

“Ne. karena itu, meskipun perutmu mual, kau harus tetap makan.”

“Akan kulakukan,“ jawabku sambil tersenyum.

***

Aku bergerak-gerak gelisah di tempat tidurku. Aahhh… Kenapa aku tidak bisa tidur? Apa karena kebanyakan makan? Tapi aku ingin sesuatu yang segar.

“yoon ah, waeyo?” tanya Hyuki dari sofa.

Aku bangkit dari tidurku dan mengusap-usap leherku yang kaku.

“Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan rambut kusut.

Aku tertawa melihat tampangnya yang terlihat semakin bodoh itu.

“Waeyo?” ia menatapku bingung.

“Tampangmu sangat konyol,” jawabku “Aah… Aku tidak bisa tidur…” runtukku.

“Apa kau menginginkan sesuatu??” tanyanya.

“Aku ingin makan buah Kiwi…” gumamku. Aku ingin sekali memakan buah yang asam itu.

“Buah Kiwi?” tanyanya.

“Ne, mungkin di lemari es ada,” aku sudah beranjak hendak turun tapi ia menahanku.

“Biar kuambilkan,” katanya sambil berdiri.

Hyuki keluar dari kamar, tidak lama kemudian ia kembali lagi “Di kulkas tidak ada buah Kiwi. Akan kucarikan diluar, kau tunggu saja di sini!” katanya sambil mengambil jaket dan langsung pergi sebelum aku sempat berbicara.

Aku melirik jam di atas meja, hampir tengah malam. Mau mencari kemana ia malam-malam begini? Aku menunggunya sambil mendengarkan musik. Tapi ia lama sekali hingga membuatku bosan. Kemudian aku turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar untuk mencari udara segar. Rumah benar-benar sepi saat ini. Haaah, berbeda sekali kalau hari minggu. Aku ingat ada taman di atas atap rumah ini. Kulangkahkan kakiku menuju taman itu.

Aku menggeser pintu kacanya dan tertegun. Ada seseorang yang sedang berdiri disitu membelakangiku. Dari sosoknya aku sudah bisa mengenalinya. Hisa kun.

“Kau ingin berdiri terus di situ?” tanyanya tiba-tiba tanpa menoleh.

Aku tersentak kaget sejenak, memastikan kalau dirinya berbicara kepadaku “A-aku…” aku tidak tau harus menjawab apa, kemudian aku berjalan menghampirinya dan berdiri disebelahnya. Kuhirup angin yang bertiup sejuk. Sangat menyegarkan.

“Sedang apa kau keluar malam-malam begini?” tanyanya.

“Aku hanya mencari udara segar.  Aku sangat bosan.”

“Bukankah angin malam tidak bagus untuk kesehatanmu?!”

“Mungkin. Kau sendiri sedang apa di sini?” tanyaku. Kulihat ia sedang menggenggam ponselnya, “Baru menelphone seseorang?”

“Apa aku harus memberitahumu?”

Aku terdiam mendengarnya. Ia memang tidak perlu memberitahuku. Tapi… Ah sudahlah…

“Sebenarnya aku masih penasaran. Bagaimana bisa kau mengandung anak Hyuki? Aku tau ia bukan hidung belang, jadi ia tidak mungkin melakukannya dengan sukarela denganmu_”

“Jadi kau pikir aku yang menggoda dan memaksanya begitu?” potongku tajam “Lebih baik aku mati saja daripada melakukan hal yang menjijikkan itu!” sautku kesal.

Dia tersenyum mendengarku. Kenapa ia harus tersenyum seperti itu? Apa dia sedang mengejekku?

“Baka!” komentarnya.

“Mwo? Kau bilang aku bodoh? Jangan dikira aku tidak bisa bahasa Jepang, aku bisa sedikit walaupun tidak fasih!”

“Aku belum selesai bicara, jadi dengarkan dulu baik-baik.”

Aku mengerutkan alis menunggu ia berbicara lagi.

“Aku tau hyuki tidak mungkin melakukan hal itu dan aku juga tau dilihat dari sifatmu kau juga tidak mungkin melakukan hal itu dengan sukarela. Jadi bagaimana bisa kau hamil anaknya Hyuki?”

“I-itu. . .”

“Walaupun kalian sudah lama kenal tetap saja itu tidak mungkin terjadi.”

Aku terdiam tidak tau harus menjawab apa “Kalau kubilang semua ini karena soju apa kau percaya?”

Ia terdiam, “Maksudmu kalian melakukannya saat mabuk?” tanyanya.

“Apakah kau harus tau?” tanyaku kesal.

Ia tersenyum “Kurasa aku sudah tau.”

“Aku mengantuk, aku kembali ke kamar dulu. Oyasuminasai Hisa kun,” ucapku cepat dan langsung pergi meninggalkannya.

Astaga… Kenapa ia harus sepintar itu? Bahkan aku hampir saja menceritakan semuanya. Atau mungkin ia memang pintar memancing orang untuk berbicara?!

Aku masuk kamar dan menutup pintu pelan. Aku menghela nafas lega setelah berada di kamar ini. Kemudian kulihat hyuki yang tidur di sofa, kapan ia kembali? Aku menghampirinya dan melihat sebuah kantong plastik di meja. Kubuka kantong itu ternyata isinya buah Kiwi. Aku terkejut membaca tulisan di kantong plastik itu. Ia membeli buah Kiwi ini di tempat yang begitu jauh? Aku menatapnya kemudian berjongkok di dekatnya. Kunaikkan selimut hingga menutupi bahunya.

“Kau memang Appa yang baik…” gumamku pelan sambil merapikan rambutnya yang menutupi wajah. Ah, sebenarnya ia juga tampan dan manis kalau sedang diam begini. Kupencet hidungnya pelan dengan telunjukku. Aku terkikik pelan saat melihat hidungnya yang seperti babi. Tapi tiba-tiba saja ia memegang tanganku dan memeluknya, membuatku terkejut.

“Jjagi . .” gumamnya pelan dengan mata terpejam.

Aku mendengus sambil menarik tanganku sedikit kasar. “Dasar bodoh!” gerutuku pelan. Pasti ia sedang bermimpi bersama Angela, kemudian kuambil buah Kiwi itu dan memakannya.

 

To be continue. . .

 

Last edited 24 Oktober 13 ; 07.54