Tags

, ,


Title : heart of the black piano
Genre : sad romance
Cast :
– Park jung soo (leeteuk suju)
– han soo ra
– Kim jong woon (yesung suju)
– Kim eun joo

~ prolog~

Aku pernah mengenal seseorang yang bilang kepadaku “melody adalah alunan yang berasal dari dalam hati. . .” namun kini, orang itu tidak ingat apapun tentang melody itu. . . tidak tentang masa lalunya. . . tidak tentang orang2 terdekatnya. . . tidak tentang aku. . .bahkan tidak tentang dirinya sendiri. . .
Aku hanya berharap bisa mengatakan kepadanya “sekali saja dalam kekosongan ingatanmu, pernahkah kau mengingat sedikit saja tentangku?? Walaupun itu hanya namaku atau melody yang pernah ada. . .karna aku selalu mengingatmu. . .”

Part 1

~ auntumn in seoul ~

Kim soo ra, 16 tahun. Gadis itu sedang berjalan pelan menyusuri perumahan yang sepi. Daerah itu adalah daerah perumahan yang tidak ada angkutan umum yang melewati jalannya. Dan rumahnya berada di ujung jalan. Karna itu setiap hari ia harus melewati jalan ini untuk dapat sampai kehalte bus.
Gadis itu sedang ada dalam perjalanan pulang kerumah setelah selesai sekolah. Jalanan dan sekitarnya terlihat basah. Hujan baru saja mengguyur kota seoul, menyisakan tetesan2 air yang jatuh dari daun2 pohon yang berguguran. Angin musim gugur yang sejuk berhembus pelan membelai wajah dan rambutnya yang hitam, lurus dan panjang.
Ia memegang tas ranselnya dengan kedua tangannya. Sambil memandang kosong kedepan. Semua aktivitasnya sama seperti sebelum2nya dan ia merasa bosan. Ia bukan gadis yang populer disekolah, dan ia tidak punya teman yang sepesial. Satu2nya teman terbaiknya hanyalah laptopnya. Ia suka menulis dan mendengarkan lagu. Dan ia selalu sendiri, dan ia tidak pandai berinteraksi dengan orang lain.
Tiba2 langkahnya terhenti. Ia mematung sejenak kemudian menoleh dan menghadap kesebuah rumah didepannya. Sebenarnya itu bukan rumah, tapi sebuah toko kecil yang sepertinya sudah tidak dipakai lagi karna terlihat kosong. Soo ra menatap toko yang depannya terbuat dari kaca itu. ia tidak bisa melihat dalamnya karna kaca itu gelap. Tapi dari ia bisa mendengar suara dentingan piano dari dalam toko itu.
Dentingan piano itulah yang membuat kakinya terpaku. Melody itu. . . begitu indah. . . membuat hatinya sejuk seketika, seperti hujan yang sudah mengguyur kota seoul hari ini. Yang menyisakan aroma air yang sejuk. Ya, terasa dingin. . .
Soo ra memejamkan matanya, mematri nada2 itu didalam otaknya. Nada-nada melody itu benar2 membuat hatinya bergetar. Setelah beberapa lama, melody itu berhenti. Sunyi. Soo ra membuka matanya dan tetap diam selama beberapa saat. Akhirnya ketika suara dentingan piano itu tidak terdengar lagi, ia-pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

Seorang laki2 terlihat sedang memejamkan matanya sambil memainkan tuts2 piano hitam itu. park jung soo, 17 tahun. Laki2 itu terlihat begitu menikmati permainan pianonya. Kemudian saat akhirnya nada itu memelan dan akhirnya berhenti, ia tetap memejamkan matanya dan diam untuk beberapa saat. Ia membuka matanya pelan dan mengambil nafas panjang sambil menatap ruangan kosong itu.
Ruangan itu dulu adalah sebuah toko alat musik milik kakeknya. Kakeknya sangat mencintai alat musik. Setelah kakeknya meninggal, tidak ada yang mengurus toko ini karna ayah jung soo, sibuk dengan usahanya dan tidak memikirkan toko ini. Semua barang ditoko ini dijual ketoko lain, hanya piano ini yang tersisa hingga sekarang.
Hanya jung soo yang sering datang kemari tanpa sepengetahuan ayahnya. Ia mencintai melody dan suara2 yang keluar dari piano itu sejak kecil. Ia suka sekali melihat kakeknya bermain piano. Tapi ayahnya lebih menginginkannya menjadi seorang arsitek.
Ia mengelus permukaan piano itu dengan rasa sayang. Ia sangat menyayangi piano hitam itu. setiap pulang sekolah, ia pasti mampir ketoko kosong itu untuk bermain piano. Tidak ada yang tau bahwa ia bisa bermain piano. Itu adalah rahasiannya. . .

Lagi2, dentingan piano itu terdengar lagi. Soo ra berdiri sambil menatap toko itu dari luar dengan diam. Nada2 itu. . . selalu membuat hatinya merasa sejuk. Ya, setiap ia pulang sekolah ia selalu berhenti ditempat yang sama untuk mendengarkan melody2 itu. sebelumnya ia tidak pernah tau karna jam pulangnya lebih awal. Sekarang ini saat ia kelas 2 senior high school, ia punya pelajaran tambahan yang menyebabkan ia pulang lebih lambat.
Fikirannya menerawang jauh. Jari2 siapa yang bisa memainkan nada2 yang begituh indah itu??! namun ia tidak pernah berniat untuk masuk kedalam toko itu untuk melihatnya. Ada suatu dorongan yang kuat yang menahan dirinya untuk mencari tau siapa orang itu. ia takut akan mengusik ketenangan yang mungkin ingin didapatkan orang itu.
Sudah beberapa kali soo ra mendengarkan dentingan2 dari ruang itu setiap ia pulang dari sekolahnya. Tanpa sadar, ia begitu ingin jam sekolah berakhir agar ia bisa segera pulang.
Nada itu, terlanjur sudah melekat didalam hatinya. . .

Sunyi. . .
Soo ra menatap toko kosong itu dengan diam. Kenapa kali ini tidak ada suara dentingan piano?? Ia menatap toko itu ragu, antara ingin masuk dan tidak.
“sedang apa kau disini??”
Soo ra menoleh terkejut kebelakang dan mendapati seorang laki2 yang berusia tidak jauh darinya sedang berdiri dibelakangnya, menatapnya tanda tanya.
“a. . .aku. . .” soo ra tergelagap tidak tau harus menjawab apa.
“apa kau tersesat??” tanya laki2 itu. ia tersenyum manis pada soo ra.
“ani. . . “
“lalu??”
“aku. . . hanya melihat bekas toko itu. . .”
Laki2 itu mengerutkan alisnya “kenapa??”
“beberapa hari ini. . . aku mendengarkan ada suara dentingan piano dari dalam toko itu, tapi hari ini tidak ada. . .”
“dentingan piano??” tanya namja itu sambil mengerutkan alisnya lagi “kau yakin itu bukan suara. . .” ia memelankan suaranya nyaris berbisik sambil menggantung kalimatnya.
“su. . .suara apa??”
ia diam sejenak, tiba2 saja ia mendekatkan bibirnya ketelinga soo ra “hantu. . .” bisiknya dengan seram.
Soo ra menatap namja itu bingung “a. . apa. . .maksudmu. . .??”
Tiba2 saja namja itu tertawa membuat soo ra mengerutkan alis tanda tanya.
“aku hanya bercanda!!” kata namja itu disela tawanya “kau sering mendengarnya ya??”
Muka soo ra mengeruh. Dasar laki2 bodoh, runtuknya dalam hati.
“kau tau??” tanya soo ra.
“ya, kau ingin mendengarnya lagi??”
“ya. . . tapi bagaimana. . .” belum selesai soo ra bicara, namja itu sudah menarik tangan soo ra dan membawanya masuk kedalam toko itu.
“duduklah. . .” kata laki2 itu sambil menarik soo ra untuk duduk bersamanya didepan piano itu.
Soo ra menatap piano hitam itu, kemudian menatap namja itu bingung.
Namja itu tersenyum lembut “piano ini namanya melody. . . kakekku yang berkata begitu saat ia memberi nama pada penutupnya. . .” jelasnya.
Soo ra melihat sebuah tulisan emas kecil di penutup tuts itu, Melody. . .
“kau. . .” soo ra menatap namja itu saat menyadari sesuatu.
“ya. . . akulah yang bermain piano disini. . . ini adalah piano milik kakekku dulu,”
Soo ra mengalihkan pandangannya pada tulisan emas di penutup tuts itu, melody. . .
“kau ingin mendengarnya??”
Soo ra menatap laki2 itu dengan alis terangkat “aku boleh mendengarnya??”
Laki2 itu tersenyum, “tentu saja. . .” jawabnya lembut sambil membuka penutup tuts piano itu kemudian mulai menekan2 tuts2nya.
Sebuah melody mengalun pelan, membuat darah soo ra berdesir. . . gadis itu menatap namja itu dan mengamatinya. Jadi dialah orang yang memainkan nada2 itu. . . seorang laki2 berwajah manis dan berambut pirang. Namja itu memejamkan matanya sambil menikmati permainnannya. Soo ra seakan2 melihat nada2 itu berputar disekitar namja itu, menyatu dengannya, benar2 permainan yang indah.
Dan akhirnya ketika nada2 itu memelan dan berakhir, hening. Suasana benar2 menjadi hening. Kemudian namja itu membuka matanya dan menoleh kearah soo ra. Ia tersenyum lembut “ini adalah lagu buatanku. . . bagaimana menurutmu??”
Soo ra terdiam sejenak “benar2 indah. . .”
“kau mau memainkannya??” tanyanya tiba2.
Soo ra menoleh terkejut “ta. . . tapi aku tidak bisa. . .bermain piano. . .”
“akan kuajarkan. . .” jawab namja itu lembut. “nah, namaku park jung soo, dan kau??”
“han soo ra. . .”
“baiklah, mulai hari ini, aku resmi menjadi guru pianomu han soo ra ssi. . .” kata jung soo sambil tersenyum.

“yak, soo ra ah, sedang apa kau?? Kenapa melamun??”
Soo ra mengalihkan pandangannya dari jendela dengan kaget dan mendapati teman sekelasnya kim eun joo tengah menatapnya penasaran.
Soo ra menggeleng sambil tersenyum pelan “ani. . .”
“kau ingin membolos lagi hari ini??”
“mm?? kenapa??” tanya soo ra bingung.
“setelah ini kan pelajaran music, kau sering membolos waktu pelajaran itu kan?? Apa karna pelajaran music kelas kita digabung dengan kelas senior 12-A??”
“kurasa aku akan ikut!!”
“aku heran kenapa kau tidak suka pelajaran music. . .”
“aku juga heran kenapa kau selalu semangat saat pelajaran music. . .”
Pipi eun joo memerah. “itu kan karna ada dia disana. . .”
“dia?!” soo ra menaikkan sebelah alisnya berpura2 tidak mengerti.
“oh ayolaaah. . . kau tau aku menyukainya kan, kim jong woon oppa. . .”
“semua gadis menyukainya!!” saut soo ra langsung. Ia tau kim jong woon adalah murid kelas 12-A yang populer dikalangan gadis2. Ia pintar dalam apapun. Dan tidak ada yang pernah tau bahwa sebenarnya laki2 itu adalah sepupunya. Soo ra pernah beberapa kali mengunjungi rumahnya bersama orang tuanya, namun mereka tidak terlalu akrab. Hanya saling menyapa saja jika kebetulan bertemu, karna soo ra memang jarang sekali bisa bergaul dengan yang lainnya. Jadi ia tidak heran kalau satu sekolah tidak ada yang tau bahwa kim jong woon yang populer itu adalah sepupunya.
Eun joo memasang wajah cemberut “kalau begitu kau juga menyukainya??”
“aku?? Tentu saja tidak!”
“tapi kau kan seorang gadis!!”
“ya. . . hanya saja aku berbeda. . . “ jawabnya sambil merenung.
“aku tau!! Kau hanya mencintai laptopmu saja, benar kan??!” dengusnya pelan.
Soo ra tersenyum tipis “kau pintar!!”
“baiklah, aku pergi dulu, nanti kita bertemu diruangan music!!”
Soo ra mengembalikan tatapannya keluar jendela lagi setelah teman sekelasnya itu pergi. Music. . . ia masih mengingat jelas permainan namja itu. . . karna itu juga ia mulai berminat belajar music, bukan hanya sekedar mendengarkan music. Apa nanti ia juga akan datang kerumah itu?? atau ia hanya bermain2 dengan perkataannya kemarin??
Bell tanda pelajaran dimulai berbunyi, memaksa soo ra beranjak dari duduknya dan pergi menuju ruang music.

“kau tau kenapa aku membagi rahasiaku ini denganmu??”
Soo ra mengerutkan alis sambil menatap jung soo didepannya itu. mereka baru saja selesai berlatih bermain piano. “rahasia??”
“ya. . . kecuali kau, tidak ada satupun orang yang tau bahwa aku suka bermain piano. . . sebelumnya ini adalah rahasiaku sendiri. . .”
“kenapa??”
“karna orang tuaku. . . tidak suka aku bermain musik, mereka lebih suka aku menjadi pengacara atau arsitek, tidak ada yang menyangka aku bisa bermain piano, hanya kau yang tau. . . dan aku senang bisa membagi rahasia ini denganmu. . .”
“kenapa aku??”
Laki2 itu menoleh dan tersenyum “aku tidak tau. . . tapi begitu pertama kali melihatmu, aku merasa cocok denganmu. . . atau mungkin karna kita belum pernah mengenal sama sekali. . . tidak, tidak. . .” ia menggeleng pelan “kurasa karna aku melihat sesuatu dimatamu. . .”
Soo ra menatap bingung “di. . . mata. . .ku??”
“ya. . . aku melihat kekosongan dimatamu. . . aku merasa. . . hidupmu sedang hampa, dan itulah yang membuatku ingin mengisi kekosongan dan kehampaan itu dengan melody2 piano. . .”
Soo ra diam saja karna namja itu memang benar. Ia juga menyadari bahwa selama ini hidupnya hampa.
“aku benar2 senang bisa berbagi denganmu. . .soo ra ah, apa impianmu yang sebenarnya??”
Butuh waktu cukup lama untuk soo ra menjawabnya “terus terang saja, aku tidak punya impian. . . aku tidak tau harus melakukan apa, yang kutau, beginilah aku harus menjalani hidup. . . menjalani kehidupan rutinku yang membosankan. . .”
“aku tau. . .” namja itu tersenyum lagi “karna itu, aku ada disini untuk membuat hidupmu tidak bosan lagi. . .”
Soo ra menatapnya terdiam. Apa benar hidupnya tidak akan bosan lagi?? “terima kasih. . .” hanya itu yang bisa diucapkannya.
“sudah malam, ayo kuantar kau pulang!!”

To be continue. . .