Tags

, ,


Author : veahwa eunve
Title : heart of the black piano
Genre : sad romance
Cast :
– Park jung soo (leeteuk suju)
– han soo ra
– Kim jong woon (yesung suju)
– Kim eun joo


Part 2

Soo ra berjalan pelan menaiki tangga rumahnya. Sudah malam, rupanya ayahnya belum pulang. Rumah terlihat sepi. Ya selalu saja sepi. Soo ra tidak punya saudara, ia anak tunggal karna itu ia sudah terbiasa sendiri. Tiba2 saja langkahnya terhenti saat melewati ruang baca ibunya yang terbuka sedikit. Ia melihat ibunya ada disana, duduk disalah satu kursi sambil. . . menangis??
Dibukanya pintu itu pelan. Rupanya ibunya tidak menyadari kehadirannya.
“eomma, apa yang kau lakukan??” tanya soo ra.
Ibu soo ra terlonjak kaget. “soo ra ah, sejak kapan kau disini??” tanyanya sambil cepat2 menghapus air matanya dari pipi.
“kenapa eomma menangis??” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan sang ibu.
“aku tidak apa2. . .”
“jangan berbohong padaku eomma. . .”
Ibu soo ra menatap putrinya sejenak, kemudian menghela nafas pelan “duduklah. . .” katanya mengalah.
Soo ra duduk didepan ibunya dengan pelan tanpa bicara apapun.
Perlahan ibu soo ra menyodorkan sebuah foto pada soo ra. Soo ra menerimanya dan melihatnya. Foto seorang bayi. . .
“dia putra eomma yang pertama. . .” suara ibunya bergetar karna menahan tangis. Soo ra diam saja menatap foto itu, menunggu ibunya melanjutkan bicaranya.
“dia. . . lahir setahun sebelummu. . . kau tau, dulu sebelum eomma menikah dengan appamu, eomma menikah dengan seorang laki2 yang kaya. Eommanya tidak merestui pernikahan kami. . .” tatapan ibunya menerawang jauh seolah2 dirinya kembali kemasa itu.
“pernikahan kami hanya bertahan tiga tahun. . .eommanya mengira bahwa eomma tidak bisa memberikan keturunan. . . akhirnya kami bercerai. . .” air mata ibu soo ra menetes “itu masa2 yang sulit untuk eomma. . . dan saat itulah appamu datang kedalam kehidupan eomma. . .membentuk kembali kepingan2 hati eomma yang sudah hancur. . .
Hampir dua bulan setelah eomma bercerai, ternyata eomma hamil. . . akhirnya appamu menikahi eomma, ia lahir dengan selamat. . . putraku. . . saat itu kami sungguh bahagia, tapi itu tidak bertahan lama karena. . .karena. . .” ibu soo ra terisak pelan.
“beberapa hari setelah kelahirannya. . . eommanya datang kerumah sakit dan mengambil paksa putra ibu. . .ia membawanya pergi entah kemana. . . eomma benar2 shock dan depresi hingga akhirnya appamu membawa appa pindah keluar negri dan baru kembali kekorea setelah kau berusia tiga setengah tahun. . .
Eomma masih belum tau dimana ia sekarang. . . walaupun sepertinya appamu sudah mengira eomma bisa melupakannya, kenyataannya adalah lain. . . bagaimana eomma bisa melupakan anak yang keluar dari rahim eomma. . .”
Soo ra hanya menatap iba ibunya, kemudian perlahan ia memeluknya. . . “jangan sedih eomma. . . suatu saat nanti, eomma pasti bisa bertemu dengannya. . .”
“apakah menurutmu begitu??”
Soo ra melepaskan pelukannya dan mengangguk mantab “aku juga akan ikut mencarinya. . . mencari kakakku. . .”
“kau benar2 baik, eomma sayang padamu. . .”
“aku juga menyayangimu eomma. . . “ soo ra tersenyum lembut “lihat dia lucu sekali bukan. . .” kata soo ra sambil menatap foto itu.
“ya. . . dia benar2 tampan. . .”
“eomma. . . apa kau yang memberikan kalung ini padanya?? Sangat indah. . .”
“ya. . . itu satu2nya benda dari ibu yang sempat dibawanya. . .”
“kita pasti akan bertemu dengannya. . .”

“kau sudah pintar memainkannya. . .” jung soo tersenyum lembut menatap soo ra “kau sudah hafal nada2nya, hanya saja kadang kau ragu2 untuk memencet tuts2nya. . .”
“aku takut salah. . .” gumam soo ra pelan.
“jangan ragu. . . ikuti hatimu. . . karna melody itu, adalah alunan yang berasal dari dalam hati. . .jika kau mengikuti hatimu, tanganmu akan bergerak sendiri menekan tuts2 itu tanpa kau sadari. . .”
“benarkah??”
“coba saja. . .”
Soo ra tercenung menatap piano itu. . .”jung soo ssi. . . aku pernah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak punya impian. . .tapi sekarang sepertinya aku sudah punya. . .”
“benarkah?? Apa itu??”
“aku ingin menemukan kembali kakakku. . .”
“kakakmu??”
Soo ra menoleh, menatap pria itu sambil tersenyum “ya. . . kakakku. . .”
Kemudian iapun menceritakan tentang kakaknya.
“itu bagus. . .” komentar jung soo “aku senang kau punya impian. . .”
“terima kasih. . .”
“huwaaaa. . . sudah malam, aku lapar. . . ayo kita makan!!”
“mwo???”
“ayo kita makan, aku yang traktir!! Kajja!!” jung soo menarik tangan soo ra sebelum gadis itu sempat berbicara.

Jung soo memegang pintu rumahnya perlahan sambil menghela nafas. Kemudian pelan2 ia memutar pintu rumah. Ia masuk kedalam melepas sepatu kemudian menaiki tangga menuju kamarnya. Namun baru dua langkah ia menaiki tangga, seseorang memanggilnya dari bawah.
“park jung soo. . . dari mana saja kau??”
Jung soo terdiam sejenak kemudian berbalik kebelakang. “eomma. . .” desahnya pelan “kapan eomma datang??”
“tadi sore!! Dan begitu aku datang kemari, aku menerima setumpuk laporan tentangmu!!” kata ibu jung soo sambil menatap tajam. “sekarang jelaskan kepadaku, kenapa kau tidak pernah mau diantar jemput oleh sopir saat pergi kesekolah?? Dan kenapa kau tidak mengikuti program2 khusus yang sudah ibu jadwalkan untukmu?? Sebenarnya apa yang kau lakukan?? Apakah perlu kuingatkan kalau kau adalah satu2nya orang yang akan melanjutkan usaha ayahmu??”
“aku ingat. . .” jawab jung soo dingin.
“lalu kenapa kau selalu saja bertindak semaumu??” ibu jung soo mendesah “ini akibatnya kalau kau sudah terpengaruh oleh kakekmu!! Seharusnya kularang jun pyo agar tidak membiarkanmu bergaul dengan orang tua itu!!”
“orang tua itu kakekku!!” saut jung soo dingin.
“aku tidak perduli dia siapa, yang jelas aku tidak suka dengan sikapmu yang seperti ini!! Mulai besok, aku akan mengawasi jadwal kegiatanmu, dan memastikan kau mematuhinya!!”
“terserah eomma!!” jawab jung soo pendek sambil lalu.
Blaam. . .
Jung soo menutup pintu kamarnya kemudian melempar tasnya kesofa. Ia menjatuhkan dirinya diranjang sambil menghembuskan nafas keras2.
Hingga kini ia masih bingung dengan keluarganya. Satu2nya orang yang disayanginya adalah kakeknya. Ia orang yang lembut dan bijaksana. Sama sekali berbeda dengan neneknya. Nenek dan kakeknya sudah bercerai sejak ayahnya masih kecil. Dan beberapa bulan setelah neneknya meninggal, jung soo ditemukan dengan kakeknya oleh ayahnya. Ayahnya orang yang baik, namun ia jarang ada dirumah karna harus mengurus bisnisnya diluar negri. Tapi ia tidak menyukai ibunya yang selalu memaksakan kehendaknya.
Ibunya lebih sering pulang kekorea dibandingkan ayahnya, tapi itu sama sekali tidak ada gunanya untuk jung soo.
Hanya kakeknya lah yang menemaninya saat kedua orang tuanya diluar negri. Hampir setiap hari ia pergi ketoko kakeknya untuk menemani orang tua itu disana. Dan karna itulah ia mengenal piano hitam itu. . . sesuatu yang membuat hidupnya lebih berarti. Dan sekarang ia juga menemukan seorang gadis yang bisa diajaknya berbagi. . . karna hanya didepan gadis itu ia bisa menjadi dirinya sendiri.
Tiba2 jung soo beranjak dari tidurnya sambil tersenyum. Kemudian ia mengambil tasnya di sofa dan membukanya untuk mengambil sesuatu. Selembar foto dikeluarkannya dari dalam salah satu bukunya. Fotonya dengan gadis itu, han soo ra. . .
Tadi ia berhasil mengajak gadis itu untuk makan bersama dan bermain ice sketing. Dan ia merasa itu adalah hal yang benar2 indah setelah sejak kematian kakeknya tiga tahun yang lalu. Bahkan ia berhasil memaksa gadis itu untuk berfoto bersama dengan camera yang dibawanya kemana2.
Ponselnya bergetar diatas tempat tidur, tapi diabaikannya. Ia sudah tau siapa yang menelphone, pasti teman2nya yang mengajaknya keluar untuk bersenang2. Ia tidak suka anak2 disekolahnya, karna mereka memandang jung soo hanya karna statusnya.
Jung soo membuka2 lacinya dan menemukan sebuah figura dan memasang foto itu disana, kemudian diletakkannya diatas meja lampunya sambil memandang puas.

“soo ra ssi. . . bukumu terjatuh!!!” teriak seorang namja dari belakang soo ra.
Soo ra berbalik dengan terkejut dan mendapati kim jong woon yang sedang membungkuk sebuah buku dan selembar. . . foto??
Cepat2 soo ra menghampirinya saat namja itu menatap foto itu. aiiiiish. . . memalukan!!
“kamsahamnida jong woon ssi!!” ucapnya cepat sambil merebut buku beserta foto itu dan langsung melangkah pergi.
Soo ra meruntuk pelan. Kenapa buku ini bisa jatuh??! Ia memandang lagi foto itu, foto dirinya dengan jung soo. Laki2 itu tersenyum lebar dan begitu juga dengan soo ra. . . entah kenapa laki2 itu berhasil memaksanya tersenyum didepan kamera dan tanpa sadar ia tersenyum mengingat kejadian itu.
“yaak!! Soo ra ah, kenapa kau tersenyum sendiri??”
Soo ra mengerjap terkejut dan tangannya otomatis menyelipkan foto itu kedalam bukunya. “a. . .ani. . .” jawabnya tergelagap.
Eun joo mengerutkan alisnya “kau aneh!!”
“kau perlu sesuatu??” tanya soo ra mengalihkan pembicaraan.
“kau tau?? Kemarin adalah hari terbaik dalam hidupku!!!” jawab eun joo ceria.
“jinjja?? Waeyo??”
“aku benar2 tidak menyangka kalau ternyata bisa bertemu jong woon oppa ditaman kanak2 tempat kakakku mengajar. Dia bilang jong woon oppa sudah lama menjadi guru music untuk anak2 disitu!! Aigoooo…….. kenapa aku baru tau sekarang. . .
Tapi tidak apa2, karna kemarin aku bisa mengobrol dengannya disana, bahkan ia mengajariku bermain musik,,” cerita eun joo dengan riang.
Soo ra tersenyum mendengar celotehan itu “kau memang beruntung. . .” ucapnya tulus.

Soo ra berjalan pelan menuju halte bus. Ia baru saja keluar dari gerbang sekolah dan akan pulang. Tidak, ia tidak pulang, tapi ketempat biasa dimana ia bisa melihat jung soo, seorang namja yang sudah membawa warna dalam hatinya.
Saat ia akan berbelok, tiba2 saja ada seseorang yang hampir menabraknya.
“jung soo ssi??” ia terkejut setelah tau siapa namja itu.
“soo ra. . .” jung soo mengatur nafasnya yang tersegal2.
“itu dia!!!”
Jung soo menoleh kearah suara itu dan tanpa banyak lagi ia menarik tangan soo ra dan mengajaknya pergi dari tempat itu.
Setelah cukup jauh mereka berhenti didepan sebuah taman. Keduanya membungkuk memegangi lutut dengan nafas naik turun.
“ke. . .napa. . . aku. . . ha. . .rus. . .ikut. . .ber. . lari. . .??” tanya soo ra dengan nafas tersegal.
Jung soo meringis “mianhae. . .aku tidak sempat berfikir tadi!!”
“sebenarnya. . . mereka itu siapa?? Kenapa mengejarmu??” tanya soo ra saat mengingat empat orang berpakaian jas hitam rapi yang mengejar jung soo tadi.
“mereka. . .” jung soo menggantung kalimatnya. Tangannya menggaruk2 kepala seakan2 ragu untuk berbicara.
“jangan2. . . mereka penagih hutang ya??” mata soo ra membelak “jung soo ssi. . . kau dikejar2 penagih hutang???”
“aniyo!!!” saut jung soo.
“lalu siapa??”
“mereka. . .” tiba2 saja jung soo menarik soo ra merapat pada salah satu pohon besar dipinggir jalan. Ia mendekap gadis itu erat2.
Jantung soo ra terasa berhenti berdetak. Laki2 itu mendekapnya erat. Baru saja ia ingin membuka mulut, tapi jung soo sudah membekap mulutnya dengan tangan. Beberapa detik yang mencekam. Soo ra sendiri sepertinya tidak mendengar apa2 selain detak jantungnya yang berdebar keras. Apa laki2 itu bisa merasakannya?? Ia dapat mencium aroma jung soo yang wangi bercampur dengan keringat.
Jung hoo menghela nafas lega, membuat soo ra tersadar dari fikirannya. Kemudian jung soo melepaskan pelukkannya.
“akhirnya mereka pergi. . .” gumam jung soo.
“kim jung soo ssi, sepertinya kau harus menjelaskan sesuatu padaku!!” tegas soo ra sambil menatap tajam.

“sekarang kau sudah tau semuanya bukan. . .” kata jung soo diakhir ceritanya. “entah bagaimana pendapatmu tentangku, tapi kumohon, jangan menjauh dariku. . . karna hanya kau yang kumiliki sekarang. . .”
Soo ra hanya diam saja sambil memandang tuts2 piano itu. kemudian tangannya terangkat pelan menyentuh tuts2 itu dan memainkannya. Lagu buatan jung soo yang sudah melekat kuat dihatinya. . . ia memejamkan mata perlahan sambil tetap memainkan lagu2 itu.
Akhirnya ketika nada2 melody itu memelan dan berakhir, soo ra membuka matanya.
“bagaimana permainanku??” tanyanya.
“benar2 bagus. . . kau sudah menguasainya. . .”
“itu karna aku mengikuti hatiku. . . seperti yang kau bilang. . .” ia menoleh dan tersenyum lembut pada namja itu “bagaimana aku bisa menjauhimu jika kau sudah mengikatku dengan melody2mu??”
Jung soo mendesah lega “aku benar2 senang mendengarnya. . .”
“park jung soo ssi. . . terima kasih karna kau sudah mengisi hatiku dengan melody2mu. . .”
Jung soo tersenyum lembut “soo ra ah, apa kau tau kalau cinta itu sama dengan melody?? Keduanya. . . sama2 berasal dari dalam hati. . .”
Soo ra hanya terdiam memandangnya.
“jika aku bisa mengisi hatimu dengan melody2ku. . .” jung soo menggantung kalimatnya kemudian mendekatkan wajahnya “bisakah kau mengisi hatiku dengan cintamu??” bisiknya pelan.
Jantung soo ra berdetak sangat cepat “aku. . .akan mencobanya. . .” jawab soo ra pelan.
“itu saja sudah cukup untukku. . .” bisik jung soo kemudian mendekatkan wajahnya dan menyapu bibir gadis itu dengan amat sangat pelan. . .
Soo ra mematung beberapa saat. Tubuhnya membeku. Ia merasakan bibir lembut jung soo melumat bibirnya pelan. Rasanya. . . hangat dan manis. . . perlahan bibir soo ra bergerak membalas ciuman itu. . .

To be continue