Tags

, ,


Author : veahwa eunve
Title : heart of the black piano
Genre : sad romance
Cast :
– Park jung soo (leeteuk suju)
– han soo ra
– Kim jong woon (yesung suju)
– Kim eun joo


Part 3

Soo ra sedang berkutat dengan laptopnya disalah satu meja kantin yang paling sudut. Sesekali ia tersenyum. Apa ini yang rasanya bisa menyukai seseorang?? Dan fakta bahwa ia kini tidak sendiri lagi. . . tapi ada yang bisa diajaknya untuk berbagi. . .
Jari2 soo ra bergerak dengan cepat diatas keyboard, merangkai kata2 kehidupannya. Ia suka menulis, segala keluh kesah dan apa yang dirasakannya, pasti akan ditulisnya.
“boleh aku duduk disini??”
Soo ra menghentikan kegiatan mengetiknya dan mendongak keatas. Dilihatnya kim jong woon sedang menatapnya, menunggu jawaban.
“tentu. . .” jawab soo ra ramah.
Jong woon duduk dihadapan soo ra. “untukmu. . .” katanya sambil menyodorkan sebotol kaleng minuman soda.
“kamsahamnida. . .” ucapnya sambil menerima minuman itu.
“bagaimana kabar orang tuamu??”
Soo ra mengerutkan alis mendengar pertanyaan itu. “mereka baik. . .” jawabnya dengan bingung. Kenapa ia tiba2 menanyakan tentang orang tuanya?!
“kita sudah lama mengenal, tapi baru sekarang bisa mengobrol bersama. . .” namja itu tersenyum sambil menatap kaleng sodanya.
“ya. . . kau benar. . .”
Soo ra melirik sekitarnya. Dan benar saja, banyak mata2 yang memandangnya dengan diam2.
“sebenarnya aku ingin mengobrol banyak denganmu, tapi aku takut. . .”
Soo ra mengernyitkan alisnya “sekarang sudah tidak takut??” tanyanya.
“mungkin. . . sekarang kau tampak berbeda, jadi aku berani untuk menghampirimu!!”
Astaga. . .apakah ia benar2 berubah sekarang ini?? apakah terlihat sekali??
“benarkah??”
“ya. . .sekarang kau sudah lebih banyak tersenyum. . . dan. . . dan pandangan matamu. . . juga tidak sedingin dulu. . .” ucap jong woon takut2.
Soo ra tertawa pelan “benarkah??”
“bahkan kau bisa tertawa sekarang ini. . . dulu aku ragu apakah kau tau caranya untuk tertawa atau tidak. . .”
“aku tidak tau, tapi tiba2 saja tau, bagaimana menurutmu??”
“itu aneh. . .”
Soo ra mendesah pelan “yah. . .kau benar. . . itu aneh. . .”
“bu. . .bukan begitu maksudku. . .”
“aku tau!!” jawab soo ra sambil tersenyum.
“ternyata kau gadis yang menyenangkan juga, kupikir kau gadis yang angkuh dan dingin. . .”
“aku juga takut padamu, ah, bukan, lebih tepatnya aku takut dengan para fansmu!!”
“fans??” jong woon mengernyitkan alisnya.
“ayolaaah. . . jangan berpura2 kau tidak tau!!”
“apa??” tanyanya dengan kening mengkerut.
“kau tidak sadar kalau seluruh siswi disekolah ini di sekolah ini menyukaimu??”
Jong woon tersenyum lembut “kau salah. . . mereka semua baik kepadaku karna aku juga baik kepada mereka. . . mereka menyanyangiku, karna aku juga menyayangi mereka. . .jika kau menebarkan cinta kesekitarmu, maka kau juga akan menerima cinta dari sekitarmu. . .”
“pantas saja banyak gadis yang menyukaimu, ternyata kau memang. . .keren!!” bisik soo ra sambil tertawa kecil.
“termasuk kau??”
Soo ra menghentikan tawanya seketika, “tentu saja tidak. . .” gerutunya.
“ah aku lupa. . . kau sudah punya pacar. . .”
“aku tidak menyangka kita bisa mengobrol seperti ini. . . padahal sebelumnya kita berdua seperti orang asing. . .”
“itu karna dirimu!!” saut jong woon.
“kenapa harus aku??”
“tentu saja. . . kalau saja kau tidak membuatku takut, aku tidak akan terlambat!!”
“mwo?? Terlambat??”
“terlambat mengobrol denganmu!!”
“aku tidak mengerti. . .”
“lupakan. . .”
Hening. . . keduanya sama2 diam. Kemudian jong woon tertawa pelan.
“ternyata kau sepupu yang menyenangkan!!”
“kau juga. . .” jawab soo ra sambil tersenyum.

“ini bukumu yang kupinjam kemarin!!”
Soo ra yang tengah membereskan buku2nya mengernyikan alisnya heran mendengar suara ketus itu.
“ada apa denganmu??” tanya soo ra pada eun joo temannya itu.
“jangan berpura2 tidak tau!!” katanya ketus.
“apakah aku seharusnya tau??”
Eun joo diam sejenak. Ia menunggu semua anak2 keluar meninggalkan kelas mereka untuk pulang.
“tentu saja seharusnya kau tau!!” jawabnya setelah ruang kelas itu kosong.
“tentang apa??”
“tentang orang yang kau bilang tidak kau sukai, kim jong woon!!”
“aku memang tidak menyukainya,,”
“lalu kenapa kau mengobrol begitu akrab dengannya?? Kenapa kau tidak bilang kalau kalian saling kenal??”
“aku sudah mengenalnya sejak ia sekolah SD!! Dia sepupuku!!”
“mwo???” mata eun joo melebar “sepupu?? kenapa kau tidak bilang dari dulu???”
“kupikir itu tidak penting!!” jawab soo ra sambil berlalu.
“tidak penting?? Yaak!!! Han soo ra, tunggu aku!!!”

“bagaimana kau bisa kabur lagi??” tanya soo ra sambil mengangkat alis.
Namja itu tersenyum manis “kau tidak tau kalau namjachingumu ini sangat pintar??”
Soo ra mendengus pelan “berhentilah memuji diri sendiri park jung soo ssi!!”
“aiiiisssh. . . sampai kapan kau akan memanggilku begitu??” runtuk jung soo “kalau kau tidak mau memanggilku yeobo setidaknya panggil aku oppa!!”
“baiklaaaaah. . . oppa!! Kau puas??”
“kau sangat manis jjagiya!!” jawab jung soo sambil tersenyum puas melihat wajah cemberut didepannya itu.
“ayo cepat, mainkan sesuatu!!” pinta soo ra sambil menekan salah satu tuts piano didepannya itu.
“asal kau mau kencan denganku setelah ini tidak masalah!!”
Lagi2 soo ra mendengus “kenapa kau selalu minta sesuatu saat aku menyuruhmu bermain piano??”
“karna kau tidak akan mau menuruti permintaanku dengan sukarela!!”
“tentu saja!!”
“jadi. . . mau kencan denganku??” tanya jung soo sambil memposisikan kesepuluh jarinya diatas piano itu.
Soo ra mendesah pelan “baiklah. . .” jawabnya mengalah.

“aku pulaaang. . .” teriak soo ra sambil melepas sepatunya. Kemudian ia berjalan melewati ruang keluarga dan heran melihat ayahnya sudah pulang.
“soo ra ah, cepatlah kau ganti baju. . . kami ingin berbicara sesuatu denganmu!!” kata ibunya pelan.
Soo ra mengerutkan alisnya “ada apa??”
“ganti pakaianmu dulu. . .”
Tanpa banyak bicara soo ra naik kekamarnya dan mengganti pakaian. Kemudian ia turun lagi dan duduk didepan ayah dan ibunya.
“soo ra ah, ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan padamu!!”
Soo ra menatap kedua orang tuanya bergantian “eomma, appa. . . sebenarnya ada apa??”
“mmm. . . soo ra ah, mungkin kau akan sedikit terkejut mendengar kabar ini. . . tapi appa tidak bisa berbuat apa2. . . minggu depan. . . minggu depan, appa dipindahkan keprancis untuk mengurus cabang perusahaan yang ada disana. . .”
Soo ra terdiam mendengar hal itu. ia masih belum bisa mencerna apa kata2 ayahnya.
“jadi. . . sebelum itu. . . kita semua harus pindah kesana. . .” lanjut ayahnya.
“kami akan mengurus kepindahan sekolahmu. . .”
Soo ra menatap orang tuanya “eomma. . . appa. . . bisakah aku tinggal disini saja??”
“tidak soo ra. . .”ibu soo ra menggeleng pelan “kami tidak akan meninggalkan kau disini, kau satu2nya yang kami miliki, kau tau itu bukan??”
Soo ra terdiam sejenak “ya. . .”
Soo ra tidak bisa berfikir apapun. . . seminggu lagi ia harus pindah keprancis. Hanya itu yang terus berputar diotaknya. Ia benar2 tidak mengerti. Kenapa ini harus terjadi padanya?? Lalu . . . bagaimana dengan jung soo?? Bahkan pikirannya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

“apakah hari ini mendung??”
Soo ra mendongak dan menoleh kaget kesamping. Jong woon sepupunya itu, sudah berjalan disampingnya. Ia hanya tersenyum masam saat menyadari arti dari pertanyaan jong woon.
“oppa, apa kau tau kalau kami akan pindah keluar negri dalam waktu dekat ini??”
“ya. . . eomma yang memberitahuku. . . memintaku untuk ikut mengantarmu kebandara nanti. . .”
“tapi aku tidak ingin pergi. . .”
“aku juga tidak ingin kau pergi. . .”
Hening. . . keduanya tidak berbicara hingga mereka akhirnya harus berpisah karna jalan menuju kelas masing2 berbeda.
Apa yang harus dikatakannya kepada laki2 itu?? ia tetap harus bilang. . . apakah ia bisa menerima?? Apa ia bisa menunggu hingga soo ra kembali?? Apa ia. . .
Sepanjang pelajaran otak soo ra benar2 berhenti berfungsi. Hingga akhirnya bell pulang berbunyi.
“kau mau kuantar pulang??” tanya jong woon saat mereka ada dihalaman sekolah.
Soo ra menggeleng pelan “ani. . . aku ada urusan yang harus kuselesaikan. . . .”
“aku mengerti. . . hati2lah. . .araseo??!” jong woon mengacak2 rambut soo ra lembut.
“ne. . .” soo ra hanya bisa tersenyum setengah hati.
“baiklah aku pulang dulu. . . anyeong. . .”
“anyeong. . .”
Soo ra masih berdiri disitu menatap kepergian jong woon hingga ia menghilang dari pandangannya.
“han soo ra ssi!!”
Soo ra berbalik dan mendapati tiga orang gadis sedang melipat tangannya sambil menatapnya tajam.
“ya??” jawab soo ra malas.
Ketiga gadis itu menghampirinya “kau. . . berpacaran dengan jong woon oppa??”
“mwo??”
“jangan kau pikir kami tidak tau!!”
“tentu saja tidak! Kalian memang tidak tau!! Kami tidak berpacaran, dan dia itu_”
“jangan membohongi kami!!” bentak salah satu gadis itu memotong ucapan soo ra.
“aku tidak bohong!!”
“kau bohong!!” gadis berambut kriting itu mendorong soo ra hingga ia terhuyung kebelakang. Namun seseorang menahannya dari belakang.
“dia tidak bohong!!”
Semua gadis2 itu menatap terkejut begitu juga dengan soo ra.
“oppa. . .” ucap soo ra lirih saat melihat namja itu.
“dia tidak bohong. . . karna akulah namjachingunya!!”
“bagaimana kami bisa percaya??” tanya salah satu gadis itu.
“kau ingin aku menciumnya tepat dihadapan kalian?? Baik, akan kulakukan!!” dengan cepat jung soo meraih dagu soo ra dan melumat bibirnya pelan beberapa detik.
Semua yang melihatnya shock. Termasuk soo ra, ia masih mematung.
“kalian lihat, mulai sekarang jangan ganggu dia lagi!!” kemudian jung soo menoleh pada soo ra “ayo kita pergi. . .” ia menarik tangan soo ra dan soo ra mengikutinya dengan gamang.

Sampai mereka duduk didepan piano itupun tidak ada satupun yang berbicara. Mereka hanya diam membisu menatap tuts2 piano itu.
“siapa dia??” tanya jung soo memecah keheningan.
“siapa??”
“tentu saja namja yang disebut oleh gadis2 tadi!! Apa benar kau pacarnya??”
Soo ra menoleh terperangah “bukankah kau bilang aku tidak bohong tadi??”
“itu aku asal berbicara!!”
“jadi kau juga tidak percaya??” tanya soo ra kesal.
“aniiii. . . aku. . . aku hanya ingin tau. . .” jawabnya pelan seperti seorang anak kecil yang takut dimarahi ibunya.
Melihat itu soo ra menjadi iba “dia sepupuku. . .” jawabnya pelan.
“jjinja??”
“kau tidak percaya??” tanya soo ra kesal.
Jung soo tersenyum lembut sambil memegang wajah soo ra dengan kedua tangannya “tentu saja aku percaya. . . kalaupun itu benar, akan kulakukan apapun agar kau bisa menjadi milikku satu2nya!!” bisiknya pelan kemudian mendekat dan menyapu bibir soo ra, menciumnya.
Jantung soo ra berdetak cepat, bibir jung soo terasa lembut dan manis. Laki2 itu melumat bibirnya pelan. Kemudian soo ra-pun membalas ciuman itu. . . perlahan air matanya mengalir. . . kalau saja ada cara yang bisa membuatnya untuk tetap tinggal disini, ia berani memberikan apapun untuk jaminannya. . .
Akhirnya jung soo melepaskan bibir soo ra, “kenapa menangis. . .??” tanyanya pelan “apa aku sudah menyakitimu??”
Soo ra menggeleng pelan tapi kemudian terpaku saat melihat kalung rosario itu melingkar indah di leher jung soo. Tubuhnya terasa beku. Air matanya jatuh. Tanpa sempat berfikir, ia beranjak pergi meninggalkan jung soo ditempat itu. . .

To be continue. . .