Tags

, ,


Author : veahwa eunve
Title : heart of the black piano
Genre : sad romance
Cast :
– Park jung soo (leeteuk suju)
– han soo ra
– Kim jong woon (yesung suju)
– Kim eun joo

Part 5

Jung soo membiarkan air hujan itu mengguyurnya. Otaknya masih berfikir keras, berusaha mencerna kata2 gadis itu.
“karna kita. . . karna kita. . .dilahirkan pada rahim yang sama. . . .”
Apa maksudnya?? Rahim yang sama?? Apakah itu berarti ia. . .tidak. . . tidak mungkin!! Hanya ada satu penjelasan, ia harus bertanya langsung pada ibunya. Dengan cepat jung soo berlari pulang.
“oh, jung soo!! Akhirnya kau pulang!! Darimana saja kau?? Tadi kepala sekolah menelp__” kata2 ibu jung soo terputus saat jung soo tiba2 saja datang dan langsung memegang kedua bahu ibunya dan menatap tajam.
“katakan padaku apakah aku anakmu??” tanyanya dingin.
“te. . .tentu. . . saja. . .kau anakku. . .” jawab ibu jung soo tergelagap. Ia benar2 takut saat ini, jung soo tidak terlihat seperti biasanya.
Jung soo menggeleng pelan “kau bukan ibuku. . . kau bukan ibu kandungku. . . benarkan??”
Ibu jung soo tersentak kaget “ba. . . baga. . .bagaimana kau ta. . . tau. . .”
“jadi itu benar??”
Ibu jung soo tidak bisa menjawab.
“JADI ITU BENAR???” bentak jung soo.
Ibu jung soo langsung mengangguk2 dengan ketakutan.
Jawaban itu sudah cukup membuat jung soo mundur terhuyung kebelakang. Ia menabrak meja dan menjatuhkan vas bunga dan tataan gelas yang ada dimeja itu.
“tidak. . . tidak. . . itu tidak mungkin. . .” bisiknya lirih sambil menggeleng pelan “ITU TIDAK MUNGKIIIIN!!!” teriaknya kemudian berlari pergi.
Ia berlari menembus hujan. Berlari secepat2nya. Berlari hingga ia tak sanggup. Semua bayangan2 itu kembali muncul dalam fikirannya.

”jung soo ssi. . . aku pernah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak punya impian. . .tapi sekarang sepertinya aku sudah punya. . .”
“benarkah?? Apa itu??”
“aku ingin menemukan kembali kakakku. . .”
“kakakmu??”
“ya. . . kakakku. . .”

“aku. . . aku. . .aku tidak bisa mencintaimu oppa. . . tidak. . .bukan tidak bisa. . . tapi aku tidak boleh mencintaimu. . .”
“apa??”
“aku. . .aku tidak boleh mencintaimu. . . kakak. . .”
“apa maksudmu???”
“karna kita. . . karna kita. . .dilahirkan pada rahim yang sama. . . .”

“katakan padaku apakah aku anakmu??”
“te. . .tentu. . . saja. . .kau anakku. . .”
“kau bukan ibuku. . . kau bukan ibu kandungku. . . benarkan??”
“ba. . . baga. . .bagaimana kau ta. . . tau. . .”
“aaaaaaaarrrggghhh…………” jung soo berteriak sekuat2nya. Ia terus berlari, jadi ini yang membuat gadis itu menjauh darinya?? Kenyataan yang benar2 menyakitkan. . . kenapa harus ia?? Kenapa??
“aaaaaaaarrrrrgghhh………” lagi2 jung soo berteriak. Berharap rasa sakit yang dirasakannya hilang. Namun sejauh apa ia berlari, sederas apa hujan yang mengguyurnya, tetap tidak bisa membuat rasa itu hilang, karna rasa bukan difisik, tapi dihati. . .
Jung soo benar2 hilang arah. Ia terus berlari tanpa memperdulikan sekelilingnya. Hingga akhirnya. . .
BRAAAK. . .
Mobil itu menghantam tubuhnya tanpa sempat direm. Ia terpelanting jauh dan darah mengalir dari kepalanya. Tiba2 semuanya menjadi gelap. . .

“dia sedang tidur sekarang ini. . .” kata ibu soo ra pada jong woon dan eun joo saat mereka kesana setelah selesai sekolah, “aku tidak tau kalau kepindahan ini membuatnya begitu sedih. . .”
“mwo?? Bibi bilang pindah??” tanya eun joo heran.
“ya, soo ra tidak bilang padamu kalau kami akan pindah keprancis dua atau tiga hari lagi??”
Eun joo menggeleng pelan “ia tidak bercerita apapun, kondisinya benar2 buruk sejak hari selasa lalu. . .”
“ya, sejak ia menerima berita kepindahan itu, ia menjadi seperti itu. . . aku tidak ingin begini, tapi kami tidak bisa berbuat apa2. . .”
“bibi. . . bagaimana kalau soo ra tinggal bersamaku saja?? Eomma dan appa pasti tidak keberatan. . .” usul jong woon.
Ibu soo ra menggeleng pelan “tidak woon ah. . . soo rin putriku satu2nya. . . aku tidak akan meninggalkannya,, untuk sekarang ini biarlah ia tidak pergi sekolah saja. . . sebentar lagi dia juga akan pindah. . .”
“sepertinya itu lebih baik . . .” gumam jong woon.

“kenapa soo ra tidak pernah bilang apa2 padaku??” gumam eun joo saat mereka pulang dari rumah soo ra.
“aku juga tidak akan tau kalau eommaku tidak memberitahuku. . .” saut jong woon “dia gadis yang tertutup. . . “
“kau akrab dengannya oppa??”
Jong woon menggeleng pelan “aku baru berbicara banyak dengannya minggu lalu, ia sepertinya sudah berubah saat itu. tidak dingin seperti dulu. . .”
“mmm. . . dia memang gadis yang sulit ditebak. . .”
“ayo kuantar kau pulang!!”
“mwo?? Kau mau mengantarku??” eun joo mengerjap kaget.
“ne, waeyo??”
“apakah aku bermimpi. . .” gumam eun joo sambil memegang wajahnya.
Jong woon tertawa kecil “memangnya kenapa?? Kau tidak mau??”
“ah ani!! Tentu saja mau. . .” jawab eun joo cepat “diantar orang sepertimu itu kesempatan langka!!”
“jjinja??”
“ne, sepertinya ini hari keberuntunganku. . .”
Jong woon masih tertawa sambil mengacak2 rambut eun joo lembut “ayo. . .”

“ah, aku pasti akan merindukanmu. . .” gumam jong woon.
Saat itu mereka sedang duduk disebuah bangku dibandara. Ya, ini adalah hari keberangkatan soo ra menuju paris.
“aku juga oppa. . .”
“jangan lupa menghubungiku begitu sampai disana!!”
“ne. . .”
“soo ra, ayo sudah waktunya. . .”
Soo ra beranjak pelan dari duduknya “aku pergi dulu oppa. . .”
“ne, hati2lah. . .” jong woon membelai kepala soo ra lembut.
“soo ra ah!!” eun joo terlihat sedang berlari2 menghampiri mereka “maaf aku terlambat. . .” katanya begitu tiba disana.
“eun joo ya, terima kasih sudah mau mengantarku. .. “
Eun joo tersenyum kemudian memeluk soo ra “jangan lupakan aku. . .”
“tentu saja tidak. . .”
“jaga dirimu,,” eun joo melepaskan pelukannya.
Soo ra tersenyum lemah “aku pergi dulu. . . sampai jumpa. . .” pamitnya pelan kemudian berjalan menghampiri kedua orang tuanya. Ia sempat menoleh pada sepupu dan temannya itu, kemudian ia menghela nafas pelan dan mengikuti orang tuanya, meninggalkan korea. . . meninggalkan semuanya. . . .

Aku tak tau apa yang akan terjadi dalam hidupku pada detik selanjutnya. . . dan betapa ajaibnya takdir. . . ia bisa mengubah hidupku dalam waktu singkat. . . semula yang terasa hampa. . . kini sudah terisi penuh dengan melody2 dan cinta. . .
Begitu saja datang tanpa pernah kuduga. . . rasanya. . . nyaman. . . memiliki seseorang untuk berbagi rasa. . . dengan kehadirannya saja sudah cukup. . .
Kalau boleh tuhan, biarkanlah dia selalu ada untukku, maka aku tidak akan butuh apa2 lagi. . . karna aku sadar akan satu hal, park jung soo. . .aku mencintainya. . .

Kata2 itu adalah kata2 yang terakhir ditulis soo ra pada laptopnya yang sekarang tergeletak diatas tempat tidur dirumahnya yang sekarang kosong. Sementara itu disebuah rumah sakit, seorang namja sedang berjuang melawan hidup dan mati untuk melupakan semuanya. . . semua kenyataan yang ada. . .

<>

~Auntumn in paris~

Soo ra memulai hidup barunya diparis sejak hari itu. kenyataan yang dialaminya, membuatnya menjadi seorang gadis yang dingin, pendiam dan tertutup. Ia masih sering bermimpi buruk dalam tidurnya. Kadang2 ia menangis tanpa sadar saat ia tidur, dan tiba2 saja terbangun kemudian terisak. kalau sudah begitu, kepalanya sering sekali terasa sakit hingga membuatnya pingsan. dan itu sudah dialaminya selama empat tahun ini.
Hari ini, ia sedang duduk taman kampusnya. Ditangannya terdapat selembar pengumuman pelajar korea yang ingin meneruskan kuliahnya dikorea, akan diadakan pertukaran pelajar. Soo ra termenung memikirkan itu. selama ini ia hanya diam saja, mengubur semua kenyataan yang ada.
Bahkan ia tidak bilang pada ibunya. Tidak, ia belum sanggup mengatakannya. Hal itu masih terasa menyakitkan. Nanti, jika ia sudah mampu memandang jung soo tanpa rasa itu, mungkin ia akan memberi tau ibunya.
namun rasa itu tetap ada hingga kini. . . menggerogoti hatinya pelan2. . . sakit. . . benar2 sakit. . .namun ada yang harus diselesaikan. . . ada yang harus dilepasnya. . . dan hal itu ada dikorea. . .
akhirnya ketika ia mengambil keputusan, kedua orang tuanya setuju. Bukan hanya karna sekarang ia sudah mempunyai seorang adik perempuan yang masih kecil, tapi juga karna ia sudah dewasa. Lagipula dikorea ia akan tinggal dirumah jong woon. Dan jadilah ia kembali kekorea, ketempat dimana kebahagiaannya direnggut, ketempat gelap yang membuatnya tersandung dan terjatuh. . . ketempat dimana ia harus melepasnya. . .

~auntumn in korea~

Seorang gadis terlihat sedang berlari2 menghampiri seorang namja “mianhae oppa, aku terlambat!!” ucap gadis itu sambil mengatur nafasnya yang naik turun.
“kau ini, selalu saja terlambat!!”
“aku kan sudah meminta maaf,,” eun joo mengerucutkan bibirnya.
“baiklah baiklah, kau dimaafkan kalau mau mentraktirku es cream!!”
“andwae!!” gadis itu menggeleng “kau masih berhutang es cream padaku, jadi kita impas!!”
“daya ingatmu bagus sekali. . .” runtuk jung soo.
“tentu saja!! Ayo cepat, kalau tidak kita akan terlambat!!”
“ini semua gara2 kau!!” jung soo berdecak kesal.
“aku masih ada perlu tadi dengan jong woon oppa, aku kan sudah minta maaf!!”
“perlu apa??! Kau kan hanya mau memberikan bekal makan siang untuknya!! Kenapa aku tidak dibuatkan juga??” tanya jung soo kesal.
“sudahlah ayo kita pergi. . .kenapa kau cerewet sekali!!” eun joo menarik tangan jung soo pergi dengan wajah memerah.

“soo ra ah!!!”
Seorang gadis berbalik dan melihat seorang namja sedang menghampirinya. Senyum tipis menghiasi bibirnya “lama tidak bertemu oppa. . .” sapanya.
Jong woon meraih soo ra dan memeluknya erat “selamat datang kembali. . .”
“gomawo. . .”
“kenapa kau tidak bilang sebelumnya kepadaku??” tanya jong woon sambil melepaskan pelukannya “aku langsung pergi dari kampus begitu kau menelphoneku!!”
“mianhae. . . aku ingin membuat kejutan untukmu. . .”
“ya, kau lihat sendiri, aku memang sangat terkejut!!” saut jong woon sambil tersenyum “ayo, eomma pasti senang melihatmu!!” ajak jong woon sambil menarik koper gadis itu keluar dari bandara.

“ini kamarmu. . .dan disebelah adalah kamarku. . .” jelas jong woon sambil meletakkan koper soo ra.
“gomawo oppa. . .”
“kapan kau akan mulai masuk kekampus??”
“lusa. . .”
“jangan khawatir, ada aku!! Aku yang akan menemanimu nanti,, eun joo temanmu dulu juga satu kampus denganku, bukankah kalian setingkat??”
“jjinja?? Ah, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya. . .”
“dia pasti senang melihatmu. . .” jawab jong woon sambil tersenyum lembut “kau mau jalan2 keluar?? Ayo, kutemani!!”
Soo ra mengikuti langkah jong woon. Namun tiba2 langkahnya terhenti saat melihat sebuah piano hitam disudut ruang tengah keluarga itu.
“oppa. . . kau punya piano??” tanya soo ra sambil memandang benda itu.
Jong woon berbalik dan menatap soo ra “ne. . . tidak lama setelah kau pindah keprancis, appa membelinya dari temannya. . .”
Soo ra menghampiri benda itu dan menyentuh penutupnya. Tubuhnya membeku saat melihat itu. Melody. . . tulisan emas itu, masih sama seperti terakhir kali soo ra melihatnya. Kemudian dibukanya penutup itu perlahan. Dipencetnya salah satu tutsnya. Suaranyapun masih sama.
Tanpa sadar, ia duduk dikursi itu dan jari2nya bergerak memainkan melody itu. . . melody yang hingga kini masih mengisi hatinya. Sudah lama sekali, namun melody itu masih melekat kuat diingatannya. Melody itu mengalun indah bersama bayangan masa lalunya yang muncul satu per satu. . .

“ini adalah lagu buatanku. . . bagaimana menurutmu??”
“benar2 indah. . .”
“kau mau memainkannya??”
“ta. . . tapi aku tidak bisa. . .bermain piano. . .”
“akan kuajarkan. . .nah, namaku park jung soo, dan kau??”
“han soo ra. . .”
“baiklah, mulai hari ini, aku resmi menjadi guru pianomu han soo ra ssi. . .”

“jangan ragu. . . ikuti hatimu. . . karna melody itu, adalah alunan yang berasal dari dalam hati. . .jika kau mengikuti hatimu, tanganmu akan bergerak sendiri menekan tuts2 itu tanpa kau sadari. . .”
“benarkah??”
“coba saja. . .”

“bagaimana permainanku??”
“benar2 bagus. . . kau sudah menguasainya. . .”
“itu karna aku mengikuti hatiku. . . seperti yang kau bilang. . .jadi bagaimana aku bisa menjauhimu jika kau sudah mengikatku dengan melody2mu??”
“aku benar2 senang mendengarnya. . .”
“park jung soo ssi. . . terima kasih karna kau sudah mengisi hatiku dengan melody2mu. . .”
“soo ra ah, apa kau tau kalau cinta itu sama dengan melody?? Keduanya. . . sama2 berasal dari dalam hati. . .jika aku bisa mengisi hatimu dengan melody2ku. . .bisakah kau mengisi hatiku dengan cintamu??”

“siapa dia??”
“dia sepupuku. . .”
“jjinja??”
“kau tidak percaya??”
“tentu saja aku percaya. . . kalaupun itu benar, akan kulakukan apapun agar kau bisa menjadi milikku satu2nya!!”

Soo ra terisak pelan. Ia sudah tidak sanggup untuk menekan tuts2 itu lagi. Rasanya…seperti ada lubang yang menganga lagi dihatinya, kemudian mulai mengeluarkan darah.
“ada apa denganmu??” tanya jong woon lembut sambil berlutut dihadapan soo ra. Diusapnya air mata itu. “kenapa keadaanmu masih sama seperti dulu. . .??”
“ba. . . bagaimana aku bisa berubah oppa. . . kenyataan sudah terlanjur menyakitiku. . .” isaknya pelan.
“soo ra ah, bila memang benar2 menyakitkan. . . lepaskanlah. . .”
“apakah itu bisa. . .??”
“sepertinya sudah saatnya kau menceritakan semuanya padaku. . .”

Akhirnya, ditaman itulah mereka duduk. Hening. . . keduanya sama2 diam. Soo ra sudah menceritakan semuanya. Walaupun dengan bahasa yang kacau dan isakan tangis, jong woon dapat mengerti.
“jadi. . . bibi han belum tau hal ini??” tanya jong woon pelan.
Soo ra menggeleng pelan “aku tidak sanggup oppa. . . aku tidak sanggup mengatakan kalau dia. . . dia. . . bahkan menyebut namanyapun aku tidak sanggup. . .”
“aku mengerti. . .” saut jong woon lembut “tapi aku yakin kau pasti bisa. . . karna aku percaya, kau gadis yang kuat. . .”
“benarkah. . .?? apa aku sekuat itu. . .??”

Sekali lagi, soo ra melihat toko music itu. ditatapnya agak lama, kemudian ia memantapkan hatinya untuk masuk kedalamnya. Ya. . . ditempat inilah ia akan melepaskan semuanya. . .
Ditatapnya ruangan yang kini kosong itu. . . dulu, ditengah2 ruangan itu ada sebuah piano hitam. Namun sekarang, piano itu ada dirumah jong woon. . .
Bagaimana itu bisa terjadi. . .?? apa ia menjualnya?? Sepertinya itu tidak mungkin. . .
Soo ra duduk dilantainya sambil memeluk kedua lututnya.
“mianhae oppa. . .” bisiknya lirih “kalau aku bilang bahwa aku tidak sanggup mengubah takdir apa kau mengerti. . .?? mulai kini, aku harus menghapus semua rasa tentangmu. . . suatu saat jika kita bertemu lagi. . . kuharap kau dapat memandangku tanpa rasa itu. . . karna mulai sekarang kita harus melepaskan semuanya. . . “
Soo ra beranjak dari duduknya dan menghela nafas pelan. Kemudian ia melangkah keluar. Sampai diambang pintu, ia menoleh lagi kedalam ruangan itu. “selamat tinggal oppa. . . selamat tinggal namjachinguku. . . terima kasih atas melody2 dan cinta yang kau berikan kepadaku. . . selamat tinggal. . .” air mata soo ra menetes, kemudian iapun keluar dari toko itu. kepalanya terasa sakit, benar2 sakit. . .namun jauh didalam hatinya, jauh lebih sakit. . .

To be continue. . .