Tags

, ,


Author : veahwa eunve
Title : heart of the black piano
Genre : sad romance
Cast :
– Park jung soo (leeteuk suju)
– han soo ra
– Kim jong woon (yesung suju)
– Kim eun joo


Part 6

“bagaimana kelasmu??” tanya jong woon. Ini hari pertama soo ra mulai kuliah dikorea.
“semuanya baik2 saja. . . suasana disini lebih nyaman daripada disana. . .”
“jjinja?? Bagus kalau begitu. . .”
“mm. . . aku ingin mencari eun joo setelah ini, kau bilang dia ada dijurusan arsitek bukan??”
“ne, maaf aku tidak bisa menemanimu, sebentar lagi aku ada kelas. . .”
“tidak apa2 oppa, pergilah. . .”
“mm. . . nanti kita pulang sama2!!”
“ne,”
Soo ra menatap kepergian jong woon sejenak kemudian berbalik dan melangkah menuju tempat eun joo. Ia berjalan pelan melewati koridor yang lumayan sepi.
“park jung soo ssi!!!”
Soo ra membeku mendengar nama itu dipanggil. Ia berbalik kebelakang dan mendapati seorang namja yang sedang melambaikan tangannya kepada namja yang memanggilnya tadi.
“ada apa??” tanyanya pada namja itu.
Sepertinya mereka sedang membicarakan tentang tugas kuliah. Mata soo ra tidak berkedip menatapnya. Ia sudah berubah sekarang. . . sudah lebih tinggi. . . rambutnya masih sama panjang, tapi dicat pirang. . . wajahnya jauh lebih manis. . . dan kalung itu, masih tetap melingkar dilehernya. Tiba2 saja soo ra tangan soo ra menekan dadanya, terasa sakit. . .
Namja itu memberikan beberapa lembar kertas kemudian berjalan pergi. Sedangkan jung soo menggulung kertas itu dan memasukkannya kedalam tas dan berjalan lagi, kearah soo ra??
Soo ra merasa jantungnya melambat. Masih ditatapnya namja itu, namun tubuhnya membeku saat jung soo melewatinya begitu saja. Dengan cepat ia berbalik.
“oppa. . .” panggilnya lirih.
Jung soo menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap soo ra dengan bingung. Matanya menatap sekelilingnya memastikan kalau dirinyalah yang dipanggil.
Air mata soo ra menetes begitu saja tanpa ia sadari. Jung soo menghampirinya dengan wajah bingung.
“kau memanggilku??” tanyanya bingung.
Tiba2 saja soo ra memeluknya erat. Rindu. . . ia benar2 merindukan namja itu. . . walaupun hatinya terasa berdenyut2 perih.
“yaak. . . apa yang kau lakukan??” tanya jung soo kaget.
“ini aku. . .” bisik soo ra pelan, kemudian ia melepaskan pelukannya dan menatap namja itu “maafkan aku. . .”
“ma. . .maaf. . .” ucap jung soo pelan “tapi. . . apakah kita saling kenal??”
Soo ra menatap terkejut “kau. . . tidak mengenaliku. . .??” tanyanya lirih dengan tatapan tidak percaya.
“maaf. . . aku benar2 lupa. . .”
“aku han soo ra oppa. . .”
“han soo ra. . .” jung soo mengerutkan alisnya “sepertinya aku pernah dengar. . . ah iya, kau han soo ra temannya kim eun joo itu bukan?? Tapi eun joo bilang temannya itu ada diparis. . .”
“ya, benar. . . aku temannya eun joo. . .baru datang dari paris kemarin. . . tapi bukan itu oppa. . . apa kau benar2 sudah melupakanku?? Melupakan tentangku??” tanya soo ra lirih hampir tidak terdengar.
“maafkan aku. . . kata orang tuaku dulu aku pernah mengalami kecelakaan, dan sejak itu aku tidak ingat masa laluku. . .apa dulu kita saling kenal??”
Air mata soo ra jatuh. Ia menatap jung soo dengan pandangan tidak percaya “kau. . .lupa segala2nya. . .??” bisiknya lirih. Soo ra menggeleng pelan kemudian menutup mulutnya dengan sebelah tangan dan berbalik, berlari pergi. . . meninggalkan jung soo yang masih bingung.

Air itu menetes lagi. . . ya, selalu saja begitu. . . entah sudah berapa banyak air mata yang dikeluarkannya, soo ra tidak tau. Fakta bahwa jung soo tidak ingat apapun tentangnya begitu sangat menyakitkan. Tidak. . . soo ra menggeleng pelan. Ini yang terbaik. . . ia mendengar hati kecilnya berkata. Biarlah jung soo tidak ingat apapun tentangnya. . . biarlah jung soo tidak ingat apapun tentang kenyataannya. . . biarlah ia tidak ingat. . .
Soo ra menghela nafas pelan dan menghapus air matanya. Dadanya masih terasa sakit. ia membutuhkan udara lebih banyak ditempat tak terbatas itu. otaknya mencoba berfikir jernih. Ia bisa menganggap semua masa lalunya itu sebagai mimpi panjang, karna saat ini, hanya ia yang tau kenyataan yang sesungguhnya.
Ia bisa melupakan masa lalunya, ia bisa melupakan kenyataan itu, namun, apa ia bisa melupakan rasa yang ada dihatinya itu?? tidak, tidak. . . bukan melupakan tapi menghilangkan. Apa ia sanggup?? Ia tak tau. . . karna hingga kini, ia masih berharap semua itu tidak benar. . .
Biarlah. . . biarlah rasa sakit ini ditanggungnya sendiri. . . melihat bahwa jung soo bisa kembali seperti dulu lagi, sudah cukup untuknya. Dan kalaupun saat ini jung soo hidup dalam mimpinya, ia tidak akan pernah membangunkannya dari kenyataan yang ada.
Tiba2 saja kepalanya terasa sakit. benar2 sakit. ia memegang kepalanya erat. Samar2 didengarnya ponselnya berbunyi.
“yeobseo. . .??” jawabnya sambil menahan sakit “oppa. . . aku ditaman belakang kam__” kata2 soo ra terputus karna tiba2 saja semuanya berubah menjadi gelap. . .

“yaak eun jo ah!!!” teriak jung soo tepat dihadapan gadis itu.
Eun joo terlonjak kaget kemudian mengerucutkan bibirnya “kenapa kau berteriak didepanku??” gerutunya.
“kenapa kau menatapku terus??” tanya jung soo “jangan jangan. . . . kau menyukaiku ya??”
Eun joo mendengus keras “bermimpilaaah. . .!! aku hanya mencintai jong woon oppa!!”
Gantian jung soo yang mengerucutkan bibirnya “terlihat sangat jelas!!”
“oppa. . .”
“mm??”
“apa sebelumnya kita pernah bertemu??” tanya eun joo pelan.
“aaaiiiissshh. . . . kau ini bicara apa?? Tentu saja kita pernah bertemu!! Satu setengah jam yang lalu kita bertemu dikoridor, kemarin juga kita bertemu, kemarin kemarinya lagi kita juga bertemu, aku sampai bosan melihatmu. Aku heran, kita hanya satu club melukis tapi kau sering sekali berkeliaran didekatku!!”
“bukan itu maksudku. . .” kata eun joo sambil cemberut “sebelum kita bertemu di kampus ini sepertinya aku pernah melihatmu. . . tapi aku lupa. . . jong woon oppa juga pernah bilang padaku kalau wajahmu sepertinya tidak asing!!”
“hmm. . .mungkin saja dulu aku orang yang terkenal. . .” jung soo terkekeh.
“kau ini, selalu saja memuji diri sendiri!!” runtuk eun joo.
“sudahlah, lebih baik kau selesaikan lukisanmu!!”
“aku sudah selesai!!”
“mwo?? Kenapa cepat sekali?? Aiiissh. . .” runtuk jung soo “aku heran, kata eomma aku suka melukis, tapi kenapa aku tidak bisa melukis ya??” gumamnya pelan.
“memangnya apa yang kau sukai??”
“hmm. . . entahlah. . . tapi saat aku melihat alat2 musik, terutama piano. . . aku ingin sekali memainkannya. . . tapi sudah pasti aku tidak bisa!!” jung soo tersenyum lemah “eomma bilang dulu aku suka sekali menggambar, karna itu aku masuk club melukis, ia ingin aku menjadi seorang arsitek!!”
“mm. . . oppa. . . kau bilang dulu kau pernah mengalami kecelakaan, kenapa bisa??”
Jung soo terdiam sejenak sambil memandang lapangan basket universitas mereka “entahlah. . . sejak kecelakaan itu aku tidak ingat apapun kejadian sebelumnya. eommaku bilang saat itu aku kabur dari sekolah karna bertengkar dengan teman2ku, kemudian aku mengalami kecelakaan saat pulang kerumah!! Teman2ku juga bilang begitu. . . aku pergi begitu saja setelah aku marah pada mereka, bahkan kata mereka aku sempat membanting ponselku. . .tapi mereka tidak tau kenapa aku marah2. . . sampai sekarang hal itulah yang ingin kuketahui. . .”
“apa kecelakaan itu begitu parah??”
“eomma bilang aku sempat koma dua minggu dan baru sadar setelah hampir sebulan. . .karna itu aku harus mengulang lagi pelajaranku dan jadi seangkatan denganmu, asal kau tau, sebenarnya aku ini ada ditingkat atasmu!!”
“ne, ne. . . kau sudah mengatakan itu ribuan kali!!”
“ah, aku baru ingat, kemarin ada seorang gadis menemuiku. . . dia bilang dia adalah temanmu!!”
“temanku??”
“ne, kalau tidak salah dia temanmu yang dari paris. . . siapa namanya. . .han. . .han. . .”
“han soo ra??”
“ah, benar, han soo ra!! Dia gadis yang aneh. . .”
“mwo?? Jangan bercanda denganku oppa!! mana mungkin soo ra disini?! Jong woon oppa tidak mengatakan apapun padaku!!”
“apa hubungannya dengan jong woon??”
“dia itu sepupunya jong woon oppa!!”
“aku tidak bohong!! Tanya saja dia kalau tidak percaya!!”
Eun joo mengambil ponselnya kemudian beranjak dari duduknya dan menjauh dari jung soo.
“kenapa dia harus selalu menjauh saat menelphone laki2 itu?!” gerutu jung soo kesal.

“ah oppa??” sapa eun joo begitu jong woon menjawab telphonenya. “kau ada dimana sekarang?? . . .oh begitu, . . .ani. . . aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu, apa soo ra pulang kekorea??. . . jjinja?? Kenapa kau tidak memberitahuku?? . . . kejutan?? . . .ah ne, ne, aku akan mencarinya sekarang!! Anyeong!”
Eun joo menutup ponselnya kemudian berlari kearah jung soo dan mengambil gambarnya “oppa, kau pulang sendiri saja nanti, aku ada urusan!!”
“mau kencan dengan laki2 itu??” tanya jung soo.
“apa2an kau ini, sudahlah teruskan saja lukisanmu!!” dengan cepat eun joo membereskan peralatannya dan pergi meninggalkan jung soo.

“yaak han soo ra!!!”
soo ra menoleh dan mendapati seorang gadis sedang berlari2 menuju kearahnya “eun joo ah??”
“akhirnya kita bisa bertemu!!” katanya dengan nafas tersegal “ah, aku sangat merindukanmu!!” eun joo memeluk tubuh soo ra sebentar.
“aku juga. . .” balas soo ra.
“kemarin aku mencarimu, tapi kau sudah meninggalkan kampus!! Kenapa tidak memberitahuku kalau kau ada dikorea?? Sampai2 jung soo oppa yang mengatakannya kepadaku!!”
“kau mengenalnya??” tanya soo ra dengan terkejut. Ia baru ingat sekarang kalau kemarin jung soo sempat menyebut nama eun joo, tapi saat itu fikirannya sedang kacau!!
“tentu saja, dia temanku sejak aku masuk universitas ini, dan kami sama2 diklub melukis!! Tunggu dulu. . . bagaimana dia mengenalmu?? Apa kau juga mengenalnya??”
Tubuh soo ra membeku. Apa yang harus ia katakan. Apa??
“a. . .aku. . . kami. . . tidak sengaja bertemu, aku menanyakannmu, dan kebetulan ia mengenalmu!!” jawab soo ra berbohong, ia tidak sempat memikirkan alasan lain.
“oh begitu. . .” saut eun joo paham “ah, bagaimana kabarmu??” tanyanya riang.
“aku baik. . .” jawab soo ra pelan.
“sekarang kau tinggal dimana??”
“aku ada dirumah jong woon oppa. . .”
“ah, itu bagus!! Ada banyak hal yang harus kau ceritakan kepadaku, nanti selesai kuliah aku akan mampir kerumah jong woon oppa!!”
“hmm benarkah?? Kau ingin mendengar ceritaku atau ingin bertemu dengan oppa??” goda soo ra, ia sudah bisa menguasai keadaannya.
“hmmm. . . dua-duanya!!” jawab eun joo sambil tertawa kecil.
“yaaak eun joo ah!!!”
Soo ra membeku mendengar suara itu. ia mengenalnya. . . ia mengenal suara ini,
“jung soo oppa!!” sapa eun joo ceria.
Belum sempat soo ra memikirkan apa yang harus dilakukannya, namja itu sudah ada dihadapannya.
“kenapa kau datang sekarang?? Tidak biasanya. . .” kata eun joo.
“memangnya tidak boleh? Ini bukan kampusmu, jadi aku bebas datang kapan saja!!”
“baiklah baiklah. . .”
“oh, kau yang kemarin kan??”
Soo ra tersentak kaget saat menyadari jung soo sedang berbicara kepadanya. Rasa sakit itu kembali berdenyut didadanya. Soo ra menahan sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh. Ia mengangguk perlahan.
“ah, kebetulan, aku mau tanya kepadamu, kenapa kemarin kau tiba ti__”
“aku salah orang, maaf. . .” potong soo ra cepat. Ia tidak ingin eun joo tau hal itu. ia tidak ingin orang lain tau.
“apa??” tanya eun joo bingung.
“ani. . .” jawab soo ra langsung kemudian menatap jung soo.
Sepertinya laki2 itu memahami arti tatapannya “bukan urusanmu nona cerewet!!” saut jung soo pelan sambil mengacak2 rambut eun joo.
Ya tuhan, kenapa mereka begitu akrab?? Luka yang semula berdenyut perih didada soo ra kini mulai berdarah lagi. Kenapa ia masih saja tidak bisa menghilangkan rasa yang ada dihatinya??
“yaak oppa, hentikan!!!” gerutu eun joo sambil merapikan rambutnya. “ah, jong woon oppa!!” teriak eun joo tiba2.
Soo ra dan jung soo sontak melihat kearah tatapan eun joo, dan benar saja, disana terlihat jong woon sedang berjalan sambil membawa beberapa map.
“soo ra ah, aku kesana dulu ya!!” katanya cepat dan langsung berlari kecil menuju joong woon.
Hening sejenak, mereka masih menatap sosok eun joo.
“selalu saja begini. . .” kata jung soo memecah keheningan.
Soo ra menoleh menatap laki2 yang masih memandang eun joo itu.
“kenapa ia selalu meninggalkanku saat melihat laki2 itu. . .??!” gerutu jung soo.
“kau menyukainya??” tanya soo ra terkejut.
Laki2 itu menoleh kearah soo ra “apa terlihat jelas??” tanyanya.
Seketika itu juga kepala soo ra terasa tertusuk. . . benar2 sakit. . .
“kau kenapa??” tanya jung soo cemas saat melihat soo ra memegang kepalanya dengan setengah sadar.
“aku tidak apa2. . . lepaskan aku. . . aku harus pergi. . .”
“apa kau yakin??”
“ya. . .”
Dengan menahan sakit soo ra berjalan meninggalkan jung soo. Air matanya jatuh tanpa bisa dicegahnya. Sakit. . . benar2 sakit. . .

Soo ra menatap ruang music yang terbuka pintunya itu kosong. Ia melihat ada piano disudut ruangan itu. dengan ragu2 ia melangkah pelan masuk kedalam ruangan itu. bukan piano hitam yang sama, namun mampu menariknya kemasa lalu lagi. Ia duduk di depan piano itu. air matanya bergulir. . .
Ia tidak mampu membaca takdirnya. . . kenapa jalan hidupnya seperti ini?? perlahan ia menekan tuts2 piano itu. rasa itu masih sama seperti empat tahun yang lalu. . . lagu itu juga masih sama, dengan melody yang sama juga. . . tapi tidak dengan kenyataan. . .
Kenyataannya adalah, saat ini. . .laki2 itu tidak mengingat apapun tentang masa lalunya, saat ini. . . laki2 itu telah menyukai gadis lain. . . dan saat ini, tidak ada namanya ataupun tentangnya dihati laki2 itu. . .
Lagu itu mengalun lembut, seolah2 menyampaikan perasaan soo ra. Soo ra memejamkan matanya, dan air matanya terus berjatuhan. Pada akhirnya melody itu memelan dan berakhir, hening. . . sama seperti yang dirasakannya sekarang, kekosongan dan kehampaan. . .
Ia membuka mata dan mengusap pipinya yang basah kemudian beranjak dari duduknya dan berbalik. . . saat itu juga tubuhnya membeku. Laki2 itu, park jung soo, ada disana sedang bersandar di ambang pintu. Kedua tangannya dilipat didepan dada dan matanya, menatapnya lekat2. . . air mata soo ra, jatuh begitu saja tampa sempat dicegahnya. . .

To be continue. . .