Tags

, , , , , ,

 

Teardrops in the rainPart 9

 

Jung Yong Hwa menyambar ipod itu lalu memasangkan earphone ke telinganya. Suara itu… Lagu itu…
Teardrops in the rain…
“Di mana kalian mendapatkan ipod ini?” tanya Yong Hwa.
“I-igo… Aku melihat Soo In ssi meninggalkannya di bangku saat syuting kemarin.  Karena aku tidak punya nomor ponselnya jadi kubawa saja. Akan kuberikan nanti kalau aku__”

“Kapan kau menemukannya?” potong Yong Hwa.
“Kemarin saat selesai syuting…”
Tanpa berkata apa-apa lagi Yong Hwa langsung pergi meninggalkan ruangan itu dengan langkah panjang. Membuat ketiga dongsaengnya menatap aneh.
“Sebenarnya ada apa dengannya? Dia semakin aneh,” komentar Jungshin sambil menatap pintu tempat Yong Hwa menghilang.
“Lagu itu… Aku yang merekamnya,” saut Jong Hyun.
“Mwo?” Min Hyuk menatap terkejut.
“Benar, aku ingat sekarang. Yang menyanyikan lagu itu adalah Yong Hwa hyung. Aku yang merekamnya tiga tahun yang lalu saat masih membantu appa di studio rekaman,” jelas Jong Hyun.

“Apa Yong Hwa hyung yang membuat lagu itu?”
“Lalu… Mengapa ipod yang berisi lagu itu ada pada Kim Soo In ssi?” gumam Min Hyuk.

***

Yong Hwa memarkir mobilnya kemudian cepat-cepat turun. Saat ini ia sudah berada di gedung  yang dipakai untuk tempat syuting kemarin. Laki-laki itu berjalan dengan langkah panjang. Ia merasa gelisah. Ada yang ditakutkannya.

‘Mulai saat ini, kau tidak perlu takut gelap. Dengarkan saja lagu ini, kau akan merasa aku dan oppamu ada di sampingmu…’

Yong Hwa masih ingat apa yang dikatakannya pada Soo In dulu. Hal itulah yang membuatnya khawatir. Begitu sampai di ruangan yang sama dengan kemarin, ia langsung membuka pintu dan menatap sekeliling ruangan. Untuk sesaat, ia merasa terkesiap saat melihat gadis itu memang benar-benar ada di sana. Tergeletak lemas di dekat sebuah bangku-bangku panjang.
Cepat-cepat dihampirinya gadis itu “Soo In ah? Kim Soo In? Irona!!” Yong Hwa menepuk pipi Soo In pelan. Namun gadis itu tidak merespon sama sekali.
Laki-laki itu tidak punya pilihan lain. Diangkatnya tubuh yang lemas itu. Membawanya ke rumah sakit terdekat.

.

.

Gadis itu baru saja bangun tidur. Ia berjalan dengan langkah terseok-seok sambil menguap. Dengan mata setengah terpejam, dibukanya kamar Soo In, “Soo In ah, irona!!” serunya. tapi ia heran saat melihat kamar Soo In kosong “Kemana dia? Kenapa pagi-pagi sudah tidak ada?” gumamnya pelan sambil menutup pintu itu lagi.

Kemudian, Jikyo berjalan menuju pantry. Dibukanya lemari es lalu mengambil sebotol air mineral dan langsung meneguknya. Gadis itu membuka lemari atas pantry untuk mengambil sebungkus ramyeon saat ponselnya berdering. Diambilnya benda itu di atas meja living room dan langsung menjawabnya.
“Yeoboseo?”
“Kim Ji Kyo ssi?”
Jikyo mengerutkan alisnya saat mendengar suara itu. Suara laki-laki yang tidak dikenalnya. Gadis itu menatap kembali layar ponselnya untuk memastikan matanya benar. Ia tidak salah. Nama penelephon yang tertera di layar ponselnya adalah Kim Soo In.
“Nuguseo? Soo In eodiseo?”
“Aku Jung Yong Hwa_”
“Jung Yong Hwa ssi?” potong Jikyo terkejut, “Bagaimana ponsel Soo In ada padamu? Di mana dia sekarang? Apa yang terjadi?”
“Bisakah kau pergi ke rumah sakit sekarang? Akan aku jelaskan di sini.”

“Aku akan sampai setengah jam lagi,” jawab Jikyo lalu memutus sambungan telepon itu.

.

.

Laki-laki itu meletakkan ponsel Soo In di atas meja nachkast setelah menghubungi Kim Jikyo. Ditatapnya gadis yang terbaring dengan mata terpejam itu. Hatinya terasa kacau. Ia tidak mengerti, “Kenapa kau masih menyimpannya?” gumamnya pelan “Bukankah kau bilang kau memilihnya?”
Tiba-tiba ponselnya sendiri berbunyi. Yong Hwa mengambil benda itu di saku jaketnya dengan cepat. Kang Min Hyuk.
“Ye?” jawabnya begitu telepon itu tersambung.
“Hyung kau ada di mana? Pemotretan akan dimulai,” kata Min Hyuk di sebrang sana.
“Aku…” Yong Hwa melirik gadis itu sekilas, bingung harus berkata apa.
“Apa kau sedang bersamanya?” tanya Min Hyuk tiba-tiba.
“Mwo?”
“Akan kukatakan pada Joon PDnim kalau kau ada urusan. Anyeong.”
Sambungan telepon terputus. Yong Hwa masih terdiam. Apa Min Hyuk tau tentangnya? Apa yang lainnya juga tau tentangnya? Ia merasa bingung saat ini.
Tiba-tiba saja pintu terbuka dengan keras, “Apa yang terjadi? Kenapa dia ada di sini?” tanya Jikyo yang baru saja datang dengan nafas sedikit terengah.
“Kita bicara di luar,” kata Yong Hwa sambil beranjak dari duduknya.
Gadis itu menurut. Ia mengikuti Yong Hwa keluar ruangan. “Kenapa dia?” tanyanya begitu yong Hwa sudah menutup pintu.
“Tadi pagi aku menemukannya pingsan di tempat syuting yang kita gunakan kemarin,” jelas laki-laki itu.
“Kenapa bisa pingsan di sana?”
“Kemungkinan dia mencari ini,” Yong Hwa mengulurkan tangannya, memberikan ipod itu pada Jikyo. “Jung Shin menemukannya kemarin saat selesai syuting.”

“Kukira dia pergi pagi-pagi tadi, dia pasti kembali lagi ke tempat itu kemarin malam untuk mencarinya.”
“Penyakit pencernaannya kambuh, dia pasti tidak makan malam kemarin.”
Tiba-tiba Jikyo tersentak “Jung Yong Hwa ssi, kau pasti datang ketempat itu untuk mencari Soo In bukan? Kau tau kalau Soo In pasti mencari ipod itu di sana. Kau tau kalau dia tidak bisa tidur tanpa ipod itu. Kau masih peduli padanya, benar?”
“Apa maksudmu?” tanya Yong Hwa dingin. Mata itu menatap tajam.
“Kau- masih mencintainya,” tuduh gadis itu telak.
Yong Hwa mendengus pelan “Benar. Aku memang mencintainya. Dulu, sebelum dia pergi meninggalkanku.”

“Kau bohong!”

“Untuk apa aku mencintai gadis yang pintar memainkan perasaan laki-laki? Tidak ada alasan yang membuatku mencintai gadis rendah sepertinya.”
PLAK

Tangan Ji Kyo mendarat tepat di pipi kiri Yong Hwa, membuatnya laki-laki itu terkejut.
“Kau tidak berhak mengatakan hal itu!” desis Jikyo.
“Lalu apa? Apa kau tidak tau perasaanku saat itu? Kukira dia gadis yang tepat untukku, tapi dengan mudahnya dia berpaling pada laki-laki lain. Hanya dalam waktu singkat dia sudah mencintai laki-laki lain. Dia anggap aku apa?” rahang Yong Hwa mengeras. Ia berusaha menahan emosinya.
“Dia bilang kalau dia memilih Jang Geun Suk ssi, bukan mencintainya! Apa kau pernah tau mengapa Soo In memilih Jang Geun Suk ssi? Kau tidak tau apa-apa jadi kau tidak berhak menghakiminya.”
Yong Hwa terdiam. Selama ini ia memang tidak pernah tau alasannya. Yang ia tau hanya gadis itu telah meninggalkannya. Memberinya luka karena dikhianati dan ditinggalkan.
“Apa kau juga tau kalau saat itu orang tua Soo In meninggal?”
“Mwo?”
“Saat itu orang tua Soo In meninggal karena kecelakaan. Dia sebatang kara sekarang. Satu-satunya keluarga yang dia punya hanya Jang Geun Suk ssi, orang yang sudah dianggapnya oppa sejak masih kecil. Dia tidak punya pilihan lain selain ikut Geun Suk ssi ke paris. Dia tidak ingin membuat orang lain repot karena keadaannya. Terutama kau! Karena dia tidak ingin menjadi bebanmu.”
Yong Hwa tertegun mendengarnya. Apa itu semua benar?
“Kalaupun saat itu dia memberitahumu, kau tau kau bisa apa? Tidak mungkin kau akan menanggung biaya hidupnya,” dengus Jikyo “Hingga saat ini pun yang selalu dilihatnya hanya kau. Apa kau tidak pernah berfikir bahwa sikapmu melukainya? Selama ini yang kau lihat hanya tawa palsunya. Apa kau tidak bisa melihat air matanya? Ooh, tentu kau tidak bisa melihat, karena air mata itu hanya bisa dilihat oleh orang yang punya hati!”
Jikyo melihat wajah laki-laki itu memucat. Tapi ia tidak peduli, laki-laki itu harus tau apa yang sebenarnya terjadi. “Apa kau pernah mencari tau bagaimana perasaannya? Tidak. Kau hanya perduli pada dirimu sendiri yang merasa sakit saat ditinggalkan. Kau tidak pernah mencari tau apakah dia juga merasa sakit atau tidak.”
“Saat itu dia bilang itu yang diinginkannya,” bantah Yong Hwa.
“Ingin atau pun tidak ingin dia tetap harus pergi. Apa kau tidak melihat air matanya saat itu? Kalaupun kau tidak melihat, apa kau tidak mendengar suaranya yang bergetar? Kau terlalu buta dan tuli hingga tidak melihat dan mendengarnya. kau hanya peduli dengan kebahagiaanmu sendiri hingga kau masih bisa bertunangan dengan gadis lain. Sedangkan dia? Berusaha terus menunggu cahayanya yang hilang agar bisa tidur dalam gelap. Sangat menggelikan,” Jikyo tertawa hambar.
“Setidaknya, meskipun aku tidak bisa berbuat apa-apa saat itu, seharusnya dia mengatakan hal ini padaku. Setidaknya, aku masih bisa merasakan bahwa dia masih membutuhkanku. Bukan membuatku seperti seogok sampah yang dibuang begitu saja,” balas Yong Hwa. Suaranya terdengar pecah, “Apapun yang kau katakan sekarang sudah terlambat. Karena tiga tahun yang lalu, dia yang meninggalkanku, bukan aku yang meninggalkannya.”
laki-laki itu melangkah pergi meninggalkan Jikyo yang masih menatapnya.
“Soo In ah, mianhae…” bisik gadis itu dalam hati, “Aku tidak bisa melihatmu seperti ini… Aku tau itu bukan salahnya, tapi itu juga bukan salahmu.”
Gadis itu kemudian mengambil ponselnya dalam tas lalu menelepon seseorang.
“Yeoboseo? Jang Geun Suk ssi?”

***

“Kenapa suasananya semakin menyeramkan?” tanya Jung Shin sambil menatap Yong Hwa dan Eun Ki diujung sana.
“Molla, ini pasti ada kaitannya dengan Kim Soo In,” saut Jong Hyun.
“Kalian tau di mana Soo In tinggal?” tanya Min Hyuk tiba-tiba.
“Wae? Jikyo bilang gadis itu tinggal di apartemennya saat ini. Tapi sekarang dia sedang sakit,” jawab Jong Hyun.
“Apa menurutmu dulu Yong Hwa hyung dan Kim Soo in ssi pernah berhubungan?” tanya Jung Shin.
“MASING-MASING BERSIAP, SYUTING DIMULAI!!” teriak Shin Sutradara, memutus pembicaraan ketiga laki-laki itu..

.

.

“Kim Jikyo ssi, bisa aku bicara denganmu sebentar? Kau ada waktu?” tanya Min Hyuk tiba-tiba begitu mereka selesai syuting music vidio.
“Aku juga! Ada yang ingin kudengar darimu,” saut Eun Ki tiba-tiba.
“Soal apa?”
“Ini soal Yong Hwa hyung,” jawab Min Hyuk.
“Juga Kim Soo In,“ tambah Eun Ki.
“Geunde…”
“Aku berhak tau, aku ini tunangan namja jelek itu. Aku tidak akan menyerah mencari tau hingga aku menemukan cara untuk lepas dari namja jelek itu. Karena aku tidak menyukainya meskipun semua orang mengatakan dia tampan. Tapi aku tidak mau membuang impianku untuk menikah dan hidup bersama dengan Sukkie oppa hanya karena orang sepertinya. Aku hanya mencintai Sukkie oppa dan tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Aku ingin menjadi istri, juga eomma dari anak-anak Sukkie oppa, karena itu aku tidak akan membiarkan Yong Hwa jelek itu menghancurkan impianku!” kata Eun Ki menggebu-nggebu sementara Jikyo dan Minhyuk menatapnya sambil ternganga.
“Mwoya? Ayo kita cari tempat untuk bicara. Palli!” kata Eun Ki galak.
Jikyo menghela nafas pelan. Gadis itu tidak bisa menghindar lagi.

***

“Mwoya ige?” tanya appa Yong Hwa kasar sambil melemparkan koran ke atas meja.
Di halaman itu tertulis dengan jelas dan menggunakan huruf besar ‘JUNG YONG HWA BERSELINGKUH?’
Yong Hwa mendecakkan lidah kesal menatapnya. Tadi dia sudah membaca artikel tentangnya. karena itu juga ia dimarahi oleh PDnim. Scandalnya bisa mempengaruhi penjualan album baru C.N.Blue yang beberapa minggu lagi akan diluncurkan.
“Apa maksudmu dengan itu? Apa benar gadis itu selingkuhanmu? Apa kau ingin membuat appa malu?” tanya pria itu dengan tatapan tajam.
“Aku akan membereskannya,” saut Yong Hwa cepat kemudian melangkah pergi tanpa menunggu pria itu untuk membuka mulut lagi.

.

.
“Hyung, kau sudah mendengar berita itu?” tanya Jung Shin begitu Yong Hwa memasuki studio.
Yong Hwa tidak menjawab. laki-laki itu menjatuhkan tubuhnya di sofa. Ia merasa lelah. Lelah dengan semuanya.
“Kami sudah tau semuanya, hyung” kata Min Hyuk “Tentang hubunganmu dengan Soo In ssi, kami sudah tau.”
Yong Hwa tidak terkejut mendengarnya. Ia sudah memperkirakan semuanya. Cepat atau lambat, hubungan mereka akan terbuka. Apalagi tunangannya itu sangat bernafsu untuk bisa terlepas darinya.
“Ini pasti berat untukmu. kami tidak akan membiarkanmu menanggungnya sendirian,” kata Jong Hyun “Aku tidak menyangka ada reporter yang melihatmu sedang membawa Kim Soo In ssi ke rumah sakit saat itu. Apa dia sudah tau hal ini?”
Yong Hwa mendesah pelan. Kepalanya benar-benar terasa sakit, “Aku tidak tau…”
“Kita harus segera memberitahunya. Dia pasti sangat terkejut dengan hal ini. Lalu bagaimana dengan Eun Ki? Apa gadis itu sudah menghubungimu? Dia juga pasti akan ikut terseret ke dalam masalah ini.”
“Aku tidak tau, tapi mungkin saja dia malah senang dengan kejadian ini,” jawab Yong Hwa pelan.
BRAAK
Tiba-tiba saja pintu terbuka dengan kasar. Han Eun Ki manjatuhkan tubuhnya di sofa yang masih kosong dengan nafas tersengal, “Baru kali ini- aku dikejar-kejar banyak orang…” katanya susah payah “Untung aku-sudah terbiasa-untuk kabur. Haahh… ini gara-gara kau Yong Hwa jelek!”
Gadis itu Menyambar sebotol air mineral di atas meja yang entah milik siapa. Ia meneguknya hingga habis.
“Sekarang bagaimana?” tanyanya sambil menatap Yong Hwa. “Di depan sangat banyak wartawan. Kalian harus berhati-hati. Soo In ssi saat ini sedang berada di rumahnya, jadi tidak ada wartawan yang tau. Dia sendiri juga belum tau hal ini. Sekarang bagaimana?”
“Han Eun Ki ssi, kau tau itu semua darimana?” tanya Jong Hyun.
“Sukkie oppa yang mengatakannya padaku,” jawab Eun Ki “Yaa, Jung Yong Hwa, aku sudah pernah mengatakannya padamu. Sebaiknya kita bicarakan tentang pertunangan kita, tapi kau malah tidak memperdulikannya. Sekarang bagaimana? Apa kau masih mau bersikeras menikah denganku?”
Laki-laki itu hanya diam saja. Sebelumnya ia tidak pernah menyangka Soo In akan kembali. Meskipun ia berusaha keras untuk tidak memperdulikan gadis itu, namun sebagian dari hatinya berkata lain. Kenyataan yang baru saja diketahuinya dari jikyo semakin membuatnya tidak mengerti.
“Kenapa kau kejam sekali?” kata Eun Ki sambil beranjak dari duduknya dengan emosi “Kau tidak hanya membuatku menderita, tetapi juga menyusahkan orang disekelilingmu. Itu semua karena keegoisanmu. Kenapa kau tidak jujur saja kalau kau masih mencintainya? Apa bagimu begitu sulit untuk memaafkannya?”
“Sebaiknya kita pergi” bisik Min Hyuk pada dua orang yang duduk di sebelahnya.
Ketiga pria itu beranjak diam-diam dari tempat duduknya.
“Mau kemana kalian?” bentak eun ki garang “Duduk!!”
“Eun Ki ssi, sudahlah… Saat ini Yong Hwa hyung sedang pusing,” bujuk Jung Shin.
“Kau pikir aku tidak pusing juga?” sembur Eun Ki. “Aku tidak peduli! Aku ingin dia tau, karena keegoisannya itu smuanya jadi kacau. Aku bisa saja mengatakan smuanya pada wartawan, tapi bukan aku yang memulainya sejak awal. Yaa, Jung Yong Hwa, Kau yang harus menyelesaikan semuanya!”
Hening… Semuanya terdiam. Masing-masing tidak tau harus berkata apa sementara Yong Hwa masih terlihat sibuk dengan pikirannya. Gadis itu akhirnya berjalan pergi lalu membanting pintu studio keras-keras.

***

“Oppa, gomawo…” ucap Soo In, “Tapi kenapa kau membawaku ke rumah?”
Sukkie tersenyum lembut, “Gwenchana, aku ingin kau istirahat di sini dulu. Aku sudah memintakan cuti untukmu beberapa hari. Jikyo bilang dia sedang sibuk pemotretan, jadi kubawa kau kemari. Di sini ada Choi ajhuma yang bisa menemanimu.”
“Aku selalu merepotkanmu…” gumam gadis itu pelan, “Cepatlah kembali ke kantor, kau harus bekerja bukan? Aku tidak apa-apa, jangan khawatir.”
“Baiklah… Dan ini milikmu,” jawab laki-laki itu sambil menaruh ipod ke dalam genggaman tangan Soo In.
Soo In menatap tak percaya “Kau menemukannya? Gomawo… Jeongmal gomawo,” ucapnya senang.
“Jangan sampai hilang lagi, arachi? Aku kembali ke kantor dulu.”
Soo In mengangguk pelan sambil tersenyum. Setelah Sukkie pergi meninggalkannya, ia memandang sekeliling ruangan di rumahnya itu. Masih sama seperti yang dulu. Tidak ada yang berubah. Gadis itu berjalan pelan, menyusuri kamarnya dan setiap ruangan dari rumahnya. Kesedihan kembali menerpanya. Ia menatap keluar jendela. Mendung…
Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keluar. Ia ingin berjalan-jalan sebentar untuk menghirup udara. disambarnya jaket coklat pada sandaran kursi. Inilah yang sering dilakukannya di Paris. Saat ia mendapat libur. Ia suka berjalan-jalan sendirian. Menyusuri jalanan dan naik bus umum sambil mendengarkan ipodnya. Apalagi saat musim gugur. Melihat dedaunan yang warna-warni sangat menyenangkan rasanya. Saat ini masih musim panas tapi musim gugur akan datang awal September nanti, seminggu lagi.
Soo In turun dari bus yang ditumpanginya. Ia berjalan menyusuri jalan deretan pertokoan myeondong itu. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara yang dikenalnya. Matanya menatap sebuah layar televise besar di dalam toko elektronik dari balik dinding kacanya. Layar itu sedang menampilkan music vidio dari lagi CN. Blue, I’m loner.
BLITZZ…

Matanya mengerpa pelan. Baru saja cahaya menyilaukan menerpa wajahnya. Ia menoleh dan terkejut saat mendapati beberapa orang sedang menjepretkan kamera kepadanya.
“Anda Kim Soo In ssi bukan?”
“Apa hubungan anda dengan penyanyi Jung Yong Hwa?”
“Bukankah dia sudah bertunangan dengan putri pengusaha Han?”
“Agashi, tolong jelaskan pada kami. Apa benar anda selingkuhannya?”
Soo In hanya menatap bingung. Ia tidak mengerti apa maksud wartawan-wartawan itu. Apa sesuatu telah terjadi? Tiba-tiba seseorang menyampirkan jaket pada kepalanya, mendekap sambil menarik tubuhnya keluar dari kerumunan wartawan itu. Gadis itu masih belum bisa berfikir.
“Cepat masuk!” pinta laki-laki itu.
Tanpa banyak tanya Soo In menuruti permintaan laki-laki itu untuk masuk ke dalam sebuah mobil merah yang ada di depannya sebelum para wartawan semakin mendesaknya. Sedetik Kemudian mobil merah itu melesat meninggalkan tempat itu.
“Kamsahamnida…” ucap Soo In pelan.
Laki-laki itu melepas kacamata dan topinya. Melemparnya ke bangku belakang begitu saja.
“Kang Min Hyuk ssi?” tatap Soo In terkejut begitu tau siapa laki-laki itu.
Laki-laki itu tersenyum lega, “Untung aku segera menemukanmu.”
“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Soo In bingung, “Kenapa mereka datang padaku?”
“Mereka melihat Yong Hwa hyung saat dia membawamu ke rumah sakit.”
“Jung Yong Hwa ssi?
“Kau tidak tau?” tanya Min Hyuk heran “Jung Shin menemukan ipodmu saat selesai syuting. Begitu hyung melihatnya, dia langsung mengambilnya dan mencarimu.”
“Jadi yang membawaku ke rumah sakit adalah Yong Hwa ssi?”
“Kukira kau sudah tau.”
Soo In menggeleng pelan, “Kupikir Sukkie oppa yang membawaku ke rumah sakit…” gumamnya pelan.
“Soo In ssi, aku perlu bicara denganmu. Kau tidak keberatan bukan?” tanya Min Hyuk.
“Aniyo, gwenchana,” jawab Soo In pelan.
“Baiklah kita cari tempat untuk bicara.”
Soo In menatap jalanan di depannya dengan diam. Sepertinya ia mengenal tempat ini. Matanya menatap restoran di sudut jalan itu.

“Cogiyo… Bisa kita berhenti?”
“Waeyo?” tanya Min Hyuk heran.
“Sepertinya aku mengenal restourant yang baru saja kita lewati. Apa kau keberatan kalau kita bicara di sana?”
“Aniyo, gwenchana…” jawab Min Hyuk sambil memutar mobil.

.

.
Gadis itu berdiri di ambang pintu restourant sementara di luar gerimis mulai turun. Ia mengamati sekeliling tempat itu dengan ragu. Apa mungkin ini rumah makan yang sama? Ia merasa familiar dengan coretan-coretan yang ada di dinding itu.
“Kim Soo In? Kau Kim Soo In bukan?” sapa seorang gadis berambut gelombang panjang.
Soo In menatap gadis yang memakai blus putih sederhana itu terkejut, “Park Eun Yi?” serunya, “Eun Yi ah, jeongmal bogoshipo…” ucapnya sambil memeluk Eun Yi.
“Nado! Sudah lama sekali kita tidak bertemu…”

“Mmm…” Soo In mengangguk setuju.

Lalu, tatapan mata gadis itu beralih pada namja di sebelah Soo In. Ia sedikit terkejut melihatnya, “Cogiyo… Apa kau Kang Minhyuk anggota CN. Blue?”
Namja itu membalasnya dengan senyuman, “Ye, Kang Min Hyuk imnida. Senang bertemu denganmu, Park Eun Yi ssi.”

 

To be continue

 

Revisi 20 Nov 13 ; 02.35