Tags

, , , , , ,

Teardrops in the rain Part 11

“kenapa?” tanya yong hwa.
Soo in terdiam tidak tau harus berkata apa. Apakah ia harus mengatakan yg sebenarnya? Tapi ia tidak ingin melukai hati laki2 itu. Ia tidak ingin mengulang kejadian 3 tahun lalu.
“katakan padaku kenapa???” seru yong hwa keras sambil mengguncang bahu soo in. “apa kau ingin balas dendam padaku karna aku sudah mengabaikanmu kemarin?!”
soo in menggeleng pelan. Ia menggigit bibirnya, bimbang.
“lalu apa???” tanya yong hwa lagi. “apa kau ingin meninggalkanku lagi tanpa alasan seperti 3 tahun yg lalu?!”
air mata soo in mengalir. Ia benar2 bingung sekarang.
“kenapa saat itu kau tidak memberitahuku? Kenapa kau tidak bilang padaku kalau orang tuamu meninggal?!”
soo in tersentak menatap yong hwa. Ia sudah tau?! Apa karna itu ia mau memaafkan soo in?!
“sekarang, kau bilang bahwa kita tidak bisa bersama, kenapa?” tanya yong hwa lagi “jangan bilang karna kau memilihnya, aku tau kau tidak mencintainya! Dan jangan bilang kalau ini keinginanmu, aku tau kau tidak menginginkannya!”
soo in terisak. Ia benar2 tidak bisa mengatakannya “a. . .Aku. . .Tidak bisa memberitahumu. . . Tolonglah. . .” pintanya.
Yong hwa menggeleng pelan “kalau kau tidak memberitahuku, aku tidak akan melepaskanmu!”
“yong hwa ssi, kenapa aku harus memberitahumu? Hubungan kita sudah berakhir 3 tahun yg lalu!”
soo in melihat keterkejutan dimata yong hwa. Saat itu tiba2 tetesan2 air mulai jatuh dari langit. Dan semakin lama semakin deras.
“maaf aku harus pergi!” kata soo in cepat kemudian berlari pergi. Tapi tangan yong hwa lebih cepat menahan tangannya. Ia menarik soo in dan seketika jantung soo in berhenti berdetak.
Yong hwa menempelkan bibirnya kebibir soo in, mengulum lembut. Membuat soo in terpaku selama beberapa detik. Tapi kemudian soo in sadar, ini tidak boleh! Dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskan diri. Namun semakin ia memberontak, semakin kuat yong hwa menekan dan melumat bibirnya. Akhirnya ia menyerah, berhenti memberontak dan membiarkan yong hwa menciumnya ditengah hujan deras.
Kemudian, akhirnya yong hwa melepaskan ciumannya. Sesaat keduanya diam dan kemudian. . . Plaaak!!!
Tamparan itu, tepat mengenai pipi kiri yong hwa. Yong hwa menatap soo in terkejut.
“kau ingin tau kenapa sekarang aku ingin pergi meninggalkanmu?” tanya soo in dingin “itu karna dirimu!”
soo in melihat yong hwa menatapnya terkejut.
“karna saat melihatmu aku merasa sakit! Kenapa aku merasa sakit?! Karna kau mengingatkanku pada ayahmu!”
“ayahku. . .”
“ya, ayahmu!!! Hari ini aku baru tau ternyata jung seung wo adalah ayahmu! Dialah orang yg membuat hidupku dan hidupmu berubah! Dan karna dia orang tuaku mengalami kecelakaan dan meninggal!! Jadi bagaimana mungkin aku bersamamu kalau setiap melihatmu, aku akan selalu teringat perbuatan ayahmu padaku?! Aku ingin melupakan semuanya, aku tidak ingin mengingatnya! Kalau kau disisiku, bagaimana aku bisa melupakannya??” isak soo in. Ia benar2 sudah tidak bisa menahan air matanya walaupun hujan menghapusnya dgn cepat!
“pergilah dan lupakan aku, karna aku juga akan melupakanmu!!” kata soo in, kemudian iapun berlari pergi meninggalkan yong hwa yg masih terpaku ditempatnya.

Malam itu, hujan turun dgn derasnya. Lee hong ki masih bersandar dimobilnya, merenung, membiarkan hujan mendinginkan kepalanya. Apa yg salah pada dirinya. Sementara jikyo sedang berdiri ditepi jalan, menunggu bus yg juga belum lewat. Air matanya mengalir namun tidak terlihat karna hujan. Hubungan yg sudah ia bangun selama setahun lebih hancur hanya karna sebuah kesalahpahaman. Ia benar2 kecewa karna hongki tidak mempercayainya.
Ditempat lain sukkie sedang duduk ditepi jalan, termenung. Ia sedang mengingat semua kejadian yg telah ia alami bersama eun ki. Hatinya benar2 merasa bersalah, pikirannya jadi kacau. Kenapa tiba2 saja ia tidak ingin melihat gadis itu menangis?!
Eun ki, gadis itu sedang berjongkok dan terisak ditengah jalan tempatnya berhenti berlari. Ia tidak memperdulikan orang2 yg berlalu lalang sambil membawa payung yg sedang melihatnya. Ia benar2 putus asa dan tidak tau harus berbuat apa.
Dan yong hwa, tetap diam ditempatnya. Kenyataan yg didapatnya lebih menyakitkan daripada tamparan soo in. Bagaimana mungkin ia bisa membahagiakan gadis yg dicintainya bila keberadaan dirinyalah yg membuat gadis itu terluka?! Ia benar2 sudah mati rasa.
Sementara itu soo in terus berlari dan berhenti disebuah taman bermain. Ia sudah tidak sanggup berdiri lagi, kakinya terasa lemas, iapun terjatuh ditanah.
“jung hoon oppa. . . Bawalah aku ketempatmu. . .” isaknya.
Ia sudah merasa hancur berantakan. Bahkan dinginnya hujan yg mengguyurnya sudah tidak terasa lagi.
Dan langit yg tanpa belas kasih, masih menjatuhkan airnya yg akan menghapus air mata mereka2 yg sedang menangis. . .

No one ever sees. . .
No one feels the pain
i shed teardrops in the rain. . .

Yong hwa perlahan membuka matanya. Ia merasa pusing. Tiba2 ia terkesikap dan langsung bangun.
“oh, hyung, kau sudah bangun?!” jung shin meletakkan teh hangat dimeja dekat tempat tidur.
“kenapa aku ada disini?” tanya yong hwa bingung.
“kau pingsan didekat halte kemarin malam, seseorang menelphonku setelah menerima pesan yg kukirimkan kepadamu! Jadi aku segera pergi ketempatmu! Untung saja paman itu orang baik, kalau tidak kau pasti sudah dirampok! Ini minumlah, aku membuatkanmu teh!”
yong hwa menerima teh dari jungshin dan menyesapnya pelan.
“apa yg terjadi padamu kemarin? Kenapa kau sampai seperti itu? Untung tidak ada wartawan yg tau!”
“jam berapa sekarang?” tanya yong hwa.
“sekarang sudah setengah satu siang!”
“aku harus pergi! Dimana bajuku?” tanya yong hwa saat melihat ia sedang memakai kaos lengan panjang putih milik jungshin.
“akan kuambilkan, tadi sudah kucuci dan kukeringkan!”
dengan cepat yong hwa turun dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi.
“dimana kunci mobilku?” tanyanya setelah keluar dari kamar mandi sambil merapikan pakaiannya.
“kau tidak mau makan dulu?” tanya jung shin sambil mengulurkan kunci mobil itu.
“tidak ada waktu! Aku harus pergi!”
“baiklah, mobilmu ada ditempat parkir bawah sebelah kiri!”
“mm, terima kasih” saut yong hwa dan kemudian langsung pergi.
Ia mengemudi dgn kecepatan tinggi. Ia harus menemui ayahnya untuk memperjelas semuanya. Setelah sampai diperusahaan ayahnya, ia langsung menuju kantor ayahnya.
Namun tiba2 langkahnya terhenti saat dilihatnya ayahnya sedang berbicara dgn paman kim, orang kepercayaannya. Ia segera merapatkan diri kedinding agar tidak terlihat dan mendengarkan pembicaraan mereka.
“apa pernikahannya akan dibatalkan tuan?” tanya paman kim.
“tentu saja tidak! Anak itu benar2 keras kepala! Mirip sekali dgn ayah kandungnya!” seung wo menghela nafas “meskipun dia bukan putra kandungku, aku ingin sekali dia bisa melanjutkan usahaku ini dan berhenti menjadi penyanyi seperti almarhum ibunya!”
“lalu apa yg akan anda lakukan?”
“aku akan tetap memaksanya menikah! Aku tidak mau hubungan yg sudah kujalin dgn tuan han rusak! Paman kim, suruh orang untuk mengawasinya!”
“baik tuan!”
yong hwa terpaku ditempatnya. Ia bukan anak kandung jung seung wo?? Lalu siapa orang tuanya?!
Tiba2 dilihatnya paman kim dan langsung dihadangnya pria itu.
“katakan padaku, siapa orang tuaku yg sebenarnya!” katanya.
Ia melihat paman kim menatap kaget.
“aku berhak tau! Jadi, katakan padaku!”
akhirnya sekarang mereka sedang berada diruang kerja paman kim.
“ayah kandungmu, adalah teman sekolah ayahmu, dia adalah seorang composer! Dan ibumu, adalah seorang penyanyi! Saat kau berusia 1 tahun, ayah kandungmu mengalami kecelakaan dan meninggal. Kemudian ibumu menikah dgn ayahmu saat kau berusia 3 tahun. Dan sejak saat itu ibumu berhenti bernyanyi karna tuan besar tidak memperbolehkannya untuk bernyanyi. setahun kemudian, ibumu meninggal karna sakit jantung.
Kemudian tuan besar menikah lagi dgn nyonya besar yg saat itu menjadi dokter!”
“ternyata itu sebabnya aku suka bermain musik dan bernyanyi. . .”
“meskipun tuan besar bukan ayah kandungmu, tapi ia sangat menyayangimu tuan muda,”
yong hwa menoleh menatap paman kim dingin “omong kosong! Dia hanya membutuhkanku untuk meneruskan dan memperbesar usahanya!” saut yong hwa dingin dan langsung keluar dari ruangan itu.
Ia melangkah dgn cepat keruangan ayahnya dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu dulu.
“oh, yong hwa, bagus kau datang! Aku ingin membicarakan pernikahan kalian!”
“tidak akan ada pernikahan!” saut yong hwa dingin. “kau tidak berhak memaksaku menikah karna aku bukan anak kandungmu! Aku sudah dengar semua pembicaraanmu!”
ia melihat ayahnya yg menatap terkejut!
“yg ingin kutanyakan, adalah, apa yg sudah kau lakukan pada orang tua soo in?” tanya yong hwa dingin.
Hening sejenak “kim tae min, ayah soo in, dulu adalah pegawaiku! Ia terkena PHK saat itu!” jawab seung wo santai.
“apa kau tidak tau akibat ulahmu itulah orang tua soo in meninggal??” bentak yong hwa “kau tidak hanya merubah hidup soo in, tapi kau juga sudah merubah hidupku! Apa kau belum puas sudah membuat ibuku berhenti bernyanyi? Menyuruh amma berhenti menjadi dokter, Memaksaku sekolah kedokteran, menikah, dan sekarang kau membuatku menjadi orang yg dibenci oleh gadis yg kucintai!! Kau tidak pantas disebut sebagai seorang suami dan ayah!! Jangan harap aku mau menuruti keinginanmu!” kata yong hwa dan langsung pergi.

Eun ki sedang duduk ditaman bermain saat ponselnya berbunyi. Ditatapnya benda itu kemudian diletakkannya di sampingnya.
Ia sedang menatap anak2 kecil yg sedang bermain. Ia iri melihat mereka. Sejak kecil ia tidak punya teman. Ia sekolah di sekolahan khusus dan tidak pernah bisa bermain. Ia pernah punya teman, tapi temannya itu tiba2 membencinya karna laki2 yg disukainya, menyukai eun ki. Sampai ia kuliah diluar negri-pun ia tidak pernah punya teman. Ia sering diganggu oleh segrombolan anak laki2 nakal tanpa ada yg mau menolongnya. Dan suatu hari, sukkie datang dan menolongnya. Meskipun omongan sukkie agak menyakitkan, tapi eun ki senang karna sukkie bicara dgn jujur dan tidak berpura2.
Eun ki menghela nafas panjang, ia menoleh menatap ponselnya yg terus berbunyi. Nomor baru. Dgn kasar dijawabnya ponsel itu.
“apa??” bentaknya.
“batalkan pernikahan kita!” kata suara dari sebrang.
“apa??” tanyanya kaget.
“ku bilang batalkan pernikahan kita! Apa kau begitu bodoh hingga aku harus mengulanginya?!”
“jung yong hwa ssi???” seru eun ki gembira. “apa kau seriuus???”
“ternyata kau memang benar2 bodoh!” kata yong hwa “cepat katakan pada orang tuamu sebelum aku berubah fikiran!”
“pasti! Sekarang juga aku akan pulang!!” seru eunki ceria.

Yong hwa menutup ponselnya dan mendengus pelan “mudah sekali membuatnya bahagia!” gumamnya.
Ia memasukkan ponselnya kesaku sambil berjalan. “sekarang aku harus mencari soo in” gumamnya lagi.
“hei, yong hwa!!”
yong hwa menghentikan langkahnya dan mendapati direktur joon sedang berjalan kearahnya. “untung kau ada disini, ada interview dan pemotretan mendadak untuk kalian, cepat kestudio!” katanya dan langsung pergi.
“tapi hyung. . .” belum sempat yong hwa berbicara direktur joon sudah meninggalkannya.

Sukkie menghela nafas sambil menatap setumpuk dokumen dihadapannya. Ia menghela nafas panjang. Kepalanya benar2 pusing. Dicari2nya file dilacinya, tapi tak ditemukannya. Kemudian ditasnya, masih juga belum ketemu. Tiba2 ditemukannya sebuah flashdisk yg eun ki berikan padanya dulu tapi belum sempat dilihatnya.
Sukkie memasukkan flashdisk itu kedalam komputer dan melihat isinya. Seketika ia tertegun, isi flashdisk itu adalah sebuah folder dgn nama ‘keluargaku’ yg didalamnya ada foto2 dirinya dan eun ki juga keluarganya. Saat mereka berlibur, jalan2 diparis, bahkan saat eun ki memasak bersama ibunya.
Sukkie termenung menatap foto itu satu per satu, baru disadarinya kini bahwa gadis itu sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Tiba2 rasa bersalah menyergap hatinya. Ia menatap ponselnya ragu, apa ia harus menghubunginya??
Tiba2 sukkie tersenyum, mengingat dulu eun ki selalu muncul dihadapannya bila sukkie berfikir akan menghubunginya setelah mereka bertengkar. Dan dgn wajah yg lucu ia akan meminta maaf lebih dulu.
“permisi pak”
“eun ki??” dgn cepat sukkie menoleh. Tapi yg dilihatnya adalah nona shin hye, sekretarisnya.
“oh maaf, ada apa?”
“ini ada dokumen yg harus anda tanda tanganni!”
“letakkan saja disitu!”
“baik pak!” shin hye meletakkan dokumen2 itu dimejanya kemudian pergi.
Sukkie memijat2 pelipisnya, fikirannya mulai kacau.

“ibu, kami sudah sepakat akan membatalkan pernikahan ini!” kata eun ki tegas.
“apa?? Apa kau bilang??” tanya ibu eun ki terkejut.
“kami akan membatalkan pernikahan ini!”
“kenapa?? Apa gara2 gadis yg diberitakan dimedia2 itu?? Ayahmu bisa mengurusnya!”
“apanya yg akan diurus??” tanya eun ki emosi “ibu sadarlaaah!! Aku dan yong hwa tidak saling mencintai!! Dia mencintai perempuan lain dan aku juga mencintai laki2 lain! Kenapa kalian tega sekali melakukan ini semua?” eun ki mulai menangis.
“aku ingin melakukan keinginanku sendiri, sampai kapan kalian akan mengatur kehidupanku? Aku bukan boneka, apa benar kalian ini keluargaku?? Kenapa sekejam itu padaku??”
“ka. . .Kau. . . Ka. .u. . .” nafas ibu eun ki naik turun. Ia memegang dadanya dan kemudian pingsan.
“nyonya besaaar!!” smua pelayan panik dan berlari kearah ibu eun ki.

Plaaak
tamparan itu pertama kalinya untuk eun ki. Ia begitu terkejut, “ayaah. . .”
“dasar kau anak tidak berguna! Kerjaanmu menyusahkan orang tua saja!! Belum cukup kau membuat masalah, sekarang kau ingin membuat ibumu sendiri sakit?! Kami hanya ingin kau menikah, apa itu begitu berat untukmu? Kesehatannya akhir2 ini sudah memburuk, apa kau ingin membunuhnya??”
eun ki hanya terdiam melihat ayahnya memarahinya habis2an yg kemudian langsung masuk kedalam kamar.
Perlahan air matanya turun, ia berjalan menghampiri pintu kamar ruang ICU tempat ibunya berada.

Jikyo saat ini sedang melakukan pemotretan untuk mv so today bersama F.T.Island. Syuting untuk mv ini baru akan dilaksanakan minggu depan saat musim gugur.
Suasana agak canggung dirasakan oleh anak2 F.T.I. Tidak biasanya lee hongki itu berdiam diri.
“apa mereka sedang bertengkar??” bisik seong hyun sambil melirik hongki dan jikyo.
“sepertinya mereka sudah putus” timpal jaejin.
“sudahlah, kita selesaikan saja pemotretan ini” kata sang leader, jong hun.
Perang dingin jikyo dan hong ki masih berlanjut. Keduanya saling diam dan tidak menyapa.
“jangankan meminta maaf, menyapa pun tidak?! Aiiish. . . Dia benar2 menyebalkan!” jikyo membuka pintu apartemennya dan menutupnya dgn kasar “aku pulaaang!! Soo iiin, kau ada dirumah??” serunya keras.
“aku disini!” jawab soo in.
“sedang apa kau? Tidak kekantor?” tanya jikyo sambil melempar tasnya kekursi, melepas mantelnya dan menjatuhkan dirinya disofa.
“mm. . .” soo in menggeleng pelan “aku sedang mengerjakan desain untuk sebuah rumah makan! Hari ini aku malas kekantor! Bagaimana pemotretanmu?”
“jangan tanyakan hal itu!” saut jikyo kesal.
“kalian masih bertengkar?!”
“ya, dia benar2 menyebalkan!! Eh, kau sudah makan malam? Bagaimana kalau kita cari makan?”
“boleh! Tunggu sebentar!”
akhirnya kedua gadis itu pergi makan. Setelah itu mereka ketempat karaoke dan minum sepuasnya.

Min hyuk baru saja akan pulang dari studio saat ia melihat eun ki sedang duduk ditangga lobi gedung management FnC seperti anak kecil yg sedang tersesat. Dihampirinya gadis itu.
“sedang apa kau disini??” tanyanya sambil duduk disebelah gadis itu.
Eun ki tidak menjawab, ternyata gadis itu sedang menangis.
“hei, ada apa? Kenapa kau menangis??” tanya min hyuk lagi.
“aku harus bagaimana??” isaknya “aku tidak tau harus apa!!”
“memangnya ada apa?” tanya min hyuk sambil menyentuh bahu gadis itu pelan.
Tiba2 saja gadis itu memeluk lengan min hyuk dan menangis dibahunya. “aku benar2 bingung. . . Saat kukatakan pada orang tuaku kalau aku membatalkan pernikahan itu, ibuku jatuh sakit. . . Sekarang dia ada dirumah sakit dan belum sadar. . . Sekarang aku harus bagaimana? Apa yg harus kukatakan pada yong hwa?? Aku sudah bilang padanya kalau aku akan bicara pada orang tuaku, tapi ibuku. . . Aku tidak bisa membatalkannya meskipun ingin, kalau tidak ibuku akan. . .” eun ki smakin terisak.
min hyuk tidak tau harus berkata apa. Ini posisi yg benar2 sulit.
“kita tetap akan menikah!!”
kedua orang itu tertegun. Min hyuk menoleh kebelakang dgn cepat “hyung. . .” gumam min hyuk sambil menatap yong hwa yg sedang berdiri dibelakang mereka.
Eun ki melepaskan lengan min hyuk dan berdiri menghadap yong hwa “jung yong hwa ssi. . .”
“kita tetap akan menikah!” ulang yong hwa.
“ka. . .Kau tidak bercanda??”
Yong hwa merogoh kantongnya dan mengluarkan ponselnya. Ia sedang mencoba untuk menghubungi seseorang.
“ada apa kau menelphoneku?” tanya seseorang dari sebrang begitu telp. Tersambung.
“aku akan menikah!” ucap yong hwa pendek.
“hahaha. . . Sudah kuduga kau akan mengatakan hal ini padaku! Besok aku akan mengadakan konferensi pers untuk kalian!!”
“terserah!” yong hwa memutuskan telp. Dan mengantongi ponsel itu kedalam sakunya lagi.
“kau tidak perlu bingung lagi! Jangan menangis!!” ucap yong hwa dan langsung melangkah pergi kepintu keluar.
“huwaaaaaa. . .” tangisan eun ki semakin kencang membuat min hyuk bingung “ada apa? Bukankah masalahnya sudah selesai?”
“selesai apanya?? Bagaimana aku tidak menangis? Pernikahanku tidak jadi batal!! Aku benar2 bernasib sial, menikah ataupun tidak menikah sama2 membuatku menderita!! Tuhaaan kenapa sejelek ini takdirkuu?? Huwaaa. . .”
“sudah jangan menangis! Kau ingin orang lain mendengarnya?”
“huwaaa. . . Kenapa kau memarahiku?? Aku ini sedang sedih! Seharusnya kau menghiburku dan mentraktirku es cream!”
min hyuk mendecakkan lidah kesal, bagaimana mungkin yonghwa hyung bisa bahagia jika menikah dgn gadis seperti ini, pikir min hyuk. Kemudian ia menghela nafas panjang dan mengalah “baiklah! Ayo!!” katanya sambil menyeret eun ki keluar.
Dan disitulah mereka duduk, direstauran yg pernah dikunjungi min hyuk dgn soo in dulu “kau duduk disini, pesanlah sesukamu!” kata min hyuk.
“kau mau kemana?”
“tenang saja, aku tidak akan kabur!”
“ternyata kau baik juga!” komentar eun ki.
Min hyuk tidak memperdulikannya dan pergi menghampiri seseorang yg sedang mencatat sesuatu dimeja.
“anyeong haseo, han eun yi ssi,” sapa min hyuk pelan.
“oh kang min hyuk ssi, anyeong!”
“masih ingat padaku rupanya!”
“ah, tentu saja!”
“kau sedang sibuk?”
“tidak, ada apa?”
“mau menemaniku? Aku benar2 sedang kesal dgn adikku yg ada disana itu!” kata min hyuk sambil menunjuk eun ki dgn dagunya.
“kenapa tidak?!” jawab eun yi sambil tersenyum.

“soo in, menurutmu apa aku harus meminta maaf?” tanya jikyo, saat ini mereka sedang makan disebuah restaurant.
“entahlah. . . Aku tidak brani memberimu saran!”
“aiiish. . . Kau ini!!” jikyo memakan es creamnya dgn cemberut. Sementara soo in masih berkutat dgn laptopnya.
Tiba2 ponsel jikyo berbunyi.
“lee jong hyun ssi??” sapanya begitu ia mengangkat telphonenya “ada apa? . . . Aku? Aku sedang makan, . . . Direstauran depan perpustakaan umum, mm, baiklah sampai jumpa!”
“ada apa?” tanya soo in.
“entahlah, katanya ada yg ingin diberikannya padaku!” jawab jikyo sambil meletakkan ponselnya.
Tidak lama kemudian jong hyun datang.
“apakah aku melewatkan sesuatu?” tanyanya begitu tiba.
“tidak. . . Soo in sedang sibuk dgn laptopnya dan aku sedang bosan! Duduklah akan kupesankan minum! Mau es cream??” tawar jikyo “oh, jangan menatapku seperti itu, aku hanya bercanda! Kau mau cappuchino?”
“boleh!” saut jong hyun sambil duduk “tapi sejujurnya tadi aku kaget, bagaimana kau tau aku suka makan es cream!”
“benarkah??”
“mm ya,, tapi untuk saat ini lebih baik cappuchino hangat saja!”
“baiklah” kemudian jikyo mengangkat tangan memanggil pelayan.
“apa yg kau kerjakan?” tanya jong hyun pada soo in.
“aku sedang merancang desain untuk sebuah restaurant!”
“ah, aku baru ingat kau seorang desain interior ruangan”
tidak lama kemudian capuchino jong hyun datang. Setelah mengucapkan trima kasih pada pelayan, ia kembali menatap jikyo.
“aku hampir lupa! Aku kemari ingin memberika ini padamu!” jong hyun menyerahkan sebuah kaset pada jikyo.
“apa ini?” tanya jikyo.
“ini hasil mv yg kita buat kemarin, kupikir kau pasti ingin melihatnya!”
“tentu! Aku akan melihatnya bersama soo in!”
“aktingmu sangat bagus disitu! Kau cocok jdi artis!” kata jong hyun.
“yong hwa ssi. . .” gumam jikyo pelan namun tetap bisa didengar oleh jong hyun dan soo in.
Serentak mereka berdua menoleh kearah pandang jikyo.
Disitu, dilayar LCD yg ada direstauran sedang dikabarkan tentang konferensi pers acara pernikahan yong hwa. Dikonferensi itu ada ayah yong hwa, yong hwa dan eun ki. Mereka mengumumkan tentang acara pernikahan yg akan dilaksanakan 3 hari lagi dan membantah smua kabar tentang hubungan soo in dan yong hwa. Dan kebanyakan yg menjawab para wartawan itu adalah ayah yong hwa.
“kenapa bisa begini? Bukankah hyung sudah membatalkan pernikahannya?!” tanya jong hyun bingung.
“mana ku tau?!” saut jikyo.
Soo in kembali menatap laptopnya dgn gamang dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Wajahnya terlihat datar, kosong tanpa ekspresi.
Tiba2 ponsel jong hyun berbunyi. Dari min hyuk.
“ya?” tanyanya begitu telphone tersambung “aku sudah melihatnya, kenapa bisa begitu? . . . Kim soo in ssi? Dia ada bersamaku sekarang! . . .Aku tidak tau, tapi aku tidak bisa bilang kalau saat ini dia sedang baik2 saja!. . . Baiklah kita bertemu nanti!”
“aku harus kekantor!” kata soo in tiba2 sambil mengemasi laptopnya saat jong hyun menutup ponselnya.
“permisi!” ucapnya cepat dan buru2 melangkah pergi sebelum kedua temannya sempat berbicara.
“aku benar2 sedih melihatnya!” gumam jikyo.
“ini lebih rumit dari yg kubayangkan!”
“hidup memang ru. . .mit. . .” suara jikyo memelan saat dilihatnya lee hong ki memasuki restauran itu dgn seorang gadis.
Jong hyun menatap jikyo dan hong ki bergantian. Kemudian ia mendesah pelan.
“kenapa aku melihat banyak orang yg patah hati hari ini?!”
“lee jong hyun ssi, bisakah kau tetap menemaniku disini?!” pinta jikyo.
“bukankah sebaiknya kau memperjelas smua ini?!”
“smuanya sudah jelas!”
“baiklah, aku akan tetap disini, asal kau menceritakannya padaku!”
“apa yg harus kuceritakan?!” tanya jikyo bingung.
“tentu saja tentang dia!” saut jong hyun sambil melirik hongki yg duduk tak jauh dari mereka.
Jikyo mendesah pelan “kenapa kau ingin tau?”
“kukira akulah penyebab awal pertengkaran kalian!” jawab jong hyun santai.
“tentu saja bukan!” bantah jikyo.
“benarkah?! Lalu apa yg harus diributkan?”
“aku juga tidak tau. . .”
“jadi. . . Apa statusmu sekarang? Kalau kau sudah putus, tentu aku tidak akan ragu memberimu bunga mawar!”
“apa?” jikyo mengerutkan kening bingung, ditatapnya laki2 itu. Namun jong hyun menatap kearah lain. Jikyo mengikuti arah tatapan itu dan melihat seorang gadis yg menawarkan bunga mawar pada pengunjung restauran.
Jikyo tersenyum “tidak perlu, lagipula sepertinya kau lebih menyukai gadis penjualnya daripada aku!”
jong hyun tersenyum “kau benar2 pintar”
“tentu saja! Tapi kau benar. . . Aku harus memperjelas smuanya!”
tiba2 jikyo beranjak dari duduknya dan berjalan kearah meja hong ki.

“oppa?? Oppaaa??!!”
“ya?” tanya hong ki kaget sambil menatap yoon hye.
“ada apa denganmu? Kenapa menatap kearah gadis itu terus? Apa kau mengenalnya?!”
“tidaak, sudahlah makan saja, setelah ini aku harus kerja!”
“kau ini! Benar2 aneh!”
hong ki menyesap tehnya pelan tanpa menghiraukan yoon hye.
“anyeong lee hong ki ssi!”
hong ki langsung menoleh begitu mendengar gadis itu menyapa. Ditatapnya gadis yg berdiri dihadapannya itu.
“maaf kalau aku mengganggu sarapanmu, tapi aku ingin mengatakan sesuatu padamu!” kata gadis itu dgn keramahan yg dibuat2 “seperti yg kau tau, aku orang yg tidak suka dgn hal yg tidak jelas, karna itu aku kemari untuk memperjelas semua telah terjadi! Dilihat dari hubunganmu dgn nona ini sepertinya kau baik2 saja, oleh karna itu hubungan kita sudah berakhir, dan kini kau bebas menentukan langkahmu! Terima kasih!” jikyo membungkukkan sedikit badannya kemudian berbalik pergi.
“jadi karna dia?!” tanya hongki tiba2. Ia melihat gadis itu berhenti berjalan.
“jadi benar karna laki2 itu kau ingin putus?!”
gadis itu berbalik lagi dan menatap hong ki.
“tadinya aku berfikir akan memaafkanmu dan melupakan kejadian kemarin, tapi hari ini aku melihat dgn mataku sendiri kau berkencan dgn laki2 lain!”
“lalu bagaimana dgnmu?? Bukankah kau juga sama?berkencan dgn gadis lain! Aku benar2 tidak menyangka, mengapa baru sekarang aku tau sifatmu yg sebenarnya?!”
“aku tidak sedang berkencan!!”
“kau pikir aku buta?!” bentak jikyo.
“kau tidak buta tapi kau sangat bodoh!”
“apa??” jikyo berjalan cepat kearah hongki dan pyuurr. . .
Ia menyiram badan hongki dgn air.
“apa yg kau lakukan??”
“yg bodoh itu kau! Tanpa mau mendengar kata2ku langsung marah! Bukankah itu sangat bodoh?!”
hong ki menatap jikyo marah, kemudian ia mengambil segelas air dan menyiramkannya ke jikyo.
“kau yg paling bodoh! Dia itu adikku, mana mungkin aku kencan dgnnya?!”
“adik?” tanya jikyo terkejut. Tapi kemudian ia kembali menyiram hong ki “kau tidak pernah mengenalkannya padaku, smua itu gara2 kau bodoh!”
dan akhirnya mereka saling memaki dan menyiram air.
“hei, apa kau benar2 adik lee hong ki?” tanya jong hyun pada yoon hye yg sudah pindah ketempatnya.
“tentu saja, namaku lee yoon hye! Sebenarnya apa yg terjadi pada mereka?”
“percayalah, aku juga tidak tau!”
“mereka benar2 terlihat seperti dua manusia bodoh!”
“ya, jangan menirunya! Itu tidak bagus!”
“aku tidak bodoh seperti mereka! Padahal aku ingin ketoko kaset, kalau seperti ini sepertinya tidak mungkin!” keluh yoon hye sambil makan cakenya.
“kau bisa ikut dgnku, kita searah!”
“benarkah?? Bagus kalau begitu! Lihat, orang2 mulai menonton mereka!”
“jangan dilihat lagi! Pura2 saja tidak kenal!” saut jong hyun sambil menyesap capuchinonya.

Jung shin dan min hyuk sedang ada distudio latihan untuk menunggu yong hwa dan eun ki selesai konferensi pers.
“apa kata jong hyun hyung?” tanya min hyuk begitu ia menutup ponsel.
“dia sudah melihatnya! Dan soo in sedang bersamanya saat ini!”
“apa dia baik2 saja?”
“menurutmu apa dia akan baik2 saja?!”
“hhh. . . Kenapa ibu eun ki harus sakit?! Kasihan sekali mereka! Lihat para fans hyung juga sedang menangis, diluar gedung semakin banyak wartawan!” kata jung shin sambil mengintip dari sela2 tirai.
Tiba2 pintu terbuka. Yong hwa muncul bersama eun ki. Mereka berdua sama2 menjatuhkan diri disofa.
“oh hyung, kau selamat dari wartawan2 itu?! Tapi aku tidak melihatmu”
“kami lewat pintu belakang!”
“apa kalian baik2 saja?” tanya min hyuk.
Yong hwa menatapnya sekilas kemudian menghela nafas.
Eun ki melotot “apa kami kelihatan baik2 saja??!”
“sepertinya tidak!” kata min hyuk “lalu. . . Bagaimana dgn soo in? Bukankah kau mencintainya?”
yong hwa terdiam sejenak “dia akan sakit bila melihatku!”
“kenapa begitu?”
“aku lupa belum menceritakannya pada kalian. . . Apa harus kuceritakan??”

“kau belum bekerja disini sebulan tapi sudah meminta untuk kembali keparis, kenapa?” tanya direktur han.
“saya minta maaf, saya kira saya lebih cocok bekerja disana!”
“apa karna penyanyi itu?”
soo in menatap terkejut “bu. . .Bukan. . .”
“dengar kim soo in ssi, aku tidak tau apa yg terjadi pada kalian, tapi jika kau benar2 ingin kembali keparis, selesaikan dulu semua pekerjaanmu disini! Aku akan berbicara dgn direktur utama!”
“terima kasih! Saya akan segera menyelesaikannya!”

so, what do you think?? please give me your comment!!