Tags

, , , ,

Teardrops in the rain

soo in menatap ponselnya dgn termenung. Baru saja diterimanya pesan dari yong hwa bahwa ia tidak bisa makan dirumah. Ia menatap makanan dimeja yg sudah dimasaknya itu tanpa ekspresi. Ini sudah kesekian kalinya ia makan sendiri dirumah.
Sejak pernikahannya dgn yong hwa setahun yg lalu, karir suaminya itu melejit pesat setelah membintangi drama korea you’re beautiful, dan setelah itu semakin jarang pula suaminya ada dirumah. Apalagi sekarang ia tengah syuting film baru we got married bersama artis terkenal seohyun snsd. Dan entah kenapa soo in merasa tidak suka melihatnya.
Soo in meninggalkan meja makan itu tanpa menyentuh sedikitpun makanan yg ada.
Tengah malam yong hwa baru pulang, soo in terbangun dari tidurnya karna mendengar suara mobil yong hwa.
“kenapa selarut ini?” tanya soo in begitu yong hwa masuk kamar.
“ya, tadi ada pemotretan juga, dan aku harus mengantar seohyun pulang dulu!” jawab yong hwa sambil melepaskan jasnya.
soo in terkejut mendengarnya “mengantar seohyun?” tanyanya dgn salah satu alis terangkat.
“ya! Dia tidak membawa mobil dan tuan jong menyuruhku mengantarnya!”
“kau sudah makan?”
“oh, aku sudah makan tadi disana!” jawab yong hwa sambil berganti piayama.
“baiklah, cepatlah tidur!” saut soo in.
“tidak mau menemaniku sebentar?” goda yong hwa sambil naik ketempat tidur dan memeluk pinggang soo in.
“aku lelah. . .” saut soo in sambil tidur.
“baiklah. . .” kata yong hwa mengalah “tidurlah!” ia mengecup kening soo in dan ikut tidur sambil memeluk gadis itu.
Soo in yg membelakangi yong hwa belum memejamkan matanya. Perlahan air matanya menetes. Kenapa ia begitu bodoh menunggu yong hwa pulang untuk makan dirumah sampai2 ia tidak makan.

Soo in merenggangkan tangannya lelah. Ia menatap laptopnya sambil menghembuskan nafas. Akhirnya pekerjaannya selesai. Ia melirik jam tangannya, sudah hampir siang, tapi ia belum lapar. Kemudian iseng2 dibukanya internet. Alisnya mengerut seketika, banyak berita tentang suaminya dgn artis seohyun itu. Dgn kesal soo in langsung menutup laptopnya dgn kasar.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi yong hwa. Lagi2 tidak diangkat. Dgn kesal soo in mematikan ponselnya dan pergi makan.
Ia pulang kerumah saat hari sudah malam. Sebenarnya ia sudah pulang dari kantor dari sore, tapi ia mampir dulu ketempat sukkie dan bermain bersama sulli, putri dari sukkie dan eun ki yg sekarang sudah berumur 2 tahun. Entah kenapa ia malas pulang. Sedangkan kalau menginap diapartemen jikyo, temannya pasti akan bertanya2.
Soo in menatap heran saat melihat mobil yong hwa sudah ada dirumah. Cepat2 ia masuk kedalam rumah dan mendapati laki2 itu sedang menulis2 sesuatu diatas kertas.
“kau sudah pulang?” tanya soo in heran.
Yong hwa mendongak dan tersenyum “ya! Apa kau selalu pulang jam segini?”
“aku mampir dulu kerumah sukkie oppa tadi!” jawabnya.
“aku lapar, masakkan sesuatu!” pinta yong hwa.
“kau pesan saja, dilemari es tidak ada apa2! Aku jarang kesupermarket!” jawab soo in sambil mengambil segelas air putih.
“mwo? Wae?”
“mulai sekarang aku tidak akan memasak, bukankah kau selalu makan diluar?!” jawab soo in setelah meneguk habis air putih itu.
Alis yong hwa mengerut “ada apa dgnmu? Apa kau baik2 saja?” tanyanya.
“aku hanya sedikit pusing!” jawab soo in sambil lalu. Ia masuk kedalam kamar dan melempar tasnya ketempat tidur, kemudian berganti piama.
“apa kau ada masalah?” tanya yong hwa sambil memeluknya dari belakang dan mengecup leher soo in.
“ani. . . Lepaskan aku. . .” pinta soo in.
“kau tidak terlihat baik jjagi. . .” komentar yong hwa masih tetap memeluk soo in.
Soo in berusaha melepaskan tangan yong hwa tapi tiba2 ia tertegun saat melihat jari manis yong hwa.
“dimana cincinmu?” tanya soo in langsung dan berbalik menghadap yong hwa “cincin apa yg kau pakai itu?”
“ah ini, ini cincin yg kupakai untuk syuting wgm! Karna aku takut hilang jadi aku memakainya terus!” jawab yong hwa jujur.
Astaga tuhan. . . Soo in benar2 ingin menghilang sekarang “kau melepas cincin kawin kita dan memakai cincin itu??” tanya soo in sambil menekankan nada disetiap katanya “lalu sekarang dimana cincin itu?”
“ah, itu shin hyung yg menyimpannya!!”
air mata soo in jatuh, ia memejamkan matanya erat2 sambil memijat pelipisnya.
“jjagiya, ada apa? Kenapa kau menangis?”
“apa cincin itu sama sekali tidak berharga untukmu?? Betapa mudahnya kau melepasnya dan menitipkannya pada orang lain?!” air mata soo in semakin deras.
“jjagiya, bukan begitu maksudku. . .” yong hwa hendak menyentuh wajah soo in, tapi soo in menepis tangannya “baiklah, aku akan mengambilnya besok!” janji yong hwa.
“aku tidak bisa berfikir sekarang, aku ingin tidur!” saut soo in dan langsung naik ketempat tidur.

Soo in membuka matanya perlahan. Ia membalikkan badan dan mendapati yong hwa sedang merapikan jasnya.
“kau tidak libur? Bukankah ini hari minggu?” tanya soo in heran.
“shin hyung mengharuskan kami semua untuk menyelesaikan syuting untruk skrip 21 hari ini!”
soo in turun dari tempat tidurnya “mau kubuatkan sarapan?”
yong hwa sedikit heran menatap soo in “kau mau memasak?”
“ya, ada ramyeon, kau mau?”
“baiklah!”
soo in keluar dan menutup pintu. Tapi kemudian ia membukanya lagi “kalau kau mau memakai cincin itu tidak apa2, tapi cincin kawinnya berikan padaku, biar aku yg menyimpannya!” kata soo in pelan kemudian menutup pintu lagi!”

Soo in menatap tv dgn bosan, kemudian ia menyambar ponselnya dimeja dan menghubungi sukki.
“ya soo in? Ada apa?” tanya sukkie begitu telp tersambung.
“oppa, kau ada dimana? Kenapa ramai sekali?”
“ah aku sedang berada ditempat bermain anak bersama eun ki dan shi yoon saat ini!”
“oh begitu. . .”
“soo in, kau sedang apa? Kemarilah, disini sangat menyenangkan!” seru eun ki. Rupanya ponsel sukkie diambil alih olehnya.
Soo in tertawa kecil “mungki lain kali!” katanya “baiklah selamat bersenang2!”
soo in menutup ponselnya dan menghubungi jikyo. Apa dia ada dirumah?!
“yeobseo soo in ah?” sapa jikyo dari sebrang.
“apa kau ada diapartemen?!” tanya soo in.
“ani. . . Aku sedang makan es cream sekarang dengan hongki oppa. . . Ada apa?”
“hongki ssi tidak kerja?” tanya soo in heran.
“kau bercanda?! Walaupun dia penyanyi terkenal, dia tidak akan melupakan tunangannya yg cantik ini!” saut jikyo “yaa! Oppa!! Kenapa kau memakan bagaianku juga?? Pesanlah sendiri!!!” teriak jikyo.
Soo in meringis pelan mendengarnya “sepertinya kau sedang sibuk, akan kutelp. Lagi nanti!”
“ya baiklah!!”
soo in menutup ponselnya sambil menghela nafas kesal.
Ia melirik jam dimeja, hampir siang. Kemudian tiba2 ia tersenyum karna mendapatkan sebuah ide.
Soo in pergi kesebuah super market untuk belanja kemudian pulang dan memasak spagety daging cincang. Ia memandang hasil masakannya dan tersenyum puas. Setelah itu ia pergi ketempat syuting yong hwa.
“oh, anda kim soo in bukan??” sapa sutradara shin.
Soo in membungkukkan badannya sedikit “benar, saya kim soo in!” jawabnya sambil tersenyum.
“ah, sekarang kau sedikit terlihat berbeda ya?!”
soo in tertawa kecil “anda bisa saja. . .”
“oh ya, tunggu sebentar!” sutradara shin mencari2 sesuatu ditas pinggangnya “ah ini dia! Ini cincin kawin yong hwa, kau saja yg menyimpannya!” katanya sambil memberikan cincin itu.
“oh, kamsahamnida!” ucap soo in.
“kau pasti kemari untuk menemui suamimu kan, kulihat ada disana tadi!” sutradara shin menunjukkan sebuah arah pada soo in.
“ah terima kasih, saya akan kesana dulu!”
“ya, ya. . .” sutradara shin mengangguk2 pelan.
Soo in membungkukkan badannya pada pria itu kemudian melangkah pergi. Sambil berjalan ia menatap cincin dalam genggamannya itu sambil menatap nanar. Kemudian dimasukkannya benda itu kedalam tas tangannya.
Soo in melangkah terus menuju taman. Namun begitu ia melihat orang yg dicarinya, ia merasa tertusuk beribu2 pisau.
Disana, disebuah bangku taman yong hwa sedang duduk bersama artis itu, seohyun dan mereka sedang makan bersama. . . dalam satu tempat!
Soo in memijat pelipisnya lelah. Ia benar2 tidak percaya. Tidak, mereka tidak dalam keadaan syuting!
Tanpa berfikir lagi soo in langsung melangkah pergi dari tempat itu.

Yong hwa pulang saat hari sudah malam. Ia masuk kedalam rumah dan tertegun saat melihat soo in. Istrinya itu sedang tergeletak disofa tidak sadarkan diri dan dimeja ada beberapa botol soju.
Yong hwa mengerutkan alisnya. Sejak kapan istrinya itu suka minum soju?
“jjagi??” panggilnya pelan “jjagiya??” digoyang2kannya tubuh soo in, namun tidak ada jawaban.
Akhirnya yong hwa mengangkatnya dan menggendongnya, membawanya ketempat tidur.

Soo in merasa kepalanya berputar2. Apa yg terjadi?! Kemarin ia. . .
Ah, ia ingat sekarang. Diliriknya jam dimeja. Jam 9 pagi. Ia mengerutkan alis kemudian bangkit pelan2.
“kau sudah bangun?” tanya yong hwa.
Soo in menoleh dan mendapati yong hwa sedang memakai sepatunya.
“kenapa tidak membangunkanku? Hari ini aku harus kerja!” tanya soo in.
“lebih baik kau istirahat dulu! Tidak ada salahnya kau libur satu atau 2 hari! Kemarin aku menemukanmu mabuk hingga tidak sadar, sebenarnya kau kenapa? Kemarin shin hyung bilang kau datang ketempat syuting, tapi kenapa aku tidak melihatmu? Kau kenapa? Apa yg terjadi padamu?”
“kau menghwatirkanku?”
“tentu saja, aku ini suamimu!”
soo in turun dari tempat tidur kemudian berjalan menuju kamar mandi “aku heran kau mau mengingatnya!” sautnya.
“apa maksudmu??” ditangannya tangan soo in hingga ia berbalik dan menatapnya.
“karna aku merasa tidak punya suami saat ini!” jawab soo in tegas sambil menatap tajam pada yong hwa “lepaskan aku!”
“tidak sebelum kau berbicara padaku!”
“kenapa harus selalu aku yg berbicara?! Tidak bisakah kau mengerti meskipun hanya sedikit?!”
“aku tidak mengerti apa keinginanmu!! Kau bersikap dingin padaku, kemudian berhenti memasak, memangnya aku melakukan salah apa?”
soo in menghela nafas “pergilah! Kau akan syuting bukan?! Istrimu sudah menunggu!” kata soo in lelah.
Yong hwa mengerutkan alisnya “istriku hanya ada satu dan sekarang sedang berdiri dihadapanku! Siapa wanita yg kau maksud itu?!”
“kau tidak tau? Bukankah kau makan siang bersamanya kemarin?!”
“maksudmu seohyun ssi?”
“ah, ternyata kau mengingatnya!”
“jadi semua ini gara2 itu?? Kau tidak suka aku syuting wgm bersamanya?? Bukankah dulu kau yg mendukung??”
“ya, dan sepertinya sekarang aku menyesalinya!”
“dengar soo in, saat itu dia hanya menawariku roti daging buatannya, tidak ada maksud lain!”
“aku sudah tidak perduli, aku lelah. . .”
“bukankah dari awal kau sudah tau resiko menjadi istri seorang penyanyi?! Kalau hanya karna hal ini saja kau marah, kau tidak cocok untuk menjadi istri seorang penyanyi! Bagaimana dgn fansku? Kau akan marah kalau melihatku memeluk mereka?? Kalaupun pasangan mainku saat ini bukan seohyun apa kau akan marah juga?? Itu sangat kekanak2an!!” yong hwa melepaskan tangan soo in kemudian pergi keluar.
Blaam. . .
Begitu pintu kamar tertutup, air mata soo in jatuh. Ia melangkah dgn lemah masuk kedalam kamar mandi.

Yong hwa melangkah dgn cepat menuju dapur. Ia membuka lemari es dan mengambil sebotol air mineral. Diteguknya air itu sebanyak2nya. Ia masih bingung dgn semua yg dialaminya saat ini.
Ditaruhnya botol itu dan tertegun saat melihat ada kotak makanan. Diraihnya kotak itu dan dibukanya. Isinya adalah spageti dgn daging sebagai rambutnya dan sayuran (timun, wortel, dll) yg membentuk sebuah wajah. Ia tertegun menatapnya. Jangan2 soo in datang kelokasi syuting kemarin karna ingin membawakannya makan siang?!
Ia ingin kembali kekamar, tapi tiba2 ponselnya berbunyi.
“ya hyung?? . . .Ne, aku akan segera kesana!! . . .Ne!” ia menatap kotak makanan dan pintu kamar dgn bimbang, namun akhirnya ia menaruh kembali kotak itu dan segera pergi.

Selama syuting berlangsung, yong hwa benar2 gelisah. Ia ingin cepat2 menyelesaikan syutingnya dan pulang. Ada yg harus dibicarakan dgn istrinya.
“yaa! Cut!!!” teriak sutradara shin “ok, syuting hari ini selesai!!”
yong hwa menghembuskan nafas lega. Ini sudah jam 8 malam, dan ia harus segera pulang.
“hei yong hwa! Kau bisa mengantar seohyun ke dormnya? Ia tidak membawa mobil hari ini, aku takut dia kenapa2, ini kan sudah malam!”
yong hwa menoleh sambil memakai jaketnya “maaf hyung, aku harus pulang! Ada sedikit masalah yg harus diselesaikan!”
“ah baiklah kalau begitu, biar kusuruh orang lain untuk mengantarnya!”
yonghwa cepat2 pulang. Namun ia heran saat rumah dalam keadaan gelap. Apa soo in sedang pergi?! Kenapa lampunya tidak dinyalakan?!
Ia masuk kedalam rumah dan menyalakan semua lampu. Kemudian ia membuka pintu kamar dan menyalakan lampunya. Kosong! Tidak ada soo in didalamnya. Kemana dia?!
Yong hwa melepas jasnya dan melemparnya ketempat tidur, kemudian ia melepas jam tangannya dan meletakkannya dimeja tidur, tapi tangannya tiba2 berhenti saat melihat selembar kertas dgn cincin kawinnya diatasnya. Diambilnya benda itu kemudian dibacanya pesan dikertas itu.

Sebaiknya, kita berpisah sejenak untuk sementara waktu, aku ingin sendiri!
Kim soo in

yong hwa mengerut membacanya kemudian berjalan cepat menuju lemari pakaian. Dibukanya lemari itu dan mendapati isi lemari itu masih utuh meskipun sedikit berkurang. Lalu kemana dia? Apa menginap dirumah sukkie? Ato diapartemen jikyo?!
Tiba2 terdengar suara ponsel berdering. Bahkan ia tidak membawa ponselnya?!
“yeobseo?” sapa yong hwa. Dijawabnya telp. Yg masuk itu.
“oh yong hwa ssi, dimana soo in?? Katakan padanya aku akan mengembalikan peralatan pembuat kuenya besok!” saut jikyo disebrang sana.
“ya, akan kusampaikan!”
“gomawo!”
telp terputus. Ok, berarti soo in tidak sedang bersama jikyo.
Kemudian dihubunginya sukkie.
“yeobseo??” jawab eun ki dari seberang.
“eun ki ini aku, yong hwa!”
“oh yong hwa ssi, ada apa? Dimana istrimu? Dia bilang akan mampir kesini?!”
“ah, dia sedang keluar, apa sukkie hyung ada?”
“ah dia belum pulang!”
“baiklah nanti akan kutelp. Lagi!”
“mm!”
yong hwa menutup ponselnya dgn bingung. Kalau soo in tidak ada ditempat mereka, lalu dimana ia?? Apa dirumahnya yg dulu? Yong hwa langsung pergi kerumah lama soo in tapi wanita itu tetap tidak ada disana. Hingga malam soo in belum ditemukan!

Soo in menghirup udara pagi itu dalam2. Rasanya sangat sejuk. Suasananya masih sepi. Ia suka ketenangan ini. Dulu, ia pernah ketempat ini bersama yong hwa sekali yg kemudian akhirnya tersesat.
Ia sudah memutuskan untuk cuti dari kerjanya lima hari. Ia ingin istirahat, menjauh dari semua beban yg ada. Mungkin ia memang egois, melarikan diri ketempat yg masih tenang ini. Namun ia juga butuh refreshing. Dan sekarang ia sedang menginap dirumah bibi min, salah satu penduduk desa.
Tiba2 matanya melihat seorang namja seumuran dirinya sedang mengeluarkan sepeda dari gudang sambil membawa sekotak peralatan.
Kemudian namja itu tiba2 menghampiri soo in “anyeong?! Aku lee hyuk jae, keponakan bibi min!” sapanya sambil tersenyum “kau boleh memanggilku eun hyuk ato hyukki!”
“anyeong hyukki ssi, kim soo in imnida!”
“kau yg dari seoul itu kan??”
“ya. . .”
“kau mau ikut denganku?”
“mm? Kemana?”
“aku akan mengoles madu pada bunga pear dikebun buah pear tidak jauh dari sini!”
“benarkah?? Aku boleh ikut denganmu??” tanya soo in berseri2. Belum pernah ia melihat kebun buah pear sebelumnya.
“tentu saja! Ayo!!” hyuki menarik tangan soo in dgn semangat berlari menghampiri sepeda hyuki.
“nah bawa ini!” hyuki menyodorkan kotak berisi madu dan kuas pada soo in kemudian naik keatas sepedanya.
Soo in duduk diboncengan sambil membawa kotak itu.
“pegangan!” seru hyuki.
Soo in memeluk pinggang hyuki dengan tangan kirinya. Dan sepeda itu mulai berjalan ditanah yg tidak beraspal.
“wooooo. . .” mereka berteriak2 senang saat sepeda menuruni lereng dgn cepat.
Soo in merasakan sejuknya angin yg menyapu wajahnya. Ia benar2 merasa segar. Melihat kebun teh dan sawah2 yg hijau, benar2 menyegarkan matanya.

“jadi kau sudah menikah??” tanya hyuki sambil mengoleskan madu pada bunga2 pear agar lebah2 berdatangan dan membantu penyerbukan bunga.
Soo in mengangguk pelan “mm. . .” gumamnya sambil ikut mengolesi bunga pear itu.
“lalu sedang apa kau disini??”
“aku. . . Sedang mencari ketenangan!”
hyuki tersenyum “ketenangan itu ada dihati, tidak perduli dimanapun kau berada kalau hatimu tidak merasa tenang, akan sama saja!”
soo in menghentikan kegiatannya kemudian menatap hyuki.
“apa aku salah?” tanya laki2 itu polos
Soo in tersenyum dan menggeleng pelan “kau benar. . . Ketenangan yg kudapat sekarang hanyalah sementara!”
“sebenarnya kau punya masalah apa??” tanya hyuki “oh, mianhaeyo. . . Seharusnya aku tidak bertanya itu padamu!”
“tidak apa2. . .” saut soo in pelan. Ia melanjutkan kegiatannya untuk memoles madu pada bunga2 pear yg berwarna putih itu “kau tau jung yong hwa??” tanyanya tiba2.
Hyuki mengerutkan alisnya “apakah seharusnya aku tau??”
soo in tersenyum “tidak juga. . .” jawabnya pelan “dia adalah seorang penyanyi dan aktor terkenal dikorea!”
hyuki tetap diam, menunggu soo in meneruskan bicarannya.
“dia suamiku. . .” lanjut soo in.
Hyuki menoleh “benarkah??”
soo in mengangguk pelan.
“wow, jadi yg bersamaku saat ini adalah istri dari seorang aktor dan penyanyi terkenal?! Aku tidak menyangka sama sekali!”
soo in tersenyum tipis “begitulah. . .”
“lalu apa masalahnya?”
soo in terdiam sejenak. Ia menghela nafas pelan. Apakah ia harus menceritakan semuanya pada laki2 yg baru dikenalnya ini?! Tapi entah kenapa, ia merasa nyaman saat berbicara dgnnya. Mungkin membagi sedikit beban yg dirasakannya itu tidak salah. Kemudian soo in mulai menceritakan semuanya pada hyuki.
Hyuki hanya tersenyum mendengar cerita soo in dan tidak menyelanya hingga ia selesai bercerita.
“jadi. . . Kau cemburu pada artis itu?”
“mungkin ya, mungkin juga tidak. . . Entahlah, aku merasa akhir2 ini dia berubah. . .”
“akan kukenalkan kau pada seseorang! Ayo!!” kata hyuki membereskan alat2nya.
“siapa?”
“nanti kau akan tau!”

mereka berdua pergi kesebuah rumah kecil yg banyak bunga dihalamannya. Soo in hanya mengikutinya tanpa bertanya. Diberanda rumah itu duduk seorang gadis yang sedang menyulam.
“ge yeo ah!!” seru hyuki sambil berlari2 kecil menghampirinya. Laki2 itu tertawa riang “kau sedang apa??” tanyanya.
“lihatlah!”
“kau membuat topi??”
gadis itu mengangguk riang “ini untukmu!”
“waaa kau memang pintar!!” puji hyuki “oh ya kenalkan, ini kim soo in ssi yg menginap dirumah bibi, dia datang dari seoul untuk liburan beberapa hari!”
“mm! Soo in ssi, kenalkan, dia kang ge yeo, tunanganku!”
ge yeo tersenyum, pipinya memerah “anyeong eonni!!” sapanya ramah.
“anyeong!” balas soo in sambil tersenyum.
“oh ya, kami baru saja dari kebun pear!” kata hyuki semangat.
“benarkah? Sangat indah bukan?” tanyanya pada soo in “hyuki juga sering membawaku kesana!”
“benar, sangat indah!! Sudah lama sekali aku tidak kemari, ini desa kelahiran ayahku!” jawab soo in.
“benarkah?? Kau harus sering2 kemari! Buah pear disini sangat lezat!”
“sayang sekarang masih berbunga!” saut ge yeo.
“ge yeo ah, waktunya tidur siang!!” seorang ajhuma keluar dari dalam rumah sambil membawa sebuah kursi roda “oh ada kau rupanya!”
hyuki tersenyum “aku mampir sebentar bibi!” katanya sambil menggendong gadis itu dan mendudukkannya dikursi roda.
Soo in mengerutkan alisnya saat melihat itu.
“hyuki, siapa dia?” tanya ajhuma itu.
“ah dia kim soo in ssi yg menginap dirumah bibi!” jawab hyuki.
Soo in membungkuk sedikit pada ajhuma itu.
“ah, aku sudah mendengarnya!”
“baiklah. . . Aku harus pulang! Bibi pasti menungguku! Besok aku kemari lagi! Kau, harus tidur siang!” hyuki menyentuh hidung gadis itu dgn jarinya “jangan nakal, araseo??”
ge yeo mengangguk2 sambil tertawa kecil “ne!”
“bagus!” hyuki mengecup kening ge yeo sebelum bibi itu membawanya masuk.
Dan ia mengajak soo in pulang.

“dia. . . Lumpuh. . .??” tanya soo in.
Hyuki tersenyum kemudian meminum kaleng sodanya “ya. . .” jawabnya pelan. Malam itu mereka sedang duduk diteras rumah.
“berapa lama kalian bersama?”
“seumur hidupku aku bersama dgnnya! Kami tumbuh dan besar bersama2 disini. . .”
“kenapa dia bisa sampai seperti itu?”
“kecelakaan, 3 tahun yg lalu!” jawab hyuki. Matanya menerawang kedepan “saat itu, aku bersumpah tidak akan meninggalkannya!”
soo in terdiam, tidak tau harus berkata apa.
“kau tau kenapa aku mengenalkanmu padanya??” tanya hyuki tiba2.
Soo in menoleh dan menggeleng pelan.
“mungkin aku memang bukan seorang aktor ataupun penyanyi, tapi kurasa, perasaanmu sama dgnnya!” jelas hyuki.
Soo in terdiam, ia menunggu laki2 itu melanjutkan bicaranya.
“dgn keadaannya yg seperti itu, dia sering merasa tidak percaya diri berada disisiku, dia merasa tidak pantas. Apalagi aku cukup terkenal disini, tidak sedikit gadis2 yg mendekatiku. Tapi aku kagum dgnnya, dia benar2 percaya padaku meskipun aku tau kadang ia merasa sedih, dan kepercayaannya itulah yg membuatku tidak bisa melepaskannya! Bagiku, dia lebih pantas dari siapapun. . .
Sama sepertimu, suamimu dikelilingi oleh artis2 terkenal lawan mainnya, tanyakan pada hatimu, apa kau percaya dia tidak akan menghianatimu?! Lalu kenapa kau menikah dgnnya kalau kau tidak percaya?? Kau yg paling mengenalnya, kau yg tau semua sifatnya, seharusnya kau tau, dia bisa dipercaya atau tidak! Lalu pernahkah kau berfikir kenapa ia memilihmu menjadi istrinya? Bukankah kau bilang ia sudah lama menjadi penyanyi terkenal, ia bisa saja memilih artis untuk menjadi istrinya, tapi kenapa ia memilihmu? Kau pernah memikirkannya??”
air mata soo in menetes, ia menggeleng pelan “apa aku salah sudah bersikap dingin padanya?” tanyanya pelan.
Hyuki tersenyum “tidak ada yg benar!” jawabnya “kuberitau kau, kami para lelaki bukanlah peramal yg bisa membaca pikiran kalian para gadis, jadi ada baiknya kalian saling berbicara! Katakan saja padanya apa yg kau rasakan, ia pasti akan mengerti meskipun pelan2, kau tidak ingin kehilangannya bukan?” tanya hyuki “aku yakin dia juga tidak ingin kehilanganmu!”
air mata soo in mengalir “kau benar, ia bisa saja tidak menungguku saat aku diparis dulu. . . Lalu kenapa sekarang aku meragukannya?? Aku benar2 bodoh!”
hyuki tersenyum, kemudian ia memeluk bahu soo in “semua yg kau alami ini adalah hal yg biasa! Aku juga pernah mengalaminya!”
“benarkah??”
“ya! Aku pernah melihat ge yeo mencium namja lain tepat didepan mataku, dan aku benar2 kesal, walaupun seharusnya aku tidak boleh marah!”
soo in menoleh kaget “mwo? Benarkah? Kenapa tidak?”
hyuki meringis lebar “karna namja yg diciumnya itu adalah adik sepupunya yg berumur 7 tahun!”
“aiiish. . . Kukira seorang laki2 dewasa!”
hyuki tergelak “aku lebih bodoh darimu bukan?! Nah, sekarang jangan menangis lagi!” kata hyuki sambil mengusap air mata soo in dipipi.
“kamsahamnida. . .” ucap soo in.
“kau mau soda?” tawar hyuki.
“aniyo. . .” soo in menggeleng pelan sambil tersenyum “hyuki ssi, bukankah kang ge yeo ssi pandai menyulam?” tanya soo in tiba2.
“ya, dia sangat pintar menyulam dan merajut! Dia pernah membuatkanku sweter dan menyulamkan nama kami pada topi!”
“sebentar lagi ulang tahun yong hwa, aku ingin membuatkannya sesuatu!”
“itu bagus! Akan kuantarkan kau kerumahnya besok!”
“kamsahamnida. . .”

yong hwa pulang kerumah dalam keadaan lesu. Ia benar2 frustasi, soo in tidak ada dimana2. Seandainya ia lebih mengerti sedikit saja arti dari pernikahan mereka. . . Bukan karna hanya ia sudah memiliki soo in sebagai istrinya lalu ia merasa semuanya akan baik2 saja. Ia salah, ia tau betul itu. Lalu, bagaimanakah caranya ia menemukan istrinya itu?!
Ia tidur ditempat tidurnya sambil menatap langit. Yong hwa ingat saat soo in mendesain kamar ini. Ia mendesain kamar tidur mereka dgn memberi atap yg bisa dibuka yg dalamnya dilapisi kaca. Sehingga mereka bisa melihat bintang saat akan tidur. Tapi tempat disebelahnya kini itu kosong.
Tiba2 ia melihat bintang jatuh. Ia ingat dulu pernah melihatnya bersama soo in disebuah desa.
Yong hwa memejamkan mata dan memohon agar istrinya dapat ditemukan. Tiba2 saja ia tersentak. Desa itu. . . Desa kelahiran ayah soo in!! Dgn cepat ia bangun dan melangkah pergi.
Yong hwa berusaha mencari desa kelahiran ayah soo in. Berbekal ingatannya yg tidak menjamin hingga 50%nya, ia bertanya2 pada setiap orang yg dilewatinya. Akhirnya ia menemukan desa itu dan tempat dimana soo in menginap dari seorang ajhuma yg ditanyainya.
Ia mematikan mesin mobilnya dan turun. Ia memandang sekeliling tempat yg sepi itu, kemudian berjalan kedepan dan berbelok masuk kedalam pagar sebuah rumah.
Langkahnya terhenti saat melihat wanita yg dicarinya itu ada disana. . . Bersama seorang namja!! Yong hwa tersenyum pahit. Apakah ia sudah terlambat??
Ia melihat namja itu melingkarkan lengannya pada bahu soo in, soo in menatap namja itu kemudian namja itu memegang wajah soo in dgn kedua tangannya.
Yong hwa memejamkan mata kuat2 kemudian berbalik pergi dari tempat itu.
Soo in belajar merajut pada geyeo dgn tekun. Bahkan sampai malampun ia masih merajut. Ia ingin membuat sebuah topi pasangan untuk yong hwa. Walaupun sulit dan mengulanginya dari awal berkali2, ia tidak menyerah.
Dan setelah 3 hari, jadilah topi rajutan itu. Sudah saatnya ia kembali ke seoul, tapi ia masih bertanya2, apa laki2 itu mencarinya?? Apa ia khawatir??

“ah mianhae yong hwa ssi, aku jadi merepotkanmu!” kata seohyun sambil masuk kedalam mobil yong hwa “aku menyesal mobilku masuk bengkel, jadi hyung nim menyuruhmu untuk mengantarku!”
“tidak apa2!” jawab yong hwa sambil tersenyum tipis.
“akhir2 ini kau terlihat kurang bersemangat, apa ada masalah??”
w
“ani. . . Aku hanya lelah akhir2 ini!” jawab yong hwa pelan “ah, aku baru ingat, sepatumu ada dirumahku, kemarin shin hyung menyuruhku memberikannya padamu, tapi kau sudah pulang, jadi aku membawanya pulang kerumah! Kau mau mengambilnya??”
“apa aku boleh mengambilnya?”
“tentu!”
yong hwa membelokkan mobil menuju kerumahnya dan berhenti tepat didepan rumahnya.
“masuklah. . .” kata yong hwa sambil membuka pintu.
Mereka masuk kedalam dan yong hwa memberikan sepatu seohyun “ini sepatumu!”
“ne, kamsahamnida!” ucap gadis itu “waw, rumahmu indah sekali!” seohyun sambil memandangi sekelilingnya.
“istriku yg merancang semuanya, dia desain interior ruangan!”
“oya?? Lalu dimana dia sekarang??”
“dia. . .” yong hwa berbalik dan menatap seohyun tanpa tau harus memberi jawaban apa.
Tiba2 saja pintu terbuka pelan dan soo in muncul dari baliknya membuat yong hwa menatap terkejut.

Soo in menghembuskan nafas pelan sambil menatap pintu itu. Mobil yong hwa ada didepan, itu artinya pria itu ada didalam rumah. Dibukanya pintu itu pelan2 dan masuk kedalam. Tapi tiba2 saja tubuhnya membeku saat melihat yong hwa ada didalam rumah bersama gadis itu. Ia menatap mereka bergantian, tiba2 saja air matanya jatuh.
“apa tempatku benar2 sudah digantikan??” tanyanya lirih.
Dgn menahan sakit soo in berbalik dan menarik kopernya melangkah pergi.
“yong hwa ssi, apa yg trjadi??” tanya seohyun bingung.
Yong hwa mengusap wajah dgn kedua tangannya kemudian duduk disofa sambil menutupi muka.
“apa kalian sedang ada masalah?” tanya seohyun lagi.
Yong hwa tidak menjawab. Ia tidak tau harus berbuat apa.
“permisi!!”
seohyun menoleh kearah pintu dan mendapati seorang namja sedang melogokkan kepalanya “apa ini rumah kim soo in ssi?” tanyanya.
Yong hwa mengangkat mukanya saat nama itu disebut. Dan ia melihat namja yang ada didesa bersama soo in beberapa hari yang lalu “siapa kau?”
Namja itu tersenyum “aku lee hyuk jae, kau bisa memanggilku eunhyuk atau hyuki!! Aku kemari untuk mengantarkan barang soo in ssi yang ketinggalan!!”
“barang?? Barang apa??”
“bolehkah aku masuk dulu??”
Yong hwa diam sejenak “masuklah. . .” katanya akhirnya.
Seohyun membukakan pintu lebih lebar agar laki2 itu bisa masuk kedalam.
“ini untukmu!” katanya sambil menyerahkan sebuah bungkusan pada yong hwa.
“apa ini??”
“itu untuk hadiah ulang tahunmu!! Itu buatannya sendiri! Beberapa hari ini ia sangat tekun belajar merajut pada tunanganku, katanya itu barang yang sangat berharga, tapi ia malah meninggalkannya, karna itu aku mengantarkannya kemari!!” hyuki terkekeh “ngomong2, dimana dia? Kenapa aku tidak melihatnya??”
Yong hwa membuka bungkusan itu dan tertegun. Ada sepasang topi rajutan berwarna biru didalamnya. Ia memijat pelipisnya sambil memejamkan mata. Jadi selama ini ia sudah salah paham. . .
Tiba2 saja telphone rumahnya berdering, membuat kaget ketiga orang yang ada disitu. Yong hwa meletakkan bungkusan itu dimeja dan menghampiri telphone.
“ya?” jawabnya saat telphone sudah diangkatnya “ne, benar! . . .mwo???” telphone itu terlepas dari genggaman tangan yong hwa. Laki2 itu mematung ditempatnya sementara hyuki dan seohyun saling berpandangan tidak mengerti.
Tiba2 yonghwa tersentak dan secepat kilat menghampiri hyuki dan memegang bahunya “aku titip rumah!” katanya cepat dan langsung melangkah pergi meninggalkan kedua orang yang masih bingung itu.

Soo in melangkah pelan sambil menyeret kopernya. Hatinya terasa sakit. Apa semuanya ini sudah berakhir?? Kenapa yong hwa setega itu padanya?? “oppa, eotoke??” gumamnya lirih, pandangannya kabur oleh air mata. Kepalanya terasa pusing dan perutnya terasa mual. Mungkin karna ia belum makan siang sama sekali. Samar2 ia mendengar seseorang yang berteriak. Begitu ia mengangkat wajah dan menoleh, sebuah cahaya menyilaukan menerpa tubuhnya dan tiba2 saja semuanya menjadi gelap. . .

Yong hwa menatap wanita itu dengan gamang. Soo in, istrinya itu saat ini sedang terbaring ditempat tidur dengan bantuan alat pernafasan dan selang infus yang tertancap dilengannya. Wajahnya terpilin menyaksikan itu semua.
“anda keluarganya??” tanya seorang dokter.
Yong hwa menoleh lemah “saya suaminya dok. . .” jawabnya pelan.
“kondisinya benar2 lemah. Sedikit saja ia terlambat dibawa kemari, mungkin jiwanya tidak bisa diselamatkan. Tidak ada luka dalam, hanya saja detak jantungnya sangat lambat, dan hal ini sangat mengkhawatirkan!! Mungkin ia sedang punya beban fikiran yang membuat kondisinya sangat lemah. Saya menyesal tidak dapat menyelamatkan kandungannya!!”
Yong hwa menatap terkejut “kandungan???”
“anda tidak tau?? Istri anda mengandung janin hampir dua bulan!! Tapi sepertinya ia mengalami benturan pada pinggul yang membuatnya keguguran!”
Soo in hamil?? Astaga tuhaaaan. . . yong hwa benar2 menyesal sekarang. Sejahat itukah ia pada soo in hingga istrinya itu harus mengalami hal ini??
“bila saudari soo in ssi tidak sadar dalam waktu kurang dari 3 hari, kita hanya bisa berdo’a!!”
“lakukan apapun untuk menyelamatkannya dok. . .”
“akan saya usahakan!!”
Yong hwa menghampiri tubuh itu. Digenggamnya tangan yang terkulai lemah itu dengan penuh sarat penyesalan “cepatlah bangun. . . aku ingin melihatmu tersenyum. . .”

Kacau. Itulah keadaan yong hwa saat ini. Ia belum pulang sama sekali juga tidak makan. Tidak sedetikpun ia meninggalkan kursi yang didudukinya saat ini. Berita tentangnya sudah menyebar. Jadwalnya ditunda semua, saat ini ia tidak perduli pada apapun lagi.
Kemarin sukkie, eunki, jikyo, hongki, dan anak2 cnblue lainnya datang kerumah sakit. Dan ia sempat menerima pukulan beberapa kali dari sukkie, namun ia hanya diam, ia tau ia salah.
Tiba2 saja jari dalam genggamannya bergerak pelan. Kemudian perlahan mata gadis itu terbuka. . .

Soo in merasa kosong. Ia membuka matanya perlahan. Kabur, tidak terlihat apapun.
“jjagi. . .”
Ah, suara itu, suara yang selalu didengarnya dimanapun ia berada. Soo in mengerjap2kan matanya beberapa kali untuk melihat lebih jelas.
“jjagiya. . .” panggilnya lagi.
Tiba2 saja soo in merasa sangat merindukan suara itu. Kemudian terlihat sebuah wajah yang sangat dikenalnya bahkan saat ia menutup mata. Wajah itu terlihat resah, gelisah, takut dan cemas.
“diamana aku. . .?” tanya soo in lirih.
“mianhae jjagiya. . .mianhae. . .” ucap laki2 itu lirih “kau ada dirumah sakit, kecelakaan. . . mianhae. . .” yong hwa mempererat genggamannya dan menekankan telapak tangan gadis itu pada pipinya.
Soo in menatapnya kemudian jari yang ada dalam genggaman yong hwa itu bergerak, mengusap air mata dipipi laki2 itu “kenapa menangis. . .?” tanyanya lemah.
“karna aku takut kau akan meninggalkanku. . .”
Soo in memejamkan matanya sejenak. Ia mulai ingat apa yang sudah terjadi “apa kau masih membutuhkanku. . .?” tanyanya pelan.
“tentu saja! Aku benar2 membutuhkanmu, aku membutuhkanmu untuk menjadi istriku, aku membutuhkanmu untuk menjadi ibu dari anak2ku, aku membutuhkanmu untuk menemaniku, untuk menyayangiku, mencintaiku, bahkan untuk bernafaspun aku membutuhkanmu, jadi bagaimana bisa aku bernafas tanpa adanya dirimu? Bagaimana aku bisa hidup bila kau tidak ada??!” diciumnya jari2 gadis itu dalam2.
“terima kasih sudah membutuhkanku. . .” ucap soo in tulus.
“jangan pergi lagi, kumohon, jangan meninggalkanku, karna tidak ada yang bisa menggantikanmu, tidak akan pernah ada. . .tetaplah disisiku, kau berjanji??”
“aku tidak akan pergi. . .aku janji. . .”
“terima kasih sudah kembali. . .”
“pulanglah. . . Aku baik2 saja!” kata soo in. Ini sudah hari kelima ia dirawat dirumah sakit.
Yong hwa menggeleng pelan “aku ingin disini!” jawabnya sambil menggenggam jari2 soo in.
“aku bisa menemani soo in disini, jadwalku kosong hari ini!” saut jikyo yg juga ada didalam ruangan itu.
Yong hwa menggeleng lagi “aku akan pulang kalau kau pulang juga. . .”
“hyuki ssi sudah pulang kemarin, kunci rumahmu ada padaku!” kata jikyo pada yong hwa.
“mm, terima kasih sudah membawakan pakaianku kemari,”
jikyo mengibaskan tangannya “tidak masalah!” sautnya “baiklah, aku keluar sebentar mencari makan!”
jikyo mengambil tasnya dimeja dan berjalan keluar.
“apa kau tidak apa2 disini terus?” tanya soo in cemas.
“kau tidak ingin aku disini?”
“aniyo. . .Bukan begitu maksudku, apa kau tidak apa2 terlalu lama berhenti syuting?”
yong hwa tersenyum dan menggeleng pelan “aku sudah bilang pada hyung dan tuan jhon akan cuti hingga kau sembuh total!” jawabnya “aku sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia hiburan setelah menyelesaikan kontrakku, dan bekerja diperusahaan ayah, lagipula ia sudah tua!”
soo in terkejut mendengarnya “apa kau serius??”
“aku sudah memikirkannya, bekerja didunia hiburan menyita seluruh waktuku, kau yg terpenting untukku saat ini, dan seterusnya hanya kau yg terpenting untukku!”
soo in menggeleng pelan “menyanyi adalah hidupmu, sejak awal kau sudah terlahir sebagai seorang penyanyi, bagaimana mungkin aku membiarkanmu berhenti menyanyi??!”
“hanya dgn bernyanyi dihadapanmu saja itu sudah cukup untukku!”
soo in menggeleng pelan “aku ingin seluruh dunia merasakan indahnya musik lewat lagu2mu, apa kau tidak memikirkan boice dan penggemarmu?! Aku bisa mengerti, tentang kejadian kemarin aku tidak tau kenapa aku bisa begitu, tiba2 saja aku merasa tidak suka kau dekat dgn wanita lain, aku merasa aneh, seperti ada orang lain didalam diriku. . .”
“bukankah itu bagus?! Kau cemburu padaku itu artinya kau mencintaiku, benar begitu bukan?!”
“aku tidak tau, tapi tetap saja seharusnya aku tidak boleh begitu! Jadi. . . Kau tidak akan berhenti bukan??”
“akan kupikirkan lagi!”
“bukankah kau akan melakukan apapun yg kuminta??”
yong hwa menghela nafas “baiklah kau menang!”
soo in tersenyum “kita bisa menyesuaikan jadwal kerja kita bukan?! Bila kau tidak bisa menemuiku aku yg akan menemuimu? Bagaimana??”
yong hwa mendekatkan wajahnya “apapun yg kau mau!” bisiknya pelan kemudian mengecup bibir soo in lembut.

“apa yg kau pikirkan??” tanya yong hwa sambil memeluk soo in dari belakang. Saat itu soo in sedang berdiri dibalkon rumah memandang bintang2 dilangit malam. Ia sudah pulang dari rumah sakit beberapa hari yg lalu.
“aniyo. . .aku hanya teringat saat kita melihat bintang bersama dulu, kau tau apa yg kuminta saat ada bintang jatuh waktu itu??”
“apa?”
“aku meminta kepada tuhan agar aku menemukan cahayaku. . . Dan aku sudah menemukannya sekarang. . . ”
“dan kau tau apa yg kuminta saat melihatmu berdo’a waktu itu?!” tanya yong hwa sambil membenamkan wajahnya kedalam leher soo in.
“kau meminta sesuatu?? Apa itu?”
“aku meminta kepada tuhan untuk kebahagianmu,” gumam yong hwa, dihirupnya dalam2 aroma gadis itu “dan disetiap hujan pertama yg datang diawal tahun, aku selalu meminta agar kau kembali padaku. . .”
“benarkah???” tanya soo in terkejut.
“yah. . . Kalau tuhan tidak mengabulkannya, aku pasti sudah membenci hujan saat ini!” jawabnya kemudian mengecup leher soo in.
Soo in memejamkan matanya, pelukan yong hwa terasa menenangkan, “ya, tuhan sudah mengabulkan permohonan kita. . .”
“kau tau apa yg akan kulakukan? . . . Akan kuberikan kau seorang bayi!” bisik yonghwa pelan.

***the end***

haha endingx gaje,,