Tags

, , ,



Author : vea a.k.a eunve
Titlle : Your kiss is mine
Genre : unknow
Cast :
– Lee donghae (super junior)
– Lee rae ki (riya)
– Minho (shinee)
– Han kyu ri (herry)
– Kim yoon hye (author nampang)
– Kim hyun ra (viera)
– Lee hyuk jae (eunhyuk=cameo)
– Jeon jihwan (d-na/the boss=cameo)
– Lee sungmin (cameo)

Ff dengan cast lee donghae buat tetehku riya tersayang!! Bener2 sial waktu ngetik ff ini, entah kenapa atau jangan2 donghae emang pembawa sial?!
*PLAK*
(digampar ikan dan pengikutnya)
Benar2 menjadi hari yang paling memalukan dalam sejarah kehidupanku, mungkin sebagian sudah ada yang tau insiden apa yang terjadi dengan ff ini!! Pokoknya benar2 SIAL!!
Mau dihentikan pengetikannya sayang banget ma idenya. Akhirnya terpaksa dilanjutin aja meskipun aku baru dapet bencana yang gak bisa dilupain!! Happy reading deh. . . ^^

“huwaaaaaa. . . . bosaaaan. . . .” teriak hyun ra sambil merentangkan tangannya tangannya lebar2.
“hari ini memang sangat menyebalkan!!” runtuk rae ki sambil mengaduk2 capucinonya dengan kesal.
Hyun ra terkikik pelan “pasti kau dapat C untuk kelas lee seongsaengnim, benar kan??”
“tua bangka itu selalu saja memberiku nilai jelek!!” rae ki mendengus kesal.
Braaak. . .
Kedua gadis itu langsung menoleh kearah kim yoon hye, gadis yang duduk didepan rae ki, disebelah hyun ra.
“kenapa kau?? Kalau tidak mau berikan saja padaku ponsel itu!!” kata rae ki setelah melihat temannya itu membanting ponselnya dengan kesal.
“pasti hyuki tidak bisa dihubungi lagi, benar kan??” saut hyun ra.
Yoon hye mendesah pelan “bukan itu. . .” jawabnya sambil memandang kesembarang arah.
“lalu?”
“kenapa liburan semester kita lama sekali??? Padahal dua hari laki hyuki akan pergi kecina, kalau tidak libur aku tidak bisa ikut!!” runtuk yoon hye kesal.
“minggu ini memang benar2 membosankan!!” saut hyun ra.
Tiba2 yoon hye menatap rae ki sambil tersenyum evil.
“apa??” tanya rae ki sambil balas menatap temannya itu.
“seratus ribu woon kalau kau bisa mencium pria itu!!!” kata yoon hye sambil meletakkan uang itu di meja.
Kontan mata kedua gadis itu langsung melebar. “yang mana??” tanya mereka kompak.
“arah dua belas lebih lima belas!!”
“laki2 yang memakai jaket putih itu??”
“tepat sekali!!”
Rae ki membalas dengan senyum evil “siapa takut?!” ucapnya sambil beranjak dari duduknya dan berjalan pelan menuju laki2 itu.
“hhh. . . harusnya kau mencarikannya laki2 yang sedikit buruk, kalau yang seperti itu aku juga mau. . .” gerutu hyun ra.
“sudahlah, kita lihat saja!!”
Lee rae ki, kim yoon hye dan cho hyun ra adalah tiga gadis yang saling bersahabat. Mereka kuliah satu universitas dan satu jurusan. Lee rae ki, meskipun dia dari keluarga yang biasa2 saja, namun kedua temannya yang berasal dari keluarga kaya tetap menyayanginya. Kim yoon hye, ia berasal dari keluarga yang cukup terpandang, namun kedua orang tuanya tinggal diluar negri dan itu menyebabkannya kesepian, apalagi namjachingunya lee hyuk jae atau biasa dipanggil hyuki sering pergi keluar negri, ikut ayahnya untuk mengurus bisnis. Dan cho hyun ra, ia berasal dari golongan keluarga yang sama dengan yoon hye, hanya saja gadis ini terlalu dimanja oleh kedua orang tuanya, apapun keinginannya pasti dipenuhi.
Dan salah satu kegiatan yang sering mereka lakukan adalah taruhan five second kissing, atau mencium dalam waktu 5 detik kepada orang yang tidak dikenal. Yoon hye yang selalu kesepian, membuat hidupnya menarik dengan kedua temannya itu. Ia sering mengajukan tantangan kepada dua orang temannya itu, atau lebih tepatnya kepada rae ki. Rae ki yang berasal dari keluarga biasa tentu saja dengan senang hati akan melakukannya dan tentu saja kadang kala ada resiko yang cukup besar. Mereka bertiga termasuk gadis yang cukup ‘nakal’ dikampus. Tapi bukan berarti mereka tidak menjaga harga diri, mereka hanya bermain2 dengan tantangan saja.
Namun bukan itu alasan rae ki menerima tantangan itu, ada sesuatu yang membuatnya menjadi gadis yang sedikit liar. Dan itu berhubungan dengan masa lalunya.
Back to present. Saat ini rae ki sedang berjalan pelan kearah laki2 berjaket putih itu. “mianhamnida. . .” ucapnya saat langkahnya sudah sejajar dengan laki2 itu.
“ye??” laki2 itu berhenti berjalan dan menoleh kearah rae ki.
Tanpa banyak basa basi rae ki langsung memegang wajah itu dan mencium bibirnya tepat didepan banyak mata yang sedang berjalan dijalan itu.
Laki2 itu membeku saat rae ki melumat bibirnya pelan. kemudian setelah dirasanya lima detik berlalu ia melepaskan bibir laki2 itu dan tersenyum “kamsahamnida. . .” bisiknya kemudian langsung berbalik dan menghampiri teman2nya dicafe terbuka itu.
“aku menang!!” ia tersenyum evil sambil mengambil uang dimeja dan menoleh lagi kearah laki2 tadi yang masih menatapnya dari kejauhan, ia melambaikan lembaran uang itu kepada laki2 itu sambil tersenyum setan.
Hyun ra mendesah pelan “apa kubilang?? Itu terlalu mudah!!”
“sudahlah, ayo, kita harus kembali kekampus!!” saut yoon hye sambil beranjak dari duduknya dan mereka bertigapun pergi.

“hoaaaam. . .” rae ki menguap lebar2. Mereka baru saja keluar dari kelas jung seongsaengnim. “dia benar2 membuatku mengantuk!!”
“ya, aku hampir tertidur tadi!!” saut hyun ra.
“hari ini kita kemana??” tanya yoon hye. Saat ini mereka bertiga sedang berjalan pelan menyusuri koridor.
“hei kalian!!!”
Ketiga gadis itu langsung menghembuskan nafas begitu mendengar suara yang sudah mereka hafal. Lalu ketiganya membalikkan badan dengan malas.
“apa??” tanya hyun ra tanpa minat.
“aku punya tantangan untuk kalian!!” kata gadis yang baru saja memanggil mereka itu, kim seohyun.
“kau tidak bosan menantang kami?? Terakhir kali kau harus membayar lima ratus ribu won karna menantang kami untuk mendapatkan kacamata park seongsaengnim!! Sekarang apa lagi??” tanya yoon hye kesal.
Seohyun tersenyum sinis “kali ini aku akan membayar satu juta won jika kalian bisa mengambil kalung yang dipakai lee donghae, mahasiswa jurusan music!!”
Ketiga gadis itu membelakkan mata “satu juta won??”
“ini gila!!” gumam yoon hye “kita tidak tau bagaimana mahasiswa itu” bisiknya.
“lalu apa yang harus kita katakan pada nenek lampir itu??” balas hyun ra.
“aku terima!!!” saut rae ki tiba2.
Yoon hye dan hyun ra menoleh kaget “yaak, lee rae ki!!! Kenapa langsung ambil keputusan??” bentak yoon hye.
“aku tidak suka ditantang!!” saut gadis itu acuh. Kedua temannyapun hanya memandang pasrah.
Seohyun tersenyum evil “dia ada diruang music sekarang!!”
“OK!!” saut rae ki malas.
“tapi ingat!!” kata seohyun tiba2 “kalau kau tidak bisa, kalian bertiga harus jadi budakku sehari!!”
Ketiga gadis itu tersentak kaget. Menjadi budak seohyun?? Itu hal yang paling memalukan dalam sejarah mereka, lebih baik mereka harakiri daripada menjadi budak nenek lampir itu!!
Hyun ra dan yoon hye saling berpandangan, kemudian keduanya menatap rae ki meminta pendapat.
Rae ki menatap temannya sejenak kemudian memandang seohyun tajam “bermimpilah!!” desisnya kemudian melangkah pergi keruang musik.

Rae ki berjalan menuju ruang music di lantai dua itu. Begitu ia mendekati pintunya, ia mendengar suara dentingan piano. Ia masuk kedalam dan menutup pintunya. Laki2 sedang membelakanginya, ia tengah memainkan sebuah piano.
Rae ki hanya diam memandangnya, dalam hatinya ia sedikit ragu. Kemudian lagu itu pun memelan dan berhenti. Hening sejenak. Tiba2 saja laki2 itu memutar duduknya hingga menghadap rae ki.
“bagaimana permainanku??” tanya laki2 itu sambil tersenyum evil.
Rae ki tersentak. Laki2 itu. . . laki2 itu adalah laki2 yang sama dengan yang diciumnya dijalan tadi. Dan baru disadarinya jaket yang dipakainya sama. Tapi cepat2 ia menguasai keadaan dan memasang tampang acuh “lumayan!!” jawabnya pendek.
“kenapa kau kemari?? Ingin melanjutkan permainan yang tadi??” tanya laki2 itu santai sambil tersenyum hingga salah satu alisnya terangkat.
Rae ki menelan ludah “kau. . . yang bernama lee donghae??” tanyanya.
“ah, aku benar2 tersanjung kau sudah mengetahui namaku!!” ucap donghae sambil berdiri dari duduknya.
Rae ki memasang senyum termanisnya “tentu saja. . .” ucapnya lembut.
“jadi. . . apa yang kau inginkan dariku??” tanya donghae lambat2 sambil menghampiri gadis itu “ingin menciumku lagi??”
Rae ki tersenyum meskipun dalam hati ia benar2 takut. Laki2 didepannya ini sepertinya. . . berbahaya. “kau keberatan??” tanya rae ki dengan nada menantang.
Donghae mendekatkan tubuhnya pada gadis itu “tentu saja tidak. . .” bisiknya pelan.
Entah kenapa jantung rae ki berdebar2 keras. Meskipun begitu ia tetap mencoba untuk menguasai keadaan. Ia melihat kalung yang dipakai donghae. Kemudian ia melingkarkan lengannya keleher laki2 itu dan mendekatkan wajahnya sementara tangannya mencoba melepas kalung yang dipakai donghae.
“aaakh. . .” tiba2 saja ia menjerit saat donghae menarik tanganya dengan kasar.
“kau menginginkan kalungku??” tanya donghae skeptis.
Rae ki mendesah, ia sudah ketahuan “yah. . . untuk menyelamatkan temanku. . . bolehkah aku mengambilnya??” tanyanya berharap.
Donghae tertawa setan “apa menurutmu aku akan memberikannya dengan suka rela??”
Rae ki menelan ludah “tidak. . .” desahnya “apa yang kau inginkan??” tanyanya.
“aku menginginkanmu!!” bisik donghae pelan membuat rae ki tersentak.
“apa maksudmu??”
“aku akan memberikan kalungku asal. . . “ ia menggantung kalimatnya sejenak “kau tidak boleh mencium laki2 lain selain aku!! Your kiss is mine!! Understand???” tatap donghae tajam.
“mwo??” rae ki terbelak kaget.
Tiba2 saja donghae mendorong tubuh rae ki dengan kasar kedinding membuat gadis itu tersentak dan menempelkan tangannya kedinding juga, memegangnya erat. Dan ia mendekatkan wajahnya dengan cepat membuat rae ki memejamkan mata kuat2 ketakutan.
Tepat satu senti dari bibir rae ki dong hae berhenti sejenak, kemudian menepelkan bibirnya dengan pelan kebibir rae ki dan melumatnya lembut sambil menurunkan tangan gadis itu dan melingakarkan kelehernya.
Rae ki membeku saat bibir donghae menyapu bibirnya lembut, bukan kasar. Ia merasakan bibir donghae yang lembut dan hangat melumat bibirnya lembut. Untuk sesaat ia lupa bagaimana caranya bernafas. Hingga akhirnya kemudian ia menikmati ciuman itu dan membalasnya sama pelannya.
“ngh. . .hh. . .” desahnya pelan saat donghae menghisap bibir bawah dan atasnya bergantian. Dan itu membuat donghae semakin menekannya dalam.
Ia menggigit bibir rae ki membuat gadis itu memekik pelan dan donghae langsung memasukkan lidahnya begitu mulut gadis itu terbuka. Ia bermain2 disana dan menyusuri setiap rongga mulut rae ki. Rasanya benar2 manis. . .
Semakin lama nafas mereka semakin tersegal hingga akhirnya rae ki melepaskan ciuman itu dengan paksa saat nafasnya sudah hampir habis. Nafas mereka naik turun, namun donghae belum menjauhkan wajahnya dari rae ki, dan rae ki pun belum melepaskan pelukannya dileher donghae. Mereka berdua sama2 mengambil nafas dengan mata terpejam dan debaran jantung yang sama kerasnya. Deru nafas terasa diwajah mereka masing2, hangat. . . dan aromanya lembut.
Akhirnya donghae membuka mata dan memundurkan wajahnya. Ia menurunkan tangan rae ki, melepaskannya dari lehernya.
Rae ki membuka mata masih dengan nafas naik turun dan melihat laki2 itu melepaskan kalungnya. Ia meraih tangan rae ki dan meletakkan kalung itu disana kemudian mendekatkan wajahnya “seperti yang kubilang. . . your kiss is mine!! Ingat baik2!!” bisiknya kemudian menarik tubuh rae ki memutar dan mengecup bibir gadis itu kilat, tersenyum dan membuka pintu kemudian menghilang.
Rae ki langsung jatuh terduduk dilantai begitu pintu tertutup. Kakinya sudah tidak mampu menopang tubuhnya, lemas. Apa yang sudah terjadi?? Ia pasti sedang bermimpi.

Disalah satu kelas yang kosong, yoon hye, hyun ra, seohyun dan kedua teman seohyun sedang menunggu rae ki. Sekali lagi hyun ra melirik jam diponselnya dan menatap yoon hye gelisah. Sudah hampir setengah jam tapi rae ki belum kembali.
“heh seo, memang lee donghae itu laki2 yang bagaimana??” tanya yoon hye sambil menatap seohyun kesal.
“jangan panggil aku begitu!!!” protes seohyun “lee donghae. . . aku heran kalian tidak tau dia!”
“cepat katakan jangan basa basi!!” bentak hyun ra.
“ck, tidak sabaran!! Baiklah. . . lee donghae adalah salah satu mahasiswa yang bisa dibilang ekstrim!!”
“maksudmu??”
“dia tidak suka diganggu! Kalau ada yang macam2 dengannya, bisa dipastikan rumah sakit atau pemakaman pilihannya!! Cowok angkuh yang tak tersentuh, bahkan dia menganggap semua cewek kasat mata!!”
Yoon hye saling berpandangan dengan hyun ra, dalam hati mereka memikirkan nasib temannya itu.
“jadi kau sengaja mengirim teman kami keneraka???” bentak yoon hye marah.
“aku Cuma mengajukan tantangan, dia sendiri yang mau. . .” jawab seohyun angkuh.
Hyun ra sudah akan berdiri dari duduknya untuk menjambak rambut nenek lampir itu, tapi yoon hye menahannya.
Braaak. . .
Pintu terbuka dan ada rae ki diambangnya. Gadis itu melangkah masuk dengan nyawa yang sepertinya masih ada diluar tubuhnya. Ia menatap gamang, seakan masih setengah sadar.
“yaaak. . . rae ya, kau tidak apa2??” tanya hyun ra dan langsung berlari menghampiri temannya itu bersama yoon hye.
“apa yang dia lakukan kepadamu??” tanya yoon hye saat melihat wajah pucat rae ki.
“kau gagal?? Sudah kuduga!!!” seohyun menghampiri sambil tersenyum setan. “jangan lupa, besok pagi, kalian harus sudah siap menjadi budakku!!” katanya sambil berjalan keluar.
“tunggu!!!” tiba2 saja rae ki berteriak dan membalikkan badan menghampiri seohyun.
“aku dapat!!” ucapnya sambil menggantung kalung itu tepat didepan wajah seohyun.
Seohyun tampak shock sementara kedua teman rae ki langsung tersenyum setan.
“ba. . .bagaimana. . . bisa. . .???” tanyanya.
“kau kalah kim seohyun!!” tandas yoon hye.
“ayo bayar!!!” bentak hyun ra.
Seohyun mengambil sesuatu dari dalam tasnya dengan kesal dan melemparkan itu kehadapan mereka bertiga kemudian pergi begitu saja dengan wajah merah padam.
Hyun ra memungut lembaran yang baru saja dilemparkan seohyun kemudian mengecupnya. Ternyata itu selembar cek berisi satu juta won. “kau hebar lee rae ki. . .” kata hyun ra riang.
“kau kenapa??” tanya yoon hye saat melihat temannya itu masih setengah sadar.
Rae ki menggeleng pelan sambil menggenggam kalung itu lagi.
“apa terjadi sesuatu??” tanya yoon hye lagi.
“jangan tanya apapun. . . yang penting aku berhasil dan kita tidak jadi budaknya!!” ucap rae ki “aku pulang dulu!!” katanya dan langsung keluar kelas tanpa menunggu temannya.
***
Rae ki mengaduk2 capucinonya dengan gamang. Entah kenapa fikirannya selalu saja mengingat kejadian beberapa hari yang lalu itu. Apa maksud laki2 itu?? Ia tidak boleh ciuman dengan laki2 lain??
“yaak lee rae ki ssi, aku sedang memanggilmu!!!”
“mwo??” rae ki mengerjap kaget dan melihat temanya yoon hye yang duduk didepannya itu menatapnya kesal.
“kenapa kau melamun dari tadi??” tanya hyun ra sambil memakan cake-nya.
Rae ki menggeleng pelan.
“rae ya, lima puluh ribu won untuk bocah yang sedang duduk disana itu!!”
Kedua orang itu langsung menatap seorang namja yang kira2 masih highschool senior student yang sedang duduk sambil membaca buku. Tampangnya lumayan keren sih.
“itu mudah sekali!!” saut hyun ra.
Tapi rae ki diam saja. apa ia harus melakukan ini?? Ia menatap yoon hye ragu.
“yaak. . . ada apa denganmu rae ya?? Kau takut??”
Rae ki menggeleng pelan “bukan begitu. . .”
“lalu. . .??”
“entahlah. . .”
“ah, ini sangat memalukan kalau rae ya tiba2 jadi penakut!!” saut hyun ra yang masih sibuk dengan cake-nya.
“mwo?? penakut???” tanya rae ya tidak percaya “aku tidak takut!!!” tegasnya.
Yoon hye memajukan badannya “kalau begitu buktikan. . .” kata yoon hye pelan sambil menaruh selembar uang dimeja.
“baik!!!” rae ki beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri namja itu.
begitu ia berada di depan namja itu dan hendak membungkukkan tubuhnya untuk menciumnya, seseorang menariknya kasar dan sedetik kemudian ia merasakan bibirnya dilumat dalam dan agak kasar. Rae ki tidak sempat melihat orang itu, tubuhnya membeku.
Kemudian orang itu melepaskan bibir rae ki hingga gadis itu membuka matanya perlahan dan sontak langsung memucat begitu melihat siapa yang ada dihadapannya. Lee donghae. . . dan laki2 itu menatapnya marah???
“bukankah sudah kukatakan your kiss is mine lee rae ki ssi??” desisnya sambil menatap rae ki tajam.
Rae ki mematung, tidak mampu berkata apa2. Kemudian donghae menarik tangan rae ki kasar dan menyeretnya kehadapan kedua temannya yang sama shocknya, bahkan mulut mereka masih ternganga.
“ku ingatkan kalian. . . jangan melakukan taruhan konyol ini lagi kalau ingin selamat!!!” tandas donghae tegas “mengerti???”
Kedua gadis itu mengangguk2 dengan gamang. Mata mereka belum berkedip atau lebih tepatnya tidak bisa berkedip karna shock. Dan donghae menarik rae ki lagi membawanya pergi.
***

“turunlah!!!” perintah donghae.
Rae ki mengerjap kaget. Ada dimana dia sekarang?? Sepanjang perjalanan ia hanya melamun. Dan masih shock dengan kejadian tadi. Tiba2 saja pintu disampingnya terbuka dan dong hae menarik tangannya dengan lembut untuk turun.
Ternyata donghae membawa rae ki keapartemennya. Gadis itu masih belum membuka bibirnya untuk berkata. Fikirannya masih kacau. Ketika donghae menutup pintu apartement itu barulah ia tersentak sadar.
“donghae ssi, kenapa kau membawaku kemari???” tanya rae ki bingung.
“aku lapar, masakkan sesuatu!!” kata donghae sambil menjatuhkan dirinya disofa dan menyalakan televisi. “dapur ada disebelah sana, anggap saja rumahmu sendiri!!”
“memasak??” tanya rae ki bingung.
Donghae menoleh tajam “kau tidak bisa??” tatapnya tajam.
“ani. . . aku bisa!!” jawabnya cepat kemudian meletakkan tasnya disofa dan pergi kedapur. Ia hanya bingung dengan sikap donghae, ia dibawa kemari hanya untuk memasak?? Semoga saja dia tidak punya fikiran macam2.
“donghae ssi. . . makanannya sudah siap!!” kata rae ki diambang pintu dapur.
Laki2 itu mematikan televisi kemudian beranjak dan berjalan kearah dapur. “temani aku makan!!” kata donghae sambil duduk tempat makan.
“ta. . .tapi aku tidak lapar. . .” ucap rae ki. Berada ditempat ini saja sudah cukup membuatnya kenyang rasa shock.
Donghae menatap tajam “kubilang temani aku makan!!!” tegasnya “duduklah dan ambil piringmu!!”
Rae ki menelan ludah sambil duduk didepan donghae. Ia mengambil sesendok besar sup dan menuangkannya kedalam piringnya. Ia benar2 tidak bernafsu saat ini. Tapi saat melihat laki2 itu makan dengan lahap ia jadi tertegun. Laki2 itu makan seperti orang kelaparan saja. . .
“kenapa??” tanya donghae tiba2.
Rae ki mengerjap kaget “aniyo. . .” jawabnya sambil buru2 menyuapkan sup kemulutnya.
“mulai jatuh cinta kepadaku??”
“ukhuk. . .ukhuk. . .” gadis itu langsung tersedak.
Reflek donghae mengulurkan segelas air dan rae ki langsung meneguknya besar2 hingga sebagian menetes melalui bibirnya.
“harusnya kau makan dengan pelan2!!” kata donghae sambil mengusap bekas air yang mengalir dari bibir rae ki, membuat jantung gadis itu kacau seketika.
“kau tidak apa2??”
Rae ki menggeleng pelan sambil meruntuk dalam hati, sebenarnya ada apa dengannya?!

“duduklah!!” perintah donghae setelah mereka selesai makan. Sebenarnya hanya donghae yang makan.
Dengan malas rae ki duduk diujung sofa. Tapi Ia tersentak saat tiba2 donghae menjatuhkan kepalanya dipangkuaannya.
“aku ingin tidur sebentar. . .” gumam laki2 itu pelan sambil memejamkan mata.
Rae ki membeku ditempatnya. Lagi2 jantungnya berdetak kacau. Sebenarnya apa mau laki2 ini?? Kenapa ia selalu saja tidak bisa melawannya?? Seperti saat ini, ia terpakasa membiarkan donghae tidur dipangkuaanya.
Ditatapnya wajah laki2 itu. Tampan. . . ya, tentu saja ia tampan. . . tapi ia tidak pernah mengerti sikap laki2 ini. Melihatnya saat tidur. . . entah kenapa ia terlihat seperti malaikat yang tidak berdosa. Wajah yang halus dan polos. . . bulu2 matanya . . . membuat rae ki tersenyum saat memandangnya. Sudah lama, rae ki menguap berkali2 dan akhirnya ia ikut tertidur.

Rae ki mengerjap2kan matanya beberapa kali. Silau. . . yang pertama kali dilihatnya adalah sebuah kamar putih. Kamar?? Tiba2 ia tersentak dan duduk dengan cepat. Kenapa ia ada diatas ranjang??
Tiba2 pintu kamar mandi terbuka. Donghae keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. “kau sudah bangun??” tanyanya.
“apa yang terjadi??” rae ki balas bertanya.
“tidak ada yang terjadi! Kau tertidur disofa dan aku memindahkanmu ketempat tidur, memangnya kau menginginkan sesuatu terjadi??” tanyanya sambil tersenyum setan.
“tentu saja tidak!!!” saut rae ki dan langsung menunduk. Wajahnya pasti memerah sekarang.
“rae ya, kau membawa kalungku??” tanya dong hae.
Rae ki merogoh kantong celana belakangnya dan mengulurkan benda itu pada donghae. Laki2 itu mengambilnya dan duduk didekat rae ki.
“ini adalah kalung pemberian ayahku yang sudah meninggal. . .”
Rae ki tersentak dan menatap donghae. Wajah laki2 itu terlihat sendu, ia pasti sangat menyayangi ayahnya.
“dan aku ingin kau yang membawanya!!”
Rae ki mengerjap kaget “mwo??”
Tanpa bicara donghae melingkarkan tangannya keleher gadis itu, memasangkan kalung itu. Wajah mereka begitu dekat sampai2 rae ki dapat merasakan nafas hae yang hangat.
“ini akan membuatmu ingat bahwa kau ada milikku! Ingat baik2 itu!!” bisik donghae kemudian dengan teramat pelan, donghae menyapu bibir rae ki.
Ciuman itu masih tetap sama. Rasanya manis. . . rae ki membalas ciuman itu dengan lembut. Dilingkarkan lengannya keleher laki2 itu, meremas rambutnya yang basah pelan.
Donghae menekan semakin dalam. Kali ini ada yang berbeda. . . mereka melakukannya dengan hati masing2. . .
“mmhh. . .” rae ki mendesah pelan menikmati tekanan2 bibir donghae yang lembut. Nafasnya mulai tersegal.
Kemudian setelah beberapa menit, donghae melepaskan ciuman itu. Nafas mereka sama2 naik turun. “sudah malam, ayo kuantar kau pulang!!” bisiknya pelan.
***

“lee rae ki ssi, sebaiknya kau ceritakan kepada kami apa yang terjadi!!”
“kalau tidak kami akan membunuhmu!!!”
Rae ki mendesah pelan sambil menatap kedua sahabatnya yang sedang melipat tangan didepan dada dan menatapnya tajam dengan mata disipitkan. Begitu rae ki sampai dikampus, ia langsung dihadang kedua sahabatnya itu. Dan ia tidak punya pilihan selain menceritakannya kepada temannya itu.
“mwo???” hyun ra membelak kaget setelah rae ki menceritakan semuanya, “jadi dia memaksamu menjadi miliknya??”
Rae ki menghela nafas dan mengangguk pelan.
“lalu. . . apa yang akan kau lakukan??” tanya yoon hye yang duduk tenang sambil melipat tangannya.
“aku tidak punya pilihan. . .” gumam rae ki “lagipula. . . sepertinya aku menyukainya. . .” ucapnya pelan.
“lee rae ki ssi. . . selamat kau sudah punya namjachingu!!” kata yoon hye tiba2 sambil menyeringai.
“hhh. . . berarti kita tidak bisa taruhan lagi??!” hyun ra menghela nafas pelan “hanya aku yang masih sendiri. . .” disesapnya minuman dihadapannya itu.
“permisi nona. . .”
Ketiga gadis itu menoleh dan menatap heran kepada seorang pelayan café itu.
“ada apa??” tanya yoon hye.
“mm. . . ini untuk nona cho hyun ra ssi!!”
“aku??” hyun ra mengerutkan alisnya sambil menerima tas kertas itu. “gomawo. . .” ucapnya pelan.
Pelayan itupun pergi dan hyun ra membuka tas itu dan mendapati sesuatu kemudian mengeluarkannya. “ini kan ponselku. . .” gumamnya bingung.
“ada apa??” tanya rae ki.
“bukankah ponselku ada didalam tas, kenapa bisa ada pada orang itu?!” gumam hyun ra bingung sambil mengobrak abrik tasnya.
Tiba2 benda itu berbunyi. Hyun ra mengerutkan alis saat melihat nomor tidak dikenal berkedip2 dilayar ponselnya.
“yeobseo??” sapanya begitu benda itu menempel ditelinga.
“sudah kau terima rupanya. . .” jawab orang diseberang sana. Seorang laki2. . .
“kau siapa??”
“aku?? Jeon jihwan imnida!!”
“apa kita saling kenal??”
“ani. . . kulihat kau meninggalkan ponselmu dibangku kampus tadi. . . jadi aku mengembalikannya padamu. . .”
“ah, jadi aku meninggalkannya dikampus ya?? Aku tidak sadar. . . kamsahamnida. . .”
“bagaimana kalau ucapan terima kasihnya diganti dengan menemaniku minum kopi??”
“mwo??” hyun ra mengerutkan kening bingung.
“lihatlah kedepan!!”
Hyun ra mengangkat wajahnya dengan bingung menatap kedepan. Tapi kemudian ia menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas bahwa orang yang sedang duduk dicafe sebrang itu tengah melambaikan tangan kearahnya.
“kau sudah melihatku??”
“kau yang baru saja melambaikan tangan??”
“tepat sekali, bisakah kau kemari dan menemaniku minum kopi??”
“tunggu disitu!!”
Hyun ra menutup ponselnya dan tersenyum misterius kearah dua orang temannya.
“siapa??” tanya yoon hye.
“aku belum tau, tapi aku akan mencari tau!!” jawab hyun ra sambil beranjak dari duduknya dan mengambil tasnya kemudian berjalan pergi.
Rae ki hanya menggeleng2kan kepalanya. “sepertinya ia akan punya pacar sebentar lagi!!”
“semoga saja kali ini dia tidak bosan lagi!!” yoon hye mendengus pelan mengingat berapa banyak jumlah pacar hyun ra yang tidak terhitung sebelumnya.
Tiba2 ponsel yoon hye berbunyi. Langsung diangkatnya benda itu.
“yeobseo?? . . . kau sudah selesai?? Mwo?? Tidak jadi kecina?? Jjinja??. . . tentu saja aku senang!! Baiklah. . . aku akan menunggumu!!”
“ada apa??” tanya rae ki.
“hyuki tidak jadi pergi kecina. . .”
“kenapa??”
“mana aku perduli alasannya, yang penting ia tidak jadi pergi!!”
“kau ini!!” rae ki hanya menggeleng2kan kepalanya.
***

Sudah beberapa hari ini rae ki menjadi milik donghae, namun laki2 itu hampir tidak pernah menemuinya dikampus. Kadang ia hanya menjemput rae ki mengajaknya keapartementnya untuk memasakkannya. Hanya seperti itu. Rae ki sendiri bingung, apa sebenarnya yang diinginkan laki2 itu?! Kadang2 ia sering membuat rae ki kesal.
Hari ini rae ki pulang sendirian. Hyun ra kencan dengan jihwan, dan yoon hye sedang bersama hyuki, tentu saja. tiba2 ponselnya berbunyi.
“yeobseo??”
“ini aku!!” ucap orang disebrang.
“nuguseo??”
“kau lupa denganku?? Apa aku harus mengingatkanmu lagi??”
Rae ki langsung tau siapa yang menelphonenya. Nada kalimat itu tidak asing “donghae ssi. . . bagaimana kau tau nomor ponselku??” seingat rae ki, laki2 itu tidak pernah meminta nomor ponselnya.
“itu tidak penting, sekarang juga datanglah keapartemen!!”
Klik. . . telphone terputus.
Rae ki menatap benda itu sambil menggerutu. Selalu saja seenaknya sendiri, tapi tetap saja rae ki tidak bisa melawannya.
Rae ki sampai didepan pintu apartement donghae, ia menghela nafas pelan. ia sudah tau apa kode apartement donghae, jadi ia langsung saja menekan2 tombol kode itu dan membuka pintunya pelan. tapi tiba2 tubuhnya membeku. Didalam apartement itu, donghae sedang memeluk seorang gadis, tidak. . . ia tidak hanya memeluk, tapi juga mencium kening gadis yang duduk disofa itu dengan lembut penuh rasa sayang. Tiba2 saja air mata rae ki jatuh. Ia menutup pintu itu kembali dengan pelan. kemudian ia berlari menjauh dari apartement itu.
Kenapa ia begitu bodoh?? Kenapa ia tidak sadar kalau donghae hanya mempermainkannya?? Ia benar2 marah, marah kepada dirinya sendiri karna sudah terjebak kedalam permainan donghae. Tapi air matanya tidak mau berhenti, kenapa ia tidak mau berhenti?? Karna ia lee rae ki sudah jatuh cinta pada laki2 itu, lee donghae!! Dan itu adalah kebodohannya yang terbesar.
Begitu sampai dirumah, ia langsung mengurung dikamar. Ia menangis, benar2 menangis. . . kenapa seperti ini?? Kenapa tidak ada yang mencintainya dengan tulus?? Kenapa?? Ia benci lee donghae, ia benci dia, dan semua laki2 yang ada didunia ini!!
Ditariknya kalung dilehernya itu dengan kasar kemudian dilemparnya kesudut kamarnya. Ia membenamkan wajah dibantal dan terisak hebat.
***

“rae ya, kenapa matamu bengkak?? Kau habis menangis??” tanya hyun ra saat mereka bertemu disebuah café hari minggu malam.
“apa yang terjadi denganmu??” tanya yoon hye cemas.
“ayo kita taruhan lagi!!” kata rae ki datar.
“mwo??” kedua temannya itu saling berpandangan.
“kenapa??”
“apa kau serius??” tanya hyun ra.
“rae ya. . . donghae ssi bisa membunuh kita kalau tau__”
“SIAPA PERDULI DENGANNYA???” bentak rae ki membuat kedua temannya terlonjak kaget. Keduanya langsung paham bahwa temannya ini sedang marah, dan kalau begitu, permintaannya sebaiknya dituruti.
“bagaimana kalau laki2 disana itu??” tanya hyun ra sambil menunjuk seorang laki2 yang sedang asyik memandang kedalam toko kaset melalui jendela luar. Ia sedang membelakangi mereka bertiga.
“kuberi lima puluh ribu won, untuk itu!!” sambung yoon hye.
“aku pasti menang!!” ucap rae ki datar dan langsung melangkah pergi kearah laki2 itu.
“firasatku tidak enak. . .” gumam hyun ra.
“apa ini tidak apa2??” saut yoon hye.
Keduanya saling berpandangan kemudian memperhatikan rae ki yang semakin dekat dengan laki2 itu.

Rae ki berjalan dengan cepat kearah laki2 itu. Ia marah, benar2 marah. Tapi sebelum ia sempat menyentuh bahu laki2 itu untuk membaliknya, laki2 itu membalikkan badan lebih dulu, dan mereka saling berhadapan.
Sontak tubuh rae ki membeku begitu tau siapa yang ada dihadapannya. “choi. . . minho. . .” ucapnya lirih.
“rae ya??”
Tanpa sadar rae ki mundur selangkah. Tapi laki2 itu menyambar tangannya dan langsung menarik rae ki kedalam pelukannya. “bogoshipoyo. . .” bisiknya.
Kemudian rae ki tersentak kemudian mendorong minhoo dengan kuat, tapi tidak bisa karna laki2 itu mendekapnya erat.
“lepaskan aku choi minho ssi!!!”
“kenapa kau jadi kasar begini hmm??”
“kau yang membuatku seperti ini!!! Kau yang membuatku berubah, dan aku membencimu choi minho!!!”
Minho melepaskan pelukannya tapi ia menggenggam tangan rae ki erat.
“lepaskan aku choi minho ssi!!!” rae ki mencoba melepaskan tangannya tapi sia2.
“sepertinya aku harus menjinakkanmu lagi!!” minhoo tersenyum setan sambil menyeret rae ki menuju mobilnya.
“lepaskan aku keparat!!!” teriak rae ki marah.

“yaak. . . apa yang dia lakukan??” tanya yoon hye kaget saat melihat rae ki sedang berpelukan dengan laki2 itu.
“apa dia mengenalnya??” gumam hyun ra.
“sepertinya ada yang aneh!!”
“tunggu. .. dia menyeret rae ya. . .”
“kita harus menghentikannya!!!”
Baru dua langkah gadis itu melangkah, sebuah mobil berhenti tepat didepannya. Begitu pengendaranya keluar, mereka langsung tersentak.
“lee donghae???”
“dimana rae ki??” tanya donghae tanpa basa basi.
“dia. . . dia dibawa mobil merah itu!!” hyun ra langsung menunjuk mobil yang disebrang jalan yang mulai melesat pergi itu.
“cepat kejar, dia dalam bahaya!!!” teriak yoon hye.
Dong hae langsung masuk lagi kemobilnya dan memutar arah, menyusul mobil itu.

“choi minhoo ssi, berhentiiiiiii…!!!!!” jerit rae ki saat minho mengebut seperti orang kesetanan.
“kau takut??” tanyanya sambil menyeringai.
“kumohon hentikan. . .” rae ki terisak pelan.
Tiba2 minho membelokkan mobilnya kesebuah gang kosong yang sepi. Dan berhenti disitu.
Tubuh rae ki bergetar hebat. Air matanya mengalir dipipi. . . tidak, ia tidak ingin ini terulang lagi. . .
“kau baik2 saja jjagi. . .??” tanya minho dengan suara lembut sambil membelai rambut gadis itu. Tapi dengan cepat rae ki menepis tangannya.
“jangan sentuh aku!!”
“kau semakin kelihatan manis jjagiya. . .” minho menyeringai “tapi aku tidak suka dilawan!!” katanya dan langsung meraih dagu rae ki mencoba menciumnya.
“hentikan keparaaat!!!” jerit rae ki. Ia memberontak hebat, tapi itu membuat minho semakin ingin menaklukkannya.
Breeet. . .minhoo menyobek kemeja rae ki hingga bahunya terlihat. Air mata rae ki mengalir deras. ia mencoba melawan sekuat tenaga, tapi ia tak mampu.
Praaang. . . tiba2 saja seseorang memecahkan kaca pintu mobil dan membuka pintu itu dengan cepat, menarik minho keluar mobil.
“dia milikku keparat!!” kemudian dihajarnya minho hingga babak belur.

Rae ki benar2 shock. Tubuhnya bergetar hebat dan air matanya mengalir terus. Ini bagaikan mimpi buruknya yang menjadi nyata. Untuk sesaat otaknya terasa kosong. Meringkuk di kursi itu ketakutan. Tak lama kemudian seseorang meraihnya dan memakaikannya jaket. “jangan takut. . . semuanya baik2 saja. . .” ia mendengar seseorang berkata dan menariknya keluar dari mobil itu. Membawanya kemobil lain.
Tiba2 rae ki tersentak saat menyadari siapa orang itu. Lee donghae. . . ia langsung melepaskan lengan donghae dengan kasar dan mundur beberapa langkah.
“rae ya? Waeyo?? Ini aku. . .”
Rae ki menggeleng pelan “kau . . . sama saja dengannya. . . !!”
“apa maksudmu??”
“jangan membodohiku donghae ssi!!” bentak rae ki “kau pikir aku tidak tau?? kau hanya mempermainkanku!!”
“apa??”
“aku membencimu lee donghae!! Kau membuatku seperti orang bodoh!! Aku membencimu sama sepertinya!!!!” teriak rae ki lepas kendali. Ia terisak hebat.
Donghae meraih tubuh gadis itu dan memeluknya erat. Rae ki memberontak ia memukul2 punggung laki2 itu.
“aku tidak pernah mempermainkanmu rae ya. . . tidak pernah. . .” ucap donghae tulus “karna aku mencintaimu. . . saranghae rae ya. . . sarangahae. . .”
“kau bohong donghae ssi. . . kau bohong. . .”
“aku berani bersumpah atas nama ayahku yang sudah tiada kalau aku mencintaimu rae ya. . .”
“kau bohong. . . aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kau memeluknya, bahkan menciumnya!!”
Donghae terperangah “siapa??” tanyanya sambil menatap wajah gadis itu.
“kenapa tanya padaku?? Kau yang mengenalnya!!”
“gadis yang mana??”
“gadis yang ada diapartementmu waktu itu!!!” bentak rae ki.
Donghae mengerutkan alisnya bingung. Satu2nya gadis yang pernah menginjakkan kakinya diapartemennya hanya rae ki dan. . .kyuri. . .??
“kau salah rae ya. . . “ ujar donghae lembut ketika ia tau apa permasalahannya, “dan aku bisa membuktikannya kepadamu. . .”
Rae ki menatapnya ragu dengan matanya yang sudah merah karna menangis.
“kumohon, percayalah. . .”
“buktikan ucapanmu!!” saut rae ki dingin.
Donghae tersenyum lembut “ayo ikut aku!!” ditariknya gadis itu menuju mobilnya meninggalkan minho yang masih merintih terkapar ditanah.

Donghae menekan bell pintu rumah berkali2. Kemudian seorang wanita membukakannya.
“anyeong eomma. . .”
Rae ki mengerutkan alisnya. Eomma??
“oh, hae ya. . . masuklah!!”
“eomma kenalkan. . . ini lee rae ki. . . calon menantumu!!” kata donghae.
Rae ki menatapnya kesal kemudian membungkukkan badannya dengan gugup pada ajhuma itu.
“an. . .anyeong haseo. . .”
“jadi kau yang bernama rae ki. . .” wanita itu menatap dan memegang wajah rae ki dengan lembut.
“n. . .ne. . .”
“ada apa denganmu?? Wajahmu pucat, apa kau sakit??”
“a. . .aniyo. . .”
“mungkin ia hanya kelelahan eomma. . . dimana kyuri??”
“ah, dia sedang merajut. . . diruang tengah, masuklah. . . eomma mau menyiapkan makan malam dulu!!”
“baiklah!!” donghae menarik tangan rae ki lembut “ayo. . .”
Diruang tengah itu, disebuah kursi sofa, tampak seorang gadis yang tidak beda jauh usianya dengan rae ki. Ia sedang duduk sambil merajut dan separuh tubuhnya ditutupi selimut. Ia gadis yang dilihat rae ki diapartement donghae.
“kyu ah!!” panggil donghae semangat.
Gadis itu menoleh dan tersenyum “oppa??”
Donghae menghampirinya kemudian mengecup kening gadis itu “lihat, aku sudah membawanya!!” kata donghae.
Senyum gadis itu melebar “anyeong rae eonni!!” sapanya ceria.
Rae ki mengerutkan keningnya sejenak “a. . .anyeong. . .” jawabnya dengan bingung.
“rae ya. . . dia adalah han kyuri. . . adik tiriku. . .”
Rae ki menatap terkejut “a. . . dik tiri??”
“setelah appa meninggal, eomma menikah lagi dengan seorang pria yang menjadi appaku sekarang ini, dan dia mempunyai seorang putri, kyuri!!”
Kyuri tersenyum menatap mereka. Sinar matanya lembut. Dan senyumannya manis.
“apa yang kau lakukan??” tanya donghae.
“aku sedang membuatkan topi untuk sungmin oppa. . . sebentar lagi ulang tahunnya!!” jawab gadis itu ceria.
“kau tidak membuatkanku juga??”
“oppa, ulang tahunmu kan masih lama!!”
“ya. . .ya. . . aku tau, buatmu kan sungmin yang nomor satu!!”
“tentu saja, dia kan namjachinguku!! Lagipula aku juga bukan nomor satumu, dari dulu nomor satumu kan rae eonni!! Benar kan?!”
Rae ki menundukkan wajahnya. Ia benar2 malu sekarang. Ternyata ia sudah salah paham pada laki2 itu.
“donghae ya. . . bisa kau bantu aku??” ibu donghae muncul diambang pintu.
“ne, eomma. . .”
“belikan aku buah timun disupermarket sebelah!!”
Donghae beranjak dari duduknya “kalian mengobrol saja dulu!!”
Kyu ri mengangguk sambil tersenyum “hati2 oppa. . .”

Rae ki berdiri dengan canggung. Tidak tau harus berbuat apa. ia memandang sekeliling ruangan itu. Tidak terlalu luas namun terkesan nyaman dengan perpaduan perabot yang berwarna putih, coklat muda dan coklat, ditampah lampu meja yang kuning, memberi kesan hangat.
“duduklah eonni. . .” kata kyuri.
Rae ki duduk dipinggir sofa “kau suka merajut??” tanyanya.
“ne, aku suka melakukan pekerjaan tangan. . .” jawabnya sambil tersenyum riang.
“dimana ajhusi??”
“appa sedang keluar kota. . .” jawab gadis itu lagi “akhirnya aku bisa bertemu eonni. . . aku senang sekali. . . ternyata eonni lebih cantik dari yang difoto!!”
“foto??”
“ne, donghae oppa selalu menunjukkan foto eonni yang baru diambilnya. . . memang sih dia memotret eonni diam2. . . jangan marah,,”
Rae ki menggeleng pelan “aku tidak akan marah. . .”
“aku lega akhirnya donghae oppa berani menemui eonni. . . selama empat tahun ini ia selalu saja bercerita tentang eonni. . .”
“empat tahun??” rae ki menatap kyuri terkejut.
“kau tidak tau?? kalian sekolah highscool senior ditempat yang sama. . . dan sejak bertemu denganmu donghae oppa selalu bercerita tentangmu padaku. . .” jelas kyuri.
Rae ki terdiam tak mampu bicara. Donghae menyukai dirinya sejak empat tahun yang lalu??
“ia mencari tau semua tentangmu. . . kau tau, dulu ia sangat cemas memikirkanmu saat kau tiba2 saja menjadi dingin dan murung. . . ia sampai tidak ingat makan, mengurung diri dikamar terus. . .”
“jjinja??”
“mm. . .” kyuri mengangguk2 “ia sangat mencintaimu eonni. . .kumohon, jagalah oppaku. . . meskipun dia bukan kakak kandungku, aku sangat menyayanginya karna hanya dia saudara yang kupunya. . . berjanjilah padaku untuk tidak membuatnya sedih eonni. . . kumohon. . .”
“aku. . .aku berjanji kepadamu. . .”
“gomawo. . .”

“apa yang kalian bicarakan??” tanya donghae tiba2.
“oppa. . . kau sudah kembali??”
“ne. . .” jawab donghae “ah, aku lupa!! Rae ya, sebaiknya kau menghubungi teman-temanmu, mereka pasti khawatir saat ini!!”
Rae ki menepuk jidatnya pelan “aku lupa. . . tapi. . . bukankah mereka yang membawa ponsel dan tasku??!”
“pakai ponselku!!” kata donghae sambil memberikan ponselnya.
Dengan cepat rae ki menekan2 nomor yoon hye. Tersambung.
“LEE RAE KI KAU DIMANAAA???” jerit yoon hye begitu telphone tersambung.
“aku tidak apa2. . . tenanglah, sekarang aku ada dirumah donghae oppa. . .”
Yoon hye mendesah diujung sana “apa kau baik2 saja?? siapa laki2 itu?? Kenapa membawamu pergi?? Dia tidak melukaimu kan?? Dia__”
“kim yoon hye!!” potong rae ki sedikit keras “tarik nafas. . . hembuskan. . . bagaimana aku bisa menjawab kalau kau bertanya seperti itu?!”
“ya, ya, baiklah. . .”
“aku baik2 saja, akan kuceritakan besok ok?! Apa hyun ra bersamamu saat ini??”
“ya, dia ada disebelahku. . . kami masih menunggumu dicafe. . .”
“lebih baik sekarang kalian pulang, aku sudah tidak apa2. . . kita bertemu dikampus besok, dan tolong bawakan dulu tasku. . .”
“aku tau, sampai jumpa besok!!”
Klik. . . telphone terputus. . . rae ki mengembalikan lagi ponsel donghae.
“anak-anak, ayo kita makan dulu!!”
Ibu donghae muncul diambang pintu sambil membawa. . . kursi roda?? Rae ki mengerutkan alisnya saat donghae menyingkap selimut yang menyelimuti setengah tubuh kyuri dan menggendong gadis itu mendudukkannya dikursi roda.

“dia. . .lumpuh. . .??” tanya rae ki pelan.
“ya. . .kecelakaan setahun yang lalu. . .” jawab donghae dengan tatapan menerawang.
Saat ini mereka ada ditepi sungai han. Sebelum mengantarkan rae ki pulang, mereka mampir menikmati pemandangan malam.
“kenapa bisa??”
“kecelakaan. . .” donghae menghela nafas berat “dia tertabrak mobil saat menuju apartementku. . .”
Rae ki terdiam, ia tidak mampu berbicara apa2.
“meskipun ia bukan adik kandungku. . . tapi aku menyayanginya. . . eomma juga. . . dia gadis yang baik, dan selalu ceria. . . tapi untungnya kecelakaan itu tidak membuatnya patah selamat. Bahkan saat divonis lumpuh oleh dokter ia tidak menangis, malah tersenyum dan mengatakan semuanya akan baik2 saja. . . ia gadis paling tegar yang pernah kutemui. . . ia juga tidak bosan untuk menjalani terapi. Aku bersyukur ia bisa mendapatkan laki2 yang baik seperti sungmin. Laki2 itu tidak meninggalkan kyuri bahkan disaat keadaannya seperti ini, ia malah terus memberikan semangat pada kyuri. . .”
“ya. . .dia gadis yang sangat baik. . .”
“rae ya, boleh aku tanya sesuatu??”
“mm?? apa itu??”
“siapa laki2 itu??”
Tubuh rae ki menegang seketika. Lidahnya terasa kelu.
“kau tidak mau menceritakannya padaku??”
“bukan begitu. . .” jawabnya pelan. ia terdiam sejenak “namanya choi minho. . .”
Rae ki menghirup nafas dalam2 untuk mengisi paru2nya yang terasa kosong. Seakan2 ia kembali kedalam mimpi buruk itu.
“dia. . .cinta pertama sekaligus pacar pertamaku. . .” butuh waktu untuknya bisa berbicara “kupikir ia laki2 yang baik. . . tapi ternyata. . . ternyata ia hanya ingin menikmati tubuhku. . .” air mata rae ki jatuh begitu saja.
Tangan donghae mengepal mendengarnya. Dalam hati ia benar2 marah.
“setelah mendapatkan semuanya. . . semua harga diriku. . . esoknya ia meninggalkanku bersama gadis lain. . .” rae ki terisak pelan. donghae merengkuhnya kedalam pelukannya, memberi sedikit ketenangan.
“dia bajingan oppa. . . dia yang menghancurkanku. . . saat itu aku begitu shock, dan aku tidak pernah mengatakan hal ini kepada siapapun. . . dialah yang telah merubahku, dia yang membuatku membenci laki2 dan ingin menjadikan mereka sebagai permainan. . “
“tenanglah. . . semuanya sudah berlalu. . . bukankah sekarang sudah ada aku??”
Rae ki mengangguk pelan, masih terisak. Donghae membelai kepala gadis itu lembut. Jadi itu yang membuat gadis ini berubah. Dulu rae ki adalah seorang gadis yang ceria dan suka sekali tertawa. Dan ia sangat baik. . . seperti kyuri, ia memiliki hati yang sangat lembut dan itulah yang membuat donghae jatuh cinta padanya.
“rae ya. . . apa kau tau bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu??” tanya donghae pelan sambil memandang sungai han didepannya.
Rae ki yang sudah berhenti menangis menyandarkan kepalanya dibahu donghae “karna ciumanku saat itu??” tanyanya balik. Ia ingat saat menjadikan laki2 itu target taruhan.
“tentu saja bukan. . . sudah lama aku menyukaimu. . . sejak aku pertama kali bertemu denganmu. . .”
“kyuri juga bilang begitu. . . tapi seingatku pertama kali kita bertemu itu saat aku tiba2 menciummu. . .”
“bukan. . . apa kau sudah lupa?? Empat tahun yang lalu saat kita sekolah highshool senior, aku pernah menabrakmu dengan sepedaku. . .”
Rae ki tetap diam, ia ingin mendengar semuanya hingga selesai.
“saat itu kita sama2 terluka, aku ingat saat kakimu berdarah. . . saat itu kau menangis tapi bukan lukamu yang kau tangisi tapi diriku. . . kau mengkhawatirkan aku dan berkali2 minta maaf karna tidak melihat jalan saat menyebrang, bahkan kau tidak sadar kalau kakimu terluka. . .dan saat itulah aku jatuh cinta kepadamu. . . aku jatuh cinta pada ketulusan hatimu yang mementingkan orang lain daripada dirimu sendiri.. .”
“jadi. . . kau namja itu. . .” rae ki menyingkap celana jeans tiga perempat yang dipakainya, dibawah lututnya terlihat ada bekas luka seperti garis sekitar lima sentimeter.
“ya. . . akulah orangnya. . . orang yang sudah membuat bekas luka itu dikakimu. . . tapi aku berjanji tidak akan membuat bekas luka dihatimu rae ya. . .”
“aku percaya. . .” gumam rae ki pelan.
“lee rae ki ssi. . .” donghae memegang wajah gadis itu dan menatapnya dalam “selama ini aku yang memakasamu untuk menjadi milikku. . . tapi kali ini, aku ingin kau menjawabnya dari dalam hatimu, bersediakah kau menjadi milikku??” tanya donghae lembut.
Rae ki membalas tatapan laki2 itu, ia tidak melihat ada dusta disana. Kemudian iapun tersenyum “aku bersedia. . .” bisiknya pelan.
“gomawo. . .” balas donghae kemudian mendekatkan wajahnya dan melumat bibir gadis itu teramat pelan. . .

FIN

Akhirnya kelar. . . terima kasih yang sudah membaca, kamsahamnida much. . . anyeong. .