Hidup. . .
Sampai kini aku tak mengerti untuk apa aku hidup. . .
Aku takut, benar2 takut. . . Bahkan terlalu takut untuk menghadapi sang waktu dan takdir.
Ya aku benar2 takut pada takdir, karna dalam waktu sedetik, ia bisa saja menjatuhkanku kejurang yg paling dalam. Dan aku benci membuat orang lain kecewa karna kebodohanku!
Marah? Tentu saja, aku benar2 marah pada diriku sendiri yg tidak bisa berguna. Tapi percayalah, aku tidak ingin seperti ini, menjadi tidak berguna, ceroboh, dan pelupa. Dan aku yakin tidak satupun orang yg menginginkan hal itu.
Aku lelah. . . Aku lelah pada hidupku yg tanpa warna. Aku lelah untuk membuat kesalahan. Karna itu aku takut, amat sangat takut. Karna aku tau, rasa senang, rasa bahagia ini hanya sementara. Dan aku tau, akan ada duka dibaliknya. Percayakah kau tidak ada yg gratis didunia ini, ya, aku percaya, dan rasa duka dan lara itu seolah menjadi sesuatu yg pantas untuk membayar setiap tawa.
Bodoh memang, hidup penuh dgn rasa takut! Tapi itulah aku. Aku tak pernah punya seseorang yg bisa menyanggaku, setidaknya membuatku lupa dari rasa takutku. Tak punya. . .
Dan hal2 buruk yg pernah terjadi dalam kehidupanku membuatku semakin dicekam rasa takut itu. Adakah yg bisa membantuku?? Memberi sedikit rasa damai yg tidak pernah kudapatkan.
Terkadang, aku bingung. Seperti apa diriku ini?! Aku hanyalah gadis yg menyedihkan dan tidak berarti. Tidak, aku tau aku berarti untuk keluargaku karna aku tau mereka menyayangiku. Dan aku takut untuk membuat mereka kecewa.
Takut. . . Rasa itu lagi. . . Aku benci, sungguh aku benci. Tapi aku tidak tau bagaimana untuk menghilangkannya. Ingin kututup mataku saat ini juga dan berharap waktu berhenti. Karna aku terlalu takut untuk menghadapi hari esok.
Oh tuhan. . . Bisakah kau hilangkan sejenak saja rasa takut ini??
Namun tak kupungkiri, rasa itu juga yg membuatku selalu mengingatmu. Tapi aku ingin sejenak saja merasakan ketenangan dalam hidupku. . .
Bisakah??