Tags

, ,

Dia memelukku erat, memberiku sebuah harapan baru. . . Bolehkah aku berharap tuhanku?? Bolehkah aku mencari kebahagiaan?? Mencari penebus setiap air mata dan dukaku. . .
“gomawo yoonie. . .” bisiknya ditelingaku.
Aku melepaskan pelukkanku “sudah malam, tidurlah!!”
“kau mau kemana?? Bukankah seorang istri harus menemani suaminya tidur hmm??”
Tiba2 saja wajahku terasa panas. Aku menundukkan wajah dgn gugup.
“yoonie, mulai kini hanya akan ada kau disetiap tidurku, bukan kenangan buruk itu, jadi kau tidak akan membiarkanku sendiri bukan??”
Aku menatapnya sejenak kemudian menghela nafas pelan “ayo kita tidur!”
Iya tersenyum kemudian menarikku ketempat tidur. Kumatikan lampu kemudian naik ketempat tidur. Ia memelukku erat dan membenamkan wajahnya keleherku.
“kau tau yoonie, tidak pernah aku sebahagia ini sejak hari itu. . .” gumamnya.
Aku hanya diam merasakan pelukkannya yg nyaman.
“yoon. . .apa kau masih menganggapku menjijikkan??”
Aku terdiam sejenak “saat melihatmu bersama gadis2 itu. . .yg ada difikiranku kenapa laki2 bisa melakukan hal itu dgn mudah??”
“mianhae. . .”
Aku menoleh dan melihatnya menatapku lekat. Aku tersenyum lembut “apakah ini pertama kalinya kau mengucapkan kata itu?”
Ia tertawa kecil “kau benar. . . Dan aku mengucapkannya untukmu. . .”
“gomawo. . .lee hyuk jae” bisikku pelan.
“dan ini pertama kalinya kau mengucapkan namaku. . .”
Ia membelai pipiku lembut kemudian mengecup bibirku lembut. Aku membalasnya, ia mempererat pelukannya.
“tidurlah. . .” bisikku pelan.
***

Aku mengerjap2kan mata pelan. Kemudian tersentak saat melihat wajahnya ada dihadapanku. Ah aku ingat, bukankah mulai kini hanya wajahnya yg akan terlihat begitu aku membuka mata?? Kutatap wajahnya, baru kusadari wajahnya manis. Kusentuh dahinya pelan, panasnya sudah turun. Kusingkirkan lengannya kemudian keluar menuju dapur.
Langkahku terhenti saat bell apartement berbunyi. Aku melangkah menuju pintu dan membukanya. Seorang gadis cantik berdiri dihadapanku dgn pakaian sexi.
“dimana hyuki??” tanyanya ketus sambil menerobos masuk.
“siapa kau??” tanyaku dingin.
Dengan seenaknya ia duduk disofa “aku calon istrinya!” jawabnya santai.
Aku mengangkat alisnya “kau tidak tau kalau ia sudah menikah?!” tanyaku dingin.
Ia menoleh kemudian tersenyum menjijikkan. “benarkah? Kalau begitu ia harus menceraikan istrinya karna aku sedang mengandung anaknya saat ini!”
Tubuhku bagai tersambar petir. Apakah ini nyata tuhan?? Baru kemarin aku ingin memulai semuanya dari awal tapi. . .tapi. . .
“jjagiya. . . Kau dimana??” pintu kamar hyukie terbuka dan ia muncul diambangnya sambil mengucek2 matanya.
“yeobo bogoshipoyo~” gadis itu beranjak menghampirinya.
Hyukie mengerjap kaget “jesica? Sedang apa kau disini??”
Aku tidak tahan lagi, aku langsung masuk kedalam kamar, mengambil jaket dan tasku. Kudengar teriakan dan gedoran pintu diluar. Aku membukanya dan melihat gadis itu berusaha menarik hyukie.
“yoonie kau mau kemana??” tanyanya panik sambil berusaha menyingkirkan gadis itu.
“jangan memperdulikanku, lebih baik kau urusi saja calon anakmu itu!” kataku dingin.
“anak??”
Aku langsung melangkah keluar dari apartement.
“yaaak kim yoon hye dengarkan aku dulu!!!”
Aku tidak menghiraukan teriakannya dan tetap melangkah pergi. Air mataku tumpah begitu aku keluar dari apartement. Aku terus berjalan tanpa tau kemana.
Tuhan, begitu nistanya kah aku hingga tidak kau ijinkan untuk mendapatkan kebahagiaan?? Apa salahku hingga takdir seperti ini yg kau tuliskan untukku?? Dalam semalam harapan yg kutemukan itu kau hancurkan. Kau ingin aku bagaimana?? Katakan kepadaku apa yg harus kulakukan?? Apakah air mata ini tidak cukup untukmu?? Kenapa kau begitu membenciku?? Jika memang seperti itu, kenapa tidak kau ambil saja hidupku??
Entah berapa lama aku berjalan. Aku tidak tau, dan aku tidak ingin berhenti. Air mataku tidak berhenti mengalir. Kehidupan apa yg kujalani ini?? Kenapa begitu sulit??
Kutatap sungai han dihadapanku. Sejak kapan aku disini? Aku tidak tau. . .
Aku lelah, benar2 lelah. . . Aku tidak ingin berfikir lagi. Bolehkah aku pergi ketempatmu tuhan?? Apa kau akan menerimaku disisimu? Tapi bukankah kau membenciku?? Lalu apa yg harus kulakukan? Bisakah kau memberitahuku??
Lama aku termenung menatap sungai dihadapanku. Mataku terasa berat namun air mata ini terus mengalir. Hyukie akan menjadi seorang ayah, dan mau tidak mau ia harus menikahi gadis itu. Lalu bagaimana dgnku?? Eohteokajyeo?? Eohteokajyeo??
Tiba2 saja seseorang menarik tanganku kasar “apa yg kau lakukan?? Apa kau berniat untuk bunuh diri?? Apa kau berniat untuk meninggalkanku???”
Aku tersentak menatapnya. Ia menatapku marah. Cepat2 kuhapus air mataku. “untuk apa kau mencariku??” tanyaku ketus.
“aku suamimu dan berhak atas dirimu!”
“sebentar lagi kau tidak punya hak!”
“apa maksudmu?? Apa kau pikir aku akan melepaskanmu? Silahkan bermimpi karna aku tidak akan pernah melepaskanmu!”
“jangan memberiku harapan lagi!!!” teriakku frustasi. Air mataku kembali tumpah “kumohon. . . Aku sudah lelah berharap. . .” bisikku lirih.
Tiba2 saja ia menarikku dan mendekapnya “aku tidak ingin kau berharap yoonie. . . Aku akan mewujudkan harapan itu hingga kau tidak perlu lagi berharap! Aku berani bersumpah padamu atas nama donghae hyung bahwa jesica tidak hamil! Aku memang pernah melakukan itu dengannya tapi aku tidak pernah mengeluarkannya didalam! Aku bisa membuktikannya kepadamu!! Ia hanya pura2. . .”
Aku tidak tau lagi apakah aku bisa mempercayainya. Ini benar2 sulit untukku. . .