Tags

, ,

“ikutlah dgnku kerumah sakit, akan kubuktikan kepadamu!!”
Aku menatapnya terdiam. Ia mendecak kesal kemudian menyeretku kemobilnya. Tidak ada satupun dari kami yg bicara hingga kami tiba dirumah sakit. Ia terus menggenggam tanganku, mengajakku memasuki sebuah ruangan.
Seorang dokter yg masih muda mengangkat wajahnya “oh hyukie, kau sudah datang!”
“apa hasilnya sudah keluar??”
“ya, tunggu sebentar. . .” dokter itu mencari2 sesuatu dilacinya. Aku pernah melihatnya saat acara pernikahanku dgn hyuki dua bulan yg lalu. Dipapan namanya tertulis nama ‘park jung soo’.
“ah ini dia!!” dokter itu mengulurkan sebuah amplop putih pada hyukie “hasilnya negatif!”
Seketika hyukie mendesah lega, ia menatapku lembut “kau dengar bukan?!”
Aku menunduk, tidak mampu menatapnya.
“terima kasih hyung nim. . .kami pergi dulu!”
“ne, hati2lah. . .”
Hyukie menarikku keluar dari ruangan itu.
Aku hanya diam saja, enggan untuk bertanya kemana dia akan membawaku. Aku hanya bisa berdo’a agar semuanya baik2 saja.
Ternyata ia membawaku kembali keapartement. Ia masih menggenggam tanganku dan membawaku kekamarnya. Aku mengernyit heran saat melihatnya mengeluarkan sebuah kunci. Untuk apa ia mengunci kamarnya?? Tapi pertanyaan itu langsung terjawab begitu aku melihat siapa yg ada didalam kamarnya.
Jesica! Gadis itu sedang ada diatas tempat tidur dgn tangan terikat sapu tangan kebelakang pada besi ranjang. Mulutnya diplester. Begitu melihat hyuki matanya membelak ketakutan. Aku membeku diambang pintu sementara hyukie berjalan menghampirinya.
“lain kali kau harus berfikir dulu jika ingin bermain2 dgnku jesica ssi!! Karna aku tidak suka bermain2!” kata hyuki sambil melepaskan plester pada mulut gadis itu.
“tolong lepaskan aku. . .” pinta jesica lirih. Wajahnya terlihat pucat.
“sekarang katakan dgn jelas kepada istriku! Dan aku akan melepasmu!”
Gadis itu menatapku dgn mata berkaca2 “mi. . .mianhae. . . Aku berbohong. . . Aku tidak hamil!!”
“good girl!” saut hyukie sambil melepaskan ikatan tangannya “sekarang pergilah! Dan jangan muncul dihadapanku lagi!”
Jesica tidak menjawab ia berjalan dgn gamang dan penampilan yg kacau tanpa berbicara apapun. Hingga kemudian kudengar pintu apartement terbuka dan tertutup lagi.
“kau sangat berantakan. . .” kata hyukie yg sudah ada dihadapanku. Ia menyentuh wajahku dan merapikan rambutku kemudian mengecup keningku.
“kau apakan jesica??” tanyaku.
Ia tertawa kecil “hanya mengingatkannya untuk tidak bermain2 dgn seorang lee hyuk jae, apalagi hingga membuatmu menangis, tidak akan pernah kumaafkan. . .” ia mengangkat wajahku pelan “karna air matamu sangat berharga untukku. . .” dikecupnya mataku lembut kemudian ia memelukku “jangan pernah meninggalkanku lagi. . .karna sekarang, dgn jelas bisa kukatakan saranghaeyo kim yoon hye. . .”
Aku membalas pelukkannya. Air mataku jatuh begitu saja “nado saranghae. . .” bisikku lirih.
Ia melepaskan pelukkanku “yaak! Kenapa menangis lagi?? Aigooo. . . Apa yg harus kulakukan agar kau tidak menangis??” ia mengacak2 rambutnya “apa kau mau ice cream?? Yg strowberry sangat enak!!”
Aku memukul kepalanya pelan “pabo!!”
Ia tersenyum malu2 seperti bocah. “mandilah, akan kumasakkan kau sesuatu, kita belum makan seharian gara2 gadis sialan itu!!”
“jangan lupa kau pernah tidur dgn gadis yg kau bilang sialan itu!!” kataku sambil berjalan kekamar mandi.
“yaaak! Kenapa hal itu harus diungkit lagi???” teriaknya kesal sementara aku hanya tertawa sambil menutup kamar mandi.
Setelah aku mandi, ia sudah siap dimeja makan dan untuk pertama kalinya kami makan bersama dimeja makan.
“lihat, ada sisa makanan dibibirmu!”
Aku mengerjap kaget kemudian otomatis mengelap bibirku “sudah hilang?”
“coba kulihat!” ia meraih daguku kemudian mengecup bibirku sementara aku hanya bisa mematung.
“sudah bersih!” bisiknya sambil tersenyum “aku mandi dulu!” katanya sambil beranjak dari duduknya sementara aku menunduk menyembunyikan wajahku yg merah. Aigoooo. . .kenapa aku sampai terjebak kata2nya yg tolol itu?! Aiiish. . .
Cepat2 kubereskan bekas2 piring itu kemudian mencucinya.

Aku menatap jalanan dibawah dari balkon apartement. Gemerlap lampu dimalam hari begitu indah. Kupejamkan mataku merasakan sejuknya angin. Ini awal musim gugur, angin bertiup lebih kencang.
Tuhanku. . . Biarkanlah ketenangan ini abadi selamanya. . . Kumohon. . .
Tiba2 ada sepasang tangan yg merengkuhku kedalam dekapannya. Rasanya hangat. . .
“apa yg kau pikirkan??” bisiknya tepat ditelingaku. Dapat kurasakan hembusan nafasnya yg hangat dileherku.
“hidupku. . .” jawabku.
“salah!” koreksinya “hidup kita. . . Karna sekarang hidupmu adalah hidupku dan hidupku adalah hidupmu. . .”
“kau benar. . .”
Kurasakan ia membenamkan wajahnya kedalam leherku, menghirup aromaku dalam2, dan bibirnya yg hangat mengecup lembut kulit leherku sambil merapatkan pelukannya.
Tubuhku gemetar merasakan sentuhannya, ia terus mengecup dan menghisapi leherku.
“nghh. . .” aku mendesah pelan.
Ia membalik tubuku kemudian melumat bibirku. Kulingkarkan lenganku memeluk lehernya, membalas ciumannya. Ia melumat bibirku teramat pelan. Rasanya hangat, lembut dan manis. . .
Perutku terasa bergejolak, dan darahku berdesir dibawah permukaan kulitku. Nafasku mulai tersegal.
“ngh. . .” ia mendesah pelan membuat tubuhku gemetar.
Dan tiba2 saja aku tidak bisa merasakan pijakan kakiku dilantai. Ia menggendongku tanpa melepas ciumannya, membawaku kekamar. Aku sadar, malam ini kuserahkan semua kehidupanku kepadanya, kepada suamiku, lee hyuk jae. . .
**

Dilanjut g?