Tags

, , ,

~epilog~
4 years later. . .

“appaaaa aku ingin es kliiiim!!!”
“ne, ne, kita beli ice cream dulu ok?!”
“aku mau coklat. . .”
“strowberry lebih enak. . .”
“andwae, aku mau coklat!”
“kalo strowberry appa belikan dua!”
“coklat dua!”
“andwae! Strowberry!”
“coklaaat. . .”
“strowberry!!”
“coklat, coklat, coklat! Huwaaa. . .”
“yaak kunyuk, kau apakan jaeyoon??” bentakku saat melihat mereka bertengkar.
Hyuki hanya meringis sambil menggaruk2 kepala.
“kau ini seorang appa, bersikaplah seperti seorang appa!” omelku sambil menggendong jaeyoon.
“eomma aku mau es klim. . .”
“ara, ayo kita beli es klim! Biarkan saja appamu yg bodoh itu!”
“appa pabo!”
“yaaak berhentilah mengajari anak kita yg tidak2!! Itu tidak bagus!” gerutu hyuki sedangkan aku hanya tertawa.
Kami menikmati hari libur ini dgn berjalan2.
Terima kasih tuhan, kau sudah memberiku kebahagiaan ini. . .
Kami menikmati cuaca cerah ini ditaman bermain. Jaeyoon, putra kami yg berusia 3 tahun sedang asyik memakan ice cream sambil bermain ayunan. Sedangkan aku dan hyuki duduk dibangku taman mengawasinya. Ia menggenggam tanganku erat.
“setiap kali aku melihat kalian, aku merasa hidupku sempurna. . .”
“mm. . .aku benar2 bersyukur bisa memilikimu. . .” sautku pelan.
“bukankah kau membenciku dulu??” ia menatapku dgn alis terangkat.
“dulu. . .sekarang aku benar2 mencintaimu. . .”
“gomawo. . .”
Tiba2 aku merasa ada yg menarik jaketku. Ketika aku menoleh kesamping aku melihat ada gadis kecil yg seumuran jaeyoon.
“hei, siapa namamu anak manis??” sapaku sambil berjongkok didepannya.
“hyo na. . .” jawabnya polos. Benar2 lucu.
“hyo naaa?? Dimana kau??” terdengar teriakan seorang wanita “ah disini kau rupanya. . .”
Aku melihat seorang wanita cantik berlari kecil menghampiri kami.
“ah mianhamnida putriku mengganggu anda!!”
“ah tidak, putrimu sangat manis,” ujarku.
“kamsahamnida. . .” ucapnya sambil menggendong gadis kecil itu, “kenalkan, namaku shin hera,”
“yoon hye imnida. . .”
“ah, hyo na itu appa sudah datang!” katanya ceria.
Aku menoleh kebelakang mengikuti arah pandangnya. Tubuhku langsung mematung. Jaejong oppa. . .
Ia berhenti sejenak, terkejut melihatku kemudian tersenyum sambil menghampiri kami.
“yoon hye ssi, kenalkan, ini kim jaejong, suamiku. . .”
Aku mengerjap kaget mendengar suara hera, kemudian kurasakan seseorang menggenggam tanganku. Aku menoleh dan mendapati hyuki sedang tersenyum padaku sambil menggendong jaeyoon.
“anyeong haseo jaejong ssi. . .” ucapku sambil tersenyum “kenalkan, ini suamiku, lee hyuk jae, dan putra kami lee jae yoon. . .”
“lee hyuk jae?” tanya jaejong skeptis “kau putra dari tuan lee pengusaha tekstil terbesar dikorea??”
“bagaimana kau tau?” tanya hyuki.
“beliau salah satu klienku. . . Dunia sangat sempit bukan??”
“ya. . . Benar2 sempit. . .” gumamku pelan sambil mempererat genggaman tanganku.

“kau masih memikirkannya??”
Aku mengerutkan kening “siapa?”
“tentu saja kim jaejong, mantanmu dulu!”
Gerakanku menyelimuti jaeyoon terhenti “kau tau?” tanyaku sambil menoleh kearahnya.
“tentu saja! Aku bahkan pernah memukulnya dulu!” katanya sambil berjalan masuk kekamar.
Aku mengikutinya dan menutup pintu “jangan berbicara yg tidak2!” kataku.
“itu benar!”
“apa yg tidak kuketahui?” tanyaku sambil menatapnya tajam.
Ia melepas jaketnya dan melemparkannya kesofa dan duduk diranjang. Kebiasaan buruk!
“saat aku akan pulang aku tidak sengaja melihat kalian ditaman itu! Saat dia meninggalkanmu aku menyusulnya, kuhadang mobilnya, kuseret ia keluar dan kupukul wajahnya. . .”
“kau melakukan itu??” tanyaku tidak percaya.
“ya. . . Kubilang padanya agar jangan menemuimu lagi apalagi kembali padamu karna mulai detik itu aku menyatakan bahwa kau adalah milikku! Seharusnya aku berterima kasih kepadanya karna meninggalkanmu, jika tidak, kau tidak akan ada disini, disisiku. . .”
“kau benar2 gila!” gumamku sambil berjalan ketempat tidur. Tapi tiba2 ia menarikku hingga jatuh kepangkuannya.
“yaak apa yg kau lakukan??”
Ia memeluk pinggangku erat.
“kau milikku yoonie, dan tidak akan pernah kulepas. . .”
Jantungku kembali berdetak kacau “ya. . .jangan melepasku, kalau tidak kau akan menyesal sepertinya!” kataku pelan.
“aku tidak bodoh sepertinya!!” bisiknya pelan kemudian meraih wajah dan melumat bibirku.
Aku memejamkan mata membalas ciumannya. Menikmati sentuhannya. Bibirnya terasa lembut. . .
Dan semakin lama ia semakin menciumku kuat. Dilumatnya bibirku dalam. Nafasku mulai tersegal.
“hyu. . .besok. . .kau ha. . .rus bekerja. . .” bisikku disela2 ciuman kami.
“aku tidak perduli. . .” ia menekan bibirku semakin kuat.
“mmhh. . .nanti kau terlam. . .bat. . .” kupererat pelukan lenganku pada lehernya.
“alarm akan membangunkanku. . .”
“ngh. . .” aku mendesah pelan dan ia melumat bibirku lebih dalam. . .

FIN

Akhirnya kelar, epilog yg gaje hahah. . .
Thx bwt yg uda baca, love u much deh pokoknya,,
*nglnjutin adegan diatas ma hyuki*
PLAK
Peace,,😀