Tags

, ,

sakura in winter

Karna ff adaptasi untuk keempat novel ilana tan mengalami kemacetan pikiran, dan terlalu panjang jadi saya males ngetiknya, hahah. . . sebagai gantinya, saya bikin ff ini, ide lama, hampir tiga tahun yang lalu, tiba2 saja ingin saya realisasikan, mungkin ceritanya hampir sama dengan heart of the black piano, tapi tenang, mereka bukan saudara kandung, hahah. . .
Untuk diperhatikan, tulisan yang berbahasa inggris dan bahasa jepang atau yang bercetak miring itu adalah lagunya CN.Blue – Eclipse dan sangat disarankan untuk mendengarkan lagu itu saat membaca ff ini!!

~ winter in tokyo ~

=12 January 2010=

It’s hard to say my mind
Kimi no koe wo tashikametai
Can you tell me your height?
Todokazuni shizumu tame iki

Salju turun dengan lebat. Semua permukaan kota tokyo tertutupi dengan salju putih yang semakin lama semakin menumpuk. Hishano kisa, gadis dua puluh tahun itu berjalan lambat sambil memandang jalan yang tertimbun salju. Sepatu bot-nya yang hampir selutut, menghalangi salju membasahi kakinya. Wajahnya terlihat pucat. Jalanan yang dilaluinya kini sepi. Tidak banyak orang yang keluar untuk berjalan disaat salju turun lebat seperti ini.
Gadis itu menghembuskan nafas dibalik syal tebal yang melilit lehernya. Keluar uap dari mulutnya karna udara yang dingin. Tiba2 langkahnya terhenti sejenak. Ia menatap kebawah beberapa detik kemudian ia berjongkok dan memungut sesuatu.
“sakura. . .??” gumamnya pelan saat melihat sehelai bunga sakura yang baru saja dipungutnya.
Kemudian ia menoleh kearah taman yang ada disampingnya dan terpaku. Ditengah2 taman itu, tumbuh sebuah pohon bunga sakura yang saat ini sedang. . . berbunga??
Kisa menatap takjub. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dijepang. Diantara salju2 yang melayang2 turun itu, guguran2 bunga sakura terlihat sangat indah.
“sangat indah bukan??”
Kisa menoleh terkejut dan mendapati seorang laki2 sedang berdiri agak jauh disampingnya menatap pohon itu seperti dirinya. Itulah. . .saat pertama kali mereka bertemu. . .

If you searching for the shine
Sono te wo hanasai
Kitto meguri au… dreaming of you
Haruka na tabi e…

“ya. . .” jawab kisa pelan sambil memandang pohon sakura itu lagi.
“ini adalah hari yang istimewa. . .” kata laki2 itu lagi “sakura berbunga dimusim salju. . . tidak pernah ada sebelumnya kan??!”
Kisa hanya diam menatap pohon itu, benar2 indah. . . yang seperti ini. . . akankah terjadi lagi??
“namaku etzuki ashaba, dan kau??”
Kisa menoleh kearah laki yang masih memandang pohon sakura itu, dengan ragu dijawabnya “kisa. . .hishano kisa. . .”
“senang bisa melihat sakura dimusim salju denganmu hisa-chan. . .” laki2 itu menoleh dan tersenyum. Senyuman yang manis. . .
Mereka saling tatap beberapa detik kemudian mengalihkan pandangan kearah pohon itu lagi. Pohon itu masih terus menggugurkan setiap helai bunga2nya diantara salju2 putih itu.
Sudah hampir malam, kisa harus pulang meskipun ia masih ingin berada disini, menatap pohon ini, karna ia tidak tau kapan hal ini akan terjadi lagi. Ia tau, orang tuanya pasti mencemaskannya dirumah. Akhirnya ia menghela nafas kemudian berbalik pelan.
“kau akan pulang??”
Langkahnya otomatis terhenti. Ia berbalik menatap laki2 itu lagi “hai’, sayonara. . .” ucapnya pelan sambil membungkukkan badannya.
“biar kuantar!!”
“apa??” kisa mengerjap kaget, ditatapnya dengan heran laki2 itu.
“ayo!!”
Kisa masih termangu ditempatnya saat laki2 itu sudah datang dengan sepedanya.
“nona, kau mau terus berdiri disitu??”
Kisa mengerjapkan matanya kaget “kau mau mengantarku??”
“ayolah, aku sudah kedinginan!!” runtuk laki2 itu.
“oh, gomenasai. . .” ucap kisa sambil naik boncengan sepeda laki2 itu dan memeluk pinggangnya dengan gugup.
Kemudian laki2 itu mulai mengayuh sepedanya pelan, melewati jalanan yang bersih dari tumpukan salju.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Tidak tau apa yang harus dikatakan. Hingga akhirnya mereka sampai “berhenti dirumah coklat itu!!” ucap kisa.
Sepeda itu berhenti tepat didepan sebuah rumah coklat yang sederhana. Kisa turun dari boncengan dan membungkuk kearah laki2 itu. “arigato gozaimasu ashaba-san. . .”
“kau bisa memanggilku zu-kun!!” kata laki2 itu sambil tersenyum “mata ashita hi-chan!!” ucapnya kemudian langsung mengayuh sepedanya dan meluncur pergi meninggalkan kisa yang masih termangu ditempatnya.

Ano hi no yakusoku wa
Eien no michishirube
Hokou jikan itsuka kitto aeru

“aku pulang. . .” katanya tanpa semangat sambil melepaskan sepatunya begitu memasuki rumah.
“sa-chan?? Kau sudah pulang?? Kenapa sampai malam??” tanya ibu dari dapur.
“gomenne. . .hari ini toko tutup lebih lama. . .”
“ah, baiklah. . .tapi kau tidak boleh terlalu lelah!!”
“aku mengerti, aku kekamar dulu!!”
Kisa melangkah menaiki tangga dan masuk kekamarnya. Kamarnya yang bernuansa coklat, kuning, dan orange memberikan kesan hangat. Ia melepas syal dan jaket panjang selutut yang dipakainya dan melemparnya kekursi sofa disudut ruangan. Kemudian dilepasnya topi rajutan yang dipakainya dan meletakkannya diatas meja.
Ia melangkah kearah sofa panjang tanpa sandaran dibawah jendela dan duduk disana memandang keluar sambil memeluk lututnya. Ditatapnya butir2 salju yang turun itu.

Hari ini. . . aku melihat sesuatu yang baru dalam hidupku. . . sakura. . . berbunga dimusim salju. . . sangat indah. . . nanti. . . akankah aku bisa melihatnya lagi?? Akankah aku bisa berdiri disana dan melihat bersamanya. . .??

Sono hi ga kuru made wa
Kimi no kage de nemuru
I don’t know but I believe
That coming true the day
We both know…

Tanpa terasa air matanya yang hangat mengalir membasahi pipi. Cepat2 diusapnya. Ia tidak tau berapa lama lagi ia bisa bertahan. Waktunya tidak banyak, sungguh. Saat dokter sudah memvonisnya menderita leukimia, ia tau ia sudah tidak ada harapan lagi. . . karna itu ia menjalani harinya sebiasa mungkin. Tapi kini. . . ada sesuatu yang membuatnya ingin sembuh. Ingin terus hidup. . . agar ia bisa menunggu sakura berbunga dimusim salju lagi, agar ia bisa melihat senyuman laki2 itu lagi.
“sa-chan, ayo turun, sudah waktunya makan malam!!” terdengar suara ibu dari ambang pintu kamarnya.
Kisa menoleh dan tersenyum lemah, “sebentar lagi aku turun. . .” jawabnya pelan.

=13 January 2010=

Hari ini salju tidak turun. Walaupun agak mendung, tapi terasa lebih hangat. Kisa berjalan pelan menyusuri jalan. Hari ini ia ada janji dengan takuchi aeno, teman seuniversitasnya untuk menemaninya membeli hadiah. Besok ayah dan ibunya akan berulang tahun.
Saat melewati taman itu lagi, kisa berhenti sejenak. Pohon itu sudah tidak berbunga lagi. Batangnya yang bercabang terlihat gundul. Ia menghela nafas pelan kemudian melanjutkan langkahnya.
“sudah menunggu lama??” tanyanya kepada aeno yang sudah duduk disalah satu café.
“ah, sa-chan, kau sudah datang, tidak. . . tidak lama, aku baru saja datang!! Duduklah, kita minum capucino sebentar!!”
Kisa duduk dihadapan temannya itu dan memesan secangkir capucino hangat. Hari ini aeno mengecat rambutnya menjadi coklat. Ia memang lebih modis daripada kisa. Gadis itu memiliki tubuh yang tinggi dan ramping. Rambutnya panjang bergelombang, seharusnya ia jadi model. Berbeda sekali dengan kisa yang memiliki tubuh kecil, tidak terlalu tinggi dan rambut hitam pendek berponi.
“kau masih menulis novel??” tanya aeno tiba2.
“tentu saja. . .”
“yuka sangat menyukai novelmu. . .kalau saja aku bilang padanya aku mengenalmu, ia pasti langsung merengek2 padaku agar membawanya kepadamu!!”
Kisa tertawa kecil. Ia ingat aeno mempunyai adik perempuan yang masih junior high student.
“eh, kau sudah melihat berita hari ini??”
“mm?? memangnya ada apa??”
“mereka bilang pohon sakura yang ada ditaman dekat perpustakaan umum kemarin berbunga dan menggugurkan semua bunganya dalam waktu semalam. . . aku tidak tau harus percaya atau tidak, hal itu benar2 tidak mungkin. . . dan hanya ada beberapa saksi mata yang melihatnya. . .tapi mereka memang menemukan banyak sekali guguran2 bunga disekitar pohon!!”
“itu benar. . .” gumam kisa pelan.
“apa?? bagaimana kau tau??”
“aku melihatnya sendiri saat itu. . .”
“benarkah??” mata aeno melebar.
Kisa mengangguk2 pelan.
“bagaimana?? Apakah sangat indah??”
“ya. . . benar2 indah. . .”
“aaaahh. . .kau benar2 beruntuuung. . . “
Kisa tersenyum tipis “sebaiknya kita pergi sekarang, dua jam lagi kita ada kelas!!”
“ah, kau benar!!”

= 16 January 2010=

“hishano san!! Lebih baik sekarang kau menyerah!! Kontes piano esok pasti aku yang menang!!” orizaki yuri sedang berdiri dengan tangan terlipat didepan dada dan menatap tajam kisa.
Kisa hanya tersenyum tipis, tapi tidak dengan aeno.
“heh, kau pikir kau siapa?? Aku yakin sa chan pasti akan mengalahkanmu!! Jadi bermimpilah!!” saut aeno ketus.
“kita lihat saja nanti!!” balas yuri dingin sambil melegang pergi melewati kedua gadis itu.
“dasar nenek lampir!! Kubunuh tau rasa kau!!”
“ae chan, sudahlah. . .” kata kisa pelan.
“dan kau!!!” aeno menunjuk kisa tepat didepan hidungnya “kau harus menang demi aku!! Kalau sampai kalah, mati kau!!!”
Kisa tertawa kecil menatap temannya itu “ayolah. . . sebentar lagi sensei datang!!”
Bagi orang lain, hidup kisa terasa sempurna. . . ia pandai dalam segala mata pelajaran, pintar bermain piano, pintar merajut dan menulis. Semua orang menyayanginya, karna ia gadis yang ramah dan baik, tapi dibalik semua itu. . . satu hal yang tidak mereka tau, bahwa kisa tidak memiliki waktu sebanyak yang mereka punya. . . dan seandainya ia bisa menukarnya, ia rela menukar semua kepintarannya untuk waktu itu. . .

It’s hard to say your mind
Kagayaku mabushii yokogao
I can tell you my own
Kimi ga yurushitekureru nara

=19 January 2010=

Salju turun perlahan. . .
Sakit. . . kepalanya terasa sedikit pusing. Ia tau, kondisinya tidak baik. Apalagi ia belum makan siang. Bruuuk. . .
“ah, gomenasai. . .” ucapnya saat ia menabrak seseorang.
“hisa chan??”
Kisa mengerjap kaget saat mendengar suara itu, ia mengangkat wajahnya dan didapatinya laki2 itu. . . etzuki ashaba.
“kau tidak apa2??” tanya laki2 itu cemas.
Kisa menggeleng pelan “aku tidak apa2, arigato. . .”
“kau sudah makan??”
“apa??” kisa menatap laki2 itu bingung.
“temani aku makan!!” katanya dan langsung menarik tangan kisa menuju kedai terdekat.
Hingga ia duduk dikedai itu, kisa masih diam. Otaknya tidak bisa memproses bagaimana tiba2 sekarang ia ada disini bersama laki2 ini!!
“paman, aku minta ramen dua!!” teriaknya pada paman penjual ramen. “ramen disini yang paling enak. . .” kata laki2 itu sambil tersenyum lebar pada kisa.
Kisa hanya bisa termangu ditempatnya. Kemudian tiba2 saja sebuah mangkuk yang berisi mie ramen ada dihadapannya. Ia menoleh menatap etzu.
“makanlah. . . ini sangat enak. . .” kata etzu.
Perlahan kisa memegang sumpitnya dan mulai memakan ramen itu. rasa hangat langsung menjalari tenggorokan dan perutnya. Rasanya memang enak. . .

“apa itu??” tanya kisa tiba2 sambil menatap buku besar milik etzu. Mereka baru saja menghabiskan mie ramen.
“ah ini. . . ini desain perhiasan milikku. . . biasanya kujual ketoko2 perhiasan. . .” jawab laki2 itu sambil membuka buku itu “kau mau melihatnya??”
Kisa menatap gambar2 itu dengan kagum. Sangat indah. . . “kau pandai merancang. . .” gumamnya.
Etzu tersenyum. . . “banyak toko2 yang membeli karyaku ini. . . mereka bilang, gadis2 yang akan menikah menyukainya dan akan memakainya untuk pernikahan mereka. . .”
Kisa menoleh menatap laki2 itu terdiam. . . menikah. . . akankah ia bisa menikah?? Bisakah ia berdiri didepan altar dan mengenakan gaun serta perhiasan seperti yang digambar etzu?? Bisakah. . .??
Tiba2 saja air matanya jatuh. . . kini, terlalu banyak yang ingin dilakukannya. Sebelumnya ia tidak pernah berfikir untuk melakukan apapun. Tapi saat bersama laki2 ini, ia tau ada begitu banyak hal yang ingin dilakukannya. . .
“kenapa menangis?? Apa aku salah bicara??” tanya laki2 itu cemas.
Kisa menggeleng pelan sambil tetap memandang etzu. Laki2 itu memegang wajah kisa pelan kemudian menghapus air matanya dengan kedua ibu jarinya. “kau tau, bila air mata sudah keluar dari pelupuk mata, itu artinya ada sesuatu disini. . .” ia menyentuh dada atas kiri kisa dengan ujung jari telunjuknya “entah itu rasa sakit. . . ataupun rasa bahagia. . . jadi, rasa apa yang kini ada disini??” tanyanya pelan.
“sa. . .kit. . .” jawab kisa pelan sambil terisak. Sepertinya ia sudah tidak sanggup bernafas lagi.
“apa yang bisa kulakukan untuk mengobatinya??” tanya etzu pelan.
Kisa menggeleng pelan “tidak ada. . .tidak ada yang bisa mengobatinya. . . “ ia menghapus air matanya dan mengalihkan tatapannya dari etzu. Bagaimanapun, ia tidak begitu mengenal laki2 ini.
Tiba2 ponselnya itu berbunyi. Ternyata dari ibunya. Cepat2 dijawabnya telphone itu.
“moshi-moshi?? Aku. . .baiklah, sekarang juga aku pulang. . .” kisa menutup ponselnya dan menoleh kearah etzu “gomenasai, aku harus pulang zu kun. . .”
“ayo kuantar. . .”

=21 January 2010=

Kisa sedang duduk disebuah taman dibelakang gedung universitasnya. Salju turun perlahan membuatnya menggosok2an tangan beberapa kali. Saat ia menghembuskan nafas, keluar uap tanda udara sedang dingin. Kakinya tersasa beku.
Jari2 tangannya dengan lincah mengetik diatas keyboard laptopnya. Ia sedang menulis sesuatu untuk novel barunya. Sakura dimusim salju. . . ia ingin semua orang tau betapa indahnya saat itu. . .
Tiba2 gerakan jarinya terhenti. Ia ingat, waktunya tidak banyak. . . nanti bisakah ia menyelesaikan novel ini?? Bisakah??
“hishano kisa!!!”
Kisa mengerjap kaget dan mengangkat wajahnya. Ditatapnya orizaki yuri yang berdiri dihadapanya dengan bingung “ada apa??”
Eksperesi gadis itu tampak tidak bersahabat. Tiba2 ia melemparkan dua lembar kertas kehadapan kisa dengan kasar. “kenapa harus kau???”
Kisa mengambil kertas itu dan membaca isinya. Ternyata ia yang terpilih untuk mengikuti lomba tulis mewakili universitasnya.
“kau puas???”
Kisa menoleh menatap yuri lagi “bagaimana bisa??” tanyanya bingung.
“yang seharusnya tanya itu aku, bagaimana bisa??? Kau pasti curang!!! Benarkan???”
“yuri san, aku tidak pernah curang. . .”
“tapi kenapa harus selalu kau???” bentak yuri kesal kemudian merebut laptop dari tangan kisa.
“yuri san, jangan!!!”
“kau membuatku muak!!!” kata yuri sambil mengangkat laptop itu dan membantingnya ketanah.
“jangaaaaaan. . .” jerit kisa sambil menutup wajahnya.
“etzu nii. . .”
Kisa membuka wajahnya dan mengerjap kaget. Dibawah, etzu sedang menangkap laptopnya. Sedangkan ekspresi wajah yuri benar2 shock.
Etzu beranjak dan memberikan laptop itu pada kisa lagi. Ia membersihkan sisa salju yang menempel dibajunya.
“dia salah apa??” tanya etzu pelan.
“kenapa kau membelanya??” yuri balas bertanya dengan kesal.
“dia temanku. . .”
“kenapa kau selalu merebut semuanya???” sembur yuri pada kisa “dan sekarang-pun kau merebut etzu nii dariku, Puas kau sekarang?? Aku benar2 membencimu hishano kisa!!!” kata yuri dan langsung berlari pergi.
Kisa terus menatap kepergian gadis itu, ia bingung, apa salahnya hingga gadis itu membencinya?? Kalau saja ia tau bahwa dirinya lebih dari kisa. . . ia gadis yang cantik. Banyak laki2 yang mengejar2nya, dan ia juga pintar. Terlebih dari itu, ia memiliki waktu panjang. . .
“kenapa tidak memakai syal??” tanya etzu tiba2.
Kisa mengerjap kaget dan menoleh kearah laki2 itu. tiba2 saja etzu melilitkan sebuah syal kelehernya “hari ini cuaca sangat dingin, kau bisa sakit. . . lihat, pipimu sudah memerah!!”
Sejenak kisa terpana, kemudian ia menunduk menyembunyikan senyumnya “arigato. . .” ucapnya pelan.
“apa yang kau lakukan??” tanya etzu sambil duduk dibangku itu.
Kisa ikut duduk disebelahnya “aku sedang menulis sebuah novel. . .”
“tentang apa??”
“sakura dimusim salju. . .”
Ezu tertawa kecil “aku tidak sabar untuk membacanya. . .”
“kau mau membaca??” tanya kisa skeptis.
“tentu saja, apa tidak boleh??”
“tentu saja boleh. . .”
“berjanjilah satu hal padaku!!”
Kisa menoleh menatap etzu bingung “apa??”
“aku harus menjadi orang pertama yang membacanya. . .”
Baru saja kisa membuka mulut untuk menjawab ia tersadar. . . apa nanti ia bisa menyelesaikan novel ini?? Apa ia bisa membiarkan etzu membacanya hingga akhir??
“akan kuusahakan. . .”
“mwo??”
Kisa mengerjap bingung. Apa yang dikatakan laki2 itu??
“ah, gomene. . . maksudku kenapa?? Apakah ada orang lain yang pantas membacanya lebih dulu dari pada aku??”
Kisa menggeleng pelan. bukan. . . bukan karna itu. . . tapi karna dirinya, apakah dirinya mampu untuk menyelesaikannya??
“tadi. . . bahasa apa yang kau gunakan??” tanya kisa mengalihkan pembicaraan. Ia yakin yang tadi itu bukan bahasa jepang.
“korea. . .”
Kisa menatap etzu skeptis “korea?? Apa kau orang korea?? Kau tidak terlihat seperti orang jepang. . .”
Etzu menoleh dan tersenyum “ya. . . aku adalah orang korea. . . lima tahun yang lalu aku pindah kemari karna ibuku menikah dengan orang jepang, ayah tiriku!! Nama asliku adalah park jung soo, tapi aku menggunakan nama jepang dari ayah tiriku disini! Hi chan, bolehkah aku meminta sesuatu padamu??”
“apa itu??”
“panggil aku dengan oppa. . .”
“oppa?? apa itu?”
“panggilan seorang gadis kepada laki2 yang dekat dan lebih tua darinya, kau mau bukan??”
Kisa menatapnya sejenak kemudian tersenyum “hai’ oppa. . .”
“ah, rasanya menyenangkan sekali ada yang memanggilku oppa. . .” etzu tertawa kecil.
“begitukah??. . . lalu. . . bagaimana bisa kau mengenal yuri san??”
“dua tahun yang lalu sebelum aku pindah rumah ia adalah tetanggaku!! Aku sudah menganggapnya sebagai adik, tapi rupanya ia salah mengerti. . .”
“dia menyukaimu??”
Etzu diam sejenak kemudian mendesah pelan “sepertinya begitu. . .”
“kenapa?? Bukankah dia cantik dan pintar?? Seharusnya kau senang. . .”
“entahlah. . . aku tidak merasakan apapun saat bersamanya. . .”
Kisa terdiam. Perasaan. . . ia tau bahwa perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Ia akan menentukan pilihannya sendiri.
“kenapa melamun??”
Kisa mengerjap kaget kemudian menggeleng sambil tersenyum.
“mau kutraktir capucino hangat?? Ayo!!” belum sempat kisa menjawab, etzu sudah menarik tangannya.

If you searching for the shadow
Kono te o nobashi
Kitto meguri au… dreaming of you
Boku de ii nara

= 23 January 2010 =

Sakit. . . kepalanya terasa sakit. . . kisa berjalan dengan sempoyongan dikoridor kampusnya. Ia merasakan sesuatu yang hangat keluar dari hidungnya. Darah. . .
Di usapnya darah yang menetes itu. . . ia masih berusaha berjalan. Kepalanya berdenyut2 kuat. Kakinya sudah tidak sanggup. Sebelum kesadarannya hilang, ia masih bisa mendengar seseorang berteriak memanggilnya.
“hi chan!!!!”

Aeno sedang mondar mandir dengan gelisah didepan ruang music. Hari ini pemilihan pemain piano terakhir yang diadakan universitas. Tapi hingga satu jam gadis itu belum juga datang. Berkali2 dihubunginya ponsel gadis itu, tapi tidak diangkat.
“huh, kemana temanmu itu?? apa dia takut??” ledek yuri saat ia keluar dari ruangan.
“tentu saja tidak!! Aku tau dia bukan orang yang seperti itu!!”
“lalu kenapa dia tidak datang?? Tapi, itu bukan urusanku!! Yang penting aku yang menang,,” yuri tersenyum mengejek sambil melegang pergi.
“baru menang sekali saja sudah sombong!!” geram aeno.

Kisa membuka matanya perlahan. Kabur. . . ia mengerjap2kan matanya untuk melihat lebih jelas. Putih. . . itulah yang dilihatnya pertama kali.
“bagaimana keadaanmu??” tanya seseorang pelan.
Ia mengerjap kemudian menoleh pada orang itu. etzu ashaba, ada disebelahnya, menatapnya muram.
“dimana aku??” tanya kisa pelan.
“rumah sakit!! Aku melihatmu pingsan dikoridor. . .”
Kisa terdiam sejenak. Apa laki2 ini sudah tau penyakitnya?? “oppa. . .a. . .apa kau tau. . .”
“ya, aku sudah tau. . .” jawabnya muram.
“jangan beritahukan ini kepada siapapun, kumohon. . .”
“aku sudah menghubungi orang tuamu tadi,”
“arigato gozaimasu. . .tapi kumohon jangan beritahukan ini kepada teman2ku. . .”
“kenapa hi chan?? Kenapa harus kau?? apa penyakit ini yang kau maksud saat itu?? saat kau pertama kali menangis dihadapanku??”
Kisa menatap sejenak kemudian mengangguk pelan. air matanya bergulir.
“aku tidak percaya kau tidak akan sembuh!! Aku tau kau pasti akan sembuh. . .aku percaya pada keajaiban. . .”
“tidak oppa, aku tidak percaya pada keajaiban. . . waktuku tidak banyak. . .”
“kalau kau tidak percaya pada keajaiban, bisakah kau percaya kepadaku?? Aku yakin kau akan sembuh, dan aku akan terus berada disisimu untuk memastikan hal itu!!”
“kenapa. . .?? kenapa kau begitu perduli kepadaku??”
“karna saat kita pertama kali bertemu saat itu, aku merasakan sesuatu. . .”

I don’t wanna see you feeling blue
I don’t wanna see your light is gone
Towa naru jikan itusuka kitto aeru

Sono hi ga kuru made wa
Kimi no mima moritai
I don’t know but I believe that
We can be the one
We both know…

= 24 January 2010 =
“sa chan. . .”
Kisa menoleh kearah pintu kamarnya dan melihat seorang laki2 sedang tersenyum manis kepadanya.
“han nii??? Kau disini???” tanyanya kaget.
“ya. . . aku datang untuk menjemputmu. . .”
“men. . .menjemput??”
Laki2 itu berjalan menghampiri kisa dan duduk disebelah ranjangnya. Digenggamnya gadis itu “appa sudah menceritakan semuanya. . . dan aku bersedia untuk mendonorkan sum sum tulang belakangku kepadamu. . .”
“han nii, kau tidak perlu melakukan itu!!!” protes kisa.
“aku ini kakakmu, sudah seharusnya aku melakukannya!!”
“tapi. . . belum tentu tulangmu cocok untukku. . .”
“aku sudah melakukan tes, dan hasilnya cocok. . . karna itu, besok, aku akan membawamu kecina, kau akan dioprasi disana. . .”
“hi chan??”
Kedua orang itu menoleh kearah pintu dan melihat kepala etzu menyembul dari balik pintu.
“err. . .apa aku mengganggu??”
“ah tidak oppa, masuklah!!!”
Etzu tersenyum canggung pada kakak kisa.
“oppa, kenalkan, dia kakak tiriku, satu ayah lain ibu. . . “
“watashi wa etzu ashaba desu, dozoyoroshiku. . .” etzu membungkukkan badannya sejenak.
“watashi wa han kyung desu!!” balas hankyung.
“apa dia pacarmu??” tanya hankyung pada kisa. Seketika gadis itu merona.
“iie. . .”
“kami teman dekat. . .” saut etzu.
Hankyung tersenyum. “baiklah akan kutinggalkan kalian berdua, aku mau mengurus kepindahanmu kecina!!”
“mwo?? Cina??” tanya etzu kaget “mak . . .maksudku. . .”
“lebih baik kau yang memberi tahunya!” kata hankyung sambil membelai kepala kisa lembut “aku pergi dulu. . .”
Kisa mengangguk kecil dan menatap kepergian hankyung. Kemudian ia menghela nafas tidak tau harus bilang apa.

“jadi kau akan dioprasi disana??” tanya etzu muram.
Kisa mengangguk pelan “walaupun aku sebenarnya tidak yakin akan berhasil. . .”
“bukankah sudah ku bilang kau akan sembuh?? Percayalah kepadaku, keajaiban itu akan datang. . .”
“aku percaya. . .”
“walaupun aku tidak bisa menemanimu disana, kau harus tau, aku tetap akan selalu berada disisimu. . . jadi kumohon, berjuanglah demi aku. . . karna suatu saat nanti jika sakura berbunga dimusim dingin lagi, aku ingin melihatnya bersamamu. . .”
Air mata kisa jatuh. . . “aku akan kembali. . . aku berjanji. . .” bisiknya.
Etzu berjalan mendekat kemudian memeluk gadis itu erat “kupegang janjimu. . .”

If you searching for the shadow
Kono te o nobashi
Kitto meguri au… dreaming of you
Boku de ii nara

= 25 January 2010 =
“sa chan, sudah waktunya kita berangkat. . .”
“tunggu sebentar han nii,, aku masih menunggu oppa. . .” jawab kisa gelisah.
“baiklah, lima menit lagi. . .”
Lima menit berlalu dan etzu belum muncul. Kisa menatap kearah pintu penuh harap. Ia ingin bertemu laki2 itu sebelum ia pergi, karna laki2 itulah salah satu alasannya untuk tetap hidup, salah satu alasannya untuk berjuang. Karna ia-lah yang memberi kisa harapan, karna ia yang membuat kisa menyadari bahwa ada banyak hal yang masih ingin dilakukannya.
“kita harus masuk sekarang sa chan. . .” hankyung meraih kursi roda kisa dan memutarnya kemudian mendorongnya pelan.
“hi chaaaan. . .”
Kisa tersentak dan menoleh kebelakang dengan cepat. “oppa??”
Hankyung memutar kursi roda itu kembali sementara etzu semakin dekat. Laki2 itu berjongkok dihadapan kisa dengan nafas tersegal. “maaf aku terlambat. . .” kemudian diraihnya tangan gadis itu dan memasangkan sebuah gelang perak dengan ornamen bunga sakura dan salju “dengan ini aku akan terus disisimu, kau harus pulang karna aku akan menunggumu disini. . . berjanjilah kepadaku kau akan kembali. . .”
Air mata kisa bergulir “arigato oppa. . .”
“dan sebelum kau pergi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. . . aishiteru hi chan. . . kau tidak perlu menjawabnya sekarang, karna itu kau harus kembali dengan jawabanmu karna aku akan selalu menunggumu. . .” etzu meraih wajah kisa dan mengecup kening gadis itu dalam sejenak.
“tunggulah aku oppa. . .” bisik kisa pelan.
“pergilah. . .”

I don’t wanna see you feeling blue
I don’t wanna see your light is gone
Towa naru jikan itusuka kitto aeru

Sono hi ga kuru made wa
Kimi no mima moritai
I don’t know but I believe that
I’ll going you…

Hankyung memutar kursi roda kisa pelan dan mendorongnya masuk meninggalkan etzu yang masih berdiri menatapnya lama hingga mereka tidak terlihat lagi. . .

= 01 Maret 2010 =

Seorang gadis berjalan pelan menyusuri sebuah jalan didepan deretan pertokoan. Ia memasuki sebuah café dan menghampiri sebuah meja.
“aeno chan. . .” panggilnya pelan.
“sa chan???” gadis yang tengah duduk itu langsung berdiri dan memeluknya erat “aku senang kau kembali. . .”
Kisa membalas pelukan itu “maaf aku tidak memberi tahumu. . .”
Aeno melepaskan pelukkannya “tidak apa2. . . aku mengerti, tapi kenapa kau merahasiakan itu dariku?? Aku ini temanmu, bukan orang lain, tapi oprasinya berhasil bukan??”
Kisa mengangguk kecil sambil tersenyum “semuanya berjalan lancar. . .”
“syukurlah. . .”
“ae chan, aku ingin meminta bantuanmu. . .”
“apa itu??”
“aku ingin mencari seseorang, dia satu universitas dengan kita, namanya etzu ashaba, kau kenal dia??”
“etzu ashaba. . .” aeno menggeleng pelan “tapi aku akan membantumu. . .”
“arigato. . .”
“tunggu dulu, kenapa kau mencarinya?? Siapa dia??”
Kisa tertawa kecil “laki2 yang menjadi alasanku untuk berjuang hidup dan kembali lagi kemari. . . dan aku berhutang sesuatu padanya. . .”
Mata aeno melebar “benarkah?? Kau harus mengenalkannya kepadaku!!”
“tentu saja. . .”

= 04 Maret 2010 =

Kisa sudah mencari etzu, tapi laki2 itu tidak bisa ditemukannya. . .bahkan aeno sudah membantunya, tapi ia tetap tidak menemukan laki2 itu. ia meruntuki dirinya sendiri karna tidak sempat bertanya dimana alamat rumah etzu ataupun jurusan kuliahnya. Ia benar2 ingin bertemu laki2 itu. . . dipandanginya gelangnya sambil melangkah pelan.
Braaak. . .
“ah, gomenasai. . .” ucapnya sambil membungkukkan badan berkali2 saat tidak sengaja ditabraknya seseorang.
“kau. . .”
Kisa mengangkat wajahnya dan melihat orizuka yuri sedang menatapnya.
“yuri san. . .”
Plak. . .
“yu chan. . .”
Tamparan itu mendarat dipipi kisa. Gadis itu menatap bingung. Yuri menatapnya dengan pandangan kebencian.
“yuri san. . . kenapa kau menamparku??”
“kenapa?? Kau tanya kenapa?? Bahkan tamparan ini tidak bisa menebus apa yang kau lakukan kepada etzu nii!! Aku membencimu hishano kisa!! Aku tidak akan pernah memaafkanmu!!” teriak gadis itu sambil menangis.
“yu chan tenanglah. . .” laki2 disebelah yuri mencoba menenangkan.
“a. . .apa yang terjadi dengan oppa??”
“gara2 menemuimu dibandara, dia kecelakaan dalam perjalanan pulang!! Seharusnya ia mendengarkanku saat itu!! seharusnya ia tidak pergi menemuimu!! Seharusnya ia tidak pernah mengenalmu!!!” sembur yuri.
“yu chan sudahlah. . . lebih baik kita pergi. . .” laki2 itu membawa yuri menjauh.
Sementara itu kisa masih mematung ditempatnya. Kecelakaan?? Laki2 itu kecelakaan?? Apakah ia baik2 saja, ia harus bertanya. . .apa laki2 itu baik2 saja.
Dengan cepat kisa berlari menyusul yuri. Menahan lengan gadis itu “apa yang terjadi?? Apa dia baik2 saja??”
Yuri mendorongnya dengan kasar hingga kisa terjatuh “dia sudah mati!!! Puas kau sekarang??” sembur yuri dan langsung pergi meninggalkan kisa yang membeku ditempatnya.
Perlahan salju turun. . .
Air mata kisa bergulir. Bahkan untuk bergerak saat ini ia tidak sanggup “bukankah kau berjanji untuk menungguku. . .??” gumamnya pelan “kenapa mengingkarinya. . .?? bahkan kau belum mendengarkan jawabanku saat itu. . . aishiteru park jung soo. . . aishiteru etzu nii. . . aishiteru. . .” tangis kisa pecah. Rasanya ia tidak ingin hidup lagi. . . semua yang dilakukannya tidak berarti lagi. . . jika seperti ini adanya, lebih baik ia tidak pernah pergi kecina. . .

= 13 January 2011 =

Salju turun dengan lebat. Semua permukaan kota tokyo tertutupi dengan salju putih yang semakin lama semakin menumpuk. Hishano kisa, gadis dua satu tahun itu berjalan lambat sambil memandang jalan yang tertimbun salju. Sepatu bot-nya yang hampir selutut, menghalangi salju membasahi kakinya. Wajahnya terlihat pucat. Jalanan yang dilaluinya kini sepi. Tidak banyak orang yang keluar untuk berjalan disaat salju turun lebat seperti ini.
Gadis itu menghembuskan nafas dibalik syal tebal yang melilit lehernya. Keluar uap dari mulutnya karna udara yang dingin. Tiba2 langkahnya terhenti sejenak. Ia menatap kebawah beberapa detik kemudian ia berjongkok dan memungut sesuatu.
“sakura. . .??” gumamnya pelan saat melihat sehelai bunga sakura yang baru saja dipungutnya.
Kemudian ia menoleh kearah taman yang ada disampingnya dan terpaku. Ditengah2 taman itu, tumbuh sebuah pohon bunga sakura yang saat ini sedang. . . berbunga??
Air matanya bergulir. . . “oppa. . .” bisiknya lirih “aku merindukanmu. . .”
“sangat indah bukan??”
Kisa menoleh terkejut dan mendapati seorang laki2 sedang berdiri agak jauh disampingnya menatap pohon itu seperti dirinya. Air matanya berjatuhan tanpa bisa dicegahnya.
“oppa. . .??”
Laki2 itu menoleh dan tersenyum manis “lama tidak bertemu hi chan. . .”

I don’t wanna see you feeling blue
I don’t wanna see your light is gone
Towa naru jikan itusuka kitto aeru

Tanpa dikomando, kaki kisa berlari kearah laki2 itu dan memeluknya erat. Apakah ia bermimpi saat ini tuhan. . .??
“terima kasih sudah kembali. . . “ bisik etzu pelan.
“aishiteru oppa. . . aishiteru. . .”
“watashi mo, hi chan…”

Sono hi ga kuru made wa
Kimi no mima moritai
I don’t know but I believe that
I’ll going you
For be the one…

~ epilog ~

“oppa, apakah aku sedang bermimpi. . .??” tanya kisa pelan sambil menatap pohon sakura yang berguguran diantara salju2 itu.
Etzu mempererat pelukannya dari belakang pada gadis itu “ini kenyataan. . .”
“bukankah yuri san bilang kau mengalami sebuah kecelakaan dan meninggal??”
Etzu tertawa kecil “aku memang mengalami kecelakaan dan kaki kananku patah, karna itu ayah dan ibuku membawaku kembali kekorea. Butuh waktu setahun untuk terapi kau tau?? aku bisa sembuh cepat ini semua karnamu. . . karna kau masih berhutang jawaban padaku. . .”
“tapi yuri san bilang kalau kau sudah. . . “
“dia hanya marah karna aku lebih memilihmu. . .”
“benarkah?? Aku benar2 merasa tidak hidup setahun terakhir ini. . .”
“kalau begitu kau benar2 mencintaiku rupanya. . .”
“begitukah?? Karna memang kau alasanku untuk tetap hidup. . . agar aku bisa melihat sakura dimusim dingin lagi. . .”
“bukankah kita sudah melihatnya??”
“ya. . . benar2 indah. . .”

FIN

Terima kasih untuk yang sudah membaca ff ini. Hasilnya benar2 tidak memuaskan karna saya gak dapet feelnya waktu bikin. Tapi kasian, dari dulu pingin buat gak kesampaian. Ok deh, sampai jumpa lagi, sayonara!!!