Tags

, ,

Author : vea [eunve]
Tittle : family by accident [yoonjae couple, aniversary]
Cast :
– Lee hyuk jae (always)
– Kim yoon hye (selamanya tetap saya, kekekek. . .)
– Artis2 lainnya

Huaaaah. . . anyeong, kami berdua kembali lagi, semoga saja kalian tidak bosan dengan kegajean kami hohoh. . . kali ini saya akan mendongeng tentang ulang tahun pernikahan saya dengan eunhyuk, suamiku tercinta. Gak ada mod buat ngetik, hanya tiga jam setengah, dan hasilnya hancur lebur bur bur bur. . .
Seperti biasa, ff ini agak yadong, jadi amat disarankan yang membaca umur 17+, tapi yang 17- juga gak papa,, belajarlah serajin yang kalian bisa
*PLAK*
Ok deh, happy reading ^^

= kim yoon hye =

Aku sudah menguap berkali2. Kulirik jam diatas meja, sudah tengah malam lewat, tapi hyuki belum pulang. Jadwalnya benar2 padat saat ini. Jeeyoon masih ada dalam gendonganku saat ini, bayi kecilku itu tertidur pulas. Akhirnya karna tidak tahan dengan tanganku yang kesemutan, aku menidurkannya dibox ranjangnya. Kemudian kuputuskan untuk memejamkan mata.
Aku berbaring ditempat tidur dan memandang tempat disebelahku yang kosong. Ah, kenapa aku jadi merindukannya seperti ini?! Benar2 bodoh!! Tanpa sengaja kulihat calender diatas meja. Lusa . . . adalah hari ulang tahun pernikahanku dengan hyuki yang pertama, tapi jeeyon sudah berumur enam bulan. Menggelikan sebenarnya. Aku ingat bagaimana pertama kali aku masuk kerumah ini. Shock?? Tentu saja sangat shock mengetahui keluarganya yang beraneka ragam, sama seperti kalian para readers. tapi aku merasa nyaman tinggal dirumah ini. Tidak pernah sepi. Setiap hari melihat si kecil jeremy yang dipaksa menari india oleh bibi kajol, ji eun eonni dan yongjae oppa yang selalu ribut, minyeo eonni yang selalu dimarahi tae oppa, juga ki jou koo yang dipaksa re-bown-ding oleh ibu.
Mereka benar2 sangat menghibur. Terlebih dari itu, kini aku benar2 bersyukur dengan apa yang telah kudapatkan. Suami dan seorang putra yang amat kusayangi. Aku selalu tersenyum sendiri saat memikirkannya. Ah, apa yang harus kuberikan kepada hyuki sebagai hadiah aniversary kami? Aku belum membelikan apapun untuknya.
Tiba2 pintu kamar terbuka. Hyuki masuk dengan sempoyongan diambang pintu.
“yaak hyu, kau sedang mabuk??” cepat2 aku menghampirinya sebelum ia mencium tanah.
“hallo jjagiya. . .” sapanya ceria dengan setengah sadar.
“dasar kunyuk, bukankah sudah kubilang jangan minum lagi?!” bentakku kesal.
Ia terdiam kemudian menatapku dengan matanya yang sudah memerah. Sedetik kemudian dia terkekeh sambil melingkarkan tangannya keleherku “kenapa kau marah hmm?? Tadi aku terpakasa minum, jadi bukan salahkuuuu. . . .”
“aiiish. . . kau ini merepotkan sekali!!!” kuseret ia ketempat tidur dan kujatuhkan kesana.
“kenapa marah kepadaku. . .??” tanyanya melantur “tidak bisakah kau bersikap manis sekali saja padaku. . .”
Aku membantunya melepas sepatu, jas dan pakaiannya sementara ia terus berceloteh.
“aku ingin kau bersikap manja. . . “ tiba2 ia bangun dan memegang wajahku erat “yoonie, bagaimana kalau kalau kado ulang tahun pernikahaan kita kau memanjakanku?? Sekali2 memakai baju tidur transparan dan menggodaku??”
Pletak. . .
“aaaaawww……..”
Dasar setan yadong!!! Bisa2nya dia meminta yang aneh2. Ck. . .
Setelah selesai memakaikan kaos longgar padanya, aku menarik selimut dan tidur disebelahnya. Tiba2 hyuki dengan cepat membalikkan badan dan memelukku, membuatku kaget setengah mati.
“sekali saja. . . aku ingin melihatmu berpenampilan sexy. . .” gumamnya didekat telingaku.
Aigoooooo…….. meskipun dia tidak sadar saat ini tetap saja bisa membuat wajahku memerah. Nafasnya yang hangat menyapu telinga dan leherku, membuatku menahan nafas. Oh tuhan, selamatkanlah hambamu yang tidak berdosa ini.
“sekali saja. . .” rancaunya tidak jelas, akhirnya lama2 kamipun tertidur.

= lee hyuk jae =

Kepalaku terasa berdenyut2 pusing. Sepertinya ada yang memukul2 kepalaku. Aku mengerjapkan mata pelan. samar2 kudengar suara seseorang. Tapi itu bukan yoonie. Aku mengerjapkan mata melihat lebih jelas.
“ajhusi bangun tidur, tidur lagi, bangun tidur, tidur lagi. . .”
Aigoooooo……. Ternyata itu jeremy yang sedang menyanyi, dari lagunya yang aneh, pasti yang mengajari lagu itu ki jou koo, fansnya mbah surip mania!! Dan aku baru sadar ternyata bocah itu tengah memukul2 kepalaku dengan stik drum, ck dia kira aku drum apa?!
“yaaak sedang apa kau disini bocah??!” teriakku dan langsung duduk.
Tiba2 ia berlari keluar kamar sambil berteriak2 “appaaaaaa………ammaaaa……………. Setanya sudah banguuuuunnnn…………..”
Mwo?? Setan?? Aiiiiish…… dasar bocah sialan!! Kalau bukan keponakannku sudah kucekik dia!!
Aku mengacak2 rambutku. Kepalaku terasa berat. Ah, aku ingat semalam hyung2 memaksaku minum. Kulihat ranjang disamping tempat tidurku kosong. Kemana yoonie?? Kupaksakan tubuhku untuk bangun dan melangkah menuju kamar mandi.
Setelah mandi, badanku terasa segar. Aku keluar kamar untuk mencari makan. Seperti biasa, dihari minggu ini semua orang ada dirumah. Aku berjalan menuruni tangga.
Prang. . .Praaang. . . duuuk. . . duuuk. . .
“anyeong ne sarang sarang saraaaaang. . . .. “
Kudengar setan kecil jeremy sedang berteriak2 dibawah sambil memukul apa saja yang dilihatnya dengan spatula. Meja, kursi, guci, timba, ember, bahkan galon air (?)
“aigoooo. . . jeremy sayang. . . kembalikan spatula bibi. . . .” rayu bibi jang sambil memasang wajah memelas karna spatulanya yang mahal dirampok jeremy.
Sementara diruang tengah terdengar suara gemercing gelang diiringi backsound lagu koi mil gaeya, ya, bibi kajol sedang memaksa justin bieber untuk dance ala india bersamanya karna korban sebelumnya, jeremy sudah tidak mempan dipaksa2 lagi.
“why I must do it?? It’s so stupid!!” gerutu justin sambil melihat bibi kajol yang dance dengan lincahnya.
“ayo jubier sayaaang. . . ini keren lho. . . koi mil gaeyaa. . . . koi mil gaeya. . .mera dil gaeya. . .”
“no, no, no. . . “ teriak justin sambil mematikan kaset itu dan menggantinya dengan lagunya sendiri, baby baby baby. . .oooh. . . . like a baby baby. . . . “this is good!!”
“lagu apaan tuh, babi babi babi, enaknya digoreng!!” saut bibi kajol sewot dan langsung melengos pergi.
“yaak burung, kau ini malas sekali!!!” teriakan yong jae hyung membahana seantero rumah “itu masih kotor, itu juga dan itu!!!”
Ji eun nonna menatap yong jae hyung dengan kesal, ia berdiri dan memabanting kain lapnya “aku bukan pembantu!!!” bentaknya kesal kemudian melangkah menuju komputernya “aaaaarrrrgggggghhh………. Siapa yang mematikan komputerku???” jeritnya sambil menatap yongjae hyung tajam.
“bu. . .bukan. . .aku. . .” jawab yong jae hyung tergelagap.
“oh itu aku!!” jawabku santai “hemat listrik!! Kalau tidak dipakai dimatikan saja!!!”
Seketika keluar asap dari telinga ji eun nonna “LEE HYUK JAEEEEE. . . AKU AKAN MEMBUNUHMUUU!!!!” teriaknya keras mengalahkan loadspiker hadiah ulangtahunku dari ki jou koo “dasar monyet!! Apa kau tidak tau kalau aku susah payah mengetik sekenario drama ha?? Aku belum menyimpannya kenapa kau matikan?? Sekarang aku harus mengetiknya lagi begitu?? Dasar kau menyebalkan!!!” ji eun nonna menyambar sekeranjang penuh bola tenis milik justin, hadiah dari aku dan yoonie saat liburan dispanyol dulu (terpaksa kubilang liburan karna kenyataannya honeymoon kami memang gagal total!! *baca ff family by accident [yoonjae couple, honeymoon gagal??]*) dan melemparkannya satu persatu kearahku.
“hyuk!!”
Aku menoleh dan ternyata kakek hyu sin sedang melemparkan aku alat pemukul bola tenis. Dengan sigap aku menangkapnya dan langsung menampik bola2 dari ji eun nonna yang masih mengomel panjang lebar. Diujung sana, ada taekyung hyung yang sudah memakai sarung tangan basball dan dengan sigap menangkap bola dariku dan melemparkannya kembali kearah yong jae hyung yang berdiri bersandar didinding dekat tangga dengan santainya menunggu bola dari taekyung hyung. Menangkapnya dengan satu tangan dan melemparkan bola itu kekeranjang didekat kakinya. Begitu bola itu sudah hampir penuh, minyeo nonna langsung mengambil bola2 itu dan membawanya kembali kepada ji eun nonna.
“ya, untuk sementara pertandingan ini dipimpin oleh hyuki dkk, karna bola dari ji eun ssi semuanya dapat ditangkis dan ditangkap dengan mudah!!” terdengar suara leeteuk lewat pengeras suara. Ha?? Leteuuk???
“hyuki!!! Go go go hyuki!!! Go go go!!!” disamping leeteuk berdiri tujuh cherleaders dengan tampang imut2 dan cantik2 sesuai dengan kostum yang dikenakan mereka, rok mini putih, dan kaus ketat kuning bertuliskan ‘you can see’ (?), serta rambut berkepang, heechul, yesung, ryowook, kibum, kyuhyun, sungmin, dan kangin sedang berloncat2 dengan lincah sambil melambai2kan alat cheerleaders yang dipegangnya.
“jjagiii. . . . ayo. . . kau pasti menang!!!” teriak donghae yang mengancung2kan spanduknya dengan 45 bersama han koko gege dan shindong. Sementara shiwon sedang berdo’a khusuk, semoga hyuki dkk menang, sesama laki-laki harus saling mendukung, kalau sampai kalah dari wanita, apa kata dunia??
Disisi lain, avril dkk ikut memeriahkan suasana. Ia sedang memukul drumnya keras2 mengiringi nyanyian justin, sebagai music pengiring pertandingan.
“ayo, aku pasang seratus ribu woon untuk hyuki!!!” kata paman syah sambil mengeluarkan uang.
“pasti yang menang ji eun, dia itu perempuan jadi2an!!” saut ayah tak mau kalah.
“betul2, ji eun itu hanya tampangnya saja yang perempuan!!” timpal paman jeong hoo.
Sementara kakek hyu sin dan nenek deokman hanya duduk dikursi goyang menikmati jalannya pertandingan. Bibi kajol dan ibu terlihat sedang mondar mandir membagikan makanan dan minuman sambil berteriak “ayo. . . ayo. . yang dingin. . . yang dingin, cola-cola, soda, sprit, bir, lengkap!! Yang haus. . . yang haus. . .”
“yang goreng. . .yang goreng. . .ayam goreng, kentang goreng, tempe goreng (?), tahu goreng, semuanya serba goreng lengkap!!” tambah ibu, sedangkan bibi jang sedang sibuk memasak didapur karna mereka bertiga saat ini mefaanfaatkan keadaan yang ada untuk berbisnis(?). disisi lain ki jou koo sedang sibuk bermeditasi meramalkan siapa pemenang dari pertandingan.
Dianak tangga terakhir jeremy duduk bersama jollie, bengong menatap semua orang yang ada. “ternyata orang dewasa itu gila!! Aku tidak mau jadi dewasa!!” gumamnya.
“guk. . . “ si jollie ngangguk2 setuju (?)

Setelah lima jam, aku mulai lelah, sementara ji eun nonna masih melemparkan bola dengan sisa2 tenaganya yang ada walaupun sambil merangkak2. Taekyung dan yong jae hyung pun sudah duduk dilantai, bahkan minyeo nonna sudah tidak berjalan sambil berdiri lagi, tapi sambil mengesot dilantai. Sementara avril cs sudah kehabisan tenaga, gadis itu sudah tidak mampu memukul drum yang ada, sedangkan justin duduk lemas didepan drum sambil terus mencoba menyanyi dengan tenggorokannya yang macet “bab. . .bab. . .by. . .bab. . .bab. . .by. . .” mirip kaset rusak.
Sekerumunan penari cheer yang tadinya lincah, kini terdampar mengenaskan dilantai dengan baju basah oleh keringat. Sementara donghae, shindong dan han koko gege, sudah tertidur pulas berselimutkan spanduk besar yang dibawanya. Begitu juga dengan Kakek hyu sin, nenek deokman, paman syah, paman jeong hoo, dan ayah, semuanya sudah tertidur pulas dengan nyenyaknya. Sedangkan dari arah dapur tercium bau yang aneh yang berasal dari makanan yang aneh juga karna ketiga bibi2 penjual makanan kita sudah tidak mampu lagi menghasilkan makanan yang sehat dan bergizi. Mereka terkapar dilantai bersama nampan2, tepung, sayur, dan bahan makanan lainnya. Dan yang paling parah, ki jou koo, ia kejang2 dilantai sepertinya kesurupan sehabis berkomunikasi dengan makhluk lain yang tidak mau kembali kealamnya.
Hanya jeremy yang masa bodoh dengan kelakuan gila keluarganya, bersama jollie ia main ditaman dan menyimpulkan, hanya dia satu2nya orang waras dirumah ini.

=====SKIP TIME======

Aku duduk disofa makan dengan lahap. Keluar dari kamar mau mencari makanan malah bermain lempar bola bersama ji eun nonna, tenagaku benar2 habis. Dan sekarang aku sedang memulihkannya. Semua orang kembali normal dengan kegiatannya masing2 sekarang, setelah beristirahat kurang lebih tiga jam setelah pertandingan yang menguras tenaga tadi.
Hyung2 dan saeng disuper junior sudah pulang, karna kelelahan, entah bagaimana bisa mereka tiba2 muncul dirumahku. Kurasakan ponselku bergetar. Kurogoh benda itu dari saku dan mengerutkan alis saat melihat nomor tidak dikenal.
“kenapa telphone disaat aku lagi makan???” protesku begitu telphone tersambung.
“yaaak kunyuk, kau berani membentakku??”
Aku mengerutkan kening “siapa ini??”
“kau tidak mengenali suaraku?? Suami macam apa kau itu???”
Aku mengerjap kaget saat menyadari siapa yang berbicara denganku “yonnie?? Kenapa nomormu tidak ada dikontak phonselku??”
“aku menghapus semua nomor diponselmu!! Termasuk nomor2 nenek lampir itu!! Tapi kau benar2 keterlaluan, nomorkupun kau tidak hafal?? Dasar kunyuk!!!”
Braaak. . . tut. . .tut. . .tut. . .
Aku menatap ponselku dengan bingung. Telphone dibanting keras disebrang. Kemudian kuperiksa kontak diponselku “aiiiisssh. . . dia benar2 menghapus semua nomor2 disini!!” runtukku kesal “dia yang menghapus dia yang marah!!” kucoba untuk menghubunginya lagi. Tapi keningku langsung mengerut begitu mendengar suara nonna operator yang menjawabnya. Selalu saja begini, saat ia marah pasti langsung mematikan ponselnya. Kemudian akupun memakan ramyonku kembali.
“konichiwaaa!!!” sapa yui ceria sambil membawa kantong plastik, tapi wajahnya langsung bengong begitu melihat keadaan yang tidak lazim dikeluarga ini “apa yang terjadi?? Kenapa berantakan??” tanyanya saat melihat para pelayan yang sedang membereskan rumah.
“aniyo. . . kami hanya habis bermain tadi!!” jawab ibu masih lelah “duduklah yui chan. . . dimana tomo chan?? Dia tidak bersamamu??”
“oh, dia sedang bersama yoonie!!”
Cegluk. . . mie ramyon yang belum sempat kukunyah, tertelan begitu saja melilit ditenggorokanku “ukhuuuk. . .ukhuk. . .”
“eh, hyuki kau kenapa??” tanya ibu sementara yui berlari kedapur mengambilkanku segelas air putih.
“ini minumlah!!” katanya.
Aku menerima gelas itu dan langsung meneguknya “bagaimana bisa dia bersama yoonie??!” tanyaku langsung sambil melotot kepada yui. Walaupun aku percaya yoonie hanya mencintaiku, tapi tetap saja aku tidak suka melihatnya bersama tomo chan!! (PD amat ne abang kunyuk, takut tersaingi yak?! Kekekek. . .)
“ah, tadi pagi yoonie mengajakku berbelanja, jadi kami pergi diantar tomo chan, tapi aku harus kembali karna managerku menelphone, ada urusan penting, jadi aku meninggalkan mereka!! Sekarang mereka belum kembali??”
Aku langsung mengacak2 rambut panik. “Ada dimana mereka sekarang??”
“mana aku tau!!” saut yui cuek.
“kau ini, apa kau tidak khawatir membiarkan mereka berdua??”
“memangnya mereka kenapa??” tanya ibu membuatku tergelagap. Tidak mungkin aku mengatakan masa lalu kami dulu. [baca ff family by accident part 1-9]
“ce. . .cepat tanyakan tomo, mereka ada dimana sekarang!!”
“ah, ponsel tomo ada padaku, tidak sengaja terbawa!!” jawab yui.
“aaaaaarggh. . .. “ aku teriak frustasi dan langsung masuk kamar, meninggalkan mangkok ramyonku yang keempat begitu saja, sementara ibu dan yui saling berpandangan.

= kim yoon hye =

Aku sedang memilih buah2han sambil melirik kearah yui dan hisa. Tadi pagi ketika aku mau kesupermarket, kebetulan bertemu dengan mereka berdua jadi mereka memaksa untuk ikut. Aku menghela nafas pelan, sebenarnya aku punya tujuan kemari.
“yoonie ah, mianhae, managerku menelphone, aku harus pergi sekarang,, “ kata yui tiba2 “biar tomo chan bersamamu saja, aku bisa naik taxi, ok?! Sayonara!!” gadis itu mengecup pipi jeyoon kilat dan langsung pergi.
Aku mendesah pelan, kenapa hisa kun tidak pergi juga?!
“yoon ah, berikan jeyoon kepadaku!!”
“ye??”
“berikan dia kepadaku!! Biar aku yang menggendongnya jadi kau bisa berbelanja!!”
“oh, gomawo. . .” aku memberikan jeyoon pada hisa kun.
“kutunggu kau diarea anak2!!”
Aku mengangguk kecil. Akhirnya aku bisa sendiri. Kemudian aku melangkah menuju counter pakaian dan melihat2 disana. Aku tidak bisa memberikan kado apapun untuk hyuki, jadi satu2nya kado yang bisa kuberikan adalah dengan menuruti keinginannya.
Aku menatap deretan rak baju tidur itu sambil bergidik ngeri. Kupegang kainnya, sangat tipis, kalau seperti ini sama saja dengan tidak memakai baju. Aigoooo. . . aku harus bagaimana?? Kupandangi sekitarku. Apa aku harus membelinya?? T.T benar2 memalukan!!
Setelah berdebat dengan diriku sendiri, akhirnya aku keluar dari counter pakaian itu dengan tangan kosong. Aku benar2 tidak sanggup membelinya. Biarlah nanti aku mencari sesuatu yang pantas dijadikan hadiah untuknya.
“kau sudah selesai??” tanya hisa kun saat melihatku.
Aku hanya tersenyum tipis “kalian sedang apa??” tanyaku.
“kami sedang melihat ikan2 tadi, tapi sekarang ia sedang tidur!!”
Aku melihat jeyoon yang tidur digendongan hisa. Kenapa dia lebih terlihat seperti seorang ayah dari pada hyuki??! !!=_=
“sudah lewat siang, sebaiknya kita makan dulu!!”
Aku mengangguk pelan dan kamipun menuju restouran.

Sudah jam dua siang, saat ini kami sedang ada dalam perjalanan pulang. Tiba2 mobil terhenti.
“ada apa??” tanyaku bingung.
“sepertinya ada kecelakaan!!”
“mwo??”
Hisa kun turun dari mobil dan aku mengikutinya. Disitu sedang ramai oleh orang2.
“ibu ini akan melahirkan, siapapun tolong bawa ia kerumah sakit!! Biar aku yang membawa suaminya!!” teriak seseorang.
Seorang ibu sedang merintih kesakitan sambil dipegangi beberapa orang.
“masukkan dia kemobil!!” teriak hisa kun dan langsung menghampiri ibu itu “yoon, buka pintunya!!”
Aku segera melakukan perintah hisa kun, membuka pintu mobil itu dan membantu ajhuma itu masuk.
Kemudian kami segera melesat kerumah sakit terdekat. Begitu kami datang, para suster dan dokter langsung menanganinya dengan cepat.
Aku dan hisa, serta beberapa orang sedang menunggu diluar kamar rumah sakit, kemudian aku teringat untuk mengabari hyuki. Aku melangkah menjauh dari mereka dan mengeluarkan ponselku.
“kenapa telphone disaat aku lagi makan???” protesnya begitu telphone tersambung.
“yaaak kunyuk, kau berani membentakku??” bentakku.
“siapa ini??”
“kau tidak mengenali suaraku?? Suami macam apa kau itu???”
“yonnie?? Kenapa nomormu tidak ada dikontak phonselku??”
“aku menghapus semua nomor diponselmu!! Termasuk nomor2 nenek lampir itu!! Tapi kau benar2 keterlaluan, nomorkupun kau tidak hafal?? Dasar kunyuk!!!”
Braaak. . . aku menutup flap ponselku dengan kasar. Kenapa aku harus mendapatkan suami macam dia??! Kumatikan ponselku dengan kesal.
Aku kembali lagi menghampiri menghampiri hisa kun “bagaimana??” tanyaku pelan.
“dokter belum keluar!! Aku pergi sebentar mengurus adsministrasinya, kasian mereka!!”
“mm. . .” aku mengangguk pelan.

sudah malam ketika kami keluar dari rumah sakit. Si ibu itu melahirkan dengan selamat, dan bayinyapun sehat, suaminya juga sudah sadar. Melihat ibu itu melahirkan, membuatku ingin menangis, benar2 kasihan. Ah, aku jadi ingat saat melahirkan jeyoon, saat itu aku tidak memperhatikan seperti apa wajah hyuki. Bagaimana ekspresinya saat melihatku kesakitan saat itu.
“yoon ah, sebaiknya kita makan dulu!! Ini sudah waktunya makan malam!!”
“mm??” aku mengerjap kaget “ah, ne!!”
Akhirnya kami makan dulu sebelum pulang. Kami mampir sebuah café dan memesan biimbab disitu.
“kau pernah kejepang??” tanya hisa kun.
Aku menggeleng pelan “belum pernah sama sekali!!”
“nanti aku akan menikah disana, jadi kau bisa kesana nanti!!”
“jjinja?? Kapan kau akan menikah??”
“dua atau tiga bulan lagi kurasa. . .”
“chukae. . .” ucapku gembira.
“gomawo. . .” balas hisa kun “kau sudah menghubungi hyuki tadi??”
“sudah!!” jawabku pendek.
“ada apa?? kalian ada masalah lagi??”
“aniyo. . .” jawabku dengan nada melamun.
“kalian benar2 pasangan yang aneh!!”
Aku hanya melotot menatapnya, tidak mampu membalasnya dengan kata2.
“ayo cepat habiskan makanmu!! Kau keberatan kalau kita mampir keapartement yui sebentar?? Aku ingin mengambil barang disana!!”
Aku tersenyum “tentu saja tidak!!”

Hisa kun memencet bel apartement yui, tidak lama kemudian pintu terbuka. “ah, kalian rupanya, masuklah!!”
“kau sedang apa??” tanya hisa kun.
“sedang bersiap2 untuk besok!!”
“oh, aku kemari untuk mengambil barangku!! Jangan lupa membawa kamera!!”
“ne!!”
Meskipun aku bingung dengan apa yang mereka bicarakan tapi aku hanya diam saja, bagaimanapun itu bukan urusanku!!
“ah, yoon ah, tadi hyuki mencarimu, ia benar2 kesal!!” kata yui.
“biar saja!! aku juga sedang kesal dengannya!!” jawabku sebal.
Yui memandangku bingung kemudian menatap hisa kun yang tertawa kecil.
“hisa kun, bisakah kita disini sebentar?? Aku tidak ingin pulang sekarang!!”
“terserah kau!!” jawab hisa kun pendek.
“biar kubuatkan minum untuk kalian!!” kata yui sambil melangkah kedapur.

= lee hyuk jae =

Sepertinya dia benar2 senang membuatku frustasi!! Ponselnya belum diaktifkan. Dan aku sudah seharian mencarinya di supermarket2. Sebenarnya mereka kemana??? Setiap aku menelphone rumah jawabannya tetap sama, yoonie belum pulang!! Hingga akhirnya batrai ponselku habis. Karna kesal, aku menghabiskan waktuku didorm bersama hyung2. Membantu yesung hyung memberi makan daengkoma, membantu wookie memasak, dan bermain2 dengan heebum hingga akhirnya aku ketiduran.
Begitu aku bangun, hari sudah malam. Semua member sudah tidur. aku melirik jam diatas meja dan melotot seketika “jam sebelas lewat???” aiiiiissh. . .
Aku segera bangun menyingkirkan lengan hae yang memelukku dan segera pulang kerumah. Kalau dia belum pulang awas saja!!
Sampai dirumah aku langsung menuju kamar. Rumah sudah sepi, karna ini hampir tengah malam. Aku masuk kedalam kamar saat melihatnya keluar dari kamar mandi masih memakai baju handuk.
“yaak, kau dari mana saja???” semburku begitu melihatnya “seharian aku mencarimu kemana2!!”
“aku hanya belanja, kemudian menolong ibu2 hamil dijalan yang mengalami kecelakaan, kemudian mampir ketempat yui!!” jawabnya santai.
“bersama hisa kun??” tatapku tajam.
“kau sudah tau untuk apa bertanya??” yoonie mendengus kesal.
“bukankah sudah ribuan kali kukatakan aku tidak ingin kau dekat2 dengannya?!”
“bukankah sudah ribuan kali kujawab kalau aku tidak akan ada apa2 dengannya!! Lagipula dua bulan lagi dia akan menikah, kau tidak usah cemburu yang berlebihan begitu!!”
“aku hanya tidak suka, apa itu salah??”
“jadi kau tidak percaya kepadaku??”
Aku menatap yoonie kemudian mendesah pelan “aku percaya, hanya saja. . .”
“hyu, dengar aku baik2 karna aku hanya akan mengatakannya sekali!!”
Aku diam menunggunya berbicara.
“walaupun kau aneh, kekanak2an, dan manja, satu2nya yang kucintai hanyalah dirimu, kau tau kenapa?? Karna hisa kun tidak aneh, kekanakan dan manja sepertimu, kalau disuruh memilih antara seribu hisa kun dan seorang hyuki, aku akan tetap memilih seorang hyuki, karna kepadanyalah aku menyerahkan semua hidupku!! Saranghaeyo!! Kau puas sekarang??”
Aku terdiam menatapnya. Benarkah ia seorang kim yoon hye?? Ini kedua kalinya ia mengucapkan kata2 ‘saranghaeyo’ sejak dihalte saat ia akan melahirkan waktu itu.
“yaak!! Kenapa kau melamun?? Cepat mandi!!”
Aku mengerjap kaget kemudian menunduk malu. Kugaruk kepalaku yang tidak gatal. “mianhae. . .”
“sudahlah, lebih baik kau cepat mandi!!”
“baiklah!!” aku tersenyum lebar kepadanya dan segera masuk kamar mandi!!
Besok adalah aniversary kami yang pertama, sebaiknya apa yang kuberikan kepadanya?? Hmm. . . ia tidak kebanyakan seperti gadis2 lainnya, jadi aku harus memberikan sesuatu yang sepesial untuknya, ah, bukankah dia suka membaca buku, kubuatkan saja ia perpustakaan mini dirumah ini!!
aku mengambil baju handukku dan keluar dari kamar mandi. Tapi begitu aku membuka pintu. . .
cegluk. . . aku menelan ludah melihat apa yang ada dihadapanku. Apa benar itu istriku??
Kim yoon hye, ia sedang duduk ditempat tidur sambil memakai pakaian yang pernah diberikan sungmin oppa, duluuuuuu sekali [hayooo siapa yang masih inget??] dress mini pink diatas lutut dengan tali spageti yang diikatkan kebelakang leher, mempunyai belahan rendah dan. . . transparan???
Begitu terkejutnya aku hingga tidak bisa bergerak. Ia tersenyum kemudian menghampiriku “kau suka??” tanyanya kepadaku.

= kim yoon hye =

Aku melihat hyuki masuk kedalam kamar mandi, kemudian aku melangkah menuju lemari dan mencari pakaian. Tiba2 aku melihat sesuatu ditumpukan pakaian paling bawah. Baju tidur pink yang pernah diberikan sungmin oppa kepadaku!! Aiiish. . . kalau ada benda ini disini untuk apa aku tadi mencarinya dimall?? Sangat memalukan!!
Apa aku yakin akan melakukan ini?! Aku menghela nafas pelan, hanya sekali. . . bisikku dalam hati!! Akhirnya aku-pun nekat untuk memakainya kemudian duduk ditempat tidur menunggu hyuki selesai mandi.
Tidak lama kemudian pintu terbuka dan hyuki keluar dengan rambutnya yang masih basah [author mimisan]. Tapi saat ia melihatku, ia terpaku. Rasanya aku ingin menghilang dari dunia ini, benar2 memalukan!! Harusnya aku minum soju dulu tadi, tapi sudah terlambat! Baiklah yoon hye, hanya satu kali!! Aku terus berbisik didalam hati seperti itu.
Aku tersenyum menatap kearahnya kemudian menghampirinya “kau suka??” tanyaku pelan.
Ia masih mematung ditempatnya saat aku melingkarkan lenganku kelehernya “kenapa??” tanyaku sambil tersenyum.
“si. . .siapa kau. . .??” tanyanya tergelagap.
“memangnya kau punya berapa istri hmm??”
“yoonieku tidak akan melakukan hal ini!!”
“sekarang dia melakukannya. . .” jawabku sambil mengecup hidungnya kilat.
“jadi kau benar2 istriku??” tanyanya polos.
“ya, aku milikmu seutuhnya!!” bisikku kemudian kulumat bibirnya pelan.
Ia membeku tapi kemudian membalas ciumanku sambil melingkarkan lengannya kepinggangku.
“kau sudah percaya??” bisikku disela2 ciuman kami.
Ia melumat bibirku lembut “ne. . .hh. . . kau memang istriku!!”
“ini kado dariku, selamat hari aniversary. . .” kuhisap bibirnya pelan.
Ia melepaskan ciumannya “aniversary?? Bukannya masih esok??”
“sekarang sudah lewat jam dua belas!!” jawabku.
Kemudian ia tersenyum “selamat hari aniversary. . . saranghaeyo. . .” bisiknya kemudian melumat bibirku lagi dengan pelan.
======SENSORED======

Aku menggeliat pelan dan merasakan seseorang memelukku erat. Kurasakan nafasnya dileherku begitu dekat dan hangat. Aku mengerjap2kan mataku pelan.
“selamat pagi!!” bisik seseorang ditelingaku.
Aku mengerjap kemudian menoleh. Hyuki sedang tersenyum menatapku. Ia sedang memelukku dengan erat dibawah selimut yang menutupi kami berdua.
“kau sudah bangun??” tanyaku pelan.
“ne,,” jawabnya kemudian mengecup bibirku pelan.
“tidak biasanya kau bangun jam segini. . .”
“entahlah, mungkin aku terlalu bahagia. . .”
“kau bahagia??” tanyaku.
“ya. . . terima kasih untuk kadonya semalam!!” bisiknya pelan.
Wajahku langsung terasa panas. Aiiiish. . . semalam pasti benar2 memalukan!! Kutarik selimut untuk menutupi wajahku.
“kenapa ditutupi, aku ingin melihat wajah istriku yang cantik ini!!” protes hyuki sambil menarik kembali selimutku.
“aniyo. . . semalam benar2 memalukan!!” runtukku.
“ani. . . itu hal terindah yang kau berikan padaku selama ini. . . tapi. . . aku masih heran, kenapa kau mau melakukannya??”
Aku terdiam sejenak, menimang2 apakah aku harus menjawabnya. “mm. . . kemarin saat kau mabuk. . . kau memintaku seperti itu saat aniversary kita. . .”
“jjinja??”
Aku mengangguk pelan.
“aigooo. . . kau pasti sangat mencintaiku hingga mau melakukannya. . .”
“itu sudah pasti kunyuk, kalau kau bersikap kekanakkan seperti kemarin lagi aku tidak akan memperdulikanmu!!”
“baiklah baiklah. . .” ia mempererat pelukannya, tubuhnya terasa hangat.
“menyingkirlah, aku mau mandi!!” kataku.
“aniyo. . .” ia semakin mempererat pelukannya “aku ingin seperti ini lebih lama. . .” katanya sambil membenamkan wajahnya keleherku. Perutku terasa seperti diaduk2 lagi.
“kenapa sepi sekali??” tanyaku heran. Aku tidak mendengar suara ribut2 dibawah seperti biasanya. Bahkan aku tidak mendengar suara jeyoon.
Tiba2 ponselku berbunyi. Kuraih benda diatas meja tempat tidur itu. “hisa kun??” aku mengerutkan kening saat menerima pesan darinya.
Hyuki langsung mengangkat wajah begitu mendengar nama itu dan langsung menyambar ponselku.
“yaak!!” teriakku.
“diamlah!!” perintahnya. Ia membuka pesan itu “jangan lupa membuka kado kalian didepan pintu!! Kami akan segera kembali!!”
Aku mengerutkan alis mendengar itu.
“apa maksudnya??” tanya hyuki.
“sebaiknya kita periksa!!” ucapku dan lansung menyambar baju handuk dan memakainya.

Aku membuka pintu kamar dan mengerjap kaget.
“ada apa??” tanya hyuki dari belakang sambil menghampiriku.
Bertumpuk2 kado ada didepan pintu kamar kami. “mereka ingat??” gumamku.
“tentu saja mereka tau, bahkan dicalender setiap tanggal2 penting sudah dilingkari dengan spidol warna merah!!” saut hyuki sambil mengambil sebuah amplop.
“apa itu?” tanyaku
“etahlah, semoga saja isinya cek uang satu milyar!!”
Pletak. . .
“aaaww. . . kenapa memukulku??” protesnya.
“kau bodoh!!” jawabku santai “cepat buka!!”
Hyuki membuka dan membaca isinya bersamaku.

Hyuki. . .yoonie. . .selamat hari aniversary. . . hari ini pasti hari yang membahagiakan untuk kalian, jangan lupa membuka hadiah2 dari kami!! Karna hari ini hari yang sepesial untuk kalian, kami akan memberikan kalian kesempatan untuk berdua saja selama beberapa hari!! Jadi untuk sementara waktu kami meninggalkan kalian, jangan merindukan kami ya. . . hiks. . . semua pembantu sudah kami suruh pulang, cuti sementara dan oh ya, tentu saja jeyoon kami bawa, dia pasti baik2 saja bersama kami, kalian tidak perlu khawatir, jadi nikmati saja waktu berdua kalian dan kami juga akan menikmati liburan kami di los angels,
Kami menyayangimu. . .
Your family

“MWO?? LOS ANGELS??” teriak hyuki membuatku terlonjak. “mereka liburan tidak mengajak kita?? aiiiiiishhhhh……..” ia mengacak2 rambut kesal.
Aku hanya diam menatap surat itu, tidak tau harus berbuat apa.
“kalau pulang, mati kalian semua!!” teriaknya kesal.
“sudahlah Kau berteriak2pun tidak ada gunanya, mereka sudah berangkat!!” kataku. Aku baru ingat kata2 yui tentang bersiap2 diapartemennya kemarin. Ternyata bersiap2 ke los angels?!
“kau benar. . .” gumamnya kemudian.
Aku tidak memperdulikannya lagi kemudian masuk kekamar mandi. Baru aku akan melepas ikatan baju handukku, seseorang memelukku dari belakang. Aigoooooo…… sebaiknya aku mulai mengunci kamar mandi jika ada dia dirumah!!
“mau apa kau??” bentakku.
“kau benar. . . mereka sudah berangkat. . . jadi aku ingin memanfaatkan waktu yang ada!!” bisiknya.
“mwo??”
Craaaasssh. . .
Tiba2 shower menyala dan menyemburkan airnya kearah kami.
“hyu apa yang kau lakukan??” bentakku kesal sambil mencoba melepaskan pelukannya.
“kita belum pernah mandi bersama bukan??” bisiknya.
“mwo???”
=====SENSORED AGAIN=====

FIN

Thanks for reading, thanks for comment, thanks for post, thanks a lot. . .
Anyeong. .. ^^