Tags

, ,

my lovely stalker
~ epilog ~
Summer in seoul, 1998

“kyuri. . .jangan lupakan aku. . .hiks. . .”
“sudahlahlah, jangan menangis!! Kau ini laki2!!”
“aku tidak ingin kau pergi. . .” ucap laki2 kecil itu pelan sambil terisak.
“aku juga tidak ingin pergi, tapi appa dan amma harus pergi ke paris!!”
“kau tinggal bersamaku saja!!”
“jangan bodoh, mana bisa begitu?!”
“aku akan menunggumu pulang!!”
“aku pasti akan pulang. . . sudah sekarang jangan menangis lagi, jadilah laki2 yang hebat, ara?!!”
“kyuri!! Ayo, pesawatnya mau berangkat!!!” teriak seorang ajhuma.
“baiklah, aku harus pergi. . .”
“ini untukmu. . .” laki2 itu mengulurkan sebuah gantungan berbandul anjing putih kecil.
“gomawo, sampai jumpa donghae ya!!!”
Gadis kecil itu berlari kecil meninggalkan temannya yang masih terisak menatap kepergiannya.

~ 13 years latter ~
Summer in seoul 2011

Seorang gadis sedang menatap sekeliling bandara dengan bingung sambil memegang secarik kertas. Ia menyeret kopernya sambil menatap kertas itu bingung. Sudah lama sekali ia tidak pulang kekorea, hampir tiga belas tahun. dan sekarang korea benar2 berubah. Gadis itu berjalan pelan menyeret kopernya sambil mencari dimana pintu keluar. Karna sibuk menatap kertas yang dipegangnya ia tidak memperhatikan jalannya hingga segerombolan yeoja menabraknya hingga membuatnya terjatuh.
Ia mengerjap kaget, belum sadar apa yang terjadi, sebuah tangan memegang sikunya dan menariknya berdiri. Ia menatap bingung seorang namja didepannya itu. Sebagian wajahnya tidak terlihat karna menggunakan kaca mata hitam, tapi tidak menyembunyikan ketampanannya dibalik kaca mata hitam itu.
“hati2lah. . .” ucapnya pendek kemudian berjalan melewatinya bersama beberapa orang laki2 yang sama tampannya, dan disekitarnya ada beberapa pengawal yang melindungi laki2 itu dari para yeoja yang berteriak2 riuh disekitarnya.
Kyuri masih termangu menatap kepergian laki2 itu. Ia masih belum sadar apa yang sudah terjadi. Apa mereka itu artis?? Kenapa dikelilingi para yeoja?? Bahkan ia belum sempat mengucapkan terima kasih tadi.
Tiba2 seseorang mendekat pada kyuri dan menatapnya dari atas hingga bawah. Kemudian berjalan memutari kyuri sambil sesekali menatap sebuah foto ditangannya. Kyuri mengerutkan alis bingung.
“han kyuri ssi??” tanyanya.
“ye??” kyuri menatap bingung laki2 itu.
Ia tersenyum lebar “ternyata memang kau!!”
“kau siapa??” tanya kyuri bingung.
“kenalkan, namaku yoon shi yoon!!” kata laki2 itu semangat sambil menjabat tangan kyuri “aku disuruh appa untuk menjemputmu!!”
“ah, bagaimana kau tau kyuri itu aku??”
“dia memberikanku selembar foto!!” jawab namja itu sambil mengulurkan sebuah foto.
Kyuri mengambil dan melihatnya “aaaiiigooooooo……..” jeritnya langsung “ini kan foto saat aku baru sekolah taman kanak2??!! Bagaimana kau bisa tau ini aku???”
Laki2 itu meringis lebar “matamu tidak berubah!!”
“mwo??”
“ayo kita pulang, appa sudah menunggu!!” katanya sambil mengangkat koperku dan memanggulnya “ayo!!”
kyuri mengerutkan alis menatapnya. Apa laki2 itu begitu bodoh?! Ia kan bisa menarik koper itu, untuk apa memanggulnya??! Akhirnya ia mengikuti laki2 itu sambil menggeleng2kan kepala pelan.

donghae dan member super junior M baru saja pulang dari cina hari ini. Begitu sampai dibandara, mereka langsung disambut elf yang berteriak2 histeris. Walaupun ia lelah, ia masih sempat melambai pada mereka dan memberikan senyum. Ia ingin cepat2 sampai didorm dan istirahat. Jadwal suju M benar2 menguras tenaganya akhir2 ini.
Saat ia dan member lainnya berjalan keluar dari bandara, tiba2 seorang gadis jatuh didepannya. Pertama kali melihat gadis itu, ia langsung teringat seseorang dimasa lalunya. Sosoknya begitu mirip. Gadis itu mempunyai rambut pendek berpotongan lancip2 dan memakai anting batu biru hanya ditelinga kanannya. Ia memakai jaket warna putih dan celana tiga perempat juga sepatu kets yang berwarna putih juga.
Donghae tidak ingin berfikir terlalu jauh, diraihnya lengan gadis yang masih kaget itu dan membantunya berdiri “hati2lah. . .” katanya pendek dan langsung melewati gadis itu bersama hyung2nya.
Ia tiba didorm saat hari sudah malam dan langsung tidur. ia benar2 lelah dan tidak lama kemudian ia terlelap dalam mimpinya.
****

“kyu ah, berapa lama kau disini??” tanya shi yoon membuat gadis yang sedang melamun itu mengerjap kaget.
“ye??”
“aku tanya berapa lama kau disini??”
“mm itu. . . aku tidak tau. . .aku hanya punya waktu sebulan. . .”
“ah. . . aku ingin sekali pergi keparis. . . dan mencoba masakan prancis. . .”
Kyuri tertawa kecil “bagaimana kalau kita tukar tempat?? Kau disana dan aku disini, bagaimana??”
Shi yoon mengerutkan alisnya bingung “memangnya bisa??”
“tentu saja tidaaak!! Kau ini benar2 bodoh!!” saut kyuri.
“memangnya kau ingin tinggal disini??”
“ya. . .”
“kenapa??”
“mm??” kyuri menatap shi yoon bingung.
“aku tanya kenapa kau ingin tinggal disini???” ulang shi yoon kesal.
“oh itu. . . aku ingin mencari seseorang. . kalau aku berhasil menemukannya, aku akan berhenti kuliah dan menetap disini, bekerja direstourant paman!!”
“kalau tidak??”
“tentu saja aku harus kembali keparis. . .” kyuri tersenyum pahit.
“yaaak kalian, sedang apa disana??? Sebentar lagi waktunya makan siaang!!!!”
Kyuri dan shi yoon mengerjap kaget mendengar teriakan paman yoon.
“ayo, kita harus kembali, sebentar lagi restourant pasti ramai!!” ajak shi yoon.

“ini pesanan meja nomor empat!!” kata shi yoon.
Kyuri mengangguk dan menerima nampan berisi makanan itu dan membawanya kemeja nomor empat. Restourant daging milik pamannya ini cukup terkenal, tidak sedikit pejabat2 atau pengusaha2 yang makan disini.
“gyaa. . . donghae oppa memang benar2 kereeen. . .”
Gerakan tangan kyuri yang sendang menaruh mangkuk dimeja itu terhenti. Ia menoleh kebelakang dan melihat dua orang gadis sedang mengobrol seru.
“ya, dia sangat tampan!!”
“aku selalu datang disemua konsernya!! Bahkan yang diluar negri!! Kemarin ia dari taiwan untuk come back Suju M!!”
“kalau aku lebih suka kyuhyun oppa!!”
“bagiku donghae oppa yang paling keren!!”
“donghae?? Lee donghae???” tanya kyuri tiba2.
Gadis itu mengerjap kaget menatap kyuri yang membungkuk dan menyejajarkan wajahnya. “a. . .apa yang kau lakukan. . .??”
“kau tadi bilang donghae, lee donghae benar kan??”
“ya, memang kenapa??”
“kau mengenalnya??”
“kau bodoh ya??” bentak gadis itu membuat kyuri mengerjap sesaat “seluruh korea tau siapa lee donghae!!!”
“maksudmu??”
“dasar pelayan pabo, kau tidak tau lee donghae adalah salah satu member super junior boyband yang paling terkenal dikorea??”
“jjinja??”
“huh. . . menyingkirlah dariku, kau membuatku tidak nafsu makan!!” gadis itu melempar serbet ketengah meja dan berdiri sambil mendorong kyuri “ayo pergi!!” ajaknya pada temannya.
“dia penyanyi terkenal. . .” gumam kyuri sambil termangu “aaaaaaaarrrggh. . . saa__mmfff. . . .”
Kyuri menatap pamannya yang sedang menjewer kupingnya sambil membekap mulutnya itu dengan pandangan memohon untuk dilepaskan.
“ikut aku!!” kata paman yoon galak dan langsung menyeretnya kedalam ruang dapur.
“apa yang kau lakukan tadi ha?? Kau membuat pelangganku kabur!!”
“mianhae paman. . . aku hanya bertanya sesuatu padanya!!”
“memangnya apa yang kau tanyakan??”
“akh yoon shi yoon ssi!!!” teriak kyuri tiba2 “dikamarmu ada komputer bukan???”
“yaa, ada apa?” tanya shi yoon bingung.
“paman aku keatas dulu!! Mianhamnida!!” kyuri membungkuk2kan badannya berkali2 sambil mundur kebelakang kemudian berlari menaiki tangga.
“hh. . .anak itu. . .” gumam paman kim sambil menggeleng2kan kepala pelan.
“sangat aneh. . .” sambung shi yoon pelan.
“yaak sedang apa kau disini??? Cepat masak, pelanggan kita sudah menunggu!!!” teriak paman yoon.
“ne appa!!!” balas shi yoon sambil cepat2 kembali ketempatnya.

Kyuri masuk kedalam kamar shiyoon dan langsung menghampiri komputer yang ada dikamar itu. Dinyalakannya benda itu dan langsung menghubungkannya keinternet. Empat jam lebih ia duduk didepan komputer itu mencari informasi tentang donghae. Ia sudah membaca semua informasi tentang laki2 itu, termasuk mendengarkan semua lagu2 suju dan melihat semua mv mereka. Matanya tidak berkedip menatap laki2 itu.
“kau sudah menjadi laki2 hebat sekarang. . . menjadi laki2 yang dipuja oleh seluruh yeoja didunia. . . masihkah kau mengingatku?? Bisakah kita bertemu lagi. . .??” kyuri memeluk lututnya sambil menatap donghae yang ada di mv bonamana.
Tiba2 pintu kamar terbuka, “yaak, kau sedang apa???” tanya shi yoon sambil menjatuhkan diri ditempat tidur “aku benar2 lelah!!”
melihat gadis itu hanya diam, shi yoon bangkit dari tidurnya dan menghampiri kyuri, ikut melihat apa yang dilihat gadis itu. “apa yang kau lihat??” tanyanya.
“bagaimana mereka menurutmu??” tanya kyuri pelan.
“mm?? tentu saja mereka hebat, bisa menjadi aktor!!”
“aku mengenalnya dulu. . . apa sekarang dia masih mengingatku??
“siapa??”
Kyuri menunjuk seseorang yang sedang bernyanyi dan berdance di mv itu.
“hmm entahlah. . . tapi sebaiknya kau tidak terlalu berharap. . .”
“aku tau. . .” gumam kyuri pelan.
“apa dia orang yang kau cari??”
Kyuri mengerjap kaget kemudian tersenyum masam “baiiklaaaah. . . aku mau mandi dulu kemudian membantu paman!!!” teriak kyuri tiba2 sambil berdiri membuat dagu shi yoon yang ada diatas bahunya terbentur keras.
“aaaaaww………”
“??? Kau kenapa??” tanya kyuri dengan watados-nya.
“aiiiish. . .cepat sana keluar!!!” runtuk shi yoon kesal.
****

“hyung. . .aku lapaaar. . .” rengek si magnae kyuhyun.
“aku juga, bagaimana kalau kita mampir makan dulu??” tambah enhyuk.
“aku setuju!!” sahut donghae.
“baiklah, kita mampir dulu kerestourant daging biasanya!!”
Lima menit kemudian, mereka berlima, leeteuk, sungmin, eunhyuk, donghae dan kyuhyun tiba direstourant daging langganan mereka. Begitu sampai mereka langsung masuk dan duduk di meja nomor 13 dekat jendela.
“dimana pelayannya ya?!” tanya kyu sambil menatap seluruh restourant. Beberapa pelayan berseragam putih2 sedang sibuk membawa nampan makanan.
“selamat datang, ingin memesan apa??” tanya seorang gadis tiba2.
Kelima orang itu menatap gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kepala. Gadis itu mengerutkan alis bingung dan menatap dirinya sendiri. “ada apa??” tanyanya bingung.
“kau pelayan disini??” tanya kyuhyun.
“pakaianmu berbeda. . .” gumam sungmin.
“oh itu, aku hanya membantu disini, ini restaurant pamanku, jadi anda ingin memesan apa??” jawab gadis itu sopan.
“ah aku mau sup daging. . .” jawab kyuhyun semangat.
Donghae diam masih menatap gadis itu. sepatu kets putih, celana tiga perempat, kaos putih, rambut pendek berpotongan lancip2, dan satu anting biru ditelinga kanannya. Ia, gadis yang ada dibandara saat itu, donghae ingat betul karna sosoknya yang mirip dengan seseorang dimasa lalunya, bahkan saat ini ketika gadis itu tersenyum-pun sangat mirip.
“donghae ya, kau mau apa??” tanya leeteuk. Tapi yang ditanya tidak bereaksi sama sekali “yaak lee donghae ssi, aku sedang bicara padamu!!!” teriak leeteuk.
Donghae mengerjap kaget “oh?? Terserah hyung saja!!” jawab donghae masih memandang gadis itu, tapi tidak ada senyuman diwajahnya kini, gadis itu juga menatap donghae dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
“baiklah kalau begitu kau air putih saja!!” saut leeteuk santai.
“mwo??” donghae menoleh kearah leeteuk “yaak hyung, aku juga lapar!!” protes donghae, kemudian ia menatap gadis itu lagi, ia sedang tertawa kecil “apa yang enak disini??” tanyanya.
Senyum gadis itu memudar dan menjadi kikuk “err. . .apapun enak disini. . .” jawabnya ragu.
Eunhyuk, leeteuk, kyuhyun dan sungmin terkekeh. “donghae ya, biasanya kau kan memesan steak, kenapa tanya lagi??” tanya eunhyuk.
“aku ingin mencoba yang lain!!” saut donghae tidak perduli “jadi apa yang paling enak disini??”
Gadis itu menggaruk2 kepalanya bingung “bagiku disini enak semua. . .”
Leeteuk terkekeh “ayolah nona, masa kau tidak tau apa yang paling enak??”
“aku pesan sama dengan eunhyuk hyung!!” kata donghae tiba2.
“ah, baik!!” jawab gadis itu dan langsung pergi.
“hei, donghae ya, kau tidak salah pesan?? Pesananku kan banyak paprikanya. . . kau tidak suka paprika kan??” tanya eunhyuk.
“nanti paprikanya untukmu hyung!!” jawab donghae acuh.
Lima menit kemudian pesanan mereka datang. Leeteuk, eunhyuk, sungmin dan kyuhyun menyambutnya dengan semangat. Tapi tidak dengan donghae, ia menatap piring makanan didepannya terdiam. Tidak ada paprika. . .
“selamat menikmati. . .” ucap gadis itu kemudian pergi.
Donghae mendongak menatap gadis yang berjalan menjauh itu.
“yaak, kenapa daging pesananmu tidak ada paprikanya hae ya??” tanya eunhyuk.
Donghae hanya diam sambil terus memandang gadis itu.
****

“paman aku istirahat sebentar ya!!” kata kyuri setelah mengantarkan pesanan ke meja nomor 13.
Ia langsung duduk dikursi sambil menarik nafas dalam2. Hampir saja jantungnya jatuh tadi. Donghae, lee donghae, ada dihadapannya dan bahkan berbicara dengannya. Kyuri beranjak dari duduknya dan mengendap2 dipintu dapur sambil memperhatikan laki2 itu, dikeluarkannya ponselnya dan langsung dipotretnya laki2 itu diam2.

Begitu banyak yang berubah. . . hampir semuanya berubah. . . dulu, kau selalu berdiri disebelahku, menjadikanku tempatmu bersandar, menjadikanku orang yang selalu kau andalkan, menjadi orang yang selalu mengerti dirimu. . . namun ketika jarak itu memisahkan raga, semuanya telah berubah. . .
Kini. . . kau sudah bisa berdiri sendiri. . . bahkan untuk berbicara denganmupun aku tak sanggup. . . yang kubisa, hanya tersenyum menatapmu. . . dari jauh. . . karna sekarang, kau sudah berubah. . . dari batu biasa, menjadi permata. . .yang disukai banyak orang, termasuk diriku. . .
Bila dulu hanya aku yang bisa memelukmu, kini aku tak lagi bisa menyentuhmu. . . tak ada keberanian dalam diriku. . . karna aku takut, akan mengotorimu dan menutupi kilaumu. . .
Tapi, boleh kan aku menyukaimu??

Kyuri menghela nafas berat. Ia menatap langit2 mencoba menghitung bintang2. Saat ini, baginya donghae seperti bintang2 diatas sana, yang hanya bisa ditatapnya tanpa bisa diraihnya. Jarak dan waktu membuat perbedaan yang begitu jauh. Apakah saat ini donghae masih menunggunya?? Apa ia masih ingat padanya??
“yaak, sedang apa kau disini??”
Shi yoon melompati batas balkon dan duduk diatas atap disebelah kyuri sambil mengulurkan sekaleng minuman dingin.
“gomawo. . .” ucap kyuri tanpa menoleh.
“apa yang kau lakukan??” tanya shi yoon lagi.
“merenungi nasib!!” jawab kyuri acuh.
Shi yoon mengerutkan keningnya “gadis aneh!!”
“shi yoon ah, katakan pada paman aku tidak bisa membantu kalian besok. . . ada sesuatu yang harus kulakukan!!”
“bukankah kau disini untuk liburan?! Kau tidak harus membantu kami!! Kau bahkan belum sempat jalan2. . . eh, bagaimana kalau besok kutemani kau jalan2??”
“mm??” kyuri menatap shi yoon bingung “memangnya boleh kau menemaniku??”
“appa tidak akan keberatan kalau aku libur satu dua hari!!”
Senyum kyuri mengembang “daripada menemaniku jalan2, lebih baik kau membantuku besok!!”
“mwo?? Membantu apa??”
“kau akan tau besok!!” jawab kyuri misterius sambil tersenyum evil.
****

“hei, sedang apa kita disini??” bisik shi yoon pelan.
“sudah kau diam saja!!”
Saat ini, mereka berdua sedang berjongkok di balik semak2 sambil memegang dua batang ranting pohon untuk menutupi kepala. Wajah mereka sangat serius menatap jalan didepan mereka. Didepan gedung itu, banyak sekali yeoja2 sedang berkumpul menunggu idola mereka. Ya, saat ini mereka sedang ada didepan gedung SM Entertaiment.
“sebenarnya apa yang kau cari??” bisik shi yoon lagi.
“aku ingin melihat seseorang!!!” balas kyuri pelan.
“kenapa dengan cara seperti ini?? Kenapa tidak bertanya langsung saja siapa yang sebenarnya kau cari??”
“kalau kau bicara lagi aku akan membunuhmu!!” bentak kyuri kesal.
Tiba2 sebuah mobil datang melewati mereka dan berhenti tepat didepan gedung SME, kerumunan yeoja yang ada disana itu langsung berteriak2 histeris saat dua orang namja keluar dari mobil itu. donghae dan sungmin.
“oo mereka sudah datang!! Rapikan pakaianmu!!” kyuri membenarkan letak topinya “ayo!! Jangan lupa bawa itu!!”
Shi yoon membuang kedua batang ranting yang dibawanya dan menyambar kotak berisi steak daging disebelahnya. Kemudian mereka berdua berjalan cepat kegedung SME.
“hei tunggu!!! Siapa kalian???” tanya satpam yang berjaga didepan gedung itu.
“kami mau mengantarkan pesanan makanan!!” jawab kyuri cepat.
“ah baiklah!!”
Kyuri menarik shi yoon cepat memasuki gedung itu.
“hei, disini kan tidak ada yang memesan makanan. . .” bisik shi yoon.
“diam kau cerewet!! Ikuti saja aku!!!” balas kyuri.
Kyuri menyelinap mengikuti dua namja yang baru datang itu sambil menjaga jarak. Kedua namja itu duduk disebuah ruang tunggu, kyuri berjongkok dipinggir pot tanaman sambil mengeluarkan ponselnya dan memotret beberapa kali.
“yaak kyuri ah, ada orang kemari!!” bisik shi yoon.
Kyuri langsung berdiri saat seorang pria dan dua orang wanita melangkah menuju mereka.
“apa yang kalian lakukan disini??” tanya salah seorang wanita sementara si pria dan wanita satunya terus berjalan.
“mm kami. . .kami sedang mengantarkan makanan untuk lee donghae ssi, bisakah kau berikan ini padanya??” tanya kyuri sambil menyambar kotak yang dibawa shi yoon dan langsung memberikannya kepada wanita itu.
“baiklah, akan kuberikan!!” kata wanita itu sementara si pria, wanita satunya, sungmin dan donghae sudah berjalan kearah mereka.
“kami permisi dulu, anyeong. . .” kata kyuri buru2 sambil menarik shi yoon pergi.
“ayo cepat lepas seragam ini!!” perintah kyuri ketika mereka sudah diluar gedung SME.
Mereka berdua segera melepas baju seragam restaurant dan menjejalkannya kedalam tas punggung kyuri. Kini mereka hanya berpakaian biasa saja.
“oh, itu mobil mereka, cepat ikuti!!!” kata kyuri dan langsung naik diboncengan sepeda shi yoon.
Shi yoon langsung mengayuh sepedanya mengikuti sebuah mobil hitam.
“yoon ah ppali!!! Mereka belok didepan!!!” jerit kyuri.
Shi yoon mengayuh sepedanya dengan secepat mungkin sementara si gadis dibelakangnya berteriak2 tidak jelas.
“yoon ah ppalliiii!!!! Ayo ayo ayooo. . . kita bisa kehilangan jejak mereka!!!”
“diam kau cerewet!! Kau pikir ini tidak melelahkan??!” saut shi yoon kesal.
“ppaliiiiiii!!!! Ppali ppali ppali!!!!”
“ini sudah cepaaattttt!!!”
“yaak berhentiiiiiiii!!!!”
Shi yoon langsung mengerem sepedanya hingga badannya terdorong kedepan “aaaaaarrggh………” mereka berdua terjatuh dan berguling kesamping tong sampah didekat pohon besar ditepi jalan.
“siaaal. . .” runtuk shi yoon “kenapa menyuruh berhenti mendadak????”
Kyuri tidak menghiraukan omelan shi yoon. Dengan menahan perih dilututnya ia bangun dan berjalan pelan sambil terpincang2 kesebuah pohon besar dan mengeluarkan ponselnya untuk memotret seseorang. Ternyata laki2 itu sedang melakukan syuting.

“hei, sampai kapan kita disini?? Ini sudah hampir malam!!” kata shi yoon pelan.
Saat ini mereka berdua sedang ada di balik semak2 didekat lokasi syuting donghae dan member suju yang lain untuk iklan parfum ala twilight.
Kyuri dan shi yoon sedang berjongkok sambil mengintip dari sela2 dedaunan. Sudah hampir lima jam mereka ada disitu. Shi yoon bahkan sambil memakan mie instan yang baru saja dibelinya karna gadis itu tidak mau diajaknya pergi makan.
“kasihan sekali dia. . . seharian kerja terus. . .” gumam kyuri pelan sambil menatap donghae dari celah semak2nya.
“yang kasian itu kau! Seharian membuntutinya tapi ia tidak tau!!”
Pletak!!
“aaawww. . . .” shi yoon yang sedang melahap mie-nya langsung meringis begitu kyuri menjitaknya.
“sudah kau makan saja!!!” kata kyuri kesal.
“kau tidak lapar??”
Kyuri menggeleng pelan sambil menatap donghae kembali. Tapi kemudian ia langsung menarik shi yoon.
“yoon ah, mereka pergi!!!” katanya panik sambil menarik shi yoon.
“ukhuuuk ukhuuk. . .”
“eh, kau kenapa??” tanya kyuri lagi2 dengan tampang watados-nya.
Shi yoon tidak menjawab, ia hanya memegangi lehernya sambil terbatuk2. Rupanya mie yang belum sempat dikunyahnya langsung meluncur masuk ketenggorokannya karna kaget.
“ayo ppali!!!” teriak kyuri sambil menyeret shi yoon tanpa rasa kasihan. Sedangkan laki2 itu hanya pasrah sambil mengelus2 lehernya.
“mereka berbelok kerestaurant itu!!!” kata kyuri “berhenti, berhenti!!!”
Kali ini mereka berhenti dengan selamat. Ternyata donghae dan yang lainnya saat ini sedang makan disebuah restourant yang terbuka. Mereka semua duduk terbagi dalam tiga meja, dan donghae ada dimeja paling sudut disebelah tumbuhan2 bambu.
“kau mau masuk kedalam restaurant??” tanya shi yoon “aku tidak membawa uang banyak!!”
Kyuri tidak menjawab, ia hanya berlari kesebuah tempok pagar dan menyuruh shi yoon mendekat.
“ada apa??”
“ jongkok!! Angkat aku keatas!!”
“mwo??” shi yoon melotot kearah gadis itu.
“cepat!!! Kau kan sudah berjanji untuk membantuku!!!”
“aiiissh. . .” shi yoon mengacak2 rambutnya kemudian jongkok didepan kyuri.
“gadis itu melepas sepatunya dan menginjak bahu shi yoon kanan kiri “yoon ah, tidak kelihatan, kau berdirilah!!!”
Shi yoon mencoba untuk berdiri. Bagaimanapun tubuh kyuri tidak ringan. Tubuh laki2 itu agak sempoyongan.
“yaak, kau jangan bergerak, aku tidak bisa memotret!!!” kata kyuri. Gadis itu menyingkap sedikit daun bambu dan mulai memotret donghae.
“yaak kalian, sedang apa disitu???” teriak seorang penjaga restaurant.
Shi yoon terkejut dan langsung kehilangan keseimbangan hingga akhirnya mereka terjatuh “aaaarrrgh. . .”
Bruuuk. . .
“apa yang kalian lakukan disini??? Kalian mau mencuri ya???” tatap ajhusi itu galak.
Kyuri mengusap2 pantatnya yang sakit sambil menatap ajhusi itu “yaak, ajhusi ini mengganggu saja!!! aku sedang memotret orang tau!!! huh!!” balas kyuri kesal dan langsung melegang pergi.
Sementara ajhusi itu hanya menatap bengong “wanita memang sulit dimengerti!!” ucapnya bersamaan dengan shi yoon.
Keduanya langsung saling menatap. Kemudian shi yoon menyengir dan membungkukkan badannya “maaf mengganggu!!” katanya dan cepat2 berlari menghampiri sepedanya dan menyusul kyuri.

“kalian darimana saja??” tanya paman yoon “kenapa kotor sekali??”
“appa jangan tanya dulu, biarkan kami istirahat!! Aku sudah lelah!!” jawab shi yoon dan langsung naik kekamar diikuti kyuri.
“jangan lupa besok kau harus mengantarkan pesanan kegedung pernikahan tn. Kim!!” kata paman yoon saat mereka akan menaiki tangga.
Shi yoon menoleh kearahnya “ne, araseo!!” jawabnya singkat dan langsung naik kekamarnya.

“jadi apa yang akan kau lakukan besok??” tanya shi yoon sambil mengobati kaki dan lengan kyuri yang terluka karna jatuh dari sepeda tadi.
Gadis itu tidak menjawab, ia hanya meringis menahan perih. Saat ini mereka ada dikamar shi yoon, setelah mandi dan ganti pakaian. Dan saat ini shi yoon sedang mengobati luka kyuri.
“kenapa kau tidak langsung berbicara saja dengannya??” tanya shi yoon lagi “lagi pula apa kau benar2 yakin kalau orang yang kau cari itu dia??”
“aku yakin. . . karna matanya tidak berubah. . .” jawab kyuri pelan, mengopy kata shi yoon dibandara dulu “aku hanya ingin tau tentangnya dulu. . . aku ingin tau apa saja yang dilakukannya. . . aku tidak ingin menjadi orang asing yang datang kepadanya dan tidak tau apapun tentangnya. . .”
“tapi apa ia tau tentangmu??”
“ini bukan salahnya yoon ah. . . aku yang meninggalkannya dulu. . . dan aku juga tidak menyalahkannya kalau ia melupakanku. . .”
Shi yoon menghela nafas pelan “aku tidak bisa membantumu besok. . . aku harus membantu ayah. . .”
“gwenchana. . . terima kasih untuk hari ini. . . kau sangat baik. . .”
Shi yoon tersenyum lembut “cheonmaneyo. . . kubuatkan kau makanan, seharian ini kau belum makan!!” katanya kemudian pergi kedapur meninggalkan kyuri sendirian dengan fikirannya.
****

“dong hae ya, kenapa kau hanya diam terus dari tadi??” tanya leeteuk saat mereka ada dalam perjalanan pulang.
Donghae yang sebelumnya menatap keluar jendela, menoleh dan tersenyum lemah pada leeteuk “ani hyung. . .” jawabnya pelan kemudian kembali menatap keluar kaca jendela mobil.
“hari ini benar2 melelahkan. . .” saut shindong di jok belakang sambil meregangkan otot2nya bersiap2 tidur seperti kyuhyun dan eunhyuk yang sudah pulas.
Sebenarnya bukan itu yang mengganggu fikiran donghae. Bahkan ia tidak memikirkan tubuhnya yang lelah. Ia merasa aneh seharian ini. Mulai dari salah satu staf yang memberinya steak daging dan bilang bahwa itu pesanannya, padahal ia tidak memesan sama sekali. Kemudian, saat syuting fikirannya sama sekali tidak bisa tenang. Ia merasa ada yang memperhatikan, ada yang mengikutinya. Dan saat makan direstaurant, ia seperti mendengar seorang gadis berteriak, tapi saat ia menoleh keasal suara, yang dilihatnya hanya daun bambu yang bergoyang.
Ah, mungkin fikirannya sedang kacau saat ini. Mungkin memang ia terlalu lelah. Sebaiknya ia beristirahat malam ini. Bukankah manager memberinya libur sehari besok, ah itu bagus. . .

Pagi yang cerah!!
Dong hae sedang menguap sambil meregangkan ototnya. Dihirupnya udara pagi yang sejuk, kemudian ia mengambil bola basket kesayangannya dan mulai berolah raga sejenak. Sementara didengarnya suara ribut2 leeteuk yang sedang membangunkan dongsaeng2nya didorm.
Setelah olah raga sejam, dua jam, donghae kembali kedorm dan segera mandi.
“apa jadwalmu hari ini hae ya??” tanya eunhyuk sambil menikmati segelas susu coklat buatan ryowook.
“aku ingin jalan2 hyung, sudah lama aku tidak melihat2 luar!!”
“ah, kenapa aku harus mengikuti pemotretan sialan itu?!” gerutu eunhyuk.
Donghae tertawa kecil “baiklah hyung, aku pergi dulu!!”
“ne, hati2. . .”
Donghae memakai topi dan kaca matanya. Ia sengaja berpenampilan biasa agar tidak menarik orang2 sekitar, apalagi fans2nya. Ia berjalan pelan sambil melihat2 sekitarnya. Semua penduduk korea sedang berjalan dengan tujuannya masing2. Tiba2 saja ponselnya berbunyi. Nama jesica muncul dilayar ponselnya.
“yeobseo??. . .ne, aku sedang diluar sekarang. . . hanya menikmati liburan. . . mm baiklah,,”
Donghae menghela nafas pelan. sudah lama ia tidak bertemu dengan gadis itu. selain para member suju, gadis itulah yang paling dekat dengannya.

setelah makan siang dikedai pinggir jalan, donghae melangkah menuju taman sambil menikmati minuman sodanya. Sudah lama ia tidak makan dipinggir jalan, dan rasanya sangat enak. Tidak kalah dari makanan2 direstaurant. Ia melempar kaleng sodanya ketempat sampah dan duduk disebuah bangku dibawah pohon. Matanya menerawang jauh. Ia bosan. . . sangat bosan dengan kehidupannya sekarang.
“gyaaaaaaaaaaa…………”
Donghae mengerjap kaget dan seseorang jatuh kedalam pelukannya. . .
****

Kyuri sedang menendang2 kerikil dijalan. Hari ini ia sudah mengamati gedung agency donghae, tapi hingga siang laki2 itu tidak menampakan mukanya sama sekali.
“bodoh memang. . . menyukai seorang aktor. . . apa otakku masih waras?!” gumamnya sendirian.
Hari ini shi yoon tidak bisa menemaninya karna sibuk membantu paman yoon. Jadi kyuri berjalan2 sendiri untuk mengamati donghae, tapi laki2 itupun tidak muncul sama sekali.
Gadis itu menghela nafas pelan. tiba2 saja matanya menangkap sosok orang yang amat dikenalnya. Lee donghae. . . laki2 itu sedang berjalan santai. Mata kyuri melebar, memastikan siapa yang dilihatnya. Walaupun penampilannya berbeda, tapi ia yakin itu lee donghae!!
Diikutinya laki2 itu dari belakang sambil menjaga jarak. Ternyata donghae masuk kedalam kedai dan makan disana. Kyuri-pun ikut makan didalam kedai itu sambil terus mengamati donghae.
Setelah makan laki2 itu mengambil minuman soda dari mesin minuman dan melangkah menuju taman. Kyuri terus mengikutinya. Dalam hati ia bertanya2, kenapa donghae ada disini?? Bukankah seharusnya ia sibuk bekerja?? Seorang aktor kan pasti punya jadwal yang padat.
Donghae duduk disebuah bangku taman. Kyuri berjalan memutar hingga kini ia ada dibelakang laki2 itu. merasa tidak jelas, kemudian pelan2 ia memanjat pohon dibelakang bangku itu. ia merayap kerantingnya yang besar hingga persis berada tepat diatas donghae. Laki2 itu sedang melamun. Bahkan ia tidak menyadari kalau beberapa helai daun jatuh dengan cara yang tidak wajar.
Kyuri hanya diam menatap laki2 itu dari atas. Apa yang sedang dipikirkannya?? Kini ia tidak bisa lagi menebak jalan pikiran donghae, padahal dulu ia selalu tau bahkan sebelum donghae bilang kepadanya.
Lagi2 kyuri menghela nafas. Tiba2 matanya menangkap sesuatu, berwarna hijau dan sedang merayapi kaos kakinya, dan satu senti lagi menyentuh kulitnya. Ulat!!
“gyaaaaaaa…………..” kyuri langsung menjerit histeris begitu melihat hewan yang paling ditakutinya itu. dan sepertinya ia lupa kalau ia sedang berada diatas pohon, hingga akhirnya ia kehilangan keseimbangan dan . . .
Bruuuuk. . .
Ia terjatuh. Dipejamkan matanya kuat2. Hening beberapa detik. Ia mengerjap pelan dan sontak memucat begitu ia dapat melihat dengan jelas.
Saat ini, ia ada dipangkuan donghae. Laki2 itu memegang tubuh kyuri erat dengan pandangan bingung. Untuk sejenak, kyuri lupa caranya bernafas. Ia jatuh kedalam pelukan donghae, apakah ini mimpi???
Sedetik kemudian kyuri tersentak saat ingat akan keberadaan makhluk berwarna hijau itu. “gyaaaaaa. . . . ulaaaat. . . .” teriaknya histeris sambil memejamkan mata rapat2 dan memeluk leher donghae, ia menggoyang2kan kakinya panik.
“dimana??” tanya donghae.
“kakiku. . . .” jawab kyuri dengan setengah menangis.
“sudah hilang. . . .”
Kyuri menghentikan gerakan kakinya dan membuka mata dengan air mata disudut “sudah hilang??” tanyanya bodoh.
“ne, aku sudah membuangnya!!”
Sedetik kemudian kyuri tersentak dan langsung melompat turun dari pangkuan donghae “mi. . .mianhamnida. . .” ucapnya sambil membungkuk2kan badannya.
Laki2 itu tidak menjawab. Kyuri mengangkat wajahnya dan melihat donghae sedang memegang ponselnya yang ikut terjatuh saat itu jatuh dari pohon. Kyuri tertegun, laki2 itu. . . lee donghae, sedang mengamati ponselnya, tidak lebih tepatnya gantungan ponselnya.
Tiba2 donghae mengangkat wajah dan menatap kyuri “kyuri ah. . .benarkah ini kau???” tanyanya pelan.

“gyaaaaaaaa………..”
Donghae mengerjap kaget saat mendengar teriakan itu dan tiba2 saja seseorang jatuh menimpanya. Ia memegang gadis itu erat2 agar tidak jatuh ketanah. Ditatapnya gadis itu dengan bingung. Potongan rambut pendek lancip2 dan anting biru disebelah telinga kanan. Ia gadis yang ditemuinya dibandara juga direstaurant waktu itu.
Mereka saling tatap sejenak. Tapi tiba2 saja gadis itu menjerit histeris.
“gyaaaaaaaaa………ulaaaaaat…………”
Donghae menatap bingung “dimana??” tanyanya.
“kakiku. . .” jawab gadis itu sambil menangis.
Sekilas bayangan masa lalunya muncul dalam ingatannya.

“kyaaaa….ulaaat. . . donghae ya toloooong. . . .” jerit kyuri histeris.
“dimana??” tanya donghae panik.
“bahuku. . .” jawab gadis itu sambil menangis.
Donghae membuang ulat itu “sudah hilang!!”
“jjinja??” kyuri membuka mata pelan2 “gomawo hae ya. . .”
“kau ini, dengan laki2 kau tidak takut tapi dengan ulat kau takut!!”
“aku geli melihatnya. . . sudahlah, kan ada kau!!”

Donghae tersenyum sambil menyentil ulat itu dari kaki gadis itu. “sudah hilang!!” ucapnya pelan.
Gadis itu membuka matanya pelan2 “sudah hilang??” tanyanya bodoh.
“ne, aku sudah membuangnya. . .”
Gadis itu terdiam kemudian melompat dengan cepat turun dari pangkuan donghae.
“mi. . .mianhamnida. . .” ucapnya sambil membungkuk berkali2.
Tapi sesuatu, menarik perhatian donghae. Ia membungkuk dan memungut sebuah ponsel diatas rumput. Ponsel gadis itu yang terjatuh. Ia tertegun saat melihat gantungan ponsel itu. seekor anjing yang lucu. . .
Donghae menatap gadis yang terdiam itu “kyuri ah. . .benarkah ini kau??” tanya donghae pelan.
Gadis itu tersentak kaget. Dan membeku.
“paprika. . . steak daging yang tidak kupesan. . .takut ulat dan gantungan yang pernah kuberikan dulu. . . aku yakin, kau adalah han kyuri!! Apa aku salah??” tanya donghae lagi ketika gadis itu hanya diam.
“a. . .aku. . .”
Donghae yakin, benar2 yakin. Tanpa merasa ragu, ia menarik gadis itu kedalam dekapannya “terima kasih sudah kembali. . . “ bisiknya pelan.

Tiba2 saja donghae menarik kyuri kedalam dekapannya. Membuat kyuri terkejut setengah mati. Otaknya benar2 tidak berfungsi saat ini.
“terima kasih sudah kembali. . .” bisik laki2 itu membuat kyuri meneteskan air matanya.
Fakta bahwa laki2 itu masih mengingat dirinya, masih menunggunya, membuatnya benar2 tidak percaya, “kau mengingatku. . .??” bisik kyuri pelan.
Donghae memundurkan wajahnya dan membenturkan keningnya pelan pada kening kyuri “tentu saja bodoh!!”
“gomawo. . .”
“kenapa menangis??” donghae melepaskan pelukannya dan memegang wajah kyuri menghapus air mata gadis itu.
“aku. . . aku senang kau masih mengingatku. . .”
“bogoshipoyo kyuri ah. . ..” kata donghae sambil memeluk kyuri lagi.
Kali ini kyuri membalas pelukan itu “nado bogoshipo. . .” jawabnya pelan.

“jadi kau kuliah jurusan management disana??” tanya donghae sambil memakan burgernya. Saat ini mereka sedang duduk diayunan yang ada ditaman.
Kyuri mengangguk sambil mengunyah burgernya “aku benar2 bosan. . . dan ingin berhenti saja. . .”
“kenapa??”
“yak, hae ya, apa kau lupa kalau aku ini paling malas belajar??!”
Donghae tertawa kecil kemudian mengacak2 rambut kyuri “aku tau!!”
“yak hentikan!!!” bentak kyuri kemudian tertegun, dulu. . . ia yang selalu mengacak2 rambut donghae. . . kenapa sekarang malah kebalikannya?!
“ada apa??” tanya donghae
Kyuri mengerjap kaget kemudian tersenyum simpul “aniyo. . . aku hanya ingat, dulu aku yang selalu mengacak2 rambutmu, tapi sekarang kau melakukannya. . .”
Donghae tersenyum “memang sudah waktunya giliranku!!”
Kyuri mengerutkan alis bingung “mwo??”
Donghae tergelak sambil mengacak2 rambut kyuri lagi “sudahlah makan saja!!” ucapnya geli.
“donghae ya. . . aku benar2 senang kau tidak berubah. . .”
Donghae berhenti mengunyah hamburgernya “apa maksudmu??”
“bukankah kau sudah menjadi artis terkenal sekarang?? Aku senang ternyata kau masih tetap seperti dulu. . .”
“aku seperti ini karna dirimu. . .”
Kali ini kyuri yang berhenti mengunyah “apa maksudmu??”
“bukankah dulu kau menyuruhku untuk menjadi laki2 yang hebat?? Aku berusaha keras untuk mencapai tahap ini. . .”
“kenapa. . . .” kyuri tidak mampu melanjutkan ucapannya. Ia hanya terpaku menatap donghae. Jantungnya benar2 berdebar keras.
“kenapa??” donghae mengulang kata2 kyuri sambil tersenyum kecil “tentu saja agar kau mudah menemukanku kalau pulang dari paris!! Aku seperti ini untukmu. . .”
Jantung kyuri benar2 berhenti berdetak. Tuhan. . . untuk kali ini apakah ia boleh berharap untuk bisa meraih bintang didepannya ini??
Tiba2 saja donghae menoleh dan tersenyum “kenapa??”
Kyuri mengerjap kaget dan langsung memakan kembali hamburgernya untuk menyembunyikan kegugupannya “gomawo. . .” katanya pelan sambil mengunyah.
“kyu ah, kau tidak akan pergi lagi kan??” tanya donghae tiba2.
Kyuri terdiam. Dikunyahnya hamburger itu dengan lambat “mollayo. . .” jawab kyuri pelan “mungkin aku akan menetap disini dan bekerja direstorant paman yoon. . .”
“lalu kuliahmu??”
“seperti yang sudah kubilang, aku bosan. . .”
“egoiskah aku kalau memintamu untuk tinggal disini saja??”
Kyuri memandang donghae terpana. . . apa benar laki2 ini menginginkan dirinya?? Ia masih belum bisa percaya. . .
“kyuriiiii. . . .!!!”
Mereka berdua serentak menoleh kearah teriakan itu. yoon shi yoon sedang berlari2 kecil menghampiri mereka.
“yoon ah, kenapa kau ada disini??” tanya kyuri heran.
“aku selesai mengantarkan pesanan tadi. . .” jawab laki2 itu riang kemudian menatap donghae “eh. . .kau sudah bicara dengannya ya??”
Kyuri tersenyum “ne. . .” kemudian ia berpaling kearah donghae “hae ya, kenalkan ini yoon shi yoon, putra paman kim. . .”
Donghae membungkukkan sedikit tubuhnya kearah shi yoon dan shi yoon melakukan hal yang sama.
“haah. . . tidak sia2 aku membantumu untuk mengikutinya!!”
Donghae mengerutkan keningnya “mengikutinya?? Maksudmu mengikutiku??”
Seketika kyuri tergelagap. Wajahnya memerah “a. . .aniyo. . .” dipelototinya shi yoon.
Donghae tertawa kecil “pantas saja aku merasa ada stalker yang mengikutiku. . . jadi stalker itu kau??”
Pletak. . .
“yaaak. . .” donghae berteriak sambil mengelus2 kepalanya “kenapa memukulku??”
“aku kan sudah bilang tidak!!” dengus kyuri kemudian melegang pergi.
Donghae berlari kecil sambil tertawa, ditahannya tangan gadis itu “baiklah baiklah itu bukan kau!!” katanya mengalah “ayolah jangan marah. . . kutraktir ice cream blueberry besok, bagaimana??”
Kyuri menelan ludah sambil menatap donghae pasrah, kenapa laki2 itu masih ingat bahwa kelemahan kyuri adalah ice cream blueberry??!
“jjinja??”
“ne, datanglah besok ke gedung SME jam 11, aku akan menunggumu!! Dan tidak perlu menyamar menjadi tukang antar steak daging karna aku akan bilang pada reseptionis kau akan datang!!”
Kyuri melotot seketika “bilang sekali lagi, kujamin kau tidak akan bertemu denganku lagi!!!”
Donghae tertawa “baiklah baiklah aku hanya bercanda!!”
Tiba2 terdengar seseorang menghela nafas keras. Kyuri dan donghae langsung menoleh dan mendapati shi yoon sedang berjongkok ditanah mencabuti rumput2 yang ada.
“yaak apa yang kau lakukan bodoh??!” tanya kyuri.
“aku sedang menunggumu selesai bicara dengannya karna aku mau tanya, kau mau pulang denganku tidak??”
Tiba2 ponsel donghae berbunyi, dengan cepat dijawabnya telphone itu “ya hyung?? . . . sekarang?? Baiklah, aku akan kesana sekarang!!” ia menutup telphonenya dan menatap kyuri sedih “aku harus pergi sekarang, lebih baik kau pulang bersamanya, jangan lupa besok, aku menunggumu!!”
Kyuri mengangguk sambil tersenyum “ne, araseo!! Pergilah!!”
“sampai jumpa besok. . .” donghae membelai kepala gadis itu lembut kemudian membenarkan letak kacamatanya dan melangkah pergi.
“hei, kau tidak apa2??” tanya shi yoon pelan yang sudah ada disebelah kyuri yang mematung. Gadis itu memegang dadanya dengan kedua tangannya.
“jantungku. . . yoon ah. . . apa jantungku masih ada??” tanyanya melantur sambil menatap donghae yang semaki jauh.
“yaak, paboraseo!!! Ayo kita makan, aku lapar!!!” shi yoon menarik tangan kyuri. Gadis itu mengikuti dengan gamang seakan2 separuh nyawanya melayang keluar dari tubuhnya.
****

“yaak hae ya, ada apa denganmu???” tanya eunhyuk cemas sambil menempelkan tangan kekening dan leher donghae.
“hyung, kenapa donghae hyung senyum2 sendiri dari tadi??” tanya ryowook cemas “mengerikan. . .”
“apa saat jalan2 tadi terjadi sesuatu??” tanya leeteuk bingung.
“hae ya, apa yang terjadi padamu???” tanya eunhyuk lagi.
“dia sudah kembali. . .” gumam donghae masih sambil tersenyum terus.
“siapa yang kembali??” tanya yesung.
Tiba2 saja donghae memeluk eunhyuk dan yesung secara bersamaan “dia sudah kembaliiii!!!!” teriaknya gembira.
Ryowook terlonjak kaget dan langsung memeluk leeteuk “hyung aku takuuuut. . . “ isaknya “donghae hyung aneh. . .”

Sementara dilain tempat. . .
“yaak kyu ah, berhentilah bersikap seperti orang gila!!!” kata shi yoon kesal.
Kyuri tidak menghiraukan kata2 shi yoon. Ia terus tersenyum sambil menopang wajahnya dengan kedua tangannya. “aku benar2 tidak percaya. . . .” gumanya kemudian ia mulai bernyanyi2 sendiri.
“aigoooooo…… sepertinya kau sudah mulai gila!!! Ayolah cepat makan makananmu!!!” teriak shi yoon frustasi.
Kyuri menoleh menatap shi yoon kemudian terkekeh dan bernyanyi lagi dengan nada lebih keras sambil mencubit pipi shi yoon.
“yaaak apa yang kau lakukaaaan??? Sakiiiit. . . .” jerit laki2 itu seketika.
Kyuri melepaskan cubitannya masih dengan bernyanyi. Tiba2 saja shi yoon meraih dagu kyuri dan menatapnya dalam, kemudian. . .
menjejalkan daun selada kedalam mulut kyuri membuat gadis itu melotot. [nah hayooo siapa yang mikir shi yoon mw nyium kyuri?? Wkakakak. . .]
“sudah kau makan itu saja!!” kata shi yoon kesal.
“kau in. . .hi, merushak keshenangan orang shaja. . .” kata kyuri kesal dengan mulut penuh.
****

Hari ini kyuri benar2 senang. Ia terus tersenyum sambil membantu shi yoon dengan semangat. Bahkan paman yoon yang melihatnya menjadi bingung.
“hei shi yoon, dia kenapa??” tanya paman yoon.
“sudahlah biarkan saja, gadis yang sedang jatuh cinta memang seperti itu!!” jawab shi yoon acuh sambil menata steak dipiring.
“mwo?? Jatuh cinta?? Kepadamu?? Kenapa dia mau??” tanya paman yoon kaget.
“aiiish. . . tentu saja bukan aku appa!!!”
“ah, kukira. . .” paman yoon mengangguk2 sambil memperhatikan kyuri yang melayani pelanggan dengan semangat. Bahkan terlalu semangat.

“yoon ah, aku pergi dulu!!!” teriak kyuri semangat.
“ne!!! hati2!!!” teriak shi yoon dari dapur.
Kyuri mengayuh sepeda shi yoon dengan semangat. Begitu sampai didepan gedung SME, ia menaruh sepedanya dan langsung masuk kedalam.
“permisi, aku ingin menemui lee donghae!!” katanya pada reseptionis.
“maaf, bisa kami tau nama anda nona??”
“han kyuri,”
“mohon tunggu sebentar!!”
Kyuri menepuk pipinya pelan sambil menunggu reseptionis itu “apa aku terlalu cepat ya?? Ini belum jam sebelas. . .”
“saat ini tuan lee donghae sedang ada dilantai dua ruangan C-5!”
“ah, kamsahamnida!!”
Kyuri langsung naik kelantai dua dan mencari dimana ruangan C-5 itu berada. Karna ia tidak tau, maka dia bertanya pada seseorang yang kebetulan ditemuinya. Akhirnya ia menemukan pintu ruangan C-5 itu. dengan semangat diraihnya handle pintu ruangan itu, tapi tubuhnya membeku seketika. Dari kaca pintu itu, ia melihat donghae sedang. . . memeluk seorang gadis??
Otak kyuri terasa berhenti. Dadanya tiba2 saja terasa sesak. Dipejamkannya matanya kuat2 berharap itu hanya mimpi atau halusinasinya. Tapi saat ia membuaka kembali matanya donghae tetap bersama gadis itu. bahkan saat ini donghae sedang mengacak2 rambut gadis itu dengan cemas. Tiba2 saja air mata kyuri jatuh. Dipaksanya kakinya untuk segera pergi dari tempat itu.
Ia berlari dan tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang membawa kamera. Tapi ia tidak perduli. Ia berlari keluar apartement, mengambil kembali sepedanya dan menjauh dari tempat itu. sakit. Benar2 sakit. . . beberapa waktu yang lalu ia masih bisa berharap. Tapi kini harapan itu lenyap musnah. Bagaimana mungkin ia berfikir bisa memiliki donghae yang berkilau saat ini?? Ia terlalu bodoh jika mengharapkan itu. ia bukan siapa2, dan ia tidak pantas untuk mendapatkan donghae. Gadis tadi, jauh lebih baik dari dirinya. Mereka sama2 berkilau dan sangat cocok.
Kenapa ia baru menyadarinya saat ini?? Bagaimana ia bisa mencari donghae lagi?? Donghae sudah berada ditempat yang seharusnya saat ini, dan ia harus kembali ketempat seharusnya ia berada. Dan itu bukan disisi donghae. Bukan. . .
Kyuri menghentikan sepedanya disebuah taman yang sepi. Ia duduk di sebuah bangku, memeluk lututnya dan terisak. Menangisi kebodohannya.

“jjinja??? Jadi kau sudah menemukan kyuri??” tanya jesica dengan semangat.
“ne,”
“bagaimana dia??”
Donghae tampak berfikir sebentar “dari penampilan dia tidak berubah. . . tapi dia semakin manis. . .”
“akhirnya oppa bertemu lagi dengannya, chukaeee. . .” ucap jesica gembira sambil memeluk donghae.
Donghae tertawa kecil “gomawo. . .”
“ah, aku jadi ingin bertemu dengannya. . .” kata jesica sambil melepaskan pelukannya “bolehkan oppa??”
“hmmm. . .” donghae tampak berfikir sejenak “tidak boleh!!”
“yaak, kenapa begitu???” protes jesica sambil menggembungkan pipinya.
Donghae tergelak sambil mengacak2 rambut gadis itu “tentu saja boleh!! Terima kasih sudah mendengarkanku selama ini. . .”
“tidak masalah oppa. . . ah, kau beruntung sekali bisa bertemu dengannya. . . kapan aku bisa menemukan seseorang yang setia menunggu sepertimu. . .” gumam jesica.
“kau pasti menemukannya nanti!!”
“benarkah. . . tapi saat ini aku ingin sendiri dulu. . . aku masih ingin bersenang2 menikmati kebebasanku. . .” jesica tertawa kecil.
“kau ini!!” donghae mengacak2 rambut gadis itu lagi dengan gemas “kau kosong hari ini?? Dia akan kemari sebentar lagi, tidak mau menemuinya dulu??”
Jesica menghela nafas “aku ingin tapi jam sebelas aku ada pemotretan dan sekarang . . . sudah jam sebelas lewat???” jesica memekik saat melihat jam diponselnya “oppa aku harus pergi, sampaikan salamku padanya, anyeong!!!”
“anyeong, hati2!!
Jesica mengambil tasnya dengan cepat dan keluar dari ruangan itu bergegas pergi. Tanpa ia sadari, ia melewati seseorang yang sedang membawa kamera.

Sudah sejam donghae menunggu kyuri. Tapi gadis itu tidak datang2 juga. Ia benar2 menyesal tidak meminta nomor ponsel gadis itu kemarin. Apa sebaiknya ia mencarinya kerestaurant itu saja?? sepertinya begitu. Baru saja ia akan beranjak dari duduknya ponselnya berbunyi.
“ya hyung?? . . .mwo?? sekarang?? Apa tidak bisa ditunda??. . .ne, ne, araseo! Aku kesana sekarang!!!”
Donghae menatap ponselnya sambil menghela nafas. Ia harus menghadiri sebuah reality show. Mungkin nanti ia bisa mampir kerestaurant itu.
***
“yoon ah, kyuri belum pulang?? Ini sudah jam sebelas malam!!”
“aku tau appa. . . ponselnya tidak aktif!!”
“tidakkah lebih baik kau cari dia?? Aku takut ada apa2!!”
“ne, aku akan mencarinya!!”
Shi yoon naik kekamarnya untuk mengambil jaket. Kemana gadis itu?? bukankah ia sedang kencan dengan donghae?? Kenapa sampai malam begini? Rasanya donghae bukan orang yang jahat, tapi. . . kemungkinan itu pasti ada. Tiba2 shi yoon merasa gelisah. Cepat2 ia menuruni tangga dan keluar rumah. tapi kemudian matanya menangkap sosok seorang gadis yang sedang duduk disebuah anak tangga disamping restaurant. Dan sepedanya ada tidak jauh didepan gadis itu.
“yaak, kenapa kau disini??? Aku baru saja akan mencarimu!! Appa mengkhawatirkanmu!!”
Shi yoon mengerutkan alisnya ketika gadis itu tidak bereaksi. Pasti ada sesuatu. Dihampirinya gadis itu dan duduk disebelahnya. Gadis itu sedang menatap kosong kedepan. Tadi pagi ia masih bisa tertawa2. Dan sekarang, kenapa wajahnya terlihat kosong??
“ada apa denganmu??” tanya shi yoon pelan “apa kau tidak bertemu dengannya?? Apa ada masalah?? Apa dia menyakitimu??”
“aku akan pulang keparis besok. . .”
Shi yoon tertegun menatap gadis itu “kyu ah, kenapa tiba2. . . apa ada sesuatu??”
“tidak ada. . . disini bukan tempatku. . . sudah seharusnya aku kembali. . .” jawab kyuri pelan sambil beranjak masuk kedalam rumah meninggalkan shi yoon yang masih bingung.
***
“kau yakin akan pulang sekarang??” tanya shi yoon saat mengantarkan gadis itu kebandara esoknya.
Kyuri hanya tersenyum lemah “aku pasti akan merindukanmu. . .”
“dan nanti aku pasti akan menemuimu disana. . . “ saut shi yoon.
Hening, mereka saling diam “kyu ah, ada apa sebenarnya, dari kemarin kau tidak bilang apapun. . .”
“sudahlah, kau menyetir saja yang benar!!”
Meskipun shi yoon sangat penasaran, tapi ia menahan untuk tidak bertanya. Ia tau, saat ini kyuri tidak ingin diganggu.

Donghae sudah rapi dengan penyamarannya sebagai laki2 biasa.
“hyung, gawat hyung!!!” ryowook berteriak2 panik sambil menghampiri donghae.
“gwenchana??”
“lihat ini!!” ryowook menunjukkan laptopnya kepada donghae, seketika donghae mengerutkan keningnya bingung.
“apa ini??”
“ada yang memotretmu saat kau bersamanya. . .”
Dilaptop itu ada banyak sekali foto2 donghae dengan jesica kemarin.
“donghae ya. . .” leeteuk datang bersama kangin sambil menatapnya cemas.
Donghae terdiam sesaat “kyuri. . .” gumamnya kemudian langsung berlari menuju mobil dan melesat menuju restourant itu.
“selamat datang. . .” sapa seorang pelayan begitu ia tiba kesana..
“apa kyuri ada??”
“dia sudah pergi tadi pagi!”
“kalau shi yoon ssi??”
“dia pergi bersama kyuri ah,”
“kemana??”
“bandara, kyuri akan pulang keparis hari ini!!”
Donghae tersentak kaget “MWO???”
Tanpa bertanya lagi ia segera melesat menuju bandara. Ada yang aneh. . . pasti ada yang terjadi hingga gadis itu tidak menemuinya kemarin, dan berita dirinya pagi ini dengan jesica semakin membuatnya yakin. Ia harus menemui gadis itu!! harus!!!
Ia berlari seperti orang kesetanan dibandara. Beberapa kali ia menabrak seseorang. Tapi ia tidak perduli. Tapi tiba2 saja langkahnya terhenti. Ia berbalik dan berlari menghampiri orang terakhir yang ditabraknya.
“shi yoon ssi!!!” panggilnya.
Shi yoon menoleh kebelakang dan agak terkejut saat melihat donghae.
“dimana kyuri??” tanyanya dengan nafas tersegal.
“dia sudah terbang lima menit yang lalu!!” jawab shi yoon.
Seketika tubuh donghae merasa lemas. Ia merasa kakinya lumpuh.
“yaak, ada apa denganmu?? Bangunlah!!” bentak shi yoon saat melihat donghae jatuh terduduk didepannya.
“aku belum bicara apapun kepadanya. . .” gumamnya lirih.
“kau berhutang penjelasan kepadaku lee donghae ssi!!!” kata shi yoon tajam.

“jadi seperti itu ceritanya. . . pasti kyuri salah paham. . .” gumam shi yoon pelan.
“aku mencintainya yoon ah. . . benar2 mencintainya. . . kenapa dia pergi. . .??” gumam donghae dengan nada melantur. Ia sudah mabuk.
“yaak, donghae ssi, kau minum terlalu banyak!!!” kata shi yoon sambil merebut botol yang dipegang donghae.
“biarkan aku minum. . . aku benar2 sedih. . . kemarin aku menunggunya tapi dia tidak datang. . . kenapa dia tidak datang. . .?? apa dia membenciku??”
“sebaiknya kuantar kau pulang!!” desah shi yoon saat melihat donghae yang mabuk berat.
****

“apa karna jesica, kau memutuskan untuk kembali keparis??” tanya shi yoon pada ponselnya.
“aniyo yoon ah. . . aku tidak pantas untuknya, ia terlalu berkilau. . .” jawab seorang gadis disebrang sana.
“tapi ia mencintaimu kyu ah,,”
“ani yoon ah. . . jesica lebih pantas untuknya, gadis itu sempurna. . . yoon ah, berjanjilah sesuatu padaku. . .”
“apa itu??”
“jangan beritaukan nomor ponselku, ataupun alamatku diparis kepadanya, araseo?? Kalau menolak mati kau!!!”
“tapi kyu. . .”
“ayolah, kumohon!! Aku tau apa yang terbaik. . .”
Shi yoon mendesah, “baiklah. . .”
“gomawo. . .baiklah, aku harus masuk kelas sekarang!! Anyeong!!”
“anyeong!!”
Shi yoon menutup ponselnya sambil menghela nafas. Kenapa gadis itu tidak percaya diri?! Tiba2 matanya tanpa sengaja menatap layar tv. Disana sedang ditayangkan konferensi pers untuk mengklarifikasi hubungan donghae dan jesica.
“kami sekali tidak ada hubungan apa2. . .” jelas donghae.
“aku dan oppa hanya berteman, dia sudah kuanggap kakakku sendiri. . .” tambah jesica.
“tapi dalam foto itu kalian terlihat sangat mesra. . .” sangkal salah satu wartawan.
“mungkin bagi kalian yang tidak mengerti hubungan kami menganggapnya mesra sebagai sepasang kekasih, tapi hubungan kami hanyalah sebagai kakak dan adik!!” jawab jesica.
“benar!! Lagi pula aku sudah memiliki seseorang yang kusukai. . . dan jesica ssi tau hal itu!!” saut donghae tiba2 membuat seluruh orang distudio langsung heboh.
“siapa dia donghae ssi??”
“apa dia seorang artis??”
“siapa namanya??”
Donghae menghela nafas sejenak menunggu suara2 itu sedikit reda. “dia adalah teman masa kecilku. . . saat ini ia berada dinegara yang jauh dari korea. . . tapi aku akan tetap menunggunya kembali. . . tidak perduli setahun lagi, sepuluh tahun lagi, atau bahkan seumur hidupku. . . karna aku mencintainya. . . benar2 mencintainya. . .”
“bisakah anda memberi tahu kami siapa gadis itu??”
“yang pasti bukan aku!!” jesica tertawa kecil.
“untuk sekarang aku tidak bisa bilang apa2 karna aku belum menyampaikan perasaanku ini padanya. . . aku hanya berharap semua orang mendukungku, termasuk fans2ku, maaf kalau aku mengecewakan kalian, tapi aku benar2 membutuhkannya seperti kalian membutuhkanku. . . suatu saat kalian akan tau siapa dia. . .”
Shi yoon menatap terdiam. Ia percaya donghae mencintai kyuri. tapi ia terlanjur berjanji untuk tidak memberikan informasi apapun tentang kyuri. . .
****

Sudah seminggu donghae terus menerus membujuk shi yoon untuk memberikan informasi mengenai gadis itu. tapi shi yoon tidak mau mengatakan hal apapun. Ia sudah tidak perduli lagi dengan berita2 mengenai dirinya. Bahkan produser-pun tidak marah karna dengan adanya berita itu penjualan album baru suju semakin meningkat.
Apapun rela dilakukan donghae. Mulai dari membantu untuk menjadi pelayan, menjadi tukang bersih2 bahkan menjadi tukang masak yang bisa dipastikan gagal!! Kemudian ia membantu dengan cara yang lebih elit, yaitu menarik pengunjung kerestaurant shi yoon . . . dan berhasil!! Restaurant shi yoon penuh dengan yeoja, itu pasti karna siapapun yang makan direstaurant itu bisa berfoto bersama donghae!! Selain itu pihak SM juga memanfaatkan itu untuk menjual kaset album baru mereka. Alhasil, restaurant itu penuh sesak setiap harinya.
“heh, kasian sekali dia, aku tidak menyangka ada seorang aktor terkenal yang mau membantu restaurant kita!!” bisik ayah shi yoon sambil menatap donghae yang sedang berfoto bersama yeoja2.
“aku sudah berjanji pada kyuri apa. . . kalau aku memberitaunya nyawaku terancam, kau mau kehilangan satu2nya anakmu yang tampan ini??”
“tapi masa kau tidak bisa membantunya??”
“akan kucoba!!”

Donghae sedang duduk ditangga belakang restaurant. Ia amat lelah. . . untuk para hyungnya mau membantunya melakukan foto2 gratis itu. kalau mereka melakukannya untuk meningkatkan penjualan album, maka ia melakukannya untuk mendapatkan informasi tentang kyuri.
“minumlah!!”
Ia menoleh dan mendapati shi yoon sedang mengulurkan sekaleng minuman dingin kepadanya. Donghae menerimanya dan langsung membukanya. Diteguknya minuman itu hingga separuh.
“kau benar2 ingin tau dimana kyuri??” tanya shi yoon sambil duduk disebelah donghae.
“kau mau memberitahuku???” tanyanya penuh harap.
“aku tidak bisa memberi tahumu karna aku sudah berjanji kepadanya. . .”
Wajah donghae menjadi sendu “kau tidak percaya kepadaku?? Aku tidak akan menyakitinya lagi. . .”
“aku percaya, karna itu aku akan membantumu!!”
“jjinja??”
“kalau aku tidak bisa memberitahukan keberadaan kyuri padamu, aku bisa membuat kyuri yang datang kemari, bagaimana??”
“bagaimana. . .??”
“kau akan tau nanti!!” shi yoon tersenyum evil.
****
Sudah seminggu lebih kyuri kembali keparis. Tapi sepertinya hatinya masih tertinggal disana. Ia belum bisa mengobati rasa sakitnya. setiap hari ia hanya merenung dan melamun. Ia menjadi pendiam.
Ditatapnya gantungan kunci yang diberikan donghae dulu, seekor anjing putih yang lucu “mianhae donghae ya. . . kau terlalu sempurna untukku. . .”
Tiba2 saja ponselnya itu bergetar. Nama shi yoon berkedip2 dilayar ponselnya.
“yeobseo??” jawabnya pelan.
“kyu ah, ini paman!!”
“oh, paman, ada apa??”
“shi yoon. . .shi yoon. . . dia kecelakaan kyu ah. . .huhuhu. . .. “
“mwo??? Kecelakaan?? Kenapa? Bagaimana?”
“dia tertabrak mobil saat mengantarkan pesanan dan kondisinya benar2 buruk. . . dokter bilang kita hanya bisa berdo’a pada tuhan. . . huhuhuhu. . ..” tangis paman semakin kencang.
Kyuri bingung harus bicara apa.
“tadi dia sadar kyu ah, dia ingin bertemu denganmu, dia bilang ada sesuatu yang ingin dia katakan. . . bisakah kau pulang kekorea sebentar saja??”
“ta. . .tapi paman. . .”
“kumohon kyuri, dokter bilang ia sudah tidak punya banyak waktu lagi, aku tidak ingin dia mati penasaran . .huaaaaa. . . .”
“ba, baiklah. . . paman tenanglah, aku akan pulang malam ini juga!!!”

Kyuri tiba dibandara seul malam hari. Ia memandang bandara itu dengan bingung. Kenapa ramai sekali?? Ia menarik kopernya pelan menuju pintu keluar. Tapi tiba2 langkahnya terhenti saat mendengar suara2 itu.
“donghae oppaaaa!!!!”
“donghae oppaaaa!!!”
Dan seketika jantung kyuri terasa berhenti saat melihat laki2 itu ada disana. . . berdiri sambil membawa sebuket bunga mawar dan tersenyum kearahnya. Bahkan kakinya tidak bisa digerakkan. Perlahan laki2 itu menghampirinya. Dan berdiri tepat dihadapannya. Ia menelan ludah sambil menatap laki2 itu.
“kyuri ah, aku ingin mengatakan padamu sesuatu, kumohon dengarkan aku. . .” laki2 itu terdiam sejenak “kalau kubilang aku dan jesica hanya berteman baik dan tidak ada hubungan apa2, apa kau percaya?? Kalau aku bilang padamu aku akan tetap menunggumu walaupun kau tidak pernah kembali apa kau percaya?? Kalau kubilang aku bersedia melakukan apapun untuk membuatmu percaya apa kau akan percaya?? Dan kalau aku bilang kepadamu ‘saranghae. . .’ apa kau akan percaya??”
Air mata kyuri jatuh begitu saja. saat ini, saat ia menatap mata laki2 itu, ia tau donghae tidak berbohong kepadanya, karna mata itu tidak berubah sejak bertahun2 yang lalu. . . “aku percaya. . .” jawab kyuri pelan tapi pasti.
Seketika ia melihat kelegaan diwajah laki2 itu “kyu ah, bisakah kau mengesampingkan kejadian kemarin dan menganggap bahwa ini adalah pertemuan pertama kita setelah tiga belas tahun yang lalu, karna aku ingin berdiri disini saat kau kembali, menatap dan tersenyum padamu. . .”
“aku bisa. . .” jawab kyuri pelan.
Laki2 itu tersenyum lembut “selamat datang kembali han kyuri, saranghae. . .”
“nado saranghae. . .” jawab kyuri dan langsung memeluk donghae sambil terisak.
Donghae mempererat pelukannya “terima kasih sudah kembali. . .” bisiknya pelan.
“terima kasih sudah menungguku. . . “ balas kyuri.
Saat ini, detik ini, mereka sudah tidak perduli apa2 lagi. Tidak perduli dengan fans2 yang berteriak2 dibelakang mereka, tidak perduli dengan wartawan2 yang memotret mereka.
Samar2 lagu no other suju terdengar, dan semakin lama semakin jelas. Disana dibelakang mereka berdiri para member suju sambil menyanyikan lagu itu untuk mereka.
Kyuri melepaskan pelukannya dan terkesima “donghae ya. . .”
“untukmu. . .” donghae tersenyum sambil menyerahkan sebuket bunga mawar pada kyuri.
“gomawo. . .” bisik kyuri.
“berjanjilah kau tidak akan pergi lagi!!” pinta donghae. . .
“aku berjanji. . .” tiba2 kyuri tersentak “shi yoon ah??? Kenapa kau disini???” pekiknya pada laki2 yang ternyata ikut bergabung digerombolan member suju itu.
“kau pikir aku ada dimana?? mana mungkin aku melewatkan moment bagus seperti ini??”
“ta. . .tapi paman bilang . . .”
Shi yoon tertawa jahil “kau tidak sadar tangisan appa aneh??”
“yaak jadi ini semua idemu???”
“hei, berterima kasihlah padaku!! Bahkan aku sudah mengabadikan moment indah kalian!!” shi yoon menunjukkan handycam yang dipegangnya. “dan aku tidak melanggar janjiku karna aku memang tidak memberitahukan apa2 tentangmu kepadanya!!”
“kau. . . gomawo. . .” ucap kyuri pelan.
“YAAK KALIAN SEDANG APA DISINI????”
Semua orang langsung menatap kaget pada teriakan itu. seorang laki2 bernama lee soo man menatap garang bersama anak buahnya. “hari ini kalian ada jadwal!!! Cepat bersiap2!!!” bentaknya berang.
“araseo hyungnim!!!!” teriak semua member suju dan langsung ngacir.
“nanti kutemui kau lagi, dan ingat, jangan pergi lagi, ara??” tatap donghae tajam.
Kyuri mengangguk pelan.
“sampai jumpa!!” dikecupnya pipi gadis itu dan langsung berlari menyusul member yang lain begitu melihat aura hitam keluar dari tubuh lee soo man.
“yoon ah, apakah aku bermimpi. . .???” gumam kyuri.
Pletak!!
“yak kenapa memukulku???” bentaknya kesal.
“itu artinya kau tidak bermimpi!!! Ayo!!”
“kemana??”
“tentu saja melihat konser mereka!! Donghae memberiku dua tiket gratis tadi!! Kau mau tidak, kalau tidak tiket ini mau kujual, pasti mahal!!” kata shi yoon santai sambil melangkah kearah kerumunan yeoja tadi.
“yaak yoon shi yoon ssi, selangkah lagi mati kau!!!”
“aku punya sembilan nyawa, kau mau apa??!”
Tanpa pikir panjang kyuri melemparkan buket bunga yang dipegangnya dan duaaak. . . tepat mengenai sasaran!!
“yaak beraninya kau.__”
“ayolah, kita bisa terlambat!!!” teriak kyuri sambil menyeret laki2 itu pergi dari bandara. “eh, tunggu!! Bawakan koperku!!!”
“kenapa harus aku???”
“kau yang memaksaku pulang!!!”
“dasar waria!!!”
“babo namja!!!”
“papan triplek!!”
“muka trigu!!”
Me : WOI WOI WOI STOP OIIII!!!!! Berantem terus kapan kelarnya??? Payah deh ah, donghaenya uda pergi juga, dasar bego dua2nya!!
Shi yoon + kyuri : lu yang bego, kan lu yang bikin!!!
Herry : kayaknya ide dari gw endingnya gak gaje gini?!
Me : Eh, iya ding,,
*garuk2 kepala*
Ok lah, sekian ff dari saya, terima kasih sudah membaca ff dengan ending gaje ini!! Gomawo, xie xie, arigato, merci, thank you, terima kasih, matur nuwun_
All : STOP OI!!!
Me: iye, iye!!! Anyeong, sayonara!!!

FIN

Advertisements