“kau ada waktu?” tanya kyuhyun.
“kenapa?”
“ada yg harus kita bicarakan!”
“soal?”
Kyuhyun menatap tajam hyo ra sejenak. Kemarahannya sudah mencapai ubun2. Kalau saja tidak demi rencana, sudah pasti ia tidak akan sudi menemui gadis ini. “tentu saja soal proyek kita! Memangnya apa lagi?!” dijaganya suaranya agar tetap tenang, ia harus bisa menahan emosi agar tidak terpancing.
Hyo ra tidak langsung menjawab. Bagaimanapun ia tidak tau apa rencana kyuhyun.
“bagaimana?” tanya kyuhyun tidak sabar.
“baiklah, dimana?”
“taman depan ruang rektor saja!”
“ne!”

Saat ini mereka sedang duduk diatas rumput dibawah sebuah pohon. Kyuhyun membuka laptopnya.
“yaak cho kyuhyun, sekarang kalian pacaran?? Aku tidak menyang_”
“ANIYEO!!” bentak mereka bersamaan kepada orang yg kebetulan lewat itu.
Tapi kemudian mereka menyadari bahwa reaksi mereka berlebihan.
“kami sedang sibuk! Jangan ganggu kami!” kata kyuhyun gusar.
“katanya benci tapi ternyata. . .” orang itu menggantung kalimatnya sambil melegang pergi membuat kedua orang yg sudah emosi itu melotot kesal.
Kyuhyun menghidupkan laptopnya dan wajah sang bunda yg menciumnya menghiasi layar sebagai wallpaper.
“siapa dia?” tanya hyo ra tanpa sadar.
“eommaku!” jawab kyuhyun singkat.
“aku tidak pernah melihatnya. . .”
“meninggal karna kecelakaan saat aku masih bayi!”
Sejenak hyo ra tertegun. Kemudian wajahnya berubah menjadi muram. Ternyata kyuhyun sama dgnnya “eommaku juga sudah pergi. . .” gumam hyo ra dgn nada melamun. Dipeluknya kedua lututnya sambil menopangkan dagu diatasnya menatap lurus kedepan.
Kyuhyun menghentikan kegiatannya kemudian menoleh kearah hyo ra yg berwajah sendu.
“kenapa?” tanyanya.
“meninggal saat melahirkanku. . . Aku bahkan belum sempat disentuhnya. . .”
Kyuhyun terdiam menatapnya. Ternyata ia memiliki nasib yg sama dgnnya. Sama2 ditinggal orang yg mereka sayangi. Tapi kemudian kyuhyun menggeleng pelan ‘cih, dia pikir aku akan tertipu wajah sedihnya itu?! Tidak akan!’
“mereka sudah bahagia diatas sana, bukankah begitu?” kyuhyun memamerkan senyum termanisnya.
Hyo ra menoleh “ya, kau benar. . .” jawabnya pelan. ‘cih jangan dikira aku tidak tau rayuan busukmu itu! Dasar playboy laut! (?)’
“sebaiknya kau periksa ini!” kata kyuhyun sambil memperlihatkan layar laptopnya.
***

“bagaimana?” tanya yoon hye saat mereka bertemu untuk makan siang.
Hyo ra tersenyum evil “tenang saja, semuanya lancar!”

“benarkah?” tanya donghae.
“ya!” kyuhyun mengangguk “sepertinya dia sudah mulai percaya padaku!”
“kalau begitu, kau harus memberinya perhatian lebih lagi!” saut enhyuk.

“memang harus begitu ya?” tanya hyo ra keberatan.
“tentu saja! Semakin cepat semakin lebih baik!” jawab rae ki.

“baiklah. . . Akan kuusahakan! Tapi aku benar2 sulit menahan emosi!”
“kau harus sabar kyuhyun ah, untuk menang itu butuh waktu!” kata donghae.
“ya, betul! Kalau perlu kau minta saja dia agar jadi kekasihmu!” tambah eunhyuk.

“mwoya???” hyo ra menatap kaget “apa harus seperti itu?? Andwae!”
“kau mau menang tidak?” yoon hye mendecakkan lidah.
“itu akan mempermudahmu!” saut rae ki.

Kyuhyun menggaruk2 kepalanya yg tidak gatal “akan kucoba!”
“tapi kyuhyun ah, semua yg kau lakukan ini ada resikonya!” gumam eunhyuk pelan.

“apa itu?” tanya hyo ra.
“mungkin nanti kalian bisa saja jatuh cinta” jawab yoon hye sambil meringis.

“mwo??? Tidak akan!!!” tandas kyuhyun dan hyo ra bersamaan tapi dilain tempat.
****

“ini revisi yg kau minta kemarin!” hyo ra menyerahkan beberapa lembar kertas pada kyuhyun.
“baiklah, akan kucocokan nanti!” jawab kyuhyun sambil menerima kertas2 itu.
Bruuk. . .
Seseorang tidak sengaja menyenggol bahu hyo ra membuat buku2 dan artikel2 yg dibawanya jatuh berantakan. Dgn terpaksa ia harus berjongkok untuk merapikan kertas2 yg berceceran itu.
Kyuhyun yg melihat itu tiba2 ingat kata2 temannya untuk memberikan perhatian lebih. Karna itu ia cepat2 pergi membuat hyo ra ternganga “dasar tidak punya hati!” desisnya.
Tapi kemudian kyuhyun kembali lagi sambil menyeret namja yg tidak sengaja menabrak hyo ra tadi.
“berhentilah merapikannya, biar dia yg melakukannya!”
Hyo ra tersentak kemudian menatap bingung. Tiba2 kyuhyun menarik tangannya untuk berdiri.
“hei kau, cepat bereskan!” perintahnya pada namja itu.
“ba. . .baik. . .” jawab namja itu agak ketakutan, rupanya ia sudah diancam sedikit oleh kyuhyun tadi. Selain pintar, kyuhyun juga jago berkelahi, karna itu jarang ada yg mau membuat masalah dgnnya.
“ini sudah selesai!” kata namja itu sambil memberikan tumpukan buku dan artikel.
Kyuhyun mengambilnya “sekarang minta maaf pada nona ini!” perintah kyuhyun.
“mianhamnida, aku tadi tidak sengaja!” ucap namja itu.
“gwenchana,” jawab hyo ra sambil tersenyum.
“sekarang kau boleh pergi!” kata kyuhyun.
Untuk sesaat mereka hanya diam “apa yg kau lakukan padanya?” tanya hyo ra.
Kyuhyun menoleh kemudian tertawa kecil “hanya mengingatkannyasedikit!”
Hyo ra mengerutkan dahinya tidak percaya “ini tidak biasanya. . . Kau sendiri tidak pernah minta maaf saat menabrakku!” kata hyo ra telak.
Kyuhyun langsung tergelagap “i. . .itu. . .itu karna kau langsung marah2 dulu!” jawab kyuhyun.
Hyo ra tersenyum tipis ‘sepertinya kau mulai menyukaiku cho kyuhyun!’
“baiklah, aku pergi dulu!” kata hyo ra kemudian melangkah pergi.
“hei!!” panggil kyuhyun tiba2.
Hyo ra berhenti melangkah kemudian berbalik lagi “ye?” tanyanya.
“berhati2lah. . .” kata kyuhyun pelan.
“kam. . .kamsahamnida. . .” ucap hyo ra kemudian berbalik dan meneruskan langkahnya.
‘berhati2lah karna aku akan mendapatkanmu lee hyo ra!’ kyuhyun tersenyum setan.