Tags

, , , , ,

Braaak. . .
Pintu terbuka dan hyo ra masuk kedalamnya. “ini minumnya. . .” diserahkannya botol air mineral itu pada kyuhyun.
Kyuhyun menerimanya dan langsung menegak isinya.
“hyo ra ssi, bisa kita bicara sebentar??” tanya hyuki pelan.
“oh? Ne,”
“ayo kita bicara diluar!!”
Hyuki mengajak hyo ra keluar. Meskipun bingung, gadis itu diam saja.
“hmm. . . ini tentang kyuhyun. . .”
“ada apa dengannya??” tanya hyo ra cemas “apa lukanya semakin parah??”
Hyuki menggeleng pelan “bukan. . . “
“lalu??”
“begini, bukankah selama ini kalian menyembunyikan hubungan kalian pada orang tua kalian?! Karna itu kyuhyun tidak berani pulang kerumahnya, ia takut akan membuat appanya marah dan menyalahkanmu. . .”
Hyo ra masih menatap hyuki bingung. Menunggu laki2 itu melanjutkan bicaranya.
“karna itu, untuk sementara ia akan tinggal diapartementku dengan alasan kampus ada project!! Kau tau bukan kalau aku seorang laki2?? [jelas lah, masa banci, iiiih. . .*mites hidung enyuk*] dan aku tidak akan bisa merawat kyuhyun dengan baik, jadi maukah kau tinggal sementara bersamanya untuk merawatnya hingga ia sembuh??”
“mwoya??? Tinggal bersamanya???” pekik hyo ra.
“bagaimanapun juga ini semua dilakukannya untuk menyelamatkanmu bukan??!”
Hyo ra terdiam mendengar kata2 itu. ya, ini semua memang karna dirinya. Tapi tinggal bersamanya. . . dalam satu atap. . . omo tuhan, musibah apa yang sedang menimpanya saat ini???
“apa yang harus kukatakan kepada appaku??” tanya hyo ra.
“sama dengan alasan kyuhyun, bilang saja kampus ada project dan kau menginap disalah satu apartement temanmu!! Ini hanya sementara hyo ra ssi, paling lama dua minggu!!”
“dua minggu??” hyo ra melotot menatap namja didepannya itu. apa dia bercanda??
“jangan khawatir, dengan tangannya yang luka seperti itu ia tidak akan bisa macam2 padamu!! bagaimanapun dia sudah menyelamatkanmu!!”
Hyo ra mendesah pelan, kata2 itu mematikan semuanya.
****

“mwoya?? Tinggal bersamanya???” pekik kedua temannya bersamaan.
Hyo ra menganggukkan kepalanya dengan lemas.
“dan kau bersedia???” tanya rae ki.
“aku tidak punya pilihan lain. . .” hyo ra membenamkan wajahnya kekedua lengannya diatas meja.
“kau yakin??” tanya yoon hye ragu.
“ini semua gara2 aku, jadi aku yang harus merawatnya, kedua temannya itu laki2 dan tidak akan bisa merawat kyuhyun dengan baik. . .” kata hyo ra hampir menangis.
“ba. . .bagaimana jika terjadi sesuatu nanti??” tanya rae ki.
Hyo ra mengangkat wajahnya “tidak akan ada sesuatu!!! Dia tidak akan bisa macam2 dengan tangannya yang tidak berguna seperti itu!!”
“benar juga. . .” gumam yoon hye.
“jadi. . . aku sudah bilang pada appa kalau kampus ada project dan akan menginap di apartementmu rae ki ya, jadi kalau appa bertanya bilang saja aku sedang bersamamu. . .”
“kenapa harus aku??” protes rae ki.
“karna hanya kau yang tinggal diapartement!! Tidak mungkin aku bilang akan tinggal dirumah yoon ah, lagipula apartementmu kan didekat sini!!” jawab hyo ra kesal.
“baiklah. . . aku hanya bisa bilang, jaga dirimu baik2 hyo ra!!” saut rae ki kalem.
“apa maksudmu??” tanya hyo ra sebal.
“kau akan tinggal bersama setan, jadi kami hanya bisa mendo’akan keselamatanmu!!” jawab yoon hye sambil menahan tawa.
“akan kusuruh shiwon oppa untuk mendo’akanmu juga kalau ia pergi ke gereja!!” tambah rae ki sambil terkikik.
“aigoooooo…..eomma. . . . selamatkanlah putrimu satu2nya ini!!!!” jerit hyo ra sambil membenamkan wajahnya dikedua lengannya lagi.
****

Dan hari tinggal bersamapun dimulai!!!
Masalah yang terjadi selanjutnya adalah, apartement hyuki adalah apartement minimalis yang hanya punya satu kamar tidur gabung dengan kamar mandi dan ruang tamu, juga satu tempat dapur!! Dan karna kyuhyun sedang sakit, dengan terpaksa hyo ra tidur disofa!!
“hyo ra ssi, kami titipkan kyuhyun kepadamu!! Rawatlah ia dengan baik!!” kata donghae.
Hyo ra hanya tersenyum masam “araseo!!” jawabnya singkat.
“kyu kami pergi dulu!! Semoga kau cepat sembuh!!” kata hyuki pada kyuhyun yang duduk ditempat tidur.
“jangan lupa untuk datang kemari!!” saut kyuhyun.
“tenang saja!! baiklah kami pergi sekarang!! Anyeong!!”
Hyo ra mengantarkan sang pemilik apartement dan temannya itu hingga keluar pintu. Kemudian ia kembali lagi untuk membereskan beberapa baju kyuhyun dan bajunya sendiri.
“huaaah siaaal. . . aku tidak bisa bermain psp!!!” runtuk kyuhyun.
“sepertinya itu lumayan bagus, otakmu bisa istirahat sejenak tanpa psp itu!!” saut hyo ra.
“bagus apa? otakku akan kacau kalau tidak main psp!!” dengus kyuhyun “psp itu sama saja dengan belahan jiwaku. . . kau tidak tau betapa hancurnya hatiku saat kau merusakkan pspku??”
“berlebihan!!” dengus hyo ra.
“hei, kau merusakkannya lebih dari enam puluh dua kali tau!!”
“kau menghitungnya??”
“tentu saja!! aku sangat mencintainya!!”
“jadi kau mencintai psp??” tanya hyo ra dengan salah satu alis terangkat.
Kyuhyun memandangnya sejenak “ya. . . tapi aku lebih mencintaimu!!” jawabnya sambil meringis.
Deg. . . entah kenapa jantung hyo ra terasa berhenti berdetak. “ti. . .tidurlah. . . ini sudah malam!! Aku mau mandi dulu!!” katanya cepat.
“tentu saja, apa lagi yang bisa kulakukan dengan tangan sialan ini?!”
Hyo ra tidak melihat kyuhyun lagi, cepat2 ia masuk kedalam kamar mandi.

Saat ia keluar dari kamar mandi, dilihatnya kyuhyun sudah tertidur pulas. Dihampirinya laki2 itu. ia berjongkok didepan wajahnya. Kalau saat tidur, kyuhyun terlihat seperti anak2. . . apa yang dipikirkannya?? Hyo ra menggeleng pelan kemudian menyelimuti tubuh kyuhyun dan berjalan menuju balkon.
Angin bertiup lembut membelai wajahnya. Ia mendekap dirinya sendiri. Mencoba merenungi apa yang telah terjadi. Pantaskah ia berbuat seperti ini?? Menipu kyuhyun demi kemenangan egonya?? Bagaimana kalau nanti laki2 itu benar2 terluka?? Apa yang dirasakannya?? Bangga kah? Tidak. . . ia menggeleng pelan. saat ini, hatinya mulai berbisik, rasa ragu, menyelip perlahan kedalam fikirannya, apa yang dilakukannya ini benar??
****

Kyuhyun menggeliat kemudian membuka mata perlahan. Silau. . . ia mendengar gadis itu membuka tirai jendela.
“kau sudah bangun??” tanyanya pelan.
Kyuhyun tidak menjawab. Ia mengucek2 matanya sambil bangun dari tidurnya.
“minumlah. . .” kata hyo ra sambil memberikannya segelas air. Dibantunya kyuhyun minum.
“aku sudah masak tadi, kau mau makan??” tanya hyo ra lagi.
“ya, boleh juga. . .” kyuhyun turun dari tempat tidur dan mengikuti hyo ra kedapur [bangun tidur langsung makan, mantab bener dah . . .]
“apa ini??” tanya kyuhyun begitu melihat meja makan.
“kenapa??” tanya hyo ra bingung.
“aku tidak suka sayur!!”
“mwo?? Sayur itu bagus untukmu!! Zat besinya bagus untuk pertumbuhan tulangmu!!”
“sekali tidak suka ya tidak suka!! Aku tidak mau makan!!”
“yaak. . .” hampir saja hyo ra kelepasan bicara kalau tidak diingatnya tentang rencana itu “lalu apa yang kau mau??” tanyanya bersabar.
“buatkan aku jjajangmyeon!!”
Hyo ra menghela nafasnya “baiklah. . . tunggu sebentar!” jawabnya mengalah.
Dua puluh menit kemudian kyuhyun sudah menikmati jjangmyeonnya. Karna yang terluka itu tangan kanannya, jadi hyo ra terpaksa harus menyuapinya.
“sudah selesai, tunggu disini, perbanmu harus diganti!!” kata hyo ra kemudian menaruh piring2 dibak cuci. Diambilnya perban dan obat kyuhyun.
“apa benar2 sakit??” tanya hyo ra sambil melepaskan perban itu pelan2.
“tentu saja. ..” jawab kyuhyun manja.
Hyo ra mengusap lengan kyuhyun dengan air hangat. Kemudian dikeringakannya dengan handuk. Setelah itu dipasangnya perban yang baru.
Kyuhyun hanya memandangi gadis itu. ia tidak percaya, sekarang ini gadis ini menjadi kekasihnya walaupun hanya dalam permainannya. Tetapi saat melihat wajahnya yang serius seperti sekarang ini. . . entah kenapa kyuhyun tidak merasa muak melihatnya seperti dulu.
“sudah selesai. . . “ kata hyo ra tiba2 “sekarang istirahatlah. . . aku mau bersiap2 kekampus dulu!!”
“hyo ra ya!!” panggilnya saat hyo ra sudah berbalik. Gadis itu menoleh lagi kearah kyuhyun “bisakah kau membantuku??”
“apa??”
“badanku sangat lengket, bisakah kau membantu mengusapnya dengan air??”
Hyo ra terkejut beberapa saat, tapi kemudian wajahnya tersasa panas “ba. . .badanmu??” tanyanya gugup.
“waeyo??” goda kyuhyun, sifat jahilnya keluar [bayangin aja ada tanduk dikepalanya] “ayolah jjagiya. . . hanya yang atas saja. . . atau kau mau semuanya??”
“cukup hentikan!!!” potong hyo ra. Wajahnya benar2 merah saat ini. “kuambilkan air dulu!!” katanya cepat kemudian cepat2 pergi.
Tidak lama kemudian, hyo ra kembali dengan sebaskom air dan selembar handuk kecil. Diletakkannya benda itu dimeja samping kyuhyun. Untuk sesaat ia hanya termangu, tidak tau apa yang harus dilakukannya.
“apa yang kau tunggu??” tanya kyuhyun. Ia benar2 puas melihat wajah hyo ra saat ini. Gadis itu terlihat begitu gugup.
Dengan ragu2 hyo ra memegang kaos kyu hyun dan melepasnya perlahan. Demi tuhan ia tidak pernah melihat orang laki2 setengah telanjang, dan sekarang ia harus melihat kyuhyun seperti itu, omoooo. . .
Badan kyuhyun tidak terlalu kurus, tapi juga tidak terlalu gemuk. Dan ada beberapa bercak merah jerawat dibahu belakang dan punggungnya. Diambilnya handuk basah itu, dan dengan tangan gemetar, diusapkannya perlahan ketubuh kyuhyun. Entah seperti apa wajah hyo ra saat ini, ia benar2 berharap untuk pingsan saja!!
Kyuhyun memejamkan matanya saat gadis itu mengusapkan handuk ketubuhnya dengan lembut. Jantungnya terasa menghentak begitu kuat. Begitu kuatnya hingga ia takut jantung itu akan berhenti. Hyo ra mengusap pelan lehernya, bahunya, lengan, dada, perut dan punggungnya. Ia merasakan tangan gadis itu gemetar.
“su. . .sudah selesai. . .” kata hyo ra pelan. cepat2 ia mengambil handuk yang kering dan mengeringkan tubuh kyuhyun kemudian dibantunya laki2 itu memakai baju gantinya.
“berikan ponselmu!!” kata kyuhyun tiba2.
“ye?” tanya hyo ra kaget.
“cepat berikan ponselmu!!”
Walaupun bingung diberikannya ponsel itu kekyuhyun. Ternyata laki2 itu menelphone ponselnya sendiri. Kemudian dikembalikannya lagi ponsel itu kepada hyo ra “itu nomerku, simpanlah. . .”
“ne. . .” jawab hyo ra pendek “aku harus berangkat sekarang, nanti aku kembali lagi!!” kata hyo ra sambil mengambil tasnya kemudian berjalan keluar.
“hyo ra ya. . .” panggil kyuhyun saat gadis itu akan membuka pintu.
“ya??”
“berhati-hatilah jjagi. . .” ucap kyuhyun tulus. Benar2 tulus.
Hyo ra tersenyum “gomawo yeobo. . .” jawabnya kemudian berangkat kuliah.

Kyuhyun mendesah pelan. baru setengah jam hyo ra pergi tapi ia sudah sangat bosan. Tv dihadapannya itu menyala, namun fikirannya tidak terfokus kepada benda itu. tatapannya menerawang. Fikirannya bercampur2 saat ini. . . dan hatinya mulai ragu. Ia mulai meragukan tindakannya itu. gadis itu. . . entah kenapa ia tidak ingin membayangkan gadis itu terluka nantinya. Sebenarnya untuk apa ia memainkan permainan ini?? Untuk mengalahkannya?? Dari apa?? apa yang ingin dikalahkannya dari gadis itu??
Bagaimana kalau nanti gadis itu tau bahwa kyuhyun hanya mempermainkannya?? Ia menggeleng pelan, ia tidak ingin membayangkan hal itu lebih lanjut. Apakah semuanya sudah terlambat?? Masih bisakah hubungan yang kacau ini diperbaiki?? Tapi bagaimana dengan keluarganya??