Sendiri. . .
Kata2 yg selalu kubenci. Namun ironisnya kata itulah yg selalu menemani hidupku selama ini. Pada dasarnya aku berbeda, entahlah apa perbedaan itu aku juga tidak tau. Aku tidak pernah cocok disuatu kalangan ataupun disekelompok orang2. Apakah aku aneh? Kurasa ya, aku aneh. . . Aku tidak pernah membenci keanehanku tapi aku juga tidak berharap menjadi diriku yg seperti ini.
Mungkin selama ini yg terlihat padaku adalah tawa kebahagiaan, tapi yakinlah, disetiap tawa yg menghiasi hariku, ada air mata sebagai pembayarannya. Kenapa? Jika seperti itu adanya lebih baik aku tidak tertawa saja.
Aku benci membuat orang lain kecewa. Aku benci saat aku membuat kesalahan yg tidak bisa kuperbaiki. Kenapa otak bodoh ini tidak bisa berfikir? Kenapa?
Dan disaat aku merasa terjatuh dan terpuruk, tidak ada yg pernah menyanggaku untuk mengatakan ‘semuanya akan baik2 saja, jangan cemas!’
Tidak, tidak pernah ada yg mengatakan padaku seperti itu karna pada kenyataannya adalah aku hanya sendiri! Sendiri!
Jadi kepada siapa lagi aku berkeluh kesah selain kepadamu? Sedangkan aku tidak ingin melihat keluargaku sedih karnaku, seperti yg kubilang, aku benci membuat orang lain kecewa. Namun aku tidak tau apa yg harus kulakukan??
Beberapa orang berharap bisa menjadi diriku, tapi aku tidak pernah sekalipun berharap menjadi diriku saat ini. Aku menyesalinya? Tidak, hanya saja berharap.
Aku tidak ingin melakukan kesalahan, sungguh, tapi aku juga tidak tau kenapa hal itu terjadi. Apa semua itu karna otakku yg bodoh ini? Mungkin.
Kalau kau fikir aku pintar, kau salah. Aku hanyalah orang bodoh yg terkadang beruntung.
Aku bingung, benar2 bingung bagaimana cara menghadapi diriku sendiri. Mengapa yg lain bisa sedangkan aku tidak?? Atau mungkin aku tidak melihat secara detail bagaimana proses agar menjadi bisa itu? Entahlah. . .
Aku lelah, benar2 lelah menjalani semua ini. Aku tidak punya mimpi, sedangkan orang hidup pasti punya impian. Apakah itu normal?? Ah, entahlah, otakku terlalu kacau untuk berfikir. Yang bisa kulakukan hanyalah meminta kepadaNya untuk kedamaian hidup, untuk menghentikan setiap butir air mata yg akan keluar. Berharap. . . Berharap semuanya akan baik2 saja. . .