Tags

, , , , ,

“yaak hyo ra, akhirnya kau pulang!!” seru appa hyo ra begitu dilihatnya gadis itu diambang pintu, “mau tidak mau kau harus bertunangan dgn lee sungmin titik!”
“terserah appa. . .” jawab hyo ra lemah sambil melangkah menuju tangga.
“m. .mwo??” kening appa hyo ra langsung mengerut.
Hyo ra berhenti saat kakinya menginjak anak tangga pertama “appa, siapa orang yg memberitahumu tentang hubunganku dgnnya?”
“i. .itu teman bisnis appa yg juga jadi dosen dikampusmu yg bilang. . .”
“sampaikan terima kasihku kepadanya. . .” kata hyo ra pelan kemudian melangkah menaiki tangga.
“m. . .mwoya?” kening appa hyo ra semakin mengerut. Dilihatnya putri semata wayangnya yg semakin menjauh itu “kenapa dia jadi aneh?! Apa terjadi sesuatu?!”
***

Kyuhyun tengah duduk dilantai bersandarkan tempat tidur. Tubuhnya masih basah kuyup tapi ia tidak perduli. Pikirannya terasa kosong. Sosok gadis itu terlihat dalam bayangannya. Saat ia memasak didapur, saat ia merawat luka kyuhyun, saat ia menyuapinya, saat ia mengerjakan tugas, saat kyuhyun memeluknya, menciumnya. . .
Tanpa ia sadari, air matanya jatuh. Begitu banyak kenangan yg ada dan semua itu hanya kepalsuan??
“jika rasanya sesakit ini. . . Lebih baik aku tidak pernah tau kenyataannya. . .” ucapnya lirih. . .
Entah berapa lama ia duduk seperti itu. Sejam? Dua jam? Atau bahkan semalaman? Otaknya sudah berhenti berfungsi kini.

“yaak cho kyuhyun ada apa dgnmu???” pekik hyuki panik saat melihat temannya yg seperti mayat hidup itu.
“aku mencintainya. . .” gumam kyuhyun pelan.
“aku tau itu! Ada apa sebenarnya?” tanya hyuki.
“aku benar2 mencintainya. . .”
“yaak cho kyuhyun, jangan membuatku takut!” teriak hyuki. Kemudian disentuhnya kening laki2 itu.
“kau sakit? Badanmu panas!”
“aku benar2 mencintainya, kenapa ia tidak bisa melihatnya??”
“cukup! Kau sangat mengerikan!” kemudian hyuki mengeluarkan ponselnya dan menelphone dokter.
***

Hyo ra sedang menatap kolam ikan didepannya sambil melamun. Matanya bengkak. Karna ia sedang sakit, ia tidak masuk kuliah hari ini. Yg bisa ia lakukan hanya melamun. Terkadang air matanya keluar saat mengingat namja itu. Rindu, ia sangat merindukannya. Merindukan sikap manjanya, merindukan saat ia marah. . . Apakah ia sudah kalah sekarang? Ya, ia memang sudah kalah karna pada kenyataannya, ia mencintai namja itu. Benar2 bodoh!
“hyo ra ssi!!”
Hyo ra menoleh sekilas pada seseorang yg sudah menyapanya itu. Lee sungmin.
“ada apa?” tanya hyo ra pelan.
“mianhamnida. . .” ucap sungmin sambil duduk disebelah hyo ra.
Hyo ra tersenyum lemah “bukan salahmu. . . Tapi sedang apa kau disini? Tidak bekerja?”
“appamu menyuruhku kemari,”
“Kau pasti orang yg hebat hingga appa sangat menyukaimu. . .”
Sungmin tersenyum sipul “aku tidak sehebat itu. . .”
“sungmin ssi, kenapa kau mau bertunangan dgnku?” tanya hyo ra pelan.
Sungmin terdiam sejenak kemudian tersenyum pahit “sama sepertimu, aku tidak bisa menolak keluargaku. . .”
“apa kita ini menyedihkan?”
“kurasa begitu. . .”
“kalau begitu kita pasangan yg cocok bukan?”
“menurutmu?!”
***

“bagaimana keadaannya?” tanya donghae saat dikampus.
“aku sudah memanggilkan dokter, dan terpaksa kuhubungi yoona nonna untuk merawatnya, aku tidak mungkin meninggalkannya sendiri!” jawab hyuki pelan.
“menurutmu apa terjadi sesuatu diantara mereka?”
“kurasa begitu!”
“apa kyuhyun dicampakan? Bukannya hyo ra juga mencintai kyu?”
Hyuki terdiam sesaat “lebih baik kita tanyakan pada mereka!” saut hyuki sambil melangkah pergi.
“mwo?”

Yoon hye mendecak kesal karna telphonenya yg kesekian kali tidak diangkat.
“bagaimana?” tanya rae ki.
Yoon hye menggeleng pelan “ini tidak biasanya. . .”
“kurasa pasti terjadi sesuatu!”
“sudah jelas! Dia tidak mau menemui kita, juga tidak mengangkat telp. Pasti ada hal buruk yg terjadi!”
“apa itu ada hubungannya dgn kyuhyun dan kejadian kemarin?”
“anyeong haseo. . .” sapa seseorang ketika yoon hye baru akan membuka mulutnya untuk berbicara.
“a. . .anyeong. . .” balas rae ki agak heran.
“ada apa?” tanya yoon hye sambil menatap kedua namja itu heran.
“kami hanya ingin menanyakan sesuatu. . .” kata hyuki.
“apa itu?”
“apakah kalian tau sesuatu tentang kyuhyun dan hyo ra?”
Yoon hye mendesah pelan “kami sama sekali tidak tau. . .”
“hyo ra tidak mau bertemu dgn kami, juga tidak menjawab telp kami, kami yakin ada sesuatu. . .” tambah rae ki.
“kami juga berfikir begitu,” gumam donghae.
“karna saat ini kondisi kyuhyun sangat mengenaskan!” saut hyuki.
“maksudmu?”
“aku menemukannya diapartementku dgn kondisi buruk! Semalaman ia duduk tanpa melakukan apapun, badannya sangat panas, bajunya juga basah, sepertinya ia kehujanan kemarin, dan ia berulang kali menggumamkan kalimat bahwa ia benar2 mencintai hyo ra. . .”
Kedua gadis itu menatap terkejut.
“jadi kyuhyun mencintai hyo ra?” rae ki membulatkan matanya.
“ya. . .”
“sebenarnya apa yg terjadi diantara mereka?? Kemarin hyo ra mencari kyuhyun sambil menangis,” gumam rae ki.
“apa yg bisa kita lakukan untuk mereka?” tanya yoon hye.
“untuk saat ini, kami tidak tau jawabannya. . .” gumam hyuki.
***

“kau sudah bangun?”
Kyuhyun terkesiap dan langsung terbangun dari tidurnya “hyo ra??” kepalanya langsung berdenyut nyeri.
“ini aku kyu. . .” yoona menghampiri kyuhyun dan memeriksa keningnya, masih demam.
“aku sudah membuatkan bubur untukmu, kau harus makan!”
Untuk sesaat bayangan hyo ra didapur terlintas dimata kyuhyun, dan itu membuat hatinya nyeri “aku tidak lapar!!” katanya cepat sambil tidur lagi.
“dasar pengecut!”
“mwoya??”