Tags

, , , , ,

“dasar pengecut!”
“mwoya??” kyuhyun langsung bangun lagi.
“iya kau pengecut! Baru kali ini kulihat kau menyerah seperti ini!”
“sudahlah nonna, aku sedang malas. . .”
“kau tidak mencintainya, benarkan?!”
“mwo?”
“kau tidak mencintai hyo ra!”
“aku mencintainya!”
“ani, kau sama sekali tidak mencintainya!”
“aku sungguh2 mencintainya!”
“aku bilang kau tidak mencintainya!”
“ku bilang aku mencintainya!!! Aku benar2 mencintainya, sampai matipun aku akan mencintainyaaa!!!” teriak kyuhyun frustasi.
Yoona tertawa kecil “ini baru kyuhyun yg kukenal!”
“apa maksud nonna??”
“kau tidak ingat? Beberapa tahun yg lalu kau mengatakan bahwa kau membencinya, persis seperti itu!
Kyuhyun yg kukenal adalah namja yg tidak mau mengalah! Jadi, kau harus sembuh jika ingin mendapatkannya! Sangat memalukan jika kau kalah cho kyuhyun!” kata yoona sambil mengambil semangkuk bubur.
“aku tidak akan kalah! Kau lihat saja kim yoona ssi, aku akan mendapatkannya!!” kata kyuhyun kesal sambil menyambar semangkuk bubur ditangan yoona dan melahapnya dgn rakus.
Yoona tersenyum pahit memandangnya ‘andai saja ia sepertimu kyu. . .’
***

Dan the day is come. . . Hari telah tiba, hore horee
#plak
[maaf lagi sarap]
Hari ini hyo ra berdiri disamping jendela kamarnya menatap keluar. Semuanya akan berakhir, karna sebentar lagi, ia akan bertunangan dgn orang lain. Ia sudah lelah menangis, yg bisa dilakukannya hanyalah tersenyum pahit.
Braaak. . .
Pintu kamarnya terbuka. Dua orang gadis masuk dgn panik.
“lee hyo ra, kau benar2 menyebalkan!” sembur rae ki langsung.
“apa maksudmu dgn tidak ingin bertemu kami?”
“tidak mengangkat telp. Kami,”
“dan sekarang tiba2 menyuruh kami kemari,”
“ada apa sebenarnya??”
Hyo ra hanya bisa tersenyum lemah “bisakah kalian memberiku waktu??” tanyanya pelan “tolong rias dua nona ini!”
Yoonki menoleh kebelakang dan entah sejak kapan ada dua orang wanita disitu.
Setengah jam kemudian kedua gadis itu kembali kekamar hyo ra dgn penampilan yg sudah rapi. Sama2 memakai gaun dan higheels, juga make up tipis.
“sekarang juga jelaskan apa sebenarnya yg terjadi?!” tandas yoon hye sambil melipat tangannya didepan dada.
“dan kenapa kami, kita, harus berpenampilan seperti ini??” tambah rae ki.
Hyo ra baru saja akan menjawab saat pintu tiba2 diketuk dari luar “nona, sudah waktunya anda turun!”
“sebentar lagi!!!” teriak hyo ra tanpa membuka pintu. Kemudian ia menoleh lagi kearah teman2nya sambil menghela nafas “aku dan kyuhyun sudah berakhir. . .”
“MWOYA??” seru yoonki bersamaan.
“dia tidak pernah mencintaiku. . .” hyo ra menelan ludah pahit “dia sama sepertiku, berpura2 suka hanya untuk menaklukanku!”
“apa kau yakin?” tanya yoon hye.
“tapi hyo, dia benar2 men_”
“semuanya sudah selesai. . .” potong hyo ra “appa tau soal hubungan kami, dia marah. . . Dan aku tidak bisa menolak keinginannya. . .”
“jjinja???” tanya rae ki.
“karna itu kalian harus menemaniku hari ini!”
“menemani??”
“hari ini, aku dan lee sungmin, laki2 pilihan appa akan bertunangan!”
“MWOYA???” yoonki seperti terkena serangan jantung.
“bertunangan??”
“hyo ra apa kau yakin??”
“bagaimana bisa kau tidak memberitahu kami soal ini??”
Lagi2 hyo ra hanya bisa tersenyum lemah “semuanya sudah terlanjur. . . Ayo, pestanya sudah dimulai,” hyo ra melangkah pelan menuju pintu tapi yoon hye menahan lengannya.
“apa kau mencintainya??” tatap yoon hye tajam.
“yoon ah. . .”
“apa kau mencintai cho kyuhyun??”
“yoon, a. . .aku. . .”
“aku hanya butuh jawaban ‘iya’ atau ‘tidak’!” bentak yoon hye.
Hyo ra menunduk sejenak “ya. . .aku mencintainya, benar2 bodoh bukan??”
“ne, kau sangat bodoh!” bentak rae ki.
“rae ya, pergi, katakan padanya, sekarang!!!” kata yoon hye.
Tanpa bertanya lagi rae ki langsung berlari pergi.
“mau kemana dia??” tanya hyo ra.
“hyo ra?!” appa hyo ra muncul diambang pintu tepat setelah raeki keluar.
“appa?”
“ayo kau harus turun menemani sungmin!”
“ne appa!” jawab hyo ra pelan sementara yoon hye mendesah pelan, ia harus menggagalkan pertunangan ini!

Rae ki keluar dari rumah hyo ra yg sudah ramai dgn para tamu undangan. Gadis itu berlari sebisa mungkin dgn sepatu higheelsnya itu. Kemana ia harus mencari kyuhyun??? Kampus? Ya, mungkin ia ada disana, setidaknya ia bisa bertanya pada teman kyuhyun.
Braaaak. . .
“aaaaargh. . . .” rae ki terjatuh dan merasakan kakinya sakit luar biasa. Sepertinya ia terkilir.
“maaf, aku tidak sengaja. . .” namja itu berjongkok didepan rae ki akan membantu.
Rae ki mengangkat wajahnya “kau??”
“bukankah kau teman hyo ra?” tanya namja yg baru saja menabraknya. Lee donghae. . .
“telp. Kyuhyun sekarang juga!! Katakan padanya hyo ra akan bertunangan!” kata rae ki langsung sambil melepas higheelsnya dgn menahan sakit.
“mwoya??”
“cepaaat!!!”
Donghae mengeluarkan ponselnya dgn gugup dan menghubungi kyuhyun.
“tidak aktif. . .”
“hubungi siapapun, cari tau dimana dia!”
Donghae langsung menghubungi hyuki.
“dimana kyuhyun?? . . . Jawab saja dimana dia?? . . . Taman hiburan? Baiklah nan_”
Belum selesai donghae bicara, rae ki merebut ponselnya “pergi kerumah hyo ra, bantu yoon hye mengulur pertungangan hyo ra, sekarang!!!”
“apa yg terjadi?” tanya donghae.
“dimana kyuhyun?” rae ki balas bertanya.
“dia ada ditaman hiburan,”
“aku harus memberitahunya, kalau tidak mereka akan hancur!” baru rae ki akan berdiri, kakinya terasa sangat nyeri. Ia meringis kesakitan.
“ayo, kugendong!” kata donghae tiba2, “kita harus cepat!”
Tanpa bicara lagi, rae ki melingkarkan lengannya keleher namja itu dan segera pergi. . .