Tags

, , , , ,

Kyuhyun baru saja keluar dari kamar mandi. Hari ini keadaannya sudah lebih baik. Tiba2 ia tertegun saat melihat yoona.
Gadis itu sedang berdiri menatap keluar apartement, sambil. . .menangis??
Ia tahu betul sifat yoona. Dia tidak akan mudah mengeluarkan air mata bila sesuatu itu tidak menyakitkan untuknya. Karna dia adalah gadis yg kuat. Jadi kalau saat ini dia menangis, pasti ada sesuatu.
“nonna gwenchana??”
Gadis itu tersentak dan menghapus air matanya dgn cepat “kau sudah selesai? Ayo makan, aku sudah membuat bimbbab!”
Yoona hendak melangkah kedapur saat kyuhyun menahan tangannya “katakan padaku apa yg terjadi! Jangan mengelak nonna, aku tau pasti kau sedang sedih!”
Yoona menatap kyuhyun sendu “tidak penting untukmu kyu. . .”
“bagaimana aku tau itu tidak penting sementara kau tidak memberitahuku??aku mengenalmu nonna, Apa kau tidak percaya padaku??”
“bukan begitu kyu, aku. . .” yoona menatap ragu.
“ayo ikut aku!” kata kyuhyun pelan sambil menarik gadis itu.

“kenapa kau bawa aku kemari?” tanya yoona.
“bukankah dulu setiap kau sedang galau kau selalu memintaku untuk menemanimu disini?”
Yoona tersenyum lemah sambil menatap taman hiburan didepannya “kau ingat?”
“tentu saja nonna. . . Sekarang katakan padaku apa yg terjadi? Sejak awal aku sudah merasa kau aneh!”
“entahlah, aku tidak tau harus memulai dari mana!”
“pelan2 saja nonna. . .”
Yoona terdiam cukup lama “aku mencintai seorang namja kyu. . .” ucap yoona pelan.
“dia. . .sunbaeku saat aku kuliah dijepang. . . Kami sudah berpacaran hampir dua tahun. . .” yoona berhenti sejenak. Kyuhyun tau, gadis itu mencoba meredam kenangannya.
“saat orang tuanya tau, mereka tidak setuju. . . Hanya karna aku anak dari keluarga biasa. . .” sebutir air mata jatuh dari kelopak matanya “tapi dia tidak perduli dgn orang tuanya, dia tetap memilihku. . .”
“bukankah itu bagus??” tanya kyuhyun.
“tapi dgn begitu dia menjadi banyak mendapatkan masalah. Apalagi saat ia lulus ia harus kembali kekorea. . .” yoona menghela nafas “aku tidak ingin merusak hubungannya dgn orang tuanya kyu, karna org tua itu sangat berharga, tanpa mereka juga aku jadi sebatang kara. . .”
“kau benar. . .”
“karna itu, kukatakan padanya agar menuruti orang tuanya dan menikah dgn gadis yg lebih pantas,”
“apa dia setuju?”
“aku terpaksa harus membohonginya bahwa aku tidak mencintainya lagi, kejam memang, tapi itu yang terbaik. . .”
“itu tidak adil. . .”
“keadilan apa yg kau minta pada hidup?!” yoona tersenyum pahit “karna itu aku tidak ingin kau menyerah untuk mendapatkannya. . . Aku tidak ingin kau sepertiku. . .”
“aku berjanji padamu nonna, aku akan mendapatkannya!!”
“itu!!! Disana!! Cho kyukhyun!!!”
Kyuhyun dan yoona menoleh ke asal teriakan itu. Dari kejauhan terlihat seorang namja yg sedang berlari menghampirinya sambil menggendong seorang gadis. Kyuhyun menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas. Itu benar lee donghae temannya, tapi kenapa ia menggendong. . .teman hyo ra??
“yaak cho kyuhyun, ternyata kau disini!” kata gadis itu sementara donghae sibuk mengatur nafas.
“gwenchana??”
“cepat, pergi kerumah hyo ra sekarang! Hari ini dia bertunangan dgn orang lain! Cepat pergi atau kau akan menyesal!”
“bertunangan??”
“CEPAT PERGI!!!” teriak rae ki frustasi.
Tanpa bertanya lagi kyuhyun langsung berlari menyambar sepeda pedagang balon didekat mereka dan langsung mengayuhnya.
“YAAAK SEPEDAKU!!!” Teriak paman penjual balon histeris. Bagaimana tidak, kyuhyun membawa kabur sepeda dan balon2nya.
***

Yoon hye sedang berdiri gelisah menatap hyo ra. Otaknya berfikir keras bagaimana caranya untuk menggagalkan pertunangan ini, atau minimal mengulurnya.
Dan acara pertunanganpun dimulai. Seorang gadis membawakan sebuah kotak yg berisi 2 pasang cincin. Tiba2 yoon hye mendapatkan ide. Bagaimana jika ia pura2 jatuh dan menabrak si pembawa cincin. Jika cincinnya jatuh dan hilang pertunangan ini akan gagal bukan?? Setelah menghela nafas panjang, yoon hye melangkahkan kakinya.
“YAAK KIM YOON HYE!!!”
Semua orang menoleh keasal suara. Termasuk yoon hye yg baru melangkah selangkah. Lee hyuk jae berdiri diambang pintu dgn marah.
“KENAPA KAU BERTUNANGAN DGN ORANG LAIN??”
“mwo??” yoon hye menatap bingung sementara hyuki menghampirinya dibawah tatapan2 orang yg ada disitu.
“kenapa kau bertunangan dgnnya???” hyuki menunjuk sungmin tepat didepan hidungnya.
“ada apa ini?” tanya appa hyo ra bingung.
“tung. . .tunggu dulu, yg bertunangan itu_”
“saranghae. . ” ucap hyuki jelas sambil menarik lengan yoon hye dan mengecup bibir gadis itu.
Hyo ra membelakkan matanya sementara yoon hye sudah tercabut nyawanya.
Hyuki melumat pelan bibir gadis yg mematung itu “lakukan sesuatu hingga kyuhyun datang!” bisik hyuki pelan.
Begitu mendengar nama kyuhyun yoon hye tersadar dan langsung melingkarkan lengannya keleher laki2 itu dan membalas ciumannya.
Suasana masih dipenuhi keterkejutan ketika terdengar teriakan nyaring.
“AWAAAAAAS!!!” kyuhyun muncul dgn sepedanya yg dipenuhi ikatan balon. Semua orang menjerit dan berhamburan. Suasana menjadi kacau. Hyuki menarik yoon hye untuk meninggalkan tempat itu.
Sementara hyo ra benar2 shock melihat apa yg terjadi. Kyuhyun berhenti tepat didepannya “CEPAT NAIK!!!” Teriak kyuhyun.
Entah otak hyo ra masih berfungsi atau tidak tapi saat ia mendengar perintah itu, kakinya otomatis melangkah menurutinya.
Ia naik keboncengan dan memeluk pinggang kyuhyun.
Kemudian appa hyo ra tersadar “JANGAN BIARKAN MEREKA LOLOS!” teriaknya.
Semua orang langsung mencoba menghalangi sepeda itu.