Tags

, , ,

= song hye soo =

Aku berjalan tanpa menoleh kemeja kerjaku, apalagi tersenyum. Pandangan tidak perduli orang2 disekelilingku sudah biasa untukku. Mungkin bagi mereka aku ini gadis sombong, tapi aku tidak perduli. Aku tidak ingin masuk kekehidupan mereka seperti kesalahan fatal yg kulakukan tiga tahun yg lalu. Aku ingin hidup sendiri diduniaku karna aku tidak pantas berada didunia mereka.
Masa laluku terlalu kelam untuk diketahui. Tapi sungguh semua itu bukan salahku. Kenapa tuhan memberiku hidup seperti ini? Aku tidak tau. . .
Aku hanyalah seorang gadis dari keluarga yg kurang mampu. Ayahku meninggal saat aku masih 9 tahun, dan sejak itu aku hidup bersama ibu, kalau dia pantas disebut sebagai ibu.
Semua orang mengatakan aku ini cantik, seharusnya itu menjadi kelebihan yg kumiliki, tetapi salah. . . Kecantikanku justru yg menghancurkan hidupku. Dan aku benci itu.
Saat aku kelas 2 senior highschool student, ada seorang namja yg menyukaiku. Dia adalah anak dari seorang donatur terbesar sekolah. Apapun keinginannya selalu terpenuhi kecuali aku yg pada akhirnya ia dapatkan.
Saat itu aku hanya fokus belajar karna ingin mendapatkan beasiswa untuk masuk keuniversitas nantinya. Karna dilihat dari keuangan keluargaku, tidak mungkin untukku bisa melanjutkan pendidikanku keuniversitas. Namja itu marah karna penolakanku kemudian datang kerumah dgn membawa cek satu juta won dan memberikannya pada ibu agar ia setuju aku menjadi miliknya.
Dan yg membuatku tidak percaya, wanita itu setuju! Sejak itulah aku tidak pernah menyebutnya sebagai ibu! Ibu macam apa yg tega menjual putrinya untuk tidur bersama laki2 lain??
Seperti biasanya, setelah namja itu berhasil merenggut keperawananku dia pergi begitu saja. Dan yg membuatku lebih sakit lagi, wanita itu menyukai bisnis seperti ini. Setiap hari aku dijualnya kepada laki2 hidung belang, pengusaha2 kaya. Aku tidak mau, sungguh tapi aku tidak pernah punya pilihan. Wanita itu sudah kehilangan hatinya, dan uanglah yg membuatnya berubah menjadi sekeji itu.
Kemudian aku berhasil masuk keuniversitas seoul dan tidak lama setelahnya wanita itu meninggal dalam kecelakaan. Bahkan aku tidak menangis ataupun merasa kehilangan. Dia terlalu buruk untuk ditangisi. Dan sejak itu aku berhenti dari pekerjaan menjijikkan itu. Aku memutuskan untuk hidup dari awal dan kemudian, aku bertemu dgnnya park jung soo. . .
Aku mencintainya, sangat. Tapi aku sadar, masa laluku tidak akan pernah bisa dihilangkan begitu saja, dan aku menyadari kesalahanku. Tidak seharusnya aku masuk kedalam kehidupannya ataupun sebaliknya karna aku tidak pantas untuk mencintai. Karna itu kutinggalkan dia dgn segores luka. Sakit, benar2 sakit. . . Tapi kenyataanlah yg lebih menyakitkan. Apakah benar ini semua salahku? Jika kubilang ini bukan mauku apa mereka akan percaya? Tidak. . . Tidak ada yg akan percaya pada gadis murahan sepertiku. . .

“kau tau, aku dgr kabar kalau akan ada pegawai baru!”
“jinjja?”
“ya, semoga saja dia namja yg tampan, aku bosan melihat orang tua disini,”
“berdo’alah. . .”
Aku duduk dikursiku tanpa menghiraukan apa yg mereka bicarakan. Aku disini fokus untuk bekerja dan tidak perduli pada hal2 yg tidak penting seperti itu.
“attention please!!” terdengar suara cha manager lantang. Semua karyawan dari devisi ini menatap kearahnya.
Dia berdiri disana bersama seorang namja berumur 25an yg punya wajah seperti anak2. Ia tersenyum manis.
“kenalkan namanya kim ryowook! Dia adalah editor majalah yg akan menggantikan kim jong woon, kalian bisa berkenalan sendiri nanti!” kata cha manager.
“ryowook ssi, disana itu mejamu!” cha manager menunjuk meja dalam satu sekat dgn mejaku. “dan kau akan dibantu olehnya, song hye soo!”
Senyumnya memudar saat menatapku. Aku membungkukan badanku sopan kearahnya. Dibelakangku terdengar gerutuan2 lirih.
“hye soo ssi, tolong kau bantu dia!”
“baik!” jawabku pelan.
“nah kim ryowook ssi, selamat bekerja!” cha manager menjabat tangan ryowook kemudian keluar dari devisi kami. Dan aku memfokuskan lagi fikiranku pada pekerjaanku.

= kim ryowook =

Ini hari pertamaku bekerja. Entahlah kenapa aku benar2 semangat hari ini. Cha manager sangat ramah kepadaku. Dia mengantarkanku pada devisiku dan memperkenalkan aku kepada karyawan2 yg lain. Saat ia mengatakan seseorang akan membantuku, saat itu juga aku melihatnya. . .
Ia berdiri disana sambil membungkukan badan. Aku terpaku menatapnya. Kata2 cha manager menyadarkanku. Aku menjabat tangannya sebelum ia pergi. Aku sempat mengobrol dgn beberapa karyawan sebelum menghampiri mejaku. Mereka semua ramah2. Bahkan ada gadis yg terang2an menunjukan ketertarikannya kepadaku. Tapi hanya dia yg bisa menarik perhatianku. Aku melihatnya sedang fokus pada layar komputernya, bahkan ia tidak menoleh kepadaku sedikitpun ketika aku sudah duduk dimejaku. Kuperhatikan dia, dia tampak berbeda dari yg kulihat ditaman itu. Tidak ada senyum yg menghiasi wajah cantiknya. Ekspresinya datar.
Aku tersenyum kecil sambil mengalihkan pandanganku. Kuamati ruang devisi design yg cukup besar ini. Ruangan ini terbagi menjadi 5 skat. Sekat pertama tentang pengaturan artikel diisi 5 orang, skat kedua editing gambar dan foto, diisi 4 orang, skat ketiga dan keempat tentang editing tampilan, ada 3 orang diskat 3 dan 2 orang diskat 4 dan skat ke5 adalah ruang kepala devisi ini, tugasnya mengecek hasil akhir dari kerja skat 3 dan 4.
Aku dan dia berada diskat 4. Diskat paling sudut. Dibelakang kami adalah skat 5 dan disebelah kami adalah skat 3.
Hye soo, kutatap lagi ia,