Tags

, , ,

= song hye soo =

Aku merasakan tenggorokannku kering. Kubuka mataku pelan. silau. . . aku mengerjap beberapa kali. Kupegangi kepalaku yang terasa sedikit pusing. Dimana aku?? Kupandangi ruangan itu dan terpaku saat melihat namja itu ada disebelahku. Ternyata aku ada dirumah sakit. Namja itu masih terlelap, sepertinya ia menungguiku semalaman. Tidak. . . aku menggeleng pelan dan rasa gelisah itu langsung mendera dalam hatiku. Aku bangkit perlahan agar ia tidak bangun dan segera pergi. Maaf. . . tapi ini yang terbaik. aku tidak ingin melukai orang lagi, seperti aku melukai jung soo oppa.

Aku pulang keapartement dan ijin tidak masuk sehari kepada perusahaan. Badanku masih lemas, ini pasti karna aku tidak makan kemarin. kuputuskan untuk istirahat hari ini.

= ryeowook =

Aku mengerjapkan mata perlahan dan mendapati tempat tidur kosong. Kemana dia?? Aku segera keluar dan bertanya kepada suster, namun tidak ada yang tau kemana hye soo pergi. Aku melihat jam, ini sudah sangat siang, jadi lebih baik aku tidak masuk kerja saja. kuputuskan untuk pulang keapartementku untuk beristirahat.

Setiap pagi aku berangkat kerja dengan semangat. entahlah, aku tidak tau kenapa aku seperti ini. Mungkin saja karna dia, aku ingin sekali melihatnya tertawa seperti saat itu, benar2 manis, tapi entah kenapa dia sangat dingin dan tertutup. Selama ini aku terus memperhatikannya. Ada yang aneh pada dirinya, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikannya, sesuatu yang aku ataupun orang lain tidak tau. . .

Rasa penasaranku benar2 sudah memuncak. Aku terus mencari tau tentangnya, bahkan aku sering mengikutinya diam2. Kedengarannya seperti penguntit, tapi aku tidak perduli. aku sudah tau dimana apartementnya dan bagaimana kebiasaannya. Dia selalu menggunakan sepatu tanpa hak, itu artinya ia tidak suka memakai higheels, dia juga kadang2 suka melamun sambil mengetuk2kan bolpoinnya tanpa sadar. Dia suka makan lasagna, punya penyakit magh, tidak suka susu, dan sangat suka minum teh (ini mah gua, bukan dwi, wkakakk).

Dan satu hal lagi, dia suka anak2. . . ia selalu tersenyum bahkan tertawa bila bersama anak kecil. Tapi yang tidak aku mengerti, kenapa ia begitu dingin dan tertutup dihadapan semua orang?? aku tau dia bukan gadis yang seperti itu, aku tau ia gadis yang hangat dan lembut. Dan aku akan mencari tau apa yang tidak aku tau. . .

Astaga, apakah aku menyukainya?? Tidak, tidak. . . kurasa aku mencintainya. . . aku tidak pernah seperti ini terhadap wanita manapun. Dan aku akan berusaha mendapatkannya. . .

Aku selalu memberikan perhatian kepadanya meskipun ia tidak pernah menganggapku. Terus terang, aku merasa tatapannya aneh saat aku melakukan sesuatu untuknya. Terkadang tiba2 saja ia menangis. Membuatku semakin ingin tau. aku tidak perduli kalau dia mengacuhkanku, yang terpenting untukku adalah ia baik2 saja. aku tidak ingin melihatnya kesulitan.

Aku baru saja mengambil gambar untuk edisi majalah terbaru tentang event2 dalam sekolahan. Saat aku menuju ruang devisiku aku mendengar sesuatu yang sepertinya itu menyangkut tentang aku.

“aku menyukai kim ryeowook, kau tau itu kan???”

Aku mendengar nada tinggi seorang gadis yang ternyata itu adalah yoona.

“aku tidak tau dan tidak mau tau!! itu bukan urusanku!!”

Kali ini aku mendengar suaranya yang dingin itu. song hye soo. . .

“tapi kau sudah merebutnya dariku!! Kenapa dia selalu memperhatikanmu?? Cara apa yang kau gunakan untuk menariknya??”

“aku tidak perduli padanya!!”

“kalau begitu jauhi dia!! Dia milikku!!”

Aku melangkahkan kakiku ketempat dua gadis itu tapi tiba2 saja terhenti saat mendengarnya berbicara.

“kau tidak perlu khawatir yoona ssi, karna sampai kapanpun aku tidak akan perduli kepadanya karna aku tidak akan pernah ingin masuk kekehidupannya selamanya!! Dia tidak berarti untukku!!”

Aku merasa kosong saat mendengar itu. tidak bolehkah aku mencintainya?? Tidak bolehkah aku untuk masuk kedalam hatinya??

“wookie. . .” kudengar yoona bergumam dan saat itu juga hye soo berbalik menatapku.

Aku memasang senyum manis kepadanya, tapi raut wajahnya tetap datar. Kemudian ia berjalan melewatiku tanpa berkata apapun. Aku hanya bisa memandang sosoknya yang semakin menjauh.

“wookie. . . aku. . .”

Aku menoleh menatap yoona yang sudah ada disebelahku “mianhae yoona ah, aku hanya ingin meralat kata2mu tadi. . . kau bilang tadi aku milikmu, tapi maaf. . . aku bukan milik siapa2 saat ini. . .” aku tersenyum kepadanya kemudian pergi dari tempat itu.

= song hye soo =

aku berjalan pelan pulang dari kantor. Kim ryeowook. . . park jungsoo. . . aku merasa sakit bila mendengar kata2 itu. mereka berdua terlalu mirip. . . tapi berbeda. . . ada sesuatu yang membuat ryeowook beda dengan jungsoo oppa. . . hati mereka. . .

bila ryeowook terang2an menunjukkan perhatiannya kepadaku dengan tingkah lakunya, tapi tidak dengan jung soo oppa, ia lebih senang mengomeliku, tapi meskipun ia seperti itu, aku tau, ia mengkhatirkanku. . .

langkahku terhenti saat melewati taman itu. kutatap bangku ditaman bermain yang sepi itu kemudian memutuskan untuk duduk disana. Aku menghela nafas pelan. air mataku tiba2 saja bergulir. Jungsoo oppa. . . apa sekarang ia bahagia?? Hingga kini rasa bersalah itu masih tetap ada. Bagaimana mungkin aku bisa melukai hati pria yang begitu baik itu?? kuharap ia bisa melupakanku dan bahagia bersama gadis yang pantas. Dan bila aku bertemu dengannya nanti, aku bisa melihat senyum bahagiannya.

Aku menghapus air mataku dengan cepat karna merasa ada yang menarik rokku. Kulihat ada seorang anak kecil sedang menatapku tanda tanya. Sepertinya ia masih berumur tiga tahun lebih.

“nonna apa kau sedang sedih??”

Aku mengerjap dan mengangkat wajahku, seorang anak laki2 kira2 enam tahun sedang menatapku. Aku tersenyum padanya “siapa namamu??” tanyaku.

“cho kyuhyun!! Dan dia cho ahra!!” (??? Kyuhyun jadi bocah?? Dan kakaknya jadi adiknya?? Bagaimana gw ini?!)

“aigooo. . . kau manis sekali. . .” aku tersenyum sambil menggendong ahra, mendudukkannya kepangkuanku “dimana orang tua kalian??” tanyaku.

“rumah kami dekat situ!!” jawab kyuhyun sambil menunjuk sebuah rumah “nonna, ayo main gelembung sabun!!” kata laki2 itu sambil meniup gelembung sabun yang dibawanya.

aku tersenyum dan tertawa bersama ahra mereka meletuskan gelembung2 sabun yang ditiup kyuhyun. Ini sangat menyenangkan. . . kadang aku iri kepada mereka. . . aku ingin sekali menjadi anak2 lagi. . . dan memulai hidupku dengan normal. . .

“kalian mau kufoto??”

Aku menoleh kearah samping dan melihat ryeowook sedang tersenyum kearah kami sambil membawa kameranya.

“kau akan memfoto kami??” tanya kyuhyun semangat sementara aku masih diam menatapnya.

“tentu saja!!” jawab ryowook riang.

= kim ryowook =

Seperti biasa, aku selalu mengikutinya saat ia pulang kerja. Tentu saja tanpa sepengetahuannya. Aku melihatnya berhenti didepan taman kemudian ia duduk dibangku taman itu. aku terus menjepretkan kameraku kepadanya saat kulihat ada dua orang anak yang menghampirinya. Seorang namja yang kira2 berumur enam atau tujuh tahun dan seorang yeoja kecil yang masih tiga atau empat tahun. aku melihat mereka main gelembung sabun, dan . . . dia tertawa. . .

Ah, aku rindu sekali pada tawanya. Kujepretkan terus kameraku, kemudian kuputuskan untuk menghampiri mereka.

“kalian mau kufoto??” tanyaku.

Gadis itu terkejut dan menoleh menatapku.

“kau mau memfoto kami??” tanya namja kecil itu.

Aku tertawa kepadanya “tentu saja!!”

“ayo nonna, kita berfoto!!” ajak namja itu riang dan tentu saja hye soo tidak bisa menolaknya.

Aku tersenyum penuh kemenangan sambil mengangkat kameraku. Mau tidak mau hye soo tersenyum saat aku memotret mereka. Kemudian aku menghampiri namja kecil itu “siapa namamu??” tanyaku.

“cho kyuhyun!!”

“kyuhyun ah, bisakah kau memotret kami?? Tekan tombol yang ini!!” jelasku.

Kyuhyun mengangguk2 sambil mengambil kameraku “nonna, hadap sini!!!”

Hye soo tersenyum kearah kamera sambil menggendong yeoja kecil itu, dengan cepat aku melingkarkan tanganku kebahunya dan. . .  klik. . .  tepat pada waktunya.

Advertisements