Tags

, , ,

Hye soo tersenyum kearah kamera sambil menggendong yeoja kecil itu, dengan cepat aku melingkarkan tanganku kebahunya dan. . .  klik. . .  tepat pada waktunya.
Ia menoleh menatapku terkejut. Aku hanya tertawa sambil merebut yeoja kecil itu dari gendongannya.
“ayoo semuanya hadap sini!!!” teriak kyuhyun.
“tersenyumlah song hye soo. . .kau tidak ingin terlihat aneh difoto nanti bukan?!” kataku pelan.
“mwo??”
“ayo tersenyum!!!” teriak kyuhyun dan otomatis kami tersenyum menatap kamera itu.
“biar aku yang memotret!!” kata hye soo tiba2 sambil menghampiri kyuhyun. Aku hanya tersenyum sambil mencium pipi imut yeoja kecil yang sedang kugendong ini.

= song hye soo =

Aku mengambil alih kamera. Kyuhyun berlari kearah mereka kemudian meniup gelembung sabun lagi. Dia tertawa bersama mereka. Aku mengangkat kamera dan mulai memotret mereka yang sedang bermain. Mau tidak mau aku tersenyum saat melihat kyuhyun naik kepunggung ryeowook yang sedang menggendong ahra. Ia menggendong dua anak sekaligus. Dia seorang namja yang periang. Rasanya aku melihat tiga orang anak yang sedang bermain, wajahnya memang terlihat seperti anak2.

Tiba2 ia berjalan kearahku dan memberikan ahra padaku “tunggu sebentar!!” pintanya kemudian berlari pergi.

Aku hanya menatapnya bingung. Tidak lama kemudian ia kembali lagi bersama seorang ajhushi.

“tolong ya paman,,” ucapnya pelan. ajhusi itu mengangguk2 pelan.

“apa yang kau lakukan??” tanyaku saat melihatnya menyuruh kyuhyun naik kepunggungnya.

“ayo berfoto bersama!!” katanya ceria.

Aku menghadap kamera dan mau tidak mau aku tersenyum lebar. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan mereka saat ini.

“ini sudah selesai!!”

“ah terima kasih paman!!”

“kalian benar2 keluarga yang bahagia. . . padahal kau dan istrimu masih sangat muda. . .”

Aku terdiam mendengar kata2 ajhusi itu. keluarga. . . tiba2 saja dadaku terasa sesak. Tapi aku tidak ingin menangis saat ini.

“kyuhyun ah??? Ahra???”

“eomma memanggilku!! Aku harus pulang!!” kata kyuhyun.

Aku menurunkan ahra ketanah. Ia berlari kecil menghampiri kyuhyun “aku pulang dulu nonna!!” pamitnya.

Aku hanya tersenyum menatapnya “hati2!!” kataku pelan. ia menghampiri ryeowook dan menyuruh ryeowook berjongkok, kemudian ia membisikkan sesuatu.

“benarkah??” tanya ryeowook.

Kyuhyun mengangguk2 pelan kemudian menatapku lagi “anyeong nonna!!” katanya ceria “anyeong hyung!!”

“anyeong. . .” si kecil ahra ikut membeo.

Aku menatap mereka yang berjalan pulang hingga ryowook menghembuskan nafas pelan, barulah kusadari bahwa ia masih ada disini.

“kau tau, aku benar2 tidak ingin mereka pulang. . .”

Aku hanya diam, masih menatap sosok kedua anak itu.

“karna begitu mereka pergi, senyum dan tawamu juga akan ikut pergi. . .”

Aku mengerjap kaget dan menoleh kearahnya. Ia tersenyum pahit “aku benar bukan??”

“ryeowook ssi. . . kenapa?? Kenapa kau selalu seperti ini kepadaku??” tanyaku.

“karna aku menyukaimu. . .”

Aku menggeleng pelan “jangan menyukaiku. . . kau perlu berfikir seribu kali lagi untuk menyukaiku!!”

“sudah kulakukan. . . jangankan seribu, mungkin sepuluh ribu, ah aniyo. . .kurasa lebih dari itu. . . karna setiap aku menghembuskan nafas, aku memikirkan semua ini. . .”

Aku tertegun menatapnya “kumohon, jangan menyukaiku, atau kau akan terluka. . .”

“aku berani mengambil resiko itu!!”

Aku menggeleng pelan “aku tidak mau melukai orang lain lagi. . .” ucapku lirih. Bayangan wajah jungsoo oppa melintas dimataku dan menumpahkan air mataku.

“aku hanya ingin membuatmu bahagia hyeni. . . aku ingin melihatmu tertawa seperti tadi. . .”

“kalau begitu jangan menggangguku!!”

“apa kau bisa menjamin kau akan bersikap seperti tadi jika aku tidak mengganggumu?? Tertawa dan tersenyum seperti tadi??”

Aku menelan ludah. . . mana mungkin aku bisa seperti itu?? kalau saja aku bisa, aku ingin menyembunyikan wajahku ini. Aku tidak tau bagaimana nanti jika diatara pria2 yang pernah meniduriku itu mengenalku. . . rasanya aku tidak sanggup lagi. . .

“aku bukan orang yang pantas untukmu. . .” jawabku lirih.

“siapa kau berani menentukan apa yang pantas dan apa yang tidak pantas untukku?? Kau lebih dari pantas hyeni!!!”

Aku tersentak menatapnya. Kata2 ini. . . kata2 ini. . .

“jungsoo oppa. . .” gumamku lirih. Air mataku mengalir deras. aku tidak sanggup lagi. . . kulangkahkan kakiku berlari meninggalkannya. Terlalu sakit. . .

“aku tidak akan berhenti hingga kau memberiku alasan yang tepat hyeni!!!” teriakan ryeowook masih bisa kudengar, tapi aku tidak perduli. . . ia tidak boleh terluka seperti jungsoo oppa. . .

= ryeowook =

Sejak kejadian itu ia tidak berbicara apapun kepadaku. Bahkan ia mengacuhkanku saat aku mengatakan sesuatu kepadanya. Tapi aku tidak menyerah, tidak akan pernah!! Aku masih saja memberikan perhatian kepadanya. Aku tau, yoona dan teman2nya tidak suka aku berdekatan dengan hye soo. Mereka menganggap gadis itu sombong dan angkuh, tapi aku tau yang sebenarnya. Ia hanya tidak ingin menatap sekitarnya. Dan aku ingin tau kenapa ia seperti itu.

“wookie ah, apa kau tidak lelah mendekatinya?? Dia itu sangat sombong!!”

untuk kesekian kalinya yoona mengatakan itu kepadaku. Aku hanya tersenyum menatapnya “aku tau lebih dari yang kau tau. . .”

“kenapa selera wanitamu seperti itu?? padahal kalau kau mau kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik darinya. . .”

“aku menginginkannya. . .”

Yoona menghela nafas “terserah kau saja. . .” katanya kemudian pergi meninggalkanku yang masih makan. Sepertinya ia sudah menyerah. Tapi aku memang benar2 menginginkannya.

Seperti biasa, aku membiarkannya pulang lebih dulu. Kemudian aku mengikutinya dari belakang. Ini sudah malam, tadi dia lembur dan aku juga ikut lembur karna menunggunya. Entah kenapa perasaanku saat ini tidak enak sekali. Ia berjalan pelan dipinggir jalan. Kemudian kulihat sebuah mobil hitam berhenti agak jauh didepannya. Ia masih berjalan pelan tapi kemudian tiba2 saja berhenti, pandangannya terpaku kepada seorang namja yang baru saja turun dari mobil itu.

Aku berjalan mendekat dan bersembunyi tidak dibalik pohon tidak jauh dari mereka. Aku ingin tau, sepertinya hye soo mengenal laki2 itu.

“lama tidak bertemu song hye soo. . .” bisa kudengar suara laki2 itu. siapa dia??

= song hye soo =

Aku membeku menatap namja itu. hampir saja aku tidak mengenalinya kalau bukan karna senyum menjijikkannya itu.

“lama tidak bertemu song hye soo. . .” ucapnya sambil berjalan menghampiriku.

Aku ingin pergi tapi kakiku terasa beku. Sungguh ini benar2 mimpi buruk untukku. “han. . .geng. . . “ desis hye soo.

“aku senang kau masih mengingatku. . .” katanya sambil melepaskan kacamatanya.

Pergi dari sini hye soo!! Aku mendengar hatiku berteriak, dengan cepat kugerakkan kakiku untuk berlari pergi, tapi tangannya lebih cepat menahanku. Aku meringis kesakitan karna cengkramannya dilenganku.

“kenapa buru2??” tanyanya dengan keramahan yang dibuat2.

Aku menatap mata liarnya itu. mata itu masih sama seperti yang dulu.

“lepaskan aku!!!” bentakku marah.

“kau tidak berubah ternyata, masih sama seperti yang dulu. . . ah, aku benar2 sangat merindukanmu. . . tidak tidak. . . lebih tepatnya aku merindukan tubuhmu. . .”