Tags

, , ,

= flashback =

“apa kau sedang sakit??” tanya jong woon khawatir.
Aku hanya menggeleng lemah. Darimana ibu bisa mendapatkan orang yang masih muda ini?? Biasanya aku selalu diberikannya kepada om2 hidung belang. Tapi namja ini sangat ramah dan tidak genit.
“kita sudah sampai, ayo turun!!”
Aku mengikutinya turun dari mobil. Dia menggandengku berjalan menuju apartementnya. Dan aku tidak menolak kehangatan tangannya. Entahlah. . . mungkin saja karna ia berbeda.
“duduklah. . . kubuatkan kau teh hangat. . . tanganmu sangat dingin!!” katanya saat kami sudah ada didalam apartementnya.
Aku hanya menurut. Aku duduk sambil menatap ruang apartement yang rapi dan bersih ini. Mungkin saat ini teman2ku sedang belajar mati2an karna sebentar lagi kami ujian kelulusan. Tapi wanita itu tidak pernah mengerti dan memaksaku untuk bekerja seperti saja. ia bilang untuk apa aku belajar jika dengan begini aku bisa mendapatkan uang??
“minumlah!!”
Suaranya membuyarkan lamunanku!! Aku menerima secangkir teh hangat darinya dan menyesapnya. Hangat. . . ia duduk disebelahku sambil menyalakan televisi. Beberapa saat kami hanya terdiam. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Biasanya orang yang membayarku akan langsung memaksaku melakukannya, tapi ia tidak!!
“tidurlah, ini sudah malam. . . besok kau harus sekolah bukan?? Kau masih pelajar kan??”
Aku tersentak dan menatapnya heran. Apa laki2 ini sedang bercanda??
“kenapa menatapku begitu??” tanyanya sambil tersenyum manis.
“ka. . .kau menyuruhku tidur??” tanyaku heran. Ini suara pertama yang kukeluarkan kepadanya.
“ya, apakah terdengar aneh??”
“kenapa??” tanyaku pelan.
Laki2 itu tersenyum “sebenarnya aku tidak berniat tidur denganmu. . . tapi mendengar eommamu__”
“dia bukan eommaku!!” potongku cepat.
“baiklah. . . tapi saat mendengar wanita itu terus memuji2mu aku jadi penasaran. . . aku ingin melihatmu!! Walaupun aku ini dibilang playboy dikampusku, tapi tetap saja, aku hanya melakukan hal itu dengan pacar2ku!!”
“lalu kenapa kau. . .”
“sudah kubilang, aku penasaran denganmu!! Jadi, aku setuju dengan tawaran wanita itu untuk membawamu, hanya saja tidak kusangka bahwa kau masih seorang pelajar!!”
Aku tersenyum pahit “apakah menurutmu aku menyedihkan??”
“aniyo. . . kau hanya kurang beruntung!!”
Aku menatap cangkir teh yang ada digenggamanku. Entah kenapa, ketakutanku yang tadi kurasakan hilang perlahan. Aku merasa nyaman ada disebelahnya.
“hye soo ssi. . .”
“ye??”
Chup~
Aku terpana, ia mengecup pipiku kilat.
“aku ingin melihatmu tersenyum malam ini, boleh kah??”
Aku terdiam sesaat kemudian mencoba tersenyum kepadanya.
“kau sangat cantik. . .” ucapnya kagum sambil membelai pipiku lembut.
Aku menundukkan wajahku, “kalau memang kau ingin melakukannya. . .lakukanlah. . .”
Ia menatapku terkejut “apa kau yakin??”
“kau sudah membayarku bukan??” aku tersenyum pahit kepadanya. Ini adalah pertama kalinya aku menyerahkan diriku kepada laki2 yang tidak kukenal. Apa mungkin karna kebaikannya?? Entahlah, yang jelas dia berbeda. . .
“aku tidak ingin memaksamu hye soo. . .”
“aku. . .aku senang bertemu denganmu kim jong woon ssi. . .”
“aku juga senang bertemu denganmu. . .” ucap jong woon lembut kemudian melumat pelan bibirku. . .
=======SKIP========

Selalu. . . entah kenapa aku selalu menangis saat melayani para laki2 yang tidur denganku. Apa aku tidak rela? Sudah jelas!! Aku merasa benar2 sampah. . .
Aku terisak dengan nafas tersegal. Jong woon baru saja puas dan kurasakan ia menarik tubuhku, mendekapku sambil menyelimuti tubuh kami berdua.
“mianhae. . .” ucapnya pelan.
Aku hanya tersenyum miris “kau yang pertama meminta maaf kepadaku. . .” kataku getir.
“hye soo. . . keluarkanlah. . . keluarkanlah semua yang kau pendam selama ini. . . aku bersedia untuk mendengarkanmu. . . aku tau semua ini berat untukmu. . .”
“kenapa kau begitu baik kepadaku?? Sedangkan orang lain memperlakukanku seperti sampah. . .” aku memeluknya lebih erat, merasakan hangat tubuh laki2 itu.
“terkadang. . . orang tidak bisa melihat ada permata didalam sampah itu. . . sedangkan aku kebalikannya. . . semua orang melihatku seperti permata, tapi kau tau?? sebenarnya aku adalah sampah. . .”
“kenapa begitu??”
“tidak ada yang pernah perduli kepadaku. . .orang tuaku sibuk dengan bisnis mereka. . . dan yah, aku diterlantarkan begitu saja seperti sampah. . . “
“kenapa hidup itu begitu kejam?? Aku tidak ingin seperti ini, sungguh. . .” air mataku mulai mengalir, kubenamkan wajahku kepada dada laki2 itu. kucium aromanya yang lembut. . .
Jong woon merapikan rambutku kemudian mengecup puncak kepalaku “percayalah. . . suatu saat, kau akan memperoleh kebahagiaanmu. . .” bisiknya lirih.
Itulah kata2 terakhirnya yang kudengar karna semakin lama, aku semakin tertidur dalam dekapannya. Dan esoknya saat aku membuka mataku, aku meninggalkannya yang masih tertidur pulas.

= flashback end =

“hye soo?? SONG HYE SOO??”
Aku tersentak kaget dan mengerjap beberapa kali “ada apa??” tanyaku bingung.
“kau melamun??”
Aku tersenyum lemah sambil menggeleng.
“makanlah. . . ayo buka mulutmu!!”
Aku membuka mulutku sementara ia menyuapiku “kau tidak kerja??” tanyaku.
“kantor tidak akan kacau kalau aku tidak masuk sehari saja!!”
“bagaimana orang tuamu??”
Jong woon tersenyum pahit “aku sudah memberitahumu dulu bukan??”
Aku mengangguk mengerti “kim joong woon ssi. . . kamsahamnida. . .”
“untuk??”
“untuk segala2nya. . . kamsahamnida. . .”
Jong woon tersenyum lembut “kau tau. . . pagi itu aku mencarimu kemana2. . . tiba2 saja kau meninggalkanku. . . terus terang, aku khawatir kepadamu. . .”
“jjinja??”
“ya. . . aku tidak tau harus mencarimu kemana, aku tidak tau alamatmu, juga sekolahmu. . . dan aku terus memikirkanmu. . .”
“kenapa??” tanyaku heran.
“entahlah. . . mungkin karna aku menyukaimu?!”
“mwoya?? Aiiish. . . jjinja!!”
Jong woon tersenyum kecil “kau sudah berhasil merubahku nona song hye soo ssi. . .”
“maksudmu??”
“setelah itu aku jadi berfikir. . . aku bertekad untuk membuktikan bahwa diriku bukan sampah. . . aku belajar dengan giat dan mencari uang dengan usahaku sendiri, juga berhenti bermain2 dengan para gadis. . . seperti yang kau lihat, sepertinya aku berhasil melakukannya. . .”
“itu bagus. . .” ucapku pelan. dia bisa berhasil dan berkilau, sedangkan aku?? Selamanya aku tetap akan menjadi sampah. . .
“bagaimana denganmu??”
Aku memandangnya sejenak “aku tidak ingin berharap. . .” jawabku muram “aku tidak ingin menyakiti orang lain lagi. . . aku tidak ingin melihatnya terluka sepertinya. . .”
“kau mencintainya??”
Aku tersentak “mwoya??”
“apa kau mencintainya??”
“aku tidak tau. . . “ jawabku pelan. air mataku jatuh “aku tidak ingin mengulang kejadian yang sama. . . aku tidak ingin membuat orang yang kucintai terluka. . .”
Jong woon meletakkan mangkok bubur yang dibawanya kemudian memelukku. Rasanya masih hangat seperti yang dulu “ingin menceritakannya kepadaku?? Aku akan mendengarkanmu. . .”
Aku terisak mendengarnya, ia masih saja sama seperti yang dulu. Aku memeluknya lebih erat, menumpahkan semua rasa sakitku “namanya. . . park jung soo dan kim ryeowook. . .”
***