Tags

, , ,

= ryeowook =

Aku mengacak2 rambutku kesal. Fikiranku benar2 tidak tenang saat ini. Kemana gadis itu?? sudah tiga hari ia tidak masuk kerja. Dan ia juga tidak ada diapartementnya. Aku berusaha mencari tau, tapi karna ia orang yang tertutup, tidak ada yang tau tentangnya.
Aku sudah bertekad untuk tetap menjadikannya sebagai kekasihku. Aku tidak perduli lagi bagaimana masa lalunya, yang kutau, semua itu adalah kenangan pahit dari hidupnya yang seharusnya dikubur. Dan aku berjanji, aku akan memberikan cahaya kepadanya, mengeluarkannya dari tempat bagian gelap itu.
Aku mencintainya, benar2 mencintainya, dan aku akan berusaha membuka pintu hatinya meskipun aku tidak punya kunci hatinya. Bukankah ada banyak hal untuk membuka pintu selain dengan kunci?! Meskipun harus kudobrak-pun aku akan melakukannya!!
“kim ryowook ssi??”
“ya??” sautku kasar. Emosiku benar2 kacau saat ini sebelum kursi kosong disebelahku terisi oleh kehadirannya.
“ada sesuatu untukmu!!”
Aku menerima sebuah amplop coklat besar dari ajhusi itu “kamsahamnida. . .” ucapku pelan.
Ajhusi itu langsung pergi begitu selesai mengantarkan amplop itu. aku membantingnya keatas meja dan menatap layar komputerku. Kulihat2 lagi foto2 kami saat itu. . . aku benar2 merindukan tawanya. . .
Aku mendecak kesal. Bisa gila aku kalau begini terus. Akhirnya kusambar amplop itu dan kubuka isinya. Seketika jantungku terhenti saat itu juga. Beberapa lembar foto itu membuat nyawaku bagai tercabut dari tubuhku. Disitu, hye soo sedang duduk diikat dengan tampang berantakan. Dan ada selembar kertas bersama foto2 itu.
Datanglah ke gudang XI, seoul 503 lantai 11, kalau tidak ingin melihatnya terluka!!
Pesan singkat itu, mampu membuat otakku bekerja secara otomatis dan aku langsung beranjak dari dudukku berlari pergi. Aku tidak perduli lagi pada apapun sekarang. Asalkan ia baik2 saja, aku akan baik2 saja. hye soo, tunggulah aku. . . jangan takut. . .
***
= song hye soo =

“apa kau yakin?? Tubuhmu masih lemah. . .” kata jong woon sambil menyentuh kening hye soo.
“aku tidak apa2. . . lagipula, aku hanya ingin menyelesaikan sesuatu dengan ryeowook. . . dan mengantarkan surat pengunduran diriku. . .”
“baiklah, kuantar kau!!”
“kau tidak sibuk??”
“aniyo. . . nanti kujemput kau lagi, kita harus membereskan semuanya sebelum pergi ke paris!!’
“mmm. . .” aku mengangguk pelan.
Aku sudah memutuskan untuk ikut bersama jong woon ke paris. Aku akan bekerja diperusahaannya dan meninggalkan korea. Aku akan memulai hidupku disana, ditempat tidak ada seseorangpun yang mengenalku, kecuali jong woon.
“aku turun disini saja!! tinggal jalan kaki sebentar!!”
“kau yakin??”
“mm. . .kau harus menyelesaikan pekerjaanmu bukan?? Pergilah. . .”
“baiklah, berhati2lah, kalau ada apa2 telphone aku!!”
“mmm. . . jong woon ssi, gomawo. . .”
“panggil aku oppa, kau bisa kan??”
“ne, gomawo oppa, anyeong. . .”
“anyeong!!”
Aku turun dari mobil jong woon kemudian berjalan pelan kekantorku. Saat ini aku memang masih belum siap untuk bertemu ryeowook, tapi aku harus meminta maaf sekaligus berterima kasih kepadanya.
“song hye soo ssi??”
Aku mengangkat wajahku kaget “ye?? Mmmffpff. . .”
Apa2an ini?? Tiba2 saja ada dua orang laki2 yang membekapku dan menarikku masuk kesebuah mobil. Kemudian semuanya terasa gelap. . .

Aku mengerjapkan mata perlahan. Gelap. . . aku mencoba untuk melihat lebih jelas. Badanku terasa sakit, dan tanganku terikat kebelakang??
“kau sudah bangun manis??”
Suara ini. . . “han geng. . .” desisku saat melihatnya duduk didepanku sambil tersenyum manis.
“kau sudah sadar rupanya!!”
Aku mengerjap kaget saat menyadari bahwa tidak hanya ada aku dan dia ditempat ini. Beberapa orang laki2 sedang berdiri disekitar kami. Kira2 empat atau lima orang.
“apa maumu??” desisku.
“oh, tenang saja, kali ini aku tidak menginginkanmu!! Tapi aku menginginkan dia!! Laki2 yang sudah membuat kepalaku terluka!!’
“ryeowook. . .” aku menatapnya ngeri “apa yang akan kau lakukan??” tanyaku tajam.
“oh, kau akan melihatnya nanti!!” ia menyeringai mengerikan “cepat potret dia!!”
Han geng berjalan menghampiriku kemudian meraih daguku mencoba menciumku. Aku berusaha menghindarinya. Kupalingkan wajahku karna hanya itu yang bisa kulakukan sementara tangan dan kakiku diikat.
“jangan membuatku memaksamu jjagiya!!”
Hangeng menarik daguku dengan kasar kemudian melumat bibirku sementara cahaya menyilaukan dari kamera menerpa kami beberapa kali!!
“hen. . .tikan!!!” aku memalingkan wajahku dengan kasar.
Hangeng tertawa setan “cepat kirimkan foto itu kepadanya!! Kita tunggu kedatangannya!!”
Aku menatapnya tercengang. Dia akan membuat perhitungan dengan ryeowook?? “kau ingin dia datang kemari?? Jangan terlalu berharap!!”
“oh tentu saja, dia akan datang!! Dia pasti akan menyelamatkan sang putri yang sedang bersamaku saat ini!!”
“dia bukan apa2ku, jadi dia tidak akan perduli kepadaku!! Setelah ia tau semuanya apa kau pikir ia masih menyukaiku?? Huh, jangan bodoh!! Tidak akan ada orang yang perduli pada sampah sepertiku!!”
“benarkah?? Kalau memang dia tidak datang, bagaimana kalau kita bermain saja?? aku masih menginginkan tubuhmu jjagi. . .”
Aku menggertakan gigi geram melihat tawa bejadnya “kau. . . benar2 bajingan!!!”
“oh, kau yang membuatku menjadi bajingan, jangan lupakan itu!! seandainya saja kau tidak menolakku, nasibmu tidak akan seperti ini!!”
“lebih baik aku mati daripada harus menjadi budakmu!!”
“ayolah jjagi. . . jangan bersikap kasar kepadaku. . .”
“dia sudah datang!!!” seru salah satu laki2 itu.
Aku menatapnya terkejut. Tidak mungkin ryeowook. . .
Aku melihatnya berjalan dibelakang seorang namja lain. Dia benar2 datang. . .
Tiba2 saja air mataku jatuh. . . apa yang sedang dipikirkannya?? Kenapa ia begitu bodoh?? Kenapa ia tetap datang setelah tau semuanya. . . apa ia belum menyadari kalau aku tidak pantas untuknya??
Ia menatapku sendu, seolah2 terluka melihat keadaanku saat ini.
“kau lihat bukan jjagiya?? Dia datang untukmu. . . suatu kebodohan sebenarnya. . .”
“apa maumu??” desis ryeowook tajam.
“tentu saja membalas perbuatanmu kepadaku saat itu!! sekaligus untuk mengingatkanmu agar tidak bermain2 denganku!!” kata hangeng ramah.
Tiba2 aku merasakan sesuatu yang dingin menyentuh kulit leherku. Sebilah pisau yang berkilau memaksaku untuk diam tidak bergerak.
“lepaskan dia. . . yang kau inginkan aku bukan??” ryeowook menatap tajam hangeng.
“oh, aku menginginkan kalian berdua. . . kau tidak ingin gadis ini terluka bukan?? Kalau begitu menurutlah!!” hangeng tersenyum licik sambil memberi isyarat kepada anak buahnya.
Bouggh. . .
Aku memekik saat sebuah pukulan mendarat diwajah ryeowook hingga laki2 itu memalingkan wajahnya. Kulihat darah mengalir dibibirnya.
Kemudian beberapa orang mengambil sebuah tongkat kayu dan menghampirinya dan langsung memukulnya.
“hentikaaaaann!!!” jeritku sambil terisak “hentikan kumohon!!”
Hangeng mendengus “apa kau pikir aku akan semudah itu mengabulkan permintaanmu?? Jangan berharap hye soo, aku belum puas melihatnya menderita!!”
Seseorang menghantam punggung ryeowook keras. Aku tidak tahan lagi melihatnya. Laki2 itu sudah penuh dengan darah.
“hentikaaan!!! Kumohoon!!” aku berusaha melepaskan ikatan tanganku “ryeowook ssi bangunlah!!! Lawan mereka, kenapa kau hanya diam bodoh??!”
Aku terus terisak melihatnya yang hanya diam dipukuli orang. kenapa dia melakukan ini semua?? Kenapa ia hanya diam??
“hentikan. . .” isakku lirih.
“cukup!!” teriak hangeng “lain kali kau harus berfikir lagi kalau ingin bermain denganku kim ryeowook ssi!! Aku bukan orang yang mudah memaafkan!!”
Hangeng meraih daguku dan menciumku paksa “sampai jumpa lagi cantik!!” bisiknya sambil melepaskan ikatan tanganku kemudian mengajak semua anak buahnya pergi.
Aku langsung melepaskan tali2 yang melilit tangan dan kakiku kemudian menghampirinya yang tergeletak dilantai.
“ryewook. . .” tangisku pecah melihat keadaannya yang penuh darah.
Ia mencoba untuk bangun, kusanggah tubuhnya. Jari2nya bergerak pelan mengusap air mata dipipiku, memberikan bercak darah disentuhannya “kenapa kau hanya diam?? Dasar bodoh!!!”
Ia hanya menatapku sayu. Kuraih kedua wajahnya kemudian kulumat pelan bibirnya. Rasanya asin. . .
Ia mengernyit sakit, tapi tetap membalas ciumanku dengan pelan.
Air mataku terus bergulir. Kemudian kulepaskan bibirnya tanpa menjauhkan wajahku darinya, kutempelkan keningku pada keningnya.
“asal kau baik2 saja. . . aku tidak apa2. . .saranghae. . .” bisiknya lirih membuatku semakin terisak.
Kurasakan tubuhnya melemas “wookie??” aku menatapnya terkejut. Ia jatuh tidak sadarkan diri kepelukanku “wookie bangunlah!!! Wookie. . .”
***