Tags

, , ,

~ epilog ~

Sudah enam bulan aku berpacaran dengan kim ryeowook. Namja yang memberi cahaya dalam kehidupanku. Namja yang berhasil mendobrak pintu hatiku. . .
Saat ini, aku bekerja diperusahaan jong woon. Tiga hari yang lalu ia kembali kekorea. Ia memutuskan untuk bekerja dikorea saja, karna kekasihnya, gadis yang ditemuinya diparis, sudah menyelesaikan pendidikannya dan harus kembali kekorea, jadi ia ikut kembali kemari. Aku senang ia menemukan seseorang yang benar2 dicintainya.
“sudah selesai??”
Aku menoleh dan melihat wookie berdiri diambang pintu ruanganku. Aku tersenyum menatapnya dan cepat2 membereskan tasku. Ia selalu saja menjemputku saat pulang kerja, karna yah, sekarang kami tidak bekerja lagi dalam satu perusahaan jadi dia bersikeras untuk menjemputku.
“hyeni???”
Aku menoleh dan melihat jong woon dibelakang wookie. Wookie masuk kedalam membiarkan jong woon lewat.
“oh, ada kau ryeowook ssi. . . lama sekali kita tidak bertemu bukan, ternyata kau sangat tampan tanpa luka memarmu dulu itu!!”
“hyung. . .” wookie tersenyum malu2 mendengar kata2 jong woon. Aigooo. . . imut sekali dia. . .
“ada apa oppa??” tanyaku sambil menghampiri mereka.
“kau ada waktu?? Aku ingin mengenalkanmu kepada seseorang. . .”
“kekasihmu yang diparis waktu itu??”
Jong woon meringis “ne,. . . dia sedang ada diruanganku sekarang, ayo, kalian harus menemuinya!!”
“baiklah. . .” aku tersenyum kepadanya dan menarik lengan wookie mengikuti jong woon.

“in young eonni. . .” aku membeku menatap gadis yang berdiri dihadapanku.
“song hye soo. . .”
“ka. . .kalian saling kenal??” tanya jong woon.
In young eonni berjalan pelan menghampiriku.
PLAK!!
“in young??!!” teriak jong woon terkejut.
“ini untuk adikku park jung soo!!!”
Air mataku bergulir. Wookie masih menatap kami shock.
Tiba2 saja kemudian, in young eonni memelukku. Aku membeku. . .
“dan ini juga untuknya. . .”
Aku mendengarnya terisak pelan. aku hanya mematung ditempatku tanpa tau harus apa.
“a. . .apa yang terjadi??” tanya jong woon pelan pada wookie.
In young eonni melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya “kenapa kau begitu tega meninggalkannya soo ya?? Kenapa?? Kau tau dia begitu mencintaimu bukan??”
Aku semakin terisak “mianhae eonni. . . aku. . .aku. . .”
“aku sudah tau semuanya!!”
Aku mengangkat wajahku menatapnya terkejut. Ia memalingkan wajahnya dan berjalan menatap keluar melalui jendela diruangan jong woon.
“saat itu jung soo pulang dalam keadaan kacau. . . dia menceritakan semuanya kepadaku. . . berhari2 kondisinya semakin memburuk. . . akhirnya ia mengambil keputusan. . . keputusan yang begitu berisiko. . . kau tau orang tua kami bukan?? Apa jadinya kalau mereka tau kalau kau. . .” in young eonni menggantung kalimatnya “aku tau kau juga mencintainya soo ya, aku tau kau meninggalkannya karna cintamu kepadanya. . . karna bila aku jadi dirimu, akupun akan meninggalkannya. . .”
“mianhae eonni. . .” isakku pelan sementara ryeowook masih tetap memeluk bahuku, menenangkanku.
“bukan salahmu. . . karna dia sudah bahagia saat ini. . .”
“benarkah itu eonni??”
“yah. . . saat itu akhirnya ia memutuskan untuk tetap melamarmu dan tidak memperdulikan bagaimana reaksi orang tua kami nantinya. . .”
Aku membekap mulutku menahan isakku. Jung soo oppa. . .
“ia pergi kesebuah toko untuk mengambil cincin kalian. . . tapi. . .”
Aku hanya memandang in young eonni menunggunya melanjutkan bicaranya, tapi ia malah mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menghampiriku. ia meraih tanganku dan memberi sesuatu kedalam genggamaku “aku selalu membawa ini kemanapun karna jika suatu saat aku bertemu denganmu aku bisa memberikan ini dan menyadarkanmu, betapa berartinya dirimu baginya, betapa pantasnya dirimu disisinya. . .”
Aku menatap sebuah kotak berwarna merah hati itu, kubuka perlahan. . . dua buah cincin emas itu masih berkilauan hingga kini. Aku merasa dadaku sesak. Air mataku terus bergulir. Sebesar itukah cintamu padaku jung soo oppa?? maaf karna aku sudah melukaimu. . .
“eonni bilang. . . dia sudah bahagia bukan. . .??” tanyaku terisak.
Wajah in young eonni berubah menjadi sendu “ya. . . dia. . .”

Aku memeluk ryeowook dengan erat menumpahkan seluruh tangisku. Aku membenamkan wajahku kedadanya dalam2, tidak sanggup melihatnya. Melihat nama jung soo oppa terukir dibatu nisan itu.

“saat dalam perjalanan pulang dari toko cincin, ia mengalami kecelakaan dan . . . meninggal. . .
kata terakhir yang dia ucapkan sebelum pergi adalah menyuruhku untuk memberikan cincin itu kepadamu dan memintamu agar bersedia menikah dengannya karna dia sangat mencintaimu. . .”

Kata2 in young eonni masih terngiang ditelingaku. Hatiku terasa tertusuk. Masih kuingat jelas wajahnya saat malam itu. saat aku meninggalkannya setelah memberikan luka dan rasa sakit. . .
“mianhae oppa. . . “ isakku “mianhae. . . mianhae. . .” ucapku berulang2.
“ssstt. . . tenanglah. . .” aku mendengar suara wookie menenangkanku.
“aku sudah menyakitinya oppa. . . aku menyakitinya. . .”
“ini bukan salahmu hyeni. . . tuhan sudah menuliskan kisah kalian seperti ini. . .” wookie melepaskan pelukannya dan menghapus air mataku dengan kedua tangannya “dia akan lebih terluka jika melihatmu menangis seperti ini. . .”
Aku masih terisak pelan. ia menatapku lembut. “dia tidak akan terluka. . . kau tau kenapa??”
Aku menatapnya sejenak kemudian menggeleng pelan “karna dia tau, kau akan tetap selalu mencintainya sampai kapanpun. . . dan karna cintamu itu, dia akan tetap hidup disini. . .” wookie menyentuh dada kiriku dengan ujung telunjuknya “dihatimu. . .”
Aku tersenyum pelan dengan air mata yang masih mengalir. Kualihkan pandanganku pada batu nisan itu kemudian berjongkok didekatnya “kau tau itu bukan oppa??” bisikku lirih pada angin yang berhembus “selamanya aku akan terus mencintaimu seperti kau yang mencintaiku. . .”
Kusentuh batu nisan itu pelan “dan selamanya kau akan terus hidup dihatiku selama jantung ini masih berdetak. . . kau tidak perlu khawatir lagi karna sudah ada seseorang yang menjagaku sepertimu, yang mencintaiku seperti kau yang mencintaiku. . . dan kau tidak perlu cemas. . . mulai saat ini, aku akan makan teratur, akan makan nasi lebih banyak, juga beristirahat saat lelah. . . aku juga tidak akan menangis lagi dan akan selalu tersenyum, karna aku tau kau selalu melihatku. . . aku berjanji. . .”
“dia pasti beruntung bisa mendapatkan cinta dan kunci hatimu. . . “
Aku tertegun kemudian menoleh kebelakang dan berdiri “kau juga oppa. . . meskipun kau tidak bisa mendapatkan kunci itu tapi kau sudah berhasil mendobrak pintu hatiku dan mengambil cintaku. . .”
Wookie tersenyum menatapku kemudian meraih kedua tanganku “hyeni. . . dulu kau belum menjawab pertanyaanku. . . saat ini, didepan jung soo ssi, aku ingin melamarmu sekali lagi, bersediakah kau menikah denganku??”
Mataku mulai berkaca2, bukan, bukan karna sedih, tapi karna bahagia. . . terima kasih atas kebahagiaan yang kau berikan kepadaku tuhan. . . “ya. . . aku bersedia. . .” ucapku pelan sambil tersenyum.
Wookie mengambil kotak cincin dalam genggamanku, membukanya kemudian mengambil sebuah cincin dan memasangkannya dijariku. Ia tersenyum . . .
Aku menatapnya tertegun “oppa. . .”
“aku tidak keberatan kau memakai cincin dengan nama jung soo dijarimu. . . karna aku tau, dia adalah bagian dari hidupmu, dan hidupmu adalah hidupku. . .”
Air mataku jatuh. Aku meraih cincin satunya kemudian memasangkannya dijari wookie. Pas. . . ukurannya sangat pas. . .Ia menggenggam tanganku erat kemudian menatap makam jung soo “aku berjanji akan menjaganya. . .” bisiknya pelan.
Beberapa saat kami hanya diam menatap makam itu “ayo kita pulang, kita bisa kemari lagi kapanpun kau mau. . .” kata wookie kepadaku.
Aku mengangguk pelan “kami pergi dulu oppa. . . saranghae. . .” bisikku pelan.
Kemudian kamipun pergi meninggalkan tempat itu. tapi aku berjanji akan selalu datang membawakan bunga krisan untuknya. . .

[seorang namja berpakaian putih sedang berdiri disamping batu nisan jung soo. Ia tersenyum bagaikan malaikat saat melihat kedua orang itu berjalan pergi “nado saranghae soo ya. . .” bisiknya pelan. . ]

FIN