Tags

, , ,

yang belum baca prolognya, silahkan baca di what, i am pregnant?? [prolog]

 

Young ri menatap kertas2 dan alat tes kehamilan yang dipegangnya itu dalam diam. Bagaimana mungkin ini semua terjadi?? Ia tidak pernah merasa pernah berhubungan badan dengan pria manapun, termasuk dengan young saeng, mantan kekasihnya itu!! lalu bagaimana ia bisa hamiiil???
Mungkin ia bisa saja tidak percaya jika yang bilang seperti itu hanya satu orang. tapi 7 dari 10 dokter ahli didunia (?) mengatakan bahwa dirinya POSITIF HAMIL!! Bersama bukti laporan hasil uji laboratoriun yang terjaga keefisiensinya (tulisannya bener gak??) dan dari 10 alat tes kehamilan yang dibelinya semuanya menunjukan hasil yang sama ‘POSITIF’.
“eotheokeh. . .” gumamnya lirih sambil membenamkan wajahnya, tidak memperdulikan orang2 yang berlalu lalang sambil menatapnya kesal karna posisinya saat ini sedang ada ditengah jalan sambil berjongkok menatap kertas2 laporan kehamilannya yang berjajar didepannya.

Choi shiwon, sedang menendang mobilnya yang bisa2nya mogok disaat penting seperti ini. Ia benar2 sedang kesal saat ini. Baru saja ibunya mengatur pertemuannya dengan seorang gadis. Dan yang keterlaluan, gadis itu baru saja lulus SMA, kenapa ibunya itu tidak capek untuk menjodohkannya??
Bukannya shiwon tidak ingin menikah, ia hanya belum menemukan gadis yang tepat untuknya, gadis yang benar2 dicintainya. Dan sejam yang lalu, sekertarisnya menelphone bahwa ada masalah dikantornya. Suasana hatinya semakin buruk saat ini. Ia mengambil tasnya dan memutuskan untuk jalan kehalte bus.
Saat ia berjalan, tiba2 saja ponselnya berbunyi. Dari sekertarisnya lagi. “ya??” dijawabnya dengan kasar telphon itu “terserah. . . lakukan saja semua yang bisa dilakukan!!! Serahkan semuanya pada lee sungmin, biarkan dia yang menyelesaikan semuanya!! Juga batalkan semua jadwalku hari ini!!”
Shiwon menutup telphone itu dengan kesal. “ooowwww. . .”
BRAAK. . .
Ia terjungkal dan hampir saja mencium tanah. Dengan darah mendidih, ia bangun dan menoleh kebelakang. Seorang gadis sedang meringis kesakitan sambil memegangi kakinya.
“kenapa berada ditengah jalan???” bentak shiwon kesal.
“kau tidak punya mata ya??” balas gadis itu kesal.
“ini jalan umum!!!” saut shiwon.
“yaak kau menginjak kertasku!!!” pekik gadis itu.
Otomatis shiwon langsung mengangkat kakinya dan mendapati selembar kertas dibawahnya. Ia membungkuk dan memungutnya “hasil tes kehamilan??” gumamnya bingung “agashi, kau sedang hamil??” tanya shiwon.
Gadis itu mengangkat wajah menatap shiwon “kemarilah, lihat ini!!”
Dengan ragu dan penasaran shiwon berjongkok didepan gadis itu. (bayangin aja, mereka lagi jongkok ditengah jalan yang lagi banyak orang lalu lalang kayak gelandangan, wkakakak).
“perhatikan semua laporan ini!!” gadis itu menunjukan beberapa kertas itu pada shiwon “apa menurutmu ini palsu??”
Shiwon mengamati kertas2 itu dengan bingung. “semua hasilnya sama. . .” gumamnya pelan.
“apa menurutmu aku sedang hamil??” tanya gadis itu.
“namamu lee young ri??”
Gadis itu mengangguk2 pelan masih menatap shiwon.
“menurut semua laporan ini, kau memang hamil!!”
“apa benar aku hamil??”
“kenapa tanya aku?? Yang mengalaminya kan dirimu!!!”
“tapi aku tidak pernah tidur dengan seorang pria, juga tidak pernah melakukan inseminasi buatan, jadi mana mungkin aku hamil???”
“tapi laporan ini mengatakan kau hamil!! Dan dari alat ini juga kau dinyatakan hamil!! Jangan mengelak!!”
“aku tidak mengelak, aku hanya bingung!! Apa menurutmu aku seperti bunda maria yang mengandung tanpa pernah tidur dengan seorang pria?? Apa anak didalam perutku ini adalah anak tuhan??”
Pletak. . .
“yaak. . . appayo. . .” young ri meringis pelan “kenapa memukulku???” bentaknya kesal.
“mungkin kau sedang mabuk!!”
Pletak. . .
“yaak apa yang kau lakukan???” bentak shiwon.
“membalasmu!!” jawab young ri santai “lalu aku harus bagaimana?? Aku benar2 tidak mengerti. . .”
“ke. . .kenapa tanya aku??? Ini bukan urusanku!!!” kata shiwon kesal dan langsung berdiri.
“hiks. . .huwaaaaaaa. . . .” young ri menangis kencang sambil meremas hasil laporan kehamilannya hingga beberapa orang yang sedang lewat berhenti menatap mereka heran.
“yaaak, hei, kenapa menangis??” tanya shiwon panik.
“gadis ini hamil. . .” gumam seorang nenek yang ternyata sudah memungut salah satu hasil laporan kehamilan young ri.
“anak muda, kau harus bertanggung jawab. . .” cetus seorang kakek.
“m. . .mwoya??” shiwon mengerjap kaget.
“lihat kasihan sekali dia. . .” gumam para ibu “kau harus bertanggung jawab, kau ini laki2!!”
“tapi aku tidak mengenalnya!!” protes shiwon.
“anak muda sekarang, brani melakukannya tapi tidak berani mengakui. . .”
“habis manis sepah dibuang. . .”
“benar2 kejam, berpura2 tidak mengenali. . .”
“DIAAAM!!!!” Teriak shiwon frustasi. Dengan wajah kaku diraihnya gadis itu dan digendongnya meninggalkan tempat itu.

Shiwon mendudukkan young ri dibangku taman. “puas kau sekarang???” semburnya kesal.
“sakiit. . .” young ri masih mewek.
“dengar ya nona, aku tidak mengenalmu dan aku tidak punya urusan denganmu, jangan coba2 menjeratku karna aku tidak akan tertipu wajah polosmu!! Kalau kau hamil itu karna kesalahanmu, aku tidak perduli apa yang terjadi karna itu memang bukan urusanku!! Jadi kita selesai sampai disini!!”
“kau harus bertanggung jawab. . . hiks. . .”
Shiwon melotot “MWOYA?? Apa kau gila??”
“gara2 kau kakiku jadi terkilir!! Belikan aku es untuk mengompresnya bodoh!!!”
“ka. . .kaki??” tanya shiwon cengo.
“tentu saja kaki!!!” sembur young ri kesal.
“jadi kau menangis karna kaki?? Bu. . .bukan karna. . .”
“ini sakit sekali. . .hiks. . .” young ri mengusap2 kaki kirinya yang terkilir.
“aaaaaaarrrghhh. . . .” shiwon menendang kaki kursi bangku taman itu dengan kesal. Kemudian ia menggertakkan gigi kuat2 dan pergi membeli es batu. Dengan terpaksa dikompresnya kaki gadis itu dan dipijatnya.
“bagaimana??” tanya shiwon.
“sakitnya sudah berkurang. . . kurasa aku bisa jalan sekarang. . .” gadis itu tersenyum sambil menatap kakinya.
Shiwon terpaku melihatnya. Senyuman yang manis. . .
“yaaak woonie!!!”
Shiwon menoleh kaget saat mendengar seseorang memanggilnya. “eomma???”
“sedang apa kau disini?? Bukankah aku tadi menyuruhmu menemui putri dari temanku??!” omel ibu shiwon.
“eomma, berhentilah melakukan hal itu!!”
“aku tidak akan berhenti menjodohkanmu!! Kau itu sudah berumur 27 tahun, sudah sepantasnya kau menikah!!”
“tapi__”
“apalagi yang kau tunggu?? Aku sudah mengenalkanmu gadis2 dari keluarga terpandang tapi kau menolaknya,”
“dia baru lulus SMU__”
“seharusnya kau itu berusaha untuk menjalaninya dulu, bukannya malah ada disini bersama gadis yang tidak jelas!!”
“aku__”
“jangan membantah woonie, kenapa kau ini keras kepala sekali?? Dan kenapa kau bersama gadis ini__”
“DIAAAM!! DIA ITU CALON ISTRIKU!!!”

tbc