Tags

, ,

Terinspirasi dari cerita temanku (tiara merisca aka min rara) tentang mv key of heart-nya mbak BoA dan mas ikan aka donghae, sya coba buat ffnya, walaupun SUMPAH sya sndri belum pernah lihat tu mv T.T

~prolog~

Aku selalu melihatnya dimanapun. . . Apa karna ia selalu berkeliaran disekelilingku atau karna hanya ada dia dimataku? Entahlah. . .
Yang kutau ia satu2nya gadis yg bisa membuka pintu hatiku, karna dialah pembawa kunci hatiku. . .
——–

Kwon boa, gadis 18 tahun itu sedang menghela nafas sambil menatap tetesan2 air yg turun dari langit. Hujan. . .
“kenapa hari ini harus hujan??” keluhnya.
Ia memang pulang lebih lambat dari siswa yg lain. Nilai fisikanya yg dibawah rata2 mengharuskannya untuk mengikuti pelajaran tambahan.
Boa membalikkan badannya dan berjalan dgn gontai dikoridor sekolahnya. Suasana sekolah itu sudah sepi, karna semua siswa sudah pulang satu setengah jam yang lalu. Tiba2 langkahnya terhenti saat matanya tidak sengaja melihat kedalam ruang musik.
Ada seorang namja yg duduk ditepi jendela. Namja itu memandang keluar jendela, menatap hujan kemudian mencoret2 sesuatu dikertas.
Karna penasaran, boa berjalan masuk kedalam dan menghampirinya tanpa suara. Namja itu belum menyadari kedatangannya, ia masih sibuk dgn kertasnya.
“apa yg kau lakukan??” tanya boa.

Lee donghae, laki2 itu tersentak kaget saat mendengar seseorang menegurnya. Dan ia lebih terkejut lagi saat melihat siapa yg menegurnya.
“key of heart. . .??” gumam boa pelan “kau menulis lagu??”
Cepat2 donghae menyambar kertasnya yg ada diatas meja. Menyembunyikannya dibalik punggungnya “bu. . .bukan apa2. . .” jawabnya tergelagap.
“kau bisa menulis lagu??” tanya boa bersemangat.
“a. . .aniyo. . .”
“boleh kulihat??”
“mwo. . .mwoya??”
“ayolaaaah. . .” rayu boa sambil berusaha mengambil kertas itu dari tangan donghae.
“hen. . .hentikan!!” kata donghae tetapi tidak digubris.
“ayo perlihatkan! Aku ingin tau!!!” paksa boa dan berhasil! Kertas itu didapatkannya.
“itu belum selesai!!” protes donghae “hanya not2 saja! Belum ada liriknya!”
Boa tidak menjawab, ia memandang kertas itu penuh senyum kemudian menghampiri sebuah piano dan duduk didepannya.
Donghae hanya menatapnya terdiam. Kemudian sebuah alunan melody terdengar pelan dan lembut bersamaan dgn jari2 boa yg bergerak diatas tuts tuts piano itu.
Suara gemersik air hujan dan suara melody itu menyatu, menimbulkan suasana yg tidak dapat dideskripsikan.
Donghae terus menatap boa yg memainkan piano itu. Gadis itulah yg selalu ada dimatanya, alasannya menulis lagu. Karna ia hanya bisa mencurahkan perasaannya lewat nada2 itu.
Ia tidak pernah bisa menyampaikan perasaannya. Bahkan untuk mengajak gadis itu bicara saja ia tidak bisa. Pengecut? Memang. . . Bagaimana ia bisa berbicara dgn gadis itu jika otaknya langsung kosong begitu melihat gadis itu.
Dan kini, gadis itu ada didepannya, memainkan lagu yg memang ditulisnya untuk gadis itu.
Ia menyukai boa sejak pertama kali ia menjadi siswa disekolah ini. Saat itu ia baru saja pindah dari jepang setengah tahun yg lalu.
Boa memang bukan gadis yg populer, namun ia gadis yg ceria, bisa bergaul dgn siapapun dan senyumnya itulah yg mampu membuka hati donghae.
“lagu ini. . . Benar2 indah. . .”
Suara boa menyadarkan donghae dari lamunannya. Ia menatap gadis yg memandang lurus kedepan itu tanpa suara. Kemudian tiba2 boa beranjak dari duduknya dan menghampiri donghae.
“terima kasih karna membiarkanku memainkannya. . .” ucap gadis itu sambil mengulurkan kertas milik donghae.
Senyum itu. . . Lagi2 otak donghae terasa kosong. Seolah akal sehatnya hilang begitu saja “ka. . .kau bisa bermain piano?” tanya donghae sambil meraih kertasnya lagi.
“eomma yg mengajariku. . .” boa menatap hujan diluar jendela “dulu sebelum ia meninggal. . .” tambahnya.
Donghae tertegun menatapnya “mianhae. . .” ucapnya pelan.
Boa menoleh dan tersenyum “aku tidak apa2. . . Daripada ia menderita dgn penyakit kankernya, lebih baik tuhan menjemputnya. . .”
“kau benar. . .”
“ah, naneun kwon boa imnida, dan kau?”
“donghae, lee donghae imnida. . .”
“donghae ssi, kau murid pindahan itu bukan?? Teman2ku banyak yg menyukaimu!!”
“benarkah?”
“ya. . . Aku sampai bosan mendengar mereka membicarakanmu!”
Donghae tertawa kecil “mianhae. . . Tapi kenapa kau masih disini?? Tidak pulang?”
“nilai fisikaku jelek jadi aku harus ikut kelas tambahan” keluh boa “aku tidak bisa pulang karna hujan, dan kau sendiri?”
“aku suka sendirian disini. . . Dan kalau kau mau, aku bisa mengajarimu fisika. . .”
Mata boa membulat “jjinjayo??”
“kau mau?”
“tentu saja. . . Donghae ssi, kamsahamnida. . .”
“tidak perlu menggunakan bahasa resmi kepadaku, bukankah sekarang kita teman?”
Boa tersenyum sambil mengulurkan tangannya “kau boleh memanggil ku bobo,,”
Donghae menjabat tangan itu “dan kau boleh memanggilku dong hae ya!”
“donghae ya, aku masih tetap menunggumu menyelesaikan lagu itu. . .”
Donghae tersenyum lembut “akan kuselesaikan. . .”
Suatu awal yg bagus, dan semua itu karna hujan dan music. . .
***

“kau sudah mengerti??” tanya donghae.
“huwaaa ternyata fisika tidak begitu sulit!!”
“lalu kenapa nilaimu bisa jatuh?”
Boa meringis pelan, membuat donghae harus menahan keinginannya untuk mencubit pipi gadis itu.
“jangan salahkan aku. . . Setiap melihat wajah jang seongsaengnim aku selalu mengantuk!”
Donghae tergelak “jadi maksudmu semua itu salah wajah jang seongsaengnim??”
“pantas saja kau disukai banyak gadis, kau sangat pintar!”
“termasuk kau?”
“mungkin. . .”

Tbc