Perut young ri sudah semakin besar. Sudah 4 bulan lebih. Siwon memaksa young ri untuk berhenti bekerja. Tapi young ri selalu merasa bosan jika diapartement sendirian, karna itu ia suka pergi ketoko buku yoon hye dan pulang kalau siwon menjemputnya. Tadi ia pergi melihat2 baju2 bayi. Entah kenapa ia merasa menyayangi bayi yg dikandungnya meskipun tidak jarang ia selalu bertanya  ‘siapa ayahmu?’ pada bayi yg dikandungnya (ne bego apa tolol sih? Mna bisa jawab dia,)
Ia menyadari hari sudah malam, diperiksanya ponselnya, ternyata benda itu mati kehabisan batrai, pantas saja tidak ada telp dari siwon. Laki2 itu pasti sudah mengomel2 karnanya. Young ri memasukan ponselnya lagi dan cepat2 pulang.
“eomma sudahlah aku lelah!!”
“sampai kapanpun eomma tidak akan percaya kalau itu anakmu!! Aku mengenalmu choi siwon, dan kau tidak akan berbuat seperti itu!”
“dia anakku eomma! Kenapa kau tidak pernah membiarkanku hidup tenang?? Aku sudah menikah sekarang, lalu apalagi maumu??”
“aku menginginkan kau punya istri yg jelas asal usulnya!! Bukan sepertinya! Kita tidak tau bagaimana latar belakangnya!! Apa kau yakin dia tidak menipumu??”
“apa maksudmu eomma?”
“dia pasti gadis yg tidak benar, dan kau hanya korban dari kesalahannya itu!!”
“eomma hentikan! Kenapa kau terus2an mengatur hidupku??”
Young ri terdiam menatap pintu itu. Jari2nya mencengkeram tasnya dgn kuat. Ia sakit, sangat! Baru kali ini ada orang yg menghina dirinya, terlebih orang tuanya. Ia berbalik dan berjalan pergi. Sepanjang kehidupannya, tidak pernah ia merasa direndahkan seperti ini. . .
***

“CUKUP EOMMA!! kau keterlaluan!! Kenapa kau selalu menilai orang lain dari keluargannya?? Kau ingin dihormati tapi tidak pernah menghormati orang lain!” siwon menyambar kunci mobilnya diatas meja kemudian segera keluar meninggalkan ibunya.
“wonnie, aku belum selesai! Choi siwon!!”
Tidak dihiraukannya teriakan ibunya. Ia sedang cemas tadi. Ponsel young ri tidak aktif dan gadis itu tidak ada diapartement. Kemana dia? Kenapa belum pulang??
Ia tidak tau kenapa, sejak ia tinggal bersama gadis itu tiga bulan yg lalu, ia selalu saja mengkhawatirkan young ri saat gadis itu tidak bersamanya. “dia itu gadis yg ceroboh dan serampangan, bagaimana kalau ada apa2 dgnnya?? Dgn kandungannya?? Aiiish kenapa aku yg menjadi suaminya saat ini?!” siwon memukul stirnya dgn kesal. Ia tidak mengenal teman2 young ri, lalu kemana ia harus mencari gadis itu??
Tiba2 matanya menangkap sesosok gadis yg sedang berjongkok didepan toko ice cream. Dilihat dari tingkahnya siwon tau itu dia.
Ditepikannya mobilnya, dengan cepat ia turun dan menghampiri gadis itu. Tapi melihat raut wajah young ri, siwon agak heran. Kenapa gadis itu murung?
“berapa kali kukatakan jangan membuatku khawatir?!” kata siwon keras “kau ingin menyusahkanku, benarkan??”
Young ri mengangkat wajahnya dan terkejut “won ah?”
Dengan cepat siwon menarik tangan young ri agar gadis itu berdiri “apa yg kau lakukan disini? Berjongkok seperti orang tolol, apa kau tidak punya malu?”
“aku. . .aku hanya ingin makan ice cream. . .” saut young ri pelan.
“lalu kenapa hanya berjongkok diluar seperti orang bodoh?”
“aku lupa membawa dompet. . .”
Siwon mendecak kesal kemudian menarik young ri masuk kedalam. Ia memesan semangkuk ice cream untuk young ri dan dilahap gadis itu dgn rakus.
Siwon tersenyum melihat cara makan young ri yang seperti anak TK, mulutnya belepotan.
“kau mau lagi?” tanya siwon saat melihat mangkuk itu hampir habis.
“mm,” young ri mengangguk2 sambil menghabiskan ice creamnya.
“hmm. . . Ini enak sekaliii. . .” ucap young ri senang “kau harus mencobanya!” young ri menyodorkan sesendok ice cream pada siwon.
Siwon menggeleng pelan “aku tidak suka manis!”
“ayolaaaaah. . . Ini benar2 enak!!” rengek young ri dgn wajah aegyeo-nya.
Akhirnya siwon memakan ice cream itu.
“bagaimana?” tanya young ri.
“cepat habiskan, atau aku yg akan menghabiskannya!”
“yaak, kalau kau ingin juga pesan saja lagi!” saut young ri kesal.
Siwon hanya bisa tertawa melihatnya.

“aku ingin melihat sungai han!”
“mwo?? Malam2 begini?”
“aku benar2 menginginkannya!” rengek young ri.
“besok saja, sekarang sudah malam!”
“kalau sekarang ya sekarang! Aku tidak tau kenapa, tapi aku ingin sekali kesana!”
“aiish. . . Wanita hamil memang banyak maunya!” gerutu siwon sambil memutar mobilnya menuju sungai han.
“huwaaaaa. . . Segarnyaaa. . .” seru young ri saat berada ditepi sungai han.
Angin berhembus cukup kencang, siwon melepaskan jasnya kemudian memakaikannya pada young ri “jangan sampai menyusahkanku karna kau sakit!”
Young ri sempat tertegun beberapa saat kemudian tersenyum “gomawo. . .”
Mereka berdua duduk disebuah bangku ditepi sungai itu.
“won ah, apa kau tau? Ayahku adalah seorang guru. . .”
Siwon menoleh tertegun. Kenapa young ri tiba2 mengatakan hal itu? Apa ia tau pembicaraannya dgn ibunya tadi?
“dia guru yang sangat hebat. . .” lanjut young ri yg masih menatap lurus kedepan “ia mengajarkan banyak hal kepada murid2nya. . . Kepadaku juga, ia mengajarkan apa arti kasih sayang itu. . . Dan aku sangat bangga kepadanya. . .”
Siwon hanya diam menatap gadis itu. Ia sadar, selama ini ia tidak tau apa2.
“kalau ibuku. . . Dia adalah pembuat kue disebuah toko kue. . . Saat aku kecil, ia sering membuatkanku banyak kue yang enak2 untuk dibagi dgn teman2ku, bagiku. . . Ia adalah pemberi kegembiraan. . . Saat aku merasa sedih, ia selalu membelikanku ice cream, kau tau, tuhan sangat sayang pada mereka hingga ia mengambilnya lebih dulu. . .”
Siwon hanya bisa menatapnya terdiam. . .

Tbc