Tags

, , ,

“tuhan sangat menyayangi mereka hingga ia mengambilnya lebih dulu. . .”
Siwon hanya terdiam menatapnya. Ia tidak tau harus berkata apa. Tiba2 saja young ri menyandarkan kepalanya pada bahu siwon. Siwon terkejut, tapi ia diam saja.
“appaku. . . Ia punya penyakit ginjal. . . Walau kondisinya memburuk, ia tetap pergi kesekolah untuk mengajar, ia tidak ingin anak didiknya gagal dalam ujian. Akhirnya penyakitnya kambuh dan. . . Ia pergi. . .
Apakah aku sedih? Tentu saja. . . Aku benar2 merasa kehilangan. . .
Dan eommaku. . . Dia kecelakaan karna berusaha menyelamatkan seorang anak kecil yg hampir ditabrak truk, anak itu selamat, tapi eomma. . .
Walaupun aku sedih, tapi aku tidak menyesal, karna aku tau, mereka tetap ada untuk menjagaku. . . Aku benar2 bangga pada orang tuaku. . .
Saat kita menikah. . . Appamu pernah bilang kepadaku untuk memanggilnya appa, kau tau, aku benar2 terharu saat itu. . . Aku seperti menemukan sosok appaku lagi. . . Jadi, selama mereka masih ada, jangan pernah menyia2kannya. . .”
Hening sejenak. Angin terus berhembus lembut.
“won ah. . . Mianhae. . .” ucap young ri pelan.
“kenapa minta maaf?”
“karna aku, hubunganmu dgn ibumu jadi buruk. . . Mianhae. . .”
“hubungan kami sudah seperti itu sejak dulu, jadi kau tidak perlu merasa bersalah. . .”
“tetap saja aku minta maaf. . . Walaupun aku tidak menyukai ibumu, tapi aku tau ia menyayangimu. . .
Tapi sikapnya memang benar2 menyebalkan, juga sangat bawel!”
Siwon tertawa pelan “dia mirip dirimu!”
“benarkah? Kalau begitu aku memang benar2 menyebalkan??” tanya young ri sedih.
“bu. . .bukan begitu. . .”
“saengi benar. . . Aku memang menyebalkan. . .”
“saengi? Siapa dia?”
“orang yg mencampakkanku!”
Siwon terkejut mendengarnya “mi. . .mianhae. . .”
Tiba2 saja air mata young ri jatuh “kau tau, aku ini sangat bodoh, mengira dia akan menjagaku terus dan tidak akan meninggalkanku seperti orang tuaku. . . Tapi aku salah. . . Aku tidak mengerti kenapa hidupku seperti ini. . . Dan tentang bayi yg kukandung ini, bagaimana ini bisa terjadi?! Aku gadis baik2 won ah. . . Aku bukan gadis yg tidak benar, walaupun aku menyebalkan, serampangan dan bodoh, tapi aku punya harga diri. . . Aku tidak mungkin melakukan sesuatu yg membuat orang tuaku kecewa, kenapa tidak ada yg mempercayaiku??” isak young ri.
“ssst. . . Tenanglah, aku percaya kepadamu. . .” kata siwon pelan sambil memeluk young ri.
“bisakah aku percaya kepadamu?”
“tentu saja, suatu hari nanti, kau akan bahagia. . .”
Young ri mempererat pelukannya masih terisak “gomawo. . .”

Siwon menatap young ri yg sudah tertidur pulas. Dinaikkannya selimut itu hingga kebahu young ri “kau pasti sudah mendengar semuanya. . .”kata siwon pelan “maaf karna aku sudah menarikmu kedalam kehidupanku. . . Aku tau kau adalah wanita baik2. . .
Sekarang tidurlah dalam damai, malaikat selalu menjagamu, amien. . .”
Siwon melangkah keluar dan menutup pintu kamar young ri pelan.
***
“hoeeek. . . Hoeeek. . .”
Siwon terbangun saat mendengar suara berisik young ri dikamar mandi. Dengan terpaksa ia bangun untuk melihat keadaan gadis itu.
“kau tidak apa2?” tanya siwon diambang pintu kamar mandi.
Young ri membasuh mulutnya kemudian menggeleng pelan.
“duduklah, kubuatkan teh hangat!”
Young ri duduk lemas disofa, kemudian siwon datang dgn secangkir teh hangat.
“minumlah. . .” kata siwon sambil berlutut didepan young ri.
Young ri menyesap teh hangat itu kemudian memberikannya lagi pada siwon.
“masih mual?”
Young ri mengangguk pelan, tiba2 tangannya membekap mulutnya agar tidak muntah.
“keringatmu banyak sekali,” kata siwon, kemudian ia meraih tissue di meja samping sofa.
“apa yang kau lakukan?” tanya siwon bingung saat young ri mengendus2 tubuhnya.
“baumu enak,”
“yaak kau pikir aku ini makanan??”
“diamlah!” saut young ri sambil tetap mengendus2 tubuh siwon.
“apa itu bisa menghilangkan mualmu?”
“mm. . .” young ri mengangguk2.
Siwon mendesah pelan kemudian duduk membelakangi young ri “baiklah, kau boleh memelukku. . .”
“gomawo. . .” seru young ri senang dan langsung memeluk leher siwon dari belakang dan menghirup aroma tubuh siwon sementara siwon mengeluh dalam hati agar jantungnya berdetak tenang.
“hei, mualmu sudah hilang belum??” tanya siwon setelah cukup lama “aku pegal seperti ini terus!” keluh siwon tapi tidak ada jawaban dari gadis itu. Yang terdengar hanyalah suara hembusan nafas yg teratur.
Siwon tersenyum tipis “dasar bodoh!”
Kemudian dilepaskannya pelukan gadis itu pelan2 dan menggendongnya kekamar.
Terdengar bunyi bell apartement saat siwon menyelimuti tubuh young ri.
Cepat2 ia menghampiri pintu apartemen dan membukanya.
“eomma. . .untuk apalagi kau kemari?” tanya siwon malas saat melihat ibunya berdiri didepan pintu apartementx.
“dasar tidak sopan! Lihat, siapa yg kubawa saat ini!”
“siapa?” tanya siwon bingung.
“oppa!!” sapa seorang gadis yg tiba2 saja menyembulkan kepalanya dari balik tubuh ibu siwon.
“seohyun??”
“bogoshipoyo. . .” ucap gadis itu riang sambil memeluk siwon.
Siwon hanya bisa terkejut “ke. . .kenapa kau ada disini?”
“oppa, apa kau akan membiarkan kami diluar terus?”
Siwon membuka pintunya lebih lebar “ma. . .masuklah!”
“kau baru bangun tidur?” tanya ibu siwon sambil duduk disofa.
“ya!”
“sudah makan?”
“belum!”
Ibu siwon menatap tajam siwon “dimana gadis itu?”
“young ri? Dia sedang tidur!”
“sesiang ini masih tidur? Istri macam apa dia? Tidak becus melayani suami dgn baik!”
“eomma, jangan memulai! Dia tidak enak badan, jangan lupa kalau dia sedang hamil!”
“aku menyesal kenapa seohyun tidak datang lebih awal dan menikah dgnmu!”

Tbc