Tags

,

Cast: tetep kyura.

“yaak apa yg kau lakukan??” pekik hyo ra.
“apa??” tanya kyuhyun bingung.
“kenapa kau menambah air kedalam panci?”
“ini terlalu kering,”
“kau ingin makan bubur spageti? Bukankah sudah kubilang jangan menyentuh apapun didapur?!”
Kyuhyun mengambil panci itu kemudian membuang sebagian airnya “sudah beres bukan?!” sautnya kesal dan langsung duduk diruang tengah, menyambar pspnya diatas meja “kenapa harus memasak malam2 begini?! Bukankah besok masih bisa?!” gerutu kyuhyun pelan.
“kau lupa kita ada kelas pagi besok? Aku tidak ingin terlambat karna kau selalu ribut saat pagi!!”
“kenapa menyalahkanku? Yg selalu ribut itu kau!”
“bukan aku yg berteriak2 minta makan!”
“terserah kau!” saut kyuhyun kesal kemudian mulai memainkan pspnya.
Hyo ra menyelesaikan spagetinya kemudian mengintip kyuhyun diam2. Namja itu sedang seru memainkan pspnya. Hyo ra berjalan pelan lewat belakangnya masuk kedalam kamar dan tidur.

Kyuhyun menguap lebar dan mematikan pspnya. Ia melirik jam diatas lemari es dan melotot melihat angka 11.52 itu. Ia menoleh kearah dapur tapi hyo ra sudah tidak ada disana “aiiish jjinja!”
Dengan kesal kyuhyun masuk kedalam kamar dan melihat gadis itu sudah tidur pulas “yaak kenapa meninggalkanku??” bentaknya sambil menarik selimut hingga jatuh kelantai.
Hyo ra bergerak pelan dan hanya bergumam tidak jelas.
“hyo jangan seperti ini. . .” digoyang2nya tubuh hyora pelan “apa kau tidak pernah menganggapku sebagai suamimu?? Setidaknya berikan ciuman selamat malam padaku. . .” (sumpah kasian bgt ne kyuhyun wkwkwk)
“jjagiya. . .” kyuhyun terus menggoyang2 tubuh hyora, tapi gadis itu tidak perduli, akhirnya diangkatnya dagu gadis itu dan dilumatnya pelan bibirnya.
Hyo ra mendorong tubuh kyuhyun kuat “jangan melakukan hal bodoh!!” bentaknya kemudian berbalik dan menutupi wajahnya dgn bantal.
“baik!! Lakukan saja maumu!!” kata kyuhyun marah dan langsung pergi.
***
“kyu, ada apa dgnmu??” tanya donghae begitu melihat tampang kusut kyuhyun “apa yg terjadi?” tanyanya pada hyuki saat kyuhyun diam saja.
“jangan bertanya kepadaku! Tiba2 saja dia datang keapartemenku tengah malam dan langsung tidur, tidak mau berbicara apapun atau menjawab apapun!” saut hyuki.
Donghae mendecak “pertengkaran suami istri memang menyebalkan!”

“hyo, dimana kyuhyun? Kenapa kau sendiri?” tanya rae ki yg kebetulan punya jadwal kelas pagi juga.
“mollayo, aku bangun dia sudah tidak ada!” jawab hyo ra tidak perduli.
Rae ki menghela nafas “kalian pasti sedang bertengkar!” kata rae ki bosan
“bukan salahku!”
“kalian berdua salah!” saut rae ki sambil beranjak dari duduknya dan berjalan pergi karna kelasnya akan dimulai sebentar lagi.
***

“kenapa aku harus berada disini?” tanya kyuhyun kesal sambil menatap keempat temannya itu.
“kami ingin bertanya kepadamu!!” jawab yoon hye.
“soal?”
“kau dan hyo ra!”
“kenapa hanya aku yg jadi terdakwa? Dimana dia? Kalau ingin bertanya kenapa kami bertengkar, tanya saja kepadanya, masalahnya bukan ada padaku, tapi padanya!”
“bukan soal itu!”
“lalu?”
“jam berapa kau tidur?” tanya donghae santai.
Walaupun bingung, kyuhyun tetap menjawab “jam. . . 10, kadang sampai setengah 12,”
“kalau hyo ra?”
“jam sembilan dia sudah tidur!” jawab kyuhyun kesal.
Keempat org itu saling berpandangan “lalu apa yg kau lakukan sampai tidur hampir tengah malam?” tanya rae ki.
“main game,” jawab kyuhyun polos membuat hyuki yg sedang minum hampir tersedak.
“lalu. . . Berapa kali kalian melakukannya dalam seminggu?” tanya hyuki pelan.
Kyuhyun menatap bingung “melakukan apa?”
“hal yg biasa dilakukan oleh suami istri untuk mendapatkan keturunan!” jelas donghae.
“tujuh kali?” tanya yoon hye “enam? . . . Lima? . . . Empat?”
“tiga? . . .dua? . . . Satu?” sambung rae ki.
Kyuhyun menatap datar kemudian menghela nafas “percayalah dia masih perawan!”
“ahahaha. . .” hyuki langsung tergelak.
“tidak. . . Pernah?” tanya raeki tidak percaya.
“kau sudah 3 bulan menikah dan belum melakukan apapun?”
“kyu, apa benar kau ini laki2 jantan?”
“kenapa bertanya kepadaku bukan kepadanya???” bentak kyuhyun marah.
Hyuki menghentikan tawanya “kenapa bisa begitu?”
“setiap malam dia selalu mengajak ribut dan membuatku kesal, jadi aku bermain psp saja dan dia tidur! Lalu apa yg bisa kulakukan???” teriak kyuhyun frustasi.
“kurasa dia masih belum siap melakukannya. . .” gumam rae ki.
“aku tidak pernah memaksanya! Tapi tingkahnya benar2 membuatku kesal, aku tidak ingin seperti ini. . .” keluh kyuhyun sedih.
“kau hanya perlu taktik!” kata hyuki.
“taktik?”
“kalau ia mulai membuat masalah, jangan perdulikan, jangan terpancing emosi dan bersikaplah dgn tenang!”

“katakan padaku berapa kali kau berhubungan badan dgn kyuhyun?!”
Hyo ra yg sedang meminum ice lemonnya langsung tersedak “kenapa menanyakan itu?”
“karna aku heran, kenapa kalian selalu bertengkar!” jawab yoon hye telak.
“aku. . .belum pernah melakukannya” jawab hyo ra pelan.
“sebenarnya ada apa hyo?” tanya rae ki.
“aku. . . Hanya takut. . . Aku belum siap jadi ibu, aku takut hamil. . .”
“kukira kepintaranmu itu bisa digunakan dalam hubungan kalian, ternyata tidak sama sekali!” saut yoon hye.
“apa maksudmu?”
“apa kau tidak memikirkan perasaan kyuhyun? Hingga saat ini ia masih ragu apakah kau benar2 menganggapnya sebagai suami!”
“lalu apa yg harus kulakukan?”
“hyo, kau tidak perlu takut, apa kau tidak tau kebahagiaan seorang wanita saat tau dirinya hamil, kau akan dipanggil ‘eomma’, dan dgn begitu kau bisa menjadi istri yg sempurna. . .”
Hyo ra hanya bisa terdiam mendengarnya. . .

Tbc